Home Blog Page 254

Siapa Ustadz SAM? Inisal Ini Dilaporkan atas Kasus Pelecehan Terhadap Santri Sesama Jenis

0

Bogordaily.net – Seorang pendakwah atau ustadz yang dikenal publik dengan inisial SAM kini tengah menjadi sorotan setelah dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan kasus pelecehan seksual terhadap sejumlah santri laki-laki.

Laporan tersebut disampaikan oleh para korban melalui kuasa hukum mereka dan kini disebut telah memasuki tahap penyidikan oleh pihak kepolisian.

Artinya, penyidik menilai bahwa bukti awal yang disampaikan pelapor sudah cukup untuk meningkatkan status perkara dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.

Salah satu kuasa hukum korban, Benny Jehadu, menyampaikan bahwa kliennya berharap aparat kepolisian dapat segera menindaklanjuti kasus ini secara serius.

“Laporan ini terkait pelecehan seksual, kami khawatir jangan sampai ada korban-korban lain lagi. Korbannya saat ini, untuk klien kami, ada lima orang. Kalau untuk terlapor, inisialnya SAM,” ujar Benny

Menurutnya, dugaan tindakan tersebut tidak hanya terjadi sekali, melainkan berlangsung berulang kali dalam rentang waktu yang cukup panjang. Oleh karena itu, pihak korban berharap polisi segera menetapkan status tersangka terhadap terlapor agar tidak muncul korban baru.

Lima Korban, Tiga di Antaranya Anak di Bawah Umur

Dalam laporan yang diajukan, terdapat lima orang korban yang mengaku mengalami tindakan pelecehan dari ustadz berinisial SAM tersebut.

Dari jumlah tersebut, tiga korban diketahui masih berstatus anak di bawah umur saat peristiwa diduga terjadi.

Kuasa hukum korban lainnya, Wati Trisnawati, menjelaskan bahwa para korban bukanlah santri yang tinggal menetap di pesantren.

Sebaliknya, mereka merupakan santri yang mengikuti program pembelajaran agama atau menghafal Al-Quran di rumah atau di tempat pengajaran tertentu yang dipimpin oleh terlapor.

Menurut keterangan kuasa hukum, modus yang digunakan oleh terlapor adalah dengan memberikan janji atau iming-iming kepada para korban.

Salah satu janji yang disebutkan adalah kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Pihak kuasa hukum menyebut dugaan peristiwa pelecehan tersebut terjadi di beberapa lokasi dan dalam waktu yang berbeda-beda.

“Untuk waktu sekitar di tahun 2017. Jadi memang ada beberapa korban yang berbeda waktunya, ada yang 2017, 2018, sampai ada yang 2025. Tapi beda-beda waktunya,” jelasnya.

Menurut pengakuan para korban, terlapor sebenarnya pernah menyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya pada masa lalu dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan tersebut.

Namun dugaan pelecehan kembali terjadi pada tahun 2025, sehingga akhirnya para korban memutuskan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.

Sebagai bagian dari laporan, pihak korban juga menyertakan sejumlah bukti pendukung, termasuk percakapan digital serta video yang berisi pernyataan terlapor yang berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Lantas, siama Ustadz SAM yang dimaksud?

Identitas Ustadz SAM Masih Misterius

Meski laporan sudah diproses oleh kepolisian, identitas lengkap dari ustadz berinisial SAM hingga kini belum diungkap secara resmi kepada publik.

Namun kuasa hukum korban memberikan sejumlah petunjuk mengenai sosok tersebut.

Menurut Benny Jehadu, terlapor dikenal sebagai seorang ustadz yang cukup populer dan sering muncul di layar televisi.

Ia disebut pernah mengisi program ceramah keagamaan di salah satu stasiun televisi swasta, yakni program religi populer Damai Indonesiaku.

Petunjuk tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet mengenai siapa sebenarnya sosok ustadz yang dimaksud.

Di media sosial, sejumlah warganet sempat mengaitkan inisial SAM dengan nama pendakwah terkenal, Sholeh Mahmoed Nasution yang dikenal dengan nama Ustadz Solmed.

