Home Blog Page 249

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadhan bersama 400 Pekerja Layanan Publik

0

Bogordaily.net – BAZNAS Kota Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor dan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggelar kegiatan Berbagi Ramadhan bagi para pekerja layanan publik di lingkungan Kota Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid At-Taqwa Balaikota Bogor pada Senin, 16 Maret 2026.

Sebanyak 400 orang penerima manfaat hadir dalam kegiatan tersebut yang terdiri dari para pekerja yang selama ini berperan penting menjaga kebersihan dan pelayanan dasar kota, yaitu:
100 orang Penyapu Jalanan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Bogor.
100 orang Penjaga Taman dan Petugas Kebersihan dari Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor.
200 orang Pekerja Harian Lepas dari PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi dan kepedulian kepada para pekerja yang setiap hari berkontribusi menjaga kebersihan serta pelayanan publik di Kota Bogor.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ibu Wali Kota Bogor, Yantie Rachim, Ketua BAZNAS Kota Bogor Subhan Murtadla, Wakil Ketua BAZNAS Romdoni, Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan, serta Plt Kabag Kesra Kota Bogor Saefullah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Bogor Subhan Murtadla menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan yang bertujuan menghadirkan kebahagiaan bagi para pekerja yang selama ini berkontribusi menjaga wajah Kota Bogor.

“Kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi antara BAZNAS, Pemerintah Kota Bogor, dan PDAM Tirta Pakuan untuk memberikan perhatian kepada para pekerja yang memiliki peran besar dalam menjaga kebersihan dan pelayanan kota. Semoga bantuan ini dapat memberikan kebahagiaan serta keberkahan di bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Sementara itu, Istri Wali Kota Bogor Yantie Rachim mengapresiasi sinergi antara BAZNAS, Pemerintah Kota Bogor, dan PDAM Tirta Pakuan dalam menghadirkan program sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bentuk penghargaan kepada para pekerja lapangan yang selama ini bekerja keras menjaga kebersihan, taman kota, serta pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Program Berbagi Ramadhan ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan suci Ramadhan, sebagai wujud kepedulian dan semangat gotong royong dalam membantu masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di Kota Bogor.***

Bupati Bogor Minta Masyarakat Kabupaten Bogor Lapor RT atau RW saat Hendak Pergi Mudik

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto meminta kepada masyarakat Kabupaten Bogor untuk melapor kepada RT atau RW saat hendak pergi mudik.

Hal tersebut kata Rudy, dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminal yang kerap terjadi saat rumah ditinggal mudik.

“Bagi masyarakat Kabupaten Bogor yang mudik ke kampung halaman untuk menyampaikan informasi melaporkan kepada RT RW setempat,” kata Rudy Susmanto, Senin 16 Maret 2026.

Kemudian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan berkoordinasi dengan Forkopimda akan senantiasa melaksanakan patroli di wilayah.

“Sehingga seluruh warga masyarakat yang meninggalkan tempat tinggalnya terdata di wilayah masing-masing dan kami dengan forum koordinasi pimpinan daerah melakukan patroli,” jelasnya.

Patroli tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, saat ditinggal ke kampung halaman.

“Patroli baik di tingkat Kabupaten Bogor tingkat Kecamatan maupun tingkat pemerintah desa sehingga warga yang pulang ke kampung halaman untuk mudik Insya Allah kita sama-sama menjaga rumah dan barang-barang yang ditinggalkan,” ungkap Rudy.

(Albin)

Jelang Mudik Lebaran, Polres Bogor Ramp Check 15 Bus di Cibinong hingga Periksa Kesehatan Sopir

Bogordaily.net – Polres Bogor melaksankaan ramp check 15 kendaraan bus jelang mudik lebaran di PO Medal Jaya, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Senin 16 Maret 2026.

Kasat Lantas Polres Bogor Iptu Afif Widhi Ananto menjelaskan bahwa pihaknya, bersama Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan Jasa Raharja mengecek berbagai komponen dan kesiapan kendaraan jelang mudik lebaran.

