Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 181

Diberdayakan BRI, UMKM Busana Muslim Asal Tangerang Ini Buktikan Kekuatan Produk Lokal di Kancah Global

0

Bogordaily.net – Indonesia merupakan salah satu pasar busana muslim terbesar di dunia.
Banyaknya merek lokal yang bermunculan hingga masuknya brand internasional membuat persaingan di industri ini semakin ketat. Alhasil, UMKM lokal perlu memiliki diferensiasi dan uniqueness yang jelas agar mampu bertahan dan berkembang.

Di antara UMKM yang hadir menjawab kebutuhan tersebut adalah YUSUF.IND milik Hendra Mochamad Yusuf. Berdiri pada 2022, Yusuf melihat masih banyak produk lokal berkualitas tetapi kesulitan bersaing karena kurang memiliki identitas yang kuat. Di sisi lain, isu limbah fesyen dan dampak fast fashion terhadap lingkungan juga menjadi perhatian utama Yusuf dalam membangun bisnisnya.

“Banyak produk lokal sebenarnya bagus, tetapi tidak punya positioning yang kuat. Untuk itu YUSUF.IND hadir untuk menjawab semua tantangan dengan mengangkat sustainability fashion dan menghadirkan desain modern,” ujar Yusuf.

Ciri khas YUSUF.IND terletak pada penggunaan tenun Baduy yang dipadukan dengan gaya modern, elegan, dan bernuansa Arabic look. Palet warnanya pun dipilih dengan makna khusus, mulai dari hitam elegan, biru khas Baduy, hingga warna-warna bumi. Setiap karya membawa narasi tentang suku Baduy yang memperkuat identitas brand serta mendukung pelestarian budaya dan promosi wisata lokal.

Selain menghadirkan desain yang unik, YUSUF.IND juga berkomitmen menjaga keberlanjutan budaya melalui pemberdayaan penjahit lokal dan pemanfaatan limbah kain untuk produk turunan.

Diketahui, dalam dua tahun perjalanan bisnisnya, YUSUF.IND telah dipasarkan di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, Banjarmasin, Palembang, Samarinda, dan Yogyakarta. Tidak hanya itu, produknya juga mulai menarik pembeli internasional melalui pengiriman berbasis pesanan ke Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Hong Kong.

“Penjualan dilakukan melalui jaringan reseller yang tersebar di seluruh Indonesia. Kemudian, kita optimalkan di marketplace dan media sosial. Saat ini kapasitas produksi YUSUF.IND mencapai 200–400 pcs per bulan, dan omzet meningkat signifikan saat musim Ramadan,” ucapnya.

Yusuf juga menyebut bahwa keberhasilannya ini tak lepas dari ekosistem pendampingan UMKM BRI, di mana pada tahun 2023 Ia mengikuti Rumah BUMN Jakarta. Setelah itu, YUSUF.IND terus aktif mengikuti beragam pelatihan dan pemberdayaan dari BRI, termasuk Growpreneur by BRI pada 2024 guna memperkuat kapasitas usaha dan memperluas jangkauan pasar.

Melalui pendampingan tersebut, Yusuf mengungkapkan bahwa banyak manfaat yang ia dapatkan, mulai dari pelatihan branding, keuangan, persiapan ekspor, hingga kesempatan tampil dalam pameran seperti BRI UMKM EXPO(RT) untuk memperluas jejaring buyer, komunitas UMKM dan mentor bisnis.

“Pendampingan BRI membantu kami meningkatkan kualitas manajemen usaha sekaligus memperluas eksposur produk ke pasar yang lebih luas. Kami juga mendapatkan peluang pembiayaan untuk scale-up usaha. Ini sangat berarti bagi perkembangan jangka panjang YUSUF.IND,” kata Yusuf.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny juga menegaskan bahwa BRI akan terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan UMKM agar naik kelas. “BRI berkomitmen mendukung UMKM melalui pendampingan, pelatihan, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar. Upaya ini kami jalankan secara berkelanjutan agar UMKM dapat tumbuh lebih kuat dan berdaya saing sampai ke level global,” ujarnya.***

Guba Corner Camp Hadir di Lereng Gunung Salak, Tawarkan Glamping Nyaman dan Nuansa Desa yang Asri

0

Bogordaily.net – Kawasan wisata alam berbasis perkemahan dan glamping kini bertambah di Kabupaten Bogor. Guba Corner Camp, yang berlokasi di Desa Tajur Halang, Kecamatan Cijeruk, resmi dibuka sejak 24 Desember 2025.

