Home Blog Page 178

Syarikat Islam: Jangan Hanya Jadi Penonton di Negeri Sendiri

0

Oleh: Subhan Murtadla, S. Ag., M. E, Ketua PC Syarikat Islam Kota Bogor

DI tengah pertumbuhan ekonomi yang kerap dibanggakan, kita justru menyaksikan paradoks: umat yang besar secara jumlah, tetapi lemah dalam penguasaan sumber daya. Ketimpangan ekonomi masih menganga, ketahanan pangan belum kokoh, dan kemandirian umat masih menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai.

Pertanyaannya sederhana: sampai kapan umat hanya menjadi penonton di negeri sendiri?

Sejarah telah memberi pelajaran penting. Ketika HOS Tjokroaminoto mendirikan Syarikat Islam, yang dibangun bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan pembebasan—dari ketertindasan ekonomi, ketidakadilan sosial, dan dominasi kekuatan eksternal. Namun hari ini, semangat itu seolah meredup, tergantikan oleh kenyamanan retorika tanpa kerja nyata.

Kita harus jujur mengakui: problem utama umat saat ini bukan semata kekurangan sumber daya, melainkan lemahnya keberpihakan dan konsolidasi. Ekonomi umat berjalan sendiri-sendiri, tanpa kekuatan kolektif yang mampu mengubah peta permainan. UMKM tumbuh, tetapi tidak naik kelas. Koperasi ada, tetapi sering kehilangan arah.

Saudagar banyak, tetapi belum terorganisir dalam kekuatan yang strategis.

Di sinilah Syarikat Islam harus mengambil peran lebih tegas dan progresif. Dakwah tidak cukup hanya di mimbar, tetapi harus hadir di pasar, di sawah, di pabrik, dan di ruang-ruang kebijakan. Dakwah ekonomi harus menjadi arus utama, bukan sekadar pelengkap. Kita membutuhkan gerakan nyata untuk membangun ekosistem ekonomi umat yang terintegrasi—dari produksi, distribusi, hingga konsumsi.

Isu ketahanan pangan menjadi ujian konkret. Ironis jika negeri yang kaya sumber daya justru bergantung pada impor. Lebih ironis lagi jika umat yang mayoritas tidak menjadi aktor utama dalam produksi pangan.

Syarikat Islam harus berada di garis depan dalam membangun kedaulatan pangan, mendorong lahirnya petani, peternak, dan pelaku usaha pangan yang kuat dan mandiri. Tanpa itu, kita hanya akan terus berada dalam lingkaran ketergantungan.

Dalam konteks sumber daya manusia, kita juga menghadapi tantangan serius. Bonus demografi yang sering disebut sebagai peluang, bisa berubah menjadi beban jika tidak disiapkan dengan baik.

Pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan lulusan yang mencari kerja, tetapi harus melahirkan generasi pencipta usaha. Tanpa keberanian mengubah paradigma ini, kita hanya akan memperpanjang daftar pengangguran terdidik.

Di sisi lain, kita tidak bisa menutup mata terhadap persoalan sosial yang semakin kompleks. Kesenjangan, kemiskinan, dan ketidakadilan masih menjadi realitas yang dirasakan sebagian masyarakat.

Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah harus naik kelas—tidak hanya bersifat karitatif, tetapi produktif dan memberdayakan. Umat harus dibantu untuk bangkit, bukan sekadar bertahan.

Namun semua itu tidak akan terwujud tanpa keberanian untuk berubah. Syarikat Islam harus keluar dari zona nyaman, memperkuat konsolidasi organisasi, dan berani mengambil peran strategis dalam kehidupan berbangsa.

Transformasi digital, penguatan jaringan ekonomi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak harus menjadi agenda prioritas, bukan wacana semata.

Lebih dari itu, kita membutuhkan keberpihakan yang jelas. Syarikat Islam tidak boleh abu-abu dalam membela kepentingan umat dan rakyat kecil. Kita harus berdiri di garis depan dalam memperjuangkan ekonomi yang berkeadilan, kebijakan yang berpihak, dan pembangunan yang inklusif.

