Home Blog Page 168

Tendangan Kungfu Berujung Petaka, Fadly Alberto Dicoret dari Timnas

0

Bogordaily.netKarier yang tengah menanjak dari Fadly Alberto Henga mendadak terhenti setelah insiden kontroversial dalam kompetisi usia muda. Pemain andalan Timnas Indonesia U-20 itu resmi dicoret dari skuad usai melakukan aksi kekerasan di lapangan yang menuai kecaman luas.

Peristiwa tersebut terjadi dalam laga Elite Pro Academy antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang.

Dalam situasi yang memanas di pinggir lapangan, Alberto secara tiba-tiba melayangkan tendangan keras bergaya “kungfu” ke arah pemain lawan hingga terjatuh, memicu kehebohan baik di stadion maupun di media sosial.

Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, langsung mengambil sikap tegas. Ia memastikan bahwa Alberto tidak lagi menjadi bagian dari tim nasional.

Keputusan ini diambil cepat sebagai bentuk komitmen terhadap disiplin dan sportivitas, nilai yang menjadi dasar dalam pembinaan pemain muda di bawah arahan pelatih Indra Sjafri.

Insiden tersebut menjadi pukulan telak bagi Alberto, mengingat perannya yang cukup vital dalam skuad.

Namun, perilaku di lapangan dinilai sebagai faktor utama yang menentukan kelayakan seorang pemain untuk membela tim nasional, terlepas dari kemampuan teknis yang dimiliki.

Dampak dari aksi tersebut tidak berhenti di level timnas. Brand perlengkapan olahraga SPECS yang sebelumnya bekerja sama dengan Alberto juga memutuskan untuk menghentikan kolaborasi.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen terhadap nilai fair play dan etika dalam olahraga, sekaligus menjadi kerugian besar secara finansial maupun reputasi bagi sang pemain.

Sementara itu, pihak Bhayangkara FC U-20 masih melakukan evaluasi internal terkait insiden ini.

Tidak menutup kemungkinan akan ada sanksi tambahan setelah proses peninjauan selesai dilakukan oleh pihak terkait.***

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wanhai Apresiasi Gelaran Mahkota Binokasih dan Pentas Seni Budaya di Cisarua

0

Bogordaily.netWakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Wawan Haikal Kurdi (Wanhai) mengapresiasi kegiatan kirab Mahkota Binokasih dan pentas Seni budaya.

Dalam kesempatan itu, Wanhai menyampaikan bahwa, kegiatan kirab tersebut dapat mengedukasi masyarakat khususnya para siswa yang hadir untuk lebih tau terkait sejarah.

“Kegiatan hari ini cakep, pesannya luar biasa, ini kan edukasi seperti yang tadi disampaikan oleh keraton sumedang larang yang menceritakan minimal edukasi untuk tadi ada siswa siswa temen yang ada di sini luar biasa,” kata Wanhai kepada wartawan, Selasa 21 April 2026.

Kemudian, dirinya berpesan kepada siswa untuk tidak melupakan sejarah khususnya terkait sejarah kerajaan tatar sunda.

“Tadi juga Sejarah disampaikan, sejarahnya dari A sampai Z. Saya akan mendukung karena tadi ada statement jas merah, jangan lupa sejarah,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) kembali melaksanakan kirab mahkota binokasih dan pentas seni budaya di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Selasa 21 April 2026.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan Yudi Santosa menjelaskan bahwa, kegiatan yang dilakukan di tahun 2026 ini adalah perjalanan Mahkota Binokasih dalam rangka sekaligus peringati hari ulang tahun Kabupaten Sumedang yang ke-448 tanggal 22 April diperingati nya.

“Ada perjalanan sejarah yang kemudian dilakukan melalui Binokasih dari Kawali kemudian ke Bogor dan nanti kembali besok tanggal 22 ke Sumedang,” ungkap Yudi Santosa.(Albin)

Pemkab Bogor Kembali Gelar Kirab Mahkota Binokasih hingga Pentas Seni Budaya, Dapat Antusias Ribuan Warga Cisarua

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) kembali melaksanakan kirab mahkota binokasih dan pentas seni budaya di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Selasa 21 April 2026.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan Yudi Santosa menjelaskan bahwa, kegiatan yang dilakukan di tahun 2026 ini adalah perjalanan Mahkota Binokasih dalam rangka peringatan hari ulang tahun Kabupaten Sumedang ke-448 tepatnya pada tanggal 22 April.

