Home Blog Page 167

Dishub Kota Bogor Uji Coba Parkir Kanan di Jalan Suryakencana

0

Bogordaily.net – Dinas Perhubungan Kota Bogor tengah menjalankan uji coba parkir kanan sebelum diterapkan secara menyeluruh di Jalan Suryakencana.

Kebijakan itu disiapkan seiring rencana pengoperasian koridor Bus Kita Trans Pakuan di jalur kiri kawasan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Sujatmiko Baliarto, menjelaskan bahwa, pemindahan posisi parkir dari sisi kiri ke sisi kanan di Jalan Suryakencana dan Siliwangi telah dilaksanakan pada Selasa 21 April 2026.

“Kebijakan tersebut merupakan hasil pembahasan dalam forum lalu lintas sebagai bagian dari penataan arus kendaraan di kawasan itu,” jelasnya

Sementara itu Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bogor, Dody Wahyudin, menjelaskan parkir kanan merupakan salah satu strategi memperlancar arus kendaraan.

“Pola pengaturan disiapkan agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dan berlalu lintas dengan aman serta tertib di kawasan Surya Kencana,” katanya.

Ia menambahkan sisi kiri jalan nantinya dipersiapkan sebagai jalur koridor Bus Kita sehingga infrastruktur pendukung juga mulai disesuaikan.

Penataan ini diharapkan menciptakan integrasi antara transportasi umum, aktivitas perdagangan, dan kenyamanan pejalan kaki.

Ia menambahkan, penataan kawasan Jalan Surya Kencana terus dilakukan Pemerintah Kota Bogor melalui perubahan pola parkir dari sisi kiri ke sisi kanan jalan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki sistem transportasi sekaligus menata kawasan heritage dan pusat perdagangan agar lebih tertib.

Pemerintah Kota Bogor mengajak masyarakat mendukung uji coba parkir kanan sebagai bagian dari pembenahan kawasan kota.

Pengendara diminta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas agar penataan Surya Kencana berjalan lancar serta memberi manfaat bagi semua pihak.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Kejadian Toko Mama Khas Banjar Jadi Pelajaran Pentingnya Kolaborasi Kebijakan UMKM

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM sebagai fondasi ekonomi masa depan memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum.

“Pendekatan terpadu ini dinilai krusial untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu melindungi dan memberdayakan pengusaha UMKM secara berkelanjutan,” kata Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengingatkan kembali kasus yang dialami Toko Mama Khas Banjar pada akhir 2024.

“Kasus Mama Khas Banjar menunjukkan adanya perhatian seluruh pemangku kepentingan terhadap UMKM di Banjarbaru. Namun, ketika orkestrasi antarinstansi belum berjalan selaras, hal ini dapat berpotensi menyebabkan ketidaktepatan dalam penempatan kebijakan,” kata Menteri Maman di hadapan ratusan warga dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (20/4).

Menurut Menteri Maman, kasus Mama Khas Banjar menjadi cerminan bahwa perhatian para pemangku kepentingan terhadap UMKM sudah tinggi. Namun, tanpa orkestrasi kebijakan yang selaras antarinstansi, niat baik tersebut berpotensi menimbulkan kesalahan dalam implementasi kebijakan.

Dalam kasus tersebut, pemilik Toko Mama Khas Banjar, Firly Nurachim, sempat menghadapi tuntutan terkait dugaan pelanggaran label kedaluwarsa produk. Dalam prosesnya, perkara tersebut diputuskan sebagai pelanggaran administratif, bukan tindak pidana. Setelah melalui proses hukum, toko oleh-oleh tersebut kembali beroperasi pada Juni 2025.

Menteri Maman menekankan bahwa kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum tidak dapat berjalan secara terpisah. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang adil, proporsional, dan berpihak pada penguatan ekonomi rakyat.

Ia menambahkan, ketika kolaborasi dibangun dengan baik, pengalaman seperti yang dialami Mama Khas Banjar dapat menjadi simbol kehadiran negara yang tidak hanya mengatur, tetapi juga melindungi dan mendorong kemajuan pengusaha UMKM.

“Dengan kolaborasi yang baik, peristiwa Mama Khas Banjar dapat menjadi simbol bahwa ketika UMKM dikelola dengan pendekatan yang tepat, disertai keseriusan seluruh pemangku kepentingan, maka kemajuan UMKM akan semakin kuat,” katanya.