Pada akhirnya, pilihan ada di tangan kita: menjadi penonton atau menjadi pelaku. Syarikat Islam memiliki sejarah, memiliki basis umat, dan memiliki nilai perjuangan yang kuat. Yang dibutuhkan hari ini adalah keberanian untuk menghidupkan kembali spirit itu dalam kerja nyata yang terukur dan berkelanjutan.

Jika tidak sekarang, kapan lagi? Jika bukan kita, siapa lagi?.***

Dari Dapur Lokal ke Pasar Global, Pengusaha Perempuan Ini Sukses Bawa Bumbu Instan Tanpa MSG Tembus Pasar Ekspor Berkat LinkUMKM BRI

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mendorong pengusaha perempuan agar naik kelas melalui ekosistem pemberdayaan terintegrasi. Salah satu kisah datang dari Vianti Maghdalena, pemilik Wan Alan, usaha bumbu masakan instan asal Kota Padang Panjang yang berhasil menembus pasar ekspor, dengan produk yang kini telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia hingga pasar internasional.

Wan Alan menghadirkan bumbu instan yang praktis sekaligus menjaga kualitas rasa dan kesehatan. Diproduksi tanpa tambahan MSG, produk ini menawarkan cita rasa autentik khas masakan nusantara dalam proses yang lebih ringkas. Bumbu rendang dan bumbu lengkuas menjadi unggulan karena mampu menghadirkan rasa masakan rumahan tanpa proses memasak yang panjang.

Perjalanan usaha ini bermula dari skala rumahan pada masa pandemi, berawal dari produk berbasis jahe sebelum beradaptasi menghadirkan bumbu instan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Inovasi tersebut melahirkan berbagai varian seperti bumbu gulai, soto, hingga nasi goreng yang kini semakin luas diterima.

Saat ini, produk Wan Alan dapat ditemukan di toko oleh-oleh dan supermarket di Sumatra Barat, serta dipasarkan melalui reseller, marketplace, dan media sosial. Jangkauan pasar Wan Alan terus berkembang hingga menjangkau pasar ekspor ke Inggris.
Vianti Maghdalena menuturkan bahwa pengembangan usaha tidak terlepas dari proses pembelajaran dan pendampingan melalui ekosistem BRI.

“Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI pada tahun 2022 saat saya mendaftar menjadi UMKM di Rumah BUMN Padang Panjang, saya aktif dan ikut dalam program BRIncubator 2022, alasan saya memutuskan aktif di sini karena saya banyak mendapat manfaat dari menambah ilmu terkait pemasaran, branding, manajemen, juga menambah jaringan sehingga produk saya bisa dikenal sampai sekarang,” ujarnya.

Melalui program pemberdayaan Rumah BUMN BRI dan platform LinkUMKM, Vianti Maghdalena memperoleh pembelajaran pengelolaan bisnis, pemasaran, dan branding yang mendorong peningkatan omzet dan kapasitas produksi, sekaligus memperluas pasar hingga ke luar negeri.

Dalam operasionalnya, Vianti Maghdalena juga memanfaatkan layanan perbankan BRI seperti QRIS dan tabungan untuk mendukung kemudahan transaksi di berbagai kanal penjualan.
Vianti menambahkan bahwa perjalanan usaha tidak lepas dari tantangan seperti fluktuasi harga bahan baku dan keterbatasan peralatan produksi. Namun, konsistensi dan ketekunan menjadi kunci dalam menjaga kualitas produk dan kepercayaan pelanggan.

“Hasil yang hebat lahir dari dua hal: lutut yang bersimpuh dalam doa dan tangan yang lelah karena kerja keras. Jika salah satu hilang, langkah kita akan pincang,” tegasnya.

BRI melalui LinkUMKM menghadirkan ekosistem pemberdayaan untuk mendukung UMKM tumbuh berkelanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas hingga perluasan akses pasar. Hingga akhir Maret 2026, lebih dari 15,57 juta UMKM telah memanfaatkan platform ini, didukung fitur terintegrasi serta lebih dari 840 modul pembelajaran.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti mengungkapkan pemberdayaan perempuan bukan hanya isu sosial, tetapi merupakan strategi penting dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional.

