Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 249

PT Toba Pulp Lestari Milik Siapa? Mengungkap Struktur Kepemilikan dan Kontroversinya

0

Bogordaily.net – PT Toba Pulp Lestari milik siapa kembali menjadi pertanyaan yang menggema di tengah derasnya kritik terhadap perusahaan bubur kertas yang beroperasi di Sumatera Utara itu.

Pertanyaan itu seperti tak pernah benar-benar mendapat jawaban tuntas, meski setiap bencana alam yang terjadi di Sumatera kerap menyeret nama perusahaan ini ke panggung kontroversi.

Dan lagi-lagi, PT Toba Pulp Lestari (TPL) harus tampil di baris depan pemberitaan ― bukan untuk penghargaan, melainkan tudingan.

TPL dituding WALHI dan masyarakat adat sebagai bagian dari penyebab kerusakan ekologis yang memicu banjir dan longsor di sejumlah daerah. Tudingan yang tidak main-main.

Begitu kerasnya sampai memaksa publik kembali bertanya: sebenarnya PT Toba Pulp Lestari milik siapa?

Di Jakarta, bantahan pun datang. Tegas. Rapi. Resmi. Suratnya masuk ke Bursa Efek Indonesia pada 1 Desember 2025.

Corporate Secretary TPL, Anwar Lawden, menyampaikan bahwa seluruh operasional telah berjalan sesuai standar keberlanjutan. Bahkan dinilai “taat” oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam audit 2022–2023.

“Perseroan dengan tegas membantah tuduhan bahwa operasional menjadi penyebab bencana ekologi,” kata Anwar, Selasa (2/12) seperti diberitakan liputan6.com.

Ia memaparkan bahwa perusahaan menjalankan SOP yang lengkap, pemantauan lingkungan berkala oleh pihak independen, serta penilaian HCV dan HCS untuk memastikan pengelolaan hutan berkelanjutan.

Dari total konsesi 167.912 hektare, kata Anwar, hanya sekitar 46 ribu hektare yang ditanami eucalyptus. Sisanya adalah kawasan lindung dan konservasi.

“Tuduhan deforestasi tidak berdasar,” ujarnya. Pemanenan dilakukan berdasarkan tata ruang, RKU, dan RKT yang sudah disahkan pemerintah.

Namun, desakan untuk mengevaluasi bahkan menutup TPL terus terdengar. Gubernur Sumatera Utara dikabarkan sedang menyiapkan rekomendasi baru. Di lapangan, suasana semakin riuh.

Di meja publik, perdebatan semakin ramai. Di kepala masyarakat, kembali muncul satu pertanyaan yang sama: PT Toba Pulp Lestari milik siapa sebenarnya?

Jawaban atas PT Toba Pulp Lestari Milik Siapa memang tidak sesederhana membalik kertas HVS. Sejak berdiri pada 1983 dengan nama PT Inti Indorayon Utama, perusahaan ini telah berganti struktur, kepemilikan, dan arah bisnis. Pendiri awalnya: Sukanto Tanoto. Pengusaha besar. Pionir industri serupa di Indonesia.

Nama perusahaan kemudian berubah menjadi PT Toba Pulp Lestari pada 2000–2001. Tapi perubahan terbesar justru terjadi bertahun-tahun setelah itu, saat kepemilikan mulai berpindah tangan dari satu entitas ke entitas lain.

Hingga 2021, Pinnacle Company Pte. Ltd. tercatat sebagai pemegang saham mayoritas. Namun data terbaru pada Oktober 2025 menyebut bahwa 92,54 persen saham TPL kini berada di tangan Allied Hill Limited, perusahaan berbasis Hong Kong.

Dan dari sana, muncullah satu nama: Joseph Oetomo. Pengusaha asal Singapura. Ia tercatat sebagai ultimate beneficial owner, pemilik manfaat akhir dari Allied Hill Limited. Nama yang seketika menjadi kunci dalam mencari jawaban atas “TPL milik siapa”.

Sempat beredar kabar bahwa TPL masih berada dalam lingkaran Royal Golden Eagle (RGE) milik Sukanto Tanoto. Namun RGE sudah membantah pada April 2022. Nama Luhut Binsar Pandjaitan juga pernah dikaitkan. Itu pun dibantah.

Begitulah TPL. Selalu berdiri di persimpangan tudingan, bantahan, dan fakta-fakta yang berlapis-lapis.

