Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 188

Arti Tante Holic dan Dede Holic, Istilah Viral TikTok yang Ramai Dipakai Gen Z

0

Bogordaily.net – Arti Tante Holic dan Dede Holic menjadi salah satu istilah yang belakangan ramai diperbincangkan warganet, khususnya di media sosial TikTok. Dua frasa ini kerap muncul sebagai tagar di berbagai unggahan video dan komentar, memicu rasa penasaran publik soal makna sebenarnya.

Tren penggunaan istilah tersebut mencuat seiring meningkatnya kreativitas pengguna TikTok, terutama dari kalangan Generasi Z dan Gen Alpha. Dalam sejumlah konten, kata tante holic dan dede holic dipakai untuk menggambarkan preferensi atau ketertarikan tertentu, baik secara serius maupun sekadar humor khas media sosial.

Merujuk penjelasan dari akun TikTok @chicchoc.id_, kata “holic” sendiri berasal dari bahasa Inggris yang berarti kecanduan, obsesi, atau rasa suka yang sangat kuat terhadap sesuatu. Dari sini, arti Tante Holic dan Dede Holic kemudian dipahami sebagai gabungan istilah gaul dengan makna ketertarikan yang spesifik.

Secara terpisah, “tante” dalam konteks bahasa sehari-hari di Indonesia merujuk pada perempuan dewasa, umumnya berusia sekitar 40 tahun ke atas. Sementara “dede” adalah sebutan untuk seseorang yang lebih muda, baik laki-laki maupun perempuan. Kombinasi kata inilah yang kemudian melahirkan istilah baru yang viral di media sosial.

Dengan demikian, tante holic dimaknai sebagai ketertarikan terhadap perempuan dewasa, sering kali menggambarkan pria yang menyukai pasangan dengan usia jauh di atasnya. Sebaliknya, dede holic merujuk pada ketertarikan terhadap individu yang usianya lebih muda. Fenomena ini menunjukkan bagaimana bahasa gaul terus berkembang mengikuti dinamika platform digital, dan arti Tante Holic dan Dede Holic kini menjadi bagian dari kosakata populer di jagat media sosial.***

Viral Curhat Jarak 114 Km, Nur Aini Guru di Pasuruan Berujung Dipecat

0

Bogordaily.net – Nur Aini guru di Pasuruan mendadak jadi bahan perbincangan nasional. Bukan karena prestasi mengajar. Bukan pula karena inovasi pendidikan. Melainkan karena jarak. Jarak yang jauh. Terlalu jauh untuk ukuran seorang guru sekolah dasar.

Namanya Nur Aini. Usianya 38 tahun. Tinggal di Bangil, Kabupaten Pasuruan. Ia ASN. Ia guru SD. Ia ditugaskan di SDN II Mororejo, Kecamatan Tosari—wilayah pegunungan di kaki Bromo. Indah, dingin, sekaligus melelahkan.

Setiap hari, Nur Aini harus menempuh 57 kilometer sekali jalan. Pulang-pergi menjadi 114 kilometer. Berangkat sebelum subuh. Tiba di sekolah mendekati jam masuk. Kadang naik ojek. Kadang diantar suami. Biayanya? Bisa lebih dari Rp100 ribu per hari. Gajinya? Tak sampai Rp3 juta.

Cerita itu ia sampaikan dalam sebuah video. Video itu diunggah oleh praktisi hukum Cak Sholeh ke TikTok. Lalu viral. Simpati publik mengalir. Banyak yang terenyuh. Banyak yang marah. “Ini betul-betul perjuangan guru,” kata Cak Sholeh di video itu.

Di situlah Nur Aini guru di Pasuruan menjadi headline. Menjadi simbol. Simbol kerasnya penugasan. Simbol ketimpangan kebijakan. Tapi juga, ternyata, simbol benturan antara empati publik dan aturan birokrasi.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan punya cerita sendiri. Menurut BKPSDM, masalahnya bukan jarak. Masalahnya adalah kehadiran. Nur Aini disebut tidak masuk kerja tanpa keterangan sah lebih dari 28 hari. Itu pelanggaran berat. Ada aturannya. PP Nomor 94 Tahun 2021. Jelas. Tegas.

“Tidak masuk 10 hari berturut-turut atau 28 hari kumulatif dalam setahun, sanksinya pemberhentian,” kata Devi Nilambarsari, Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKPSDM Kabupaten Pasuruan.

