Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 203

AksaraFest 2025, Supaya “Literasi Inklusif” Kamu Mumpuni

0

Bogodaily.net – Sanggar Pojok Aksara, sukses menyelenggarakan AksaraFest 2025, sebuah festival literasi inklusif yang menjadi penyelenggaraan perdana (tahun pertama). Acara ini berlangsung pada Sabtu, 20 Desember 2025, bertempat di Sanggar Pojok Aksara, Desa Cikeas, dengan mengusung tema “Literasi Inklusif”.

AksaraFest 2025 dihadiri oleh Sekrearis Desa Cikeas Ridwan Kusumah Nirwana Perpustakaan dan Sanggar Belajar Desa Cikeas (Sanggar Pojok Aksara), Saidah Haviroh selaku Ketua Sanggar Pojok Aksara, serta Rizky Achyadi sebagai Ketua Pelaksana. Kegiatan ini juga melibatkan panitia, volunteer Sanggar Pojok Aksara, para peserta, serta masyarakat Desa Cikeas.

Pada kesempatan itu, Ketua Pelaksana Rizky Achyadi, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan AksaraFest 2025, meliputi keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung terselenggaranya festival literasi ini.

Disampaikan Dee, penyelenggaraan AksaraFest 2025 bertujuan supaya ada ruang bertumbuhnya literasi pada setiap individu. Kegiatan berupa rangkaian acara, serta keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung terselenggaranya festival literasi ini.

“AksaraFest 2025 merupakan kegiatan literasi inklusif yang diselenggarakan oleh Sanggar Pojok Aksara sebagai ruang ekspresi dan pembelajaran bagi anak-anak serta masyarakat Desa Cikeas. Kegiatan ini diisi dengan lomba puisi, storytelling, menyanyi, dan mewarnai, serta sesi talkshow literasi. Seluruh rangkaian acara terlaksana berkat kerja sama panitia, volunteer, dukungan Desa Cikeas, sponsor, dan partisipasi masyarakat,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Ridwan Kusumah Nirwana menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dan pelaksanaan AksaraFest 2025.

“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi dapat tumbuh dari komunitas. Pemerintah Desa Cikeas mendukung penuh AksaraFest sebagai ruang pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Saidah Haviroh, Ketua Sanggar Pojok Aksara, menegaskan bahwa AksaraFest, menjadi bagian dari komitmen sanggar dalam mengembangkan budaya literasi berbasis komunitas.

“AksaraFest kami hadirkan sebagai ruang aman dan terbuka bagi semua, agar literasi dapat diakses dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.

AksaraFest 2025 menghadirkan berbagai perlombaan kreatif, yaitu Lomba Puisi, Lomba Storytelling, Lomba Menyanyi, dan Lomba Mewarnai, yang disambut antusias oleh para peserta.

Dipenghujung acara, tepat sebelum pembagian hadiah, AksaraFest 2025 juga menghadirkan sesi talkshow literasi yang dipandu oleh Rizky Achyadi sebagai pembawa acara, dengan Indira Ratna S. sebagai narasumber. Talkshow ini menjadi ruang diskusi inspiratif mengenai pentingnya literasi inklusif dan peran komunitas dalam membangun ekosistem belajar di tingkat desa.

Kegiatan ini didukung oleh Pemerintah Desa Cikeas, serta para sponsor Le Lagoon, Talaga Cikeas, New Panjang Jiwo, Hotel Asyana, Delima Mandiri, dan PT Tunas Bagja Mandiri. Kehadiran UMKM Desa Cikeas turut memeriahkan acara sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi lokal.

