Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 182

Super Flu’ Terdeteksi di RI, Menkes Imbau Warga Sakit Gunakan Masker

0

Bogordaily.net — Kementerian Kesehatan RI mengonfirmasi keberadaan varian influenza Subclade K atau yang belakangan dikenal publik sebagai ‘super flu’ di Indonesia. Hingga Desember 2025, tercatat **62 kasus positif berdasarkan hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pola penularan influenza—termasuk subclade K—terjadi melalui udara. Karena itu, ia mengimbau masyarakat yang mengalami gejala flu untuk menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di ruang publik dengan mobilitas tinggi.

“Kalau kita merasa ada yang batuk, demam, ya amannya pakai masker,” kata Budi kepada wartawan di kawasan Tanjung Priok, Jumat (2/1/2026).

Meski demikian, pemerintah menegaskan masyarakat tidak perlu merespons temuan ini dengan kepanikan berlebihan. Menkes menyebut influenza bukan penyakit dengan tingkat fatalitas tinggi seperti COVID-19 atau tuberkulosis (TBC).

Menurutnya, daya tahan tubuh menjadi kunci utama dalam menghadapi virus influenza. Sistem imun yang baik, kata Budi, memungkinkan tubuh melawan infeksi secara alami.

“Kalau sistem imun kita bagus, tubuh bisa mengatasi sendiri. Itu sebabnya penting makan cukup, tidur cukup, dan olahraga cukup,” ujarnya.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa super flu merupakan influenza tipe A dengan subtipe H3N2, virus yang sudah lama dikenal di dunia medis. Subclade K hanyalah salah satu varian, mirip dengan dinamika mutasi yang terjadi pada virus COVID-19 saat pandemi.

Virus H3N2 diketahui cenderung meningkat di negara empat musim, khususnya saat musim dingin. Karena itu, banyak negara menjalankan program vaksinasi influenza tahunan untuk menekan penularan dan menurunkan risiko keparahan. Sementara di Indonesia, tren kenaikan kasus dinilai relatif tidak signifikan.

“Ini mirip dulu saat ada Omicron atau Delta. Virusnya sama, hanya variannya yang berbeda,” kata Budi.

Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan kasus influenza di dalam negeri, sembari mengimbau masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan utama.***

KUHP dan KUHAP Nasional Resmi Berlaku, Jadi Dasar Hukum Baru di Indonesia

0

Bogordaily.net – Indonesia resmi memasuki babak baru dalam sistem hukum pidana nasional dengan mulai berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Nasional pada 2 Januari 2026.

Dengan berlakunya regulasi tersebut, seluruh masyarakat Indonesia wajib tunduk dan patuh terhadap ketentuan pidana yang merupakan produk hukum anak bangsa.

Keberlakuan KUHP dan KUHAP Nasional ini sekaligus menandai ditinggalkannya KUHP lama yang selama ini banyak mengadopsi ketentuan hukum peninggalan era kolonial.

Meski memiliki peran penting dalam sejarah penegakan hukum di Indonesia, KUHP lama dinilai sudah tidak sepenuhnya relevan dengan perkembangan masyarakat saat ini.

Bagi Aparat Penegak Hukum (APH), pemberlakuan KUHP dan KUHAP baru menjadi momentum penting untuk memperbarui pemahaman terhadap sistem hukum pidana nasional yang lebih modern dan berorientasi pada keadilan substantif.

Managing Partner Sembilan Bintang Law Office, Dita Aditya, menilai keberlakuan KUHP dan KUHAP Nasional sebagai sebuah kemajuan signifikan dalam hukum pidana Indonesia.

“Dulu pidana kerap dipandang sebagai ajang balas dendam. Dalam konsepsi pidana saat ini, pendekatan yang dikedepankan adalah pemulihan korban. Ini merupakan hal yang sangat penting dan sebuah kemajuan,” ujarnya pada Jum’at 2 Januari 2026.