Owner Guba Corner Camp, Melanie Gill, menjelaskan bahwa nama “Guba” diambil dari singkatan Gunung Babarengan, yang bermakna gunung milik bersama.

Nama tersebut dipilih karena lokasi Guba Corner Camp berada di kawasan Gunung Salak, sekaligus mencerminkan semangat kebersamaan dan keterbukaan bagi semua kalangan.

“Guba itu Gunung Babarengan, artinya milik kita bersama. Sedangkan Corner Camp karena posisinya berada di pojok wilayah Desa Tajur Halang, berbatasan langsung dengan desa lain,” ujar Melanie pada Minggu 4 Januari 2026.

Salah satu keunggulan Guba Corner Camp adalah akses yang mudah. Lokasinya bebas dari kebijakan ganjil-genap, one way, serta relatif jauh dari kemacetan, sehingga cocok menjadi destinasi wisata alternatif bagi warga Bogor dan sekitarnya.

Saat ini, Guba Corner Camp menyediakan lima unit glamping serta 25 area camping siap pakai, dengan rencana penambahan sekitar 10 titik camping ke depannya. Seluruh area camping telah dilengkapi tenda, air, listrik, hingga fasilitas cuci peralatan.

“Camping di sini nyaman karena pengunjung tinggal bawa badan saja. Tenda sudah siap, ada air, colokan listrik, toilet, sampai tempat wudhu,” jelas Melanie.

Fasilitas pendukung lainnya juga tergolong lengkap. Tersedia lima toilet, mushola, area parkir luas, kafe, serta aula dengan kapasitas hingga 75 orang.

Area ini juga dinilai cocok untuk berbagai kegiatan, mulai dari gathering, acara komunitas, hingga foto prewedding, terutama dengan latar sunrise dan panorama alam Gunung Salak.

Dari sisi layanan, Guba Corner Camp menghadirkan standar amenitas ala industri hospitality. Pengunjung glamping mendapatkan perlengkapan mandi, handuk, air mineral, serta kebutuhan dasar lainnya.

Keindahan alam menjadi daya tarik utama. Dari kawasan ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan city light malam hari, kabut pagi, hamparan perbukitan, serta lembah hijau yang masih alami.

Ornamen bernuansa Sunda Wiwitan turut memperkuat identitas lokal, sejalan dengan konsep wisata alam dan budaya yang diusung.

Melanie mengungkapkan bahwa pengembangan Guba Corner Camp ke depan masih terus dirancang. Meski luas lahan sekitar 1,1 hektare, pihak pengelola berencana menambah fasilitas seperti mini zoo, rainbow slide versi mini, serta kolam renang, dengan tetap memperhatikan kontur alam yang berbukit.

“Harapan saya, pengunjung merasa nyaman dan aman. Selain itu, kami ingin membantu membangun desa dan memberdayakan masyarakat sekitar. Budaya desa di sini masih sangat kental, dan itu yang justru menjadi daya tarik,” katanya.

Dengan konsep alam, budaya, dan kenyamanan yang menyatu, Guba Corner Camp diharapkan menjadi destinasi wisata baru di Bogor yang ramah keluarga, maupun wisatawan pencinta alam.***

Ario Danu: Konsistensi, Integritas, dan Kepemimpinan Strategis di Tengah Dinamika Bisnis

0

Bogordaily.net – Ario Danu merupakan profesional dengan latar belakang kuat di bidang manajemen strategis, komunikasi korporasi, dan tata kelola organisasi. Lulusan Magister (S2) ini dikenal berpengalaman sebagai Senior Advisor dalam pengembangan strategi, penguatan reputasi, serta transformasi organisasi di berbagai sektor.

