Home Blog Page 1515

RS Islam Bogor Dukung Bakti Sosial PT KAI Melalui Rail Clinic dan Rail Library

0

Bogordaily.net – RS Islam Bogor turut berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui program Rail Clinic dan Rail Library.

Program ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan kepada masyarakat di berbagai daerah, terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh fasilitas kesehatan konvensional.

Sebagai bentuk kontribusi dalam kegiatan ini, RS Islam Bogor memberikan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan khusus bagi ibu hamil.

Pelayanan ini meliputi pemeriksaan kesehatan kehamilan secara menyeluruh, edukasi kesehatan ibu dan janin, serta konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional.

Program tersebut diharapkan dapat membantu para ibu hamil untuk mendapatkan akses kesehatan yang lebih mudah dan berkualitas, terutama di wilayah terpencil.

Selain pelayanan kesehatan, Rail Clinic juga menyediakan layanan kesehatan umum lainnya, seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah.

Partisipasi RS Islam Bogor dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen rumah sakit dalam mendukung kesehatan masyarakat.

Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat secara langsung, terutama dalam hal peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan di berbagai daerah.(Ibnu Galansa)

KemenKopUKM Lanjutkan Pelatihan Barista Sebagai Pengungkit Daya Saing Usaha Minuman Kopi di Tangerang

0

Bogordaily.net – Komoditas kopi yang melimpah di Indonesia menjadi salah satu keunggulan komparatif sehingga dapat menjadi salah satu sumber kekuatan ekonomi. Oleh sebab itu Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) memandang perlu upaya sistematis untuk menjadikan komoditas kopi sebagai penggerak ekonomi UMKM khususnya sektor mikro.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Yulius mengatakan bahwa pihaknya konsisten memberikan dukungan terhadap upaya pengembangan bisnis berbasis kopi terutama dari sisi penguatan SDM (sumber daya manusia) agar lebih terampil dan kompeten. Kebutuhan SDM peracik kopi menjadi profesi yang paling dibutuhkan seiring dengan angka penikmat kopi yang terus tumbuh.

“Itu artinya, tersedianya bidang barista yang kompeten menjadi sangat relevan dan dibutuhkan, terutama untuk memenuhi tuntutan pasar yang semakin beragam dan kualitas produk yang semakin meningkat,” kata Deputi Bidang Usaha Mikro Yulius dalam keterangan resminya, Jum’at (04/10).

Dalam pembukaan Pelatihan Pengembangan Kapasitas SDM Usaha Mikro Berbasis Kompetensi, Uji Sertifikasi dan Kompetisi Bidang Barista, Yulius menjelaskan bahwa pelatihan penguatan dan pengembangan SDM barista ini secara pararel dilakukan di berbagai Wilayah di Indonesia. Pada 2024, pelatihan barista, uji kompetensi dan kompetisi dilaksanakan di 10 kota, yakni di Serang, Pekalongan, Bogor, Bandung, Jombang, Tegal, Pasuruan, Indramayu, Tangerang, Tangerang dan terakhir akan dilaksanakan di Bekasi.

Menurutnya dalam setiap sesi terdapat 30 peserta yang direkrut untuk mengikuti serangkaian program pelatihan. Dia berharap melalui pelatihan ini dapat meningkatkan daya saing para pelaku usaha mikro yang menjalankan bisnis di bidang kopi/ kafe.

Pelatihan yang digelar di Tangerang menjadi salah satu tempat pelatihan barista mengingat pertumbuhan UMKM menjadi tulang punggung ekonomi lokal, dengan jumlah UMKM mencapai 24.130 yang terdata pada SIDT KUMKM (Sistem Informasi Data Tunggal Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

“Dengan lebih dari 95 persen usaha di Kota Tangerang merupakan kategori UMKM, sektor ini menjadi penopang utama bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi SDM di sektor ini sangat krusial untuk memastikan bahwa para pelaku usaha mikro mampu bersaing di era globalisasi,” kata Yulius.

