Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 238

Ketua DPRD Bogor Tekankan Peran Pemuda dalam Isu Lingkungan

0

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mendorong perubahan, termasuk dalam isu pengelolaan lingkungan. Pesan tersebut ia sampaikan saat bertemu dengan Pemuda Muhammadiyah dalam kegiatan Green Leadership Sekolah Hijau di SMAIT SMART YBN, Bojong Neros, Kecamatan Bogor Barat.

“Kalau ada kebangkitan pasti ada pemuda,” ujar Adityawarman dalam sambutannya. Ia menilai setiap gerakan perubahan, baik sosial maupun lingkungan, selalu dimulai dari energi anak muda.

Adityawarman menjelaskan, konsep green leadership pada dasarnya menempatkan pemuda sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. Karena itu, ia mendorong Pemuda Muhammadiyah memiliki visi besar dalam memelihara keberlanjutan lingkungan.

Ia mencontohkan langkah-langkah sederhana yang bisa dimulai dari diri sendiri, seperti membiasakan membawa tumbler untuk mengurangi sampah plastik. “Ini kebiasaan bagus. Sampah plastik dari air kemasan bisa berkurang signifikan kalau kita mulai dari hal kecil,” ujarnya.

Adityawarman juga mengingatkan dampak buruk pengelolaan sampah yang tidak tepat. “Jika sampah tidak dibuang pada tempatnya dan masuk ke selokan, itu bisa menumpuk, membuat aliran air tersumbat, dan akhirnya menyebabkan banjir,” jelasnya.

Ia membeberkan, Kota Bogor kini memproduksi sekitar 500 ton sampah per hari. Tanpa kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah, ia menilai kota akan semakin rentan menghadapi masalah lingkungan seperti bau, genangan air, hingga banjir.

Lebih jauh, Adityawarman mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah. Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang daur ulang. “Ini bagian dari upaya mengurangi kerusakan lingkungan,” tegasnya.

Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan bibit pohon dari Ketua DPRD Kota Bogor kepada Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor.***

DPRD Bogor Dorong Evaluasi KUHAP ke Pusat, Komisi V Berjanji Tindak Lanjut

0

Bogordaily.net — Upaya menyelaraskan kebijakan daerah dengan pemerintah pusat kembali dilakukan DPRD Kota Bogor. Sejak pertengahan 2025, lembaga legislatif daerah itu menghimpun berbagai aspirasi publik dan kini resmi menyampaikannya ke DPR RI.

Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor M Rusli Prihatevy bersama Ketua Badan Kehormatan (BK) Safrudin Bima membawa langsung tuntutan masyarakat ke Kompleks Parlemen, Jakarta. Aspirasi tersebut diterima oleh anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Golkar, H. Daniel Syafiuddin, di Gedung Nusantara I.

Rusli menegaskan bahwa salah satu sorotan utama yang dibawa adalah keberatan mahasiswa Universitas Pakuan terkait perubahan KUHAP yang baru disahkan. “Tugas kami hari ini adalah memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan. Kami berterima kasih kepada Pak Daniel yang telah menerima dan menampung suara warga Kota Bogor,” ujar Rusli.

Safrudin Bima menambahkan bahwa DPRD Kota Bogor berkomitmen menjalankan fungsi representasi tanpa kompromi. “Tidak ada aspirasi yang tercecer. Semua suara masyarakat akan kami teruskan ke instansi yang relevan. Kami sebagai wakil rakyat berkewajiban memastikan tuntutan publik tidak berhenti di meja rapat,” kata Safrudin.

Menanggapi hal tersebut, Daniel Syafiuddin memastikan Komisi V DPR RI akan menindaklanjuti masukan warga Bogor secara objektif. Ia menyebut isu terkait partisipasi bermakna, potensi penyalahgunaan kewenangan, hingga pasal-pasal kontroversial dalam KUHAP akan menjadi bahan evaluasi.