Melalui penyelenggaraan AksaraFest 2025, Sanggar Pojok Aksara berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan dalam memperkuat literasi inklusif dan kreativitas masyarakat Desa Cikeas.***

 

Danantara dan BRI Terjun Langsung ke Lokasi Bencana Kab. Aceh Tamiang Salurkan Bantuan dan Dukung Pemulihan Pasca Bencana

0

Bogordaily.net – BRI sebagai bagian dari Danantara kembali menunjukkan upaya nyata dalam mendukung tanggap darurat dan pemulihan pascabencana dengan menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Kali ini, Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus COO Danantara Dony Oskaria bersama Direktur Utama BRI Hery Gunardi, secara langsung menyalurkan bantuan bagi korban terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Jumat (19/12).

Kabupaten Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir bandang dan longsor yang melanda Provinsi Aceh.

Bantuan disalurkan melalui Posko-posko BUMN Peduli yang berlokasi di Kecamatan Karang Baru dan Kota Kuala Simpang, serta diserahkan secara langsung kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Selain itu, BRI juga mengerahkan sejumlah relawan yang terjun langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di berbagai titik bencana di wilayah tersebut.

Dony Oskaria mengatakan bahwa melalui gerakan bersama ini, Danantara Indonesia dan BUMN hadir untuk mendampingi warga yang terdampak, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, serta membantu masyarakat menjalani proses pemulihan secara bertahap.

“BUMN adalah milik rakyat Indonesia. Oleh karena itu, setiap kali rakyat membutuhkan, kehadiran kami bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Sejak awal terjadinya bencana, kami menegaskan bahwa kehadiran BUMN bukan sekadar pelengkap, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab sebagai perusahaan milik negara,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan sejak awal terjadinya bencana, BRI melalui beberapa unit kerja terdekat di wilayah bencana bergerak cepat dengan melakukan pemetaan kebutuhan di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Tidak hanya fokus pada fase tanggap darurat, BRI juga berperan aktif dalam mendukung proses pemulihan pascabencana. Hal ini diwujudkan melalui pengiriman ratusan Relawan Tanggap Bencana BUMN yang bertugas membantu kelancaran penyaluran bantuan, mendukung operasional di lapangan, serta terlibat langsung dalam proses pemulihan di wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Hery menambahkan, komitmen BRI dalam membantu pemulihan bencana Sumatera tidak hanya hadir pada fase tanggap darurat, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pemulihan jangka menengah dan panjang di wilayah terdampak bencana.

Melalui program BRI Peduli, BRI akan terus berkontribusi secara berkelanjutan guna membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalankan aktivitas.

Komitmen bantuan pemulihan infrastruktur pascabencana tersebut akan dilakukan melalui program BRI Peduli yang difokuskan pada wilayah-wilayah terdampak.

Di Provinsi Aceh, sebagai salah satu wilayah terdampak utama, BRI menyiapkan program renovasi fasilitas pendidikan, puskesmas, layanan publik serta perbaikan sistem air bersih dan sanitasi.

Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, BRI akan melakukan renovasi sekolah dasar/negeri dan puskesmas yang terdampak banjir/longsor, serta perbaikan sarana air bersih dan sanitasi.

Adapun di Provinsi Sumatera Barat, upaya pemulihan difokuskan pada perbaikan dan renovasi ruang kelas sekolah, fasilitas kesehatan tingkat pertama, serta rehabilitasi drainase dan akses jalan lingkungan. Selain itu, bantuan juga akan disalurkan untuk pembangunan hunian sementara khususnya diwilayah Aceh dan Sumatra Utara.

Sebelumnya pada fase tanggap bencana, BRI pun telah menyalurkan bantuan yang meliputi pendirian Posko Bencana, survival kit, sembako, obat-obatan, pakaian layak pakai, kasur dan selimut, perahu karet, perlengkapan bayi, air mineral, peralatan kebersihan, serta berbagai kebutuhan mendesak lainnya.

Hingga 18 Desember 2025, BRI Group telah melaksanakan 40 aksi tanggap darurat di berbagai wilayah terdampak bencana, yang didukung oleh 5 unit posko darurat bencana. Posko-posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi, distribusi bantuan, serta layanan kemanusiaan guna memastikan bantuan dapat tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran.