“BRI meyakini bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor UMKM. Oleh karena itu, melalui LinkUMKM dan berbagai program pemberdayaan, BRI terus berkomitmen menghadirkan akses yang setara bagi perempuan untuk berkembang, berinovasi, dan naik kelas hingga mampu bersaing di pasar global,” pungkasnya.***

Polsek Kemang Grebek Rumah yang Diduga Jual Obat Daftar G

0

Bogordaily.net-Jajaran Polsek Kemang Polres Bogor menggerebek sebuah rumah yang diduga dijadikan tempat penjualan obat keras daftar G.

Penggerebekan dilakukan di RT 09 RW 007, Desa Tegal, Kecamatan Kemang. Rumah tersebut diketahui berkedok warung kelontong, namun hasil penyelidikan polisi mengungkap lokasi itu digunakan untuk menjual obat keras secara ilegal.

Kapolsek Kemang, AKP Yulita Heriyanti mengatakan, dari operasi tersebut petugas mengamankan seorang pria berinisial MR (36) tanpa perlawanan.

“Tersangka telah diamankan dari rumahnya. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan pada Kamis 16 April 2026,” ujar Yulita Heriyanti.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan 24 butir obat keras jenis tramadol serta uang tunai Rp117 ribu yang diduga hasil penjualan.

Berdasarkan pengakuan tersangka, usaha ilegal tersebut telah berjalan lebih dari satu tahun. Keuntungan penjualan digunakan untuk membeli kembali stok obat dari pemasok serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“MR mengaku sudah lebih dari satu tahun menjual obat daftar G. Modusnya membuka warung kelontong di rumah, namun di balik itu menjual obat-obatan terlarang,” tambahnya.

Tersangka juga mengaku menjual tramadol seharga Rp60 ribu per strip. Barang haram tersebut didapat dari seseorang berinisial A yang kini masih dalam pengejaran polisi.

Kapolsek menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran obat keras ilegal, meski menggunakan berbagai kedok usaha.

“Warung, rumah, atau apa pun kedoknya, jika terbukti menjual obat keras tanpa izin maka akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tandasnya.***

Muhammad Irfan Ramadan

Saudara Jisoo BLACKPINK Diduga Terlibat Kasus Pelecehan Seksual di Gangnam, Ini Kronologi Lengkapnya

0

Bogordaily.net – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret sosok yang disebut sebagai saudara laki-laki dari salah satu member girl group ternama Korea Selatan, Jisoo, tengah menjadi sorotan publik.

Peristiwa ini mencuat setelah seorang perempuan yang berprofesi sebagai streamer melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak berwajib di kawasan Gangnam, Seoul.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh aparat dari Kepolisian Gangnam. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria yang kini berstatus terlapor disebut berinisial A, diamankan oleh polisi pada 16 April 2026 untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil penyelidikan awal, kronologi kejadian bermula dari interaksi antara korban dan terlapor yang berujung pada kesepakatan pertemuan berbayar.

Disebutkan, pria tersebut membeli tiket ‘kencan’ dari korban dengan nilai mencapai KRW 3 juta atau setara sekitar Rp34,7 juta.

Kronologi Awal Kejadian

Pertemuan pertama keduanya berlangsung di sebuah restoran di wilayah Gangnam, salah satu distrik elite di Seoul. Dalam suasana makan malam tersebut, keduanya sempat berbincang cukup lama sebelum akhirnya pria itu mengajak korban untuk melanjutkan percakapan di kediamannya.

Korban mengaku sempat diberikan janji oleh terlapor bahwa dirinya tidak akan melakukan tindakan fisik apa pun. Namun situasi berubah ketika mereka berada di lokasi yang lebih privat.

“Dia janji tidak akan melakukan kontak fisik. Saat dia mulai menyentuhku, aku menolaknya berkali-kali tapi dia terus menyentuhku dengan paksa,” ujar korban dalam keterangannya kepada polisi seperti dikutip dari Channel A, pada Jumat, 17 April 2026.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu dasar bagi pihak kepolisian untuk mendalami dugaan adanya unsur pemaksaan dalam interaksi tersebut.