Saat ini, Ario Danu juga dipercaya sebagai Komisaris Utama di PT Asmara Karya Abadi, sebuah international sourcing worldwide, dengan fokus pada pengawasan strategis, tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance), serta pembacaan tren industri global. Peran ini memperkuat posisinya sebagai figur yang memahami keseimbangan antara ekspansi bisnis dan keberlanjutan jangka panjang.

Di luar dunia korporasi, Ario Danu saat ini menjabat sebagai Komisi Time Rally IMI Pusat. Dalam peran tersebut, ia membawa perubahan konsep baru pada Kejuaraan Nasional Time Rally di Indonesia. Konsep yang diusung bersifat berjenjang dan berbasis pengembangan karier, memberikan jalur yang jelas bagi peserta pemula hingga kategori senior.

Transformasi ini dirancang untuk membangun ekosistem Time Rally nasional yang lebih terstruktur, kompetitif, dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang pembinaan atlet otomotif secara sistematis. Lebih jauh, konsep tersebut diarahkan agar peserta nasional memiliki jalur menuju puncak kompetisi internasional, yakni Eco Rally sebagai kejuaraan tingkat dunia.

Pendekatan ini menegaskan bahwa Time Rally tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga platform pembinaan prestasi dan regenerasi atlet otomotif Indonesia di level global.

Keseluruhan perjalanan profesional Ario Danu mencerminkan kepemimpinan yang matang, resilien, dan berorientasi pada dampak nyata. Ia dikenal sebagai strategic thinker dan trusted advisor, dengan kemampuan menjembatani visi besar, tata kelola yang sehat, serta eksekusi yang terukur—baik di ranah bisnis, organisasi, maupun olahraga nasional.

“Leadership bukan soal terlihat kuat setiap saat, tetapi tentang tetap berdiri, berpikir jernih, dan mengambil keputusan yang benar—bahkan ketika situasi tidak ideal,” tutup Ario Danu dalam perbincangan khusus dengan Bogordaily.net.***

Polisi Catat 902 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Kabupaten Bogor Selama 2025, 215 Korban Tewas

0

Bogordaily.net – Polisi mencatat sebanyak 902 kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 215 korban tewas terjadi di wilayah Kabupaten Bogor sepanjang 2025.

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan bahwa, kecelakaan tersebut melibatkan roda dua hingga roda empat dengan total 215 menjadi korban jiwa.

“Selama 2025 ada 902 kasus kecelakaan yang terjadi dengan mengakibatkan 215 korban jiwa,” kata Wikha, Sabtu 2 Januari 2026.

Kemudian, untuk jumlah luka beratnya mencapai 297 orang. Sedangkan luka ringannya, 926 orang.

“Untuk kerugian materinya mencapai Rp 2,5 miliar akibat kecelakaan lalu lintas di 2025 ini,” jelasnya.

Adapun, berdasarkan data yang dihimpunnya selama 2025, kecelakaan mayoritas disebabkan oleh tiga faktor.

“Jalan gelap atau penerangan jalan umum (PJU) mati bahkan tidak ada lampunya, kondisi fisik jalan yang rusak, serta rambu dan marka tidak layak,” ujar Wikha.

Ia menjelaskan, kasus kecelakaan di 2025 itu menurun jika dibandingkan pada 2024 lalu.

“Pada 2024 itu kecelakaan mencapai 964 kasus yang mengakibatkan 358 korban jiwa. Artinya, ini terjadi penurunan signifikan pada fatalitas korban jiwanya, yakni -39,94 persen,” tambahnya.

Selain itu, Polisi menghimbau kepada para pengendara roda dua maupun empat untuk berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas yang ada di 2026 ini guna meminimalisir angka kecelakaan.