“Komisi V DPR RI mengapresiasi aspirasi yang disampaikan mahasiswa dan DPRD Kota Bogor. Setiap masukan publik adalah elemen penting dalam demokrasi dan pengawasan kebijakan nasional,” ujar Daniel menutup pernyataannya.***

Wamenkop: Program Magang Kopdes Cetak SDM Koperasi Yang Unggul

0

Bogordaily.net – Program magang pengurus Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih Batch ketiga resmi ditutup oleh Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah. Program magang bagi pengurus dan pengelola Kopdes/Kel Merah Putih sektor pertanian telah digelar selama 8 hari di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq, Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Wamenkop Farida menyatakan bahwa penutupan program magang ini menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan kapasitas dan sumber daya manusia (SDM) bagi 38 pengurus/ pengelola Kopdes/Kel Merah Putih dari  11 provinsi. Ia mengingatkan agar hasil magang tidak berhenti sebagai formalitas, melainkan dapat diaplikasikan di Kopdesnya masing-masing.

“Jadi tidak main-main, Bapak-Ibu di sini bisa disebut sebagai patriot. Tujuan magang ini tidak hanya mengelola distribusi LPG atau kasir saja, tetapi dapat menjadikan Kopdes sebagai lokomotif ekonomi di setiap desa Bapak/Ibu semua,” kata Wamenkop Farida dalam sambutannya, Selasa (9/12).

Ia menegaskan bahwa program magang ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pengelolaan koperasi khususnya di sektor pertanian, tetapi juga menanamkan semangat patriotisme bagi para pengurus agar kedepan pengelolaan koperasi benar-benar dapat dilakukan dengan semangat profesionalisme yang tinggi. Ia menyebut para peserta sebagai “patriot” yang bertugas mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Wamenkop Farida menegaskan bahwa koperasi desa memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo, yakni pembangunan ekonomi desa dan stabilitas swasembada pangan. “Kami percaya Bapak-Ibu mampu untuk mengelola Koperasi Desa Merah Putih yang pada akhirnya nanti akan menjadi seperti yang dicita-citakan oleh Bapak Presiden Prabowo,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fenomena migrasi tenaga kerja desa ke kota yang kerap menimbulkan ironi. Menurutnya, koperasi desa harus menjadi solusi agar masyarakat tidak perlu berebut lapangan kerja di perkotaan. Oleh karena itu diharapkan melalui program magang ini dapat menjadi batu lompatan bagi pengurus/pengelola koperasi agar lebih inovatif dalam mengembangkan usaha Kopdesnya sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan di desa.

Wamenkop Farida menambahkan bahwa pengembangan koperasi tidak berhenti pada pelatihan seperti yang dilakukan dalam program magang tersebut, melainkan harus terus bermitra, menghimpun pembiayaan, dan memperluas jejaring. Melalui cara tersebut, ia meyakini bahwa pengembangan usaha Kopdes/Kel Merah Putih akan jauh lebih mudah.

Ia berharap pengalaman magang yang dilakukan di Kopontren Al-Ittifaq tersebut dapat menginspirasi pengurus Kopdes/Kel Merah Putih lainnya yang belum sempat mengikuti program serupa. “Kita berharap dari program magang ini apa yang didapatkan bisa berbagi ilmu dengan teman-teman yang belum bisa magang,” ujarnya.

Wamenkop Farida meminta peserta magang untuk segera mengirimkan data lahan desa yang siap dibangun aset fisik seperti gudang, gerai dan sarana pendukung lainnya. Pasalnya hingga saat ini masih banyak Kopdes/Kel Merah Putih yang belum mengirimkan data tanah untuk dilakukan inventarisasi lahan untuk dibangun aset fisik.

Ia juga mengingatkan agar koperasi tidak menjadi lembaga eksklusif, melainkan terbuka bagi seluruh masyarakat desa. Semakin banyak anggota, semakin besar dampak positif yang dihasilkan. “Jadi ujung tombak dari Kopdes/Kel ini adalah Bapak-Ibu semuanya, sehingga kita sangat berharap jangan jadikan ini beban tapi jadikan ini tantangan,” ucapnya. 

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kemenkop Desty Anna Sari menegaskan bahwa kegiatan magang merupakan bagian dari upaya inkubasi dan inovasi berbasis koperasi. Melalui program ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem Kopdes/Kel Merah Putih melalui praktik langsung dan berjejaring dengan Koperasi yang telah sukses.

Destry berharap kolaborasi yang dibangun dalam program magang dapat memberikan manfaat nyata bagi pengurus/pengelola koperasi para peserta magang. Ia juga berharap pengalaman dan praktik baik yang dilakukan selama program magang dapat diimplementasikan di koperasinya masing-masing.