Di balik soal lingkungan yang tidak kunjung selesai, publik tetap menaruh rasa ingin tahu yang sama sejak puluhan tahun lalu: PT Toba Pulp Lestari Milik Siapa — pertanyaan yang kini justru semakin relevan ketika alam kembali meminta pertanggungjawaban.***

PLN untuk Rakyat, PLN UID Jabar Kirim Relawan dan Bantuan untuk Percepatan Pemulihan Daerah Terdampak Bencana di Sumatera

0

Bogordaily.net — PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat mengirimkan 32 personel relawan pemulihan kelistrikan serta sejumlah bantuan material dan donasi kemanusiaan untuk mendukung percepatan pemulihan di wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Bantuan ini mencakup dua genset berkapasitas 160 kVA dan 100 kVA, lampu emergency, serta donasi sebesar Rp240 juta yang dihimpun dari kepedulian pegawai PLN.

Bantuan tersebut dikirimkan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan listrik darurat, penerangan, serta membantu masyarakat yang masih terdampak bencana agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Kehadiran tim relawan ini menjadi wujud nyata semangat “PLN untuk Rakyat” bahwa PLN tidak hanya menghadirkan energi listrik, tetapi juga energi kepedulian, solidaritas, dan harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen kemanusiaan seluruh insan PLN.

“PLN UID Jabar hadir bukan semata memperbaiki jaringan listrik, tetapi memastikan masyarakat merasakan kehadiran dan dukungan nyata di saat mereka membutuhkan. Bantuan tenaga, peralatan, dan donasi ini merupakan wujud kepedulian seluruh insan PLN agar pemulihan di wilayah terdampak dapat berlangsung lebih cepat dan masyarakat bisa segera bangkit,” ujar Sugeng Widodo.

Salah seorang relawan yang diberangkatkan, Hari Setiono, turut membagikan alasan dirinya dan rekan-rekannya siap diberangkatkan ke Sumatera.

“Ketika kami mendapat kabar kondisi di Sumatera, banyak keluarga masih mengandalkan pasokan listrik darurat dan bantuan pokok. Kami merasa terpanggil untuk hadir. Ini bukan sekadar tugas, tetapi bentuk tanggung jawab moral sebagai bagian dari PLN, membawa cahaya dan harapan bagi saudara-saudara kita yang sedang kesulitan,” ungkapnya.

Dengan semangat berbagi dan kolaborasi, PLN UID Jawa Barat memastikan bahwa bantuan yang dikirimkan tidak hanya mempercepat pemulihan kelistrikan, tetapi juga mempertegas peran PLN sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Melalui sinergi relawan, bantuan material, serta kepedulian kolektif pegawai, PLN UID Jawa Barat berupaya menyalakan kembali kekuatan dan harapan masyarakat di wilayah terdampak bencana, bahwa dalam situasi apa pun, PLN selalu hadir untuk rakyat.***

Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners Buka Baru di Kabupaten Sukabumi

0

Bogordaily.net – Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners dengan bangga mengumumkan pelaksanaan Soft Opening, Kantor Perwakilan Kabupaten Sukabumi yang berlokasi di Perum BMI 2 Blok A5 Cijambe, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu, 3 Desember 2025.

Kehadiran kantor perwakilan baru ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan layanan hukum profesional serta menghadirkan akses pendampingan hukum yang lebih cepat, efektif, dan terjangkau bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya.

Acara soft opening ini dihadiri oleh para Advokat Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners serta Kepala Desa Kompa, yang memberikan dukungan terhadap hadirnya layanan hukum profesional di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Dita Aditya, S.H., M.H., Managing Partner Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners, menekankan pentingnya perluasan layanan untuk mendekatkan akses hukum kepada masyarakat.

“Kami ingin hadir lebih dekat untuk masyarakat Kabupaten Sukabumi. Dengan adanya kantor perwakilan ini, pelayanan hukum dapat dilakukan dengan lebih cepat, efektif, serta memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi seluruh klien kami,” ujar Dita Aditya, S.H., M.H.

Kantor perwakilan Kabupaten Sukabumi menyediakan berbagai layanan profesional yang meliputi jasa advokat, auditor hukum, mediator hukum, kurator, serta konsultan hukum. Layanan tersebut mencakup penanganan perkara baik secara litigasi maupun non-litigasi, sehingga klien dapat memperoleh pendampingan hukum secara menyeluruh dan komprehensif.

