Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 248

Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak Kereta di Cilebut Bogor, Polisi Tindak Lanjuti

Bogordaily.net – Seorang Pria tanpa identitas tewas tertabrak kereta di Kampung Patahunan, Desa Cilebut Timur Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Kamis 4 Desember 2025.

Berdasarkan video yang beredar terlihat, pria yang diketahui sudah berumur itu tergeletak bersimbah darah dengan luka berlumuran darah dibagian kepala.

Kapolsek Sukaraja Kompol Wagiman membenarkan adanya pria yang tertabrak kereta tersebut. Menurutnya peristiwa itu terjadi pada pukul 11.30 WIB.

“Iya benar, kejadian sekitar jam set 1 an,” kata Kompol Wagiman kepada wartawan, Kamis 4 Desember 2025.

Menurut Wagiman, pria tersebut diduga hendak menyebrang dan tak melihat ada kereta yang melintas.

“Iya mister x mau menyebrang, pejalan kaki, tertabrak kereta dari arah Bogor,” jelasnya.

Kemudian, pria tersebut kini telah berhasil dievakuasi dan pihak kepolisian tengah mencari identitas maupun keluarganya.

“Tadi itu mister X sekarang anggota sedang mencari keluarganya,” ujar Wagiman.

Selain itu, pria tersebut telah dilarikan ke rumah sakit dan pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Sudah dibawa kerumah sakit, Kalau itu masih dalam penyelidikan,” ungkapnya.*

(Albin Pandita)

Peringati Hari Disabilitas Internasional, Puluhan Difabel Tampilkan Bakat dalam Ajang Lasqi Nusantara Fest di Bogor

Bogordaily.net – Puluhan peserta disabilitas manampilkan bakat dalam ajang Lasqi Nusantara Fest, di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor pada Kamis 4 Desember 2025.

Diketahui, kegiatan tersebut diinisiasi langsung oleh Lasqi Nusantara Jaya bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional.

Ketua DPD Lasqi Nusantara Jaya Kabupaten Bogor Lukmanudin Ar Rasyid menjelaskan bahwa, pihaknya mensuport para disabilitas  dalam menampilkan bakat bakatnya dengan menyediakan panggung yang cukup megah.

“Momen ini kan berbarengan dengan hari disabilitas Ini internasional jadi sayang panggung yang sudah kita siapkan semewah ini semegah ini tidak kita pakai,” kata Lukmanudin kepada wartawan, Kamis 4 Desember 2025.

Menurutnya, para peserta disabilitas menampilkan berbagai penampilan terbaiknya seperti tarian, permainan alat musik, hingga bernyanyi di hadapan masyarakat.

“Jadi kita persembahkan untuk teman-teman difabel untuk menampilkan tarian-tarian karena ada juga kegiatan di event ini adalah coaching klinik. Jadi sengaja tadi kita tampilkan coaching kliniknya para pelatih di Kabupaten Bogor mudah-mudahan harapannya,” jelasnya

Selain itu, pihaknya turut mengajak para disabilitas yang ingin mengikuti Qasidah untuk mendaftar langsung ke Lasqi Nusantara Jaya.

Pihaknya berharap, melalui kegiatan tersebut dapat menumbuhkan semangat dan bakat para disabilitas khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Bogor.

“Teman-teman disabilitas yang mau belajar qasidah musik gambus Bisa menghubungi Laski Nusantara Jaya Kabupaten Bogor Itu harapannya pesannya itu yang ingin kita sampaikan,” ungkap Lukmanudin.

Lasqi Nusantara Fest

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Kandinsos) Kabupaten Bogor, Farid Ma’ruf mengatakan bahwa, kegiatan tersebut sebagai ajang untuk pemenuhan hak dasar disabilitas dan juga memotivasi agar lebih tumbuh dan berkembang.

“Kegiatan ini mudah-mudahan bisa memotivasi saudara-saudara kita, anak-anak kita yang istimewa terpenuhi hak-hak dasar dan ke depan ketika sudah dewasa, ini mereka bisa menjadi manusia yang siap untuk hidup di masa depan,” ujar Farid.

Selain itu, pihaknya mengaku akan terus melakukan pembinaan terhadap anak-anak istimewa atau disabilitas dengan  menggandeng berbagai stakeholder yakni pemerintah, dan masyarakat.

