Home Blog Page 219

Cegah Peredaran Narkotika di Bumi Tegar Beriman, Pemkab Bogor Bentuk Tim Satgas Anti Narkoba

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membentuk tim satgas anti narkoba untuk memberantas peredaran narkotika di bumi tegar beriman.

Hal tersebut dilakukan usai Rapat koordinasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Pendopo Bupati Bogor, Kamis 2 April 2026.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut, satgas tersebut melibatkan unsur Forkopimda, para kyai, ulama di Kabupaten Bogor baik tingkat desa hingga kecamatan.

Kemudian, didukung oleh organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, dan juga Forum kerukunan umat beragama Kabupaten Bogor.

“Jadi kami dari Pemerintah Kabupaten Bogor Hari ini kami membentuk tim satgas Tingkat Kabupaten, tingkat kecamatan Hingga tingkat desa dan kelurahan,” kata Rudy kepada wartawan.

Menurut Rudy, satgas tersebut dibentuk agar masyarakat Kabupaten Bogor bersih dari maraknya peredaran gelap narkoba dan obat obatan terlarang.

“Seluruh instrumen Pemerintah Kabupaten Bogor bergabung menjadi satu, kita ingin Bogor bersih dari narkotika dan obat-obatan terlarang,” jelasnya.

Nantinya, kata Rudy, Pemkab Bogor bersama BNN Kabupaten Bogor akan memiliki beberapa program-program pencegahan, hingga penindakan terhadap pengguna narkoba, untuk menjaga generasi muda bebas dari narkoba.

“Kita menjaga generasi muda kita, anak-anak muda kita, agar terhindar dan bersih dari obat-obatan terlarang,” ungkap Rudy.

(Albin)

Hendak Pasang Wifi, 5 Pekerja di Ciseeng Bogor Tersengat Listrik Hingga Alami Luka Bakar

Bogordaily.net – Sebanyak lima orang tersengat listrik hingga alami luka bakar saat hendak memasang wifi di Desa Ciseeng, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Kamis, 2 April 2026.

Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah menjelaskan bahwa, kejadian tersebut terjadi pada pukul 09.00 WIB.

“Benar, telah terjadi insiden yang menyebabkan lima pekerja wifi tersengat aliran listrik saat pemasangan tiang wifi,” kata Maman.

Kemudian, ia menjelaskan, kejadian bermula saat lima pekerja dari PT. Komcoin Kreasi Bersama hendak mengangkat tiang berbahan besi.

“Kemudian bagian ujung tiang itu menyentuh kabel listrik aktif, sehingga mengakibatkan para pekerja tersengat arus listrik,” jelasnya.

Kemudian, kata Maman, kelima korban langsung terkapar di lokasi kejadian dan mengalami luka bakar.

“Seluruh korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh dan telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Ciseeng, dua korban kondisinya telah dirujuk ke RS Citra Arafiq Sawangan karena cukup parah,” ujar Maman.

Sementara itu, pasca kejadian, ia menghimbau kepada seluruh pihak untuk selalu memperhatikan keselamatan saat bekerja.

“Khususnya penyedia jasa dan pekerja lapangan agar selalu memperhatikan standar keselamatan kerja, terutama saat bekerja di dekat jaringan listrik guna mencegah kejadian serupa,” ungkapnya.

(Albin)

Penanganan Jalan Longsor di Kebon Pedes Kota Bogor Segera Dilakukan, Warga Harap Sabar

Bogordaily.net – Penanganan longsor yang terjadi di Jalan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, segera dilakukan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan perbaikan akan dikerjakan setelah tim teknis menuntaskan tahapan survei di lokasi terdampak.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan bahwa tim dari provinsi telah turun langsung meninjau sejumlah titik yang membutuhkan penanganan, termasuk kawasan Kebon Pedes.

Menurutnya, survei tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi antara Pemerintah Kota Bogor dengan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat yang sebelumnya telah dilakukan.

“Tim teknis provinsi sudah melakukan survei di beberapa titik, termasuk Batutulis dan kini di lokasi longsor Kebon Pedes,” ujar Jenal

Ia menjelaskan, penanganan yang akan dilakukan tidak hanya berfokus pada titik longsor utama. Pemerintah juga akan melakukan langkah antisipatif guna mencegah potensi longsor susulan di sekitar area tersebut.