“Bagi pengendara roda dua prioritaskan helm saat berkendara, patuhi aturan rambu-rambu lalu lintas, hingga lengkapi surat-surat kendaraan roda dua dan roda empat,” ungkapnya.***

Albin

Melalui Tenun Modern dan Pameran BRI, Kriti by Lusy Jajaki Potensi Wastra Nusantara di Pasar Mancanegara

0

Bogordaily.net – Indonesia dikenal sebagai negeri seribu kain, dengan ragam wastra seperti batik, songket, lurik, hingga sasirangan yang sarat makna dan nilai budaya.

Namun, di tengah perkembangan gaya hidup modern, wastra kerap dipersepsikan kurang praktis untuk dikenakan dalam aktivitas sehari-hari. Alhasil, kebutuhan akan desain yang lebih relevan dan adaptif inilah yang kemudian mendorong lahirnya Kriti by Lusy.

Didirikan oleh Lusy Rachmat pada 2017, UMKM fashion asal Bogor ini menghadirkan beragam koleksi busana wanita, mulai dari atasan, celana, rok, tunik, hingga vest, dengan memadukan tenun dan lurik sebagai elemen utama. Kedua material tersebut dipilih karena memiliki karakter desain yang timeless, sehingga mudah dipadupadankan dan lebih diterima oleh masyarakat lintas generasi.

“Tercetus ide Kriti by Lusy karena saat itu sering bertemu dengan teman-teman wanita dan mereka mengeluh mempunyai bahan tenun, tetapi tidak tahu bagaimana memanfaatkannya, sehingga saya mempunyai ide kain tenun untuk bisa di-design menjadi baju mix dengan tenun lurik,” ucap Lusy.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses produksi menjadi bagian penting dari karakter Kriti by Lusy. Lusy ingin setiap karya yang dihasilkan tidak hanya berkualitas, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Karena itu, ia pun melibatkan penjahit lokal di sekitar tempat tinggalnya serta bekerja langsung dengan para pengrajin tenun untuk memastikan setiap detail bahan tetap terjaga.

Bahkan, Lusy membatasi jumlah produksi agar setiap desain memiliki nilai eksklusif. Dengan pola kerja tersebut, kapasitas produksinya saat ini berada di kisaran 100–200 potong per bulan.

“Selain konsisten menjaga kualitas produk, menurut saya, perjalanan Kriti by Lusy juga semakin berkembang berkat bergabung dengan Rumah BUMN BRI pada tahun 2018. Melalui ekosistem pemberdayaan tersebut, saya bisa memperoleh akses pelatihan, dan fasilitas pemasaran dari program Growpreneur by BRI secara mudah, hal ini sangat membantu saya dalam menata strategi bisnis,” terangnya.

Lusy pun semakin percaya diri untuk memperluas jangkauan pasar. Ia berkata, berbagai fasilitas pendampingan dari BRI membuka peluang baginya untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada calon pembeli yang lebih luas.

Tak hanya di dalam negeri, upaya pemasaran Kriti by Lusy juga merambah pasar internasional melalui partisipasi dalam berbagai pameran di Malaysia, Singapura, Thailand hingga China. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Lusy dalam menjajaki potensi wastra modern Indonesia di pasar global.

“Terbaru, Kriti by Lusy menjadi salah satu UMKM terkurasi BRI yang tampil di SOGO Central Park Jakarta dalam Wastra Nusantara pada November 2025 lalu. Kami sangat senang karena dengan acara ini bisa membuka peluang lebih besar bagi brand lokal seperti kami untuk dikenal pelanggan secara lebih luas, sekaligus meningkatkan kredibilitas produk di pasar,” ucapnya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa BRI secara konsisten melakukan pendampingan dan pembinaan berkelanjutan untuk memperkuat posisi UMKM tanah air agar mampu naik kelas sekaligus meningkatkan daya saing usaha secara menyeluruh.

“BRI terus memberikan apresiasi terhadap kemajuan industri kreatif melalui beragam produk UMKM, mulai dari fashion batik modern, aksesori etnik, hingga kerajinan tangan melalui serangkaian inisiatif kolaboratif dengan berbagai pihak. BRI. Ke depan, BRI akan terus menciptakan lebih banyak peluang dalam memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia,” papar Dhanny.

