Home Blog Page 150

Tirta Pakuan Bertransformasi, Kini Kelola Air Limbah Domestik Demi Kota Bogor Lebih Sehat

0

Bogordaily.net – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor terus melakukan inovasi dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Tidak hanya fokus pada penyediaan air bersih, kini Tirta Pakuan mulai bertransformasi dalam pengelolaan air limbah domestik demi menciptakan Kota Bogor yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan.

Langkah strategis ini dilakukan sebagai upaya menjaga kualitas air tanah, khususnya di lingkungan pemukiman warga, agar terhindar dari pencemaran limbah domestik yang dapat memicu berkembangnya bakteri berbahaya seperti E.coli.

Direksi Perumda Tirta Pakuan menyampaikan bahwa pengelolaan air limbah domestik menjadi bagian penting dalam sistem sanitasi perkotaan. Dengan pengelolaan yang baik, kualitas lingkungan dapat terjaga dan risiko gangguan kesehatan masyarakat dapat diminimalisir.

“Tirta Pakuan kini tidak hanya soal air bersih. Kami mulai bertransformasi mengelola air limbah domestik untuk Kota Bogor yang lebih sehat. Langkah ini sangat penting untuk menjaga kualitas air tanah di lingkungan pemukiman agar terbebas dari pencemaran bakteri seperti E.coli,” demikian disampaikan dalam keterangan resminya.

Transformasi ini juga menjadi bentuk komitmen perusahaan daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Bogor, khususnya dalam aspek sanitasi lingkungan.

Masyarakat pun diajak untuk turut mendukung upaya tersebut dengan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya sanitasi, pengelolaan limbah rumah tangga yang baik, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Yuk, dukung bersama Kota Bogor yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tutupnya.***

Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah Jadi Kunci Keberhasilan Pembangunan

0

Bogordaily.net – Peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi momentum untuk memperkokoh komitmen dan peran pemerintah daerah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut diucapkan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, dalam Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tingkat Kota Bogor di Plaza Balai Kota Bogor, Senin 27 April 2026.

“Otonomi daerah adalah instrumen dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh tanah air,” ucap Dedie Rachim saat menjadi inspektur upacara.

Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema tersebut mengandung makna kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal untuk bersama-sama mewujudkan Asta Cita, yang merepresentasikan harapan bangsa Indonesia melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Tanpa koordinasi yang baik, tujuan besar tersebut tidak akan dapat tercapai secara optimal. Oleh karena itu, sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam keberhasilan pembangunan nasional,” ujarnya.

Usai upacara, Dedie Rachim mengatakan, dari arahan Mendagri terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian daerah, termasuk Kota Bogor, di antaranya kemandirian energi melalui optimalisasi sumber daya dan efisiensi, peningkatan pengelolaan sumber daya air, serta pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas.

“Kemudian juga sinkronisasi kebijakan antara pusat dengan daerah. Selain itu, bukan hanya sinkronisasi kebijakan, tetapi juga bagaimana anggaran dioptimalisasikan agar selaras dengan tujuan pembangunan,” ujar Dedie Rachim.

Ia menambahkan, sinkronisasi yang dimaksud bukan hanya sebatas koordinasi, melainkan juga penyelarasan kebijakan antara pusat, daerah, hingga wilayah perbatasan antardaerah.

“Misalnya Kota Bogor berbatasan dengan Kabupaten Bogor. Tentu kebijakan di wilayah perbatasan antara Kota Bogor dan Kabupaten Bogor harus diselaraskan,” ungkapnya.

Sebagai contoh, sambungnya, untuk wilayah Bogor Barat yang berbatasan dengan Kecamatan Dramaga. Pemerintah Kabupaten Bogor menetapkan Kecamatan Dramaga sebagai kawasan permukiman perkotaan atau mixed-use, maka wilayah perbatasan di Kota Bogor seperti Situgede dan Balumbang Jaya juga perlu menyesuaikan agar saling mendukung.