“Tapi dengan kolaborasi kita, dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, ternyata itu bisa dilakukan. Dan ke depan kita ingin lebih dari itu,” jelasnya.

“Tidak hanya sekedar tampil, tapi obsesi kami adalah menjadikan anak-anak yang istimewa ini ke depan juga memiliki masa depan yang bagus,” tambah Farid.

Sebagai informasi, Lasqi Nusantara Fest tahun ini diselenggarakan langsung di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor mulai Kamis 4 hingga Minggu 7 Desember 2025.

Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan kafilah atau peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan puncak kegiatan yakni pelaksanaan rekor muri lomba Qasidah yang akan berlangsung pada Jum’at 5 Desember 2025.

(Albin Pandita)

BSI Hadirkan Program Buka Tabungan Emas BYOND BSI Traktir Rp.100 Ribu

0

Bogordaily.net – Bank Syariah Indonesia (BSI) menghadirkan program BSI Traktir Rp.100 Ribu dengan membuka tabungan rekening emas melalui BYOND by BSI.

Syaratnya, untuk nasabah yang baru pertama kali membuka rekening emas di BYOND by BSI.

Pembelian emas pertama minimal Rp.200 dan tidak berlaku kelipatan. Adapun periode program ini mulai tanggal 28 Oktober hingga 10 Desember 2025.

Selain itu, Jelang libur tahun baru, Bank Syariah Indonesia (BSI) turut menghadirkan program ‘Holideals with BSI Card’ khusus untuk pengguna BSI Kartu Debit Visa dan BSI Hasanah Card.

Adapun, nasabah berkesempatan untuk mendapatkan diskon hingga Rp.2,5 juta dan cicilan 0 persen hingga tenor 24 bulan di berbagai merchant jika melakukan transaksi menggunakan kedua BSI card tersebut.

Promo ‘Holideals with BSI Card’ berlaku hingga 31 Desember 2025. Jangan sampai terlewatkan informasi selengkapnya kunjungi www.bank.bsi.id/holidaydeals.

Kemudian, untuk pengguna BSI Card, jangan lupa juga untuk selalu menjaga kerahasiaan data BSI Card kamu ya.

Sebagai informasi, Bank Syariah Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, serta merupakan peserta pinjaman LPS.***

Albin

Jelang Libur Tahun Baru, BSI Hadirkan Program Holideals with BSI Card, Diskon Hingga Rp.2,5 Juta

0

Bogordaily.net – Jelang libur tahun baru, Bank Syariah Indonesia (BSI) menghadirkan program ‘Holideals with BSI Card’ khusus untuk pengguna BSI Kartu Debit Visa dan BSI Hasanah Card.

Adapun, nasabah berkesempatan untuk mendapatkan diskon hingga Rp.2,5 juta dan cicilan 0 persen hingga tenor 24 bulan di berbagai merchant jika melakukan transaksi menggunakan kedua BSI card tersebut.

Promo ‘Holideals with BSI Card’ berlaku hingga 31 Desember 2025. Jangan sampai terlewatkan informasi selengkapnya kunjungi www.bank.bsi.id/holidaydeals.

Kemudian, untuk pengguna BSI Card, jangan lupa juga untuk selalu menjaga kerahasiaan data BSI Card kamu ya.

Sementara itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) juga turut memberikan program BSI Traktir Rp.100 Ribu dengan membuka tabungan rekening emas melalui BYOND by BSI.

Syaratnya, untuk nasabah yang baru pertama kali membuka rekening emas di BYOND by BSI.

Pembelian emas pertama minimal Rp.200 dan tidak berlaku kelipatan. Adapun periode program ini mulai tanggal 28 Oktober hingga 10 Desember 2025.

Sebagai informasi, Bank Syariah Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, serta merupakan peserta pinjaman LPS.***

Albin

Kiprah KDMP Syariah Bilelando Sebagai Simbol Harapan Baru Pembangunan Ekonomi Kerakyatan

0

Bogordaily.net – Di Bilelando koperasi bukan hanya tempat belanja atau transaksi. Ia telah menjadi simbol harapan baru, bahwa dengan kerja sama, transparansi, dan dukungan penuh dari pemerintah, pembangunan ekonomi kerakyatan bisa benar-benar diwujudkan.