Nur Aini membantah. Ia merasa absennya direkayasa. “Absen saya dibolong-bolongi,” katanya dalam video. Ia mengaku dipanggil Inspektorat. Ia mengaku dizalimi. Ia mengaku hanya ingin satu hal: pindah tugas ke Bangil. Lebih dekat. Lebih manusiawi.

“Kulo ingin pindah ke Bangil, Pak, supaya dekat,” ujarnya lirih.

Proses klarifikasi pun digelar. Dua kali. Versi pemda: Nur Aini tidak kooperatif. Pada pemanggilan kedua, ia keluar ruangan dengan alasan ke toilet. Tidak kembali. Klarifikasi gagal. SK pemberhentian diterbitkan. Karena ia tidak datang saat penyerahan, surat itu diantar ke rumahnya di Bangil.

Selesai. Status ASN dicabut.

Di titik ini, kisah Nur Aini guru di Pasuruan menjadi cermin. Cermin tentang kerasnya aturan. Tentang batas empati birokrasi. Tentang nasib guru di daerah. Jarak 114 kilometer itu nyata. Lelahnya juga nyata. Tapi aturan kehadiran ASN pun nyata.

Publik boleh bersimpati. Netizen boleh marah. Namun negara berjalan dengan pasal. Dengan angka. Dengan hitungan hari tidak masuk kerja.

Kasus ini meninggalkan pertanyaan yang menggantung: apakah sistem penugasan sudah cukup adil? Apakah mutasi guru sedemikian sulitnya hingga viral lebih dulu baru didengar? Dan berapa banyak “Nur Aini” lain yang memilih diam—sebelum akhirnya lelah sendiri?

Yang pasti, kisah ini bukan sekadar viral. Ia adalah peringatan. Bagi guru. Bagi birokrasi. Dan bagi kita semua.***

Polresta Bogor Kota Siapkan Pengamanan Tahun Baru, Empat Titik Jadi Fokus Penjagaan

0

Bogordaily.net – Dalam mengantisipasi perayaan pergantian Tahun Baru 2025 agar berjalan aman, tertib, dan kondusif. Polresta Bogor Kota fokus pengamanan di empat titik.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Eko Prasetyo, mengatakan terdapat empat titik utama yang menjadi fokus perhatian saat perayaan Tahun Baru, yakni kawasan Teguh Gudang, Air Mancur, Alun-Alun Bogor, dan Lapangan Sempur.

“Empat titik tersebut akan menjadi pusat perhatian kami bersama dalam pengamanan malam pergantian tahun,” ujar Kombes Pol Eko Prasetyo, Selasa 30 Desember 2025.

Dalam pengamanan tersebut, pihak kepolisian membagi wilayah pengaturan lalu lintas menjadi tiga ring. Ring satu meliputi Simpang Baranangsiang, Simpang Tugu Kujang, Empang hingga Simpang Air Mancur. Ring dua mencakup Simpang Ekalokasari, Simpang BNR, Pancasan, Gunung Batu, dan Semplak.

Sementara ring tiga berada di akses masuk Kota Bogor seperti Simpang Ciawi, Bubulak Bogor, dan kawasan Yasmin.

Kombes Pol Eko menjelaskan, rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional, mulai dari pengalihan arus, pembatasan kendaraan yang masuk ke wilayah Kota Bogor, hingga sistem buka tutup jalan apabila terjadi kepadatan.

“Kami memprediksi akan terjadi penumpukan kendaraan dari luar daerah yang masuk ke Kota Bogor, sehingga pembatasan kendaraan akan diberlakukan di ruas-ruas tertentu,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk merayakan Tahun Baru secara sederhana dan positif. Masyarakat diminta tidak menyalakan kembang api, tidak melakukan konvoi kendaraan roda dua maupun roda empat, serta tidak menggunakan kendaraan bak terbuka.

“Jika ditemukan konvoi atau kendaraan bak terbuka yang masuk ke wilayah Kota Bogor, akan kami putar balik ke daerah asal,” tegas Kapolresta.

Polresta Bogor Kota juga menegaskan akan melakukan tindakan tegas terhadap pelanggaran, khususnya terkait konsumsi minuman keras, narkoba, dan obat-obatan terlarang.

Menurutnya, peredaran minuman keras menjadi salah satu sumber utama penyakit masyarakat, sehingga penindakan dilakukan secara konsisten.

“Kami mengajak masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tambahnya.