Dengan demikian, wilayah yang berbatasan dapat berkembang secara selaras dan bersama-sama mendukung kemajuan pembangunan nasional.

Sebagai informasi, upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tingkat Kota Bogor diikuti jajaran Pemerintah Kota Bogor, Forkopimda, serta Forkopimwil.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Pemkab Bogor Deteksi Dini Pencegahan Narkotika hingga Obat Terlarang Mulai dari Tingkat Sekolah

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) menanggapi terkait maraknya peredaran narkotika hingga obat terlarang di wilayah Kabupaten Bogor.

Ketua Tim Rehabilitasi BNN Kabupaten Bogor, Imam Maulana menjelaskan bahwa, Pemerintah melalui Bupati Bogor telah memberikan atensi terkait maraknya peredaran narkotika hingga obat terlarang di bumi tegar beriman.

“Tindakan memang kami berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor khususnya pa Bupati juga memberikan atensi terhadap hal tersebut,” kata Imam Maulana kepada wartawan, Senin 27 April 2026.

Menurutnya, berbagai langkah terus dilakukan salah satunya melalui kegiatan Rakor hingga deteksi dini pencegahan narkotika.

“Seperti kemarin diadakan rakor itu semuanya sudah bergerak. Pemerintah Kabupaten Bogor mensuport tidak hanya kegiatan pemberantasan, tetapi deteksi dini dan pencegahannya,” jelasnya.

Adapun, BNN nantinya akan melakukan deteksi dini pencegahan narkotika hingga obat terlarang mulai dari tingkat sekolah.

“Jadi kita upayakan sekolah bahkan sekarang ini kita sedang melaksanakan jadi pembina upacara hari Senin di 12 titik,” ujar Imam.

Selain itu, pihaknya terus memaksimalkan peran dari satgas narkoba yang saat ini terus berjalan.

“Satgas ini kebetulan kalo Tim terpadu sudah berjalan sekarang sedang di revisi ulang. Kalo kegiatan berjalan terus tidak bisa menunggu lama,” ungkapnya.

(Albin)

Perumda Pasar Tohaga Bakal Siapkan 700 Lapak PKL di Pasar Parung

Bogordaily.net – Perumda Pasar Tohaga terus berupaya melakukan penataan di Pasar Parung dan telah menyiapkan sebanyak 700 lapak untuk Pedagang Kaki Lima (PKL).

Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah teknis penataan, termasuk relokasi PKL ke dalam area pasar.

Sebanyak 700 lapak telah disiapkan untuk menampung para pedagang, khususnya yang bergerak di sektor sayur-mayur, basahan, hingga komoditas ayam dan ikan.

“Penataan ini tidak hanya memindahkan PKL, tetapi juga membersihkan kawasan depan pasar. Area tersebut akan dijadikan zona merah terlebih dahulu sebelum ditentukan pemanfaatannya, apakah menjadi taman atau sentra ikan hias,” kata Haris, Senin 27 April 2026.

Menurutnya, pada awalnya sempat muncul pro dan kontra di kalangan pedagang. Namun, seiring berjalannya proses, dukungan kini semakin menguat, bahkan mencapai sekitar 90 persen.

Kemudian, Perumda Pasar Tohaga menargetkan pengembangan kawasan Parung sebagai sentra ikan hias yang mampu bersaing di tingkat regional, bahkan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Hal ini tentu membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, mulai dari penataan lapak, fasilitas pasar yang bersih dan representatif, hingga akses parkir yang baik.

Ia berharap, dengan sinergi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, dan Perumda Pasar Tohaga, penataan Pasar Parung diharapkan menjadi pintu masuk transformasi kawasan secara menyeluruh.

