Home Blog Page 185

Link Download Astute FF Beta Apk 2026 Viral di Komunitas FF, Simak Cara Instal dan Bahayanya

24

Bogordaily.net – Link download Astute FF Beta Apk 2026 kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan komunitas gamer, khususnya pemain Garena Free Fire, seiring munculnya versi terbaru Astute FF Beta New Apk 2026 yang diklaim membawa pengalaman berbeda lewat “Server 2.0”.

Versi modifikasi ini disebut menghadirkan paket instalasi lengkap berupa APK dan OBB terintegrasi, yang menjanjikan performa lebih stabil serta peningkatan kualitas grafis. Tidak hanya itu, aplikasi ini juga diklaim mampu memberikan akses tanpa verifikasi ID (UID), sesuatu yang selama ini menjadi syarat utama pada Advance Server resmi.

Fenomena pencarian link download Astute FF Beta Apk 2026 pun meningkat, terutama dengan munculnya istilah seperti “FF Kipas” dan “Unlock Beta Server Account Astutech” yang viral di berbagai platform komunitas game.

Salah satu daya tarik utama dari versi ini adalah klaim bahwa pemain bisa masuk ke server beta tanpa kode undangan. Bahkan, pengguna disebut langsung mendapatkan akun dengan level tinggi, status Game Master (GM), hingga fasilitas premium seperti diamond tanpa batas, skin eksklusif, dan item langka.

Lebih jauh lagi, beredar klaim bahwa item dari server ini bisa dikirim ke akun utama. Jika benar, hal tersebut tentu menjadi celah besar dalam ekosistem permainan yang selama ini dijaga ketat oleh pengembang resmi.

Namun di balik iming-iming tersebut, tidak sedikit pengguna yang melaporkan kendala teknis saat mencoba menginstal aplikasi ini. Beberapa masalah yang sering muncul antara lain:

* Aplikasi berhenti di logo (mentok logo)
* Layar hitam saat dijalankan
* Error login dengan permintaan verifikasi ID

Kondisi ini menunjukkan bahwa proses instalasi tidak sederhana dan memerlukan langkah khusus, termasuk metode instalasi bertahap hingga penggunaan aplikasi tambahan berbasis ruang virtual.

Meski terlihat menggiurkan, pakar keamanan digital mengingatkan bahwa aplikasi seperti ini memiliki risiko tinggi. Tren pencarian link download Astute FF Beta Apk 2026 justru berpotensi membuka celah ancaman keamanan bagi pengguna.

Berikut dua risiko utama yang perlu diperhatikan:

1. Ancaman Malware dan Pencurian Data
File APK dari sumber tidak resmi sangat rentan disusupi malware atau spyware. Pengguna yang menginstal aplikasi tersebut berisiko kehilangan data pribadi, termasuk akses ke akun media sosial hingga informasi sensitif lainnya.

2. Risiko Banned Permanen
Penggunaan aplikasi modifikasi merupakan pelanggaran terhadap kebijakan pengembang. Sistem anti-cheat dapat dengan mudah mendeteksi aktivitas tidak wajar seperti penggunaan diamond ilegal atau fitur manipulatif lainnya. Akibatnya, akun pemain berpotensi diblokir permanen tanpa kesempatan pemulihan.

Meski menawarkan fitur instan dan akses eksklusif, penggunaan aplikasi seperti Astute FF Beta Apk 2026 tetap menjadi pilihan berisiko tinggi. Euforia terhadap link download Astute FF Beta Apk 2026 sebaiknya diimbangi dengan kesadaran akan keamanan data dan keberlangsungan akun game.

Bagi pemain, jalur resmi tetap menjadi opsi paling aman untuk menikmati permainan secara adil dan berkelanjutan.***

Gak Perlu Mahal! 85K Udah Bisa Renang + Kulineran di Savero

0

Bogordaily.net – Nikmati pengalaman santai yang lengkap melalui promo “Sedaf: Swim, Eat, Drink and Fun” di Grand Savero Bogor. Dengan harga hanya 85 ribu per orang, Anda sudah bisa menikmati berbagai fasilitas dalam satu paket yang cocok untuk melepas penat bersama teman, pasangan, maupun keluarga.