Kapolresta mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga toleransi dan saling menghormati demi terciptanya suasana perayaan Tahun Baru yang aman dan nyaman.

“Mari kita sambut Tahun 2026 dengan penuh rasa syukur, menjaga persatuan, dan bersama-sama mewujudkan Kota Bogor yang aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya.***

Lawanggintung Jalankan Program Berbasis Kesejahteraan Warga

0

Bogordaily.net – Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor menorehkan prestasi dengan meraih juara tiga Anugerah Gapura Sri Baduga tingkat Kota Bogor tahun 2025.

Capaian ini menegaskan komitmen kelurahan dalam menjalankan berbagai program berbasis kesejahteraan warga yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Lurah Lawanggintung, Erika Sriwayuni, menjelaskan bahwa proses penilaian dimulai dari seleksi administrasi terhadap 68 kelurahan se-Kota Bogor. Dari tahapan tersebut, enam kelurahan dengan nilai administrasi tertinggi dinyatakan lolos ke tahap berikutnya.

“Alhamdulillah, Lawanggintung memperoleh nilai administrasi tertinggi pada tahap awal seleksi. Setelah itu kami kembali menjalani verifikasi hingga akhirnya masuk tiga besar di tingkat kota,” ujar Erika belum lama ini.

Setelah seleksi administrasi, tim juri yang terdiri dari unsur Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkot Bogor, dan tim penggerak (TP) PKK melakukan ekspos program serta pengecekan langsung ke lapangan. Penilaian dilakukan dengan mencocokkan dokumen yang diunggah dengan kondisi faktual di wilayah.

Dalam proses tersebut, Lawang Gintung memaparkan sejumlah program unggulan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan warga, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.

Salah satu inovasi utama yang ditampilkan adalah Basuh Anting atau Bapak Asuh Atasi Stunting. Program ini menyasar anak stunting dan Keluarga Risiko Stunting (KRS) melalui pendampingan dan pemberian asupan gizi, seperti telur, susu, roti, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

“Program Basuh Anting dijalankan tanpa menggunakan dana APBD. Kami mengandalkan swadaya wilayah dan dukungan coorporate social responsibilities (CSR). Alhamdulillah, dampaknya cukup nyata karena angka stunting di Lawanggintung terus menurun,” jelas Erika.

Selain penanganan stunting, Lawang Gintung juga menjalankan program Tas Jaket atau Tuntas Kejar Paket. Program ini bertujuan menekan angka putus sekolah dengan menjaring anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan formal untuk kembali bersekolah melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) tanpa dipungut biaya.

“Beberapa anak yang ikut program Tas Jaket sudah kembali melanjutkan pendidikan. Ada yang bekerja, bahkan ada yang diterima di perguruan tinggi negeri,” ungkapnya.

Tak hanya fokus pada inovasi sosial, kelurahan ini juga memaparkan penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang mencakup sektor infrastruktur, lingkungan, sosial ekonomi, kesehatan, dan pelayanan publik yang selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kota Bogor.

Usai rangkaian ekspos dan penilaian lapangan, dewan juri menetapkan Kelurahan Cibuluh sebagai juara pertama, disusul Tegallega di posisi kedua, dan Lawanggintung sebagai juara ketiga. Pengumuman dilakukan tanpa menyampaikan rincian nilai akhir kepada peserta.

Meski tidak melaju ke tingkat provinsi, Erika menegaskan capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi yang dijalankan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

“Bagi kami, lomba ini bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah program berjalan dan kesejahteraan warga meningkat,” tuturnya.

Kelurahan Lawang Gintung memiliki 3.076 kepala keluarga dengan jumlah penduduk mencapai 8.873 jiwa. Berbagai program berbasis kesejahteraan warga yang telah berjalan dipastikan akan terus dikembangkan meski rangkaian Anugerah Gapura Sri Baduga telah berakhir.***

KemenUMKM Bentuk Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Ekonomi Pascabencana di Sumatera

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggelar rapat koordinasi untuk membentuk Klinik UMKM Bangkit di wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, program kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi bagi pengusaha mikro, kecil, dan menengah di tiga provinsi tersebut.

“Besok saya juga akan turun langsung ke lokasi bencana dan Insya Allah mulai besok Klinik UMKM Bangkit sudah beroperasi. Ini merupakan arahan dari Presiden Prabowo untuk membantu pemerintah daerah, agar pemulihan ekonomi dapat berlangsung lebih cepat,” ujar Menteri Maman di Jakarta, Senin (29/12).