Meski begitu, dalam sesi interogasi awal, pria berinisial A membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia mengklaim bahwa kontak fisik yang terjadi dilakukan atas dasar suka sama suka dan tanpa paksaan.

Pihak Kepolisian Masih Kumpulkan Bukti

Pihak kepolisian sendiri masih terus mengumpulkan bukti tambahan, termasuk keterangan saksi dan kemungkinan rekaman yang dapat memperkuat atau justru membantah tuduhan tersebut.

Tidak menutup kemungkinan, terlapor akan dikenakan penahanan sementara guna mempermudah proses penyidikan lanjutan.

Hingga saat ini, aparat belum memberikan konfirmasi resmi terkait identitas lengkap pria berinisial A tersebut.

Namun, spekulasi publik berkembang luas di media sosial yang mengaitkan sosok tersebut dengan Kim Jung Hoo, yang disebut sebagai saudara laki-laki dari Jisoo BLACKPINK.

Jika dugaan tersebut terbukti benar, maka ini bukan kali pertama nama Kim Jung Hoo terseret dalam kontroversi serupa. Sejumlah warganet Korea mengungkit kembali pengakuan lama dari seorang perempuan yang mengaku sebagai mantan pegawai pria tersebut.

Dalam pengakuannya yang sempat beredar melalui platform komunitas anonim BLIND, perempuan itu menyebut pernah menjadi korban tindakan tidak pantas, termasuk dugaan perekaman tanpa persetujuan saat hubungan pribadi berlangsung.

“Aku tak bisa percaya apa yang dia lakukan. Setelah kejadian itu, dia memperlihatkan video itu kepada teman-temannya dan bilang bahwa dia merekam video serupa dengan perempuan lain. Aku sangat malu dan takut sampai badanku membeku,” ujar perempuan itu via BLIND.

Sayangnya, kasus tersebut tidak pernah berlanjut ke ranah hukum karena korban tidak melaporkannya secara resmi ke pihak berwenang. Akibatnya, dugaan tersebut sempat menghilang tanpa kejelasan hukum.

Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kontrakan Klapanunggal Bogor, Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Kekerasan

Bogordaily.net –Warga di wilayah Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, digegerkan oleh penemuan jasad seorang pria di dalam sebuah rumah kontrakan pada Jumat, 17 April 2026.

Peristiwa ini pertama kali terungkap sekitar pukul 12.30 WIB, setelah salah satu rekan kerja korban merasa curiga dengan kondisi kamar yang tertutup rapat serta dipenuhi lalat. Kecurigaan tersebut mendorong saksi untuk melakukan pengecekan langsung ke dalam kontrakan.

Saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di area kamar mandi. Temuan tersebut sontak membuat warga sekitar terkejut dan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Polisi Lakukan Olah TKP dan Amankan Lokasi

Mendapat laporan dari masyarakat, jajaran Polsek Klapanunggal langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas kemudian melakukan pengamanan area, mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, serta memastikan tidak ada gangguan keamanan di sekitar lokasi.

Kapolsek Klapanunggal Iptu Asep Saifurrohman menjelaskan bahwa, pihak kepolisian bergerak cepat guna memastikan situasi tetap kondusif.

“Begitu menerima informasi dari warga, anggota kami segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan TKP, mengamankan situasi, serta melakukan langkah-langkah kepolisian,” kata Iptu Asep, Jum’at 17 April 2026.

Menurut Asep, dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi, korban diketahui merupakan karyawan swasta yang tinggal seorang diri di kontrakan tersebut.

“Dugaan sementara korban meninggal dunia karena gantung diri, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari pihak lain,” jelasnya

Sementara itu, pihak keluarga korban yang telah dihubungi menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

“Polisi menghimbau kepada masyarakat untuk selalu peduli terhadap lingkungan sekitar serta segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan,” ungkap Asep.

(Albin)

Viral Ustadz Diduga Lakukan Pelecehan Terhadap 7 Santri di Megamendung, Warga Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

Bogordaily.net – Jagat media sosial dihebohkan dengan mencuatnya dugaan kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di wilayah Kampung Cikatapis, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Kasus ini menjadi sorotan publik setelah sejumlah warga mulai angkat suara dan berupaya mencari perhatian luas agar peristiwa tersebut segera ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum.