Ditegaskan Yulius bahwa pelatihan pengembangan SDM di Tangerang ini juga sekaligus dilaksanakan uji sertifikasi ini para peserta sehingga akan mendapatkan pengakuan resmi atas keterampilan yang dimiliki. Skema ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi para pelaku usaha mikro untuk mengembangkan usaha mereka secara profesional dan berkelanjutan.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Tangerang, PT Trans Indonesia Superkoridor, LPK Kompetensi Indonesia dan Tim Asesor dari LSP Pariwisata dan SPA Indonesia.***

Kebakaran Hebat di Katulampa Bogor, Hanguskan Lapak Reparasi Peralatan Kantor

0

Bogordaily.net – Kebakaran hebat terjadi di lapak reparasi peralatan kantor di Jalan R3, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, pada Jumat pagi.

Api yang mulai terlihat sekitar pukul 08.30 WIB dengan cepat menyebar, melahap bangunan di sekitarnya.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut namun kebakaran itu menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Warga Panik Saat Kebakaran di Katulampa Membesar 

Menurut kesaksian warga sekitar, api pertama kali terlihat dari bagian belakang lapak reparasi tersebut.

“Awalnya ada bau asap, tapi tak disangka api tiba-tiba membesar dengan cepat,” ungkap salah satu warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kebakaran.

Kepanikan semakin menjadi ketika api mulai menjalar ke bangunan-bangunan di sekitar lokasi, warga pun berusaha untuk menyelamatkan barang-barang mereka.

Upaya Pemadaman 

Sementara itu, pantauan di lapangan sejumlah petugas pemadam kebakaran Kota Bogor bergerak cepat begitu laporan diterima.

Namun, kobaran api yang terus membesar membuat proses pemadaman berlangsung hingga pukul 10.30 WIB.

Hingga waktu tersebut, proses pendinginan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

“Kita turunkan beberapa unit mobil pemadam, dan saat ini masih dalam tahap pendinginan,” ujar salah satu petugas di lokasi kejadian.

Kerugian Mencapai Ratusan Juta
Akibat dari kebakaran ini, diperkirakan kerugian yang ditimbulkan mencapai ratusan juta rupiah.

Bangunan lapak beserta peralatan di dalamnya hangus terbakar. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan investigasi terkait penyebab kebakaran yang terjadi di di Jalan R3, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.***

Jaga Aspek Keberlanjutan Lingkungan Event MotoGP Mandalika, BRI Peduli Berhasil Kelola 22 Ton Sampah

0

Bogordaily.net – BRI kembali menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan melalui Program BRI Peduli pada ajang MotoGP Mandalika 2024.

Acara ini menjadi momentum bagi BRI untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan Mandalika yang lebih berkelanjutan, selaras dengan upaya global untuk menjaga lingkungan dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui Program BRI Peduli YOK KITA GAS, pengelolaan sampah menjadi lebih terintegrasi dan sistematis selama perhelatan MotoGP Mandalika 2024.

Sebanyak 300 personel yang dikenal sebagai Warriors YOK KITA GAS telah mendapatkan pelatihan khusus untuk mengelola sampah organik dan anorganik secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, mereka bertugas selama tiga hari mulai tanggal 27 hingga 29 September 2024, dengan fokus utama pada pemilahan, pengumpulan, dan pengelolaan sampah.

Selama perhelatan MotoGP Mandalika, berhasil dikumpulkan 22.560 kilogram sampah dengan rincian 6.715 kilogram sampah organik dan 15.845 kilogram sampah anorganik.

Pengelolaan sampah ini tidak hanya membantu menjaga kebersihan area sirkuit, tetapi juga secara langsung berkontribusi dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.

Melalui kegiatan pengelolaan sampah ini, emisi gas metan (CH₄) yang berhasil dikelola mencapai 3.163,94 kilogram, sementara emisi gas karbon dioksida (CO₂) yang berhasil dikelola mencapai 7.830,74 kilogram.

Tidak hanya dalam hal pengelolaan sampah, BRI juga memperkenalkan inovasi berbasis teknologi dalam program Tukar Botolmu Raih Poinmu melalui penyediaan dua unit Reverse Vending Machine (RVM) untuk daur ulang botol plastik.

Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran pengunjung akan pentingnya daur ulang, dengan memberikan insentif dalam bentuk poin yang dapat ditukar dengan saldo e-wallet.

Sejak tanggal 27 hingga 29 September 2024, telah terkumpul sebanyak 65,56 kilogram botol plastik.

Keberhasilan program ini juga berdampak positif terhadap pengurangan jejak karbon, dengan penurunan emisi sebesar 347.094 gram atau setara dengan menyelamatkan lahan seluas 55,39m2.

Program ini tidak hanya menjadi ajang edukasi bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitar Sirkuit Mandalika.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menyampaikan pandangannya terkait kontribusi BRI dalam ajang Indonesian MotoGP Mandalika 2024, terutama dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.

Ia mengatakan bahwa BRI berkomitmen penuh dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.

“Program BRI Peduli YOK KITA GAS merupakan bagian dari upaya nyata kami untuk memastikan bahwa event besar seperti MotoGP Mandalika tidak hanya menjadi ajang olahraga internasional, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi lingkungan”, jelasnya.

“Kami percaya bahwa melalui edukasi, pelatihan, dan penerapan teknologi seperti Reverse Vending Machine, BRI dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam hal pengelolaan sampah dan pengurangan emisi karbon. Inisiatif ini juga memberikan peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal, karena sampah yang dikelola dengan baik dapat dimanfaatkan secara lebih ekonomis,” ujarnya.

Komitmen BRI dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pada perhelatan besar seperti MotoGP Mandalika 2024 merupakan wujud nyata dari kontribusi korporasi terhadap pencapaian SDGs.

Melalui berbagai program yang dijalankan, BRI berharap dapat terus mendorong perubahan positif dalam pengelolaan lingkungan dan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat serta ekosistem yang ada.***

Gelar Stakeholder Meetup, KemenKopUKM Fasilitasi Wirausaha Membangun Koneksi dan Memperluas Jejaring Bisnis

0

Bogordaily.net – Sebagai upaya menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif bagi wirausaha di tanah air, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) menggelar kegiatan Stakeholder Meetup sebagai rangkaian tahapan dalam Program Entrepreneur Development (Entredev). Kegiatan ini menjadi ajang bagi pelaku wirausaha untuk berkonsultasi, berkolaborasi dan berjejaring bisnis dengan Stakeholders terkait.

Stakeholder Meetup diikuti oleh 90 peserta Entreprenuer Development (Entredev) dari 17 provinsi yang merupakan wirausaha sektor Agrikultur, Health, Beauty & Wellness dan Teknologi yang telah dipilih mengikuti tahapan Stakeholder Meetup dan kurang lebih 60 Stakeholders dari Kementerian/Lembaga, Asosiasi Bisnis dan Pelaku Bisnis di berbagai bidang usaha, yang diharapkan mampu membuka akses pengembangan bisnis secara berkelanjutan dan membantu akselerasi pertumbuhan usaha.

Stakeholders tersebut di antaranya Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, BSN, BPOM, PLN, Astragrahpia, Paragon, Proxsis, SETC, APINDO, ASYX, Agradaya, BSI, ANGIN, BTPN, Nano Bank Syariah, Fundex, ALAMI, Evermos, Lokasoka, Gambaran Brand, Sarinah, AMATI dan masih banyak lagi.

“Peserta diharapkan dapat terhubung dengan ekosistem bisnis sesuai dengan kebutuhan, baik dari aspek pembiayaan, pengembangan produk dan SDG’s, pemasaran, perluasan pasar, legalitas, hingga sertifikasi dan ekspor,” kata Bastian, Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM saat mewakili Deputi Bidang Kewirausahaan Pada kegiatan Stakeholder Meetup di Jakarta, Kamis (3/10).

Bastian menuturkan, wirausaha memiliki peranan penting dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Penciptaan ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan menjadi kunci, ditambah dengan semangat inovasi wirausaha yang bisa menjadi motor penggerak ekonomi nasional hingga berperan di perekonomian global.