Namun setelah ditelusuri, nama lengkap Ustadz Solmed adalah Sholeh Mahmoed Nasution, sehingga tidak sesuai dengan inisial SAM yang disebutkan dalam laporan.

Selain itu, suami dari model April Jasmine tersebut juga masih aktif mengisi berbagai program ceramah di televisi.

Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai identitas lengkap terlapor yang dimaksud dalam kasus ini.

 

 

Universitas Teknologi Nusantara Gelar Aksi Berbagi di Bulan Ramadhan, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat

0

Bogordaily.net – Momentum Ramadan dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kepedulian sosial serta semangat berbagi kepada sesama.

Hal tersebut tercermin dari kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh Universitas Teknologi Nusantara pada Jumat, 13 Maret 2026.

Pada kesempatan tersebut, civitas akademika Universitas Teknologi Nusantara melaksanakan kegiatan berbagi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan kampus.

Program sosial ini menjadi salah satu agenda rutin yang digelar setiap bulan suci Ramadhan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Indonesia bersama pihak universitas yang berkomitmen untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat.

Melalui kegiatan berbagi ini, Universitas Teknologi Nusantara berharap dapat menghadirkan manfaat nyata bagi warga sekitar sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan akademik.

Rektor Universitas Teknologi Nusantara, Khitara Aldilla Chandra, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Jazakumullah khairon buat semua keluarga besar UTN, sudah ikut berbagi. semoga Allah Ta’ala selalu memberi berkah-Nya, dan UTN menjadi manfaat ladang ilmu, pahala, dan amal jariyah untuk kita semua. Barakallahu fiik.” Ucap Ibu Khitara Aldilla Chandra, selaku Rektor Universitas Teknologi Nusantara.

Ia berharap kegiatan berbagi yang dilakukan pada bulan Ramadhan ini dapat menjadi ladang keberkahan bagi seluruh civitas akademika Universitas Teknologi Nusantara serta masyarakat yang menerima manfaatnya.

Selain itu, pihak universitas juga memiliki harapan agar program sosial tersebut dapat terus berkembang di masa mendatang. Dengan demikian, kegiatan berbagi tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Dengan cakupan yang lebih luas, diharapkan kegiatan ini mampu memberikan dampak positif yang lebih besar serta menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat sekitar kampus.

Hal senada juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Sosial dan Ekonomi Universitas Teknologi Nusantara, Muhammad Zeinny.

Menurutnya, kegiatan berbagi ini merupakan bentuk komitmen universitas untuk terus menanamkan nilai kepedulian dan empati kepada sesama, khususnya di bulan suci Ramadhan.

“Ini merupakan sebuah itikad kita dari Universitas Terkhusus dari Rektorat dan Yayasan untuk senantiasa saling mengingatkan bahwa Kita perlu untuk saling peduli dan membantu Sesama Umat Manusia Apalagi di momentum Bulan Suci Ramadhan Ini,” kata Muhammad Zeinny.

Melalui kegiatan ini, Universitas Teknologi Nusantara berharap semangat saling peduli dan berbagi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam dunia pendidikan.

Selain memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat, kegiatan sosial di bulan Ramadhan juga menjadi sarana bagi civitas akademika untuk menanamkan nilai kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

KUR BRI Tingkatkan Omzet, Pengusaha Genteng di Majalengka Banjir Pesanan

0

Bogordaily.net – Program gentengisasi yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto membawa angin segar bagi para pelaku usaha kecil di sektor bahan bangunan.

Di berbagai sentra produksi genteng, permintaan dari pasar meningkat signifikan seiring dengan semakin masifnya program pembangunan dan perbaikan hunian masyarakat.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan langsung dampak positif tersebut adalah Nurhasanah, pengrajin genteng dari sentra produksi genteng di Majalengka. Bersama dua saudarinya, ia meneruskan usaha genteng keluarga yang telah dirintis oleh ibunya puluhan tahun lalu.

Dalam beberapa waktu terakhir, Nurhasanah mengaku permintaan genteng meningkat cukup pesat. Pesanan datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, hingga Tegal. Kondisi ini membuat pihaknya harus bekerja lebih keras untuk memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah.