Bantuan yang disalurkan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak, meliputi 3.250 paket makanan siap santap, 63.500 paket sembako, 700 paket survival kit, serta 1.680 unit kasur dan selimut.

Selain itu, BRI Group juga mendistribusikan 23 truk air bersih, 3.800 paket obat-obatan, dan 5.800 unit peralatan kebersihanuntuk mendukung kesehatan dan sanitasi di wilayah terdampak. Untuk memperlancar mobilisasi bantuan di area terdampak banjir, 2 unit perahu karet turut dikerahkan. Secara keseluruhan, manfaat program ini telah menjangkau 70.550 jiwa masyarakat terdampak.

“BRI yang menjadi bagian ekosistem dari Danantara berharap dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkesinambungan bagi masyarakat terdampak bencana. Langkah ini sekaligus menegaskan peran BRI yang senantiasa hadir, peduli dan berkontribusi nyata dalam setiap fase penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang, demi mendukung ketahanan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia”, tegas Hery.***

Direksi dan Relawan PLN Turun Langsung Pastikan Percepatan Pemulihan Fasilitas Umum di Aceh

0

Bogordaily.net – Jajaran Direksi PT PLN (Persero) bersama para relawan PLN turun langsung ke sejumlah fasilitas publik terdampak banjir di Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Tengah, pada Jumat (19/12).

Upaya ini untuk memastikan bangunan serta instalasi listrik di rumah sakit, tempat ibadah, hingga sekolah aman dan siap digunakan kembali pascapulihnya sistem kelistrikan di wilayah tersebut.

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, dalam peninjauannya ke Masjid Besar Al Huda dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Aceh Tamiang, menyampaikan bahwa pemulihan pasokan listrik kepada pelanggan dilakukan secara terus menerus dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat.

“Sebelum memasukkan tegangan, petugas PLN harus mengecek dan memastikan setiap rumah sudah dalam posisi aman. Tidak bisa kita hidupkan begitu saja, karena ada potensi bahaya di mana masih banyak titik genangan air,” kata Dony.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh tim PLN yang terus berada di lapangan, memastikan setiap tahapan pemulihan berjalan optimal meski menghadapi berbagai tantangan.

“Jadi, terima kasih teman-teman PLN yang sudah luar biasa, para direksi yang sudah berhari-hari di sini. Insya Allah mudah-mudahan nanti dimudahkan prosesnya,” ujar Dony.

Peninjauan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan melalui program Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Peduli ke sejumlah lokasi terdampak di Aceh. PLN turut berkontribusi menyalurkan berbagai bantuan logistik, meliputi 10 truk air bersih, 6 truk toren air, peralatan kebersihan, selimut, serta perlengkapan ibadah untuk mendukung aktivitas dan kenyamanan warga di lokasi terdampak.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa PLN mengerahkan personel teknis serta melibatkan jajaran direksi untuk memimpin langsung pemulihan pasokan listrik dan layanan publik berjalan cepat, aman, dan berkelanjutan.

“Ini merupakan keseriusan kami untuk membantu proses pemulihan pascabencana, kami juga pastikan agar pasokan listrik ke pelanggan dapat dilakukan dengan cepat dan tetap mengutamakan keselamatan,” tutur Darmawan.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan tersebut, PLN menggelar kerja bakti pembersihan fasilitas umum, pemeriksaan instalasi listrik, hingga penyaluran bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat di beberapa lokasi terdampak.

Di Aceh Tamiang, kegiatan tersebut menyasar Masjid Besar Al Huda dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Aceh Tamiang yang dipimpin langsung oleh Komisaris Independen PLN, Yazid Fanani, Direktur Keuangan PLN, Sinthya Roesly, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, dan Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri.

Tidak hanya di Aceh Tamiang, jajaran direksi lainnya, yaitu Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto dan Direktur Perencanaan Korporat & Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo juga memastikan fasilitas dan instalasi listrik di Masjid Raya Langsa Kota dan RSUD Langsa aman untuk dialiri pasokan listrik kembali.