“Tidak hanya menciptakan ketertiban, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi baru yang lebih modern, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi di Kabupaten Bogor,” ungkap Haris

(Albin)

Kiandra Ramadhipa Asal Mana? Ini Profil Pembalap Muda Indonesia Juara Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 di Jerez

0

Bogordailly.net – Nama Kiandra Ramadhipa mendadak menjadi sorotan luas usai mencatat sejarah penting bagi dunia balap Indonesia.

Pembalap muda berusia 16 tahun itu sukses meraih kemenangan perdananya di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026, tepatnya pada Race 2 di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu.

Kemenangan tersebut tidak hanya menjadi capaian personal bagi Kiandra, tetapi juga dianggap sebagai tonggak baru bagi regenerasi pembalap Indonesia di panggung internasional.

Pasalnya, ia meraih kemenangan dengan skenario yang dramatis, memulai balapan dari posisi ke-17 sebelum akhirnya menembus garis finis di urutan pertama.

Dalam dunia balap level Eropa yang terkenal kompetitif, start dari barisan belakang umumnya membuat peluang podium sangat kecil. Namun Kiandra justru mampu membalikkan prediksi.

Dengan strategi cerdas, agresivitas terukur, serta pengelolaan ritme balap yang matang, ia perlahan menyalip satu per satu rivalnya hingga memasuki kelompok depan.

Catatan waktunya, 25 menit 48,363 detik, mengantar Kiandra menjadi pemenang, unggul dalam duel sengit di lap-lap terakhir.

Kemenangan ini terasa lebih spesial karena menjadi yang pertama baginya di Red Bull MotoGP Rookies Cup, ajang yang dikenal sebagai jalur pembinaan pembalap menuju Moto3, Moto2, hingga MotoGP.

Banyak nama besar di paddock MotoGP saat ini lahir dari ajang tersebut.

Lonjakan Besar di Klasemen

Hasil impresif di Jerez membawa Kiandra meroket ke posisi runner-up klasemen sementara dengan koleksi 34 poin.

Pencapaian itu sekaligus menempatkannya sebagai salah satu kandidat serius perebut gelar musim 2026.

Momentum ini juga menjadi peningkatan signifikan dibanding Race 1 sehari sebelumnya, saat ia hanya finis di posisi kesembilan.

Perubahan performa dalam waktu singkat itu memunculkan pujian, terutama terkait kemampuan adaptasinya membaca kondisi lintasan dan tekanan balapan.

Banyak pengamat menilai kemenangan ini menunjukkan kematangan balap yang jauh di atas usianya.

Kiandra Ramadhipa Asal Mana?

Kiandra Ramadhipa lahir di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 4 Desember 2009.

Meski usianya baru 16 tahun, perjalanannya di dunia balap ternyata sudah dimulai sejak sangat muda.

Ketertarikan terhadap motorsport tumbuh dari lingkungan keluarga. Sang ayah disebut kerap memperkenalkannya pada berbagai kompetisi balap sejak kecil.

Awalnya, Kiandra tidak langsung turun di lintasan aspal. Ia justru memulai karier dari motocross pada 2014, lalu sempat menjajal BMX sebelum fokus ke road race.

Peralihan itulah yang kemudian menjadi fondasi teknik balapnya yang dikenal agresif namun presisi.

Karier kompetitifnya berkembang melalui berbagai kejuaraan usia muda seperti Junior MiniPrix, Regional MiniGP Championship, Motoprix, hingga OnerPrix.

Di level nasional, namanya mulai diperhitungkan saat menjadi runner-up MotoPrix 2021.

Setahun berselang, ia merebut gelar juara nasional kelas Rookie 2022. Prestasi tersebut membuka jalan menuju panggung Asia.

Di Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas UB150, Kiandra tampil mengejutkan dengan finis sebagai runner-up Asia. Capaian itu menjadi bukti bahwa talentanya tak hanya dominan di level domestik.