Saat ini, pabrik genteng milik keluarga Nurhasanah mempekerjakan sekitar 150 orang pekerja. Namun jumlah tersebut masih dirasakan belum cukup untuk memenuhi tingginya permintaan. Sebagian besar tenaga kerja yang ada pun merupakan pekerja berusia lanjut, sementara generasi muda cenderung memilih bekerja di sektor industri lain.

“Permintaan sekarang semakin banyak, tetapi mencari tenaga kerja tidak mudah. Banyak anak muda yang lebih memilih bekerja di perusahaan,” ujar Nurhasanah.

Dalam proses produksinya, usaha genteng keluarga ini menggunakan 12 mesin press dan mampu menghasilkan sekitar 16.000 keping genteng setiap minggunya.

Produk tersebut kemudian dipasarkan ke berbagai kota besar di Pulau Jawa. Dari aktivitas usaha tersebut, Nurhasanah mampu mencatatkan omzet sekitar ratusan juta rupiah per bulan.

Di tengah meningkatnya permintaan pasar, Nurhasanah mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam hal permodalan. Hal ini karena usahanya telah memperoleh dukungan pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.

Menurutnya, kerja sama dengan BRI telah berlangsung selama empat tahun terakhir dan memberikan dukungan penting bagi keberlanjutan usaha keluarga tersebut.

“Alhamdulillah untuk modal usaha kami terbantu dari program KUR BRI,” ungkapnya.
BRI sendiri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk bagi para pengrajin genteng yang menjadi bagian dari ekosistem sektor perumahan.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa BRI siap mengambil peran strategis dalam mendukung program gentengisasi melalui pembiayaan KUR serta memperkuat konektivitas antara pelaku usaha dan pasar.

Menurutnya, BRI dapat berperan sebagai jembatan antara pengrajin genteng dengan pihak pembeli atau pengembang perumahan, sehingga rantai pasok dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Peran BRI berada di tengah. Ketika sudah ada kontrak antara pengrajin dengan pembeli atau pengguna, BRI dapat hadir memberikan dukungan pembiayaan agar proses produksi dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Hery menambahkan bahwa bahan bangunan seperti genteng merupakan bagian dari ekosistem KUR sektor perumahan yang terus dikembangkan oleh BRI. Sebagai bank yang memiliki fokus kuat pada pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan, BRI berkomitmen menghadirkan akses pembiayaan yang terjangkau dan mudah diakses bagi

 

Raih keberkahan saat Bulan Ramadan, Teras Nona Manis Santuni Anak Yatim dan Duafa

0

Bogordaily.net – Untuk meraih keberkahan saat bulan suci Ramadan, Teras Nona Manis yang terletak di Jalan Merdeka, Kota Bogor, menggelar acara santunan untuk anak yatim, pada Jumat 13 Maret 2026.

Humas Teras Nona Manis, Franky, menjelaskan bahwa, acara santunan tersebut juga diberikan kepada para kaum duafa yang berada di wilayah Bogor Tengah.

“Jadi ada sekitar 40 anak yatim kurang lebih ditambah duafa juga yang kita santuni. Kita berikan bingkisan berupa sembako untuk mereka,” kata Franky

Ia menerangkan, santunan untuk anak yatim bertujuan membantu meringankan beban dalam masyarakat dan juga sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama manusia, khususnya di wilayah sekitar Teras Nona Manis.

Melalui santunan, kata Franky, kita memupuk pribadi yang baik, berbagi, dan berkasih sayang terhadap sesama. Ini adalah bagian dari ajaran Islam yang mengajarkan kebaikan dan kepedulian.

Dengan saling membantu dalam beramal baik, kita mempererat persaudaraan sesama muslim. Santunan menjadi jembatan yang menghubungkan kita dengan anak yatim dan keluarganya.

“Ada juga nanti kegiatan sosial untuk masyarakat, seperti cek kesehatan gratis, donor darah dan lainnya,” jelas Franky

Ia berharap kegiatan santunan tersebut akan terus berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya yang akan datang.

“Harapan saya tentu, acara santunan bisa kita laksanakan setiap bulan puasa atau menjelang hari lebaran,” tutup Franky.