“Ada perjalanan sejarah yang kemudian dilakukan melalui Binokasih dari Kawali kemudian ke Bogor dan nanti kembali besok tanggal 22 ke Sumedang,” kata Yudi Santosa, Selasa 21 April 2026.

Dalam kesempatan itu, Yudi menyampaikan terima kasih kepada kerajaan Sumedang Larang yang telah mempercayakan kembali kegiatan kirab mahkota di Kabupaten Bogor.

“Kami pemerintah Kabupaten Bogor menyampaikan terima kasih, memberikan support, memberikan dukungan kepada panitia dan menyampaikan terima kasih kepada Radya Anom, Kerajaan Sumedang Larang dan Raja Sekuh Kerajaan Sumedang Larang yang sudah kembali menghadirkan Mahkota Binokasih di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Selain itu, kata Yudi, kegiatan kirab mahkota tersebut sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait budaya kerajaan tatar sunda.

Serta nantinya akan mempersiapkan materi pembelajaran kebudayaan untuk para siswa di tiap sekolah yang ada di Kabupaten Bogor.

“Yang terpenting adalah bahwa kegiatan ini memberikan edukasi kepada masyarakat bagian terpenting Kabupaten Bogor di Tatar Sunda. Kedepan kita sudah siapkan materi pelajaran untuk anak-anak sekolah,” ungkap Yudi.

(Albin)

Atasi Keterbatasan Lahan, DPRD Kota Bogor Sahkan Raperda Inisiatif Rumah Susun

0

Bogordaily.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor resmi menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif tentang Rumah Susun dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kota Bogor pada Rabu 15 April 2026.

Langkah ini diambil untuk menjawab ketersediaan hunian layak di tengah semakin terbatasnya lahan di area perkotaan.

​Penetapan Raperda ini bertujuan untuk menciptakan payung hukum yang kuat bagi pembangunan hunian vertikal yang terencana dan terjangkau, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Hujan.

​Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bogor, H. Karnain Asyhar, menyatakan bahwa pengesahan regulasi ini merupakan tonggak sejarah bagi kebijakan pembangunan di Kota Bogor.

Menurutnya, arah pembangunan kini harus mulai beralih ke konsep vertikal untuk memastikan keadilan bagi seluruh warga dalam mengakses tempat tinggal.

​”Penetapan ini menjadi tonggak penting dalam mendorong pembangunan vertikal yang terencana, terjangkau, dan berkeadilan. Ini adalah bentuk komitmen nyata kami di legislatif untuk memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Karnain.

​Lebih lanjut, Karnain menekankan bahwa Raperda ini tidak hanya fokus pada teknis pembangunan fisik semata.

Ia menjelaskan bahwa DPRD ingin memastikan tata kelola rumah susun di masa depan mengedepankan aspek keberlanjutan dan kenyamanan bagi para penghuninya.

​”Melalui Raperda ini, kami menekankan pentingnya tata kelola yang tidak hanya berorientasi pada fisik bangunan, tetapi juga pada aspek keberlanjutan, kenyamanan, serta kepastian hukum bagi setiap penghuni,” tambahnya.

​DPRD Kota Bogor berharap hadirnya regulasi ini mampu menciptakan kolaborasi yang harmonis antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

Dengan adanya kepastian hukum, pengembang diharapkan lebih percaya diri untuk berinvestasi pada hunian vertikal yang manusiawi dan berdaya guna.

​Selain itu, Raperda ini juga diharapkan dapat menjadi instrumen untuk menata kembali kawasan pemukiman padat penduduk agar lebih tertata dan sehat, selaras dengan visi Kota Bogor sebagai kota yang berkelanjutan.***

Pengumuman! Pemkab Bogor Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 4 Mei 2026

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meningkatkan status kewaspadaan penuh menyusul rangkaian bencana hidrometeorologi yang menerjang sejak 15 hingga 18 April 2026.

Pemkab Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan dinas terkait siaga penuh 24 jam nonstop tanggulangi bencana di beberapa titik.