Karier internasionalnya terus menanjak. Di Thailand Talent Cup, ia finis ketiga. Di Idemitsu Asia Talent Cup, ia mencatat dua kemenangan dan tiga podium.

Tahun 2024 menjadi fase penting ketika ia memperkuat Astra Honda Racing Team di AP250 ARRC dan finis posisi tiga klasemen akhir. Performanya yang konsisten membuat jalur menuju Eropa semakin terbuka.

Pada 2025, Kiandra naik kelas ke Red Bull MotoGP Rookies Cup dan European Talent Cup. Di Rookies Cup, ia finis kedelapan klasemen akhir dengan satu podium di Sachsenring.

Sementara di European Talent Cup, ia bahkan membukukan dua kemenangan di Magny-Cours dan Barcelona-Catalunya.

Salah satu kekuatan Kiandra adalah kemampuannya membaca momentum. Ia dikenal berani melakukan manuver di tikungan, tetapi tetap efisien menjaga ban.

Karakter tersebut terlihat jelas di Jerez saat ia mampu bangkit dari posisi enam pada fase krusial, lalu kembali menyerang di lap-lap akhir.

Banyak yang menilai gaya balapnya cocok untuk level Moto3 yang sarat duel rapat. Ia juga disebut punya mental kuat dalam tekanan.

Hal ini terlihat dari keberhasilannya tetap tenang meski sempat tercecer sebelum merebut posisi terdepan.

Jalan Menuju MotoGP Makin Terbuka

Kemenangan di Jerez bukan sekadar podium biasa. Ini dinilai sebagai sinyal bahwa Indonesia kembali memiliki prospek pembalap menuju MotoGP.

Dengan dukungan Astra Honda Racing Team serta program Road to MotoGP, peluang Kiandra menembus level lebih tinggi semakin realistis.

Tantangan berikutnya menanti di seri Le Mans, Prancis, 9-10 Mei 2026. Selain itu, ia juga dijadwalkan tampil di FIM Moto3 Junior World Championship mulai 24 Mei.

Dua ajang itu akan menjadi ujian penting untuk menjaga konsistensi. Jika mampu mempertahankan performa, bukan tidak mungkin nama Kiandra akan terus naik sebagai kandidat pembalap Indonesia pertama yang benar-benar menembus jenjang MotoGP modern.***

Benarkah Yogya Cimanggu Avenue Jadi Biang Kemacetan di Jalan KH Sholeh Iskandar? Ini Penjelasan Dishub dan Pengelola

0

Bogordaily.net – Operasional pusat perbelanjaan Yogya Cimanggu Avenue di Jalan KH Sholeh Iskandar atau Jalan Sholis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, memunculkan sorotan baru.

Kehadiran gedung baru tersebut disebut beriringan dengan meningkatnya kepadatan lalu lintas di salah satu koridor utama Kota Bogor yang selama ini memang dikenal padat.

Ruas Jalan Sholeh Iskandar yang menghubungkan kawasan Jambu Dua, Simpang Yasmin, hingga akses Tol BORR, dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian pengguna jalan setelah antrean kendaraan dilaporkan mengular, terutama saat jam sibuk dan akhir pekan.

Di tengah keluhan masyarakat soal kemacetan yang dinilai makin parah, Dinas Perhubungan Kota Bogor dan pihak manajemen Yogya Cimanggu sama-sama memberikan penjelasan, meski dengan sudut pandang berbeda.

Dishub Soroti Minim Koordinasi Saat Peresmian

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bogor, Ridwan, menyebut operasional gedung baru Yogya sempat memunculkan gangguan arus lalu lintas karena pembukaan pusat perbelanjaan dilakukan tanpa koordinasi optimal dengan pihak perhubungan.

Menurutnya, lonjakan kendaraan pengunjung yang terjadi saat operasional awal berdampak langsung pada penumpukan di akses keluar masuk pusat perbelanjaan yang posisinya berdekatan dengan badan jalan utama.