“Hari ini yang dilakukan ramcek ada 15 kendaraan (bus). Tadi kita temukan salah satu hasil pengecekannya, kita temukan ada beberapa kendaraan yang belum melengkapi komponen-komponen yang seharusnya dilengkapi,” kata Iptu Afif, Senin 16 Maret 2026.

Menurut Afif, dalam ramp check tersebut beberapa kendaraan belum memiliki beberapa kelengkapan apar dan keamanan untuk pengemudi yang belum terpasang dengan baik.

“Contohnya belum ada alat pemadam kebakaran ringan, seatbelt di tempat pengemudi belum terpasang dengan baik,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya bersama Dishub meminta para pengemudi atau sopir untuk melengkapi berbagai persyaratan terlebih dahulu, sebelum berangkat mudik.

“Untuk itu kendaraan yang belum memenuhi persyaratan kita perintahkan untuk melengkapi dulu baru setelah itu mendapatkan stiker layak dari Dinas Perhubungan,” ujar Afif.

Selain cek kendaraan, pihaknya juga turut melaksanakan tes urine dan juga cek kesehatan secara gratis kepada sejumlah pengemudi bus.

“Selain kepada kendaraan, kita juga melakukan pengecekan kepada pengemudi berupa pengecekan kesehatan yaitu tensi, gula dan juga pengecekan narkoba supaya untuk menjamin bahwa kendaraan siap, pengemudi siap dalam rangka untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat dalam mudik lebaran tahun 2026 ini,” ungkapnya.

(Albin)

Tebar Keberkahan Ramadhan, Srikandi PLN UP3 Bogor Berbagi Bingkisan untuk Masyarakat

0

Bogordaily.net – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 H, Srikandi PLN UP3 Bogor menggelar kegiatan sosial dengan menyalurkan bingkisan Ramadhan kepada warga di sekitar kantor PLN UP3 Bogor, 16 Maret 2026.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen PLN untuk hadir tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan manfaat nyata.

Bingkisan Ramadhan yang disalurkan berisi kebutuhan pokok yang diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan selama menjalankan ibadah puasa.

Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara PLN dengan masyarakat sekitar, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah, memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat, serta meningkatkan rasa empati dan kepedulian insan PLN terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari selama Ramadhan.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan nilai lebih bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan Srikandi PLN berbagi ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat dan turut merasakan kebahagiaan di bulan Ramadhan. Semoga bingkisan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan kebutuhan warga,” ujar Gumelar.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Sugeng Widodo, mengapresiasi inisiatif Srikandi PLN UP3 Bogor dalam menyelenggarakan kegiatan sosial yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Kegiatan ini mencerminkan nilai kepedulian dan semangat berbagi yang menjadi bagian dari budaya PLN. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di momen Ramadhan yang penuh berkah,” ungkap Sugeng.

Melalui kegiatan ini, PLN berharap dapat terus mempererat hubungan dengan masyarakat serta memberikan kontribusi positif dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh kepedulian.

PLN berkomitmen untuk tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga memberikan dampak sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.***

Cetak Wirausaha Muda di Bogor, Masuda Rukost Lahirkan Produk Inovasi “BataGoals” di Ramadhan Fest 2026

Bogordaily.net – Gelaran Ramadhan Fest 2026 yang diselenggarakan Masuda Rukost tidak hanya menjadi ajang berbagi sembako, tetapi juga menjadi saksi lahirnya bibit-bibit pengusaha baru dari kalangan mahasiswa.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah kemunculan produk kuliner inovatif bernama “BataGoals”.

Berbeda dengan batagor pada umumnya, BataGoals menawarkan konsep unik berupa batagor dengan siraman kuah creamy keju dan tambahan topping ayam suwir di dalamnya.

Produk kreatif ini digawangi oleh empat penghuni Masuda, yakni Rayana, Mumtaz, Mayra, dan Galuh.