Informasi yang beredar menyebutkan, seorang oknum ustadz diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap tujuh orang santri yang sebagian besar masih berusia di bawah 17 tahun.

Para korban disebut berasal dari lingkungan yang sama, sehingga kasus ini menimbulkan kekhawatiran mendalam di tengah masyarakat setempat.

Viral di Media Sosial, Warga Minta Bantuan Influencer

Perkara ini mulai mencuat setelah warga mengirimkan pesan langsung kepada influencer Bogor, Sultan Sahbana Iman, agar membantu menyuarakan kasus tersebut ke publik.

Dalam tangkapan layar yang beredar luas, warga menyampaikan permintaan agar kasus ini tidak tenggelam dan bisa mendapatkan perhatian dari pihak berwenang.

“Mohon baca DM aku ya, tolong bantu viralin kasus pelecehan SODOMI yang dilakukan oleh seorang ustad terhadap santrinya yang berjumlah 7 korban,” tulis pengirim pesan.

Pesan tersebut kemudian memicu gelombang reaksi dari warganet, yang mendesak aparat kepolisian untuk segera mengambil tindakan tegas.

Hingga kini, keberadaan terduga pelaku disebut masih belum jelas. Bahkan, beredar informasi bahwa pelaku diduga disembunyikan oleh pihak keluarga, sehingga memicu keresahan di tengah warga.

“Kabarnya pelaku diamankan atau disembunyikan oleh keluarga pelaku, kami hanya minta keadilan untuk keluarga korban,” lanjut isi pesan tersebut.

Kondisi ini membuat masyarakat semakin mendesak aparat untuk bertindak cepat guna memastikan keamanan korban sekaligus menghindari potensi tekanan terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Tak hanya soal pelaku, warga juga menyoroti sikap lingkungan sekitar yang dinilai kurang mendukung pengungkapan kasus. Dalam sejumlah pesan yang beredar, disebutkan adanya dugaan pembiaran oleh pihak tertentu.

“Bahkan RT/RW setempat pun malah melindungi si pelaku karena keluarga terpandang, kami hanya minta keadilan terhadap warga kecil,” tulisnya.

Pernyataan ini memperkuat kekhawatiran publik terkait kemungkinan adanya hambatan dalam proses penanganan kasus di tingkat lokal.

Korban Diduga Masih Anak di Bawah Umur

Warga mengungkapkan bahwa para korban berasal dari satu kampung yang sama, dengan usia rata-rata masih di bawah 17 tahun. Fakta ini semakin mempertegas bahwa kasus tersebut masuk dalam kategori serius karena menyangkut perlindungan anak.

“Daerah Cikatapis Megamendung, korban itu tetangga aku, 7 orang itu masih satu kampung juga, korban rata-rata umur 17 tahun ke bawah,” ungkap pesan lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku sebelumnya diketahui memiliki akun TikTok dengan nama “Prabu Yudistira” yang memiliki hampir 20 ribu pengikut.

Namun, saat ditelusuri, akun tersebut sudah tidak dapat ditemukan, yang memunculkan dugaan bahwa jejak digital sengaja dihapus setelah kasus ini mencuat ke publik.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan kasus ini, menangkap pelaku, serta memberikan perlindungan maksimal bagi korban.***

Lonjakan Transaksi SPKLU 4 Kali Lipat Saat RAFI 2026, PLN UID Jabar Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

0

Bogordaily.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat mencatat lonjakan signifikan penggunaan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026.

Hal ini tercermin dari peningkatan transaksi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Selama periode siaga RAFI 2026 (12 Maret – 31 Maret 2026), jumlah transaksi SPKLU mencapai 74.366 transaksi, meningkat tajam dibandingkan periode RAFI 2025 yang tercatat sebanyak 17.966 transaksi. Lonjakan ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik sebagai solusi mobilitas yang efisien dan ramah lingkungan.