“Kepadatan terjadi karena antusiasme tinggi pengunjung yang memuncak pada jam sibuk. Kami menyayangkan pihak pengelola tidak ada koordinasi dan komunikasi dengan Dishub terkait pembukaan atau peresmian gedung baru tersebut,” ucapnya.

Dishub pun mengaku langsung menyiagakan personel di titik-titik krusial guna menarik arus dan mencegah antrean kendaraan semakin panjang.

Fokus pengaturan dilakukan mulai dari ujung simpang Tol BORR hingga simpang Yasmin, yang dinilai menjadi titik terkunci pergerakan kendaraan.

U-Turn Dekat UIKA Ikut Jadi Sorotan

Selain operasional pusat belanja, Dishub juga menyoroti keberadaan putaran balik atau U-turn dekat Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) yang dinilai memengaruhi pola kepadatan.

Namun Ridwan menegaskan, penutupan bukaan tersebut justru dilakukan untuk mengurangi hambatan samping yang selama ini memperburuk tundaan lalu lintas.

Namun Ridwan menegaskan, penutupan bukaan tersebut justru dilakukan untuk mengurangi hambatan samping yang selama ini memperburuk tundaan lalu lintas.

“Semakin banyak bukaan, semakin banyak tundaan lalu lintas. Namun, kami sudah membuat kajian dan berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk pemindahan U-turn tersebut ke ruas jalan yang lebih lebar agar lebih representatif,” jelasnya.

Menurut Dishub, persoalan kemacetan di Jalan KH Sholeh Iskandar sejatinya lebih kompleks karena volume kendaraan di koridor tersebut saat ini disebut hampir melampaui kapasitas jalan.

Pertumbuhan kawasan komersial, aktivitas ekonomi, hingga peningkatan perjalanan warga di jalur tersebut disebut ikut menjadi pemicu.

“Evaluasi untuk bukaan U-turn sudah kami sampaikan ke pihak PUPR. Saat ini kepadatan memang terkunci mulai dari simpang BORR, underpass hingga depan Yogya. Sementara arah sebaliknya menuju Salabenda relatif masih lancar,” katanya.

Manajemen Yogya Buka Suara

Di sisi lain, pihak pengelola Yogya Cimanggu Avenue tidak membantah adanya kontribusi terhadap peningkatan arus kendaraan.

Regional Manager Yogya Cimanggu Avenue, Endang Yudhi, mengakui operasional gedung baru memang memberi dampak lalu lintas.

Namun ia menolak jika seluruh persoalan kemacetan dibebankan pada keberadaan mal tersebut.

Menurutnya, kemacetan di Jalan Sholeh Iskandar sudah terjadi jauh sebelum pusat perbelanjaan itu beroperasi.

“Memang kita akui ada kemacetan. Setiap bangunan baru atau mal yang buka pasti ada (dampak) kemacetan. Cuman kita harus melihatnya dari sisi keseluruhan. Sebelum mal ini buka pun, di depan sini kan memang sudah macet,” ucapnya

Menurut analisa manajemen, salah satu titik masalah justru terletak pada radius U-turn yang terlalu dekat dengan akses mal.

Kondisi itu membuat kendaraan yang baru keluar harus segera mengambil jalur kanan untuk putar balik, yang berpotensi menimbulkan antrean di belakangnya.

“Bukan kita tidak mau disalahkan, ya. Memang radius U-turn-nya berdekatan. Begitu keluar mal, mau tidak mau kendaraan harus langsung mepet ke kanan. Itulah yang memicu hambatan,” jelasnya.

Meski demikian, pihak manajemen menyatakan siap terlibat dalam evaluasi bersama pemerintah guna mencari solusi jangka panjang.

“Bukan kami mau lempar tanggung jawab, tidak. Memang ada kontribusi dari operasional kami, cuman arahnya bukan 100 persen karena kita. Ada faktor teknis jalanan juga yang berpengaruh,” katanya.