Berdasarkan rencana anggaran biaya (RAB), proyek penanganan ini diperkirakan menelan dana sekitar Rp7 miliar. Anggaran tersebut mencakup perbaikan titik longsor sekaligus penguatan struktur di area rawan lainnya.

Meski demikian, Jenal belum dapat memastikan jadwal pelaksanaan proyek. Ia menyebut proses pengerjaan sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan tetap mengikuti mekanisme yang berlaku.

“Kami semua berupaya agar penanganan bisa segera dilakukan, namun tetap harus melalui tahapan yang ada,” katanya.

Jenal juga mengapresiasi perhatian dan respons cepat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menangani persoalan ini. Ia meminta masyarakat untuk bersabar menunggu proses perbaikan.

Sebagai informasi, longsor di Jalan Kebon Pedes terjadi pada akhir Januari 2026 dengan tinggi material longsoran mencapai sekitar 13 meter dan panjang sekitar 14 meter.

Dampaknya, akses jalan tidak dapat dilalui secara normal. Kendaraan harus bergantian melintas, sehingga menyebabkan kemacetan di kawasan tersebut.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Berakhir Humanis, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Duduk Bareng Mahasiswa saat Unjuk Rasa

Bogordaily.net – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor menerima aspirasi Brigade Mahasiswa Bogor saat aksi unjuk rasa pada Kamis 2 April 2026.

Dalam kesempatan itu, Agus Salim beserta jajaran Anggota DPRD Kabupaten Bogor lainya duduk bareng bersama para mahasiswa.

Dirinya menyampaikan terima kasih, kepada para mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi dan kritikan terhadap jajaran DPRD Kabupaten Bogor.

“Saya mengucapkan terima kasih atas penjelasan dari DPMD, kita sama kita menginginkan apa yang terbaik bagi masyarakat yang cocok dan pas untuk masyarakat,” kata Agus Salim.

“Siapapun bisa memberikan kritik mana yang pas mana yang tidak, mana yang prioritas mana yang tidak semua tentu berharap mana yang prioritas,” tambahnya.

Agus Salim mengaku akan mengevaluasi kembali terkait adanya program digitalisasi posyandu

“Kemudian, semua berharap memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Masih banyak pr untuk kita semua dan juga salah satunya untuk digitalisasi posyandu,” ujar dia.

Kemudian, anggaran yang dinilai besar tersebut sampai saat ini masih belum disepakati dan masih bisa diubah.

“Walaupun, jika ada yang kurang tepat sekalipun, sampai hari ini belum di klik dan kami bisa mengevaluasi dan dinas bisa kami rekomendasikan untuk melakukan parsial, saat ada parsial 1, 2 sebelum apbd perubahan.

Lebih lanjut, pihaknya memastikan, masih melakukan pengawasan terhadap rencana adanya program digitalisasi posyandu.

“Jadi fungsi pengawasan kami masih berjalan dan mohon maaf saya tidak bisa menjawab, kami juga sedang turun terkait dengan pemeriksaan lkpj bupati langsung ke dinas terkait untuk kemudian dengan tim semuanya,” ungkap dia.

Sebelumnya diketahui, Brigade Mahasiswa Bogor melaksanakan aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Cibinong, pada Kamis 2 April 2026.

Adapun, unjuk rasa tersebut dilakukan sebagai bentuk respons kritis terhadap kebijakan anggaran daerah Tahun Anggaran 2026, khususnya terkait Pokok Pikiran (Pokir) Dewan.

Hal tersebut diwujudkan dalam program Posyandu Digital oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor dengan nilai anggaran mencapai Rp20.000.000.000 (dua puluh miliar rupiah).

Program tersebut memantik pertanyaan publik yang serius mengenai urgensi dan relevansinya di tengah berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat desa, seperti rendahnya kualitas layanan kesehatan dasar.

Kemudian, minimnya fasilitas posyandu konvensional, serta keterbatasan kapasitas kader di lapangan. Digitalisasi, dalam konteks ini, terkesan dipaksakan tanpa fondasi kebutuhan riil yang terukur secara komprehensif.