(Muhammad Irfan Ramadan)

 

Caption : Kegiatan santunan anak yatim dan duafa di Teras Nona Manis. (Irfan/bogordaily.net)

8 Finalis Berebut Tiket Final Sarimbit Taraweh Cup 2026 di Dramaga

0

Bogordaily.net – Delapan pasangan finalis dari dua kategori dipastikan akan berebut tiket menuju partai puncak turnamen bulutangkis Sarimbit Taraweh Cup 2026. Pertandingan semifinal digelar di GOR Bulutangkis Pasar Dramaga, Kabupaten Bogor.

Total terdapat delapan pasangan yang lolos ke babak semifinal dari kategori B dan C. Mereka akan saling berhadapan untuk memperebutkan tempat di partai final turnamen yang digelar selama bulan Ramadan tersebut.

Pada kategori B, pasangan Basuki/Memed dijadwalkan menghadapi pasangan debutan Jajat/Uthe yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat juara. Sementara laga semifinal lainnya mempertemukan pasangan Pian/Ikbal melawan Sobur/Yusi.

Persaingan tak kalah sengit juga terjadi di kategori C. Pasangan veteran Gibran/Hae akan ditantang Malih/Jajang. Sedangkan pasangan Opik/Toni akan berhadapan dengan Marna/Jatun.

Ketua Panitia Sarimbit Taraweh Cup 2026, Cacu Wiranata, mengatakan turnamen edisi perdana tahun ini menghadirkan banyak kejutan. Sejumlah pasangan yang sebelumnya difavoritkan justru harus tersingkir lebih awal.

“Banyak pasangan unggulan seperti Zulham/Adi, Sukma/Tobing, Ropi/Kardi, Benjo/Hae hingga Devin/Toto harus tersingkir oleh pasangan-pasangan debutan,” kata Cacu kepada Bogordaily.net.

Menurutnya, dua pasangan yang patut diwaspadai dalam perebutan gelar tahun ini adalah Jajat/Uthe serta Sobur/Yusi yang tampil konsisten sejak babak awal.

Sementara itu, pembina PB Sarimbit sekaligus sponsor turnamen, Agustira, menyebut kejutan juga terjadi di kategori C. Sejumlah pasangan unggulan harus angkat koper lebih cepat setelah tumbang di babak perempat final.

Beberapa pasangan yang tersingkir antara lain Basuki/Apung, Eko/Teja, Ano/Nana, Pian/Yusi serta Tobing/Cecep.

“Turnamen kali ini cukup menarik karena banyak hasil pertandingan yang di luar prediksi. Antusias peserta juga sangat tinggi dan bahkan mencapai target panitia,” ujar Agustira yang akrab disapa Evi.

Sebagai informasi, Sarimbit Taraweh Cup 2026 diikuti sebanyak 64 pasangan dari dua kategori. Turnamen ini digelar selama tiga pekan dan berlangsung setiap Jumat malam usai salat tarawih.

8 Finalis Berebut Tiket Final Sarimbit Taraweh Cup 2026 di Dramaga

Partai semifinal hingga final dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 14 Maret 2026, sekaligus diakhiri dengan pembagian hadiah uang tunai bagi para pemenang.

“Alhamdulillah tujuan utama turnamen ini untuk mempererat silaturahmi para pecinta bulutangkis. Insyaallah kegiatan ini akan digelar setiap tahun,” pungkas Evi.***

Rayakan Satu Dekade Bogordaily.net Berbagi dengan Anak Yatim di Malam Ramadan

0

Bogordaily.net – Jumat sore 13 Maret 2026 suasana di The Sahira Hotel Bogor terasa hangat. Bukan hanya karena menjelang waktu berbuka puasa. Tapi juga karena ada satu perayaan kecil yang sarat makna: 10 tahun perjalanan Bogordaily.net.

Media lokal ini merayakan ulang tahunnya dengan cara sederhana. Buka puasa bersama. Doa bersama. Dan santunan untuk anak yatim piatu.

Sejumlah mitra, tokoh, dan perwakilan instansi hadir. Suasananya akrab. Lebih mirip silaturahmi keluarga besar daripada seremoni resmi.