Dita Aditya menjelaskan, terdapat sejumlah pengaturan baru dalam KUHP Nasional, di antaranya terkait kohabitasi, pengakuan terhadap hukum adat, serta pengaturan mengenai hukum yang bersifat khusus.

Menanggapi pengaturan hukum khusus dalam KUHP Nasional, ia menegaskan bahwa ketentuan tersebut tidak serta-merta menghapus undang-undang yang bersifat khusus.

“Jangan sampai terjadi salah persepsi. Asas lex specialis tetap berlaku, namun kita juga menganut asas lex posterior, sehingga ada penyesuaian terhadap beberapa pasal yang sebelumnya diatur dalam KUHP lama,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dita Aditya mengimbau masyarakat untuk mulai aktif mengakses informasi serta berinisiatif mencari pemahaman mengenai KUHP dan KUHAP Nasional. Hal tersebut penting agar masyarakat tidak terjerat persoalan hukum akibat ketidaktahuan.

“Karena tidak tahu hukum, tidak akan menggugurkan pertanggungjawaban pidana,” pungkasnya.

(Ibnu Galansa)

Koperasi Akan Terlibat untuk Pemulihan Ekonomi Sosial Daerah Bencana

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (kemenkop) memastikan bahwa Koperasi-Koperasi di seluruh Indonesia melalui Gerakan Koperasi Peduli Bencana Sumatra akan terus berperan aktif dalam pemulihan ekonomi dan sosial pasca bencana di wilayah Sumatra.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Intervensi Transisi Pemulihan Pasca Bencana Sumatra yang digelar di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta, Jumat (02/01).

Rakor dipimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) PMK Pratikno dan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.

Turut hadir dalam rakor tersebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri UMKM Maman Abdurahman, serta sejumlah Menteri dan Wakil Menteri terkait lainnya

Menkop Ferry menyebutkan bahwa terdapat sejumlah koperasi yang terdampak bencana di tiga provinsi utama: Aceh, Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar). Khusus di Sumatra Utara (Sumut), bencana banjir dan tanah longsor tersebut menyebabkan kerugian bagi koperasi-koperasi senilai Rp37,72 miliar.

“Kemudian ada 9 koperasi yang menjadi mitra LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) yang terdampak bencana dengan total kerugian Rp20,66 miliar, terdiri dari 5 koperasi di Aceh dan 4 koperasi di Sumut,” ungkap Menkop Ferry dalam Rakor tersebut.

Dengan kondisi tersebut, Kemenkop melalui LPDB telah memutuskan untuk menetapkan kebijakan restrukturisasi pembiayaan terhadap koperasi-koperasi yang terdampak bencana.

Kemenkop dan LPDB akan terus melakukan pemantauan secara menyeluruh agar beban koperasi yang terdampak bencana dapat diringankan.

“LPDB telah melakukan upaya restrukturisasi pembiayaan melalui grace periode dan perpanjangan tenor hingga 60 bulan. Ke depan akan dilakukan monitoring guna menjaga keberlanjutan kegiatan usahanya,” tambahnya.

Selain itu, Kemenkop juga telah menyalurkan bantuan sosial kemanusiaan melalui Gerakan Koperasi Peduli Bencana Sumatra beberapa waktu lalu.

Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan dasar seperti pembalut wanita, hygiene kit, toilet portabel, penyulingan air, mainan anak, paket makanan bayi, mushaf Al-Qur’an, hingga kain kafan. Untuk donasi yang terkumpul dari Gerakan Koperasi tersebut mencapai Rp1,86 miliar.

“Kami akan terus menambah anggaran (Bantuan) untuk kegiatan Gerakan Koperasi Peduli ini,” kata Menkop Ferry.

Sebagai tindak lanjut program pemulihan, Kemenkop dan Gerakan Koperasi akan membantu pendirian posko-posko sebagai pusat distribusi bantuan kepada para korban bencana.