Dari sisi infrastruktur, PLN UID Jawa Barat terus memperkuat kesiapan layanan dengan menambah jumlah SPKLU dari 617 unit pada Maret 2025 menjadi 825 unit di Maret 2026. Penambahan ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan pengguna kendaraan listrik, khususnya selama arus mudik dan balik Lebaran.

Pertumbuhan juga terlihat signifikan pada kendaraan listrik roda dua. Transaksi SPKLU roda dua meningkat drastis dari 519 transaksi pada 2025 menjadi 14.627 transaksi di 2026, seiring dengan penambahan jumlah unit SPKLU R2 dari 40 unit menjadi 121 unit.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyampaikan bahwa peningkatan ini menjadi indikator kuat bahwa ekosistem kendaraan listrik di Jawa Barat semakin berkembang.

“Lonjakan transaksi SPKLU selama masa siaga RAFI 2026 menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya dan nyaman menggunakan kendaraan listrik. PLN terus berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang andal, mudah diakses, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sugeng.

Menurutnya, kehadiran SPKLU yang semakin luas serta berbagai kemudahan layanan turut mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Selain ramah lingkungan, kendaraan listrik juga memberikan efisiensi biaya dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.

Untuk semakin meningkatkan kenyamanan pelanggan, PLN menghadirkan berbagai layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat dengan mudah menemukan lokasi SPKLU, melakukan transaksi, hingga mengajukan pemasangan home charging.

Guna mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik, PLN menghadirkan berbagai program insentif, di antaranya Diskon tarif listrik sebesar 30 persen untuk pengisian daya pukul 22.00–05.00 WIB dan diskon 50 persen biaya pemasangan home charging hingga Juni 2026.

Selain itu, PLN UID Jawa Barat juga aktif mendukung konversi motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), salah satunya melalui pengembangan pendidikan konversi di SMKN 8 Bandung.

Program ini memberikan alternatif bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik dengan tetap menggunakan kendaraan yang dimiliki. Proses konversi dilakukan melalui tahapan pendaftaran, pengecekan teknis, hingga sertifikasi dari Kementerian Perhubungan. Di Jawa Barat, bengkel konversi yang bekerja sama dengan PLN antara lain SMKN 8 Bandung, CV Magnet, CV Hidtech, dan SMK Cendekia Batujajar.

Sugeng menambahkan, PLN tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh.

“PLN hadir tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi, mulai dari infrastruktur, layanan digital, hingga pengembangan SDM. Ini adalah bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung transisi energi bersih,” tambahnya.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Republik Indonesia dalam mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya menurunkan emisi karbon dan mencapai target transisi energi nasional.

Ke depan, PLN UID Jawa Barat akan terus memperluas jaringan SPKLU, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna menghadirkan ekosistem kendaraan listrik yang semakin nyaman, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat.***

Rapat Finalisasi PSEL, Bogor Menuju Pengolahan Sampah Berbasis Energi

0

bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Danantara Indonesia menggelar rapat koordinasi finalisasi program waste to energy (WtE) melalui pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Gedung Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis 16 April 2026.

Rapat finalisasi ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto beserta jajarannya.

Berbagai persiapan finalisasi dibahas, mulai dari lokasi, kesiapan lahan, hingga sejumlah aspek teknis lainnya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa program waste to energy melalui PSEL ini merupakan peluang besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurutnya, melalui gagasan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia akan memiliki pembangkit listrik tenaga sampah yang dimulai dari Bogor untuk Indonesia.

“Ini menjadi harapan kita bersama untuk menghadirkan Indonesia yang bersih dan bebas dari sampah, dimulai dari Bogor sebagai yang pertama di Indonesia,” tuturnya.

Perlu diketahui, menghirup udara segar dan merasakan lingkungan yang hijau dan lestari merupakan harapan setiap orang.

Oleh karena itu, dengan berlandaskan prinsip ramah lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, teknologi waste to energy melalui insinerasi menjadi solusi pengolahan sampah rendah karbon yang telah digunakan secara luas di berbagai negara.

Pengelolaannya dilakukan secara pabrikasi dalam ruang tertutup dan dikelola secara profesional sesuai standar ramah lingkungan dengan teknologi modern berbasis energi baru terbarukan.