Serahkan DPA 2026, Dedie Rachim Tekankan Integritas dan Pemanfaatan Anggaran

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, bahwa ke depan, tugas yang dihadapi akan semakin berat dan harapan masyarakat selalu tinggi.

Ia menegaskan untuk manfaatkan sebaik-baiknya anggaran yang terbatas, jangan ada penggelapan, penyimpangan, penyelewengan, apalagi korupsi.

Semuanya disampaikan Dedie Rachim di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, pada penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun Anggaran 2026.

Beberapa arahan tersebut disampaikannya, semata untuk mengubah Kota Bogor menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

Seluruh perangkat daerah dan aparatur wilayah harus ikut terlibat dalam memperbaiki lingkungan, memperbaiki akses jalan dan transportasi, menata dan mengelola PKL yang melanggar, serta menggali dan memaksimalkan potensi yang dimiliki Kota Bogor.

Kepada pimpinan perangkat daerah, Dedie Rachim meminta untuk membenahi organisasi masing-masing agar roda organisasi ke depan berjalan dengan baik sehingga mendukung kondusivitas daerah.

Pengendalian, monitoring, serta ketegasan dalam mengambil tindakan harus dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

Dedie Rachim juga mengingatkan bahwa perencanaan-perencanaan besar membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, mengawali tahun baru, dirinya mengajak jajaran Pemkot Bogor untuk bekerja semaksimal mungkin dengan berintegritas, transparan, dan akuntabel.

Ia menegaskan agar tidak ada lagi oknum-oknum yang mempersulit proses perizinan maupun bidang lainnya.

“Jangan ada lagi oknum-oknum yang mempersulit proses perizinan maupun bidang lainnya,” tegas Dedie Rachim.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Kedai Sunang Prasmanan Hadir di Bogor, Satukan Cita Rasa Sunda dan Minang

0

Bogordaily.net — Kedai Sunang Prasmanan resmi hadir di Kota Bogor dengan mengusung konsep unik perpaduan kuliner Sunda dan Minang menjadi destinasi kuliner baru. Nama “Sunang” sendiri merupakan singkatan dari Sunda dan Minang.

Owner Kedai Sunang, Galih Apria menjelaskan, konsep tersebut terinspirasi dari latar belakang dirinya yang bersuku Sunda dan sang istri yang berasal dari Minang.

“Sunang ini diinisiasi karena saya orang Sunda, istri orang Minang. Jadi supaya enggak ribut, kita satukan saja dua budaya kuliner ini,” ujar Galih pada Sabtu 3 Januari 2026.

Beragam menu khas Sunda dan Minang disajikan di Kedai Sunang Prasmanan. Beberapa menu andalan di antaranya pepes belut dan belut goreng khas Sunda, serta kikil dan rendang khas Minang.

Selain itu, tersedia pula sambal khas Sunda dan sambal Minang yang dapat disesuaikan dengan selera pengunjung.

“Mudah-mudahan cocok di lidah masyarakat Kota Bogor dan bisa menjadi salah satu destinasi kuliner,” katanya.

Tak hanya menyajikan makanan prasmanan, Kedai Sunang juga tengah menyiapkan fasilitas tambahan berupa kafe di lantai atas.

Area tersebut nantinya dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti acara ulang tahun, arisan, hingga resepsi pernikahan.

Kedai Sunang Prasmanan buka setiap hari, Senin hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.

Fasilitas area parkir yang luas juga disediakan untuk kenyamanan pengunjung. Menu lainnya yang tak kalah diminati adalah goreng burung puyuh, yang menjadi salah satu favorit pelanggan.

Galih menyebut, konsep perpaduan Sunda dan Minang ini diharapkan menjadi yang pertama di Bogor.

“Bogor bukan hanya tempat tinggal, tapi juga kota yang layak huni dengan kualitas hidup yang baik. Masyarakatnya beragam, dan itu menjadi kekuatan tersendiri,” ungkapnya.

