Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 237

Kemenkop Bersama Pemda Banyuwangi Sepakat Kerja Sama Untuk Pengembangan Kopdes Merah Putih

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menandatangani nota kesepakatan percepatan pembangunan dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Banyuwangi.

Nota kesepakatan ditandatangani Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, di kantor Kementerian Koperasi, Rabu (10/12).

Turut menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi.

Menkop Ferry Juliantono mengatakan dari nota kesepakatan ini diharapkan akan terbentuk koperasi yang lebih kuat, moderen, dan berdaya saing di Banyuwangi.

“Tentunya untuk percepatan pembangunan dan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ucap Menkop.

Menkop mengemukakan nota kesepakatan ini mencakup tiga hal penting, yakni percepatan pembangunan fisik dan gerai dan pergudangan Kopdes/Kel Merah Putih, operasionalisasi, dan pengembangan potensi usaha di Banyuwangi yang dapat dikelola Kopdes/Kel Merah Putih.

“Pembangunan fisik gerai dan gudang Kopdes Merah Putih menjadi prioritas, terutama dalam penyediaan lahan. Sehingga percepatan operasionalisasi Kopdes dapat terealisasi seperti yang direncanakan,” kata Menkop.

Selain itu, Menkop berharap dengan adanya nota kesepakatan ini dapat meningkatkan kontribusi koperasi terhadap ekonomi daerah. “Serta penguatan ekonomi masyarakat di Banyuwangi dan terwujudnya ekosistem koperasi yang berbasis digital, profesional, dan adaptif,” kata Menkop.

Kemudian Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menambahkan Kemenkop akan melakukan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam seluruh proses pembangunan dan pengembangan Kopdes/Kel Merah Puth di Banyuwangi. Termasuk di dalamnya, pendampingan untuk melakukan pemetaan dan pengembangan potensi-potensi usaha yang dapat dikelola oleh Kopdes/Kel Merah Putih.

Semua potensi di desa tersebut, lanjut Wamenkop, baik potensi alam dan potensi kuliner serta kerajinan, dapat menjadi usaha yang berkembang melalui Kopdes/Kel Merah Putih.

“Kami sangat senang dengan semangat dari kepala daerah seperti Banyuwangi untuk memperdalam, mendetailkan dan kemudian benar-benar mau gerak bareng melakukan percepatan Kopdes Merah Putih. Kami selalu menunggu kepala daerah lain agar memiliki misi dan semangat yang sama sehingga perwujudan Kopdes ini semakin cepat tercapai,” ujar Wamenkop.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan penandatangan nota kesepakatan ini sangat penting, karena pembangunan Kopdes Merah Putih merupakan hal baru bagi pemerintah daerah.

“Kami membutuhkan pendampingan dari Kementerian Koperasi agar pelaksanaan Kopdes Merah Putih sejalan dengan Asta Cita dan harapan Presiden,” kata Ipuk, seraya menambahkan ada 217 Kopdes/Kelurahan Merah Putih di Banyuwangi.

Menurutnya, potensi usaha di Banyuwangi sangat beragam, mulai dari potensi laut, hutan, pariwisata, perkebunan. Semua potensi tersebut, dapat dikelola oleh Kopdes sehingga menjadi sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

 

Diskusi Dewan Kota Cianjur: Satu Tahun Prabowo Gibran, Perlunya Oposisi Rakyat

0

Bogordaily.net – Dewan Kota Cianjur menyelenggarakan diskusi terbuka dengan tema Evaluasi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran.

Diskusi yang dipandu oleh Heri Firmnsyah ini berlangsung di Gedung Juang 45 Cianjur, tepat pukul 20.00 sampai pukul 23.30, dengan Narasumber Ray Rangkuti dan Teddy Wibisana.

Dalam sambutannya, Ketua Presidium Dewan Kota Cianjur Dian Rahardian menyatakan bahwa diskusi publik ini dilakukan dalam rangka mengembangkan wacana kritis sekaligus pendidikan politik bagi warga Cianjur.

“Dinamika yang terjadi di tingkat nasional terkait ketidak-adilan dan perusakan ekologi juga terjadi di Cianjur, itu sebabnya diskusi ini dilakukan. Dewan Kota Cianjur akan selalu ada untuk mengkritisi kondisi sosial, ekonomi dan politik di Cianjur,” ujar Dian.

Dalam paparannya Ray Rangkuti menegaskan, dalam satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang ada adalah kesemrawutan. Hal itu terjadi karena kekuasaan diisi oleh elite politik yang tidak kompeten.

Ray mencontohkan bagaimana seorang anggota DPR dalam forum terhormat bisa mencela seorang warga negara yang berinisiatif menyalurkan sumbangan masyarakat kepada korban bencana banjir di Aceh, dan membandingkannya dengan apa yang telah dibuat oleh pemerintah.

“Sikap itu jelas menunjukan ketidak mengertian dia sebagai seorang elit politik. Warga negara tidak punya kewajiban membantu korban bencana, kalau itu dilakukan berarti dia berbuat diluar tanggungjawabnya. Sebaliknya jika pemerintah membantu warga yang terkena bencana, itu memang menjadi tugasnya. Kok membanding-bandingkan?” Ungkap Ray.

Kesemrawutan itu juga terjadi karena adanya mentalistas ‘pejabatisme’, mentalitas yang menurut Ray, dimana penguasa dianggap tidak pernah salah. Sikap itu terjadi karena masyarakat terlalu memuliakan kekuasaan.

“Sikap itu membuat kita tanpa sadar merendahkan standar kita dalam menilai kinerja penguasa. Tidak heran mengapa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah mencapai 70-80 persen,” ungkap Ray.

Hal senada diungkapkan oleh Teddy Wibisana. Aktivis gerakan tahun 80’an-90’an menyampaikan, selain mental pejabatisme, ada pula upaya masif dari pemerintah Prabowo-Gibran untuk menyampaikan informasi yang tidak jujur terhadap capaian pemerintah, melalui para pendengungnya di sosial media.

Padahal menurut Teddy, ada kontradiksi yang terjadi antara angka-angka statistik yang menunjukan keberhasilan pemerintah dengan kondisi riil yang terjadi di masyarakat.

“Jika memang ekonomi tumbuh mengapa masyarakat terutama gen z merasa lapangan kerja makin sulit? Jika inflasi terkendali, mengapa terjadi kenaikan harga bahan pokok dan masyarakat merasa terbebani? Bahkan KADIN mengingatkan, 30 persen UMKM akan gulung tikar di tahun 2026 karena krisis global. Data-data tersebut dengan mudah ditemukan,” tegas Teddy.

Teddy kemudian menjelaskan, jika data-data statistik itu benar, maka pertumbuhan ekonomi yang terjadi adalah pertumbuhan yang tidak berkelanjutan.

Menurutnya, kegagapan pemerintah dalam merespon bencana di Sumatera, apakah bencana itu merupakan bencana nasional atau bukan, adalah bukti betapa sempitnya ruang fiskal kita untuk merespon hal-hal yang tidak terduga.

“Jelas capaian pemerintah yang diungkapkan dalam data-data statistik tidak meyakinkan dalam menunjukan ketahanan ekonomi jangka panjang. Prabowo-Gibran tidak mampu membangun negara ini,” ujar Teddy.

Dalam diskusi ini, juga terungkap adanya masalah ketidak-adilan dan potensi bencana ekologi yang akan terjadi juga di Cianjur.

Masalah relokasi pasar yang sedang diadvokasi oleh LBH Cianjur dan rencana pembangunan Geothermal di wilayah Gede Pangrango, adalah dua hal yang menurut para pembicara harus menjadi perhatian serius baik dari kelompok kritis di Cianjur maupun jaringan aktivis antar kota.

Kasus geothermal di Gunung Gede-Pangrango menurut Teddy selain akan menjadi konflik agraria yang dimulai dengan pematokan tanah masyarakat, juga akan menjadi krisis ekologi yang serius.

Menurut Teddy, momentum ini harus menjadi sarana konsolidasi gerakan kritis bukan hanya di Cianjur juga nasional. Himbauan ini ini pertegas oleh Ray, untuk membangun oposisi rakyat.

“Di Parlemen Prabowo-Gibran sudah menghimpun enam parpol dari delapan partai, sedang dua partai lagi sikapnya tidak jelas. Maka perlu kita bangun oposisi rakyat,” tegas Ray

Motor Tabrak Minibus di Jalan Raya Cibinong, Satu Orang Luka Berat

0

Bogordaily.net – Seorang pengendara motor terlibat kecelakaan dengan minibus di Jalan Pemda Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Rabu 10 Desember 2025.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Ipda Ferdhyan Mulya menjelaskan bahwa, peristiwa itu terjadi pada pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB.

Awalnya, kendaraan motor Beat bergerak dari Sukahati menuju arah Karadenan setibanya di TKP membentur bagian pintu depan sebelah kiri kendaraan Mobil Nissan Evalia.

“Mobil Nisan bergerak dari arah Karadenan menuju arah masuk Perumahan Puri Nirwana 3 ban depan sudah masuk jalan Perumahan sehingga terjadilah kecelakaan lalu lintas,” kata Ipda Ferdhyan Mulya, Rabu 10 Desember 2025.

Menurut Ferdhyan, akibat kecelakaan tersebut, pengendara motor yakni (MSA) mengalami luka berat.

“Pengendara motor alami luka berat,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk saat ini, pengendara motor tersebut berhasil dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Pajajaran.

“Pengendara motor alami luka bagian kepala, kaki dan tangan lecet lecet dibawa ke RSUD Cibinong/Bakti Pajajaran untuk dilakukan tindakan pertolongan namun tidak dapat terselamatkan,” ungkap Ferdhyan Mulya.

(Albin Pandita)

Ilustrasi Kecelakaan. (Istimewa/Bogordaily.net)

Mengenal Teras BRI Kapal, Bank Terapung yang Dinanti Masyarakat Kepulauan

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memiliki berbagai inisiatif untuk memperluas jangkauan layanan keuangan ke seluruh pelosok negeri.

Melalui Teras BRI Kapal, BRI menghadirkan solusi perbankan terapung yang dirancang untuk masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen BRI dalam memperkuat inklusi keuangan nasional.

Teras BRI Kapal pertama kali diluncurkan pada tahun 2015 melalui Bahtera Seva I yang melayani Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kehadiran kapal tersebut menjadi wujud nyata komitmen BRI dalam mendukung pemerataan akses keuangan bagi masyarakat di pulau-pulau kecil dan garis pantai terluar.

Sejak diluncurkan, BRI menjadi pelopor perbankan yang menjangkau wilayah kepulauan melalui moda transportasi laut. Layanan ini memberikan kemudahan akses transaksi dan konsultasi keuangan yang sebelumnya hanya tersedia di wilayah daratan.

Melalui layanan tersebut, BRI memperkuat jangkauan interaksi langsung dengan masyarakat serta membangun literasi keuangan di daerah pesisir.

Inisiatif ini terus dikembangkan dengan peluncuran Bahtera Seva II dan Bahtera Seva III pada 24 Februari 2017 di Ambon. Bahtera Seva II melayani kawasan Nusa Tenggara Timur, sedangkan Bahtera Seva III menjangkau wilayah Kepulauan Maluku dan Halmahera. Hingga akhir tahun 2024, BRI mengoperasikan empat unit Teras BRI Kapal yang melayani berbagai wilayah kepulauan di Indonesia.
Keberadaan Teras BRI Kapal menunjukkan upaya nyata BRI dalam memperluas akses layanan keuangan hingga ke wilayah yang secara geografis sulit dijangkau. Melalui model layanan yang menjangkau langsung masyarakat, program ini membuka peluang ekonomi baru dan mendorong aktivitas usaha masyarakat pesisir agar tetap produktif. Kehadiran Teras BRI Kapal tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan, tetapi juga diharapkan mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru seperti perdagangan hasil laut, pariwisata, serta usaha kecil di kawasan pesisir.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa Teras BRI Kapal merupakan bentuk konkret komitmen BRI dalam memperluas inklusi keuangan secara sistemik dan berkelanjutan. “Teras BRI Kapal menjadi bukti nyata komitmen BRI dalam menghadirkan layanan keuangan bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di kepulauan dan daerah pesisir. Bagi kami, inklusi keuangan merupakan tanggung jawab sosial yang melekat pada identitas BRI sebagai bank rakyat. Melalui inisiatif ini, BRI memperluas akses keuangan sekaligus memperkuat peluang ekonomi dan ketahanan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir,” pungkas Dhanny.***

Pemkot Bogor dan DPRD Hadirkan Taman Lingkungan di Sukaresmi

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor bersinergi dan berkolaborasi menghadirkan taman lingkungan dengan fasilitas lengkap di Perumahan Graha Grande, Sukaresmi, Tanah Sareal.

Taman lingkungan yang dilengkapi fasilitas lapangan, jogging track, tempat bermain anak, dan alat olahraga ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Anggota DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima, dan dirangkaikan dengan berbagai perlombaan pakaian adat nusantara serta bazar UMKM.

Dedie Rachim mengatakan bahwa Pemkot Bogor terus berupaya membangun ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang publik dengan tujuan agar masyarakat bisa beraktivitas, baik berolahraga maupun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

“Alhamdulillah, di Tanah Sareal ini, di Graha Grande, hadir RTH melalui pokok pikiran (Pokir) dari Pak Safrudin Bima, sehingga bisa mewujudkan taman yang tadinya flat saja kini dilengkapi lapangan dan jogging track. Jadi warga bisa beraktivitas dan berkumpul bersama,” ujarnya.

Pokir dengan konsep ruang terbuka hijau ini, lanjut Dedie Rachim, juga sejalan dengan program Pemkot Bogor yang terus menambah ruang publik di tengah masyarakat, sehingga kesehatan dapat terjaga dan angka harapan hidup masyarakat semakin meningkat.

Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima, mengatakan bahwa pokok pikiran ini hadir dari kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka hijau dan ruang publik untuk bermain anak, berkumpul bersama keluarga, aktivitas olahraga, dan kebutuhan akan udara yang segar.

“Dengan hadirnya taman lingkungan ini, setiap waktu, setiap saat, atau hari libur, warga bisa ikut serta bergerak, beraktivitas, dan berolahraga. Hubungan dengan tetangga semakin dekat, semakin erat, terbentuk sebuah keluarga dan warga yang hebat. Itulah tujuan pembangunan hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia pun terus mendorong agar pembangunan Kota Bogor hadir di depan pintu rumah warga, sehingga konsep taman lingkungan ini bisa direplikasi di berbagai tempat di Kota Bogor.

“Jadi ini bisa direplikasi di seluruh wilayah, baik tingkat RW maupun RT. Saya sejak dulu sering menyampaikan bahwa pembangunan Kota Bogor harus digeser ke sayap kota, ke pinggir kota, ke kawasan perbatasan, tidak lagi hanya berpusat di tengah kota,” jelasnya

Sebab menurutnya, kalau di pusat kota terdapat keterbatasan lahan. Sehingga harus didorong ke sayap kota.

“PDM didorong masuk, pendidikan didorong, kesehatan didorong, dan sektor lainnya didorong, supaya Bogor ini terkepung oleh pengembangan swadaya masyarakat,” ucapnya.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Jokowi Siap Bawa Ijazah Asli ke Pengadilan

0

Bogordaily.net – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo, dengan gaya kalem khasnya kembali mengemukakan sikap tegas soal isu ijazah palsu yang tak kunjung padam.

Dalam wawancara eksklusif Program Khusus Kompas TV di kediamannya, Solo, Selasa malam (9/12/2025), ia menyatakan siap membawa ijazah asli kelulusannya dari SD hingga Universitas Gadjah Mada (UGM) ke pengadilan.

Kalimatnya sederhana, tapi nadanya serius. Pengadilan, kata Jokowi, adalah panggung yang paling terang. Tempat di mana apa pun bisa terlihat jelas, termasuk tuduhan yang selama ini diarahkan kepadanya.

“Ya, itu forum yang paling baik untuk menunjukkan ijazah asli saya dari SD, SMP, SMA, universitas. Semuanya saya bawa,” ujar Jokowi.

Jokowi, Ijazah Asli, dan Tuduhan yang Terlalu Murah

Isu ijazah palsu ini seperti drama panjang yang tak kunjung selesai. Jokowi menyebut ada operasi politik di baliknya. Bahkan “orang besar,” begitu istilahnya.

Maka keputusan membawa kasus ini ke pengadilan bukan sekadar membela diri.
Ia ingin membuat sebuah precedent: jangan mudah menuduh orang tanpa dasar.

“Untuk pembelajaran kita semuanya bahwa jangan gampang menuduh orang, jangan gampang menghina, memfitnah, mencemarkan nama baik,” kata Jokowi.

Ia menegaskan, jika kasus ini tidak ditarik ke ranah hukum, bukan tidak mungkin hal serupa menimpa pejabat lain. Menteri, gubernur, bupati, wali kota — siapa pun bisa jadi sasaran.

Energi Bangsa Terbuang ke Hal yang Tidak Penting

Di bagian lain wawancara, Jokowi seperti sedang menahan sesuatu: rasa kesal karena energi bangsa dihabiskan untuk hal-hal kecil. Padahal dunia sedang bergerak ke arah ekstrem.

“Kita seharusnya berkonsentrasi pada strategi besar negara,” ujarnya.

Ia menyebut ancaman dan peluang dari revolusi besar artificial intelligence, humanoid robot, hingga perubahan global yang makin sulit diprediksi.

Menurutnya, isu-isu besar itu jauh lebih pantas mendapat perhatian ketimbang gosip ijazah.

“Jangan energi besar kita dipakai untuk urusan-urusan ringan,” tegasnya.

Menunggu Pembuktian dari yang Menuduh

Jokowi juga menantang mereka yang sejak awal menyebarkan isu ijazah palsu. Kalau yakin, buktikan. Semua pihak, katanya, akan bisa menilai proses hukum dengan jernih bila berlangsung di pengadilan.

“Pembuktiannya itu diamati lah. Akan kelihatan proses hukumnya, akan kelihatan adilnya, karena yang memutuskan adalah pengadilan.”

Begitulah gaya Jokowi malam itu. Tenang tapi penuh tekanan balik.

Ia siap membawa ijazah asli, sementara yang menuduh diminta membawa bukti.
Sisanya, biarkan pengadilan yang bicara.***

Menteri LH Hanif Faisol, Segel Empat Perusahaan Kayu di Tapanuli Utara

Bogordaily.net – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol tidak tinggaldiam. Ia turun langsung ke Desa Garoga, Kecamatan Garoga, Tapanuli Utara, untuk memastikan penyebab banir bandang yang menerjang Gana di wilayah hulu daerah aliran Sungai Garoga. Sidak berujungdilakukan penyegelan terhadap empat perusahaan kayu di Tapanuli Utara.

Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari verifikasi lapangan atas laporan banjir dan longsor yang menelan kerugian besar bagi warga sekitar. Di lokasi, Hanif menemukan pemandangan tak biasa karena aliran sungai dipenuhi potongan kayu dan batang berukuran besar yang tersangkut di berbagai titik.

Material tersebut terlihat menghambat arus air sehingga mempercepat luapan sungai saat hujan deras mengguyur daerah itu. Hasil temuan awal menunjukkan bahwa sebagian kayu merupakan pohon tumbang alami akibat longsor yang dipicu
curah hujan ekstrem.

Namun tim juga menemukan indikasi kuat bahwa ada kayu
hasil penebangan yang ikut hanyut ke dalam aliran sungai. Beberapa potongan kayu terlihat rapi seperti bekas gergaji mesin yang menandakan proses pemotongan oleh manusia.

Menteri LH menegaskan bahwa temuan ini tidak bisa dianggap sepele karena terbukti memperparah dampak banjir Ia memastikan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh hingga ke titik hulu untuk mengetahui asal material kayu tersebut.

Hanif juga menyatakan bahwa hingga saat ini kayu gelondongan yang ditemukan dipastikan tidak berasal dari kawasan Batang Toru.

Walau demikian, penyelidikan tetap diperluas untuk menelusuri kemungkinan sumber lain di sekitar daerah aliran sungai. Kementerian Lingkungan Hidup membentuk tim kajian khusus yang melibatkan ahli lingkungan, akademisi, dan auditor
independen.

Tim ini bertugas memetakan jalur masuk material kayu serta menilai kerusakan di kawasan hutan dan sungai.***

Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Wanita di Gunung Putri

0

Bogordaily.net – Polisi tindaklanjuti kasus penemuan jasad wanita di pinggir Jalan Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan bahwa, peristiwa itu terjadi pada Sabtu 6 Desember 2025 lalu. Polisi telah melakukan olah TKP dan membawa jasad korban ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk di otopsi.

“Jadi begitu kejadian Pamapta sudah turun sama tim inafis Polres kemudian kemarin udah ambil data dari tim inafisnya. Kemudian mayat korbannya ke rumah sakit kramat jati buat otopsi,” kata Wikha kepada wartawan, Rabu 10 Desember 2025.

Adapun, saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil otopsi jasad wanita tersebut, yang diketahui berinisial A warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

“Hasil otopsinya masih nunggu, tapi dari hasil identifikasinya udah ketemu yang bersangkutan itu inisialnya A tempat tinggalnya sesuai ktp di Mampang Prapatan, Jaksel,” jelasnya.

Polisi menduga bahwa A merupakan korban pembunuhan. Pihaknya saat ini masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.

“Nah ini kemarin sudah penyelidikan, sudah ada terduga pelakunya sudah kita kejar. Kemungkinan besar (korban pembunuhan),” ungkap Wikha.

Sebelumnya diketahui, jasad seorang wanita ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di pinggir Jalan Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Sabtu 6 Desember 2025 lalu sekitar pukul 17.30 WIB.

Penemuan ini sontak mengejutkan warga sekitar, terlebih setelah muncul kesaksian yang menyebut korban sebelumnya terlihat dibawa seorang pengendara sepeda motor dalam kondisi tidak wajar.

Kapolsek Gunung Putri, Kompol Aulia Robby Kartika Putra, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah penyelidikan sejak pertama kali menerima informasi dari warga.

Tim kepolisian sudah turun ke lokasi untuk memastikan kondisi korban sekaligus mengumpulkan bukti awal.

Ia mengatakan penemuan jasad korban pertama kali disampaikan oleh saksi berinisial H. Ia melihat tubuh seseorang dalam posisi tengkurap di pinggir jalan ketika melintas bersama temannya.

“Awal mulanya pada Sabtu 6 Desember 20025 sekitar pukul 17.30 WIB. H melihat ada seorang dalam posisi tengkurep, kemudian dicek dan benar sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Robby.

Robby menjelaskan, setelah memastikan kondisi korban, Hendra segera melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat. Informasi itulah yang kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut. Korban ditemukan di dekat sebuah angkot yang sedang terparkir.

“Saksi H seorang pengendara sepeda motor yang melintas melihat ada seorang sedang dalam posisi tengkurap yang berada di pinggir Jalan di samping angkot yang terparkir,” katanya.

Robby menerangkan ada keterangan penting lainnya dalam penemuan jasad seorang wanita yaitu dari saksi berinisial MH yang sebelumnya melihat korban dibonceng oleh seorang pria menggunakan sepeda motor.

“Awal mulanya sekitar pukul 17.30 WIB melihat pengendara sepeda motor penumpang perempuan dalam keadaan tangan terikat tali, kaki sebelah kiri terseret di aspal, namun pengemudi mengabaikan,” tuturnya.***

Albin

Perumda Pasar Tohaga Dukung Penataan Jalan di Sekitar Kawasan Puncak

0

Bogordaily.net – Perumda Pasar Tohaga mendukung penuh langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk melakukan penataan jalan di sekitar kawasan Puncak.

Adapun, Direktur Umum dan Direktur Operasional Perumda Pasar Tohaga menghadiri rapat pembahasan penataan jalan di Simpang Pasir Muncang, Simpang Cikereteg, Simpang Megamendung dan Simpang Gadog.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto itu membahas rencana penataan wilayah yang bersinggungan dengan beberapa pasar Tohaga di sekitar titik simpang tersebut.

Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga Haris Setiawan menjelaskan bahwa, pihaknya akan senantiasa mendukung langkah dan kebijakan dari Pemkab Bogor.

“Perumda Pasar Tohaga hadir untuk memastikan koordinasi berjalan baik,” kata Haris, Rabu 10 Desember 2025.

Menurut Haris, hal tersebut dilakukan untuk memberikan kelancaran aktivitas serta arus lalu lintas masyarakat khususnya di sekitar Pasar Tradisional.

“Serta mendukung upaya di Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan aktivitas masyarakat pasar,” jelasnya.

“Mendukung kebijakan penataan wilayah yang dilakukan oleh Pemkab Bogor,” tambah Haris.***

Albin

Ketua DPRD Bogor Tekankan Peran Pemuda dalam Isu Lingkungan

0

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mendorong perubahan, termasuk dalam isu pengelolaan lingkungan. Pesan tersebut ia sampaikan saat bertemu dengan Pemuda Muhammadiyah dalam kegiatan Green Leadership Sekolah Hijau di SMAIT SMART YBN, Bojong Neros, Kecamatan Bogor Barat.

“Kalau ada kebangkitan pasti ada pemuda,” ujar Adityawarman dalam sambutannya. Ia menilai setiap gerakan perubahan, baik sosial maupun lingkungan, selalu dimulai dari energi anak muda.

Adityawarman menjelaskan, konsep green leadership pada dasarnya menempatkan pemuda sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. Karena itu, ia mendorong Pemuda Muhammadiyah memiliki visi besar dalam memelihara keberlanjutan lingkungan.

Ia mencontohkan langkah-langkah sederhana yang bisa dimulai dari diri sendiri, seperti membiasakan membawa tumbler untuk mengurangi sampah plastik. “Ini kebiasaan bagus. Sampah plastik dari air kemasan bisa berkurang signifikan kalau kita mulai dari hal kecil,” ujarnya.

Adityawarman juga mengingatkan dampak buruk pengelolaan sampah yang tidak tepat. “Jika sampah tidak dibuang pada tempatnya dan masuk ke selokan, itu bisa menumpuk, membuat aliran air tersumbat, dan akhirnya menyebabkan banjir,” jelasnya.

Ia membeberkan, Kota Bogor kini memproduksi sekitar 500 ton sampah per hari. Tanpa kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah, ia menilai kota akan semakin rentan menghadapi masalah lingkungan seperti bau, genangan air, hingga banjir.

Lebih jauh, Adityawarman mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah. Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang daur ulang. “Ini bagian dari upaya mengurangi kerusakan lingkungan,” tegasnya.

Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan bibit pohon dari Ketua DPRD Kota Bogor kepada Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor.***