Selain itu, Kementerian UMKM juga terus mendorong terciptanya keseimbangan ekonomi melalui pengurangan kesenjangan antara pengusaha UMKM dan usaha besar. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan keadilan ekonomi dan sosial di seluruh Indonesia.

Menteri Maman menjelaskan bahwa pemerintah telah menyalurkan berbagai skema pembiayaan bagi UMKM melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun perbankan swasta. Namun demikian, efektivitas pembiayaan tersebut dinilai belum optimal apabila pasar domestik masih dibanjiri oleh produk impor ilegal yang melemahkan daya saing UMKM lokal.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh kepala daerah, dinas terkait, aparat penegak hukum, serta sektor perbankan untuk bersama-sama menjaga pasar dalam negeri dari peredaran barang ilegal. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi pengusaha UMKM di dalam negeri.

“Daerah yang maju akan menjadi etalase bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang, serta menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Menteri UMKM Bidang Pembiayaan dan Skema UMKM, Faisal Anwar, menekankan bahwa setiap daerah memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem UMKM yang kuat. Kota-kota administratif, termasuk Banjarbaru, diharapkan mampu menjadikan UMKM sebagai pilar utama ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Faisal menjelaskan bahwa kasus Mama Khas Banjar memberikan pelajaran penting mengenai perlunya pendampingan legalitas serta peningkatan kualitas produk bagi pengusaha UMKM. Dengan pendampingan yang tepat, pengusaha UMKM dapat terhindar dari risiko hukum sekaligus meningkatkan daya saing.

Ia juga menekankan model kolaborasi lintas sektor yang tercermin dalam penanganan kasus tersebut perlu direplikasi secara nasional. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, lembaga keuangan, dan komunitas diyakini mampu mempercepat pertumbuhan UMKM serta meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian.

“Pengalaman yang dialami Firly menjadi pelajaran penting bahwa penegakan regulasi harus berjalan seiring dengan pembinaan. Negara hadir tidak hanya untuk mengatur, tetapi juga memastikan pengusaha UMKM memiliki kapasitas untuk tumbuh dan bersaing,” ujar Faisal.

Lebih lanjut, Faisal menyoroti pentingnya penguatan ekosistem pembiayaan inklusif bagi UMKM. Akses terhadap pembiayaan yang mudah dan terjangkau menjadi faktor krusial dalam mempercepat pemulihan dan pertumbuhan usaha, terutama setelah menghadapi tantangan krisis.

Dalam kasus Mama Khas Banjar, operasional usaha sempat terhenti selama proses persidangan. Kementerian UMKM kemudian mengambil langkah proaktif dengan menjembatani komunikasi antara pelaku usaha dan pihak perbankan. Hasilnya, Mama Khas Banjar memperoleh relaksasi pembayaran pinjaman dari BRI sebagai kreditur.

Langkah tersebut menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan sektor keuangan dapat memberikan solusi nyata bagi keberlangsungan usaha UMKM.

“Kolaborasi dengan perbankan dan sektor swasta harus terus diperkuat agar pengusaha UMKM benar-benar mampu naik kelas dan berdaya saing tinggi,” kata Faisal.

Melalui pendekatan kolaboratif yang terintegrasi, Kementerian UMKM optimistis bahwa penguatan sektor UMKM tidak hanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan ekosistem usaha yang adil, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.***

Semangat Kartini Menggema di Sekolah, Gerakan SERBUKATIF di SMPN 3 Kota Bogor Bangun Budaya Positif di Kalangan Pelajar

0

Bogordaily.net – Peringatan Hari Kartini di Kota Bogor tahun ini tidak hanya diwarnai seremoni, tetapi juga gerakan nyata yang menyentuh pembentukan karakter generasi muda.

Salah satunya terlihat di SMPN 3 Kota Bogor yang menggelar kegiatan bertajuk Gerakan SERBUKATIF (Seribu Kata Positif).

Program ini hadir sebagai upaya konkret dalam membangun budaya komunikasi yang sehat di lingkungan sekolah.

Melalui pendekatan sederhana namun bermakna, para siswa diajak membiasakan diri menggunakan kata-kata positif dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam interaksi antar teman maupun dengan guru.

Mengusung semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini, para pelajar diajak menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia melalui kebiasaan berkata baik.