Dari sisi harga, Kedai Sunang Prasmanan menawarkan menu dengan harga terjangkau. Pengunjung dapat menikmati makanan mulai dari Rp15 ribu, bahkan dengan pilihan menu tertentu tersedia harga yang lebih ekonomis.

“Harganya variatif dan terjangkau. Ke depan, layanan pesan antar melalui aplikasi daring juga akan kami aktifkan,” tutupnya.***

Ibnu Galansa

Innalillahi, Pengasuh Pondok Gontor KH Amal Fathullah Zarkasyi Meninggal Dunia

0

Bogordaily.net — Kabar duka datang dari dunia pendidikan Islam nasional. Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Prof Dr Amal Fathullah Zarkasyi, wafat pada Sabtu (3/1/2026).

Almarhum mengembuskan napas terakhir pada pukul 12.14 WIB di RS Moewardi, Solo. Kabar wafatnya Prof Amal dikonfirmasi langsung oleh Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Prof Dr Hamid Fahmy Zarkasyi.

“Inna lillah wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi. Semoga Allah mengampuni dosanya, menerima amal ibadahnya, dan memberikan husnul khatimah,” ujar Hamid dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/1/2026).

KH Amal Fathullah Zarkasyi merupakan salah satu figur sentral di Pondok Modern Darussalam Gontor. Ia adalah putra dari KH Imam Zarkasyi, salah satu pendiri Pondok Gontor yang dikenal sebagai Trimurti. Latar belakang keluarga pesantren yang kuat membentuk karakter Prof Amal sebagai pendidik dengan disiplin tinggi dan komitmen kuat pada dakwah serta pengembangan ilmu pengetahuan.

Pendidikan formal Prof Amal dimulai dari Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) Gontor, sebelum melanjutkan studi ke luar negeri. Ia meraih gelar sarjana dan magister di bidang teologi serta filsafat Islam dari Universitas Darul Ulum, Kairo, Mesir, yang kemudian mengukuhkan reputasinya sebagai akademisi dan pemikir Islam.

Dalam perjalanan kariernya, Prof Amal memainkan peran strategis dalam transformasi kelembagaan Gontor, khususnya di tingkat perguruan tinggi. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh kunci di balik perkembangan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, yang pernah dipimpinnya sebagai rektor. Di bawah kepemimpinannya, UNIDA Gontor berkembang sebagai universitas berbasis pesantren dengan pendekatan integratif antara keilmuan modern dan nilai-nilai Islam.

Sebagai pakar filsafat dan teologi Islam, Prof Amal aktif menyuarakan gagasan Islamisasi ilmu pengetahuan serta terlibat dalam berbagai forum pemikiran Islam, baik nasional maupun internasional. Ia juga dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan aktif dalam organisasi kerja sama universitas Islam dunia.

Wafatnya KH Prof Dr Amal Fathullah Zarkasyi menjadi kehilangan besar bagi dunia pesantren dan pendidikan Islam di Indonesia. Warisan pemikiran dan pengabdiannya diharapkan terus hidup melalui lembaga-lembaga pendidikan yang telah ia bangun dan kembangkan.***

Tarif Listrik per kWh Januari 2026 untuk Rumah Tangga, Bisnis, dan Industri

0

Bogordaily.net – Tarif listrik per kWh Januari 2026 kembali menjadi perhatian pelaku industri dan rumah tangga di awal tahun. Pemerintah memastikan tidak ada perubahan tarif tenaga listrik PT PLN (Persero) untuk periode Januari 2026, baik bagi pelanggan non-subsidi maupun pelanggan bersubsidi.

Mengutip kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tarif listrik per kWh yang berlaku pada Januari 2026 tetap sama dengan tarif yang diberlakukan pada akhir 2025. Artinya, 13 golongan pelanggan non-subsidi PLN tidak mengalami kenaikan tarif di awal tahun ini.

Kementerian ESDM memang menetapkan penyesuaian tarif listrik dilakukan setiap tiga bulan atau per triwulan. Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 juncto Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2023 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero).