Sementara di Takengon, Aceh Tengah, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PLN, Suroso Isnandar dan Direktur Manajemen Risiko PLN, Adi Lumakso memimpin langsung peninjauan pemulihan fasilitas publik di Masjid Baitul Quddus Mendale dan Sekolah Dasar Negeri 9 Kebayakan, untuk memastikan fasilitas layanan publik dapat kembali beroperasi dengan dukungan kelistrikan yang aman.

“Kami berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama pada saat-saat sulit seperti ini. Kehadiran dan dukungan Danantara menjadi kekuatan bagi kami untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkas Darmawan.

AHY Tinjau Pusat Informasi Geologi Geopark Bogor Halimun Salak, Tekankan Konservasi dan Pembangunan Berkelanjutan

0

Bogordaily.net – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan kunjungan ke Pusat Informasi Geologi Geopark Bogor Halimun Salak Kabupaten Bogor, di Cibinong, Minggu 21 Desember 2025.

Dalam kesempatan itu, Menko AHY berpesan agar jaga bersama konservasi sumber daya alam, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan geopark.

AHY juga berdialog dengan pengelola dan pemangku kepentingan setempat mengenai peluang pengembangan program edukasi, penelitian, serta sinergi pembangunan wilayah yang ramah lingkungan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, hadirnya pusat informasi ini dinilai sangat relevan dengan semangat untuk menjaga bumi dan lingkungan hidup.

“Saya sempat masuk ke Pusat Informasi Geologi Geopark Bogor Halimun Salak, di sana dijelaskan beberapa hal yang tentunya menarik untuk bisa kita jaga bersama-sama,” kata Menko AHY.

AHY berpesan, saat ini pihaknya mengawal pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah pembangunan tersebut tidak boleh mengabaikan lingkungan, bumi, maupun hutan kita.

Pusat Informasi Geologi Geopark Bogor Halimun Salak selama ini dikenal sebagai ruang edukasi penting bagi masyarakat, pelajar, hingga peneliti untuk memahami proses geologi dan kekayaan alam di kawasan Halimun Salak.

Selain aspek edukasi, pusat informasi ini juga menjadi pusat konservasi dan sarana promosi pembangunan berkelanjutan yang memanfaatkan potensi geowisata secara bertanggung jawab.

Kehadiran Menko AHY dan jajarannya menunjukkan dukungan pemerintah pusat terhadap upaya pelestarian dan pengembangan kawasan geopark.

Sebagai informasi, Geopark Bogor Halimun Salak yang berada di wilayah Kabupaten Bogor menjadi salah satu garda terdepan dalam memperkenalkan nilai geologi Indonesia kepada masyarakat luas sambil menjaga keseimbangan lingkungan.

(Albin Pandita)

PSEL WTE TPA Galuga Ditargetkan Groundbreaking Awal 2026

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mendampingi Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, meninjau lokasi rencana pembangunan fasilitas Waste to Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Minggu, 21 Desember 2025.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan bahwa perjalanan aktivasi WTE atau PSEL sudah relatif lengkap.

Saat ini, proses pengadaan barang dan jasa (PBJ) telah ditangani oleh Danantara dan sedang berjalan.

“Info kepada kami, ada sekian unit yang masuk dalam klarifikasi untuk melaju ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Untuk membangun PSEL ini, Hanif menyampaikan bahwa Pemerintah Kota  (Pemkot) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare yang telah melalui kajian mendalam dan nantinya akan dilanjutkan dengan kajian detail.

Ia berharap, dengan kesiapan yang matang, PSEL ini dapat segera terwujud. Sebab, saat ini timbulan sampah di wilayah Bogor Raya mencapai 4.000 ton per hari.

“Jadi ini harus kita selesaikan bersama-sama dengan target secepatnya. Kegiatan akan dimulai dengan groundbreaking yang diharapkan dilakukan oleh Danantara pada awal tahun 2026. Infonya Februari, namun untuk bisa beroperasi penuh masih membutuhkan waktu sekitar dua tahun,” ujarnya.