Menteri Maman mengatakan, Klinik UMKM Bangkit menawarkan tiga layanan utama, yaitu pembiayaan, belanja produk lokal, dan penguatan produksi.

“Tujuan dari Klinik UMKM Bangkit adalah menciptakan ekosistem ekonomi yang bergerak, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus menghindari terjadinya ketimpangan dalam proses pemulihan ekonomi,” katanya.

Menteri Maman menambahkan, Klinik UMKM Bangkit akan dibentuk di sejumlah titik strategis di Sumatera untuk mengoptimalkan dukungan pemulihan ekonomi.

“Akan ada delapan titik Klinik UMKM di tiga provinsi terdampak bencana, yaitu Kota Banda Aceh, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Medan, dan Kota Padang,” ujarnya.

Selain itu, kata Menteri Maman, Kementerian UMKM juga sedang menginventarisasi pasar rakyat serta menyiapkan langkah-langkah untuk mengaktifkan kembali pasar-pasar yang terdampak.

“Tak hanya menghidupkan kembali pasar tradisional, Kementerian UMKM juga berencana menghubungkan produk-produk lokal dengan e-commerce dan berbagai mitra terkait, sehingga pergerakan ekonomi dapat terus berlangsung dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Menteri Maman menegaskan, keberhasilan program Klinik UMKM Bangkit di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

“Program ini melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, asosiasi, organisasi kemasyarakatan, sektor swasta, hingga perguruan tinggi. Kami juga akan membuka jalur pelaporan dari masyarakat dan pengusaha UMKM setempat melalui berbagai kanal pengaduan,” katanya.***

Pengawas Kontraktor Plaza Jambu Dua Tewas di Kamar Mandi, Polisi Lakukan Olah TKP

0

Bogordaily.net – Pengunjung dan pedagang Plaza Jambu Dua, Kota Bogor, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria di dalam toilet yang sedang di renovasi di salah satu lantai pusat perbelanjaan tersebut, Senin 29 Desember 2025

Peristiwa ini memicu perhatian publik lantaran muncul sejumlah kejanggalan di lokasi kejadian.

Kapolsek Bogor Utara, AKP Enjo Sutarjo, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Benar, kami telah melakukan olah TKP dan jenazah sudah dievakuasi. Korban diketahui bernama Septian P. (33), kelahiran Jakarta, berprofesi sebagai pengawas kontraktor, beralamat di Kampung Belimbing, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas,” ujar AKP Enjo saat dikonfirmasi, Senin 29 Desember 2025

Meski proses evakuasi telah selesai, sejumlah pedagang mengaku heran dengan kondisi di sekitar jasad korban. Alexandra, salah satu pedagang konter ponsel di Plaza Jambu Dua, menyebut adanya barang-barang yang tidak lazim ditemukan di sekitar korban.

“Informasi yang beredar, di sekitar korban ditemukan berkas-berkas yang diduga dokumen kontraktor. Ini menimbulkan tanda tanya, karena tidak sesuai dengan keterangan bahwa korban berprofesi sebagai buruh,” ungkapnya.

Selain itu, Alexandra mempertanyakan sistem keamanan mal yang dinilai kecolongan. Menurutnya, area toilet seharusnya menjadi bagian dari pengawasan rutin petugas keamanan, terutama pada malam hari.

“Kami juga heran, bagaimana mungkin sejak malam tidak ada petugas yang mengecek area toilet,” ujarnya.

Kecurigaan pedagang semakin menguat lantaran proses olah TKP dinilai berlangsung singkat. Beberapa saksi menyebut penanganan di lokasi terkesan terburu-buru.

“Olah TKP tidak begitu lama, lalu lokasi sudah kembali rapi. Ini yang membuat kami bertanya-tanya,” tambah Alexandra.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telephone, Manager Pengelola Plaza Jambu Dua, Doris Yolesar menyampaikan, bahwa pihaknya baru mengetahui setelah securiti melaporkan penemuan mayat di toilet, pada Senin 29 Desember.

Selanjutnya pihak Jambu Dua Plaza menghubungi Babinkamtibmas. Saat ditemukan korban dengan kondisi terlentang dengan posisi kedua kaki terlipat

“Tak jauh dari korban juga ditemukan tas gendong dan botol air mineral. Saat ditemukan, kondisi korban normal tidak ada bekas luka atau bekas penganiayaan apapun,” kata Doris.