Jalan KH Sholeh Iskandar selama ini dikenal sebagai salah satu jalur dengan beban lalu lintas tinggi di Kota Bogor.

Selain menjadi penghubung utama menuju Tol BORR, jalur ini juga dipadati pusat niaga, kawasan permukiman, fasilitas pendidikan, dan pusat belanja.

Karena itu, kehadiran pusat aktivitas baru seperti Yogya Cimanggu dinilai otomatis memberi tambahan beban pada sistem lalu lintas yang sudah padat.***

Siapa Pemilik Daycare Little Aresha Yogyakarta? Nama Rafid Ihsan Lubis Disorot Usai Kasus Dugaan Kekerasan Balita Viral

0

Bogordaily.net – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, terus menyita perhatian publik.

Selain menyoroti dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap puluhan balita, perhatian kini mengarah pada sosok di balik pengelolaan tempat penitipan anak tersebut.

Banyak publik bertanya, siapa sebenarnya pemilik Daycare Little Aresha?

Pertanyaan itu mengemuka setelah aparat mengungkap daycare tersebut diduga beroperasi tanpa izin resmi, meski menampung lebih dari seratus anak.

Penyelidikan yang dilakukan aparat akhirnya mengarah pada satu nama yang kini menjadi sorotan, yakni Rafid Ihsan Lubis.

Nama Rafid Ihsan Lubis Muncul dalam Data Yayasan

Berdasarkan hasil penelusuran legalitas yayasan, Rafid Ihsan Lubis tercatat sebagai pemilik manfaat atau beneficial owner dari Yayasan Aresha Indonesia Center, entitas yang menaungi operasional Little Aresha.

Status sebagai beneficial owner membuat namanya mendapat perhatian karena posisi tersebut bukan sekadar formalitas administratif.

Dalam struktur yayasan, posisi itu berkaitan dengan kewenangan strategis, termasuk pengaruh terhadap arah kebijakan, pengangkatan, hingga pemberhentian pengurus.

Berdasarkan data AHU.go.id, Rafid memiliki kekuasaan penuh untuk mengangkat atau memberhentikan pengurus yayasan.

Temuan inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan mengenai tanggung jawab struktural dalam kasus yang kini masuk proses hukum.

Kasus Terbongkar dari Laporan Mantan Pengasuh

Kasus ini sebelumnya terungkap setelah seorang mantan pengasuh yang baru bekerja selama empat bulan memilih melaporkan dugaan praktik kekerasan yang ia saksikan.

Langkah itu disebut tidak diambil secara spontan. Ia lebih dulu mengumpulkan bukti visual, mendokumentasikan kondisi di dalam daycare, lalu mengundurkan diri sebelum membuat laporan resmi.

Laporan tersebut disampaikan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Yogyakarta.

Hanya dalam waktu tiga hari pasca-laporan, koordinasi lintas instansi dilakukan. Hasilnya, Little Aresha beroperasi tanpa izin resmi alias bodong.

Keterlibatan sosok berlatar belakang hukum dalam kasus yang menyeret isu kekerasan anak membuat publik mempertanyakan aspek pengawasan dan tanggung jawab pengelolaan.

Terlebih, muncul isu bahwa pimpinan yayasan ini diduga merupakan seorang hakim aktif.

Juru Bicara Mahkamah Agung, Yanto, menyatakan pihaknya sedang mendalami informasi tersebut.

Sementara Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, ikut bersuara keras.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, bahkan dengan tegas meminta pemecatan dan pemidanaan jika terbukti pimpinan yayasan tersebut adalah seorang penegak hukum.

Polisi Tetapkan 13 Tersangka

Sejauh ini proses hukum terus berjalan. Hingga saat ini, polisi telah menetapkan dan menahan 13 orang tersangka yang terdiri dari pengasuh dan pengelola.