Koordinator Aksi, Yuri mengaku mencermati adanya indikasi persoalan dalam aspek tata kelola program, khususnya terkait mekanisme pengadaan.

Beredar dugaan adanya praktik tidak etis, termasuk indikasi vendor yang menerima cashback hingga 50% dari nilai proyek.

“Jika dugaan ini benar, maka hal tersebut tidak hanya mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga mengarah pada potensi penyimpangan anggaran serta konflik kepentingan yang merugikan masyarakat luas,” ungkap Yuri, Kamis 2 April 2026.

(Albin)

Kenali Epilepsi, Jangan Salah Penanganan Saat Kejang

0

Bogordaily.net – Masih banyak masyarakat yang menganggap kejang sebagai sesuatu yang berhubungan dengan hal mistis. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda epilepsi, yaitu gangguan pada sistem saraf yang memerlukan penanganan medis yang tepat.

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit ini, Rumah Sakit Islam Bogor (RSI Bogor) menggelar program edukasi kesehatan melalui siaran langsung Instagram bertajuk “Kenali Epilepsi: Gejala, Penyebab & Cara Penanganannya”.

Kegiatan edukasi ini akan menghadirkan dua dokter spesialis neurologi, yaitu dr. Banon Sukoandari, Sp.N dan dr. Dotti Inggraniita, Sp.N, dengan dipandu oleh dr. Vera Virmala sebagai moderator. Melalui diskusi interaktif tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar dan terpercaya mengenai epilepsi langsung dari para ahli.

Dalam sesi edukasi ini, peserta akan diajak memahami berbagai hal penting terkait epilepsi, mulai dari pengertian epilepsi, faktor penyebab, gejala yang perlu diwaspadai, hingga langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan ketika seseorang mengalami kejang. Selain itu, narasumber juga akan menjelaskan metode penanganan medis yang tepat agar penderita epilepsi dapat memperoleh perawatan yang optimal.

Melalui kegiatan ini, RSI Bogor berharap masyarakat semakin sadar bahwa kejang tidak selalu berkaitan dengan hal-hal mistis, melainkan dapat menjadi gejala gangguan kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis. Kesalahan dalam memberikan pertolongan saat kejang justru dapat membahayakan penderita.

Masyarakat diimbau untuk mengikuti edukasi kesehatan ini dan membagikan informasi tersebut kepada keluarga maupun kerabat agar semakin banyak orang yang memahami cara penanganan epilepsi yang benar.

Informasi Kegiatan

📅 Sabtu, 04 April 2026
⏰ 16.00 – 17.00 WIB
📍 Live Instagram @rsislambogor

Materi yang Akan Dibahas

* Apa itu epilepsi?
* Penyebab dan gejala epilepsi.
* Langkah yang harus dilakukan saat seseorang mengalami kejang.
* Kesalahan yang harus dihindari saat memberikan pertolongan.
* Penanganan medis dan pengobatan epilepsi yang tepat.

Dengan edukasi yang tepat, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami epilepsi serta mampu memberikan pertolongan pertama yang aman dan benar saat menghadapi kondisi kejang.***

Brigade Mahasiswa Bogor Gelar Aksi di Kantor DPRD Kabupaten Bogor, Ini Tuntutannya!

0

bogordaily.net – Brigade Mahasiswa Bogor melaksanakan aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Cibinong, pada Kamis 2 April 2026.

Adapun, unjuk rasa tersebut dilakukan sebagai bentuk respons kritis terhadap kebijakan anggaran daerah Tahun Anggaran 2026, khususnya terkait Pokok Pikiran (Pokir) Dewan.

Hal tersebut diwujudkan dalam program Posyandu Digital oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor dengan nilai anggaran mencapai Rp20.000.000.000 (dua puluh miliar rupiah).

Program tersebut memantik pertanyaan publik yang serius mengenai urgensi dan relevansinya di tengah berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat desa, seperti rendahnya kualitas layanan kesehatan dasar.

Kemudian, minimnya fasilitas posyandu konvensional, serta keterbatasan kapasitas kader di lapangan.