Penanganan sampah di Indonesia, termasuk di Bogor, harus dilakukan secara serius karena sudah berada pada fase darurat, sehingga penanganannya harus diselesaikan secara bersama-sama.

Bogor yang berada di posisi hulu aliran Sungai Ciliwung dan Cisadane memiliki peran penting dalam penanganan sampah yang akan berdampak pada wilayah hilir, yaitu Depok, Tangerang, hingga Jakarta.

“Jadi terima kasih atas kerja keras Wali Kota Bogor yang sangat serius, dan Pak Bupati yang juga memiliki peran sangat penting bagi kehidupan di Jakarta dan sekitarnya,” katanya.

Sebelumnya, Danantara telah melakukan verifikasi kesiapan rencana pembangunan PSEL WTE kepada Pemkot Bogor terkait keabsahan data, kelengkapan administrasi pertanahan, serta perizinan, termasuk hasil feasibility study yang telah dilakukan Kota Bogor dalam menangani persampahan di TPA Galuga.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa dari hasil verifikasi yang dilakukan oleh Danantara, ia melihat adanya sinyal keinginan percepatan koordinasi.

“Jadi keinginan dari Danantara adalah tidak adanya ekses dari rencana yang menurut saya sudah cukup baik ini. Itu yang ditekankan, supaya nanti pada saat pembangunan dan groundbreaking dilakukan, sudah tidak ada lagi isu,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot dan Pemkab Bogor juga akan bersama-sama melakukan pendataan masyarakat yang berprofesi sebagai pemulung untuk nantinya dapat diberdayakan, dengan terlebih dahulu melakukan studi terkait turunan dari hasil sisa pembakaran sampah.

“Misalnya untuk batako, pupuk, dan lain-lain, itu juga ingin diberdayakan. Tapi ini harus dikunci, karena kita tidak ingin akibat adanya proyek ini justru jumlahnya meningkat. Jadi yang sudah ada saja didata, kemudian dicarikan jalan keluar dan solusi terbaik,” ucapnya.***

MD Entertainment Bocorkan Kelanjutan Ipar adalah Maut, Season 2 Siap Tayang 2026?

0

Bogordaily.net – Kekecewaan penonton terhadap akhir cerita Ipar adalah Maut: The Series justru membuka peluang baru bagi kelanjutan serial yang menuai pro dan kontra tersebut.

Pendiri sekaligus CEO MD Entertainment, Manoj Punjabi, memberi sinyal kuat bahwa kisah Aris, Nisa, dan Rani belum benar-benar berakhir.

Isyarat tersebut terungkap melalui sebuah unggahan di Instagram pribadi Manoj Punjabi, yang memperlihatkan dirinya tengah berbincang santai dengan Deva Mahenra, aktor yang memerankan karakter Aris.

Percakapan keduanya langsung menyedot perhatian publik karena membahas reaksi keras penonton terhadap episode terakhir serial garapan sutradara Hanung Bramantyo itu.

Dalam video yang diunggah tersebut, Manoj Punjabi secara terbuka mengungkapkan bagaimana dirinya menjadi sasaran kemarahan penonton yang merasa dikecewakan oleh ending cerita.

“Dev, gue lagi dimaki-maki. Gila, gue di-DM dimaki-makinya sadis, lho. Sampai dibilang gue nggak layak bikin film drama. ‘Udah, bikin film horor aja tuh’ kata mereka,” curhatnya pada si aktor.

Pengakuan itu memperlihatkan betapa kuatnya reaksi emosional publik terhadap penutup cerita yang dinilai menggantung dan tidak memberikan keadilan bagi karakter utama.

Tak hanya Manoj Punjabi, Deva Mahenra mengaku mengalami tekanan serupa dari warganet. Ia menerima banyak pesan yang mempertanyakan kelanjutan cerita serta nasib karakter Aris di akhir episode.