Posko ini akan didirikan di Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah dan Agam. Posko tersebut juga akan berperan sebagai tempat untuk melakukan konsolidasi bagi berbagai pihak yang siap membantu mengaktifkan kembali kegiatan usaha dari koperasi-koperasi eksisting.

“Posko ini akan membantu memulai kegiatan produksi ataupun usaha dari koperasi yang terdampak termasuk memberikan layanan suplai kebutuhan barang-barang bagi Hunian Tetap Sementara,” jelas Menkop Ferry.

Sebagai upaya memaksimalkan rekonsiliasi berjalan efektif, Menkop Ferry menekankan pentingnya pendataan pasca bencana. Ia menyoroti pentingnya basis data presisi agar seluruh dukungan dan upaya pemulihan dapat lebih cepat dan tepat sasaran.

“Setelah masa darurat, kami memandang perlu untuk pendataan menjadi concern. Kalau tidak diselesaikan, akan bolak-balik mengulang kegiatan pendataan rekonsiliasi data,” imbuhnya.

Selanjutnya, sebagai bagian dari strategi pemulihan, Kemenkop akan memprioritaskan pembangunan gerai, gudang dan sara pendukung lainnya bagi Kopdes/Kel Merah Putih yang terdampak.

Selain itu, koperasi akan diberikan pendampingan pemulihan usaha dan penguatan kelembagaan agar kembali beroperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Kemudian kami bersama dengan Kementerian lainnya akan mengumpulkan semua koperasi-koperasi di Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Aceh untuk bisa memulai kegiatan usahanya termasuk bagi masyarakat yang terdampak,” ucap Menkop Ferry.***

Biskita Trans Pakuan Sempat Berhenti, Dishub Targetkan Aktif Lagi 1–2 Hari

0

Bogordaily.net – Biskita Trans Pakuan Kota Bogor untuk sementara tidak beroperasi. Informasi tersebut telah disampaikan sejak beberapa hari lalu melalui Aplikasi Trans Pakuan.

Untuk diketahui, Trans Pakuan Kota Bogor tidak beroperasi sementara karena proses teknis operasional, mulai 1 Januari 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto mengatakan bahwa pengadaan Biskita dilakukan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor Bogor melalui pengadaan Buy The Service (BTS).

Pengadaan tersebut dilakukan selama satu tahun anggaran dan akan berakhir pada setiap 31 Desember dan kembali dilanjutkan tahun berikutnya dengan pengadaan dan penandatanganan kontrak baru.

“Karena penganggarannya untuk satu tahun anggaran, tidak multi-year, jadi setiap tahun tanggal 31 Desember berakhir. Dan tahun ini sedang dalam proses kontrak baru,” ujarnya, Jumat 2 Januari 2026.

Meski demikian, lanjut Sujatmiko, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mengupayakan agar layanan Biskita tetap berjalan.

“Nah untuk itu insyaallah dalam kurun waktu satu sampai dua hari ke depan Biskita sudah bisa melayani dengan tarif yang sama sebesar Rp 4.000 melalui TOP, atau taping di layanan BISKITA yang ada saat ini untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf dan berharap masyarakat bisa bersabar hingga ke depan akan dibuat kontrak secara permanen.

(Ibnu Galansa)

Dukung Target Adipura 2026, PWI Kota Bogor Terjun Langsung dalam Jumat Bebersih Bersama Pemkot Bogor dan BJB

0

Bogordaily.net – Mengawali tahun 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor bersinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan didukung Bank BJB Cabang Kota Bogor serta Pramuka Kota Bogor, melakukan aksi sosial PWI Bebersih dengan tema Beberes Kota Bogor di Awal Tahun.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu digelar di kawasan Alun-alun Kota Bogor, Jumat 2 Januari 2026.

Aksi PWI Bebersih menjadi bentuk nyata kepedulian wartawan di Kota Bogor terhadap kebersihan lingkungan, sekaligus memperkuat kolaborasi dan sinergi lintas sektor maupun mitra strategis serta para relawan kebersihan dan masyarakat di awal tahun 2026.