Sementara itu Presiden Direktur Al Ittifaq Irpan Sadikin turut memberikan pesan dalam penutupan program. Ia menyebut para peserta magang sebagai bibit unggul masa depan koperasi Indonesia. Ia optimis para peserta program magang memiliki kesempatan dan kemampuan untuk tumbuh lebih baik bersama koperasi yang dikelolanya. 

“Hari ini kami mendistribusikan bibit-bibit dan insan-insan terbaik bagi masa depan koperasi Indonesia. Saya yakin panennya (hasil program magang) akan melimpah (berhasil),” kata Irpan.

Irpan berharap para pengurus mampu mereplikasi proses modern koperasi yang telah dijalankan di Kopontren Al Ittifaq. Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya menggerakkan ekonomi desa, tetapi juga memberi dampak bagi masyarakat sekitar. “Bukan hanya ekonomi desanya saja yang bergerak, tapi ekonomi seluruh masyarakat di sekitar koperasi juga ikut bergerak,” tutup Irpan.***

Pemkot Bogor Raih Peringkat Pertama sebagai Pemerintahan Kota Terbaik dari KPK

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berhasil meraih peringkat pertama sebagai Pemerintahan Kota Terbaik dalam Pencegahan Korupsi Melalui Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Pada Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johanis Tanak, kepada Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, pada Puncak Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025 bertema “Satukan Aksi, Basmi Korupsi” yang digelar di Yogyakarta, Selasa (9/12/2025).

Dedie Rachim menyampaikan rasa syukur atas raihan peringkat pertama dalam upaya pencegahan korupsi melalui tata kelola pemerintahan yang baik.

“Ini saya persembahkan untuk seluruh ASN Kota Bogor dan masyarakat Kota Bogor yang terus bersemangat menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang berintegritas,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Bogor serta masyarakat yang terus mendukung upaya pencegahan korupsi.

“Terima kasih kepada semuanya. Dan ini harus menjadi penyemangat untuk terus mencegah korupsi,” ucapnya.***

DPW Gema Bangsa Jawa Barat Perkuat Sinergi Internal dan Siapkan Langkah Strategis Jelang Deklarasi dan Rapimnas 2026

0

Bogordaily.net – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gema Bangsa Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) bersama seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se–Jawa Barat sebagai bagian dari konsolidasi organisasi menjelang Deklarasi Nasional dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2026. Kegiatan ini menjadi arena penyelarasan program serta evaluasi kesiapan struktur partai di tingkat wilayah dan kabupaten/kota.

Ketua DPW Gema Bangsa Jawa Barat, Ade Wardhana Adinata, menegaskan bahwa Rakorwil merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi internal partai. Menurutnya, soliditas pengurus menjadi prasyarat utama dalam menghadapi agenda-agenda besar partai tahun depan. “Seluruh elemen partai di Jawa Barat harus bergerak serempak, terstruktur, dan berorientasi pada hasil. Rakorwil ini adalah langkah awal memperkuat pondasi gerakan,” ujarnya, di Jakarta, Minggu (7/12/2025).

Rakorwil DPW Gema Bangsa Jawa Barat ini diikuti oleh ketua dan sekretaris dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Hadir pula jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), yakni Ketua Umum Ahmad Rofiq, Sekretaris Jenderal Muhammad Sopiyan, Wakil Ketua Umum (Waketum) Abd Khaliq Ahmad, Waketum Joko Kanigoro, Wakil Sekjen (Wasekjen) Hasan Asyari, Wasekjen Abdul Munawar, dan jajaran DPP lainnya. Adapun agenda utama rakorwil ‘Sukseskan Deklarasi Partai Gema Bangsa 2026’ yang bertujuan memastikan kesiapan DPW Se-Jawa Barat menjelang Deklarasi Partai di JICC Januari 2026 nanti.

Ade menyampaikan bahwa Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah pemilih terbesar memiliki kontribusi strategis bagi perkembangan Partai Gema Bangsa secara nasional. Oleh karena itu, setiap DPD diminta meningkatkan efektivitas organisasi, mulai dari pemetaan potensi wilayah, penguatan kaderisasi, hingga pembangunan jejaring elektoral. “Kita tidak boleh bekerja biasa-biasa saja. Jawa Barat harus menjadi barometer,” tegasnya.