Dalam ranah litigasi, kantor ini menangani berbagai perkara pidana, perdata, keluarga—termasuk perceraian, waris, dan hak asuh—serta perkara Tata Usaha Negara (TUN), hingga berbagai bentuk sengketa lainnya seperti bisnis, konsumen, dan pertanahan. Seluruh proses penanganan dilakukan dengan pendekatan yang profesional, strategis, dan berbasis pada kepastian hukum yang kuat.

Di sisi lain, layanan non-litigasi mencakup proses mediasi dan negosiasi, konsultasi serta pendampingan perusahaan, penyusunan dan penelaahan kontrak, penyelesaian sengketa alternatif (ADR), hingga audit hukum dan kepatuhan. Melalui layanan non-litigasi ini, Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners berupaya membantu klien mencegah, memitigasi, dan menyelesaikan potensi sengketa sebelum masuk ke ranah pengadilan.

Dengan kombinasi layanan litigasi dan non-litigasi tersebut, kantor perwakilan Kabupaten Sukabumi siap memberikan solusi hukum yang menyeluruh, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan setiap klien khususnya bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Sebagai simbolis peresmian Kantor Cabang Sukabumi, dilakukan penyerahan plakat Keputusan dari Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners sebagai bentuk legitimasi, pengukuhan, dan komitmen resmi beroperasinya Kantor Perwakilan baru ini. Plakat keputusan tersebut menandai bahwa seluruh kewenangan, struktur, serta penugasan profesional di wilayah Kabpuaten Sukabumi sehingga secara sah dan siap melaksanakan pelayanan hukum bagi masyarakat sekitar.

Tanggap Bencana, BRI Salurkan Bantuan Untuk Percepat Pemulihan Warga Terdampak Bencana di Sumut-Sumbar

0

Bogordaily.net – Bencana banjir bandang yang melanda beberapa di wilayah Sumatera, khususnya di Sumatera Utara dan Sumatera Barat mengakibatkan dampak signifikan bagi masyarakat.

Tidak hanya menimbulkan korban jiwa, bencana ini juga mengakibatkan kerusakan rumah warga dan kehilangan harta benda. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, BRI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap bencana kepada masyarakat terdampak.

Di Sumatera Utara, bantuan yang disalurkan meliputi ribuan paket makanan cepat saji, sembako, obat-obatan, pakaian, selimut, kasur, perlengkapan bayi, air mineral, dan kebutuhan lainnya.

Penyaluran dilakukan langsung oleh pekerja BRI melalui Unit Kerja terdekat di wilayah terdampak, termasuk di wilayah Sibolga, Tarutung, Padangsidimpuan, Stabat, Gunung Sitoli, dan Binjai.

Tanggap Bencana Banjir Sumatera

Sementara itu, di Sumatera Barat, BRI Peduli menyalurkan satu unit perahu karet beserta pelampung ke Posko Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, sebagai dukungan evakuasi warga di wilayah yang terdampak banjir.

Selain itu, BRI Peduli juga menyalurkan ribuan paket makanan cepat saji, sembako, obat-obatan, kasur,perlengkapan bayi, air mineral juga disalurkan, khususnya bagi warga di Kota Padang, Solok, Padang Panjang, Pariaman, Painan, Bukittinggi, Simpang Empat.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Tim Satuan Tanggap Bencana “Tim Elang Relawan BRI” bersama pekerja BRI melalui Unit Kerja terdekat, untuk memastikan bantuan sampai tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan keprihatinannya atas bencana yang saat ini melanda di wilayah Sumatera tersebut.

“Melalui program BRI Peduli senantiasa berperan aktif dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah, termasuk pada bencana banjir di Sumut-Sumbar ini”, ungkapnya.

BRI juga terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk bersinergi dalam menyalurkan bantuan kepada korban bencana sebagai upaya meringankan beban masyarakat dan mempercepat pemulihan pascabencana.

“Kami berkomitmen untuk terus aktif dan bergerak cepat menyalurkan berbagai bantuan bagi warga terdampak bencana, membantu mempercepat pemulihan pasca bencana,” tegas Hery Gunardi.

Saat ini BRI tengah melakukan pemantauan dan inventarisasi asset, unit kerja BRI di daerah yang terdampak bencana, serta akan mengupayakan layanan perbankan di wilayah terdampak agar dapat segera beroperasi normal kembali.