Ketua PWI Kota Bogor Aldho Herman Indrabudi menuturkan, kegiatan Bebersih Kota Bogor di awal tahun inibentuk dukungan terhadap program Jumat Bersih yang rutin dilakukan oleh Pemkot Bogor.

Setiap hari jumat, PWI Kota Bogor rutin menggelar Jumat Sehat, sekarang ditambah dengan program jumat bersih. Kegiatan inipun sebagai bentuk dukungan penuh bagi Kota Bogor untuk kembali meraih piala Adipura di tahun 2026 ini.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi dan sinergi antara PWI Kota Bogor dengan Pemkot dan didukung penuh oleh Bank BJB. Kegiatan jumat bersih ini akan menjadi agenda rutin, kami mengajak para wartawan di setiap hari jumat, selain jumat sehat berolahraga bersama, juga dilanjutkan dengan bebersih. Semoga dengan kegiatan ini memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan rutin melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungannya masing-masing,” kata Aldho.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, memimpin langsung kegiatan mengatakan Jumat Bersih merupakan program rutin dan ikhtiar Pemkot Bogor untuk terus mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.

“Ini adalah bentuk ikhtiar kami sebagai Pemkot yang terus mengajak warga dan para stakeholder untuk berkolaborasi, mulai dari masyarakat umum, siswa-siswi, pramuka, para relawan kebersihan hingga seluruh unsur lainnya, termasuk para wartawan, pramuka, OPD dan stakeholder lainnya dalam kegiatan Jumat Bersih ini,” ujar Jenal usai kegiatan.

Ia berharap gerakan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, namun menjadi kebiasaan positif yang terus dijaga dan rutin dilakukan. Jenal juga mengapresiasi PWI Kota Bogor yang terlibat dan selalu aktif dalam berbagai kegiatan kolaborasi dan sinergi.

“Harapannya satu, syiar ini dicontoh dan dijaga sehingga menjadi kebiasaan baik dalam menjaga pola hidup bersih dan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan. Teman-teman wartawan PWI Kota Bogor menyaksikan sendiri, bagaimana upaya kami menjaga kebersihan ini,” jelasnya.

Jenal mengungkapkan, kondisi Alun-alun Kota Bogor pasca libur panjang cukup memprihatinkan, terutama di area taman dan saluran air. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penegakan standar operasional prosedur (SOP) oleh petugas kebersihan.

“Saya berharap seluruh petugas menjalankan SOP dengan baik dan tegas, sehingga perilaku buang sampah sembarangan bisa diminimalisir. Hari ini kami berkolaborasi bersama PWI dan Bank BJB, tidak hanya membersihkan Bogor dari sampah, tetapi juga berupaya menata lalu lintas dan mengurangi kemacetan,” tandasnya.

Selain persoalan kebersihan, Pemkot Bogor juga menyiapkan langkah penataan kawasan Alun-alun, termasuk rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL). Jenal menyebutkan, kawasan Jalan Nyi Raja Permas akan dijadikan lokasi relokasi PKL Alun-alun Dewi Sartika pada tahun 2026.

“Insya Allah tahun ini sudah kita anggarkan. Nantinya akan dibangun hanggar yang di dalamnya terdapat wisata kuliner Dewi Sartika, Nyi Raja Permas, dan sekitar Alun-alun. Setelah itu harus jelas, tidak ada lagi tawar-menawar,” tegasnya.

Relokasi tersebut diharapkan mampu memusatkan aktivitas masyarakat dan UMKM di satu kawasan, sekaligus menjaga kebersihan trotoar dan ruang publik.

“Kita relokasi ke dalam agar okupansi manusia terpusat, UMKM hidup di sana, PKL hidup di sana, dan tidak ada lagi yang mengotori jalan maupun trotoar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto, menyampaikan bahwa volume sampah di kawasan Alun-alun meningkat signifikan pasca perayaan malam tahun baru.