Penyidikan masih berkembang, termasuk mendalami peran masing-masing pihak dalam operasional yayasan. Publik kini menunggu apakah pengembangan perkara akan menyentuh level pengurus inti yayasan.

Di tengah proses hukum, perhatian kini juga tertuju pada pemulihan korban.

Para orang tua melaporkan bahwa anak-anak mereka menunjukkan trauma psikologis berat, seperti menangis histeris setiap kali akan diantar ke lokasi penitipan.

Luka fisik mungkin bisa sembuh, namun luka mental pada bayi di bawah dua tahun memerlukan pemulihan jangka panjang.

Saat ini, Pemerintah Provinsi DIY melalui Dinas P3AP2KB bersama KPAID telah membentuk pusat pemulihan terpadu untuk memberikan pendampingan psikososial bagi para korban dan keluarga.

Siapa Pemilik Daycare Little Aresha?

Jika merujuk data legal yang terungkap dalam penyelidikan, nama yang tercatat sebagai pemilik manfaat atau beneficial owner Yayasan Aresha Indonesia Center adalah Rafid Ihsan Lubis.

Namun, sejauh ini penyidik masih terus mendalami peran dan tanggung jawab tiap pihak dalam struktur pengelolaan yayasan.

Karena itu, proses hukum yang berjalan akan menjadi penentu apakah ada pertanggungjawaban lebih jauh yang mengarah ke level pengambil keputusan tertinggi di balik operasional Little Aresha.***

Toni Alfazri Terpilih sebagai Ketua PC PMII Kota Bogor, Usung Gagasan “Setara & Merata”

0

Bogordaily.net – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bogor resmi menetapkan Toni Alfazri sebagai Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Bogor dalam forum Konferensi Cabang yang berlangsung dinamis dan penuh semangat kaderisasi.

Terpilihnya Toni Alfazri menjadi momentum baru bagi arah gerak organisasi ke depan. Dengan mengusung gagasan besar “Setara & Merata”, Toni menegaskan komitmennya untuk membangun PMII yang inklusif, progresif, dan berpihak pada kepentingan seluruh kader tanpa terkecuali.

Dalam pidato perdananya, Toni menyampaikan bahwa PMII tidak boleh hanya menjadi ruang seremonial, melainkan harus hadir sebagai wadah perjuangan yang mampu menjawab kebutuhan kader di berbagai tingkatan.

“Setara & Merata bukan sekadar slogan, tetapi menjadi prinsip dasar dalam memastikan distribusi kaderisasi, akses peluang, serta ruang partisipasi yang adil bagi seluruh kader PMII Kota Bogor,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat basis kaderisasi yang berkelanjutan, memperluas ruang advokasi, serta meningkatkan peran PMII dalam merespons isu-isu sosial di tengah masyarakat.

Konfercab ini sekaligus menjadi refleksi kolektif atas perjalanan organisasi, serta titik tolak untuk memperkuat solidaritas kader dalam menghadapi tantangan ke depan.

Dengan kepemimpinan baru ini, diharapkan PC PMII Kota Bogor mampu semakin solid, adaptif, dan berdaya saing, serta tetap konsisten dalam menjalankan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai landasan gerakan.***

Tiket Konser “Viva La Lisa” Meledak! Habis dalam 10 Menit

0

Bogordaily.net – Kabar sensasional datang dari Lisa BLACKPINK. Tiket konser residensinya yang bertajuk “Viva La Lisa” di The Colosseum at Caesars Palace, Las Vegas, dilaporkan ludes terjual dalam waktu kurang dari 10 menit.

Pencapaian ini dikonfirmasi langsung oleh pihak Caesars Palace melalui akun resmi mereka di platform X pada Sabtu 25 April 2026.

Dalam pernyataannya, mereka menyebut bahwa Lisa resmi mencetak sejarah sebagai artis K-pop pertama yang menggelar konser residensi di kota hiburan dunia tersebut.