“Kewirausahaan bahkan secara signifikan berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, mulai dari penciptaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan PDB, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang,” ucap Bastian.

Bastian menambahkan, Indonesia memiliki potensi kewirausahaan yang luar biasa dengan komposisi demografi yang didominasi oleh generasi muda. Kondisi tersebut yang harus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan rasio kewirausahaan melalui penumbuhan wirausaha baru yang kreatif dan inovatif.

Potensi kewirausahaan dari sisi demografi adalah generasi muda yang bisa didorong semangat dan kemampuan kewirausahaannya. Sehingga dapat meningkatkan rasio kewirausahaan melalui penumbuhan wirausaha baru yang kreatif dan inovatif.

“Untuk itu, Pemerintah telah menyiapkan ekosistem kewirausahaan yang berkualitas, mulai dari segi kebijakan, penguatan wirausaha melalui program strategis kemudahan akses, perlindungan hingga pemberdayaan wirausaha, serta mewujudkan startup bisnis dan go global,” tutur Bastian.

Peran kolaborasi para pemangku kepentingan dan Stakeholder menjadi kunci keberhasilan keberlanjutan program kewirausahaan yang diinisiasi oleh KemenKopUKM, seperti Pengembangan Ekosistem Bisnis lewat eHub, Inkubasi Usaha lewat iStartUp.id, Program Pembiayaan Wirausaha melalui Entrepreneur Financial Fiesta, hingga Konsultasi Bisnis dan Pendampingan Usaha pada Entredev.

Berbagai rangkaian kegiatan dalam Stakeholder Meetup 2024 ini telah dilakukan mulai dari diskusi panel, konsultasi akses program Pemangku Kepentingan, pembahasan picth desk/proposal usaha peserta, hingga jejaring bisnis.

Bastian berharap, Stakeholder terkait dapat memberikan akses kemudahan fasilitasi program bagi peserta untuk penguatan produk dan pengembangan bisnisnya. Sedangkan bagi para peserta, agar dapat proaktif menjajaki peluang siap untuk mengakselerasi pencapaian target bisnis yang sudah dirancang melalui tahapan program Entredev yang sudah dijalani.

Stakehoder Meetup ini telah memberikan potensi kerjasama peserta dengan Stakeholder yaitu adanya komitmen dan ketertarikan Stakeholder terhadap keberlanjutan peserta sehingga membuka potensi kerjasama kepada 84 bisnis terkait Pembiayaan, 49 bisnis terkait Pengembangan Produk dan SDGs, 59 bisnis terkait Pemasaran dan 27 bisnis terkait Perluasan Pasar (Digital), 16 bisnis terkait Legalitas dan 26 bisnis terkait Akselerator.

Hasil dari Stakeholder Meetup ini dapat menjadi dasar penilaian terpillihnya 30 orang peserta Entredev yang berhak mengikuti tahapan selanjutnya yaitu Networking Day. Dimana 30 orang peserta terpilih akan dipertemukan dengan calon mitra yang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan untuk keberlanjutan usaha peserta pada kegiatan Networking Day.

Informasi terkait Entredev 2024 dapat dilihat melalui sosial media Kementerian Koperasi dan UKM (ig @kemenkopukm), website (https://entredev.id) dan Instagram (ig @entredev.id).***

Batikorganik Wakili Jawa Barat dalam Program Nasional Bangun Wirausaha Perempuan Berdaya: KUB “TUMBUH” Resmi Diluncurkan di Desa Cipaku

0

Bogordaily.net – Kelompok Usaha Bersama (KUB) “TUMBUH” resmi diluncurkan di Desa Cipaku sebagai langkah pemberdayaan ekonomi perempuan melalui inovasi batik berbahan pewarna alam dan pertanian berkelanjutan.

Program ini diinisiasi oleh Batikorganik sebagai bagian dari upaya mendukung perempuan pengusaha untuk berinovasi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Acara peluncuran ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, seperti perwakilan pemerintah daerah, media, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha lokal.

KUB “TUMBUH” hadir untuk menguatkan kolaborasi perempuan pengusaha di sektor batik organik serta petani lokal di Cipaku, dengan pendekatan ekonomi sirkular dan praktik ramah lingkungan.