“Dalam dua hari terakhir Alun-alun luar biasa sampahnya. Hari ini kita mengangkut dua truk dari DLH, satu truk dari PUPR, dan satu truk dari Perumkim. Total sampah yang terangkut sekitar 3,8 ton, dari pasca malam tahun baru hingga hari ini,” jelasnya.

Terkait target mempertahankan penghargaan Adipura, Deni menegaskan bahwa Pemkot Bogor terus menjaga konsistensi kebersihan di seluruh wilayah kota.

“Kita terus lakukan bersih-bersih bersama OPD dan stakeholder. Tidak hanya Alun-alun, tapi seluruh titik seperti terminal, pasar, pedestrian, dan saluran air dilakukan secara merata. Kami juga mengajak seluruh wartawan, PWI Kota Bogor, untuk terlibat menjaga kebersihan,” jelasnya.

Sementara, Kepala Cabang Bank BJB Bogor Kota, Heru Baharudin mendukung penuh kegiatan kolaborasi dan sinergi, seperti Bebersih Alun-Alun Kota Bogor. Pihaknya juga siap memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan sosial yang dilaksanakan di Kota Bogor.

“Kami mendukung kegiatan ini, bentuk kolaborasi dan sinergi berbagai pihak, baik Pemkot Bogor dan PWI Kota Bogor. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan Kota Bogor kembali meraih piala Adipura,” ucap Heru.

Pada kegiatan Jumat Bersih kali ini, diperkirakan sekitar 500 personel terlibat, terdiri dari DLH, PUPR, Perumkim, PWI Kota Bogor, serta unsur lainnya yang menyisir kawasan Alun-alun, Jalan Dewi Sartika, Stasiun Kereta Api, dan sekitarnya.

Percepat Pemulihan Pasca Bencana, BRI Dukung Pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebagai bagian dari Danantara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra. Kali ini, BRI dibawah koordinasi Danantara Indonesia dan dalam payung BUMN Peduli turut mendukung pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) yakni hunian layak sementara untuk memastikan keberlanjutan kehidupan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Dukungan BRI beserta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) lainnya pada pembangunan Huntara ini adalah dari sisi pembiayaan dan pemenuhan kebutuhan logistik.

Pembangunan Huntara dimulai pada 24 Desember 2025 dan menunjukkan percepatan signifikan. Sebanyak 600 unit akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah pada 8 Januari 2026 untuk selanjutnya diberikan kepada warga terdampak. Pembangunan akan dilanjutkan dengan target 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan guna memastikan ketersediaan hunian layak sementara bagi keluarga yang terdampak secara langsung. Seluruh Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, mencakup struktur yang aman, akses air bersih, fasilitas sanitasi, pasokan listrik, serta dukungan layanan kesehatan. Kawasan hunian juga dilengkapi fasilitas umum seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya untuk menunjang aktivitas sosial masyarakat.

Pada kunjungannya ke Aceh Tamiang (1/1/2026), Presiden RI Prabowo menegaskan bahwa tujuan negara adalah secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan masyarakat. “Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian, semua pihak telah bekerja dengan gemilang, dengan cepat,” tambah Presiden Prabowo.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan bahwa pencapaian pembangunan Huntara hingga awal tahun ini tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi lintas pihak, khususnya peran aktif BUMN dalam mendukung eksekusi di lapangan.

“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rosan menekankan bahwa Huntara bukan sekadar solusi jangka pendek, melainkan bagian dari tahapan pemulihan yang lebih besar. “Huntara ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kualitas dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama,” tambahnya.

Pembangunan tahap pertama Huntara merupakan hasil kolaborasi BUMN yang bergerak cepat di bawah koordinasi Danantara Indonesia dan program payung BUMN Peduli. PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyediakan lahan untuk pembangunan, sementara tujuh BUMN Karya terlibat dalam konstruksi ratusan unit Huntara dengan sistem percepatan dan modular—dipimpin oleh PT Hutama Karya (Persero) sebagai koordinator lapangan, bersama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT PP (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya (Persero).