Berdasarkan data terbaru dari BPBD Kabupaten Bogor, tercatat sebanyak 37 lokasi kejadian yang tersebar di 19 kecamatan dan 35 desa/kelurahan akibat cuaca ekstrem.

Adapun, fokus utama saat ini adalah pemulihan aksesibilitas, terutama pada jembatan-jembatan yang putus dan pembersihan material longsor yang menutup jalan utama.

BPBD terus melakukan kaji cepat dan koordinasi untuk penanganan masyarakat yang mengungsi serta perbaikan rumah tinggal yang mengalami kerusakan berat.

Akibat bencana yang didominasi oleh tanah longsor, diikuti angin kencang, banjir, dan pergerakan tanah.

Salah satu penanganannya adalah rusaknya infrastruktur, salah satunya tercatat ada 12 jembatan yang terdampak akibat luapan sungai.

Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengeluarkan beberapa keputusan penting untuk menangani situasi ini, diantaranya Status Siaga Darurat, ditetapkan melalui Keputusan Bupati Bogor No. 300.2/71/KEP-SD/BPBD yang berlaku dari 15 November 2025 hingga 30 April 2026.

Status Tanggap Darurat, ditetapkan melalui Keputusan Bupati Bogor No. 300.2/08/KEP-TD/BPBD untuk 19 kecamatan terdampak.

Perpanjangan Tanggap Darurat, dilakukan untuk wilayah tertentu guna pemulihan sarana prasarana dan objek vital dari 19 April hingga 04 Mei 2026.

Atas arahan langsung Bupati, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor bergerak cepat bersama unsur TNI-Polri, Tagana, aparat desa, Damkar, PMI, dan seluruh stakeholder terkait.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan bahwa, seluruh jajaran Pemerintah Daerah telah dikerahkan secara totalitas untuk memastikan keselamatan warga sebagai prioritas utama.

“Sejak laporan masuk, kami langsung mengerahkan seluruh unsur terkait untuk turun ke lapangan. Saat ini kami fokus pada keselamatan warga dan percepatan penanganan, agar kondisi segera terkendali dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” kata Rudy Susmanto.

Bupati Rudy memastikan bahwa pemerintah tidak hanya hadir saat darurat, tetapi juga menyiapkan langkah jangka panjang.

Ia menyiapkan langkah lanjutan berupa perbaikan infrastruktur serta normalisasi aliran sungai guna mencegah bencana serupa terulang di masa depan.

“Saya minta seluruh jajaran tetap siaga 24 jam dan memastikan masyarakat terdampak mendapatkan penanganan terbaik. Kita hadir untuk masyarakat,” jelasnya.

Menurut Rudy, untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengungsi maupun yang terdampak di rumah masing-masing, bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Bogor telah mulai didistribusikan.

Prioritas bantuan diberikan pada kebutuhan mendesak seperti perlengkapan bayi, selimut, pakaian bersih, dan bahan pokok.

Mengingat status Siaga Darurat masih berlaku hingga 30 April 2026, Pemkab Bogor terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan longsor dan bantaran sungai.

(Albin)

Pemkot Bogor Belajar ke Bekasi dan Depok, Perkuat Tata Kelola Pertanahan Agar Lebih Transparan dan Efektif

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan konsultasi dan koordinasi pelaksanaan urusan pemerintahan bidang pertanahan dengan menyambangi Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan Depok dalam rangka studi tiru.

Kegiatan ini dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, bersama jajaran perangkat daerah terkait sebagai upaya memperkuat tata kelola pertanahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.

Denny Mulyadi menyampaikan bahwa selain bersilaturahmi, Pemkot Bogor juga ingin mempelajari pengelolaan bidang pertanahan yang telah dilakukan Pemkot Bekasi dan Depok.

“Kota Bogor ingin mengetahui dan mempelajari apa saja yang sudah dilakukan Kota Bekasi dan Depok, di antaranya terkait penganggaran dan berbagai aspek yang dapat diaplikasikan secara administratif di lapangan, sehingga bisa menjadi bekal bagi Kota Bogor ke depan,” ujar Denny Mulyadi

Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Bekasi dan Depok memaparkan sejumlah hal strategis, mulai dari proses perencanaan, mekanisme pengusulan dari perangkat daerah, pelaksanaan kegiatan di lapangan, hingga pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan dukungan penganggaran.