Founder SERBUKATIF, Yantie Rachim, dalam pernyataan tertulisnya menyampaikan bahwa gerakan SERBUKATIF merupakan langkah strategis dalam mencegah kekerasan verbal, perundungan, serta membangun lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

“SERBUKATIF adalah gerakan sederhana namun berdampak besar. Dengan membiasakan seribu kata positif, kita sedang membentuk generasi yang kuat secara karakter dan penuh empati,” ungkapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Bogor, Bapak Furqon, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa program SERBUKATIF sejalan dengan upaya penguatan pendidikan karakter di sekolah.

Acara diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif, seperti pembacaan kata-kata positif, penampilan kreatif siswa, serta deklarasi bersama untuk membiasakan penggunaan bahasa yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Gerakan SERBUKATIF dapat terus berkembang dan menjadi budaya positif di seluruh sekolah di Kota Bogor, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak, aman, dan berkarakter.***

Cetak Atlet Menuju Pentas Dunia, Liga Flag Football Bogor 2026 Resmi Dimulai!

0

Bogordaily.net – Sebanyak 8 klub flag football terbaik dari Bogor dan sekitarnya resmi bersaing dalam ajang Siliwangi Bowl 2026.

Kompetisi yang rutin digelar setiap tahun oleh Asosiasi American Football Indonesia (AAFI) Regional Bogor ini kembali menjadi magnet bagi anak muda di Kota Hujan.

Berbeda dari sekadar turnamen biasa, Siliwangi Bowl tahun ini sengaja mengambil lokasi di Lapangan Mini Soccer Manunggal. Tujuannya jelas: agar olahraga ini semakin “kelihatan” dan akrab di telinga warga Bogor.

“Kami ingin masyarakat lebih mudah menjangkau lokasi pertandingan. Harapannya, flag football jadi makin dikenal luas,” kata Kikis Charisma, Ketua AAFI Regional Bogor sekaligus Ketua Pelaksana acara.

Buat kamu yang penasaran pengen nonton atau cek jadwal tanding, Kikis menyarankan untuk langsung meluncur ke akun Instagram @aafibogor atau @bogorflagfootball.

Misi Cetak Atlet Nasional dari Kota Hujan

Berlangsung mulai 19 April sampai 14 Juni 2026, liga ini bukan cuma soal menang atau kalah. Pembina AAFI Regional Bogor, Bisma Widyawan, menyebut kompetisi dua bulan ini adalah investasi untuk masa depan generasi muda Bogor.

“Ini adalah wadah positif. Kami ingin mengembangkan bakat remaja di Bogor sekaligus mengenalkan disiplin olahraga flag football secara lebih dalam,” ujar Bisma.

Targetnya pun tidak main-main. Lewat Siliwangi Bowl, diharapkan muncul atlet-atlet baru yang mampu menembus Tim Nasional Indonesia.

Bogor sendiri punya modal kuat; tahun lalu, tim kotanya berhasil meraih juara 3 di Kejurnas Merdeka Bowl. Di level internasional pun, Timnas Indonesia sudah menduduki peringkat ke-4 se-Asia Oceania saat berlaga di China.

Jadwal dan Informasi

Kompetisi ini akan terus bergulir setiap akhir pekan hingga pertengahan Juni mendatang. Dengan sejarah prestasi yang cukup mentereng, Siliwangi Bowl 2026 diprediksi akan menjadi fondasi kuat bagi kebangkitan prestasi olahraga Kota Bogor di kancah dunia.

Info Singkat Siliwangi Bowl 2026:
– Waktu: 19 April – 14 Juni 2026
– Lokasi: Lapangan Mini Soccer Manunggal, Bogor
– Peserta: 8 Klub Regional
– Penyelenggara: AAFI Regional Bogor

Perkuat Kepemimpinan Perempuan, BRI Borong 3 Penghargaan di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026

0

Bogordaily.netDaftar figur perempuan inspiratif yang dirilis dalam Majalah Infobank edisi April 2026 menjadi bentuk apresiasi terhadap peran perempuan di berbagai sektor, mulai dari sektor keuangan, BUMN, hingga publik. Sebagai bagian dari apresiasi tersebut, Infobank Media Group memberikan penghargaan kepada para perempuan inspiratif dalam Malam Apresiasi Infobank 500 Most Outstanding Women 2026 yang mengusung tema “Women, Art & Society: The Creative Power of Indonesian Women” di Wisma Batari, Surakarta 17 April 2026.

Dalam ajang tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meraih sejumlah penghargaan yang diberikan kepada jajaran manajemen sebagai bentuk pengakuan atas kepemimpinan perempuan di industri perbankan nasional.

Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu dianugerahi penghargaan The Future Women Leader 2026, sementara Direktur Treasury & International Banking BRI Farida Thamrin serta Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti masing-masing meraih penghargaan The Most Outstanding Women in Banking Industry.

Penghargaan ini mencerminkan kualitas kepemimpinan perempuan di lingkungan BRI yang terus diperkuat melalui budaya kerja yang inklusif dan berorientasi pada kinerja, sekaligus menegaskan komitmen Perseroan dalam mendorong peran perempuan sebagai penggerak ekonomi, khususnya di sektor UMKM yang menjadi fondasi ekonomi kerakyatan.

Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi refleksi atas komitmen BRI dalam memperkuat kepemimpinan perempuan, sekaligus mendorong peran perempuan sebagai penggerak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Penghargaan ini mencerminkan bagaimana kepemimpinan perempuan di BRI terus berkembang dan memberikan kontribusi dalam penguatan organisasi. BRI menghadirkan ruang yang setara bagi perempuan untuk berkembang dan mengambil peran strategis, baik di dalam organisasi maupun dalam pemberdayaan sektor UMKM. Melalui peran tersebut, perempuan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan,” ungkap Ety.

Saat ini, BRI tercatat memiliki 36 ribu pekerja perempuan atau setara 43% dari total 86 ribu pekerja.

Komposisi tersebut menjadikan BRI sebagai lingkungan kerja yang inklusif dan kondusif bagi perempuan untuk berkembang dan mengembangkan potensi terbaiknya.

Tidak hanya dari sisi jumlah, peran perempuan di BRI juga semakin terlihat dalam posisi kepemimpinan.

Hingga saat ini tercatat sebanyak 25,63% pekerja perempuan BRI telah menempati posisi manajerial, mulai dari manajer junior hingga manajemen tingkat atas.

Penghargaan yang diterima oleh jajaran manajemen BRI ini merupakan representasi nyata dari semangat Kartini modern yang berani mengambil peran strategis.

Dengan kompetensi yang mumpuni, para pemimpin perempuan ini terbukti mampu memberikan dampak yang luas, tidak hanya bagi organisasi tetapi juga bagi kemajuan peradaban yang lebih inklusif.

Mengutip publikasi resmi dari Infobank, daftar 500 Most Outstanding Women 2026 berisi para perempuan yang sukses sebagai leader di berbagai bidang.

Kehadiran mereka menunjukkan bahwa perempuan kini punya posisi kuat dalam pengambilan keputusan strategis. Ini sekaligus mempertegas tren meningkatnya female leadership di Indonesia.

Penilaian dalam daftar ini dilakukan secara komprehensif. Indikator yang dilihat mulai dari kinerja perusahaan, jabatan, pengalaman, hingga besar kontribusi terhadap industri.

Selain itu, aspek reputasi publik dan pengakuan juga menjadi pertimbangan penting. Semua itu kemudian dipadukan dengan penilaian editorial judgement dari Dewan Redaksi Infobank.

Melalui ajang ini, Infobank ingin menegaskan bahwa gender bukan lagi penghalang untuk sukses.

Perempuan Indonesia terbukti mampu memberikan peran yang besar di berbagai sektor strategis. Keberhasilan mereka menjadi inspirasi dan role model bagi generasi muda untuk berani melangkah.***

PM Terpilih Hungaria Tegas: Netanyahu Bisa Ditangkap Jika Masuk Wilayah Negara

0

Bogordaily.netPernyataan tegas datang dari Perdana Menteri (PM) Terpilih Peter Magyar
setelah kemenangannya dalam pemilu Hungaria. Pada Senin 20 April 2026 waktu setempat, ia menyatakan bahwa Benjamin Netanyahu berpotensi ditangkap apabila memasuki wilayah Hungaria, menyusul status negara tersebut dalam hukum internasional.

Sikap ini berkaitan erat dengan keputusan Magyar untuk menunda proses pengunduran diri Hungary dari International Criminal Court.

Sebelumnya, pemerintah Hungaria telah mengajukan langkah keluar dari keanggotaan ICC, namun kini kebijakan itu ditahan sementara di bawah kepemimpinan baru.

Dalam keterangannya, Magyar menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen mempertahankan posisi Hungaria sebagai anggota ICC.

Ia juga menyatakan bahwa rencana kunjungan Netanyahu ke negara tersebut pada musim gugur akan diupayakan untuk dihentikan.