Digitalisasi, dalam konteks ini, terkesan dipaksakan tanpa fondasi kebutuhan riil yang terukur secara komprehensif.

Koordinator Aksi, Yuri mengaku mencermati adanya indikasi persoalan dalam aspek tata kelola program, khususnya terkait mekanisme pengadaan.

Beredar dugaan adanya praktik tidak etis, termasuk indikasi vendor yang menerima cashback hingga 50% dari nilai proyek.

“Jika dugaan ini benar, maka hal tersebut tidak hanya mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga mengarah pada potensi penyimpangan anggaran serta konflik kepentingan yang merugikan masyarakat luas,” ungkap Yuri, Kamis 2 April 2026.

Kemudian, dalam perspektif keadilan anggaran, alokasi sebesar Rp20 miliar untuk program yang belum memiliki urgensi yang jelas merupakan bentuk ketimpangan prioritas pembangunan.

Menurutnya, anggaran publik seharusnya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, bukan pada proyek-proyek yang sarat dengan kepentingan elit dan berpotensi menjadi ruang kompromi politik anggaran.

Atas dasar tersebut, Brigade Mahasiswa Bogor menyatakan sikap dan tuntutan.

Mendesak Ketua DPRD Kabupaten Bogor untuk memberikan penjelasan terbuka terkait dasar pengajuan pokir serta memastikan tidak adanya konflik kepentingan dalam proses tersebut.

Kedua, mendesak Aparat Penegak Hukum untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan praktik cashback dan potensi penyimpangan dalam proyek tersebut.

Ketiga, mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengalihkan anggaran Rp20 miliar tersebut ke program-program yang lebih substansial dan berdampak langsung bagi masyarakat, seperti peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar di posyandu dan puskesmas, penguatan kapasitas dan insentif kader posyandu,

Serta, pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan di desa tertinggal, dan program penanganan stunting dan gizi buruk yang lebih terukur dan sistematis.(Albin)

Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Infokan Terhentinya Aliran Sementara di Parung Bogor

0

bogordaily.net – Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor menginformasikan masyarakat terkait terhentinya aliran air untuk sementara di Parung.

Hal tersebut dilakukan sehubungan dengan adanya sumbatan pada saringan meter induk di perumahan Inkopad.

Sehingga berdampak pada kecilnya hingga terhentinya pengaliran air ke pelanggan untuk sementara.

Adapun waktu pelaksanaan pekerjaan akan dimulai pada Kamis 2 April 2026, estimasi waktu pengerjaan mulai pukul 21.00 hingga Jum’at 3 April 2026 pukul 00.00 WIB.

Estimasi waktu normalisasi pada Jum’at 3 April 2026 pukul 00.00 sampai 03.00 WIB.

Beberapa wilayah yang terdampak pengaliran diantaranya, perumahan Inkopad, Parung permata indah, dan perumahan pondok mutiara.

Dimohon untuk pelanggan agar dapat menampung air bersih sesuai kebutuhan disaat pengaliran masih normal.

Selanjutnya, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor memohon untuk pelanggan agar dapat menampung air bersih sesuai dengan kebutuhan disaat pengaliran masih normal.

Serta turut manajemen Perumda Air Minum Tirta Kabupaten Bogor menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.

Selain itu, Perumda Air Minum juga meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan petugas.

Jika menemui hal mencurigakan, pelanggan diimbau segera menghubungi layanan resmi di nomor 1500862 atau melalui WhatsApp di 082119969008, atau datang langsung ke kantor pelayanan terdekat.

Dengan berbagai upaya ini, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor terus berkomitmen dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan serta menjaga kualitas air yang bersih dan aman bagi masyarakat.(Albin)

Dorong Kemajuan Pendidikan, BSI Berikan 8.616 Awardee di 175 Kampus

0

Bogordaily.net – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia melalui komitmen memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa berprestasi di seluruh Indonesia.

Hal ini diimplementasikan melalui program BSI Scholarship yang digagas BSI sejak 2021.

Sejak Tahun 2021 hingga saat ini, Program BSI Scholarship Mahasiswa telah mencetak lebih dari 8.616 awardee berprestasi di 175 kampus di Indonesia naik 172% dari tahun 2021.