Dalam peluncuran ini, Batikorganik memperkenalkan batik berbahan dasar organik, di mana pewarna alami yang digunakan diambil dari tanaman lokal, mencerminkan komitmen terhadap keberlanjutan dan pelestarian budaya.

Inovasi ini tidak hanya membantu perekonomian lokal, tetapi juga melindungi lingkungan.

Sebagai bagian dari program Bangun Wirausaha Perempuan Berdaya (BUILD) yang diinisiasi oleh ANGIN (Angel Investment Network Indonesia), KUB “TUMBUH” mendapat dukungan berupa pelatihan, pendampingan, serta akses pembiayaan yang berkelanjutan.

Program BUILD ini bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan pengusaha di Desa Cipaku dalam mengembangkan produk bernilai tambah dan memperluas jaringan pemasaran.

Ana, Founder Batikorganik, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menggerakkan ekonomi lokal serta peran strategis perempuan dalam perubahan.

“Kami percaya perempuan dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif. Melalui KUB ‘TUMBUH,’ kami ingin menyediakan akses keterampilan, sumber daya, dan kesempatan bagi perempuan untuk berkembang,” ujar Ana, Kamis 3 Oktober 2024.

Ia menambahkan, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan perempuan berbasis komunitas yang mengedepankan keberlanjutan, dan dapat diadaptasi oleh komunitas lain di Indonesia.

Dengan dukungan dari Program BUILD dan jaringan ANGIN, KUB “TUMBUH” berpotensi berkembang lebih besar, menjangkau pasar domestik hingga internasional.

Peluncuran ini menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi perempuan yang tidak hanya memberikan dampak sosial-ekonomi positif, tetapi juga menginspirasi desa lain untuk mengadopsi konsep serupa dengan prinsip inklusif dan berkelanjutan.***

Ibnu Galansa

KemenKopUKM Tekankan Pentingnya Inovasi Pembiayaan untuk Dorong Pertumbuhan UKM

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berkomitmen mendukung pertumbuhan usaha tak hanya di kelas mikro, tetapi juga mendorong kelas Usaha Kecil dan Menengah (UKM) salah satunya melalui pengusulan insentif serta inovasi pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan KUR Agregator.

Plt (Pelaksana Tugas) Deputi Bidang UKM KemenKopUKM Temmy Satya Permana mengatakan, pembiayaan menjadi isu penting bagi UMKM termasuk di sepanjang 10 tahun Pemerintahan Presiden Jokowi. Bapak Presiden telah mengeluarkan banyak kebijakan pembiayaan menjadi karpet merah bagi UMKM, pemberian Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) untuk modal kerja pelaku usaha mikro dan restrukturisasi kredit.

Saat ekonomi mulai pulih, Presiden memberikan arahan untuk porsi pembiayaan bagi UMKM sebesar minimal 30% dari total kredit perbankan serta memberikan program KUR klaster yang sangat membantu usaha produktif yang dimiliki para pelaku usaha mikro dan kecil dalam suatu klaster. Penyaluran KUR juga meningkat setiap tahunnya, tahun ini ditargetkan hingga Rp 297 triliun.

Tantangannya masih 47 persen kebutuhan pembiayaan UMKM yang belum dapat terlayani oleh lembaga jasa keuangan. (OJK)

“Maka, pembiayaan UMKM harus terus diperbesar dan dipermudah untuk dapat menjangkau karakteristik pelaku UMKM yang tidak seragam. Ada Mikro, Kecil, dan Menengah,” kata Temmy Satya Permana dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/10/2024).

Hasil kajian Ernts and Young dan AFPI (2023) menunjukkan adanya kesenjangan antara permintaan dan suplai pembiayaan UMKM pada tahun 2026, yakni kebutuhan pendanaan sebesar Rp4.300 triliun dan suplai hanya Rp1.900 triliun. Permintaan kredit sangat besar namun supply kredit dari lembaga keuangan masih terbatas.