Ade menyebutkan bahwa program penguatan basis struktur hingga tingkat desa menjadi agenda utama. “Kita ingin memastikan mesin partai siap sepenuhnya sebelum Deklarasi Nasional 2026. Struktur harus hidup, aktif, dan mampu bekerja pada tingkat akar rumput,” katanya.

Selain penguatan internal, Rakorwil juga membahas strategi komunikasi politik yang lebih adaptif terhadap perubahan perilaku pemilih. Dalam bahasan ini, DPW Gema Bangsa Jawa Barat menghadirkan dua pemateri yakni CEO Katadata Deddy Rahma dan Direktur Index politica Alip Purnomo.

Ade menekankan pentingnya pemanfaatan ruang digital, penyampaian narasi kebangsaan, dan komunikasi publik yang konsisten. “Kita harus tampil dengan gaya politik yang modern, transparan, dan relevan dengan generasi muda,” tambahnya.

Ade juga mengingatkan bahwa partai tidak boleh sekadar menunggu momentum. Menurutnya, DPD harus memulai gerakan persuasif yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk program-program sosial, advokasi publik, dan pengembangan komunitas. Ia menyebut aktivitas tersebut sebagai bagian dari revitalisasi peran partai di tengah masyarakat.

Ia berharap hasil Rakorwil menjadi energi positif untuk menggerakkan seluruh kader dalam satu barisan perjuangan. “Kita ingin hadir sebagai kekuatan baru yang memberi solusi bagi bangsa,” tambahnya.***

Menkop Apresiasi Kopkel Merah Putih Tukangkayu Mampu Kembangkan Produk Gula dan Kopi

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono melakukan launching Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih (KKMP) Tukangkayu sekaligus melakukan peninjauan gerai dan melakukan transaksi pembelian di gerai sembako, di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa 9 Desember 2025.

“Saya mengapresiasi Koperasi Kelurahan Merah Putih Tukangkayu yang sudah memiliki produk lokal yang dijual seperti gula dan kopi,” kata Menkop, usai acara.

Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Guntur Priambodo, Tenaga Ahli Komisi VI DPR-RI Muhammad, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa, dan Ketua KKMP Tukangkayu Imam Maskun.

Dalam peninjauan Menkop menegaskan bahwa integrasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam aplikasi Jaga Desa menjadi pondasi operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang modern dan akuntabel.

“Koperasi akan mengelola berbagai unit usaha, mulai dari gerai sembako, apotek, klinik, gudang, hingga lembaga keuangan mikro, dengan standar ritel modern agar manfaat ekonomi kembali kepada masyarakat,” terang Menkop.

Bagi Menkop, aplikasi Jaga Desa sudah menambah fitur di dalamnya, yaitu Koperasi Desa, sehingga ketika urusan bangunan fisik dan SDM selesai, digitalisasi juga sudah siap, siap operasional, maka proses mitigasi risiko dan pengawasan yang bisa berjalan. “Itu yang nantinya membuat operasionalisasi Kopdes bisa berjalan dengan baik,” tegas Menkop.

Bahkan, Menkop memastikan bahwa Kopdes akan dikelola secara moderen, baik itu gerai sembako, apotek dan klinik desa, gudang, lembaga keuangan mikro, hingga sarana transportasi.

“Ini menjadi bukti, ketika masyarakat diberi akses permodalan, dibuatkan badan usahanya, dengan arena bisnis yang adil, maka potensi masyarakat desa dan kelurahan di Banyuwangi bisa berkompetisi secara sehat dengan pelaku usaha yang lain,” kata Menkop.

Lebih dari itu, Menkop meyakini, keberadaan Kopdes Merah Putih juga nantinya bisa membantu keberadaan warung-warung, UMKM yang ada, pasar tradisional, dan sebagainya. “Karena, Kopdes bisa mendapatkan harga-harga yang khusus, hasil kerja sama dengan banyak BUMN,” ucap Menkop.

Menkop menyebutkan, Kopdes akan menjual gas elpiji 3 kilogram dengan harga agen dengan jumlah tabung yang semakin banyak. Begitu juga dengan penjualan pupuk bersubsidi dan minyak goreng subsidi.

“Maka, saya ingin mendorong para pelaku UMKM di Banyuwangi untuk membangun industri kecil yang nanti hasil produksinya akan dijual di gerai-gerai sembako Kopdeskel,” papar Menkop.