Sepanjang 2025, BSI mengalokasikan total dana sebesar Rp65,5 miliar yang diperuntukkan bagi 3.250 mahasiswa baru, menambah total penerima beasiswa menjadi 8.616 mahasiswa sejak program ini pertama kali digulirkan.

Program ini tidak hanya pemberian dana bantuan pendidikan, namun telah membantu penerima beasiswa 100% tuntas perguruan tinggi hingga lulus, dengan 75% mahasiswa sudah diterima kerja maksimal 6 bulan setelah lulus, dan 10% bekerja menjadi pegawai talent di Industri Perbankan Syariah Indonesia.

Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya menyampaikan bahwa program BSI Scholarship tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan finansial, seperti Uang Kuliah Tunggal (UKT), tetapi juga menitikberatkan pada pembinaan karakter dan peningkatan kapasitas diri mahasiswa.

Pendekatan ini terbukti efektif dalam mencetak generasi unggul yang memiliki daya saing tinggi. Kualitas para awardee BSI Scholarship tercermin dari capaian akademik yang konsisten, dengan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,70.

Tidak hanya itu, para penerima beasiswa juga aktif menorehkan prestasi di berbagai ajang nasional maupun internasional.

“Melalui program ini, BSI siap mencetak pemimpin masa depan yang kompeten dan memiliki karakter mulia. Sebagai upaya mendorong kompetensi para bankir syariah profesional yang nantinya bisa berkontribusi bagi kemajuan bangsa”, ujar Arief.

Pendaftaran BSI Scholarship 2026

Tahun 2026 ini, Perseroan tengah menyiapkan kajian untuk mengoptimalisasi penyerapan awardee BSI Scholarship di sejumlah kota besar di Tanah Air. Kami berkomitmen bisa meningkatkan jumlah awardee BSI Scholarship sekitar 3.300 mahasiswa atau meningkat 38% dibandingkan tahun sebelumnya.

Program BSI Scholarship yang dibuka adalah Inspirasi untuk mahasiswa semester 2 dari 107 kampus jenjang sarjana, Unggulan untuk mahasiswa baru di top 10 PTN, talenta untuk mahasiswa tingkat akhir di 10 perguruan tinggi terbaik dan afirmasi untuk mahasiswa aktif di 79 kampus jenjang diploma dan sarjana.

Hari ini (2/4/2026), BSI kembali membuka pendaftaran BSI Scholarship Unggulan tahap pertama tahun ini bagi mahasiswa baru jalur undangan. Adapun benefit yang didapatkan berupa bantuan biaya UKT, uang saku, fasilitas laptop, pelatihan leadership, dan peluang magang di Industri ekonomi syariah.

Periode pendaftaran BSI Scholarship dibuka hingga 12 April 2024. Informasi lebih lanjut terkait pendaftaran BSI Scholarship bisa dicek melalui linktr.ee/BSI_Scholarship.

Viral Pasangan Tidur Berpelukan di Masjid, Bikin Geram Warga

0

bogordaily.net – Media sosial dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan aksi tegas warga terhadap pasangan kekasih tidur berpelukan di dalam rumah ibadah.

Alih-alih hanya mendapat teguran, berinisial LA dan R justru disiram air hingga basah kuyup oleh warga yang geram.

Bahkan, dalam momen tersebut terlihat ember turut dilempar sebagai bentuk peringatan keras atas tindakan yang dianggap tidak pantas.

Peristiwa ini bermula ketika warga memergoki pasangan tersebut tengah terlelap dalam posisi berpelukan di area dalam masjid.

Aksi itu langsung memicu emosi karena dinilai telah melanggar norma dan kesucian tempat ibadah.

Berdasarkan informasi yang beredar, pria berinisial LA disebut merupakan warga Kabupaten Kebumen, sementara pasangannya berinisial R.

Dalam video amatir yang viral, terdengar teriakan warga yang menyebut aksi penyiraman itu sebagai “tsunami”, menggambarkan luapan emosi di lokasi kejadian.

Video tersebut pun cepat menyebar di berbagai platform seperti Instagram dan Facebook, memicu perdebatan di kalangan netizen.

