Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 187

Pemkab Bogor Targetkan 2.5 Juta Wisatawan Kunjungi Puncak saat Libur Tahun Baru

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menargetkan 2,5 juta lebih wisatawan mengunjungi kawasan Puncak saat perayaan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor, Ria Marlisa menjelaskan bahwa, target tersebut hasil dari perhitungan monitoring yang dilakukan bersama Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar).

“Untuk libur nataru ini diatas 2 juta 500 orang karena perhitungan kemarin kami sudah melakukan monitoring nataru di puncak bersama ibu wamenpar hari sabtu kemaren,” kata Ria, Selasa 30 Desember 2025.

Menurutnya, prediksi lonjakan wisatawan memasuki puncak yaitu saat malam natal dan tahun baru. Namun, saat ini para wisatawan sudah mulai memadati kawasan puncak karena telah masuk libur sekolah.

“Kemaren juga hari sabtu minggu juga udah mulai rame karena memang anak sekolah sudah memasuki liburan sekolah,” jelasnya.

Kemudian, kata Ria, untuk menarik wisatawan dan membantu okupansi hotel, pihaknya akan melaksanakan event tertentu bersama Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

“Kami mengadakan kegitan bersama dengan PHRI kab bogor mereka yang melaksanakan kami support di event untuk temen-temen hotel juga banyak pengunjungnya,” ujar Ria.

Selain itu, ia juga meminta agar pelaku usaha, baik di bidang perhotelan maupun wisatawan untuk mematangkan persiapan dalam mengantisipasi bencana, mengingat saat ini masih dalam cuaca ekstrem.

“Pengelola pariwisata harus mempersiapkan dan juga mempersiapkan keamanan dan kenyaman pengunjung wisatawan di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

Jelang Tahun Baru, Ribuan Kendaraan Mulai Padati Kawasan Puncak Bogor

0

Bogordaily.net – Jelang tahun baru, ribuan kendaraan mulai padati kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, pada hari ini Selasa, 30 Desember 2025.

Berdasarkan pantauan Bogordaily.net di Simpang Gadog terlihat, ribuan kendaraan yang didominasi plat B itu sudah memadati kawasan Puncak sejak pagi hari.

Adapun, Satlantas Polres Bogor telah melaksanakan one way arah atas sejak pagi hari, dan saat ini tengah memberlakukan one way arah bawah.

“Jadi kami sampaikan untuk sampai saat ini di kawasan wisata puncak arus lalu lintas sampai pukul 12 memang kami saat ini sedang melaksanakan proses rekayasa one way arah atas,” kata KBO Satlantas Polres Bogor Ardian Novianto kepada wartawan, Selasa 30 Desember 2025.

“Karena memang baru kami laksanakan siang hari ini mengingat situasi arus kendaraan yang keluar dari exit tol ciawi menuju puncak belum begitu tinggi tadi pagi,” tambahnya.

Kemudian, kata Ardian, hingga siang hari ini jumlah kendaraan yang masuk ke kawasan Puncak sudah mencapai 2.300 kendaraan.

“Kami pantau dari pukul 05.00 sampai pukul 10.00 rata rata masih rata rata diangka 1.900 kendaraan yang keluar dari exit tol Ciawi. Namun di pukul 10.00 itu sudah mencapai 2.200 dan pada pukul 11.00 sudah mencapai 2.300 kendaraan,” jelasnya.

Selain itu, Polisi menghimbau kepada masyarakat yang hendak menuju kawasan Puncak, untuk senantiasa berhati hati dikarenakan cuaca ekstrem.

“Satlantas Polres Bogor mengimbau kepada warga masyarakat yang ingin berkunjung ke kawasan wisata puncak cuaca itu cukup panas karakteristik jalan nya puncak banyak tanjakan pasti akan menguras kinerja mesin. Sehingga harus betul betul prima agar tidak mogok,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

Kemenkop Jalin Kerja Sama Dengan UKP Guna Perdayakan Ekonomi Masyarakat Berbasis Desa dan Rumah Ibadah

0

Bogordaily.net  – Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ekonomi dan Perbankan resmi menandatangani kerja sama strategis dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis desa dan rumah ibadah. Selain penandatanganan MoU juga dilakukan refleksi akhir tahun 2025 serta doa bersama.