Tidak ada limbah yang dibuang langsung ke lingkungan. Seluruh proses dilakukan secara modern, sehingga aman dan mendukung pembangunan berkelanjutan serta menghasilkan energi listrik yang aman.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan bahwa program waste to energy melalui PSEL ini merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto, yang ditindaklanjuti oleh Pemkab bersama Pemkot Bogor dan kementerian terkait, serta mendapat dukungan dari Danantara Indonesia.

“Selanjutnya, kita bersama-sama akan membangun pengolahan sampah menjadi energi listrik. Di TPA Galuga ini terdapat beberapa kawasan milik Pemkot Bogor. Kita berkolaborasi menangani sampah dari Bogor untuk Indonesia,” ujarnya.***

Grand Launching Universitas Islam Bogor, Tonggak Baru Pendidikan Islam di Bogor

0

bogordaily.net – Universitas Islam Bogor (UIB) resmi diluncurkan melalui acara Grand Launching Universitas Islam Bogor yang berlangsung khidmat dan meriah pada Sabtu, 11 April 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah bagi dunia pendidikan tinggi Islam di Bogor, sekaligus menandai babak baru transformasi institusi pendidikan yang berkomitmen mencetak generasi unggul, berprestasi, dan berakhlak mulia.

Acara yang digelar di Auditorium Gedung C ini dihadiri oleh jajaran rektorat, tamu undangan kehormatan, tokoh pendidikan, pejabat pemerintahan, serta berbagai unsur masyarakat.

Kedatangan para tamu kehormatan dan jajaran rektorat disambut hangat dengan alunan musik angklung yang menambah nuansa khidmat sekaligus kental dengan budaya Sunda.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, Nasrullah Alwi dan Rinda, yang memandu jalannya acara dengan tertib.

Selanjutnya, suasana semakin semarak dengan penampilan Tarian Bubuka, tarian penyambutan khas Sunda yang dibawakan oleh UKM Seni Tari Nitrya sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu undangan.

Setelah penampilan tari penyambutan, acara dilanjutkan dengan pengenalan para tamu kehormatan yang hadir.

Selanjutnya, suasana berubah menjadi lebih religius dengan pelantunan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat yang dibawakan oleh Ibnu Fahrizi, mahasiswa Pendidikan Islam. Untuk menyempurnakan pembukaan acara, doa dipimpin oleh Prof. Dr. K.H.E. Mujahidin, M.Si., Rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor.

Usai doa bersama, seluruh hadirin berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne IUQI, dan Mars IUQI yang dipandu oleh UKM Imanda, sebagai wujud semangat nasionalisme dan kebanggaan institusi.

Memasuki agenda berikutnya, Ketua Panitia Dr. U. Bukhori Muslim, S.Ag., M.E.Sy., menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan.

Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, jajaran kehormatan, serta para pendukung acara, termasuk kepada para sponsor.

Beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan acara serta memohon doa agar Universitas Islam Bogor terus berkembang di masa mendatang.

Selanjutnya, sambutan dari LLDIKTI disampaikan secara daring oleh Bapak Dr. Lukman, S.T., M. Dalam pesannya, beliau menyampaikan rasa bangga dan bahagia atas berdirinya Universitas Islam Bogor, serta berharap UIB dapat melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing dan tetap mematuhi seluruh regulasi pendidikan tinggi yang berlaku.

Setelah sambutan dari LLDIKTI, acara berlanjut pada sambutan utama dari Rektor Universitas Islam Bogor, Dr. H. Samsurizal MZ, S.HI., M.Pd.I.

Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur atas resmi diluncurkannya UIB dan menjelaskan visi besar universitas ini dalam mencetak generasi unggul dalam prestasi dan akhlak mulia berdasarkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Beliau juga memaparkan struktur akademik UIB yang terdiri dari tiga fakultas utama dan program Pascasarjana.

Setelah itu, sambutan penghormatan berikutnya disampaikan oleh Dr. H. Saiful Falah, M.Pd.I., selaku Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Ummul Quro Al-Islami.