Melihat antusiasme sekaligus kekecewaan tersebut, Manoj pun melontarkan gagasan untuk memberikan penutup cerita yang lebih jelas dan memuaskan.

Isyarat Conclusion dan Hukuman untuk Aris

Manoj Punjabi secara eksplisit menyebut bahwa kisah ini membutuhkan sebuah konklusi yang tegas. Ia menilai penonton layak mendapatkan jawaban atas konflik yang sejak awal dibangun penuh emosi.

“Kita harus kasih conclusion. Nisa harus tahu semuanya, Aris harus dihukum. Pada nanya, ini ada lanjutannya nggak? Jadi menurut saya, we need it, we gotta do it,” ajaknya.

Pernyataan tersebut langsung diamini oleh Deva Mahenra, yang ikut menegaskan bahwa kebenaran seharusnya terungkap.

“Nisa harus tahu, Rani harus ketahuan,” sambung Deva.

Percakapan keduanya kemudian ditutup dengan pernyataan singkat namun penuh makna.

“2026 conclusion,” ucap keduanya kemudian.

Meski tidak disertai detail resmi, banyak pihak menduga kuat bahwa kalimat tersebut merujuk pada Ipar adalah Maut: The Series season 2 yang kemungkinan akan tayang pada tahun 2026.***

Yamaha Indonesia Motor Mfg, Gelar Galapung Empang Lintas Cileungsi

0

Bogordaily.net – Sebanyak 42 orang pengendara motor, yang merupakan pelanggan Yamaha, sekaligus percinta mincing larurut dalam kegemberiaan di kolam Pemancingan GALAPUNG Empang Lintas Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu, 21 Dedsember 2025.

Kolam pemancingan yang bisa tenang, mendadak riuh. Diterpa angin sepoi-sepoi, menggerakkan permukaan empang menjadi saksi pada momen tak terduga yaitu ngegerebek empang. Kehadiran perserta mengundang perhatian semua orang.

Berawal dari kecurigaan para pemancing terhadap gerak-gerik yang tidak biasa, suasana pun mulai memanas. Beberapa orang terlihat berbisik, mata mereka tertuju ke satu sudut empang. Joran yang sebelumnya ditarik dengan sabar kini diturunkan, digantikan rasa penasaran yang semakin kuat. Tak butuh waktu lama, sekelompok orang mendekat, memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Teriakan spontan dan sorak suara memecah keheningan. Ngegerebek empang bukan sekadar keributan, melainkan bentuk kepedulian terhadap sportivitas dan kebersamaan di antara para pemancing. Melalui GALAPUNG, yang dikenal sebagai tempat hiburan rakyat serta ajang silaturahmi para pecinta mancing lintas wilayah Cileungsi, mereka kembali menunjukkan karakternya: tegas namun tetap menjunjung kebersamaan.

Sejenak situasi mereda, suasana perlahan kembali normal. Tawa kembali terdengar, joran kembali diangkat, dan empang GALAPUNG lagi-lagi menjadi ruang cerita. Peristiwa ngegerebek hari itu menjadi pengingat bahwa di balik hobi memancing, ada nilai kejujuran, kebersamaan, dan saling menjaga yang harus terus dijunjung tinggi.***

Banjir Bandang Terjang Lereng Gunung Slamet, Kawasan Wisata Guci Rusak Parah

0

Bogordaily.net – Bencana banjir bandang kembali melanda wilayah Jawa Tengah. Kali ini, sejumlah daerah di Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang terdampak luapan air besar yang terjadi pada Sabtu, 20 Desember 2025, setelah hujan deras mengguyur kawasan lereng Gunung Slamet sejak siang hari.

Curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama berjam-jam membuat debit air sungai meningkat drastis.

Air yang tak tertampung kemudian meluap dan berubah menjadi banjir bandang yang menyapu wilayah di jalur hilir, termasuk kawasan permukiman dan objek wisata.