Di Bilelando sebuah gerakan ekonomi masyarakat kini tumbuh nyata. Desa yang selama ini bertumpu pada pertanian dan nelayan itu melahirkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Syariah Bilelando, Praya Timur, Lombok Tengah. Sebuah gerakan negara yang hadir untuk memperkuat ekonomi warga yang berpihak pada kebutuhan masyarakat desa.

Langkah besar ini mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Desa. Kepala Desa Bilelando Panjaitan menceritakan bagaimana proses awal program ini dimulai. Undangan ke Jakarta menjadi titik awal, ketika desa diminta memaparkan potensi wilayah mereka. Upaya ini kemudian berlanjut dengan musyawarah desa khusus untuk membentuk Koperasi Desa Merah Putih Syariah.

“Awalnya, masyarakat terbebani dan menolak karena pengalaman BUMDes lama yang sempat tidak berjalan. Penolakan muncul karena sebagian warga mengira koperasi ini akan bernasib sama. Namun pemerintah desa tidak menyerah. Sosialisasi dilakukan terus-menerus, dari dusun ke dusun, melibatkan para kepala dusun dan perangkat desa untuk memastikan masyarakat benar-benar memahami tujuan program,” ucap Panjaitan.

Perlahan, kepercayaan warga tumbuh. Mereka melihat bahwa KDKMP bukan sekadar lembaga baru, tetapi wadah yang didesain dengan tata kelola yang lebih rapi dan dukungan penuh pemerintah pusat.

“Kami ingin koperasi ini menjadi penggerak ekonomi desa. Potensi kami banyak seperti dari pertanian, nelayan, sampai budidaya. Semua bisa hidup kalau ada lembaga yang dikelola dengan baik,” ucap Panjaitan.

Bilelando memang memiliki kekuatan ekonomi yang besar. Sekitar 65 persen warganya petani, sementara 35 persen lainnya nelayan dan pembudidaya. Keberadaan koperasi membuat potensi ini lebih terarah dan bisa memberikan manfaat yang lebih merata.

Di sisi lain, perjalanan KDMP juga dijalankan oleh orang-orang yang bekerja langsung di lapangan. Salah satunya adalah Ahmad Raeyomang, Ketua KDMP Syariah Bilelando.

Ia dipilih melalui musyawarah desa sebagai pemimpin koperasi. Sebagai petani, pengusaha tembakau, dan pembudidaya udang, Ahmad memahami betul kebutuhan masyarakat. Karena itu, ia tidak ragu menjalankan amanah sebagai ketua.

Di bawah kepemimpinannya, koperasi mulai membuka beberapa unit usaha yang menyentuh kebutuhan dasar warga: gerai sembako, beras, minyak, gula, layanan BRILink, hingga distribusi LPG 3kg. Koperasi juga mulai bekerja sama dengan PI untuk pasokan LPG non-subsidi. Dampaknya langsung terasa. Sebelum koperasi ada, harga LPG bisa mencapai Rp25.000 per tabung.

“Sekarang, dengan pengelolaan koperasi, harga turun menjadi Rp18.000. Perubahan yang terlihat sederhana, namun sangat berarti bagi keluarga di desa. Saat ini, unit usaha koperasi telah mencatat omzet sekitar Rp7 juta per minggu, menjadi sinyal bahwa koperasi mulai mendapat kepercayaan dan dukungan nyata dari masyarakat,” kata Ahmad.

Ahmad mengakui bahwa tantangan tetap ada, keterbatasan SDM membuat mereka harus bekerja lebih keras dalam menjelaskan fungsi koperasi kepada warga.
“Kami harus menjelaskan berulang kali bahwa KDMP ada untuk membantu. Mulai dari bahan kebutuhan pokok sampai menyerap hasil pertanian masyarakat,” ujarnya.

Nama “Syariah” sendiri bukan tanpa alasan. Bilelando memiliki 9 dusun, dan setiap dusun diwakili satu pengurus. Prinsip representatif ini menjadi dasar penamaan Syariah, yang kemudian diperkuat dengan rencana penerapan sistem bagi hasil di masa depan.