BRI juga turut berupaya menyiagakan unit kerja terdekat yang tidak terdampak bencana untuk dapat memberikan layanan perbankan agar kegiatan perekonomian dapat segera berangsur pulih.***

Kemenkop Pastikan Koperasi Sektor Produksi Siap Penuhi Kebutuhan Bahan Baku SPPG

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) siap untuk mengoptimalkan koperasi aktif dalam rangka penyediaan bahan baku bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bahkan sudah ada beberapa koperasi yang menjalankan perannya sebagai SPPG.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan bahwa koperasi merupakan fondasi utama yang telah memiliki jaringan produksi dan distribusi yang bisa langsung disambungkan ke SPPG.

“Karena ada penambahan jumlah SPPG, kami akan melakukan percepatan suplai bahan-bahan atau barang-barang (bahan baku) untuk SPPG atau dapur-dapur yang sedang dan akan dibangun,” kata Menkop Ferry dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Tingkat Menteri Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan di Jakarta, Rabu (3/12).

Rakortas dipimpin oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan yang dihadiri juga Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini dan perwakilan dari lintas Kementerian/Lembaga lainnya.

Ia memberi contoh bahwa koperasi produsen susu kini berpotensi masuk ke pasar baru MBG, karena kebutuhan susu pasteurisasi program ini mencapai 82,9 juta jiwa atau 4,1 juta ton per tahun. Kemudian terdapat koperasi seperti Koperasi Pondok Pesantren Ittifaq di Ciwidey Bandung telah menyuplai kebutuhan produk-produk unggul pertanian ke sejumlah ritel modern.

Hal itu menjadi bukti bahwa ekosistem koperasi telah siap memberikan dukungan penuh kepada SPPG di berbagai wilayah di Indonesia. Selanjutnya Kemenkop akan mengkonsolidasikan koperasi-koperasi tersebut dengan SPPG agar suplai bahan baku berjalan tanpa hambatan.

Sebagai upaya mengoptimalkan peran koperasi dalam program MBG ini, Kemenkop akan mendorong Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah koordinasi Kemenkop untuk memastikan kebutuhan koperasi dalam memenuhi kebutuhan bahan baku bagi setiap SPPG.

“Ada LPDB yang siap membantu kebutuhan bagi setiap koperasi. Jadi kita perlu menyampaikan titik-titiknya (SPPG) di mana saja untuk disinkronkan dengan koperasi untuk bisa menyuplai (bahan baku),” ujar Menkop Ferry.

Kemenkop telah melakukan pemetaan potensi koperasi produktif melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang berperan dalam rantai pasok bahan baku, baik dari petani, peternak, nelayan, hingga produk lokal. Oleh karena itu Kemenkop akan melakukan pendalaman rencana kemitraan antara Kopdes/Kel Merah Putih dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam waktu dekat.

Selain itu, menanggapi salah satu masalah yang dihadapi SPPG yaitu pasokan daging/telur ayam ras yang terbatas sehingga memicu kenaikan harga, Menkop Ferry menegaskan bahwa ada sejumlah koperasi aktif yang mengembangkan sektor peternakan ayam petelur. Hal ini menjadi peluang bagi SPPG untuk menggandeng koperasi tersebut daripada harus membangun peternakan ayam secara mandiri.

“Kita siapkan koperasi peternak sebagai produsen. Dengan pembiayaan yang tepat, koperasi bisa menambah populasi ayam dan memastikan suplai stabil bagi SPPG,” jelasnya.

Menkop Ferry menekankan bahwa peran koperasi tidak hanya sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga dapat sebagai pengelola dapur, pengolah bahan jadi, hingga pengelola limbah makanan dan kemasan plastik. Pihaknya berkomitmen penuh mendukung kesuksesan program prioritas nasional yaitu MBG. “Kami siap memperkuat rantai pasok. MBG ini program besar dan harus sukses,” ucapnya.

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam Rakortas tersebut menyatakan bahwa rakortas tersebut menjadi kick off implementasi konkret Perpres 115/2025 dan Keppres 28/2025. Kedua regulasi itu menjadi pedoman untuk membentuk tim sinkronisasi dan koordinasi lintas sektoral yang mencapai 29 kementerian/lembaga untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan terstruktur.

“Jadi dalam Perpres dan Keppres itu sudah sangat jelas pembagian tugasnya sehingga semua harus ikut bertanggung jawab dan ikut mengawasi demi kesuksesan Program MBG,” kata Zulkifli Hasan (Zulhas).

Zulhas menegaskan bahwa koperasi, UMKM, usaha kerakyatan dan BUMDes adalah sektor utama yang perlu diberikan peran maksimal sebagai suplier kebutuhan bahan baku SPPG. “Untuk mendukung MBG apapun kita lakukan agar berhasil, kalau masalah pemenuhan (bahan baku) karbohidrat kita tidak khawatir, nah yang kita akan habis- habisan itu adalah protein seperti ikan, telur dan ayam,” katanya.

Sementara itu Kepala BGN Dadan Hindayana memaparkan bahwa hingga kini telah beroperasi 16.630 SPPG yang melayani 47,2 juta penerima manfaat. Ia menargetkan akhir tahun jumlah ini jumlah SPPG yang beroperasi aktif menjadi sekitar 20 ribu unit. Dadan menilai sinergi dengan Kemenkop penting karena banyak SPPG berada dekat wilayah kegiatan koperasi desa.

Soft Opening Kantor Perwakilan Sukabumi, Sembilan Bintang & Partners Perluas Akses Bantuan Hukum untuk Masyarakat

0

Bogordaily.net – Upaya memperluas akses layanan hukum yang berkualitas bagi masyarakat kembali dilakukan Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners.

Pada Rabu, 3 Desember 2025, firma hukum tersebut resmi menggelar soft opening Kantor Perwakilan Kabupaten Sukabumi yang berlokasi di Perum BMI 2 Blok A5 Cijambe, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Jawa Barat.

Pembukaan kantor baru ini menjadi simbol hadirnya layanan hukum yang lebih mudah dijangkau masyarakat Sukabumi dan sekitarnya, terutama bagi mereka yang membutuhkan pendampingan hukum cepat, efektif, hingga konsultasi strategis tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota atau luar daerah.

Acara soft opening berlangsung sederhana namun penuh makna. Sejumlah Advokat dari Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners hadir langsung, bersama Kepala Desa Kompa yang turut memberikan dukungan berupa kehadiran perangkat desa. Kolaborasi ini mencerminkan keseriusan dalam memberikan perlindungan hukum bagi warga di tingkat akar rumput.

Managing Partner Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners, Dita Aditya, S.H., M.H., menegaskan bahwa keberadaan kantor perwakilan ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap akses hukum yang dapat diandalkan.

“Kami ingin hadir lebih dekat untuk masyarakat Kabupaten Sukabumi. Dengan adanya kantor perwakilan ini, pelayanan hukum dapat dilakukan dengan lebih cepat, efektif, serta memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi seluruh klien kami,” ujar Dita Aditya.

Langkah strategis ini juga sejalan dengan visi firma hukum tersebut untuk menghadirkan layanan berstandar tinggi, bukan hanya dalam penanganan perkara, tetapi juga dalam edukasi hukum kepada masyarakat.

Layanan Hukum Lengkap: Litigasi hingga Pencegahan Sengketa

Kantor Perwakilan Sembilan Bintang & Partners di Sukabumi menyediakan layanan menyeluruh, meliputi:

Litigasi

  • Perkara pidana dan perdata
  • Sengketa keluarga: perceraian, waris, serta hak asuh anak
  • Sengketa Tata Usaha Negara (TUN)
  • Permasalahan bisnis dan konsumen
  • Sengketa pertanahan dan properti

Setiap penanganan perkara dilakukan dengan pendekatan profesional, taktis, dan berbasis pada kepastian hukum yang kuat – untuk memastikan klien memperoleh keadilan optimal.

Non-Litigasi

  • Mediasi dan negosiasi
  • Pendampingan hukum untuk perusahaan
  • Penyusunan dan penelaahan dokumen kontrak
  • Alternatif penyelesaian sengketa (ADR)
  • Audit hukum dan kepatuhan regulasi (legal compliance)F

okus layanan non-litigasi tak hanya pada penyelesaian masalah, tetapi mencegah potensi sengketa yang bisa merugikan klien di kemudian hari.

Plakat Legitimasi: Tanda Operasional Resmi

Sebagai penanda bahwa kantor baru sepenuhnya sah beroperasi dan memiliki kewenangan pelayanan hukum di wilayah Sukabumi, dilakukan penyerahan plakat Keputusan Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners.

Penyerahan ini menjadi bentuk komitmen nyata untuk melayani masyarakat tanpa hambatan administratif.

Hadirnya kantor perwakilan Sukabumi ini diharapkan dapat menjadi pusat pelayanan hukum yang mudah dijangkau masyarakat, baik pelaku usaha, pemerintah desa, maupun masyarakat umum yang membutuhkan pendampingan dalam menyelesaikan permasalahan hukum.

Dengan soft opening ini, Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners optimistis dapat meningkatkan literasi hukum masyarakat, memperkuat rasa aman warga, serta menjadi mitra terpercaya dalam berbagai upaya menjaga hak dan kepastian hukum di Kabupaten Sukabumi.

 

Konsisten Dorong Ekonomi Kerakyatan, BRI Raih Penghargaan Anugerah Penggerak Sektor Keuangan atas Inisiatif Holding Ultra Mikro

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali memperoleh pengakuan atas kiprahnya dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat.

Dalam ajang Anugerah Penggerak Nusantara 2025 yang diselenggarakan oleh iNews Media Group di MNC Conference Hall, Jakarta (20/11), BRI meraih Penghargaan Anugerah Penggerak Sektor Keuangan atas keberhasilan inisiatif Holding Ultra Mikro (UMi) dalam memperkuat ekosistem ekonomi rakyat secara berkelanjutan.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa penghargaan ini menegaskan konsistensi BRI dalam memperkuat ekonomi rakyat melalui sinergi Holding UMi yang terbukti memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia.

“Penghargaan ini menegaskan komitmen BRI untuk terus menghadirkan economic value sekaligus social value bagi masyarakat. Holding UMi kami dorong tidak hanya sebagai integrasi bisnis, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi rakyat agar pelaku usaha ultra mikro mampu naik kelas dan menciptakan lapangan kerja baru. Ke depan, BRI akan terus memperkuat peran Holding UMi sebagai ekosistem keuangan yang terintegrasi dan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif serta berkelanjutan,” ujar Akhmad.

Holding UMi yang terdiri atas BRI, Pegadaian, dan PNM menjadi pilar strategis dalam memperluas inklusi keuangan nasional. Hingga akhir September 2025, Holding UMi telah menjangkau 34,5 juta debitur aktif dengan 185 juta rekening simpanan mikro.

Layanan bullion dan aplikasi digital Tring dari Pegadaian turut memperkuat posisi BRI Group dalam ekosistem emas nasional, yang telah menjangkau 14,1 juta nasabah dan total simpanan emas 14,2 ton, tumbuh 52% year-on-year.

Dalam memperluas jangkauan dan menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat, Holding UMi memiliki jaringan layanan yang mencakup lebih dari 15 ribu outlet fisik, 1.035 outlet SenyuM (Sentra Layanan Ultra Mikro), 1,2 juta AgenBRILink, lebih dari 687 ribu e-channel BRI, serta sekitar 79 ribu tenaga pemasar dan financial advisor dari BRI, Pegadaian dan PNM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain memberikan akses permodalan dan memperluas akses ekosistem emas, Holding UMi juga secara aktif mendampingi pelaku usaha mikro agar mampu naik kelas dan berdaya saing.

Pendampingan tersebut dijalankan melalui berbagai program pemberdayaan berkelanjutan, antara lain Rumah BUMN, Desa BRILiaN, dan Klaster Usaha.

Co-CEO MNC Group sekaligus CEO iNews Media Group, Angela Tanoesoedibjo, menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan kepada tokoh dan instansi yang telah berkontribusi bagi pembangunan bangsa, dengan harapan dapat semakin menginspirasi dan memotivasi semua pihak untuk bersama membangun Indonesia serta mendukung terwujudnya Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Kita mengadakan pemberian anugerah ini untuk mengapresiasi para tokoh dan instansi yang sudah berkontribusi bagi pembangunan bangsa ini, terutama untuk membukung Asta Cita dari Bapak Presiden,” ujarnya.

Anugerah Penggerak Nusantara 2025 merupakan ajang penghargaan bagi kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, BUMN/BUMD, perusahaan swasta, dan tokoh individu atas kontribusinya dalam mendorong pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Acara ini turut dihadiri Anggota Kabinet Merah Putih, diantaranya yaitu Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, Menteri Agama Republik Indonesia Nassarudin Umar, Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono, serta Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya.

 

Manfaatkan Lahan Tidur, PMI Kabupaten Bogor Gerakkan Swasembada Pangan Lewat Penanaman Jagung di Tajurhalang

‎‎Bogordaily.net – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Kecamatan Tajurhalang dan Bojonggede memulai program penanaman komoditas pangan produktif sebagai percontohan menuju swasembada pangan lokal pada Rabu, 3 Desember 2025.

‎Program tersebut diawali dengan penanaman jagung, pisang, singkong, hingga talas di atas lahan seluas kurang lebih 800 meter di wilayah Tajurhalang.

Lokasi tersebut dipilih sebagai pilot project untuk mendorong pemanfaatan lahan tidur agar kembali produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ketua PMI Kabupaten Bogor, Indra Fermanto, yang hadir langsung dalam kegiatan ini, menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan yang lebih luas terhadap gerakan pangan daerah.

‎”Kami dari PMI Kabupaten Bogor mengapresiasi sekali bahwa inisiatif ini dari wilayah Kecamatan, kami akan memberikan support dan mengembangkan lagi untuk alternatif lain yang berkaitan dengan pangan seperti Perikanan, Peternakan dan lain-lain,” kata Indra Fermanto, Rabu 3 Desember 2025.



Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan warga dan memenuhi kebutuhan pangan pengurus maupun masyarakat di sekitar.

‎”Kami juga berharap bisa dalam skala ekonomi, untuk sementara ini jika belum berskala besar, mungkin untuk mencukupi kebutuhan pengurus dan warga sekitar,” tambahnya.

‎Lebih lanjut, Indra menyebut bahwa ketersediaan lahan yang memadai menjadi faktor penting agar komoditas yang ditanam dapat berkembang hingga mampu menopang sektor ekonomi rakyat.

Jika hal itu terwujud, PMI dan pemerintah siap menggandeng berbagai lembaga pembiayaan untuk memperluas pengembangan.

‎”Karna ini masalahnya lahan tidur, kami juga berharap jika Pemerintah Daerah yang belum terpakai kita bisa memanfaatkan lahan tidur itu,” ungkapnya.*

(‎Muhamad Ridwan)

Rans Simba Bogor (RSB) Resmi Luncurkan Jersey dan Tim Baru, Optimis Tatap Semifinal di IBL 2026

0

Bogordaily.net – Klub Basket asal Bogor, RANS Simba Bogor (RSB) resmi meluncurkan tim dan jersey baru untuk musim kompetisi Basket Indonesian Basketball League (IBL) 2026.

Apapun, peluncuran tim dan juga jersey terbaru RSB  berlangsung di FullBelly Eats, Kota Bogor, pada Rabu 3 Desember 2025.

Komisaris Rans Simba Bogor (RSB) Raffi Ahmad menjelaskan bahwa, pihaknya resmi memperkenalkan para pemain dan jajaran staf kepelatihan Rans Simba Bogor (RSB) untuk musim 2026.

“Alhamdulillah hari ini kita sama-sama launching jersey baru. Sama semua sponsor yang hadir. Sama-sama memperkenalkan pemain juga untuk persiapan di tahun 2026 ini,” kata Raffi Ahmad kepada wartawan, Rabu 3 Desember 2025.

Menurut Raffi Ahmad, pada musim 2026, Rans Simba Bogor (RSB) ditargetkan untuk mencapai Semifinal, dan menjadi juara di IBL 2026.

Komisaris Rans Simba Bogor (RSB) Raffi Ahmad. (Albin/Bogordaily.net)

“Musim IBL 2026 kita targetnya semifinal tapi kepleset juara,” jelasnya.

Rans Simba Bogor

Ditempat yang sama, Director Health & Wellness Combiphar Group Arief Effendy mengungkapkan bahwa, peluncuran ini menjadi lanjutan dari kolaborasi yang telah memasuki tahun ketiga sejak dimulai pada November 2023.

Menurutnya, kerja sama ini terus diberlangsungkan karena memberikan nilai positif baik untuk Simba sebagai bagian dari PT Combiphar dan tentunya juga untuk Club RSB.

Bagi Simba Sereal, keberadaan RSB sebagai klub dengan basis penggemar muda yang kuat menghadirkan ruang edukasi yang relevan mengenai pentingnya sarapan enak dan bernutrisi, serta menjaga aktivitas fisik.

Sementara bagi RSB, dukungan Simba Sereal menjadi fondasi yang memperkuat pembinaan atlet usia muda serta memperluas jangkauan nilai-nilai positif olahraga di tengah keluarga Indonesia.

Sebagai merek yang dekat dengan keluarga muda, Simba Sereal melihat nutrisi seimbang dan aktivitas fisik sebagai bekal penting pembentukan kebiasaan hidup sehat. Sejak 2024, kampanye “Simba, Juaranya Keluarga Sehat” digulirkan untuk mendorong kebiasaan sarapan bernutrisi.

Pada tahun yang sama, Simba melanjutkan kampanye “Serealnya Juara” untuk menginspirasi  Generasi Juara dalam menjalani gaya hidup aktif dan sehat.

“Simba Sereal ingin terus menjadi bagian dari perjalanan anak-anak sebagai generasi penerus dalam meraih mimpi mereka. Nutrisi dan aktivitas fisik adalah fondasi penting, dan kami ingin berada di tengah perjalanan itu,” ujar Arief Effendy.

Peluncuran Jersey Terbaru

Selain itu, peluncuran tim RSB musim 2026 dirancang untuk memberi pengalaman lebih dekat bagi keluarga dan komunitas penggemar basket.

Sesi penandatanganan jersey oleh para pemain menjadi salah satu momen yang menarik perhatian, menandai dimulainya musim baru sekaligus memperkuat kedekatan antara pemain dan para pendukungnya.

Suasana kian hangat ketika para pemain RSB mengajak pengunjung mengikuti permainan interaktif yang digelar di area acara.

“Melalui aktivitas sederhana namun menyenangkan itu, anak-anak dan remaja dapat berinteraksi langsung dengan atlet, sebuah pengalaman yang diharapkan
mampu menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga sejak dini,” jelasnya.

Sebagai informasi, melalui kemitraan yang berkelanjutan sejak 2023, Simba Sereal dan RSB berupaya menghadirkan pengalaman yang tidak hanya mendukung performa olahraga, tetapi juga memperkuat edukasi mengenai nutrisi dan pola hidup aktif di tengah masyarakat.

Salah satu kegiatan bernilai edukasi yang juga telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu adalah Simba Goes To School yang menjadi bagian dari kegiatan kemasyarakatan Combiphar yaitu Healthy Living education.

Simba Sereal berkomitmen menghadirkan inovasi produk yang enak dan bernutrisi, sekaligus memperkuat perannya dalam mendampingi keluarga Indonesia memulai hari dengan energi positif.

(Albin Pandita)

Kenapa Speaker Mobil Bisa Sember? Kenali Penyebab, Gejala, dan Solusi Terbaiknya

0

Bogordaily.net – Suara speaker mobil yang tiba-tiba terdengar sember, pecah, atau muncul bunyi ‘prek prek’ saat memutar lagu bass, merupakan tanda kuat bahwa ada masalah pada komponen internal speaker.

Meski terdengar sepele, kerusakan ini bisa mengganggu kenyamanan berkendara, terutama bagi pengemudi yang gemar menikmati musik selama perjalanan.

Salah satu penyebab paling umum munculnya suara pecah adalah spons (surround) atau membran speaker yang mulai rusak.

Bagian ini berfungsi penting untuk membantu speaker bergetar secara stabil ketika menghasilkan suara.

Jika spons sudah robek, getas, atau jebol, maka speaker tidak lagi mampu memproduksi frekuensi rendah (bass) dengan baik. Akibatnya, suara yang keluar terdengar dominan treble dan tidak lagi seimbang.

Selain itu, ada komponen lain yang juga berpengaruh, yaitu cone speaker. Cone terletak di bagian dalam speaker dengan tekstur lebih keras dan bertugas mengalirkan gelombang suara ke luar.

Jika cone mengalami kerusakan, suaranya bisa terdengar sember atau pecah. Penyebabnya beragam, mulai dari usia pemakaian yang sudah tua hingga penggunaan yang tidak sesuai standar.

Dalam dunia audio, kerusakan cone sering terjadi karena speaker bekerja terlalu berat (overpower) daya yang masuk melebihi kemampuan speaker atau justru bekerja di bawah daya ideal (underpower) sehingga performa speaker menjadi tidak seimbang.

Kedua kondisi ini lama-kelamaan merusak struktur fisik cone dan membuat suara tidak lagi jernih.

Jika kerusakan pada spons atau membran sudah tergolong parah, speaker biasanya tidak bisa lagi diperbaiki secara optimal.

Suara bass akan hilang hampir sepenuhnya, dan kualitas suara keseluruhan ikut merosot. Dalam kondisi seperti ini, sangat disarankan untuk mengganti speaker dengan unit baru guna mendapatkan kualitas audio yang kembali maksimal.

Dengan memahami penyebab kerusakan dan gejalanya sejak dini, pemilik mobil dapat melakukan perawatan lebih tepat, sehingga speaker tetap awet dan pengalaman mendengarkan musik di perjalanan tetap menyenangkan.***