Salah satu lokasi yang dilaporkan mengalami dampak paling serius berada di objek wisata pemandian air panas Guci, tepatnya di area Pancuran 13, Kabupaten Tegal.

Kawasan wisata yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan itu mendadak berubah mencekam saat banjir bandang datang secara tiba-tiba.

Tak hanya membawa material alam, banjir bandang tersebut juga menyeret sejumlah fasilitas penunjang wisata. Pipa air panas, yang merupakan bagian vital dari sistem pemandian di Pancuran 13, terlihat ikut terbawa arus deras.

Kondisi ini menunjukkan kuatnya tekanan air yang turun dari kawasan hulu lereng Gunung Slamet. Beberapa bagian fasilitas wisata dilaporkan rusak, tertimbun lumpur, atau bergeser dari posisi semula akibat hantaman banjir.

Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial, terlihat aliran air bercampur lumpur, bebatuan, dan potongan kayu mengalir sangat deras melintasi area wisata. Arus air bahkan tampak melewati jalur pejalan kaki hingga mendekati kolam pemandian.

Hingga kini, belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang tersebut.

Meski demikian, kerusakan infrastruktur dan fasilitas wisata menjadi perhatian serius, mengingat kawasan Guci merupakan salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Tegal.***

 

Resmi! Dedie A Rachim Pimpin DPD PAN Kota Bogor Periode 2025–2030

0

Bogordaily.net – Minggu, 21 Desember 2025, layar-layar gawai para kader PAN di Kota Bogor menyala bersamaan. Bukan untuk rapat biasa.

Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bogor sedang menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-6. Daring.

Terhubung langsung dengan Dewan Pimpinan Pusat PAN di Jakarta. Dipimpin langsung Ketua Umum.

Politik, sekali lagi, menyesuaikan diri dengan zaman.

Ratusan kader ikut bergabung. Dari pengurus daerah, cabang, hingga ranting. Semua hadir meski tanpa salaman, tanpa kursi panjang, tanpa spanduk besar yang biasanya memenuhi aula. Namun denyutnya terasa sama: menentukan arah lima tahun ke depan.

Menariknya, pembukaan Musda VI PAN Kota Bogor tidak hanya dihadiri kader internal. Pimpinan partai politik lain di Kota Bogor ikut menyimak.

Ketua Bawaslu Kota Bogor hadir. Ketua KPUD Kota Bogor pun turut menyapa. Lengkap. Demokrasi lokal sedang bekerja, meski lewat jaringan internet.

Puncaknya datang saat forum menetapkan satu nama: Dedie A. Rachim. Ia ditunjuk sebagai Ketua Formatur. Sekaligus terpilih sebagai Ketua DPD PAN Kota Bogor untuk masa bakti 2025–2030.

Dedie bukan nama baru. Saat ini ia menjabat Wali Kota Bogor. Artinya, PAN Kota Bogor memilih jalur yang tegas: menyatukan kepemimpinan partai dengan kepemimpinan pemerintahan. Sebuah pilihan yang sarat harapan dan tentu saja tantangan.

Formatur tidak bekerja sendirian. Bersama Dedie, ditetapkan pula nama-nama lain: Fajari Aria Sugiarto, Safrudin, Rifki Alaydrus, Hakanna, Zakiyatul, dan Karina Soerbakti. Mereka inilah yang akan meramu ulang mesin partai.

Ketua Steering Committee Musda VI PAN Kota Bogor, Niki Aditya, menjelaskan proses berikutnya. Ketua dan anggota formatur diberi waktu maksimal 30 hari. Sebulan penuh.

Untuk menyusun struktur kepengurusan DPD PAN Kota Bogor yang baru. Setelah itu, hasilnya dikirim ke pusat. Ditetapkan melalui Surat Keputusan DPP PAN.

Cepat. Terukur. Formal.