Temmy menyebut, mayoritas penerima kredit UMKM adalah usaha mikro sebesar 46,21 persen, diikuti oleh usaha kecil sebesar 31,26 persen, dan menengah sebesar 22,53 persen.

“Target porsi kredit perbankan ke UMKM sebesar 30 persen kami juga tidak yakin bisa tercapai. Sampai saat ini baru sekitar 19,6 persen. Maka, ada pekerjaan rumah yang belum selesai,” ujarnya. Namun hal itu dapat di dukung melalui pembiayaan klaster, aggregator, dan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Temmy menyampaikan, UKM juga membutuhkan insentif terkait pembiayaan dan investasi. Maka, inovasi kebijakan pembiayaan untuk UMKM perlu terus diperkuat.

Temmy menekankan, melalui mekanisme rantai pasok agregator, memperluas jangkauan ini dapat membantu mengatasi masalah kredit rantai pasok melalui skema supply chain financing.

“KUR Klaster misalnya yang ada saat ini, dapat memperkuat rantai pasok dengan mendukung perajin lokal dalam meningkatkan produksi dan memperluas jangkauan pasar,” ujarnya.

Pada rantai pasok Pemerintah dan BUMN, terdapat lebih dari 8.146.219 produk dan 346.857 penyedia UMKM dalam ekatalog LKPP, tetapi
realisasi transaksi belanja produk UMKM baru mencapai Rp208,5 triliun atau 43% dari total belanja sebesar Rp844,2 triliun. Kami berharap realisasi tahun ini bisa mencapai Rp 400 triliun, semua UMKM dapat mengambil manfaat dari program ini.

“Maka, pasarnya masih besar bagi UKM, yang salah satunya perlu didorong melalui sektor pembiayaan,” kata Temmy.

KemenKopUKM berharap, tahun ini usulan terkait KUR tersebut bisa didorong dalam Pemerintahan baru maupun hingga akhir tahun ini.

Selain itu, selama ini juga telah dilakukan beberapa inovasi pembiayaan yang dilakukan. Seperti, Sistem Innovative Credit Scoring (ICS) dirancang untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dengan proses yang lebih cermat dan berbasis teknologi.

“Juga beberapa alternatif pembiayaan berbasis teknologi semakin penting seperti P2P (Peer to Peer) lending dan security crowd funding,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pembiayaan dan Investasi KemenKopUKM Ali Manshur menambahkan, tujuan KemenKopUKM mengusulkan adanya KUR Agregator ini adalah untuk memperkuat pembiayaan bagi pelaku UKM.

“Skema-skema pembiayaan itu menyasar pelaku usaha mikro dengan mendorongnya dari bawah untuk naik kelas. Sementara kami mencoba menariknya dari atas. Karena itu, kami sedang merumuskan KUR Agregator di atas plafon Rp500 juta. Tetapi harus dipastikan pengaksesnya adalah pelaku UMKM” ucapnya.

Ali menambahkan, dalam mendukung inovasi pembiayaan dan investasi bagi UMKM, KemenKopUKM juga mengembangkan beberapa program prioritas.

Pertama, Program SME EPIC memberikan pendampingan kepada UMKM untuk terhubung dengan investor, termasuk pelatihan pitching dan business link up.

Kedua, Program Bisnis Layak Funding (BISLAF) menyediakan bantuan bagi lebih dari 180 UMKM dalam melakukan pitching kepada penyandang dana, sementara lebih dari 1.720 UMKM lainnya akan tetap mendapatkan akses pembiayaan melalui lembaga keuangan.

Ketiga, SME IPO membantu UMKM memasuki pasar modal melalui forum pasar modal, pelatihan terstruktur, business matching, serta kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memonitor proses IPO (Initial Public Offering). ***

Rilis Survei Terbaru LS Vinus, Elektabilitas Pasangan Rudy-Jaro Melesat dari Bayu-Musya di Pilkada Kabupaten Bogor 2024

0

Bogordaily.net – Lembaga Survei Visi Nusantara (LS Vinus) merilis terbaru hasil survei elektabilitas Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor dalam Pilkada Kabupaten Bogor 2024.