Dalam paket ini, pengunjung akan mendapatkan akses kolam renang mulai pukul 08.00 hingga 21.00, satu handuk pool, fasilitas WiFi gratis, serta pilihan makanan dan minuman sesuai selera. Menu makanan yang tersedia antara lain Mie Goreng Savero, pasta, nachos, dan bread roll, yang dapat dipadukan dengan pilihan minuman seperti ice tea, ice lemon tea, blackcurrant, atau lemonade.

Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan adalah kolam renang indoor yang memberikan kenyamanan ekstra bagi para pengunjung. Dengan konsep indoor, Anda tidak perlu khawatir terhadap terik matahari maupun hujan, sehingga aktivitas berenang dapat dilakukan kapan saja dengan lebih nyaman. Selain itu, area kolam renang juga memiliki pemandangan yang langsung menghadap ke area luar yang hijau dan asri, menciptakan suasana yang menenangkan dan menyegarkan.

Dengan harga yang terjangkau serta fasilitas yang lengkap, promo Sedaf menjadi pilihan ideal bagi Anda yang ingin menikmati waktu santai tanpa perlu pergi jauh. Program ini berlaku khusus pada hari kerja, sehingga sangat cocok dimanfaatkan untuk mengisi waktu luang di tengah rutinitas. Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi melalui WhatsApp di 082210694443 atau melalui hotline resmi di 0251 8358888.***

Perempuan Berdaya Lewat Program BRInita, Intip Kisah Inspiratif KWT Buaran Citra Lestari Manfaatkan Lahan Sempit untuk Tanaman Produktif

0

Bogordaily.net – Di tengah padatnya kawasan perkotaan, memanfaatkan lahan terbengkalai menjadi ruang hijau produktif kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan solusi nyata. Urban farming kini menjadi salah satu solusi untuk menghidupkan kembali lahan yang tidak terpakai sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat kota.

Semangat itu pula yang dijalankan oleh kelompok tani Buaran Citra Lestari, yang beranggotakan warga RT 09/RW 13 Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Lahan tidur milik Pemerintah Daerah seluas sekitar 1.500 meter persegi yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, kini disulap menjadi area pertanian urban berbasis hidroponik. Tak hanya menghadirkan ruang hijau di tengah kota, kawasan ini juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Ketua Kelompok Tani Buaran Citra Lestari, Lydwina atau yang akrab disapa Ina, menceritakan bahwa keberadaan urban farming ini bermula dari inisiatif lingkungan sekitar yang ingin memanfaatkan lahan kosong agar lebih produktif.

“Pada saat itu urban farming di kota sedang ramai. Akhirnya, di tahun 2021 mulai dibangun secara bertahap fasilitas yang terkait. Pertama kita bikin kolam ikan dulu, ada yang bioflok, ada yang konvensional. Lalu ada ruang hidroponiknya juga, hingga akhirnya diresmikan pada Desember 2022,” ungkapnya.

Karena luasnya area yang dikelola, warga kemudian membentuk beberapa kelompok tani. Salah satunya adalah kelompok Buaran Citra Lestari yang kini aktif mengelola berbagai aktivitas pertanian di lahan tersebut.

Seiring waktu, urban farming Buaran Citra Lestari terus berkembang. Beragam komoditas kini dibudidayakan, mulai dari sayuran seperti bayam, pakcoy, kangkung, tomat, seledri, kacang panjang, hingga cabai rawit. Selain itu, kelompok ini juga membudidayakan ikan lele dan nila dengan sistem bioflok.

Tak berhenti pada hasil panen segar, kelompok ini juga mengembangkan produk turunan dari hasil pertanian mereka. Salah satu yang cukup dikenal adalah teh bunga telang yang diolah langsung oleh para anggota kelompok.

Seluruh hasil panen maupun produk olahan dipasarkan kepada warga sekitar. Keuntungan yang diperoleh kemudian digunakan kembali untuk mendukung operasional dan pengembangan urban farming tersebut.

Perkembangan urban farming Buaran Citra Lestari semakin terasa sejak mendapat dukungan dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan BRI Peduli dalam program BRInita (BRI Bertani di Kota).

“Tahun 2025 lalu kita mendapatkan dukungan juga dari program BRInita. Jadi kita dapat bantuan greenhouse dan ruang untuk pengelolaan maggot. Selain itu, kami juga mendapatkan pelatihan-pelatihan seperti pelatihan hidroponik, pelatihan pengolahan ikan lele, pelatihan pengolahan makanan dan minuman juga,” imbuhnya.

Memasuki 2026, dukungan tersebut terus berlanjut melalui berbagai pelatihan dan penguatan kapasitas kelompok. Di antaranya pelatihan budidaya anggur, pelatihan olahan pascapanen seperti nugget bayam, pelatihan pembuatan kerajinan ecoprint dari daun, hingga pelatihan packaging dan pemasaran produk.

Selain peningkatan keterampilan, program BRInita juga memberikan dukungan sarana dan prasarana. Mulai dari renovasi ruang anggur, pembaruan pintu masuk dan plang kawasan, pemberian benih ikan nila, set benih serta media tanam, hingga kemasan produk untuk hasil pelatihan.

Bagi Ina dan para anggota kelompok, salah satu manfaat terbesar dari program ini adalah keberadaan greenhouse yang membantu meningkatkan kualitas hasil panen. Lebih dari sekadar kegiatan bertani, urban farming ini juga menjadi ruang aktivitas sosial bagi para anggotanya, yang sebagian besar merupakan pensiunan.

“Kalau sisi positif yang benar-benar dirasakan, kebanyakan anggota kita kan pensiunan, jadi bisa menyalurkan hobi. Kita bisa lebih produktif mengisi waktu kosong, hasilnya juga benar-benar bermanfaat. Kita juga lebih sehat karena pagi-pagi sudah melihat yang hijau-hijau dan berkegiatan di lahan,” ungkapnya.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa BRI melalui aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli mengambil bagian dalam mendukung peran perempuan melalui berbagai program pemberdayaan yang secara nyata mampu mendorong kesejahteraan perempuan Indonesia melalui Program BRInita (BRI Bertani di Kota).

Dalam program ini, BRI Peduli menyalurkan bantuan berupa pembangunan infrastruktur fisik seperti rumah tanaman atau greenhouse yang dapat diaplikasikan dalam tiga model urban farming seperti metode vertikultur, metode hidroponik, dan metode wall gardening.

Tidak hanya itu, BRI Peduli juga melakukan pembinaan bagi anggota kelompok berupa pelatihan pengelolaan urban farming dengan menggandeng tenaga ahli/instansi terkait serta melakukan monitoring kegiatan dan pengembangan hasil sehingga mampu menambah nilai ekonomi.

“Program ini diharapkan dapat mendorong kaum perempuan untuk mengambil peran lebih besar tidak hanya di lingkungan keluarga, tetapi juga berkarya di lingkungan sosial dan masyarakat luas sesuai dengan semangat Kartini yaitu semangat untuk terus maju, mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, dan menjadikan perempuan sebagai pusat dari perubahan yang bermakna,” tegas Dhanny.

Sejak diluncurkan pada 2022, program BRInita telah memberdayakan 40 kelompok di 40 titik ruang terbuka hijau dan melibatkan 1.351 jiwa. Program ini secara nyata berkontribusi 47% dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya perempuan.

Selain itu, program ini juga telah berkontribusi bagi lingkungan dengan menghasilkan 25.828 tanaman sayuran, 12.120 liter pupuk organik cair, 2.315 liter enzim ramah lingkungan, 70 produk olahan pupuk, 100 kg maggot BSF, dan 645,7 kg CO2-eq yang berkontribusi bagi efisiensi emisi gas rumah kaca dari penanaman sayuran hidroponik.***

Geger di Dramaga Bogor, Keponakan Bacok Bibi Sendiri Usai Pulang Sholat Subuh

0

Bogordaily.net – Seorang wanita N (58) menjadi korban pembacokan oleh keponakannya sendiri MRAF (23) di Perum Dramaga Hijau, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor pada Rabu 15 April 2026.

Kapolsek Dramaga Iptu Zalukhu menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB usia korban pulang sholat subuh.

Menurut Zalukhu, awalnya saat korban sampai rumah selesai sholat subuh dari masjid melihat pelaku marah-marah diduga sedang stress.

Korban mencoba menenangkan akan tetapi tidak berhasil selanjutnya pelaku mengambil senjata tajam jenis golok di atas lemari.

“Selanjutnya melakukan pembacokan/aniaya terhadap korban dan mengenai bagian pundak dan telinga sebelah kiri, jari tangan sebelah kiri,” kata Iptu Zalukhu, Rabu 15 April 2026.

Kemudian, pelaku diamankan oleh warga sekitar dan korban dibawa ke RS KBP Dramaga untuk berobat. Adapun korban merupakan bibi /tante dari pelaku

“Keterangan baik dari pihak keluarga pelaku dan korban bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa sedang dalam pengobatan psikolog,” jelasnya.

Selanjutnya, bersama dengan keluarga (ibunya) pelaku dibawa ke Rumah Sakit Marzuki Mahdi Bogor .

‘Korban saat ini sedang dalam perawatan di RS KBP Dramaga,” ungkap Iptu Zalukhu.***

Albin

Wali Kota Bogor Dedie Rachim Sampaikan LKPJ 2025, Pendapatan Daerah Tembus Rp3,23 Triliun

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Selasa (31/3/2026) lalu.

LKPJ tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban atas penyelenggaraan pemerintahan daerah, yang berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2025.

Pada tahun pertama ini, seluruh pemerintah daerah, termasuk Kota Bogor, dihadapkan pada kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

Dedie Rachim menyampaikan bahwa pada Tahun Anggaran (TA) 2025, pendapatan daerah meningkat dari Rp2,93 triliun menjadi Rp3,31 triliun atau naik 13,06 persen, dengan realisasi mencapai Rp3,23 triliun atau sebesar 97,41 persen.

Sementara itu, realisasi belanja daerah Tahun 2025 mencapai Rp3,22 triliun atau 95,43 persen dari rencana belanja daerah sebesar Rp3,38 triliun, yang difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Capaian kinerja makro Kota Bogor Tahun 2025 menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 79,75 persen, persentase penduduk miskin menurun menjadi 5,89 persen, dan tingkat pengangguran menurun menjadi 7,95 persen.

Pertumbuhan ekonomi Kota Bogor mencapai 5,45 persen, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 5,15 persen. Dengan demikian, laju pertumbuhan ekonomi Kota Bogor mengalami peningkatan sebesar 5,83 persen pada tahun 2025.

“Dari indikator yang ada, baik mikro maupun makro, Alhamdulillah capaiannya tidak mengecewakan. Namun, ini menjadi PR bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas masyarakat Kota Bogor, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan,” jelasnya.

Peningkatan capaian tersebut didukung oleh pelaksanaan berbagai program prioritas, yakni Bogor Cerdas, Bogor Sehat, Bogor Sejahtera, dan Bogor Lancar.

Pendapatan per kapita Kota Bogor meningkat menjadi Rp60,7 juta atau naik 7,21 persen dari tahun 2024 sebesar Rp56,6 juta. Angka tersebut melampaui rata-rata Jawa Barat sebesar Rp59,8 juta.

Sementara itu, ketimpangan pendapatan (rasio gini) Kota Bogor menurun menjadi 0,435 dari tahun sebelumnya 0,477 atau turun 8,81 persen.

Di samping capaian tersebut, sepanjang 2025 Pemerintah Kota Bogor meraih 83 penghargaan di tingkat nasional, provinsi, dan kota. Penghargaan tersebut menjadi bukti kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPRD Kota Bogor atas saran dan rekomendasinya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan ke depan,” ujarnya.

Dedie Rachim berharap sinergi dan kemitraan antara Pemerintah Kota Bogor dan DPRD dapat terus terjaga dan semakin ditingkatkan demi kemajuan Kota Bogor.

Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, mengatakan bahwa LKPJ kepala daerah merupakan bagian dari mekanisme dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pemerintahan daerah, baik tugas umum pemerintahan, pembangunan, maupun pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan selama kurun waktu satu tahun,” ucapnya.

Ia menambahkan, secara teknis LKPJ kepala daerah disusun sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Satpol PP Kabupaten Bogor, Bongkar 30 Bangunan PKL Liar di Citeureup  

Bogordaily.net – Sebanyak 30 bangunan Pedagang Kaki Lima (PKL) liar di Kecamatan Citeureup, dibongkar oleh jajaran Satpol PP Kabupaten Bogor

Pelaksana Tugas (Plt). Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor, Aris Nurjatmiko menjelaskan bahwa, penertiban para pedagang tersebut dilakukan karena berada di atas trotoar hingga lahan pemerintah.

“Penertiban menyasar pedagang yang berjualan di atas trotoar, bahu jalan, saluran irigasi, serta tanah milik pemerintah Kecamatan Citeureup,” kata Aris, Rabu 15 April 2026.

Kemudian, kata Aris, di Jalan Mayor Oking Jaya Atmajaya, pihaknya menertibkan lima pedagang sayur dan dua pedagang kopi serta penjual buah.

“Pada lokasi pasar Citeureup 1 jalan PU Pasar Citeureup 1 terdapat 23 pedagang kaki lima yang berjualan diatas saluran irigasi,” jelasnya.

Selain itu, dirinya memastikan, penertiban tersebut berjalan lancar dan kondusif. Puing-puing hasil dari penertiban bngunan PKL langsung di bersihkan.

“Puing-puing hasil penertiban langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA),” ungkap Aris.

(Albin)

Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Bogor April 2026, Cabai Rawit Tembus Rp84 Ribu per Kg

Bogordaily.net – Perusahaan Umum (Perumda) Pasar Tohaga merilis harga bahan pokok terbaru pada bulan April 2026. Di setiap pasar Tradisional wilayah Kabupaten Bogor.

Tentunya dengan begitu masyarakat bisa melihat langsung daftar harga dan juga berbagai jenis komoditi, yang nantinya akan dibeli di setiap pasar wilayah Kabupaten Bogor.

Adapun berbagai macam sembako dan hasil industri jenis komoditi tersebut berdasarkan tingkat harga pada Minggu II, per April 2026.

Untuk bahan pokok beras medium seharga RP. 12.900/kg dan beras premium di harga RP. 14.400/kg.

Kemudian untuk harga bawang merah mencapai Rp. 39.000/kg, bawang putih Rp. 35.000/kg.

Lalu untuk harga cabe merah sebesar 46.700/kg, cabe merah keriting 47.000/kg, cabe rawit hijau Rp.48.175/kg, dan cabe rawit merah 84.000/kg.

Selain itu untuk harga daging ayam ras mencapai Rp. 46.000/kg, daging sapi (murni) Rp.140.000 /kg. Dan untuk harga telur ayam ras mencapai Rp. 30.300/kg.

Sementara itu untuk harga bahan pokok tersebut akan terus dipantau oleh Perumda Pasar Tohaga agar harga tersebut terus stabil dan tidak mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Sebagai informasi, Perumda pasar tohaga terus berupaya meningkatkan pelayanan untuk para pedagang dan pembeli, agar nyaman berbelanja di pasar.

Dalam hal ini para petugas terus berupaya bersosialisasi dengan para pedagang perihal penerapan digitalisasi pasar, dengan metoda pembayaran melalui Qris.

Sudah ada di beberapa pasar yang menerapkan pembayaran dengan Qris, salah satunya di Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Tentu hal tersebut merupakan upaya dari Perumda Pasar Tohaga untuk menginisiasi delapan dari 30 pasar rakyat tradisional untuk menerapkan digitalisasi tanpa menghilangkan kearifan lokalnya.

Delapan pasar tersebut antara lain adalah pasar Cibinong, Ciawi, Cariu, Cisarua, Cigombong, Leuwiliang, Ciluar dan Ciseeng.

(Albin Pandita)

Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan imbal hasil yang optimal dan berkelanjutan bagi para pemegang saham BBRI.

Perseroan telah menetapkan recording date dividen tunai Tahun Buku 2025 pada Rabu, 22 April 2026. Recording date sendiri merupakan tanggal penentu bagi investor yang berhak memperoleh dividen.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin (13/04), BBRI membagikan dividen tunai Tahun Buku 2025 kepada Pemegang Saham sebesar Rp52,1 triliun atau sebesar Rp346 per saham.

Jumlah tersebut termasuk dividen interim sebesar Rp20,6 triliun atau Rp137 per saham yang telah dibayarkan kepada para pemegang saham pada 15 Januari 2026. Dengan demikian, sisa dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham tercatat sebesar Rp31,47 triliun atau Rp209 per saham.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa keputusan pembagian dividen tunai ini merupakan wujud nyata komitmen Perseroan dalam memberikan imbal hasil yang optimal bagi pemegang saham, dengan didukung oleh kinerja keuangan yang solid serta pengelolaan risiko yang terjaga.

“Pembagian dividen ini didasarkan pada kinerja Perseroan yang tetap positif, yang ditopang oleh penguatan pada segmen UMKM sebagai core business BRI, serta akselerasi transformasi digital yang terus memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan efisiensi operasional,” ujar Hery.

Adapun pembagian dividen ini mengacu pada kinerja keuangan laba konsolidasian Perseroan, untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp57,132 triliun, dengan total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun.

Penetapan dividen final ini juga telah memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran Dasar Perseroan.

Jadwal Pembagian Dividen Tunai BRI Tahun Buku 2025

1. Akhir Periode Perdagangan Saham dengan Hak Dividen (cum Dividen)

Pasar Reguler dan Negosiasi: 20 April 2026
Pasar Tunai: 22 April 2026

2. Awal Perdagangan Saham Tanpa Hak Dividen (ex Dividen)

Pasar Reguler dan Negosiasi: 21 April 2026
Pasar Tunai: 23 April 2026

3. Tanggal Daftar Pemegang Saham yang berhak atas Dividen (Recording Date): 22 April 2026

4. Tanggal Pembayaran Dividen: 8 Mei 2026

Hery menambahkan bahwa pembagian dividen ini tidak hanya mencerminkan kinerja Perseroan yang solid, tetapi juga menunjukkan fundamental bisnis BRI yang kuat dan berkelanjutan.

“Sebagai bagian dari Danantara, pembagian dividen ini juga merupakan bentuk kontribusi nyata BRI dalam mendukung pembangunan nasional, sejalan dengan peran Perseroan dalam memperkuat pembiayaan UMKM dan mendorong transformasi ekonomi berbasis inklusi keuangan,” tutupnya.***

Viral Isu Operasi Plastik Rossa Disebut Gagal, Kuasa Hukum Bongkar Dugaan Video Manipulasi yang Menyesatkan

0

Bogordaily.net – Nama Rossa kembali menjadi perbincangan publik usai diterpa tudingan operasi plastik gagal yang viral di media sosial, dipicu oleh beredarnya video yang tampak meyakinkan namun belakangan diduga sebagai hasil manipulasi digital.

Isu ini dengan cepat menyebar dan memancing beragam reaksi warganet. Banyak yang sempat mempercayai narasi dalam video tersebut karena tampilannya yang seolah-olah nyata.

Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, konten tersebut justru diduga merupakan hasil rekayasa yang menggabungkan berbagai elemen secara tidak utuh.

Pihak manajemen Rossa pun langsung mengambil langkah tegas. Mereka mengungkap bahwa video yang beredar bukan sekadar editan biasa, melainkan hasil konstruksi konten yang disusun secara sistematis untuk membentuk persepsi tertentu di publik.

Kuasa Hukum Rossa Ambil Sikap Tegas

Kuasa hukum Rossa, Natalia Rusli, memaparkan secara rinci bagaimana konten tersebut dibuat. Ia menyebut adanya proses penggabungan antara visual, audio, dan narasi yang disusun sedemikian rupa agar terlihat autentik.

“Jadi sebenarnya ada tiga proses. Gambar Mbak Rossa diambil lalu digabungkan dengan seseorang yang berbicara. Musiknya juga digunakan,” ujarnya.

Penjelasan tersebut menegaskan bahwa konten yang beredar tidak bisa dijadikan rujukan fakta, melainkan bagian dari manipulasi informasi yang berpotensi menyesatkan publik.

Manajemen pun dengan tegas membantah seluruh tudingan terkait operasi plastik. Mereka menilai perubahan penampilan Rossa merupakan hal yang wajar dalam industri hiburan, di mana penggunaan makeup artist profesional dan penyesuaian gaya visual menjadi bagian dari tuntutan pekerjaan.