Lisa sebelumnya telah mengumumkan proyek ambisius ini pada Maret lalu. Konser “Viva La Lisa” dijadwalkan berlangsung selama empat hari, yakni pada 13, 14, 27, dan 28 November 2026.

Format residensi ini berbeda dari tur konser biasa karena seluruh pertunjukan digelar di satu lokasi yang sama dalam periode tertentu.

Pemilihan venue pun bukan tanpa alasan. The Colosseum dikenal sebagai panggung prestisius yang biasanya hanya diisi oleh musisi kelas dunia seperti Celine Dion dan Adele.

Kini, Lisa bergabung dalam daftar eksklusif tersebut, memperkuat posisinya sebagai bintang global.

Menariknya, “Viva La Lisa” juga akan menjadi konser solo perdana bagi Lisa. Meski sebelumnya ia telah tampil di berbagai panggung besar termasuk Coachella 2025 dan Victoria’s Secret Fashion Show ia belum pernah menggelar konser tunggal berskala penuh.

Karier Lisa sendiri terus menunjukkan perkembangan pesat. Album terbarunya, Alter Ego, sukses menembus tangga Billboard 200 dan bahkan meraih posisi puncak di chart penjualan album.

Ia juga merilis single kolaborasi Bad Angel bersama Anyma, yang pertama kali dibawakan secara live saat tampil sebagai tamu spesial di Coachella 2026.

Tak hanya di musik, Lisa juga mulai merambah dunia akting. Ia melakukan debut melalui serial The White Lotus musim ketiga pada 2025.

Keseriusannya terlihat dari langkahnya bergabung dengan agensi besar William Morris Endeavor, yang menaungi nama-nama papan atas seperti Angelina Jolie, Ben Affleck, Jessica Alba, hingga Hugh Jackman.

Di tengah jadwal globalnya yang padat, Lisa juga sempat menghabiskan waktu di Indonesia untuk keperluan syuting film “TYGO” di beberapa kota, sekaligus menikmati waktu liburan di Bali.***

MBG Masuk Era Digital, Tapi Anggaran Rp 1,2 Triliun Jadi Sorotan

0

Bogordaily.net – Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan anggaran besar senilai Rp 1,2 triliun untuk mendukung digitalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan distribusi makanan bergizi berjalan lebih terukur, tepat sasaran, dan transparan.

Dana tersebut difokuskan pada pengembangan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) serta layanan berbasis Internet of Things (IoT) yang dikelola oleh Perum Peruri.

Sistem ini dirancang untuk memantau distribusi makanan secara real-time sekaligus memperkuat pengawasan program di lapangan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa salah satu komponen paling krusial dalam digitalisasi ini adalah sistem absensi digital.

Menurutnya, mekanisme tersebut berperan penting untuk memastikan bahwa bantuan makanan benar-benar diterima oleh pihak yang berhak, sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan.

Namun, besarnya anggaran untuk sektor teknologi informasi ini memicu perdebatan. Sejumlah pihak mempertanyakan prioritas penggunaan dana, dengan anggapan bahwa, anggaran tersebut seharusnya bisa lebih banyak dialokasikan langsung untuk penyediaan pangan.

Menanggapi hal itu, BGN menekankan bahwa tanpa sistem digital yang memadai, distribusi makanan justru berisiko tidak akurat, sulit dilacak, dan rawan penyalahgunaan.

Digitalisasi dipandang sebagai fondasi penting untuk menjamin akuntabilitas serta efektivitas program dalam jangka panjang, termasuk dalam melindungi hak anak untuk mendapatkan gizi seimbang.

Di tengah polemik tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar.

OJK membantah kabar bahwa dana nasabah perbankan digunakan untuk membiayai program MBG.

Lembaga tersebut memastikan bahwa dana di bank tetap aman dan tidak dapat digunakan secara sepihak untuk kepentingan program pemerintah.***