Pimpinan Umum Bogordaily.net, Diki Sudrajat, menyebut usia 10 tahun sebagai momentum penting. Bukan sekadar angka.

“Ini menjadi momentum bagi kami untuk terus berkarya dan menyampaikan informasi kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga memanfaatkan momen itu untuk menyambung silaturahmi dengan para mitra yang selama ini mendukung perjalanan Bogordaily.net.

“Terima kasih kepada seluruh mitra yang sudah mempercayai Bogordaily.net,” ujarnya.

Pemerintah Kota Bogor turut hadir. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bogor, Rudiana, datang mewakili Wali Kota Bogor Dedie Rachim.

Pesannya singkat.

Ia berharap Bogordaily.net terus menjadi mitra kerja Pemerintah Kota Bogor dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Selamat untuk Bogordaily.net,” katanya.

Ucapan selamat juga datang dari Kepala Kantor Imigrasi Bogor, Ritus Ramadhana. Ia berharap kerja sama yang selama ini terjalin bisa terus berlanjut.

“Semoga kita bisa terus bekerja sama,” ujarnya.

Sepuluh tahun bagi sebuah media lokal bukan waktu yang pendek. Banyak yang tumbuh. Tapi tidak sedikit juga yang tumbang.

Bogordaily.net memilih bertahan. Dan pada sore itu merayakannya dengan cara yang sederhana: berbagi, berdoa, dan mempererat persahabatan.***

Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) melakukan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk mengembangkan usaha melalui koperasi dan mengabdi kepada masyarakat lewat berbagai bidang. Khususnya pendidikan dan ekonomi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membangun komunitas yang baik, sehat, cerdas, dan produktif.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menandatangani langsung MoU tersebut di kantor Kemenkop, Jakarta, Jumat 13 Maret 2026 didampingi Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah dan Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, serta deputi dan pejabat lainnya.

Hadir dalam penandatangan MoU tersebut Ketua Umum AL Jamiyatul Washliyah Masyhuril Khamis, Sekretaris Jenderal AL Jamiyatul Washliyah Amran Arifin beserta jajaran.

Menkop mengatakan, kerja sama yang akan terjalin bersama ini pertama dalam rangka  pelatihan, kemudian pengembangan usaha dan juga kerja sama yang lain-lain yang saling memberi manfaat bagi kedua belah pihak.

“Jadi bagi kami di Kementerian Koperasi tentu kami terbuka dengan kegiatan yang dilakukan oleh berbagai organisasi keagamaan termasuk yang kami lakukan sekarang dengan Jamiyatul Washliyah maupun organisasi kemasyarakatan dan sosial yang lain-lainnya yang memang bagi kami di Kementerian Koerasi bahwa kegiatan kooperasi ini adalah amanat konstitusi, amanat Undang-Undang 1945,” ujar Menkop.

Menkop menambahkan, kerja sama tersebut juga akan berfokus pada penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha koperasi dan model pengelolaan koperasi, khususnya koperasi syariah.

Kemudian, literasi, edukasi, penyuluhan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Selain itu, kata Menkop, ada peningkatan digitalisasi dalam rangka penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha koperasi, penguatan jaringan dan kemitraan.

Menurut Menkop, pengembangan koperasi berbasis syariah merupakan bagian penting dalam mendukung arah kebijakan pembangunan nasional, yang bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional secara inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.

“Sebagai contoh implementasinya, unit simpan pinjam koperasi berbasis syariah yang dikembangkan di desa,” ujar Menkop.

Misalnya, kata Menkop, pada koperasi desa merah putih, berpotensi menjadi sarana pendidikan ekonomi syariah bagi para anggota sekaligus masyarakat sekitar, di mana hal ini sesuai dengan salah satu misi dari Al Jamiyatul Washliyah, yakni membangun perekonomian dan lembaga amal sosial umat yang bersyariah dan berkeadilan.