Setelah koperasi mulai beroperasi dan meluncurkan unit-unit usahanya, respons masyarakat berubah drastis. Jika sebelumnya ragu, kini mereka justru datang berbondong-bondong untuk mendaftar menjadi anggota baru. Mereka melihat manfaat langsung, bukan lagi hanya janji.
Ahmad berharap koperasi ini dapat terus berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“Kami berharap ada dukungan dari BUMN seperti Bulog, Pertamina, ID Food, dan lembaga lainnya agar koperasi semakin kuat,” katanya.

KDKMP Syariah Bilelando menjadi contoh bahwa gerakan ekonomi tidak harus dimulai dari kota besar. Ia bisa tumbuh dari desa, dari inisiatif pemerintah, dan dari kerja bersama masyarakat.

Di Bilelando, koperasi bukan hanya tempat belanja atau transaksi. Ia telah menjadi simbol harapan baru, bahwa dengan kerja sama, transparansi, dan dukungan penuh dari pemerintah, pembangunan ekonomi kerakyatan bisa benar-benar diwujudkan. Dari tanah pertanian dan perairan tempat para nelayan menggantungkan hidup, kini tumbuh semangat baru untuk masa depan desa yang lebih mandiri, adil, dan sejahtera.***

20 Kios di Blok CD Pasar Anyar Bogor Ludes Terbakar

0

Bogordaily.net — Dentuman sirine dan kepulan asap pekat mengejutkan warga Kota Bogor pada Kamis 4 November 2025 pagi.

Kebakaran hebat terjadi di kawasan perdagangan padat di Blok CD Pasar Anyar, membuat aktivitas pasar lumpuh dan meninggalkan kepanikan.

Kobaran api pertama kali terlihat sekitar pukul 05.45 WIB, saat sebagian besar kios masih dalam kondisi tertutup.

Sejumlah pedagang yang baru tiba untuk membuka usaha harian dibuat panik melihat si jago merah dengan cepat membesar.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor bergerak cepat mengerahkan pasukan ke lokasi.

“Kami langsung mengerahkan anggota untuk segera memadamkan api. Alhamdulillah, saat ini api sudah tertangani dan sedang proses pendinginan,” ujar Kepala DPKP Kota Bogor, Agung Prihanto.

Proses pemadaman sempat berlangsung dramatis karena banyak kios dalam keadaan terkunci rapat. Kondisi ini membuat air sulit masuk ke sumber api yang berada di dalam kios.

Agung menjelaskan bahwa pihaknya terpaksa mengambil tindakan tegas demi mencegah api merembet lebih jauh.

“Karena sebagian besar kios tersebut adalah kios pakaian atau baju, yang sangat mudah terbakar dan berpotensi menyulitkan pemadaman, kami terpaksa membongkar beberapa kios agar air bisa masuk dan proses pemadaman lebih efektif,” jelasnya.

11 Unit Damkar Diturunkan

Untuk menaklukkan api yang membesar dengan cepat, DPKP mengerahkan total 11 unit mobil pemadam: delapan unit dari Kota Bogor dan tiga unit bantuan dari Kabupaten Bogor.

Data sementara menunjukkan sekitar 20 kios menjadi korban kebakaran. Kerugian ditaksir cukup besar karena sebagian besar berisi dagangan pakaian dengan nilai ekonomi tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Agung menyampaikan bahwa proses olah tempat kejadian perkara (TKP) masih berlangsung.

Sementara itu, seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya memberikan gambaran awal. Ia mengaku melihat api pertama kali muncul dari tumpukan kardus di salah satu lorong Blok CD.

“Saya lihat api itu awalnya kecil di tumpukan kardus di lorong sana, cepat sekali besarnya,” tuturnya.***

Ibnu Galansa

Pasar Anyar Bogor Kebakaran, Sejumlah Kios dan Lapak Ludes

0

Bogordaily.net – Pasar Anyar Bogor kembali diuji. Kamis pagi, 4 Desember 2024, saat sebagian besar pedagang baru membuka pintu lapaknya, asap tiba-tiba menanjak ke langit seperti isyarat buruk yang datang tanpa aba-aba.

Api menyambar cepat. Terlalu cepat. Dalam hitungan menit, beberapa lapak dan bangunan di area tengah pasar sudah berubah menjadi bara.

Begitulah Pasar Anyar: sibuk, rapat, dan selalu penuh cerita. Tapi pagi itu, ceritanya berubah drastis.

Dari pasar tradisional yang biasanya gaduh oleh suara tawar-menawar, menjadi pasar yang riuh oleh teriakan panik dan langkah kaki yang berhamburan.

Pedagang yang awalnya sedang menyusun dagangan sontak melempar apa pun yang bisa diselamatkan. Tak ada waktu memilah untung-rugi.

Kotak uang, plastik berisi stok barang, bahkan kursi tua yang sebenarnya sudah lama ingin dibuang—semua dipanggul keluar begitu saja. Api tidak memberi ruang untuk berpikir.

Beberapa saksi mengaku melihat asap keluar dari salah satu bangunan sebelum api membesar. Tapi itu baru dugaan awal. Hingga kini, belum ada yang berani memastikan penyebabnya.

Yang jelas, kobaran itu merambat seperti menemukan jalur favoritnya. Angin pagi justru mempermainkan api, membuatnya menari ke sana-ke mari, seolah mengejek siapa pun yang mencoba mendekat.

Petugas pemadam kebakaran datang dalam beberapa mobil. Sirine meraung, tapi suara itu tidak cukup untuk menenangkan suasana.

Tugas mereka bukan hanya memadamkan, tetapi juga meredam kepanikan. Mengatur warga yang memenuhi lorong-lorong, memindahkan pedagang yang ngotot ingin kembali ke dalam, sekalipun mereka tahu tidak ada lagi yang bisa diselamatkan.

Pasar Anyar, pusat nadi ekonomi Kota Bogor yang selalu hidup sejak dini hari, pagi itu seperti kehilangan suaranya.

Asap pekat menggulung langit kota. Sinar matahari muda tertutup warna abu-abu. Bau plastik terbakar bercampur dengan aroma bumbu dapur, kain, kardus, dan segala sesuatu yang biasanya jadi bagian dari denyut pasar.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan sampai berita ini ditulis. Meski begitu, kerugian materi tampaknya tidak kecil.

Sejumlah lapak yang jadi sumber nafkah utama pedagang kini tinggal rangka. Beberapa bangunan yang masih utuh pun ikut basah oleh semburan air.

Petugas masih terus berjibaku hingga jam-jam berikutnya. Api memang sudah mulai dikuasai, tapi bara kecil di sudut-sudut bangunan tetap diawasi. Tak ada yang ingin Pasar Anyar punya episode lanjutan hari ini.

Kamis pagi ini menjadi peringatan baru: bahwa pasar tradisional bukan hanya ruang ekonomi, tapi juga ruang risiko.

Dan Bogor, seperti kota-kota lain, tetap harus bersiap menghadapi kejadian yang datang tanpa undangan seperti kebakaran pagi ini.

Pasar Anyar akan bangkit lagi—semoga tidak lama. Tapi untuk hari ini, Bogor mencatat satu pagi yang lebih panas dari biasanya.***

Jabar – Bogor Sepakat Olah Sampah Jadi Listrik

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bertemu di Lembur Pakuan, Subang, Rabu (3/12/25). Bukan acara seremonial biasa.

Di sana, tiga pucuk pimpinan daerah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mengubah cara Jawa Barat menangani salah satu masalah klasik: sampah.

MoU ini terasa seperti “restart” besar-besaran. Sampah tak lagi mau dihadapi dengan cara-cara lama.

Kali ini, ketiganya sepakat memakai teknologi ramah lingkungan yang dapat mengolah sampah menjadi energi listrik. Masuk akal. Sampah menumpuk, kebutuhan energi naik. Kenapa tidak dipertemukan saja?

Bupati Bogor Rudy Susmanto terlihat paling sumringah. Ia menyebut kerja sama ini sebagai komitmen nyata untuk menghadirkan masa depan yang lebih bersih dan lebih sehat bagi warga Bogor dan sekitarnya.

“Semoga langkah ini menjadi ikhtiar terbaik bagi lingkungan serta masa depan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dedi Mulyadi—yang sekarang memimpin Jawa Barat—menambahkan perspektif yang lebih tajam. Baginya, urusan sampah tak bisa diselesaikan sepenggal-sepenggal.

“Tidak bisa parsial. Harus kolaborasi,” tegas Dedi. Ia menilai sinergi antarwilayah adalah syarat mutlak jika ingin membangun sistem pengolahan sampah terpadu yang benar-benar bekerja, bukan hanya di atas kertas.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemkab dan Pemkot Bogor kini sepakat mempercepat pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Tujuan akhirnya jelas: ketahanan energi daerah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Bila berjalan mulus, kolaborasi ini berpotensi menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan untuk wilayah lain di Jawa Barat maupun Indonesia.

Sekda Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika melihat MoU ini sebagai pintu masuk menuju langkah yang jauh lebih besar. Menurutnya, inisiatif ini bukan hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga memperkuat kemandirian energi.

“Kerja sama ini membuka peluang percepatan pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. Bukan hanya lebih efisien, tapi juga menambah pasokan energi berkelanjutan bagi masyarakat,” jelas Ajat.

Jika semua target tercapai, kerja sama tiga daerah ini bisa menjadi contoh bahwa masalah sampah sebenarnya bukan bencana—selama ia dikelola dengan kepala dingin, teknologi tepat, dan kemauan politik yang kuat.***

PT Toba Pulp Lestari Milik Siapa? Mengungkap Struktur Kepemilikan dan Kontroversinya

0

Bogordaily.net – PT Toba Pulp Lestari milik siapa kembali menjadi pertanyaan yang menggema di tengah derasnya kritik terhadap perusahaan bubur kertas yang beroperasi di Sumatera Utara itu.

Pertanyaan itu seperti tak pernah benar-benar mendapat jawaban tuntas, meski setiap bencana alam yang terjadi di Sumatera kerap menyeret nama perusahaan ini ke panggung kontroversi.

Dan lagi-lagi, PT Toba Pulp Lestari (TPL) harus tampil di baris depan pemberitaan ― bukan untuk penghargaan, melainkan tudingan.

TPL dituding WALHI dan masyarakat adat sebagai bagian dari penyebab kerusakan ekologis yang memicu banjir dan longsor di sejumlah daerah. Tudingan yang tidak main-main.

Begitu kerasnya sampai memaksa publik kembali bertanya: sebenarnya PT Toba Pulp Lestari milik siapa?

Di Jakarta, bantahan pun datang. Tegas. Rapi. Resmi. Suratnya masuk ke Bursa Efek Indonesia pada 1 Desember 2025.

Corporate Secretary TPL, Anwar Lawden, menyampaikan bahwa seluruh operasional telah berjalan sesuai standar keberlanjutan. Bahkan dinilai “taat” oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam audit 2022–2023.

“Perseroan dengan tegas membantah tuduhan bahwa operasional menjadi penyebab bencana ekologi,” kata Anwar, Selasa (2/12) seperti diberitakan liputan6.com.

Ia memaparkan bahwa perusahaan menjalankan SOP yang lengkap, pemantauan lingkungan berkala oleh pihak independen, serta penilaian HCV dan HCS untuk memastikan pengelolaan hutan berkelanjutan.

Dari total konsesi 167.912 hektare, kata Anwar, hanya sekitar 46 ribu hektare yang ditanami eucalyptus. Sisanya adalah kawasan lindung dan konservasi.

“Tuduhan deforestasi tidak berdasar,” ujarnya. Pemanenan dilakukan berdasarkan tata ruang, RKU, dan RKT yang sudah disahkan pemerintah.

Namun, desakan untuk mengevaluasi bahkan menutup TPL terus terdengar. Gubernur Sumatera Utara dikabarkan sedang menyiapkan rekomendasi baru. Di lapangan, suasana semakin riuh.

Di meja publik, perdebatan semakin ramai. Di kepala masyarakat, kembali muncul satu pertanyaan yang sama: PT Toba Pulp Lestari milik siapa sebenarnya?

Jawaban atas PT Toba Pulp Lestari Milik Siapa memang tidak sesederhana membalik kertas HVS. Sejak berdiri pada 1983 dengan nama PT Inti Indorayon Utama, perusahaan ini telah berganti struktur, kepemilikan, dan arah bisnis. Pendiri awalnya: Sukanto Tanoto. Pengusaha besar. Pionir industri serupa di Indonesia.

Nama perusahaan kemudian berubah menjadi PT Toba Pulp Lestari pada 2000–2001. Tapi perubahan terbesar justru terjadi bertahun-tahun setelah itu, saat kepemilikan mulai berpindah tangan dari satu entitas ke entitas lain.

Hingga 2021, Pinnacle Company Pte. Ltd. tercatat sebagai pemegang saham mayoritas. Namun data terbaru pada Oktober 2025 menyebut bahwa 92,54 persen saham TPL kini berada di tangan Allied Hill Limited, perusahaan berbasis Hong Kong.

Dan dari sana, muncullah satu nama: Joseph Oetomo. Pengusaha asal Singapura. Ia tercatat sebagai ultimate beneficial owner, pemilik manfaat akhir dari Allied Hill Limited. Nama yang seketika menjadi kunci dalam mencari jawaban atas “TPL milik siapa”.

Sempat beredar kabar bahwa TPL masih berada dalam lingkaran Royal Golden Eagle (RGE) milik Sukanto Tanoto. Namun RGE sudah membantah pada April 2022. Nama Luhut Binsar Pandjaitan juga pernah dikaitkan. Itu pun dibantah.

Begitulah TPL. Selalu berdiri di persimpangan tudingan, bantahan, dan fakta-fakta yang berlapis-lapis.

Di balik soal lingkungan yang tidak kunjung selesai, publik tetap menaruh rasa ingin tahu yang sama sejak puluhan tahun lalu: PT Toba Pulp Lestari Milik Siapa — pertanyaan yang kini justru semakin relevan ketika alam kembali meminta pertanggungjawaban.***

PLN untuk Rakyat, PLN UID Jabar Kirim Relawan dan Bantuan untuk Percepatan Pemulihan Daerah Terdampak Bencana di Sumatera

0

Bogordaily.net — PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat mengirimkan 32 personel relawan pemulihan kelistrikan serta sejumlah bantuan material dan donasi kemanusiaan untuk mendukung percepatan pemulihan di wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Bantuan ini mencakup dua genset berkapasitas 160 kVA dan 100 kVA, lampu emergency, serta donasi sebesar Rp240 juta yang dihimpun dari kepedulian pegawai PLN.

Bantuan tersebut dikirimkan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan listrik darurat, penerangan, serta membantu masyarakat yang masih terdampak bencana agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Kehadiran tim relawan ini menjadi wujud nyata semangat “PLN untuk Rakyat” bahwa PLN tidak hanya menghadirkan energi listrik, tetapi juga energi kepedulian, solidaritas, dan harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen kemanusiaan seluruh insan PLN.

“PLN UID Jabar hadir bukan semata memperbaiki jaringan listrik, tetapi memastikan masyarakat merasakan kehadiran dan dukungan nyata di saat mereka membutuhkan. Bantuan tenaga, peralatan, dan donasi ini merupakan wujud kepedulian seluruh insan PLN agar pemulihan di wilayah terdampak dapat berlangsung lebih cepat dan masyarakat bisa segera bangkit,” ujar Sugeng Widodo.

Salah seorang relawan yang diberangkatkan, Hari Setiono, turut membagikan alasan dirinya dan rekan-rekannya siap diberangkatkan ke Sumatera.

“Ketika kami mendapat kabar kondisi di Sumatera, banyak keluarga masih mengandalkan pasokan listrik darurat dan bantuan pokok. Kami merasa terpanggil untuk hadir. Ini bukan sekadar tugas, tetapi bentuk tanggung jawab moral sebagai bagian dari PLN, membawa cahaya dan harapan bagi saudara-saudara kita yang sedang kesulitan,” ungkapnya.

Dengan semangat berbagi dan kolaborasi, PLN UID Jawa Barat memastikan bahwa bantuan yang dikirimkan tidak hanya mempercepat pemulihan kelistrikan, tetapi juga mempertegas peran PLN sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Melalui sinergi relawan, bantuan material, serta kepedulian kolektif pegawai, PLN UID Jawa Barat berupaya menyalakan kembali kekuatan dan harapan masyarakat di wilayah terdampak bencana, bahwa dalam situasi apa pun, PLN selalu hadir untuk rakyat.***