Dukungan infrastruktur dasar turut diperkuat oleh PT PLN (Persero) yang memastikan ketersediaan listrik, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang menghadirkan konektivitas komunikasi di kawasan Huntara. Di sisi pembiayaan dan pemenuhan kebutuhan logistik, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) — melalui Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI turut mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemulihan dan memastikan proses pembangunan berjalan berkelanjutan.

Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, menyoroti disiplin eksekusi dan intensitas kerja BUMN dalam mengejar target waktu yang ketat. “Pembangunan Rumah Hunian Danantara dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas. BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, melakukan percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan agar target dapat tercapai sebelum awal tahun,” jelasnya.
Menurut Dony, koordinasi erat antara Danantara Indonesia dan BUMN pelaksana, pemerintah daerah, dan kementerian menjadi faktor utama dalam menjaga progres pembangunan tetap sesuai rencana. “Ini adalah contoh konkret bagaimana BUMN menjalankan peran strategisnya sebagai perpanjangan tangan negara, bukan hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada kepentingan sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa kontribusi BRI pada pembangunan Huntara ini merupakan bagian dari komitmen nyata BRI dalam mendukung pemulihan pascabencana. “Sebagai bagian dari Danantara, BRI turut memberikan dukungan nyata dalam program ini guna mempercepat pemulihan dan rehabilitasi masyarakat di wilayah terdampak bencana”, jelasnya.

Kawasan Huntara sendiri dilengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung, antara lain toilet, fasilitas sanitasi, serta fasilitas ibadah seperti mushola dan fasilitas pendukung lainnya guna menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat.

“Huntara memiliki fungsi penting sebagai tempat tinggal transisi yang aman, layak, dan manusiawi bagi masyarakat terdampak bencana. Melalui kontribusinya dalam pembangunan Huntara ini, BRI berharap dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal sambil menunggu proses pembangunan hunian permanen,” ujar Dhanny.

Sebelumnya, BRI Group telah melaksanakan 40 aksi tanggap darurat di berbagai wilayah Sumatera dengan dukungan 10 unit posko bencana. Bantuan yang disalurkan meliputi 6.500 paket makanan siap santap, 85.000 paket sembako, 950 paket survival kit, serta dukungan logistik berupa 600 unit hunian sementara (huntara), 10 tenda dan 1.680 unit kasur serta selimut.

Untuk mendukung aspek kesehatan dan sanitasi, BRI Group juga mendistribusikan 33 truk air bersih, 4.850 paket obat-obatan, dan 7.000 unit peralatan kebersihan, serta mengerahkan 5 unit perahu karet untuk menjangkau wilayah terdampak banjir. Secara keseluruhan, program ini telah menjangkau 100.250 jiwa penerima manfaat.

Di samping itu, sejumlah posko bencana yang didirikan BRI juga dilengkapi dengan layanan kesehatan dasar, dapur umum, distribusi logistik, serta program Trauma Healing Anak yang dilaksanakan secara rutin bekerja sama dengan mitra komunitas. Kehadiran posko ini diharapkan dapat menjadi pusat pemulihan terpadu bagi masyarakat, khususnya anak-anak, pada masa-masa krusial pascabencana.***

Wisata Air Masih Jadi Favorit, The Jungle Waterpark Bogor Panen Pengunjung saat Nataru

0

Bogordaily.net – Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 masih dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Salah satu destinasi wisata air di Kota Bogor, The Jungle Waterpark, mencatat lonjakan signifikan jumlah pengunjung sepanjang masa liburan akhir tahun.

Pengelola The Jungle Waterpark mencatat puncak kunjungan terjadi pada awal tahun 2026, dengan jumlah pengunjung menembus sekitar 5.000 orang dalam satu hari. Angka tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas wisata yang cukup solid di tengah kondisi musim hujan.

Jika dibandingkan dengan periode libur Nataru tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisatawan tahun ini mengalami kenaikan sekitar 10%. Lonjakan ini dinilai sejalan dengan tingginya minat masyarakat terhadap wisata keluarga yang mudah dijangkau dan memiliki fasilitas lengkap.