Beliau menyampaikan rasa syukur dan harapan agar UIB dapat tumbuh menjadi institusi pendidikan yang membawa manfaat luas bagi masyarakat.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video profil Universitas Islam Bogor yang menampilkan sejarah, visi, misi, serta arah pengembangan kampus ke depan.

Video tersebut memberikan gambaran jelas mengenai komitmen UIB dalam membangun pendidikan Islam yang modern dan berkualitas.

Usai pemutaran video profil, sambutan dari Pemerintah Kabupaten Bogor disampaikan oleh perwakilan Wakil Bupati Bogor melalui Kepala Dinas Pendidikan.

Dalam sambutannya, disampaikan bahwa berdirinya Universitas Islam Bogor bukan sekadar perubahan nama, melainkan transformasi besar untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Bogor.

Pemerintah daerah pun menyatakan dukungan penuh agar UIB mampu menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara optimal.

Sebagai bentuk apresiasi, acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Setelah itu, tibalah pada inti acara yang paling dinantikan, yakni prosesi launching resmi Universitas Islam Bogor.

Peresmian ditandai dengan pembunyian sirine oleh para tokoh kehormatan, di antaranya Dr. H. Saiful Falah, M.Pd.I., Hj. Ummu Hafsoh Helmy, M.E., Dr. Hj. Nuril Izzah, M.Pd., Prof. Dr. K.H.E. Mujahidin, M.Si., Dr. H. Samsurizal MZ, S.HI., M.Pd.I., Achmad Ru’yat, Marlyn Maisarah, serta Sastra Winara. Momen tersebut menjadi simbol resmi launcingnya Universitas Islam Bogor sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang siap melangkah maju.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, doa akhir dipimpin oleh K.H. Agus Tamani, S.Ag., M.Pd., selaku Dewan Pengawas.

Setelah doa penutup selesai, acara resmi ditutup oleh MC, menandai berakhirnya Grand Launching Universitas Islam Bogor yang penuh makna dan harapan besar bagi masa depan pendidikan Islam di Bogor.***

Ikuti Retret di Akmil Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Soroti Pentingnya Kolaborasi Daerah

Bogordaily.net – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan retret yang digelar di kawasan Akademi Militer pada 15–19 April 2026.

Adapun, kegiatan ini diikuti pimpinan legislatif daerah dari berbagai provinsi, kabupaten, dan kota.

Retret tersebut bertujuan memperkuat koordinasi, wawasan kebangsaan, serta sinergi antara lembaga legislatif daerah dalam mendukung pembangunan nasional.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menilai kegiatan ini sangat positif untuk mempererat kebersamaan serta memperkuat komitmen para pimpinan DPRD dalam membangun Indonesia.

Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini para pimpinan DPRD dapat saling bertukar pengalaman dan gagasan terkait pengelolaan pemerintahan daerah serta peran legislatif dalam mendorong pembangunan.

“Retret ini sangat positif demi membangun Indonesia yang lebih baik. Selain memperkuat wawasan kebangsaan, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat sinergi antar pimpinan DPRD dari seluruh daerah,” kata Sastra Winara, Jum’at 17 April 2026.

Ia menambahkan, kegiatan yang digelar di Magelang tersebut juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antar daerah sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif.

Dalam kegiatan retret tersebut, para peserta juga mendapatkan berbagai materi terkait kepemimpinan, kebangsaan, hingga penguatan peran lembaga legislatif dalam mendukung program pembangunan nasional.

Sebelumnya, Lembaga Ketahanan Nasional atau Lemhannas menggelar retret untuk Ketua DPRD provinsi dan kabupaten, kota se-Indonesia di Magelang, Jawa Tengah.

Retret menjadi ajang penyamaan visi pemerintah pusat ke pemerintah daerah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Retret diikuti 478 peserta dari 557 Ketua DPRD se-Indonesia.

Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menjelaskan, retret ditujukan untuk mencetak pemimpin daerah berkarakter negarawan yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan, serta mampu mengawal program nasional, termasuk Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming

“Melalui kegiatan ini para Ketua DPRD dapat membawa semangat baru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di daerah masing-masing, termasuk dalam memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif demi kemajuan daerah dan bangsa,” ungkapnya.

(Albin)