Dalam rilis hasil survei LS Vinus tersebut, elektabilitas pasangan Rudy Susmanto -Jaro Ade unggul dengan memperoleh 64,82 persen, dari pasangan Bayu – Musya dengan memperoleh 14,17 persen suara.

Founder Lembaga Survei (LS) Visi Nusantara Vinus Yusfitriadi mengatakan bahwa, walaupun hasil survey menunjukan Pasangan Rudy-Jaro lebih unggul. Namun hal tersebut tak menjamin, karena dukungan dari koalisi gemuk sebanyak 18 partai politik tak memberikan pengaruh yang signifikan.

Lembaga Survey (LS) Visi Nusantara (Vinus) merilis terbaru hasil survei Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bogor dalam Pilkada Kabupaten Bogor 2024. (Albin/Bogordaily.net).

“Kita lihat dari hasil survei dahulu, gabungan partai politik yang berkoalisi gemuk mendukung Rudy Jaro itu tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap paslon itu, buktinya saat survei terdahulu jika digabungkan suara Rudy Jaro,” kata Yusfitriadi kepada wartawan di Cibinong, Kamis 3 Oktober 2024.

Menurut Yus, berbanding dengan Pasangan Bayu-Musya walaupun hanya diusung satu partai, tetapi angka tersebut diperkirakan dalam waktu dekat akan terus bertambah.

“Sama halnya dengan Bayu, suara PDIP hanya 6,8 persen. Tetapi disini ia mendapat 14 persen artinya suara Bayu diusung satu partai itu loncat. Artinya ini bagi Bayu dan Musya untuk mencapai 2x lipat hanya butuh seminggu,” jelasnya.

Lebih lanjut kata Yusfitriadi, faktor utama yang menentukan Pasangan Calon dalam meningkatkan jumlah pemilih yakni, faktor popularitas yang hingga kini masih diunggulkan pasangan Rudy-Jaro.

“Faktor yang membuat unggulnya paslon popularitas, artinya branding paslon menjadi faktor terkuat untuk dapat elektabilitas dri publik,” ujar Yusfitriadi.

Selain itu, kedua paslon saat ini masih melakukan branding dan juga melakukan kampanye, untuk dapat terus meningkatkan elektabilitas dan juga jumlah pemilih dalam Pilkada Kabupaten Bogor 2024.

“Oleh karena itu branding-branding ini harus dilakukan oleh 2 paslon, paslon Bayu Musya baru mulai brandingnya saat ini dengan mulai baliho-baliho besar, sebelumnya kan nggak ada,” ungkapnya. (Albin Pandita)

Viral! Happy Asmara nggak Sengaja Makan Daging Babi Saat Live, Begini Reaksinya

0

Bogordaily.net – Penyanyi dangdut Happy Asmara mendadak viral lantaran nggak sengaja makan daging babi saat berada di Taiwan.

Video kepanikan Happy Asmara beredar di jagat maya. Saat itu ia tengah makan daging sambil melakukan live atau siaran langsung.

Selama di Taiwan, Happy Asmara sempat melakukan siaran langsung di media sosialnya sambil menyantap makanan dalam kemasan menggunakan sumpit.

Saat makan, Happy Asmara tampak memastikan daging yang dimakannya itu benar daging sapi

“Daging sapi? Empuk nih dagingnya,” kata Happy Asmara sambil mengunyah makanan tersebut.

Sambil mengunyah makanan, Happy Asmara tampak menikmati daging yang disantapnya itu sebelum warganet mengungkap dugaan yang dimakan sang pedangdut adalah daging babi.

“‘Bunda nggak baca ya?’ ‘Pokoknya nggak tau nggak apa-apa’ ‘udah habis baru tahu kalau itu babi,’,” ujar Happy Asmara sambil membacakan komentar warganet.

Gilga Sahid yang mendengar Happy Asmara langsung mengonfirmasi hal tersebut.

“Lo, babi to bund?,” tanya Gilga Sahid.

Happy Asmara yang merasa yakin bahwa makanan yang disantapnya daging sapi itu langsung panik dan berhenti mengunyah untuk buru-buru ke kamar mandi.