Sebagian besar mengecam tindakan pasangan tersebut karena dianggap tidak menghormati tempat ibadah.

“Masjid adalah tempat suci untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, bukan tempat untuk melampiaskan nafsu atau bermesraan. Etika harus tetap dijaga di mana pun berada,” tulis salah satu komentar netizen.

Namun di sisi lain, ada pula yang mengkritik tindakan warga yang dinilai berlebihan. Mereka menilai bahwa meskipun perbuatan pasangan tersebut tidak tepat, respons berupa aksi fisik dan penghakiman massa bukanlah solusi yang bijak.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menjaga sikap dan etika, terutama di ruang publik dan tempat ibadah.

Di saat yang sama, kejadian ini juga membuka diskusi soal batasan dalam menegakkan norma sosial tanpa harus melakukan tindakan yang berpotensi melanggar hukum.

Hingga kini, publik berharap adanya langkah pembinaan terhadap pihak yang terlibat, sekaligus edukasi kepada masyarakat agar kejadian serupa dapat ditangani dengan cara yang lebih bijak di kemudian hari.***

Relokasi PKL Pasar Bogor Buka Akses Modal Usaha, Pemkot Dorong KUR dan Pembiayaan Tanpa Agunan

Bogordaily.net – Program penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan sekitar Pasar Bogor tidak hanya berfokus pada penertiban dan penataan ruang kota, tetapi juga diarahkan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan para pelaku usaha kecil.

Kebijakan relokasi PKL ke sejumlah titik baru seperti Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari kini diiringi dengan strategi penguatan ekonomi melalui kemudahan akses permodalan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bogor dalam memastikan para pedagang tidak hanya berpindah tempat, tetapi juga mendapatkan peluang berkembang yang lebih besar.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa relokasi ini dirancang sebagai program terpadu yang menggabungkan penataan kawasan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Akses KUR Dipermudah, PKL Didorong Naik Kelas

Dalam mendukung keberlanjutan usaha para PKL di lokasi baru, Pemkot Bogor akan menggandeng sektor perbankan untuk membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan skema yang lebih ramah bagi pelaku usaha kecil.

KUR diharapkan menjadi solusi bagi pedagang yang membutuhkan tambahan modal untuk memperbesar usaha, meningkatkan kualitas produk, maupun memperbaiki fasilitas dagangan.

Tak hanya itu, pemerintah juga membuka opsi pembiayaan alternatif melalui Permodalan Nasional Madani (PNM), khususnya lewat program PNM Mekaar yang dikenal memberikan pinjaman tanpa agunan bagi pelaku usaha ultra mikro.

“Penataan ini bukan hanya soal penertiban, tetapi juga upaya meningkatkan taraf ekonomi para pedagang. Kita dorong agar mereka memiliki akses permodalan yang lebih mudah, sehingga usahanya bisa berkembang,” ujar Dedie Rachim.

Relokasi ini diharapkan menjadi momentum transformasi bagi para PKL yang sebelumnya berjualan di area tidak resmi seperti trotoar, badan jalan, maupun emper toko.

Dengan menempati lokasi baru yang lebih representatif di dalam pasar, para pedagang tidak hanya mendapatkan tempat yang lebih layak, tetapi juga peluang untuk meningkatkan kredibilitas usaha mereka.

Keberadaan di dalam pasar juga memungkinkan pedagang untuk lebih mudah terhubung dengan ekosistem ekonomi formal, termasuk akses ke perbankan, pelatihan usaha, hingga pendampingan bisnis.

Penataan Kawasan Sekaligus Dorong Ekonomi Berkelanjutan

Langkah relokasi dan pemberdayaan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Bogor dalam menciptakan tata kota yang lebih tertib, nyaman, dan berdaya saing.

Penataan kawasan Pasar Bogor diharapkan mampu mengurangi kemacetan, meningkatkan kenyamanan pejalan kaki, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan terorganisir.

Di sisi lain, dukungan permodalan dan pembinaan usaha diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan pendekatan yang tidak hanya represif tetapi juga solutif, pemerintah berharap para PKL dapat berkembang menjadi pelaku usaha yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi.