Home Blog Page 237

BeeFam’s Kembangkan Usaha Madu Trigona di Jakarta Barat melalui LinkUMKM BRI

0

Bogordaily.net – Bee Family Healthy atau BeeFam’s merupakan usaha Madu Trigona di Jakarta Barat yang berdiri pada 2018 dan menawarkan Madu Trigona serta Bee Polen Trigona sebagai produk yang paling diminati.

Karakter rasa madu trigona yang sedikit asam menjadi keunggulan BeeFam’s.
Founder BeeFam’s Risky menyampaikan bahwa BeeFam’s berawal dari pengalaman sebagai relawan bencana pada Gempa Lombok 2018 yang memperkenalkannya pada manfaat madu trigona di situasi darurat. Pengalaman tersebut mendorongnya menekuni budidaya lebah trigona secara serius.

“Pada tahun 2018, saat terjadi Gempa Lombok 2018, saya terlibat sebagai relawan yang membantu para penyintas bencana di Lombok. Di tengah kondisi darurat, keterbatasan makanan dan obat-obatan membuat banyak orang harus bertahan dengan apa yang tersedia di alam sekitar. Saat itu saya melihat sesuatu yang sangat berharga: madu dari lebah trigona menjadi salah satu sumber energi alami yang membantu para penyintas tetap bertahan. Madu tersebut dimanfaatkan untuk menjaga stamina, membantu pemulihan tubuh, dan menjadi alternatif nutrisi ketika akses makanan sangat terbatas,” ujarnya.

Produk BeeFam’s dipasarkan melalui kanal offline/gerai, reseller, marketplace, social commerce, B2B, serta pameran dan event, dengan jangkauan pembeli dari pasar lokal hingga antar kota dan antar pulau.

Risky menyampaikan bahwa BeeFam’s memanfaatkan LinkUMKM BRI sebagai wadah belajar sekaligus memperluas jejaring dengan pelaku UMKM di berbagai wilayah. Kesempatan terhubung dengan pelaku usaha lain dan akses pembelajaran membantu BeeFam’s memperkuat langkah pengembangan usaha madu trigona.

“BeeFam’s pertama kali mengenal LinkUMKM BRI melalui informasi di media digital dan komunitas pelaku UMKM yang sering membagikan program pengembangan usaha dari Bank Rakyat Indonesia. Saat itu, saya sedang mencari wadah belajar yang dapat membantu mengembangkan usaha madu trigona yang sedang saya rintis. Ketika mempelajari lebih jauh, saya melihat bahwa LinkUMKM BRI menyediakan banyak materi edukasi, pelatihan, serta kesempatan untuk terhubung dengan pelaku UMKM lainnya di seluruh Indonesia. Hal tersebut membuat saya tertarik untuk bergabung dan aktif, karena BeeFam’s ingin terus belajar, berkembang, serta memperluas jaringan usaha agar dapat membawa manfaat lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan melalui budidaya lebah trigona,” ungkapnya.

Dalam kegiatan usaha sehari-hari, BeeFam’s menggunakan layanan BRI seperti QRIS BRI, layanan transaksi, pembiayaan, dan tabungan untuk mendukung penjualan serta pengelolaan usaha. Pemanfaatan pembayaran nontunai membantu transaksi lebih cepat dan praktis, sekaligus mendukung pencatatan pemasukan agar pengelolaan usaha lebih tertib.

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, dari peningkatan kapasitas hingga penguatan akses pasar. Platform ini menghadirkan 6 fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung lebih dari 750 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku usaha.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa penguatan UMKM, termasuk BeeFam’s, perlu dijalankan melalui pembelajaran yang relevan agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas dan memperluas pasar secara bertahap. Dalam ekosistem LinkUMKM, BRI memperluas akses pembelajaran dan pendampingan agar UMKM lebih siap mengembangkan strategi usaha di berbagai kanal, termasuk kanal digital.

“LinkUMKM membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang relevan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari penguatan dasar hingga peningkatan kapasitas untuk berkembang. Kami mendorong UMKM memanfaatkan ekosistem pembelajaran dan pendampingan agar pengelolaan usaha berjalan lebih terarah dan adaptif terhadap kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Melalui program tersebut, BRI berkomitmen memperkuat UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.***

“Motor Senyum” Cara Polres Bogor Hibur Pengendara di Kemacetan Puncak

0

Bogordaily.net – Antrean itu panjang. Pelan. Kadang berhenti total. Jalur Puncak memang begitu setiap Lebaran. Apalagi saat sistem one way diberlakukan. Sabar jadi barang mahal.

Di situ, muncul sesuatu yang tidak biasa: “Motor Senyum”.

Bukan sekadar sepeda motor. Ia berjalan pelan, menyusuri barisan kendaraan yang mengular. Di atasnya, polisi. Tapi bukan membawa buku tilang. Mereka membawa makanan ringan dan minuman.

Gratis.

Program “Motor Senyum” ini digagas Satuan Lalu Lintas Polres Bogor saat Operasi Ketupat Lodaya 2026. Tujuannya sederhana: meredam stres. Mengganti wajah tegang pengendara dengan sedikit senyum.

Kasat Lantas Polres Bogor, Ajun Komisaris Polisi Afif Widhi Ananto, tahu betul situasinya. Menunggu one way dibuka itu menguji emosi. Panas. Lelah. Bosan.

“Mereka butuh disapa,” kira-kira begitu pesannya.

Motor jadi pilihan. Lebih lincah. Bisa menembus titik-titik yang tak terjangkau mobil. Bahkan sampai ke barisan belakang—tempat yang sering paling menderita.

Di situlah “Motor Senyum” bekerja.

Bukan hanya soal camilan. Tapi juga percakapan singkat. Sapaan. Senyum dari petugas. Hal-hal kecil yang sering dilupakan, tapi justru paling terasa saat dibutuhkan.

Anak-anak yang mulai rewel, tiba-tiba diam saat diberi makanan ringan. Orang tua yang mulai gelisah, sedikit lebih tenang. Jalan memang belum bergerak. Tapi suasana berubah.

Itu yang dicari.

Di tengah padatnya jalur wisata di Kabupaten Bogor, pendekatan seperti ini terasa berbeda. Polisi tidak hanya mengatur arus. Tapi juga menjaga rasa.

Karena macet tidak selalu bisa dihindari. Tapi tegang—itu bisa dikelola.

Dan Motor Senyum memilih cara paling sederhana: hadir, menyapa, dan berbagi.***

Jalan Mulus, Wisata Nirmala Kini Jadi Primadona

0

Bogordaily.net — Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyulap kawasan wisata Nirmala di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, menjelma menjadi primadona destinasi wisata baru, setelah membangun infrastruktur jalan Nirmala yang sebelumnya rusak parah. Wisatawan berdatangan untuk merasakan akses jalan yang mulus dengan pemandangan indah perbukitan kebun teh Nirmala.

Wisatawan dari luar kecamatan Nanggung bahkan dari luar kota berbondong-bondong berkunjung pada momentum libur lebaran, Senin (23/3) membuat situasi ramai seperti di kawasan Puncak saat akhir pekan.

Perubahan signifikan tersebut menjadi bukti nyata pembangunan infrastruktur di era Bupati Bogor, Rudy Susmanto, khususnya melalui pembangunan Jalan Nirmala yang sebelumnya rusak parah.

Sebelumnya, akses menuju kawasan wisata di kaki Taman Nasional Gunung Halimun Salak itu dikenal sulit dilalui. Kondisi jalan berbatu dan berlumpur saat hujan membuat wilayah tersebut terkesan terisolasi selama puluhan tahun. Kini, wajahnya berubah total menjadi jalan mulus yang nyaman dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Perubahan tersebut berdampak langsung terhadap meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Pada momen libur Idul Fitri, arus kendaraan menuju kawasan Nirmala terpantau padat. Bahkan, suasananya disebut-sebut mulai menyerupai kawasan Puncak saat akhir pekan.

Ucapan terima kasih mengalir kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto, yang dinilai telah mewujudkan mimpi warga yang selama ini hanya bisa mereka harapkan. Baru kali ini warga merasakan dampak pembangunan yang begitu nyata. Setelah lebih dari 80 tahun Indonesia merdeka, mereka akhirnya menikmati akses jalan yang layak.

“Terima kasih atas pembangunan yang dilakukan Bapak Rudy Susmanto. Kini desanya mulai dikenal luas sebagai destinasi wisata baru,” ujar warga.

Menurutnya, sekarang Desa Malasari sudah seperti kawasan wisata di Puncak. Banyak kendaraan dari luar kecamatan bahkan dari Jakarta dan Tangerang. Kondisi ini turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat, seiring bertambahnya kunjungan wisatawan.

Pembangunan Jalan Nirmala sendiri menjadi salah satu proyek strategis yang membuka akses penghubung antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Lebih dari sekadar infrastruktur, pembangunan ini dinilai sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil.***

Marka, Pemandu Kita Berkendara

0

Oleh: Mohammad Nasir, Wartawan Senior, Kolumnis, dan peserta Diskusi Forum Wartawan Kebangsaan (FWK)

SAAT perjalanan mudik lebaran idul fitri atau perjalanan sehari-hari di jalan raya, marka jalan diperlukan untuk keselamatan berkendara.
Marka jalan berfungsi sebagai pemandu kita berkendara.

Keberadaan marka sangat dibutuhkan dan ini merupakan hak pengguna jalan. Karena itu, pemerintah selain membangun jalan juga diharapkan melengkapinya dengan marka.

Para pengendara kendaraan bermotor pasti tahu yang namanya marka jalan. Ketika mengambil surat izin mengemudi (SIM) di kantor kepolisian, pengemudi juga sudah ditanya tentang tentang fungsi marka.

Wujudnya berupa garis putih dan kadang-kadang kuning, membujur di jalan. Ada juga marka melintang dan serong seperti di tempat penyeberangan (zebra cross).

Di antara pengguna jalan raya ada yang bertanya, untuk apa marka?. Bukan kah marka hanya menjadi alat polisi lalu lintas untuk menjebak pengendara kendaraan bermotor, lalu terjadi cekcok mulut polisi dan pengendara yang dianggap melanggar marka jalan?

Tentu saja pembuatan marka jalan bukan untuk menjebak pengemudi, kemudian ditilang, karena dianggap melanggar, roda ban menggelinding di atas marka yang tidak boleh dilalui. Fungsi marka jalan untuk memandu pengendara supaya terhindar dari kecelakaan.

Tanpa marka jalan, pengendara akan terancam saling menyerobot lajur jalan, terancam menabrak pagar pembatas, bahkan terancam terperosok ke parit, terutama pada malam hari dan saat hujan lebat.

Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan dalam pasal 3 ayat 1 disebutkan, “Marka Jalan berfungsi untuk mengatur lalu lintas,
memperingatkan, atau menuntun pengguna jalan dalam berlalu lintas”.

Dilanjutkan pada ayat 2, bahwa Marka Jalan berupa: peralatan atau
tanda. Kemudian pasal 4, ayat 1 menyebutkan Marka Jalan, dapat berwarna putih, kuning, merah, dan warna lainnya, sesuai fungsinya.

Apa pun warnanya dipersyaratkan mengkilat atau memantulkan cahaya ketika menerima sorot lampu kendaraan.

Soal marka jalan yang diharapkan memantul ini kadang-kadang tidak sesuai harapan. Di musim hujan, banyak marka jalan hanya terlihat samar-samar, bahkan hilang terhapus.

Saya pernah panik karena tidak melihat marka jalan. Ketika itu suatu sore Januari 2026, hujan deras mengguyur kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Di jalan menanjak, jarak pandang ke depan dan ke samping dari dalam mobil sangat pendek. Marka jalan warna putih yang biasanya menjadi patokan aman berkendara di jalan tidak terlihat.

Dua pasang karet penyapu kaca depan mobil sudah saya hidupkan dengan interval maksimal, didukung lampu kabut warna cahaya agak kuning, serta lampu besar, tetapi tidak membuat jalan terlihat terang.

Harapan saya satu-satunya bisa melihat marka yang membujur di jalan, tetapi tidak terlihat. Saya panik. Saya kehilangan arah. Saya menarik napas dalam-dalam untuk mengurangi rasa panik.

Untuk menghindari ditabrak mobil lain dari belakang, saya juga menyalakan lampu kedip (hazard), sambil menjalankan mobil dengan sangat pelan, meraba-raba jalan.

Saya jadi ingat pesan mertua saya pensiunan tentara di Cimahi, kalau ke Bandung lewat Puncak saat hujan, perhatikan saja marka jalan warna putih. Itu patokannya. Tapi hari itu marka jalan tidak terlihat saat hujan deras.

Itu lah yang saya rasakan dan mungkin juga pengendara kendaraan bermotor lainnya ketika marka jalan tidak lagi terlihat jelas di malam hari, ketika kabut turun, atau saat hujan. Pengumudi akan kebingungan, seperti sedang dibiarkan tanpa penunjuk jalan.

Marka jalan menjadi hak pengguna jalan. Akan tetapi hak akan marka jalan harus diminta kepada siapa?
Dalam Pasal 54 Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan, disebutkan, (1) Penyelenggaraan marka jalan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 53 dilakukan oleh:
a. Menteri, untuk jalan nasional;
b. gubernur, untuk jalan provinsi;
c. bupati, untuk jalan kabupaten dan jalan desa; dan
d. walikota, untuk jalan kota.
(2) Penyelenggaraan marka jalan untuk jalan tol dilakukan oleh penyelenggara jalan tol setelah
mendapatkan penetapan
menteri”.

Mungkin saja pemilik kendaraan ketika membayar pajak kendaraan bermotor, sekalian menyampaikan hak-hak pengguna jalan raya, seperti fasilitas marka jalan, dan penerangan jalan.

Laporan sebaiknya dibuat tertulis, berisi keberadaan dan kondisi marka jalan: belum ada, ada tetapi sudah kusam, tidak berkilau lagi.

Bahkan mungkin sekalian menyampaikan keadaan jalan rusak yang membuat bagian kaki-kaki mobil cepat aus.

Surat disampaikan kepada menteri, gubernur, wali kota atau bupati sesuai kewenangan mereka. Walaupun, nanti yang mengerjakan perawatan atau pembuatan marka jalan sesuai peraturan (pasal 78), yaitu dilakukan oleh badan usaha
yang telah memenuhi persyaratan.

Pengendara punya hak pelayanan yang baik di jalan demi keselamatan, karena setiap tahun membayar pajak kendaraan bermotor.

Aparat negara harus menyadari pentingnya marka jalan bagi pengendara, bagi keselamatan berlalulintas.

Pada musim hujan badan jalan sering terendam genangan, meninggalkan lumpur dan menutup marka jalan. Petugas perlu mengontrol dan membersihkannya.

Dalam perjalanan saya lewat darat antara Tangerang -Jakarta- Lamongan, Jawa Timur, pada bulan Februari 2026, menemukan banyak ruas jalan yang belum dilengkapi marka.

Ada juga bekas marka yang sudah terhapus, tinggal beberapa potong garis yang sudah kusam, seperti yang terlihat di Kota Tangerang, beberapa ruas jalan di sekitar Semarang.***

Tirta Pakuan Bogor Siaga 499 Personel Selama Libur Nyepi & Lebaran 1447 H, Layanan Air Dijamin Normal

0

Bogordaily.net – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor memastikan pasokan air bersih tetap berjalan optimal selama periode libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat di tengah masa liburan.

Direksi Tirta Pakuan mengungkapkan, sebanyak 499 personel teknis telah disiagakan penuh. Mereka didukung oleh tim lapangan serta layanan contact center yang beroperasi selama 24 jam non-stop. Selain itu, petugas laboratorium juga disiapkan untuk memastikan kualitas air tetap terjaga sesuai standar.

Tak hanya itu, perusahaan daerah ini juga menyiapkan enam Posko Layanan Cepat Tanggap yang tersebar di tujuh zona pelayanan. Untuk kondisi darurat, empat unit mobil tangki air turut disiapkan guna menjaga distribusi tetap berjalan.

Di sisi lain, Tirta Pakuan menyatakan telah menangani gangguan layanan yang sempat terjadi di wilayah Zona Bogor Barat. Perbaikan dilakukan agar distribusi air kembali normal secepat mungkin.

Manajemen juga mengimbau pelanggan untuk proaktif mengantisipasi potensi gangguan selama libur panjang. Masyarakat disarankan menampung air saat aliran masih tersedia serta memanfaatkan kanal resmi contact center jika membutuhkan bantuan.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Tirta Pakuan dalam menjaga layanan publik tetap prima, terutama pada periode krusial seperti libur hari besar keagamaan.***

Viral! Keluarga Ayu Ting Ting Disebut Reservasi Tempat Salat Ied

0

Bogordaily.net – Momen perayaan Idulfitri tahun ini bagi Ayu Ting Ting turut menjadi sorotan publik. Setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan, sang pedangdut merayakan hari kemenangan bersama keluarga.

Namun, di tengah suasana Lebaran, muncul sebuah video yang memicu perbincangan hangat di media sosial. Dalam video tersebut, keluarga Ayu Ting Ting diduga melakukan reservasi tempat untuk pelaksanaan salat Idulfitri.

“Keluarga Ayu Ting ting Reservasi Tempat Sholat Ied, Tuai Pro dan Kontra” tulisnya dalam keterangan video dikutip pada Minggu 22 Maret 2026.

Unggahan itu langsung menyedot perhatian warganet dan memicu beragam reaksi. Sebagian netizen mempertanyakan praktik tersebut, sementara lainnya justru menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar.

“Salahin yg nyediain” kata netizen.

“Bukan keluarga artis doang kali, emng kalian ga pernah nitip tempat buat tekin kalo tarawih atau Ied? Heran” timpal netizen lainnya.

“Dia donatur…menurut gw sih wajar2 aja… Anda klo mo booking jg gpp.. Paling depan…” sahut netizen lagi.

Perdebatan ini pun berkembang luas, menyoroti kebiasaan masyarakat dalam “menitip tempat” saat ibadah berjamaah, yang selama ini memang kerap terjadi, terutama di momen-momen besar seperti salat Idulfitri.***

Rudal Iran Hantam Dimona, Fasilitas Nuklir Israel Jadi Sorotan

0

Bogordaily.net – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Israel melaporkan adanya serangan rudal yang menghantam Kota Dimona, wilayah yang dikenal sebagai lokasi fasilitas nuklir di negara tersebut.

Dilansir AFP, pada Minggu 22 Maret 2026, pihak militer Israel mengonfirmasi bahwa serangan terjadi pada Sabtu waktu setempat. Rudal tersebut dilaporkan mengenai sebuah bangunan di kawasan Dimona yang berada di Gurun Negev.

Di sisi lain, televisi pemerintah Iran menyebut serangan itu merupakan bentuk balasan atas aksi sebelumnya yang menyasar situs nuklir mereka.

Dampak serangan tersebut dilaporkan cukup signifikan. Petugas pemadam kebakaran Israel menyatakan adanya kerusakan serius di sejumlah bangunan akibat hantaman rudal.

“Menindaklanjuti laporan serangan di kota Arad, ini adalah serangan di pusat kota di antara bangunan tempat tinggal,” kata dinas tersebut.

“Kerusakan parah terjadi di lokasi tersebut,” pungkasnya.

Peristiwa ini semakin mempertegas eskalasi konflik yang terjadi di kawasan, sekaligus memicu kekhawatiran akan potensi meluasnya ketegangan yang melibatkan infrastruktur strategis di wilayah tersebut.***

584 Warga Binaan Lapas Paledang Terima Remisi, 5 Bebas Murni

0

Bogordaily.net – Sebanyak lima warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Paledang bebas murni dan 584 lainnya mendapatkan remisi sebagai bagian dari momentum perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan pentingnya memastikan kesiapan layanan pemasyarakatan sekaligus memberikan perhatian kepada warga binaan dalam menyambut hari kemenangan.

Dedie Rachim menyampaikan bahwa pemberian remisi kepada warga binaan merupakan tradisi yang rutin dilakukan setiap menjelang Idulfitri sebagai bagian dari berbagi kebahagiaan.

“Sebetulnya ini menjadi tradisi setiap tahun ya, manakala kita memasuki Idulfitri ada yang namanya remisi. Tadi dilaporkan bahwa warga binaan di Lapas Paledang ada sekitar 584 yang mendapatkan remisi dan ada 5 yang bebas murni. Itu bagian dari kebahagiaan Idulfitri, mudah-mudahan memberi keberkahan untuk semua,” ujar Dedie Rachim kepada awak media di Lapas Paledang, Jalan Paledang, Kota Bogor, Jumat 20 Maret 2026.

Ia juga menyampaikan doa dan harapan bagi para warga binaan agar tetap kuat menjalani masa pembinaan serta dapat memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan kualitas ibadah.

“Untuk warga binaan, di tengah situasi yang memang sedang prihatin, tentu kami mendoakan mudah-mudahan selalu dilimpahkan kesehatan, tetap tawakal, tetap melaksanakan ibadah secara maksimal, mudah-mudahan nanti ke depan kehidupan akan lebih baik,” katanya.

Lebih lanjut, Dedie Rachim menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan Lapas dalam menghadapi lonjakan kunjungan keluarga saat Idulfitri.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut difokuskan pada monitoring kesiapan pelaksanaan Idulfitri di lingkungan Lapas.

Ia juga mengapresiasi kesiapan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mempersiapkan layanan kunjungan bagi keluarga warga binaan.

“Kita memonitoring pelaksanaan Idulfitri yang akan dilaksanakan besok dan kunjungan bersama Forkopimda sekaligus juga memonitor persiapan kegiatan Lapas Bogor dalam persiapan layanan kunjungan besok,” pungkasnya.***

Puluhan Ribu Masyarakat Padati Stadion Pakansari untuk Shalat Idul Fitri dan Pesta Rakyat Bersama Bupati Bogor

0

Bogordaily.net – Puluhan ribu masyarakat Kabupaten Bogor memadati Stadion Pakansari untuk melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 hijriah bersama Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Sabtu 21 Maret 2026.

Warga berbondong-bondong sejak pagi hari mengajak serta keluarga untuk shalat dan ikuti pesta rakyat bertajuk “Lebaran Bersama Wargi”.

Shalat Idul Fitri tingkat Kabupaten Bogor juga dihadiri Wakil Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, jajaran DPRD Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor, Dandim Kabupaten Bogor, Ketua Pengadilan Negeri Cibinong, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Bogor, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, MUI Kabupaten Bogor, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, para kiyai dan alim ulama.

Bertindak sebagai khatib, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H.Dudu Rohman. Usai shalat Pemkab Bogor menyelenggarakan open house dan pesta rakyat di tempat yang sama.

Dengan menyediakan 7500 porsi makanan gratis, 21 gerobak UMKM gratis, hiburan permainan untuk anak, doorprize, serta dihibur suara emas Opick.

Para pedagang yang tidak mudik diundang untuk berjualan, dan dagangannya dibayarkan oleh pemerintah sehingga dapat dinikmati masyarakat secara gratis.

Selain itu, berbagai wahana permainan anak turut disediakan untuk menambah semarak suasana Lebaran. Ratusan bola juga dibagikan kepada anak-anak agar dapat bermain bersama usai shalat Idul Fitri.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa pelaksanaan shalat Idul Fitri di Stadion Pakansari merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia agar perayaan Lebaran dilakukan secara sederhana namun tetap penuh makna.

“Pak Presiden menghimbau agar Idul Fitri dirayakan dengan sukacita tanpa berlebihan. Oleh karena itu, kami memilih menggelar salat Id bersama masyarakat dalam suasana kebersamaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemilihan Stadion Pakansari juga mempertimbangkan kondisi Lapangan Tegar Beriman yang saat ini tengah dalam proses revitalisasi pembangunan Alun-alun Tegar Beriman, sehingga diperlukan lokasi alternatif yang representatif.

“Ini adalah hari kemenangan bagi seluruh warga Bogor. Kami ingin kebahagiaan ini dirasakan bersama, baik oleh orang tua maupun anak-anak,” kata Rudy.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan global. Menurutnya, persatuan merupakan benteng utama bangsa Indonesia.

“Para pendiri bangsa dan alim ulama telah mengajarkan bahwa benteng terakhir bangsa ini adalah persatuan, dan musuh utama kita adalah perpecahan. Mari kita bersatu membangun bangsa, dari Bogor untuk Indonesia,” tegasnya.

Di akhir kegiatan, Rudy Susmanto mewakili Pemerintah Kabupaten Bogor menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat. “Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya***

Hari Ketiga Libur Lebaran, Kolam Renang Mila Kencana GOR Pajajaran Diserbu Wisatawan

0

Bogordaily.net – Suasana libur Lebaran dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga saat libur lebaran, pada Senin 23 Maret 2026. Salah satu destinasi favorit yang dipadati pengunjung adalah kolam renang Mila Kencana di kawasan Gelang Olahraga (GOR) Pajajaran, Kota Bogor.

Sejak pagi hari, ratusan pengunjung dari berbagai wilayah, baik dari dalam Kota Bogor maupun luar daerah, terlihat memadati area kolam renang.

Mereka datang bersama keluarga untuk menikmati momen libur Lebaran dengan suasana santai dan menyenangkan.

Dengan harga tiket masuk yang relatif terjangkau, yakni Rp15 ribu per orang, tempat wisata ini menjadi pilihan favorit masyarakat.

Selain itu, keberadaan empat jenis kolam renang yang tersedia memberikan variasi bagi pengunjung, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Tak hanya itu, kenyamanan pengunjung juga semakin meningkat setelah dilakukan renovasi pada sejumlah fasilitas.

Perbaikan sarana dan prasarana tersebut membuat lingkungan kolam renang tampak lebih bersih, tertata, dan aman untuk digunakan.

Salah seorang pengunjung, Rina (32), asal Bogor Tengah, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menghabiskan waktu libur Lebaran.

“Tempatnya sekarang lebih bagus dan bersih, anak-anak juga senang karena kolamnya banyak pilihan. Tiketnya juga masih terjangkau,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dedi (40), pengunjung asal Cilebut Bogor. Ia menilai fasilitas yang ada sudah cukup memadai untuk rekreasi keluarga.

“Kami datang dari pagi supaya tidak terlalu ramai. Setelah direnovasi, tempatnya jadi lebih nyaman dan aman buat keluarga,” katanya.

Pengelola pun mengantisipasi lonjakan pengunjung dengan meningkatkan pelayanan serta pengawasan di area kolam.

Hal ini dilakukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh pengunjung selama menikmati libur Lebaran.

Momentum libur Idulfitri memang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata, dan kolam renang Mila Kencana GOR Pajajaran kembali menjadi salah satu destinasi unggulan yang ramai dikunjungi tahun ini.(Muhammad Irfan Ramadan)