Berdasarkan pantauan bogordaily.net di lokasi, kepadatan pengunjung terlihat di sejumlah wahana favorit. Antrean panjang pun tak terhindarkan, terutama pada jam-jam puncak kunjungan.

Untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang kerap diguyur hujan, manajemen menghadirkan wahana kolam air hangat dengan suhu mencapai 38 derajat Celsius, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Selain itu, aspek keselamatan juga diperketat.

Petugas life guard disiagakan secara mobile di seluruh area wahana, sementara pemantauan cuaca dilakukan secara berkala guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung selama periode libur akhir tahun.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengelola dalam menjaga kualitas layanan sekaligus mempertahankan kepercayaan wisatawan di tengah tingginya arus kunjungan Nataru.***

Srikandi PLN UP3 Bogor Berbagi Kebahagiaan untuk Guru Pahlawan Bangsa dan Pelita Peradaban

0

Bogordaily.net – Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial dan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendidik, Srikandi PLN UP3 Bogor melaksanakan kegiatan berbagi kebahagiaan kepada para guru di lingkungan sekitar PLN UP3 Bogor.

Kegiatan ini menjadi wujud apresiasi PLN terhadap jasa guru yang telah berperan besar dalam membentuk karakter, pengetahuan, serta peradaban manusia.

Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga penerang jalan, pelita harapan bangsa, serta pilar utama dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas dan berakhlak mulia.

Melalui kegiatan ini, Srikandi PLN ingin menegaskan kembali bahwa keberhasilan masa depan bangsa tidak lepas dari pengorbanan dan dedikasi para guru.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada para guru.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para guru—pahlawan tanpa tanda jasa—yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan hatinya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui kegiatan berbagi kebahagiaan ini, kami berharap dapat menghadirkan semangat dan dukungan bagi para guru yang terus berjuang di dunia pendidikan,” ujar Gumelar.

Dalam kegiatan ini, Srikandi PLN memberikan paket bantuan sebagai bentuk kepedulian, sekaligus mempererat silaturahmi antara PLN dan masyarakat sekitar, khususnya para tenaga pendidik.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyambut baik kegiatan yang digagas oleh Srikandi PLN UP3 Bogor ini.

“Guru memiliki peran yang sangat mulia dalam membentuk peradaban dan masa depan bangsa. PLN sangat mengapresiasi dedikasi para guru, dan melalui kegiatan sosial seperti ini kami ingin menunjukkan bahwa PLN hadir tidak hanya sebagai penyedia energi listrik, tetapi juga sebagai mitra yang peduli terhadap dunia pendidikan dan masyarakat,” ungkap Sugeng.

Melalui kegiatan ini, Srikandi PLN UP3 Bogor berharap semangat kepedulian dan penghargaan terhadap para guru dapat terus tumbuh, serta menjadi pemantik bagi lebih banyak pihak untuk menebarkan kebaikan dan mendukung dunia pendidikan di Indonesia.***

Manajemen PLN UP3 Bogor Pastikan Petugas Siaga 24 Jam di Gereja Wilayah Kota Bogor Selama Perayaan Natal

0

Bogordaily.net – Dalam rangka menjaga keandalan pasokan listrik selama perayaan Natal, Manajemen PLN UP3 Bogor memastikan seluruh petugas siaga di gereja-gereja wilayah Kota Bogor berada dalam kondisi sehat, siap, dan siaga 24 jam. Upaya ini dilakukan untuk memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah Natal dengan aman, nyaman, dan khidmat.

Dipimpin langsung oleh Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, jajaran manajemen melakukan kunjungan ke sejumlah gereja untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan di lapangan. Pada kesempatan tersebut, manajemen juga memberikan buah tangan dan dukungan moril kepada petugas siaga sebagai bentuk perhatian agar petugas selalu prima dalam menjalankan tugas pengamanan pasokan listrik.