Ia juga menyangkal, terkait informasi bahwa ada berkas-berkas yang berserakan di dekat korban, yang ada dua meter dari korban ada tas gendong yang tergeletak.

Berdasarkan info, korban adalah kontraktor pengawas proyek renovasi bangunan Jambu Dua Plaza dan korban langsung dibawa ke RSUD Kota Bogor untuk dilakukan otopsi.

Sementara itu, polisi menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian korban. Publik pun menanti penjelasan resmi terkait dugaan kejanggalan yang mengiringi peristiwa tersebut.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Satpol PP Kota Bogor Pindah Kantor, Kecamatan Tanah Sareal Jadi Lokasi Sementara

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah bersiap melakukan relokasi Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor menyusul berakhirnya masa pinjam pakai gedung yang selama ini ditempati.

Kantor tersebut diketahui berdiri di atas aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) di kawasan Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Utara.

Masa pinjam pakai gedung itu dipastikan berakhir pada 31 Desember 2025. Dengan berakhirnya tenggat waktu tersebut, Pemprov Jabar meminta agar kantor Satpol PP Kota Bogor segera dikosongkan.

Kondisi ini membuat Pemkot Bogor harus bergerak cepat menyiapkan lokasi pengganti agar operasional penegakan peraturan daerah tetap berjalan normal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, membenarkan bahwa Pemprov Jawa Barat telah menyampaikan permintaan resmi terkait pengosongan gedung tersebut.

“Untuk informasi itu benar. Masa pinjam pakainya habis di akhir tahun 2025 ini. Pemprov Jabar meminta agar kantor Satpol PP itu segera dikosongkan,” ungkap Denny, Senin 29 Desember 2025.

Denny menjelaskan, kantor Satpol PP Kota Bogor akan direlokasi menempati bangunan baru milik Pemkot Bogor. Sesuai arahan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Pemkot Bogor memilih Kantor Kecamatan Tanah Sareal sebagai kantor Satpol PP.

“Sedangkan Kantor Kecamatan Tanah Sareal dipindahkan ke bekas kantor Imigrasi Jalan Heulang,” jelasnya.

Denny menekankan, rencana ini tengah dimatangkan, kantor Satpol PP hanya dipindahkan sementara ke Kantor Kecamatan Tanah Sareal.

Dipilih kantor Kecamatan Tanah Sareal, karena dinilai lebih memungkinkan untuk dijadikan kantor sementara.

“Mengapa di sana? Ini untuk mempermudah saja. Awalnya pak wali ada beberapa opsi, seperti di Jalan Pemuda atau gedung Dispenda, tapi kantor Kecamatan Tanah Sareal masih sangat representatif untuk digunakan sebelum proyek pembangunan underpass bergulir,” jelasnya.

Denny menambahkan, proses pengosongan kantor Satpol PP Kota Bogor akan langsung dijalankan dan tugas Satpol PP Kota Bogor dipastikan tidak terganggu.

“Karena ini urusan antar instansi pemerintah, jadi istilahnya ‘kantong kiri, kantong kanan’. Jadi prosesnya akan kami lalui dengan baik. Saya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Provinsi Jabar, jadi Insya Allah semuanya aman,” pungkasnya.

(Ibnu Galansa)

Dedie Rachim Targetkan GOR Pajajaran Jadi Ikon Sport Center Terpadu di Bogor

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam menyiapkan fasilitas olahraga terbaik untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

Hal itu disampaikan Dedie saat memimpin apel pagi di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Senin 29 Desember 2025, sekaligus meninjau langsung rehabilitasi kawasan GOR Pajajaran.

Dalam kesempatan tersebut, Dedie menyampaikan tiga poin utama, yakni kesiapan atlet Kota Bogor dengan target 100 medali emas Porprov 2026, progres rehabilitasi tahap pertama kawasan GOR Pajajaran, serta penataan lingkungan agar kawasan olahraga tersebut menjadi lebih tertata, nyaman, dan indah.

Didampingi Kepala Dispora Kota Bogor Anas S. Rasmana, Kepala Dinas PUPR Juniarti Estiningsih, dan Kepala Disperumkim Chusnul Rozaki, Dedie meninjau sejumlah fasilitas yang telah direvitalisasi.

Di antaranya Stadion GOR Pajajaran, lapangan indoor, lapangan softball, pedestrian, taman, jalur hijau, hingga seluruh kawasan penunjang.