Dalam regulasi itu dijelaskan, penyesuaian tarif listrik dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah parameter ekonomi makro, seperti nilai tukar rupiah, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, serta Harga Batubara Acuan (HBA). Jika terjadi perubahan signifikan pada parameter tersebut, maka secara formula tarif listrik berpotensi disesuaikan.

Namun, untuk penetapan tarif listrik Triwulan I Tahun 2026, termasuk Januari ini, pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik tetap atau tidak mengalami perubahan. Keputusan tersebut diambil untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian dan stabilitas ekonomi di awal tahun.

“Berdasarkan perhitungan parameter tersebut, secara formula tarif tenaga listrik berpotensi mengalami perubahan. Namun untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik Triwulan I Tahun 2026 tetap atau tidak mengalami perubahan,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno dalam keterangan tertulis.

Selain pelanggan non-subsidi, pemerintah juga memastikan tarif listrik per kWh bagi 24 golongan pelanggan bersubsidi tidak berubah. Golongan ini mencakup pelanggan sosial, rumah tangga kurang mampu, industri kecil, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masih mendapatkan subsidi listrik dari negara.

Daftar Tarif Listrik PLN Januari 2026

Berikut daftar lengkap tarif listrik yang berlaku pada Januari 2026:

1. Tarif listrik golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp 1.352,00 per kWh
2. Tarif listrik golongan R-1/TR daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
3. Tarif listrik golongan R-1/TR daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
4. Tarif listrik golongan R-2/TR daya 3.500–5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
5. Tarif listrik golongan R-3/TR daya 6.600 VA ke atas: Rp 1.699,53 per kWh
6. Tarif listrik golongan B-2/TR daya 6.600 VA–200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
7. Tarif listrik golongan B-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
8. Tarif listrik golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
9. Tarif listrik golongan I-4/TT daya 30.000 kVA ke atas: Rp 996,74 per kWh
10. Tarif listrik golongan P-1/TR daya 6.600 VA–200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh
11. Tarif listrik golongan P-2/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh
12. Tarif listrik golongan P-3/TR untuk penerangan jalan umum: Rp 1.699,53 per kWh
13. Tarif listrik golongan L/TR, TM, TT: Rp 1.644,52 per kWh

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap stabilitas tarif listrik per kWh dapat membantu menjaga konsumsi rumah tangga dan aktivitas dunia usaha tetap tumbuh di tengah tantangan ekonomi global.***

Pencurian Kambing di Tanah Sareal Bogor, 12 Ekor Disembelih dan Hanya Tinggalkan Jeroan

0

Bogordaily.net – Aksi pencurian ternak kembali meresahkan warga Kota Bogor. Kali ini, peristiwa pencurian kambing terjadi di Kampung Rawatan RT 03 RW 03, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, pada Jumat subuh, 2 Januari 2026.

Peristiwa tersebut baru diketahui pada pagi hari, saat pemilik hendak memberi pakan ternaknya seperti biasa. Namun setibanya di kandang, korban mendapati kondisi yang tidak lazim. Sebanyak 12 ekor kambing miliknya telah menjadi sasaran pencurian dengan kondisi yang mengenaskan.

Kambing-kambing tersebut ditemukan tidak lagi utuh. Pelaku diduga telah menyembelih ternak di lokasi, mengambil bagian tubuh tertentu, dan meninggalkan sisa jeroan di area kandang. Temuan tersebut sontak mengejutkan pemilik dan warga sekitar, yang kemudian melaporkan kejadian itu kepada aparat setempat.

Warga menduga aksi pencurian dilakukan lebih dari satu orang dan terjadi pada dini hari saat lingkungan dalam kondisi sepi. Selain menimbulkan kerugian materi, peristiwa ini juga menambah kekhawatiran masyarakat, terutama para peternak kecil, terhadap keamanan ternak mereka.

Kasus pencurian ternak ini menambah daftar gangguan keamanan yang terjadi di wilayah perkotaan, sekaligus menjadi pengingat pentingnya sistem keamanan lingkungan dan patroli rutin guna mencegah aksi kriminal serupa terulang kembali.***