Harapan para kader sederhana, tapi berat: kepengurusan baru harus solid. Organisasi harus kuat. PAN Kota Bogor harus lebih maju. Lebih terasa denyutnya di tengah masyarakat.

Panitia Musda mencatat satu hal penting: seluruh rangkaian Musda VI PAN Kota Bogor berlangsung tertib dan lancar. Tanpa riak. Tanpa suara sumbang.***

Direksi dan Relawan PLN Turun Langsung Pastikan Percepatan Pemulihan Fasilitas Umum di Aceh

0

Bogordaily.net — Jajaran Direksi PT PLN (Persero) bersama para relawan PLN turun langsung ke sejumlah fasilitas publik terdampak banjir di Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Tengah, pada Jumat (19/12). Upaya ini untuk memastikan bangunan serta instalasi listrik di rumah sakit, tempat ibadah, hingga sekolah aman dan siap digunakan kembali pascapulihnya sistem kelistrikan di wilayah tersebut.

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, dalam peninjauannya ke Masjid Besar Al Huda dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Aceh Tamiang, menyampaikan bahwa pemulihan pasokan listrik kepada pelanggan dilakukan secara terus menerus dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat.

“Sebelum memasukkan tegangan, petugas PLN harus mengecek dan memastikan setiap rumah sudah dalam posisi aman. Tidak bisa kita hidupkan begitu saja, karena ada potensi bahaya di mana masih banyak titik genangan air,” kata Dony.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh tim PLN yang terus berada di lapangan, memastikan setiap tahapan pemulihan berjalan optimal meski menghadapi berbagai tantangan.

“Jadi, terima kasih teman-teman PLN yang sudah luar biasa, para direksi yang sudah berhari-hari di sini. Insya Allah mudah-mudahan nanti dimudahkan prosesnya,” ujar Dony.

Peninjauan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan melalui program Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Peduli ke sejumlah lokasi terdampak di Aceh. PLN turut berkontribusi menyalurkan berbagai bantuan logistik, meliputi 10 truk air bersih, 6 truk toren air, peralatan kebersihan, selimut, serta perlengkapan ibadah untuk mendukung aktivitas dan kenyamanan warga di lokasi terdampak.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa PLN mengerahkan personel teknis serta melibatkan jajaran direksi untuk memimpin langsung pemulihan pasokan listrik dan layanan publik berjalan cepat, aman, dan berkelanjutan.

“Ini merupakan keseriusan kami untuk membantu proses pemulihan pascabencana, kami juga pastikan agar pasokan listrik ke pelanggan dapat dilakukan dengan cepat dan tetap mengutamakan keselamatan,” tutur Darmawan.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan tersebut, PLN menggelar kerja bakti pembersihan fasilitas umum, pemeriksaan instalasi listrik, hingga penyaluran bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat di beberapa lokasi terdampak.

Di Aceh Tamiang, kegiatan tersebut menyasar Masjid Besar Al Huda dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Aceh Tamiang yang dipimpin langsung oleh Komisaris Independen PLN, Yazid Fanani, Direktur Keuangan PLN, Sinthya Roesly, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, dan Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri.

Tidak hanya di Aceh Tamiang, jajaran direksi lainnya, yaitu Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto dan Direktur Perencanaan Korporat & Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo juga memastikan fasilitas dan instalasi listrik di Masjid Raya Langsa Kota dan RSUD Langsa aman untuk dialiri pasokan listrik kembali.

Sementara di Takengon, Aceh Tengah, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PLN, Suroso Isnandar dan Direktur Manajemen Risiko PLN, Adi Lumakso memimpin langsung peninjauan pemulihan fasilitas publik di Masjid Baitul Quddus Mendale dan Sekolah Dasar Negeri 9 Kebayakan, untuk memastikan fasilitas layanan publik dapat kembali beroperasi dengan dukungan kelistrikan yang aman.

“Kami berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama pada saat-saat sulit seperti ini. Kehadiran dan dukungan Danantara menjadi kekuatan bagi kami untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkas Darmawan.***