“Kami menyambut baik AL Jamiyatul Washliyah yang dapat berperan aktif dalam mendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sebuah gerakan nasional untuk menghadirkan koperasi berbasis komunitas di setiap desa. Kami yakin, dengan jejaring dan rekam jejak luar biasa, AL Jamiyatul Washliyah, kolaborasi ini akan membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, sekaligus membangun fondasi ekonomi lokal yang kokoh, berkelanjutan, dan berkeadilan,” ujar Menkop.

Menkop berharap, melalui sinergi antara kebijakan pemerintah dan kekuatan komunitas AL Jamiyatul Washliyah, kita bisa menghadirkan desa-desa yang mandiri, inklusif, dan berkemajuan.

Menkop menambahkan, kegiatan koperasi bukan hanya milik Kementerian Koperasi, tetapi ini adalah sebagai gerakan negara, sehingga seluruh elemen unsur masyarakat berhak dan sebenarnya wajib untuk mendukung kooperasi.

Karena sekali lagi koperasi adalah amanat para pendiri bangsa dan amanat konstitusi.

“Karena itu kami dengan sangat senang tadi kerja sama yang seperti ini bisa dilakukan secara lebih intensif terhadap organisasi keagamaan maupun termasuk dengan organisasi sosial kemasyarakatan yang lainnya. Karena koperasi adalah yang pertama filosofinya itu memang berbasis asas kekeluargaan, asas kebersamaan dan asas gotong royong sehingga nilai-nilai itulah sebenarnya yang sekarang seharusnya kita kedepankan lagi,” papar Menkop.

Sementara itu, Ketua Umum AL Jamiyatul Washliyah Masyhuril Khamis mengatakan, ormas yang dipimpinnya berdiri di Medan, dan sudah berusia 95 tahun yang lalu.

Selama ini memang ormas hanya fokus di bidang-bidang sosial keagamaan, mendirikan sekolah, pesantren, kemudian perguruan tinggi.

Tapi, di periode lima tahun terakhir pihaknya juga bergerak di ekonomi, sehingga punya beberapa lembaga-lembaga kegiatan keekonomian, termasuk koperasi.

“Alhamdulillah kami sudah berdiskusi. Karena itu kami berharap kolaborasi ini betul-betul bisa kita implementasikan sejalan dengan visi pemerintah yang luar biasa,” ujar Masyhuril***

Cegah Kecelakaan saat Mudik, Kemnaker Periksa Kesehatan dan Kelelahan Pengemudi di 6 Kota

0

Bogordaily.netKementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bergerak untuk membantu menjamin keselamatan masyarakat selama mudik Lebaran 2026 dengan menurunkan Tim Penguji Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna memeriksa kondisi kesehatan fisik dan risiko kelelahan para pengemudi bus serta mobil travel di enam titik pemantauan mudik utama.

Adapun enam titik lokasi pemeriksaan berada di terminal dan pool bus, travel, serta perusahaan yang menyelenggarakan mudik bersama di Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, Medan, dan Samarinda.

Langkah ini dilakukan karena keselamatan pemudik tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan dan kelancaran jalur, tetapi juga oleh kesiapan fisik dan kewaspadaan pengemudi.

Dalam perjalanan jarak jauh dengan durasi kerja panjang, kelelahan dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Dirjen Binwasnaker & K3), Ismail Pakaya, mengatakan pemeriksaan tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan pengemudi berada dalam kondisi prima sebelum dan selama bertugas mengantarkan penumpang.

“Penilaian ini bertujuan untuk memastikan pengemudi dalam kondisi prima. Hal ini penting karena faktor pengemudi atau manusia (human error) akibat kelelahan perjalanan jarak jauh dengan durasi kerja panjang menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas,” ujar Ismail Pakaya dalam Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Jumat 13 Maret 2026.

Ia menjelaskan, Tim Penguji K3 melakukan penilaian langsung kepada pengemudi, mulai dari identifikasi pola kerja dan waktu istirahat, peme riksaan kesehatan fisik dasar, hingga evaluasi berbagai faktor yang berpotensi memicu kelelahan selama perjalanan.

Pemeriksaan ini diharapkan dapat menjadi langkah pencegahan dini untuk menekan risiko di jalan.

Selain pemeriksaan fisik, Kemnaker juga memberikan edukasi kepada pengemudi dan operator transportasi mengenai pentingnya manajemen kelelahan kerja.