“Petugas siaga adalah garda terdepan dalam menjaga keandalan listrik selama perayaan Natal. Kami pastikan kondisi mereka sehat, siap, dan didukung penuh. Dengan adanya petugas yang bersiaga 24 jam, kami berharap seluruh kegiatan ibadah Natal di Kota Bogor dapat berjalan tanpa kendala kelistrikan,” ujar Gumelar.

Selain memastikan kondisi petugas, manajemen juga melakukan pengecekan langsung terhadap titik-titik kritikal penyulang, peralatan pendukung, armada mobile service, serta kesiapan sistem backup untuk mengantisipasi potensi gangguan yang tidak diinginkan.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif yang dilakukan manajemen PLN UP3 Bogor.

“Inisiasi manajemen yang turun langsung memastikan kesiapsiagaan petugas merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam menjaga keandalan listrik pada momen penting keagamaan. Kami berharap seluruh petugas selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Sugeng.

PLN UP3 Bogor juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya listrik serta menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile apabila menemukan indikasi gangguan di lingkungan sekitar.

Dengan kesiapsiagaan petugas di lapangan, PLN UP3 Bogor menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan listrik yang andal, aman, dan berkualitas demi mendukung kelancaran perayaan Natal di Kota Bogor.***

PLN UP3 Bogor Sapa Pengguna Kendaraan Listrik di SPKLU, Pastikan Keandalan Listrik Saat Nataru

0

Bogordaily.net — Menyambut momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jajaran manajemen PLN UP3 Bogor melakukan kunjungan langsung ke Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk menyapa para pengguna kendaraan listrik (EV) yang tengah melakukan pengisian daya.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam memastikan keandalan pasokan listrik dan kesiapsiagaan petugas selama masa siaga Nataru.

Manajemen melakukan pengecekan kesiapan peralatan, ketersediaan pasokan listrik, serta fasilitas pelayanan pelanggan di SPKLU. Petugas juga disiagakan selama 24 jam untuk memastikan seluruh kebutuhan pengisian daya pelanggan dapat terpenuhi dengan aman, nyaman, dan tanpa gangguan.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar menyampaikan bahwa pelayanan maksimal kepada pelanggan, termasuk pengguna EV, menjadi prioritas PLN pada periode libur panjang ini.

“Periode Natal dan Tahun Baru merupakan masa puncak mobilitas masyarakat. Karena itu, kami memastikan SPKLU dalam kondisi andal, aman, dan siap digunakan kapan saja. Petugas kami siaga untuk memberikan bantuan bila diperlukan sehingga pelanggan dapat berkendara dengan tenang,” ujar Gumelar.

Hal senada juga disampaikan General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo yang menegaskan bahwa penguatan infrastruktur kendaraan listrik juga menjadi bagian dari dukungan PLN terhadap ekosistem green mobility di Indonesia.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan SPKLU yang andal, terutama di jalur-jalur strategis. Momentum Natal dan Tahun Baru ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa infrastruktur EV di Jawa Barat sudah siap mendukung masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik dalam perjalanan jarak jauh,” jelas Sugeng.

Salah satu pengguna mobil listrik, Hermawan yang ditemui di SPKLU PLN mengaku merasa sangat terbantu dengan keberadaan SPKLU yang andal dan mudah dijangkau.

“Saya sering bepergian keluar kota, termasuk saat libur Nataru. Dengan adanya SPKLU yang standby seperti ini, perjalanan jadi lebih tenang. Pengisiannya mudah, petugasnya juga ramah dan siap membantu,” ungkapnya.

PLN berharap keberadaan SPKLU yang tersebar di berbagai titik strategis dapat memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna kendaraan listrik, sekaligus mendorong percepatan transisi energi bersih.

Melalui kesiapsiagaan Nataru, PLN terus memastikan pasokan listrik aman, andal, dan pelayanan tetap prima bagi seluruh pelanggan.