Selain itu, dibahas pula berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan pertanahan, termasuk dinamika di lapangan serta upaya penyelesaiannya, sehingga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Pemkot Bogor.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Bogor berharap dapat mengadopsi praktik-praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan pertanahan guna mendukung pembangunan daerah serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Diduga Mabuk, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Trotoar di Jalan Raya Puncak Bogor

Bogordaily.net – Satu orang pengendara motor tewas usai kecelakaan tunggal menabrak trotoar di Jalan Raya Puncak, tepatnya di Desa Cipayung Datar Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Selasa 21 April 2026.

Kapolsek Megamendung AKP Desi Triana menjelaskan bahwa, peristiwa kecelakaan itu terjadi pada pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB.

Awalnya, kendaraan sepeda motor korban Mr. X yang berboncengan dengan GPS (23) bergerak dari arah Puncak menuju Gadog.

Kemudian, kondisi cuaca gelap menjelang pagi hari (tidak hujan), lurus mendatar, terdapat lampu penerangan jalan umum (PJU).

“Pada saat di tempat kejadian perkara (TKP), bergerak kekiri jalan menabrak trotoar pembatas saluran air,” kata AKP Desi, Selasa 21 April 2026.

Kemudian, pengendara dan penumpangnya masuk ke dalam saluran air sedalam +- 2 meter, sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas tunggal

Ia menambahkan, korban mengalami luka terbuka di kening kepala meninggal dunia di tkp.

Kemudian, penumpang lainya GPS (23) mengalami luka memar dan lebam di tangan sebelah kanan, serta dada, luka terbuka di kepala sebelah kiri.

Sementara itu, kedua korban telah dibawa ke RSUD K.H Idham Cholik Ciawi Kabupaten Bogor. Keduanya diduga mabuk berat sebelum mengalami kecelakaan.

“Mereka kondisi mabuk parah,” ungkap Desi.

(Albin)

Kebakaran di Bogor Selatan Hanguskan Tiga Rumah, Diduga Akibat Korsleting Listrik

0

Bogordaily.net – Kebakaran melanda permukiman warga di RT 01 RW 07, Kelurahan Rangga Mekar, Bogor Selatan, pada Selasa, 21 April 2026 sekitar pukul 10.30 WIB.

Peristiwa tersebut menghanguskan tiga rumah yang dihuni oleh enam kepala keluarga (KK).

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Teofilo Patrocinio, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga dan segera mengerahkan personel ke lokasi kejadian.

Sebanyak enam unit armada dari tiga pos pemadam dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

“Api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang lebih 15 menit, namun dalam waktu singkat itu api sudah melalap tiga rumah warga,” ujarnya.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari perangkat WiFi di lantai dua salah satu rumah.

“dugaan sementara dilokasi dari listrik korsleting wifi di lantai dua lalu api merembet langsung ke kasur” ujarnya

Api kemudian dengan cepat merembet ke kasur dan menjalar ke bagian rumah lainnya.

Dalam proses pemadaman, petugas sempat mengalami kendala akibat akses menuju lokasi yang sempit dan kondisi jalan yang muter ke arah lokasi

Hal tersebut membuat mobil pemadam harus berhati-hati untuk mencapai titik kebakaran.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, para korban mengalami syok dan kehilangan tempat tinggal.

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah melakukan evakuasi dan menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.

“Untuk sementara BPDB melakukan evakuasi korban untuk tinggal di HUNTARA ( hunian sementara),”lanjutnya.

Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan cukup besar, mengingat hampir seluruh harta benda warga tidak dapat diselamatkan dari kobaran api.

(Fikri)

 

Descendants of the Sun Versi Indonesia Bikin Heboh, Netizen Beri Ide Nyeleneh

0

Bogordaily.netKabar remake drama Korea legendaris Descendants of the Sun ke versi Indonesia langsung menyedot perhatian publik.

Alih-alih hanya disambut antusias, pengumuman ini justru memancing gelombang komentar kreatif dari warganet yang seolah berlomba-lomba membayangkan bagaimana jadinya jika kisah ikonik tersebut “dibumikan” ke realita Indonesia.