Dalam hal itu, para pelaku UMKM juga dapat mengangkat hasil produk lokal. “Kita produksi sendiri, dibiayai sendiri, jual sendiri. Ini yang kita maksud dengan kedaulatan ekonomi. Bukan barang dari impor, tapi ini produk hasil sendiri,” tegas Menkop.

Oleh karena itu, Menkop menyebut Kopdes Merah Putih juga harus menyesuaikan diri dengan potensi yang dimiliki desanya, seperti kuliner, kerajinan, dan sebagainya.

“Yang pasti, nantinya, gerai sembako milik Kopdes akan dikelola secara moderen. Misalnya, tokonya terang, dingin, bersih, dengan produk yang dijual banyak macamnya. Upayakan, barang-barang yang dijual disini adalah hasil UMKM di Banyuwangi,” ujar Menkop.***

BPBD Kabupaten Bogor Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem Hingga Awal Tahun 2026, Ingatkan Mitigasi Bencana

0

Bogordaily.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menghimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrim.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat menjelaskan bahwa, cuaca ekstrim di Kabupaten Bogor yang diperkirakan terjadi pada bulan Desember hingga awal Januari 2026.

“Menurut BMKG itu sampai bulan Januari. Kami berharap masyarakat tetap waspada dan memperhatikan kondisi sekitar. Doakan saja kita tidak masuk ke cuaca ekstrem berikutnya,” kata Ade Hasrat, Selasa 9 Desember 2025.

Ade juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di hunian dengan konstruksi kurang layak.

Kemudian, berada di tepi tebing, atau beratap tidak kokoh karena rentan terdampak angin kencang maupun longsor.

Adapun, pihaknya telah menetapkan status siaga darurat bencana di wilayah Kabupaten Bogor, sesuai dengan perintah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang dimulai sejak Oktober 2025 hingga April 2026.

“Kita memang sudah siaga bencana, siaga darurat bencana ini memang sudah beberapa lama ya, hanya kemarin bisa dicanangkan dari tingkat nasional Provinsi dan Kabupaten,” jelasnya.

Sebagai langkah mitigasi bencana, dirinya meminta kepada masyarakat untuk tak sungkan melapor ke call center darurat 112 jika semisal terjadi bencana atau keadaan darurat lainya.

“Manfaatkan fasilitas yang ada dari 112 lapor disitu karena petugas kami siap 24 jam nanti kita beraksi untuk menanggapi bagaimana menanggulanginya,” ungkap Ade Hasrat. (Albin)

Satgas KKMP Diminta Proaktif Pra-operasionalisasi

0

Bogordaily.net – Satuan Tugas (Satgas) Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), yang terdiri dari enam camat se-Kota Bogor dan OPD terkait, mengikuti pembekalan.

Mereka mendapat arahan terkait target operasionalisasi KKMP, termasuk laporan mengenai berbagai kendala yang muncul di lapangan. Terlebih, koperasi merupakan hal baru yang diemban para anggota.

“Hari ini Satgas yang bertugas secara makro harus mengetahui kendala apa saja di lapangan. Maka saya sampaikan fakta dan temuan-temuan. Pertama, lahan untuk koperasi idealnya 1.000 meter, tapi faktanya di Kota Bogor sangat terbatas,” papar Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin

Dari 40 KKMP yang diusulkan sejak peluncuran, baru dua wilayah yang progres pematangan lahannya sudah berjalan, yakni di Kelurahan Cilendek Timur dan Kelurahan Ciparigi. Namun, ada KKMP yang tidak memiliki lahan seluas 1.000 meter, tetapi sudah dapat beroperasi.

“Contohnya Bantarjati yang saya resmikan, itu sudah berjalan. Ada gerai dengan luas lahan hanya 150 meter, tapi semangatnya mumpuni. Itu pun harus ada solusi,” ujarnya.

“Kedua, pinjaman sampai Rp3 miliar ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Walaupun jaminannya bisa dari DAU dan DAK, tetapi dalam proses pencairan, BI Checking semua pengurus dicek. Jika ada satu yang bermasalah, semuanya gagal,” sambung Jenal Mutaqin.

Meski begitu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memastikan solusi yang akan diberikan pemerintah pusat terkait berbagai kendala tersebut. Satgas juga bertanggung jawab untuk membahas dan mencari solusi.