“Padahal Mbak Rossa tidak melakukan operasi. Namanya artis, punya makeup artist yang mengikuti tren,” jelas Natalia Rusli.

Ia juga menyoroti kecenderungan publik yang kerap menarik kesimpulan tanpa dasar yang jelas, terutama tanpa bukti medis yang valid. Menurutnya, standar kecantikan bersifat subjektif dan tidak bisa dijadikan acuan tunggal untuk menilai seseorang.

Lebih jauh, pihak manajemen menilai bahwa penyebaran konten manipulatif ini telah melampaui batas kewajaran. Bukan hanya sekadar opini, tetapi sudah mengarah pada potensi pembentukan opini negatif yang merugikan reputasi.

Selama lebih dari tiga dekade berkarier, Rossa dikenal sebagai salah satu diva musik Indonesia dengan rekam jejak yang kuat.

Oleh karena itu, tuduhan tanpa dasar dinilai tidak hanya menyerang citra pribadi, tetapi juga kepercayaan publik yang telah dibangun dalam waktu panjang.

Sebagai bentuk respons, langkah hukum pun ditempuh. Somasi telah dilayangkan kepada pihak yang diduga terlibat dalam penyebaran konten tersebut. Meski demikian, pihak manajemen masih membuka ruang penyelesaian secara baik-baik.

Mereka memberikan kesempatan kepada pihak terkait untuk menunjukkan itikad baik, seperti menghapus konten yang beredar serta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

 

Pemuda di Babakanmadang Tertangkap Bawa Tramadol, Polisi Bongkar Gudang Ribuan Obat Keras di Sukaraja

Bogordaily.net – Polsek Babakanmadang berhasil mengungkap jaringan peredaran obat terlarang setelah mengamankan seorang pria berinisial AM (29), yang diduga kuat berperan sebagai pengedar pada Rabu, 15 April 2026 dini hari.

Penangkapan terhadap pelaku dilakukan pada Rabu dini hari, 15 April 2026, sekitar pukul 01.00 WIB di kediamannya yang berada di Kampung Jampang, Desa Cadas Ngampar, Kecamatan Sukaraja. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan ribuan butir obat keras yang diduga siap diedarkan ke masyarakat.

Kapolsek Babakanmadang, AKP Trias Karso Yuliantoro, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari kegiatan patroli rutin yang dilakukan tim operasional di wilayah hukumnya.

Pada Selasa malam, 14 April 2026, petugas mendapati sekelompok pemuda yang tengah berkumpul di sekitar jembatan Pasar Aphong, Desa Cipambuan, Kecamatan Babakanmadang. Saat itu, mereka diketahui sedang mengonsumsi minuman keras di lokasi tersebut.

Kecurigaan petugas pun muncul hingga akhirnya dilakukan pemeriksaan terhadap para pemuda tersebut. Dari hasil pengecekan, ditemukan satu butir obat keras jenis tramadol di dalam kantong salah satu pemuda.

“Setelah diinterogasi, diketahui obat tersebut dibeli dari seorang pengedar,” ujar Trias

Temuan tersebut kemudian menjadi titik awal pengembangan kasus. Polisi langsung bergerak cepat menelusuri sumber peredaran obat tersebut dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Berbekal informasi yang diperoleh di lapangan, petugas akhirnya berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku utama yang diduga sebagai pemasok obat keras tersebut.

Saat dilakukan penggerebekan di rumah pelaku, polisi menemukan barang bukti dalam jumlah besar yang disimpan di beberapa tempat, baik di saku pakaian maupun di dalam kamar.

“Dari tangan pelaku, kami mengamankan 1.384 butir Hexymer, 100 butir tramadol, serta 180 butir Trihexyphenidyl,” ungkapnya.

Jumlah barang bukti yang cukup besar ini mengindikasikan bahwa pelaku tidak hanya sebagai pengguna, melainkan bagian dari jaringan peredaran obat keras ilegal yang lebih luas di wilayah Bogor.

Saat ini, pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan dan dilimpahkan ke Unit Reserse Narkoba Polres Bogor untuk proses hukum lebih lanjut.

Polisi juga masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran obat terlarang tersebut.

(Dimas)