“Nggak tahu, tulisannya beef,” kata Happy dalam bahasa Jawa.

“Rasanya tenggorokanku kayak nggak rela. Tulisannya gini, nggak ada bahasa Inggrisnya,” lanjutnya.

Namun, Happy Asmara justru menyebutkan bahwa rasa daging babi memang enak, meski dirinya tak mengetahui makanan apa yang masuk ke mulutnya.

“Nggak apa-apa, penting doyan, penting nggak sengaja,” beber Happy Asmara, dilihat dari unggahan TikTok @/kazumi1976.

“Namanya orang beli nggak mungkin gitu (cek tiap makanan di toko. Tapi enak, Cah,” pungkasnya sambil meminum kopi. (*)

Djalan Djalan ke Ardio, Dedie – Jenal Serap Aspirasi Para Pedagang Pasar

0

Bogordaily.net – Calon Wali Kota (Cawalkot) Bogor nomor urut 3, Dedie A Rachim melakukan kegiatan Sapa Warga dan berdialog dengan para pedagang pasar.

Kegiatan sapa warga dilaksanakan di Kampung Ardio, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada Kamis, 3 Oktober 2024. Sementara sapa pedagang pasar dilakukan Dedie – Jenal di Pasar Anyar, Kebon Kembang.

Dalam dialognya, Dedie A Rachim menyapa para pedagang dan melakukan dialog bersama mereka, serta menyerap aspirasi yang disampaikan kepada dirinya.

Terlihat, para pedagang juga turut menghampiri mantan Wakil Wali Kota Bogor periode 2019-2024 ini, dan melakukan dialog yang cukup lama dengan berbagai aspirasi disampaikan oleh para PKL Pasar Kebon Kembang.

“Para pedagang prinsipnya sangat ingin berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemkot Bogor, mereka ingin juga sentuhan dalam bentuk penataan yang berkeadilan, dan berkeinginan untuk penataan yang menunjukan keberpihakan,” kata Dedie A Rachim.

Dengan begitu, Pemkot Bogor harus melakukan langkah-langkah yang cukup adil dalam melakukan penataan terhadap para pedagang, dengan tidak ada yang namanya penggusuran dan pembongkaran, tapi dengan cara dilakukan penataan.

“Kalau ada yang namanya dialog dan juga komunikasi yang efektif Insya Allah ke depan penataan akan lebih baik lagi dan berkeadilan, Insya Allah akan diwujudkan nanti,” ucap Dedie A Rachim.

Setelah melakukan dialog, Dedie A Rachim pun kembali melanjutkan kegiatan Sapa Warga ke Kampung Ardio.

Menariknya, pada saat melakukan Sapa Warga di Kampung Ardio, Dedie A Rachim berserta dengan istrinya Yantie Rachim disambut oleh warga sekitar dengan menggunakan drumband.

Tidak hanya itu, drumband yang dibawa oleh warga sekitar itu merupakan suatu dukungan terhadap pasangan Dedie A Rachim dan Jenal Mutaqin dengan menyanyikan yel-yel.

Di sisi lain, Dedie A Rachim mengungkapkan, selama melakukan Sapa Warga di setiap wilayah di Kota Bogor masalah yang sering dijumpai oleh dirinya ini berkaitan tentang permasalahan kesehatan.

“Permasalahan yang sering dijumpai di Kota Bogor, rata-rata mereka kendalanya sudah sepuh dan mendapatkan permasalahan kesehatan itu mobilitasnya,” ungkap Calon Wali Kota Bogor nomor urut 3 ini.

“Makannya didalam program Bogor Sehat kunjungan dokter keluarga itu menjadi sentra dan penting. Kedepan bagaimana efektifkan dan memaksimalkan langkah-langkah kunjungan dokter ke rumah rumah, terutama keluarga yang membutuhkan,” sambung dia.

Di penghujung Sapa Warganya, Dedie A Rachim disambut oleh ibu-ibu yang sudah menunggu di lapangan yang ada Kampung Abesin, Kelurahan Cibogor dan langsung melakukan senam bersama. (Ibnu Galansa)