Kehadiran BataGoals di tengah festival menjadi simbol bahwa Masuda Rukost bertransformasi menjadi wadah pengembangan ide dan keberanian bagi para penghuninya, atau yang akrab disapa MASUDAwan dan MASUDAwati.

Latihan Mental Kewirausahaan Bagi para kreatornya, momen Ramadan ini bukan sekadar ajang mencari keuntungan musiman. Ramadhan Fest menjadi laboratorium hidup untuk menguji mentalitas kewirausahaan mereka di lapangan.

“Ini bukan hanya soal jualan, tapi latihan mental. Kami belajar berani memulai, menawarkan produk, hingga menerima kritik langsung dari pasar,” ujar salah satu tim perumus BataGoals, Senin 16 Maret 2026.

Di Masuda, para mahasiswa didorong untuk tidak hanya terpaku pada teori kewirausahaan di bangku kuliah, melainkan langsung mempraktikkannya dalam ekosistem hunian yang suportif.

Ekosistem Kreatif di Bogor Manajemen Masuda Land melalui Ramadhan Fest ingin membuktikan bahwa hunian mahasiswa bisa menjadi tempat lahirnya inovasi.

Dengan memberikan ruang bagi produk seperti BataGoals, Masuda berupaya menciptakan lingkungan yang membantu mahasiswa bertumbuh secara finansial dan mental.

Sementara itu, kesuksesan BataGoals dalam menyita perhatian pengunjung festival diharapkan mampu memicu semangat penghuni lain untuk mulai berani mengeksekusi ide bisnis mereka sendiri, menjadikan Masuda Rukost sebagai rumah bagi para calon pengusaha muda di Bogor.

(Albin)

Arus Mudik Lebaran 2026, Dinkes Kota Bogor Siapkan Puluhan Fasilitas Kesehatan dan Posko Medis

0

Bogordaily.net – Menyambut periode arus mudik hingga arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal bagi masyarakat.

Kesiapan ini mencakup penyediaan fasilitas kesehatan siaga, pembentukan pos pelayanan kesehatan sementara di titik keramaian, hingga penguatan sistem penanganan gawat darurat selama masa libur Lebaran.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi peningkatan kebutuhan layanan kesehatan akibat tingginya mobilitas masyarakat selama masa mudik.

Puluhan Rumah Sakit dan Puskesmas Disiagakan

Selama periode arus mudik, hari H Lebaran, hingga arus balik, Dinas Kesehatan Kota Bogor memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di berbagai wilayah kota.

Sebanyak 22 rumah sakit dan 25 puskesmas disiagakan untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat.

Selain itu, layanan Public Safety Center (PSC) 119 juga diaktifkan guna mempercepat penanganan kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat.

Dalam operasionalnya, sedikitnya 212 tenaga kesehatan dikerahkan untuk mendukung pelayanan di berbagai titik.

Dukungan armada juga disiapkan berupa:

  • 25 unit ambulans di puskesmas
  • 4 unit ambulans di PSC
  • 6 ambulans motor

Armada tersebut diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi maupun rujukan pasien ke fasilitas kesehatan terdekat.

Pos Kesehatan Didirikan di Titik Strategis

Selain memaksimalkan fasilitas kesehatan yang sudah ada, Dinas Kesehatan juga mendirikan sejumlah pos pelayanan kesehatan sementara yang disesuaikan dengan lokasi posko kepolisian.

Pos kesehatan tersebut ditempatkan di beberapa titik strategis yang diprediksi menjadi pusat aktivitas masyarakat selama masa mudik, antara lain:

  • Pos Terminal Baranangsiang (wilayah Bogor Timur)
  • Pos Simpang Yasmin (wilayah Tanah Sareal)
  • Pos Simpang Bubulak (wilayah Bogor Barat)
  • Pos Simpang BORR (wilayah Bogor Utara)
  • Pos Eks Bogor Plaza (wilayah Bogor Tengah)
  • Pos PDAM (wilayah Bogor Timur)
  • Pos Simpang Empang (wilayah Bogor Selatan)

Setiap pos kesehatan dilengkapi tenaga medis yang terdiri dari satu perawat, satu pengemudi ambulans, serta dokter yang bersiaga secara on call.