Di versi aslinya, karakter Kapten Yoo Si-jin beraksi di wilayah konflik dengan nuansa dramatis dan penuh ketegangan.

Namun, imajinasi netizen Indonesia justru melenceng ke arah yang lebih dekat dengan keseharian.

Banyak yang membayangkan latar cerita bukan lagi di medan perang, melainkan di lokasi proyek yang penuh dinamika khas lokal.

Tak hanya setting, hubungan romantis antara tentara dan dokter pun ikut “dirombak” dalam versi komentar netizen. J

ika di drama aslinya kisah cinta mereka penuh pengorbanan dan heroisme, versi warganet justru dipenuhi realita administratif dan dinamika layanan kesehatan yang terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Aspek teknis yang dalam drama Korea tampil cepat dan canggih juga tak luput dari sentilan.

Netizen dengan santai membayangkan proses evakuasi dramatis berubah menjadi lebih “realistis”, lengkap dengan proses yang tidak instan.

Bahkan, urusan komunikasi pun diprediksi akan menghadapi tantangan tersendiri, mulai dari sinyal yang tidak stabil hingga momen yang berujung salah paham.

Menariknya, di tengah berbagai candaan tersebut, muncul juga harapan agar versi Indonesia tetap menghadirkan sentuhan khas lokal.

Ide-ide seperti adegan santai dengan makanan sederhana di tengah situasi genting justru dianggap bisa menjadi daya tarik tersendiri jika dikemas dengan baik.

Meski dipenuhi komentar humor dan satire, respons ini menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap rencana remake tersebut.

Di balik semua guyonan, terselip harapan agar adaptasi ini tetap menghormati kekuatan cerita aslinya, tanpa kehilangan identitas lokal yang membuatnya terasa lebih dekat dengan penonton Indonesia.

Pada akhirnya, tantangan terbesar menghadirkan ulang kisah yang sudah melekat di hati penonton.***

Gantikan Tim Cook, John Ternus Resmi Jadi CEO Apple

0

Bogordaily.netNama John Ternus mendadak menjadi sorotan setelah Apple Inc. mengumumkan pergantian pucuk pimpinan. Di usia 50 tahun, Ternus dipercaya mengambil alih posisi Chief Executive Officer (CEO), menggantikan Tim Cook yang mengakhiri masa kepemimpinannya setelah 15 tahun membawa Apple menjadi salah satu perusahaan paling berpengaruh di dunia.

Pergantian kepemimpinan ini akan mulai berlaku efektif pada 1 September 2026, menandai babak baru bagi Apple di tengah dinamika industri teknologi yang semakin kompetitif.

Sebelumnya, Ternus dikenal sebagai sosok kunci di balik pengembangan berbagai produk unggulan perusahaan.

Ia memimpin rekayasa perangkat keras yang menjadi fondasi tiga lini produk utama Apple, yakni iPhone, iPad, dan Mac.

Dalam pernyataan resminya, Ternus menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk melanjutkan perjalanan Apple.

Ia kini memikul tanggung jawab besar untuk menjaga inovasi sekaligus memastikan Apple tetap relevan di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat.

Tantangan yang dihadapi Ternus tidaklah ringan. Industri teknologi saat ini tengah memasuki fase persaingan ketat di bidang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence.

Persaingan ini bahkan disebut sebagai yang paling intens sejak era Steve Jobs memperkenalkan iPhone pertama pada 2007, yang kala itu mengubah arah industri secara drastis.

Di tengah gelombang inovasi AI, Apple dinilai belum berada di garis terdepan. Perusahaan bahkan sempat menggandeng Google untuk meningkatkan kemampuan Siri agar lebih responsif dan mampu berinteraksi secara lebih natural.

Langkah ini diambil setelah Apple menghadapi tantangan dalam merealisasikan fitur AI yang sebelumnya telah dijanjikan.

Kini, di bawah kepemimpinan John Ternus, arah strategi Apple akan menjadi sorotan. Publik dan pelaku industri menantikan bagaimana ia akan mempercepat inovasi, terutama dalam pengembangan AI, sekaligus mempertahankan kekuatan Apple di lini produk yang telah menjadi ikon global.***