Kerja sama pemberdayaan ekonomi masyarakat terutama melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) ini sebagai pilar utama penguatan ekonomi kerakyatan dan ekonomi umat. Kerja sama ini mencakup peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia koperasi, perluasan literasi perkoperasian, serta fasilitasi akses pendampingan dan pembiayaan yang dilaksanakan secara tertib dan akuntabel.

“Alhamdulillah hari ini kami telah melaksanakan penandatanganan kerja sama antara Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ekonomi dan Perbankan dengan Kementerian Koperasi. Insyaallah penandatanganan ini akan menjadi tonggak penting untuk memulai kerja besar di tahun 2026,” ujar Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam sambutannya, Selasa (30/12).

Menkop Ferry Juliantono menegaskan bahwa amanah Presiden sejak awal adalah agar koperasi mampu mengejar ketertinggalan dibandingkan BUMN dan swasta. Oleh sebab itu transformasi kelembagaan, digitalisasi, dan tata kelola koperasi menjadi fokus utama Kementerian Koperasi (Kemenkop) khususnya melalui program Kopdes/Kel Merah Putih.

“Presiden ingin agar masyarakat desa tidak terjebak pada praktik pinjaman online atau rentenir. Karena itu koperasi desa harus memiliki lembaga keuangan mikro yang sehat,” jelasnya.

Menkop Ferry menambahkan bahwa keberadaan Kopdes/kel Merah Putih juga akan mencegah dominasi ritel modern swasta yang seringkali mengalihkan keuntungan ke kota besar. Dengan koperasi desa, perputaran uang akan tetap berada di desa sehingga basis perekonomian di desa dapat bergeliat.

Selain Kopdes/Kel Merah Putih, Kemenkop juga terus mengembangkan koperasi yang sudah eksis, termasuk koperasi pondok pesantren (Kopontren) yang terbukti mampu bersaing dengan ritel modern. Sebagai contoh Kopontren yang mampu unggul dan bersaing dengan swasta adalah Kopontren Sidogiri di Jawa Timur dan Kopontren Al-Ittifaq di Jawa Barat.

Ia berharap eksistensi Kopontren di berbagai daerah dan juga Kopdes/Kel Merah Putih yang sedang diakselerasi pembangunan gerai, gudang dan sarana pendukung lainnya dapat menjadi jalan bagi pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi umat berbasis koperasi. Potensi ekonomi syariah di Kopontren tersebut perlu mendapatkan dukungan khusus dari UKP dan tokoh-tokoh agama seperti Ustadz Adi Hidayat.

“Keberhasilan kerja sama ini akan sangat ditentukan oleh tindak lanjut konkret melalui perjanjian kerja sama teknis, pelaksanaan program di lapangan, serta pemantauan dan evaluasi secara berkala,” ujarnya.

Melalui sinergi dengan UKP tersebut, Menkop Ferry berharap praktik-praktik baik yang selama ini sudah dijalankan di tahun 2025 dapat direplikasi dan dikembangkan secara lebih luas di tahun 2026 dan seterusnya. Dengan begitu program pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih terkoordinasi, terukur, dan berdampak nyata bagi penguatan ketahanan ekonomi nasional.

“Semoga sinergi yang kita bangun dapat menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan Setiawan Ichlas menyebut acara penandatanganan kerja sama ini sebagai tonggak sejarah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya refleksi akhir tahun sebagai momentum memperteguh langkah menuju kemandirian ekonomi bangsa.

“Semoga kegiatan hari ini menjadi jalan untuk memperteguh langkah kita untuk berdikari dan tangguh dalam kemandirian ekonomi,” ujar Setiawan.

Atas nama Presiden Prabowo Subianto, Setiawan mengapresiasi kerjasama yang selama ini dijalin dengan berbagai pihak khususnya Kemenkop dan pemuka agama dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Ia berharap sinergi dan kolaborasi tersebut dapat diperkuat dan ditingkatkan di masa mendatang.

Sementara itu Ustadz Adi Hidayat menekankan bahwa koperasi adalah bentuk nyata dari semangat ta’awun atau kerja kolektif yang berkarakter sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT dalam kitab suci Alqur’an. Untuk itu prinsip kerjasama dan gotong royong perlu terus dijaga terutama berkaitan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras UKP dan Kemenkop yang selama lebih dari satu tahun ini melakukan kerja sama dalam untuk mendukung visi ekonomi kerakyatan. Ia berharap Kopontren dan juga koperasi lainnya tetap didorong untuk terus tumbuh dan berkembang di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat.

“Koperasi- koperasi khususnya Kopontren yang berkembang pesat selama ini dapat menjadi inspirasi nasional. Saya berharap ke depan ada pilot project ekonomi kerakyatan berbasis masjid yang bisa dimulai dari Jakarta,” ujarnya.***

Barantin Tetapkan Instalasi Karantina Hewan Pasca Masuk Milik Taman Safari Indonesia

0

Bogordaily.net – Badan Karantina Indonesia (Barantin) secara resmi menetapkan Instalasi Karantina Hewan (IKH) Pasca Masuk milik PT Taman Safari Indonesia melalui Keputusan Kepala Badan Karantina Indonesia Nomor 6259 Tahun 2025.

Adapun, penyerahan keputusan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Badan Karantina Indonesia di kawasan Taman Safari Indonesia, Bogor, Selasa 30 Desember 2025.

Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean menjelaskan bahwa, penetapan IKH Pasca Masuk ini merupakan bagian dari penguatan sistem pertahanan hayati nasional sekaligus peningkatan kualitas fasilitas karantina agar sesuai dengan standar Internasional.

“Badan Karantina Indonesia memikul tanggung jawab besar sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan hayati bangsa. Penetapan Instalasi Karantina Hewan Pasca Masuk ini merupakan bentuk penguatan pengawasan post-border untuk mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan karantina yang berisiko bagi Indonesia,” kata Sahat, Selasa 30 Desember 2025.

Kemudian, Sahat mengatakan, penguatan sistem karantina dilakukan secara berlapis mulai dari pengawasan di negara asal (pre-border), tempat pemasukan (at-border), hingga pengawasan di instalasi tujuan (post-border).

Penetapan IKH ini diharapkan dapat mendukung kegiatan konservasi, termasuk breeding loan dan animal exchange, tanpa mengurangi prinsip kehati-hatian dan biosekuriti.

“Ini adalah wujud dukungan nyata pemerintah agar proses bisnis konservasi berjalan efisien, transparan, namun tetap aman. Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi role model bagi lembaga konservasi lain di Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager Taman Safari Bogor, Sere Nababan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Badan Karantina Indonesia kepada PT Taman Safari Indonesia.

“Penetapan Taman Safari Bogor sebagai Instalasi Karantina Hewan Pasca Masuk merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami,” ujar Sere Nababan.

“Hal ini menegaskan komitmen Taman Safari Indonesia dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam memastikan standar kesehatan satwa, penerapan biosekuriti yang ketat, serta pemenuhan prinsip kesejahteraan hewan sesuai regulasi yang berlaku,” tambahnya.

Lebih dari itu, peran ini sejalan dengan tiga pilar utama Taman Safari Indonesia, yaitu
konservasi, edukasi, dan rekreasi, yang dijalankan secara terintegrasi.

“Kami siap melaksanakan seluruh ketentuan karantina secara konsisten dan transparan sebagai bagian dari tata kelola lembaga konservasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Selain itu, keberadaan Instalasi Karantina Hewan Pasca Masuk ini semakin memperkuat peran Taman Safari Indonesia sebagai lembaga konservasi yang tidak hanya berfokus pada perlindungan dan pelestarian satwa, tetapi juga pada fungsi edukasi publik berbasis sains serta rekreasi yang bertanggung jawab.

Melalui penerapan standar karantina dan biosekuriti yang terintegrasi, Taman Safari Indonesia terus berkontribusi dalam mendukung sistem perlindungan
hayati nasional dan pengelolaan konservasi yang berkelanjutan di Indonesia.

Sebagai informasi, berdasarkan keputusan tersebut, Instalasi Karantina Hewan Pasca Masuk milik PT Taman Safari Indonesia berlokasi di Jl. Kapten Harun Kabir No. 724, Cibeureum, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Serta digunakan untuk media pembawa berupa satwa liar, dengan tetap memperhatikan kapasitas, peruntukan, serta prinsip animal welfare.

Dengan penetapan ini, Badan Karantina Indonesia dan PT Taman Safari Indonesia diharapkan terus bersinergi dalam menjaga kekayaan hayati nasional demi masa depan generasi.

(Albin Pandita)

Badan Karantina Indonesia Tetapkan Instalasi Karantina Hewan Pasca Masuk Milik PT Taman Safari Indonesia

0

Bogordaily.net – Badan Karantina Indonesia (Barantin) secara resmi menetapkan Instalasi Karantina Hewan (IKH) Pasca Masuk milik PT Taman Safari Indonesia melalui Keputusan Kepala Badan Karantina Indonesia Nomor 6259 Tahun 2025.

Adapun, penyerahan keputusan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Badan Karantina Indonesia di kawasan Taman Safari Indonesia, Bogor, Selasa 30 Desember 2025.

Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean menjelaskan bahwa, penetapan IKH Pasca Masuk ini merupakan bagian dari penguatan sistem pertahanan hayati nasional sekaligus peningkatan kualitas fasilitas karantina agar sesuai dengan standar Internasional.

“Badan Karantina Indonesia memikul tanggung jawab besar sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan hayati bangsa. Penetapan Instalasi Karantina Hewan Pasca Masuk ini merupakan bentuk penguatan pengawasan post-border untuk mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan karantina yang berisiko bagi Indonesia,” kata Sahat, Selasa 30 Desember 2025.

Kemudian, Sahat mengatakan, penguatan sistem karantina dilakukan secara berlapis mulai dari pengawasan di negara asal (pre-border), tempat pemasukan (at-border), hingga pengawasan di instalasi tujuan (post-border).

Penetapan IKH ini diharapkan dapat mendukung kegiatan konservasi, termasuk breeding loan dan animal exchange, tanpa mengurangi prinsip kehati-hatian dan biosekuriti.

“Ini adalah wujud dukungan nyata pemerintah agar proses bisnis konservasi berjalan efisien, transparan, namun tetap aman. Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi role model bagi lembaga konservasi lain di Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager Taman Safari Bogor, Sere Nababan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Badan Karantina Indonesia kepada PT Taman Safari Indonesia.

“Penetapan Taman Safari Bogor sebagai Instalasi Karantina Hewan Pasca Masuk merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami,” ujar Sere Nababan.

“Hal ini menegaskan komitmen Taman Safari Indonesia dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam
memastikan standar kesehatan satwa, penerapan biosekuriti yang ketat, serta pemenuhan prinsip kesejahteraan hewan sesuai regulasi yang berlaku,” tambahnya.

Lebih dari itu, peran ini sejalan dengan tiga pilar utama Taman Safari Indonesia, yaitu konservasi, edukasi, dan rekreasi, yang dijalankan secara terintegrasi.

“Kami siap melaksanakan seluruh ketentuan karantina secara konsisten dan transparan sebagai bagian dari tata kelola lembaga konservasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Selain itu, keberadaan Instalasi Karantina Hewan Pasca Masuk ini semakin memperkuat peran Taman Safari Indonesia sebagai lembaga konservasi yang tidak hanya berfokus pada perlindungan dan pelestarian satwa, tetapi juga pada fungsi edukasi publik berbasis sains serta rekreasi
yang bertanggung jawab.

Melalui penerapan standar karantina dan biosekuriti yang terintegrasi, Taman Safari Indonesia terus berkontribusi dalam mendukung sistem perlindungan
hayati nasional dan pengelolaan konservasi yang berkelanjutan di Indonesia.

Sebagai informasi, berdasarkan keputusan tersebut, Instalasi Karantina Hewan Pasca Masuk milik PT Taman Safari Indonesia berlokasi di Jl. Kapten Harun Kabir No. 724, Cibeureum, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Serta digunakan untuk media pembawa berupa satwa liar, dengan tetap memperhatikan kapasitas, peruntukan, serta prinsip animal welfare.

Dengan penetapan ini, Badan Karantina Indonesia dan PT Taman Safari Indonesia diharapkan terus bersinergi dalam menjaga kekayaan hayati nasional demi masa depan generasi.***

Albin

Akhiri 2025, PAN Gelar Doa Bersama Anak Yatim dan Himpun Donasi Rp5 Miliar

0

Bogordaily.net – Menutup Tahun 2025 ini, Selasa (30/12). Partai Amanat Nasional melaksanakan Do’a bersama Ribuan Anak Yatim Piatu. Yang dilaksanakan DPP PAN dengan seluruh DPW dan DPD PAN se- Indonesia serentak secara daring.

Dalam Sambutannya Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menerangkan, kegiatan ini adalah untuk mendo’akan keselamatan dan kebaikan masa depan Indonesia.

“Anak-anakku sekalian, baik yang hadir disini (Sekretariat DPP PAN), maupun yang hadir melalui Zoom. Mari kita do’a kan bersama agar Indonesia di masa depan diberikan keselamatan dan kebaikan,” jelas Zulkifli Hasan yang juga Menko Pangan ini.

Sementara itu, Fajari Aria Sugiarto Ketua Pelaksana di DPD PAN Kota Bogor mengungkapkan bahwa setiap DPD di instruksikan untuk mengundang minimal 100 anak yatim piatu dan DPW-DPW minimal menghadirkan 300 anak.

“Semoga do’a kami di qobul, karena kita yakini bersama do’a anak yatim dapat menembus langit. di mana kesucian hati dan ketulusan mereka membuat doa lebih mudah terkabul oleh Allah SWT,” tutup Fajari.

Selain do’a bersama, PAN juga mengumpulkan donasi untuk bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.

“Alhamdulillah, terkumpul donasi dari Partai Amanat Nasional sebanyak 5 Milyar rupiah, Inshaa Allah mungkin masih bisa bertambah. Dan akan disalurkan melalui Anggota DPR RI dari dapil Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh,” tutupnya.***

33 Rumah Rusak Tertimpa Bangkai Pesawat Akibat Angin Puting Beliung di Kemang Bogor

0

Bogordaily.net – Sebanyak 33 rumah rusak tertimpa bangkai pesawat akibat angin puting beliung di Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, pada Senin 29 Desember 2025.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani menjelaskan bahw, peristiwa tersebut terjadi dikarenakan hujan deras disertai angin kencang.

Sehingga mengakibatkan material pesawat yang sudah tidak terpakai dari bengkel pesawat terbawa oleh angin dan menimpa beberapa unit rumah di wilayah tersebut sehingga mengalami kerusakan pada bagian atap.

“Ada 33 rumah warga rusak, rusak sedang, ringan dan berat pada bagian atap,” kata M Adam Hamdani, Selasa 30 Desember 2025.

Menurut Adam, selain rumah rusak peristiwa tersebut menyebabkan sebanyak 173 jiwa terdampak dan mengungsi.

“Sekitar 173 jiwa terdampak, mengungsi ke alamat yang sama,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Adam, material pesawat yang sudah tidak terpakai tersebut berasal dari bengkel pesawat milik pribadi. Saat ini bangkai pesawat akan dievakuasu oleh petugas.

“Untuk saat ini material bangkai pesawat belum dievakuasi dan menurut keterangan jepala desa akan dievakuasi oleh pemilik bengkel pesawat,” ujar Adam.

Selain itu, sebagian besar rumah warga yang mengalami rusak ringan sudah diperbaiki dan butuh penanganan lebih lanjut dari dinas terkait.

“Untuk rumah yang mengalami rusak ringan sebagian sudah diperbaiki oleh pemilik rumah dan rumah yang mengalami rusak sedang belum mendapat penanganan,” ungkapnya.***

Albin

Terus Salurkan Bantuan, BRI Gelar Program “Trauma Healing” untuk Anak-Anak Terdampak Bencana Banjir di Sumatera

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mempertegas komitmennya dalam fase pemulihan masyarakat terdampak bencana melalui program Trauma Healing bagi anak-anak di sejumlah wilayah terdampak bencana banjir bandang Sumatera. Program ini merupakan bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan BRI Group dalam payung BRI Peduli Sumatra yang berfokus pada pemulihan psikososial, kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

Program Trauma Healing dilaksanakan di berbagai posko bencana BRI Group yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan melibatkan relawan, tenaga kesehatan, serta mitra komunitas. Anak-anak mengikuti beragam aktivitas pemulihan seperti bermain, menggambar dan mewarnai, bernyanyi dan gerak lagu, hingga kegiatan mendongeng dan kreatif edukatif yang dirancang untuk membantu mengurangi trauma serta membangun kembali rasa aman.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian penting dari proses pemulihan pascabencana yang menyeluruh. “Anak-anak merupakan salah satu kelompok yang paling rentan mengalami dampak psikologis pascabencana. Melalui kegiatan Trauma Healing yang kami selenggarakan di berbagai posko, BRI ingin memastikan mereka dapat kembali tersenyum, merasa aman, dan memiliki semangat untuk melanjutkan aktivitasnya,” ujar Dhanny.

Hingga 26 Desember 2025, BRI Group telah melaksanakan 40 aksi tanggap darurat di berbagai wilayah Sumatera dengan dukungan 10 unit posko bencana. Bantuan yang disalurkan meliputi 6.500 paket makanan siap santap, 85.000 paket sembako, 950 paket survival kit, serta dukungan logistik berupa 600 unit hunian sementara (huntara), 10 tenda, dan 1.680 unit kasur dan selimut. Untuk mendukung aspek kesehatan dan sanitasi, BRI Group juga mendistribusikan 33 truk air bersih, 4.850 paket obat-obatan, dan 7.000 unit peralatan kebersihan, serta mengerahkan 5 unit perahu karet untuk menjangkau wilayah terdampak banjir. Secara keseluruhan, program ini telah menjangkau 100.250 jiwa penerima manfaat.

Dhanny menambahkan bahwa selain penanganan tanggap darurat bencana, BRI Group juga berkomitmen mempercepat fase pemulihan pascabencana melalui pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik. Salah satunya diwujudkan melalui pembangunan 600 unit hunian sementara di Kabupaten Aceh Tamiang.

Sejumlah posko bencana BRI Group juga dilengkapi dengan layanan kesehatan dasar, dapur umum, distribusi logistik, serta program Trauma Healing Anak yang dilaksanakan secara rutin bekerja sama dengan mitra komunitas.

Kehadiran posko ini diharapkan dapat menjadi pusat pemulihan terpadu bagi masyarakat, khususnya anak-anak, pada masa-masa krusial pascabencana. Melalui berbagai inisiatif ini, BRI menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat yang senantiasa hadir dalam setiap fase penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang.***

Arti Tante Holic dan Dede Holic, Istilah Viral TikTok yang Ramai Dipakai Gen Z

0

Bogordaily.net – Arti Tante Holic dan Dede Holic menjadi salah satu istilah yang belakangan ramai diperbincangkan warganet, khususnya di media sosial TikTok. Dua frasa ini kerap muncul sebagai tagar di berbagai unggahan video dan komentar, memicu rasa penasaran publik soal makna sebenarnya.

Tren penggunaan istilah tersebut mencuat seiring meningkatnya kreativitas pengguna TikTok, terutama dari kalangan Generasi Z dan Gen Alpha. Dalam sejumlah konten, kata tante holic dan dede holic dipakai untuk menggambarkan preferensi atau ketertarikan tertentu, baik secara serius maupun sekadar humor khas media sosial.

Merujuk penjelasan dari akun TikTok @chicchoc.id_, kata “holic” sendiri berasal dari bahasa Inggris yang berarti kecanduan, obsesi, atau rasa suka yang sangat kuat terhadap sesuatu. Dari sini, arti Tante Holic dan Dede Holic kemudian dipahami sebagai gabungan istilah gaul dengan makna ketertarikan yang spesifik.

Secara terpisah, “tante” dalam konteks bahasa sehari-hari di Indonesia merujuk pada perempuan dewasa, umumnya berusia sekitar 40 tahun ke atas. Sementara “dede” adalah sebutan untuk seseorang yang lebih muda, baik laki-laki maupun perempuan. Kombinasi kata inilah yang kemudian melahirkan istilah baru yang viral di media sosial.

Dengan demikian, tante holic dimaknai sebagai ketertarikan terhadap perempuan dewasa, sering kali menggambarkan pria yang menyukai pasangan dengan usia jauh di atasnya. Sebaliknya, dede holic merujuk pada ketertarikan terhadap individu yang usianya lebih muda. Fenomena ini menunjukkan bagaimana bahasa gaul terus berkembang mengikuti dinamika platform digital, dan arti Tante Holic dan Dede Holic kini menjadi bagian dari kosakata populer di jagat media sosial.***

Viral Curhat Jarak 114 Km, Nur Aini Guru di Pasuruan Berujung Dipecat

0

Bogordaily.net – Nur Aini guru di Pasuruan mendadak jadi bahan perbincangan nasional. Bukan karena prestasi mengajar. Bukan pula karena inovasi pendidikan. Melainkan karena jarak. Jarak yang jauh. Terlalu jauh untuk ukuran seorang guru sekolah dasar.

Namanya Nur Aini. Usianya 38 tahun. Tinggal di Bangil, Kabupaten Pasuruan. Ia ASN. Ia guru SD. Ia ditugaskan di SDN II Mororejo, Kecamatan Tosari—wilayah pegunungan di kaki Bromo. Indah, dingin, sekaligus melelahkan.

Setiap hari, Nur Aini harus menempuh 57 kilometer sekali jalan. Pulang-pergi menjadi 114 kilometer. Berangkat sebelum subuh. Tiba di sekolah mendekati jam masuk. Kadang naik ojek. Kadang diantar suami. Biayanya? Bisa lebih dari Rp100 ribu per hari. Gajinya? Tak sampai Rp3 juta.

Cerita itu ia sampaikan dalam sebuah video. Video itu diunggah oleh praktisi hukum Cak Sholeh ke TikTok. Lalu viral. Simpati publik mengalir. Banyak yang terenyuh. Banyak yang marah. “Ini betul-betul perjuangan guru,” kata Cak Sholeh di video itu.

Di situlah Nur Aini guru di Pasuruan menjadi headline. Menjadi simbol. Simbol kerasnya penugasan. Simbol ketimpangan kebijakan. Tapi juga, ternyata, simbol benturan antara empati publik dan aturan birokrasi.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan punya cerita sendiri. Menurut BKPSDM, masalahnya bukan jarak. Masalahnya adalah kehadiran. Nur Aini disebut tidak masuk kerja tanpa keterangan sah lebih dari 28 hari. Itu pelanggaran berat. Ada aturannya. PP Nomor 94 Tahun 2021. Jelas. Tegas.

“Tidak masuk 10 hari berturut-turut atau 28 hari kumulatif dalam setahun, sanksinya pemberhentian,” kata Devi Nilambarsari, Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKPSDM Kabupaten Pasuruan.

Nur Aini membantah. Ia merasa absennya direkayasa. “Absen saya dibolong-bolongi,” katanya dalam video. Ia mengaku dipanggil Inspektorat. Ia mengaku dizalimi. Ia mengaku hanya ingin satu hal: pindah tugas ke Bangil. Lebih dekat. Lebih manusiawi.

“Kulo ingin pindah ke Bangil, Pak, supaya dekat,” ujarnya lirih.

Proses klarifikasi pun digelar. Dua kali. Versi pemda: Nur Aini tidak kooperatif. Pada pemanggilan kedua, ia keluar ruangan dengan alasan ke toilet. Tidak kembali. Klarifikasi gagal. SK pemberhentian diterbitkan. Karena ia tidak datang saat penyerahan, surat itu diantar ke rumahnya di Bangil.

Selesai. Status ASN dicabut.

Di titik ini, kisah Nur Aini guru di Pasuruan menjadi cermin. Cermin tentang kerasnya aturan. Tentang batas empati birokrasi. Tentang nasib guru di daerah. Jarak 114 kilometer itu nyata. Lelahnya juga nyata. Tapi aturan kehadiran ASN pun nyata.

Publik boleh bersimpati. Netizen boleh marah. Namun negara berjalan dengan pasal. Dengan angka. Dengan hitungan hari tidak masuk kerja.

Kasus ini meninggalkan pertanyaan yang menggantung: apakah sistem penugasan sudah cukup adil? Apakah mutasi guru sedemikian sulitnya hingga viral lebih dulu baru didengar? Dan berapa banyak “Nur Aini” lain yang memilih diam—sebelum akhirnya lelah sendiri?

Yang pasti, kisah ini bukan sekadar viral. Ia adalah peringatan. Bagi guru. Bagi birokrasi. Dan bagi kita semua.***