Adapun jam operasional pos kesehatan dibagi menjadi dua shift, yaitu:

  • Shift pertama: pukul 08.00 – 14.00 WIB
  • Shift kedua: pukul 14.00 – 21.00 WIB

Dinas Kesehatan juga menyiapkan sistem rujukan berjenjang untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan sesuai tingkat keparahan kondisi medis.

Pasien dengan kondisi cedera berat atau kegawatdaruratan, seperti perdarahan hebat, patah tulang terbuka, cedera kepala, luka bakar berat, hingga trauma akibat kecelakaan lalu lintas akan dirujuk langsung ke rumah sakit.

Sementara itu, pasien dengan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan seperti tes laboratorium sederhana, observasi medis, atau kebutuhan resep obat tertentu akan dirujuk ke puskesmas.

Puskesmas dengan UGD 24 Jam

Beberapa puskesmas di Kota Bogor juga disiagakan dengan layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam, yaitu:

  • Puskesmas Pasir Mulya (Korwil Bogor Barat)
  • Puskesmas Tanah Sareal (Korwil Tanah Sareal)
  • Puskesmas Bogor Timur (Korwil Bogor Timur)
  • Puskesmas Bogor Utara (Korwil Bogor Utara)
  • Puskesmas Bogor Tengah (Korwil Bogor Tengah)
  • Puskesmas Cipaku (Korwil Bogor Selatan)

Selain itu, 21 puskesmas juga disiapkan untuk memberikan layanan persalinan selama 24 jam.

Sementara untuk pelayanan puskesmas reguler selama masa cuti bersama tetap berjalan dengan sistem piket.

Meski pelayanan administratif di kantor Dinas Kesehatan Kota Bogor akan ditutup pada 18 hingga 24 Maret 2026, layanan pembiayaan kesehatan tetap tersedia secara daring.

Dinas Kesehatan juga memastikan keberlanjutan pembiayaan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui koordinasi dengan BPJS Kesehatan serta fasilitas kesehatan terkait.

Program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) juga tetap memberikan perlindungan bagi masyarakat miskin Kota Bogor, termasuk dalam kasus tertentu seperti:

  • Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)
  • Korban kekerasan
  • Korban bencana
  • Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)
  • Kejadian luar biasa penyakit tertentu

Selama masa libur Lebaran, penanganan korban kecelakaan lalu lintas juga memiliki mekanisme pembiayaan khusus.

Untuk kecelakaan yang melibatkan lebih dari satu kendaraan, penjamin utama adalah Jasa Raharja dengan plafon maksimal Rp20 juta, sementara BPJS Kesehatan menjadi penjamin lanjutan.

Adapun kecelakaan tunggal dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan dengan syarat kepesertaan aktif serta adanya surat keterangan dari kepolisian.

Selama masa libur Lebaran, Dinas Kesehatan juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) maupun wabah penyakit.

Beberapa penyakit yang menjadi fokus pengawasan antara lain:

  • Keracunan makanan
  • Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
  • Infeksi emerging

Pemantauan dilakukan melalui penguatan sistem surveilans di puskesmas dan rumah sakit serta pelaporan harian kasus suspek penyakit seperti campak.

Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi Bus

Untuk meningkatkan keselamatan perjalanan mudik, Dinas Kesehatan Kota Bogor juga menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi bus.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (KLLAJ).

Skrining kesehatan dilakukan di beberapa pool bus seperti:

  • Pool Bus Lorena
  • Pool Bus Murnijaya Bubulak
  • Pool Bus Sinar Jaya
  • Pool Bus Gunung Harta
  • Selain itu, pemeriksaan kelaikan berkendara juga dilakukan di:
  • Terminal Baranangsiang
  • Terminal Bubulak
  • Pemeriksaan tersebut meliputi:
  • Pengukuran tekanan darah
  • Pemeriksaan gula darah
  • Tes alkohol
  • Tes narkotika melalui urin
  • Pemeriksaan kadar kolesterol

Hasil pemeriksaan akan menentukan apakah pengemudi layak berkendara, layak dengan catatan, atau tidak layak berkendara.

Imbauan untuk Masyarakat

Dinas Kesehatan Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan selama masa mudik Lebaran.

Apabila terjadi keadaan darurat atau kecelakaan, masyarakat dapat segera menghubungi PSC 119 untuk mendapatkan pertolongan cepat.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh selama perjalanan dengan cara:

  • Beristirahat secara berkala
  • Mengonsumsi makanan bergizi
  • Minum air putih yang cukup
  • Tidak memaksakan diri mengemudi saat lelah atau mengantuk

Masyarakat juga diingatkan untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mencegah penularan penyakit selama masa libur Lebaran.

Dengan kesiapan fasilitas kesehatan dan dukungan berbagai pihak, diharapkan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dan aktivitas Lebaran dengan aman serta tetap menjaga kesehatan.

 

BMKG Ingatkan Potensi El Niño 2026, Musim Kemarau di Indonesia Diprediksi Lebih Panjang

0

Bogordaily.net – Indonesia diperkirakan akan menghadapi potensi fenomena El Niño pada pertengahan hingga akhir tahun 2026.

Fenomena iklim global ini dikenal dapat memengaruhi kondisi cuaca di berbagai wilayah, termasuk meningkatkan suhu udara dan mengurangi curah hujan.

Jika kondisi tersebut terjadi, sejumlah daerah di Indonesia berpotensi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dibandingkan biasanya.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi iklim pada awal tahun masih berada dalam fase netral.

Namun peluang munculnya fenomena El Niño diperkirakan mulai meningkat pada semester kedua tahun 2026.

Fenomena El Niño terjadi ketika suhu permukaan laut di wilayah tengah hingga timur Samudra Pasifik mengalami peningkatan.

erubahan suhu tersebut kemudian memengaruhi sirkulasi atmosfer dan pola cuaca di berbagai wilayah dunia, termasuk kawasan Indonesia.

Dampaknya, curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia dapat mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Kondisi ini berpotensi membuat beberapa daerah mengalami cuaca yang lebih kering dibandingkan kondisi normal.

Selain itu, BMKG juga memprediksi bahwa musim kemarau pada tahun 2026 kemungkinan datang lebih awal di banyak wilayah Indonesia.

Situasi tersebut perlu diantisipasi sejak dini oleh berbagai pihak, terutama sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya air.

Dengan meningkatnya potensi El Niño, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada terhadap kemungkinan dampak yang ditimbulkan, seperti kekeringan hingga meningkatnya suhu udara di beberapa wilayah.***

TNI Direncanakan Bergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Mulai Mei 2026

0

Bogordaily.net – Personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaporkan akan bergabung dalam pasukan stabilisasi internasional yang akan ditempatkan di wilayah Jalur Gaza, Palestina, mulai 1 Mei 2026.

Media publik Israel KAN menyebutkan sekitar 5.000 personel dari Indonesia akan menjadi bagian dari International Stabilization Force (ISF).

Pasukan ini juga akan diisi oleh personel dari sejumlah negara lain seperti Kazakhstan, Maroko, Albania, dan Kosovo.

Sebelum diterjunkan ke Gaza, ratusan personel dijadwalkan mengikuti pelatihan terlebih dahulu di Yordania pada April mendatang sebagai bagian dari persiapan operasi.

Setelah tiba di wilayah Gaza, pasukan tersebut akan ditempatkan terlebih dahulu di kawasan Rafah, wilayah selatan Gaza yang sedang dibangun kembali dengan dukungan Uni Emirat Arab.

Setelah itu, pasukan akan disebar ke sejumlah wilayah lain, termasuk area yang berada dekat dengan “garis kuning”, yakni batas sementara yang menandai posisi pasukan Israel Defense Forces berdasarkan kesepakatan gencatan senjata.

Pembentukan pasukan stabilisasi internasional tersebut merupakan bagian dari rencana pemulihan Gaza yang dipimpin oleh Board of Peace di bawah inisiatif Amerika Serikat.

Pasukan ini memiliki sejumlah tugas utama, di antaranya mengawasi keamanan wilayah, melucuti kelompok bersenjata, serta memastikan distribusi bantuan kemanusiaan dan material rekonstruksi dapat berjalan dengan aman di kawasan Gaza.***

Viral Nenek Diduga Curi Cabai di Pasar, Pedagang Emosi hingga Pukul

0

Bogordaily.net – Sebuah video yang memperlihatkan seorang nenek diduga kepergok mencuri cabai di sebuah pasar tradisional viral di media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat suasana keributan antara seorang pedagang cabai dengan seorang nenek yang disebut-sebut mengambil cabai tanpa izin.

Pedagang tersebut tampak emosi hingga memukul nenek itu di tengah keramaian pasar.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB. Video yang diunggah ke media sosial itu langsung menyebar luas dan menjadi perbincangan di kalangan pengguna internet.

“Terduga pelaku pencurian di pasar tradisional Kejadian menyebutkan tadi pagi pukul 6.00” tulisnya dalam keterangan video dikutip pada Minggu 15 Maret 2026.

Aksi dalam video itu pun memicu beragam komentar dari netizen. Sebagian menyoroti dugaan pencurian yang terjadi, sementara lainnya menilai tindakan memukul tidak seharusnya dilakukan.

“Jangan menormalisasi pencurian apapun alasannya, tapi juga jangan jadi hakim jalanan” kata netizen.

“Terusin bang smpek pingsan” yimpal netizen lainnya.

“Kasian si nenek” sahut netizen lagi.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti lokasi kejadian maupun kronologi lengkap dari peristiwa tersebut.

Namun video tersebut terus beredar luas dan memancing perdebatan publik terkait tindakan yang terekam di dalamnya.***

Sajikan Kelapa Utuh di Program MBG, 9 SPPG di Gresik Dihentikan Sementara

0

Bogordaily.net – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas terhadap sembilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, setelah diketahui menyajikan kelapa utuh sebagai bagian dari menu makanan bagi penerima manfaat.

Akibat kebijakan tersebut, operasional sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut kini resmi dihentikan sementara.

Penghentian dilakukan sebagai langkah evaluasi terhadap pelaksanaan program yang dinilai tidak sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyayangkan keputusan para pengelola SPPG yang tetap menyajikan kelapa utuh meskipun isu serupa sebelumnya telah menjadi sorotan publik di beberapa daerah.

“Pemberian kelapa utuh sebelumnya sudah menjadi perhatian publik di beberapa daerah. Seharusnya hal itu menjadi pembelajaran bagi seluruh pengelola SPPG agar lebih berhati-hati dalam menentukan menu yang diberikan kepada penerima manfaat,” kata Nanik di Jakarta, Minggu 15 Maret 2026.

Menurutnya, alasan yang disampaikan oleh pengelola SPPG bahwa menu tersebut diberikan atas permintaan penerima manfaat tidak dapat dijadikan dasar pembenaran.

Setiap SPPG tetap diwajibkan mengikuti standar menu serta pedoman operasional yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan program MBG.

BGN menegaskan bahwa, seluruh penyedia layanan dalam program tersebut harus mematuhi ketentuan yang berlaku demi menjaga kualitas pelayanan serta tujuan utama program pemenuhan gizi masyarakat.

“Seluruh SPPG tetap harus mengikuti pedoman menu dan standar pelayanan yang sudah ditetapkan. Karena itu, sembilan SPPG di Gresik yang memberikan kelapa utuh saat ini kami hentikan sementara operasionalnya untuk proses evaluasi,” pungkasnya.***