“Saya ingin memastikan bahwa pekerjaan tahap satu rehabilitasi GOR Pajajaran sudah 100 persen selesai,” tegas Dedie.

Dedie menjelaskan, setelah tahap pertama rampung, pembangunan akan dilanjutkan ke tahap dua pada 2026 untuk menyelesaikan sejumlah venue yang diproyeksikan menjadi lokasi pertandingan Porprov.

Dalam peninjauan tersebut, Pemkot Bogor juga melibatkan PGN Area Bogor untuk menindaklanjuti rencana pergeseran instalasi gas. Keberadaan instalasi tersebut dinilai masih memisahkan lapangan indoor dengan panggung semi indoor.

“Jika instalasi itu bisa digeser, maka seluruh kawasan GOR Pajajaran akan menyatu,” ujarnya.

Ia pun meminta Dinas PUPR dan Disperumkim untuk terlibat aktif dalam penataan lanjutan agar kawasan GOR Pajajaran benar-benar terintegrasi.

“Saya ingin kawasan ini menjadi satu kesatuan seperti Gelora Bung Karno. Ini GBK versi kecil dengan luas sekitar delapan hektare,” kata Dedie.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Satpol PP Kabupaten Bogor Bongkar 42 Bangunan PKL Liar di Kawasan IPB Dramaga

0

Bogordaily.net – Satpol PP Kabupaten Bogor membongkar sebanyak 42 bangunan Pedagang Kaki Lima (PKL) liar di kawasan IPB University, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor pada Senin 29 Desember 2025.

Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Bogor Rhama Kodara menjelaskan bahwa, pembongkaran tersebut dilakukan usai pemberitahuan selama 7×24 jam kepada para pedagang PKL.

Dari total sebanyak 149 bangunan liar yang berdiri di kawasan tersebut, pihaknya membongkar sebanyak 42 bangunan yang enggan melakukan bongkar mandiri.

“Ada 42 bangunan liar, sebelum dilaksanakan penertiban, petugas telah memberikan surat pemberitahuan 7×24 jam kepada pemilik bangunan untuk segera membongkar bangunannya secara mandiri,” kata Rhama, Senin 29 Desember 2025.

Menurut Rhama, pembongkaran tersebut melibatkan unsur Garnisun, Koramil dan Polsek Dramaga secara manual. Adapun Puing puing bekas pembongkaran kini berhasil diangkut oleh DLH.

“Penertiban dilaksanakan secara manual dengan menggunakan Palugada. Puing-puing hasil penertiban langsung diangkut oleh truk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” jelasnya.

Selain itu, pihaknya memastikan bahwa, pelaksanaan berjalan aman dan kondusif tanpa ada kericuhan.

“Pembongkaran berjalan dengan aman, lancar dan kondusif,” ungkap Rhama Kodara.

(Albin Pandita)

BPBD Catat 1.785 Bencana Terjadi di Kabupaten Bogor Sepanjang Januari hingga Desember 2025

0

Bogordaily.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat ada sebanyak 1.785 kejadian bencana alam terjadi sepanjang Januari hingga Desember 2025.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat menjelaskan bahwa, kejadian bencana tersebut melanda 40 Kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor.

“Hingga Desember 2025, cukup banyak 1.785 kejadian itu ada di 40 Kecamatan,” kata Ade Hasrat kepada wartawan, Senin 29 Desember 2025

Menurut dia, bencana yang melanda Kabupaten Bogor diantaranya seperti banjir, tanah longsor, angin kencang hingga pergerakan tanah.

“Dengan 8 jenis, dari mulai tanah longsor , banjir, kebakaran hutan, pergerakan tanah, gempa bumi dan bencana alam lainya,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Ade, wilayah Kecamatan yang terdampak bencana tertinggi yakni terjadi di wilayah Selatan, seperti Ciawi, Cigombong dan sekitarnya.

Sedangkan, untuk wilayah terendah yang terdampak bencana yakni berada di wilayah Utara, seperti Parung Panjang, Tenjo dan sekitarnya.

“Sebenarnya hampir sama saja yang banyak itu wilayah Selatan, dan yang paling rendah itu justru wilayah seperti Parungpanjang,” ujar Ade Hasrat.

Selain itu, pihaknya memastikan bahwa, jumlah korban jiwa yang terdampak bencana tahun ini tidak terlalu banyak. Namun, pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut.

“Alhamdulillah nggak terlalu banyak, nanti harus melihat data dulu,” ungkapnya.

(Albin Pandita)