“Segera koordinasikan dengan Satgas di tingkat yang lebih tinggi, baik provinsi maupun pusat,” tutupnya.(Muhammad Irfan Ramadan)

Pemkab Bogor Beri Bantuan Rp1,2 Miliar kepada Korban Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memberikan bantuan kemanusiaan sebanyak Rp1,2 Miliar kepada korban terdampak bencana di Aceh dan Sumatera.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa, bantuan tersebut merupakan hasil donasi dari jajaran ASN maupun non ASN, Polri, Polres Bogor, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Bogor.

Adapun, Pemkab Bogor menyerahkan  bantuan untuk korban yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor.

“Hari ini menyampaikan bantuan senilai 1,2 Miliar rupiah, bukan hanya dari jajaran pemerintah, tetapi di polres sendiri ada program namanya Polisi baik dari 1000 rupiah dan seterusnya,” kata Rudy Susmanto, Selasa 9 Desember 2025.

“Sama halnya dengan Pemkab Bogor dari tingkat paling bawah, sampai tingkat paling atas semua berkontribusi bersama sama melakukan memberikan bantuan kepada saudara2 kita melalui PMI Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Rudy menambahkan, Pemkab Bogor bersama Yayasan Anak Negeri sebelumnya telah mengirimkan tim medis, obat2an, tim rescue dan sebagainya untuk berangkat ke Aceh dan Sumatera bersama dengan PMI Kabupaten Bogor.

“Jadi tentunya ini bukan yang pertama, ini setelah tahap pertama dan tahap berikutnya dan mudah2an saudara kita yang tertimpa bencana di aceh dan Sumatera diberikan kekuatan dan penanganan bencana dapat dilakukan secepat2nya,” jelas Rudy.

Lebih lanjut, bantuan tersebut nantinya akan disalurkan di tiga Provinsi yang terdampak bencana cukup parah yakni, Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

“Yang terdampak 3 provinsi, kami ingin amanah dari masyarakat Kabupaten Bogor maka PMI akan mengirimkan langsung kepada 3 wilayah tersebut,” ungkapnya.(Albin)

Sinergi Pemkot dan JCI Femme Perkuat Upaya Penurunan Stunting

0

Bogordaily.net – Selama enam bulan ke depan, anak-anak yang masuk kategori stunting atau kondisi tubuh tidak ideal di Kecamatan Bogor Timur akan diberikan asupan makanan tambahan oleh Junior Chamber International (JCI) Femme Indonesia.

Organisasi pengusaha wanita internasional yang juga bergerak di bidang sosial itu memberikan bantuan berupa 5 kilogram beras dan 4 kilogram telur untuk setiap anak stunting di Bogor Timur.

Sebanyak 71 anak stunting dari enam kelurahan di Bogor Timur mendapatkan bantuan tersebut di Kantor Kecamatan Bogor Timur.

Penyerahan bantuan disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

“Ini ikhtiar Kota Bogor untuk menjadikan Kota Bogor zero new stunting. JCI saat ini membantu dan akan fokus kepada anak yang mendapat bantuan hari ini,” kata Jenal Mutaqin.

Jenal Mutaqin memastikan, bantuan pemberian makanan tambahan (PMT) itu akan langsung sampai ke anak-anak dengan didampingi oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) di masing-masing wilayah.

Selama enam bulan ke depan pula, bantuan yang diberikan JCI juga akan terpantau melalui sistem aplikasi Bogor Bebas Stunting (Bogor Bestie). Progres perkembangan anak dapat dilihat secara langsung melalui laman aplikasi.

“Bogor Bestie ini membuat chemistry antara JCI dan anak bisa lebih terlihat. Perkembangan anak bisa dilihat langsung, termasuk grafik berat badan selama diberikan bantuan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Baperrida Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan, kolaborasi dengan JCI ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk terus mengurangi angka stunting.

“Alhamdulillah JCI ikut dalam intervensi penurunan stunting di Kota Bogor. Saat ini kita fokus di bayi di bawah tiga tahun,” ucap Rudy.

Perwakilan JCI Femme Indonesia, Steffi Mettasari, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung upaya menjadikan Kota Bogor zero stunting. Sebagai organisasi perempuan, mereka mengaku tergerak untuk ikut fokus terhadap isu stunting.(Muhammad Irfan Ramadan)