Menurutnya, sebagai negara anggota ICC, Hungaria memiliki kewajiban hukum internasional.

Jika seseorang yang masuk dalam daftar pencarian ICC berada di wilayahnya, maka otoritas negara harus mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Situasi ini tidak terlepas dari langkah ICC yang sebelumnya telah mengeluarkan perintah penahanan terhadap Netanyahu pada November 2024.

Perintah tersebut berkaitan dengan tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, yang hingga kini masih menjadi sorotan dunia internasional.

Pernyataan Magyar menandai potensi perubahan arah kebijakan luar negeri Hungaria, khususnya dalam hubungan dengan Israel dan keterlibatannya dalam sistem hukum internasional.

Jika sikap ini benar-benar dijalankan, maka dinamika diplomatik di kawasan Eropa dan Timur Tengah berpeluang mengalami ketegangan baru.***

Tendangan Kungfu Berujung Petaka, Fadly Alberto Dicoret dari Timnas

0

Bogordaily.netKarier yang tengah menanjak dari Fadly Alberto Henga mendadak terhenti setelah insiden kontroversial dalam kompetisi usia muda. Pemain andalan Timnas Indonesia U-20 itu resmi dicoret dari skuad usai melakukan aksi kekerasan di lapangan yang menuai kecaman luas.

Peristiwa tersebut terjadi dalam laga Elite Pro Academy antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang.

Dalam situasi yang memanas di pinggir lapangan, Alberto secara tiba-tiba melayangkan tendangan keras bergaya “kungfu” ke arah pemain lawan hingga terjatuh, memicu kehebohan baik di stadion maupun di media sosial.

Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, langsung mengambil sikap tegas. Ia memastikan bahwa Alberto tidak lagi menjadi bagian dari tim nasional.

Keputusan ini diambil cepat sebagai bentuk komitmen terhadap disiplin dan sportivitas, nilai yang menjadi dasar dalam pembinaan pemain muda di bawah arahan pelatih Indra Sjafri.

Insiden tersebut menjadi pukulan telak bagi Alberto, mengingat perannya yang cukup vital dalam skuad.

Namun, perilaku di lapangan dinilai sebagai faktor utama yang menentukan kelayakan seorang pemain untuk membela tim nasional, terlepas dari kemampuan teknis yang dimiliki.

Dampak dari aksi tersebut tidak berhenti di level timnas. Brand perlengkapan olahraga SPECS yang sebelumnya bekerja sama dengan Alberto juga memutuskan untuk menghentikan kolaborasi.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen terhadap nilai fair play dan etika dalam olahraga, sekaligus menjadi kerugian besar secara finansial maupun reputasi bagi sang pemain.

Sementara itu, pihak Bhayangkara FC U-20 masih melakukan evaluasi internal terkait insiden ini.

Tidak menutup kemungkinan akan ada sanksi tambahan setelah proses peninjauan selesai dilakukan oleh pihak terkait.***

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wanhai Apresiasi Gelaran Mahkota Binokasih dan Pentas Seni Budaya di Cisarua

0

Bogordaily.netWakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Wawan Haikal Kurdi (Wanhai) mengapresiasi kegiatan kirab Mahkota Binokasih dan pentas Seni budaya.

Dalam kesempatan itu, Wanhai menyampaikan bahwa, kegiatan kirab tersebut dapat mengedukasi masyarakat khususnya para siswa yang hadir untuk lebih tau terkait sejarah.

“Kegiatan hari ini cakep, pesannya luar biasa, ini kan edukasi seperti yang tadi disampaikan oleh keraton sumedang larang yang menceritakan minimal edukasi untuk tadi ada siswa siswa temen yang ada di sini luar biasa,” kata Wanhai kepada wartawan, Selasa 21 April 2026.

Kemudian, dirinya berpesan kepada siswa untuk tidak melupakan sejarah khususnya terkait sejarah kerajaan tatar sunda.

“Tadi juga Sejarah disampaikan, sejarahnya dari A sampai Z. Saya akan mendukung karena tadi ada statement jas merah, jangan lupa sejarah,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) kembali melaksanakan kirab mahkota binokasih dan pentas seni budaya di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Selasa 21 April 2026.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan Yudi Santosa menjelaskan bahwa, kegiatan yang dilakukan di tahun 2026 ini adalah perjalanan Mahkota Binokasih dalam rangka sekaligus peringati hari ulang tahun Kabupaten Sumedang yang ke-448 tanggal 22 April diperingati nya.

“Ada perjalanan sejarah yang kemudian dilakukan melalui Binokasih dari Kawali kemudian ke Bogor dan nanti kembali besok tanggal 22 ke Sumedang,” ungkap Yudi Santosa.(Albin)

Pemkab Bogor Kembali Gelar Kirab Mahkota Binokasih hingga Pentas Seni Budaya, Dapat Antusias Ribuan Warga Cisarua

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) kembali melaksanakan kirab mahkota binokasih dan pentas seni budaya di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Selasa 21 April 2026.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan Yudi Santosa menjelaskan bahwa, kegiatan yang dilakukan di tahun 2026 ini adalah perjalanan Mahkota Binokasih dalam rangka peringatan hari ulang tahun Kabupaten Sumedang ke-448 tepatnya pada tanggal 22 April.

“Ada perjalanan sejarah yang kemudian dilakukan melalui Binokasih dari Kawali kemudian ke Bogor dan nanti kembali besok tanggal 22 ke Sumedang,” kata Yudi Santosa, Selasa 21 April 2026.

Dalam kesempatan itu, Yudi menyampaikan terima kasih kepada kerajaan Sumedang Larang yang telah mempercayakan kembali kegiatan kirab mahkota di Kabupaten Bogor.

“Kami pemerintah Kabupaten Bogor menyampaikan terima kasih, memberikan support, memberikan dukungan kepada panitia dan menyampaikan terima kasih kepada Radya Anom, Kerajaan Sumedang Larang dan Raja Sekuh Kerajaan Sumedang Larang yang sudah kembali menghadirkan Mahkota Binokasih di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Selain itu, kata Yudi, kegiatan kirab mahkota tersebut sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait budaya kerajaan tatar sunda.

Serta nantinya akan mempersiapkan materi pembelajaran kebudayaan untuk para siswa di tiap sekolah yang ada di Kabupaten Bogor.

“Yang terpenting adalah bahwa kegiatan ini memberikan edukasi kepada masyarakat bagian terpenting Kabupaten Bogor di Tatar Sunda. Kedepan kita sudah siapkan materi pelajaran untuk anak-anak sekolah,” ungkap Yudi.

(Albin)

Atasi Keterbatasan Lahan, DPRD Kota Bogor Sahkan Raperda Inisiatif Rumah Susun

0

Bogordaily.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor resmi menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif tentang Rumah Susun dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kota Bogor pada Rabu 15 April 2026.

Langkah ini diambil untuk menjawab ketersediaan hunian layak di tengah semakin terbatasnya lahan di area perkotaan.

​Penetapan Raperda ini bertujuan untuk menciptakan payung hukum yang kuat bagi pembangunan hunian vertikal yang terencana dan terjangkau, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Hujan.

​Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bogor, H. Karnain Asyhar, menyatakan bahwa pengesahan regulasi ini merupakan tonggak sejarah bagi kebijakan pembangunan di Kota Bogor.

Menurutnya, arah pembangunan kini harus mulai beralih ke konsep vertikal untuk memastikan keadilan bagi seluruh warga dalam mengakses tempat tinggal.

​”Penetapan ini menjadi tonggak penting dalam mendorong pembangunan vertikal yang terencana, terjangkau, dan berkeadilan. Ini adalah bentuk komitmen nyata kami di legislatif untuk memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Karnain.

​Lebih lanjut, Karnain menekankan bahwa Raperda ini tidak hanya fokus pada teknis pembangunan fisik semata.

Ia menjelaskan bahwa DPRD ingin memastikan tata kelola rumah susun di masa depan mengedepankan aspek keberlanjutan dan kenyamanan bagi para penghuninya.

​”Melalui Raperda ini, kami menekankan pentingnya tata kelola yang tidak hanya berorientasi pada fisik bangunan, tetapi juga pada aspek keberlanjutan, kenyamanan, serta kepastian hukum bagi setiap penghuni,” tambahnya.

​DPRD Kota Bogor berharap hadirnya regulasi ini mampu menciptakan kolaborasi yang harmonis antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

Dengan adanya kepastian hukum, pengembang diharapkan lebih percaya diri untuk berinvestasi pada hunian vertikal yang manusiawi dan berdaya guna.

​Selain itu, Raperda ini juga diharapkan dapat menjadi instrumen untuk menata kembali kawasan pemukiman padat penduduk agar lebih tertata dan sehat, selaras dengan visi Kota Bogor sebagai kota yang berkelanjutan.***