Edukasi ini menekankan bahwa tubuh manusia memiliki batas kemampuan fisiologis dalam mempertahankan kewaspadaan, terutama saat berkendara dalam waktu lama dan di tengah kepadatan arus mudik.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan promotif dan preventif dalam penerapan K3 di sektor transportasi darat, dengan menekankan pentingnya pengendalian faktor manusia dalam sistem keselamatan transportasi,” kata Ismail.

Menurutnya, upaya ini bukan semata pemeriksaan teknis, melainkan bagian dari ikhtiar bersama untuk melindungi masyarakat.

Sebab, pengemudi yang sehat dan tidak kelelahan akan sangat menentukan ke selamatan penumpang hingga tiba di tujuan.

Ismail menambahkan, langkah proaktif tersebut merupakan hasil kolaborasi intensif antara Kemnaker, Kementerian Perhubungan, dan pemerintah daerah.

“Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran para pengemudi dan operator transportasi mengenai pentingnya pengelolaan kelelahan kerja dalam mendukung perjalanan mudik yang aman, selamat, dan nyaman,” kata Ismail***

Duel Sengit Dua Ibu Rumah Tangga di Grand Final MasterChef Indonesia, Siapa yang Akan Mengangkat Trofi?

0

Bogordaily.net – Babak penentuan akhirnya tiba! Ajang memasak paling bergengsi di Tanah Air, MasterChef Indonesia, kini memasuki Grand Final yang mempertemukan dua grand finalis tangguh: Bunga (Malang) dan Stephani (Pontianak). Menariknya, keduanya sama-sama merupakan ibu rumah tangga yang dikenal kuat, penuh ambisi, dan memiliki passion besar di dunia memasak. Perjalanan panjang mereka akhirnya membawa keduanya ke duel terakhir untuk memperebutkan gelar juara.

Di episode Grand Final ini, para finalis harus melewati empat ronde tantangan besar yang akan menguji kemampuan, kreativitas, serta konsistensi mereka di dapur MasterChef. Suasana semakin emosional ketika para kontestan yang telah tereliminasi kembali hadir di galeri untuk memberikan dukungan dan semangat kepada Bunga dan Stephani.

Pada ronde pertama, para grand finalis harus menghadapi savory challenge dengan bahan utama Alaska Seafood. Tantangan ini menjadi semakin menarik karena Bunga dan Stephani tidak memasak sendirian. Mereka akan memilih sendiri rekan dari kontestan yang sudah tereliminasi untuk membantu menyelesaikan hidangan.

Setiap hidangan akan dinilai langsung oleh para juri dengan skor mulai dari 0 hingga 100 poin, sehingga setiap detail masakan menjadi sangat menentukan.

Yang semakin spesial, di ronde ini hadir juri tamu internasional, yaitu Luke J. Lindberg (Wakil Menteri Pertanian AS untuk Urusan Perdagangan dan Pertanian Luar Negeri), yang turut memberikan penilaian terhadap hidangan para finalis.

Setelah hidangan gurih, tantangan berlanjut ke ronde kedua dengan tema dessert. Kali ini para grand finalis harus melakukan duplicate dish pastry milik Chef Karen Carlotta.

Bukan sekadar membuat dessert biasa, para finalis harus meniru secara presisi tampilan, tekstur, hingga rasa dari hidangan pastry tersebut. Dalam ronde ini, mereka juga masih dibantu oleh kontestan lainnya, membuat kerja sama tim menjadi faktor penting dalam menyelesaikan tantangan.

Setelah dua ronde yang penuh tekanan, masih ada satu tantangan lagi yang akan menentukan segalanya. Tantangan terakhir ini dipastikan membawa kejutan besar yang bisa mengubah perolehan poin secara drastis.

Dengan penilaian yang semakin ketat dan kompetisi yang semakin sengit, siapakah yang berhasil mengumpulkan poin tertinggi di Grand Final? Dan siapa yang akhirnya membawa pulang piala MasterChef Indonesia?

Saksikan pertarungan terakhir yang penuh emosi, strategi, dan masakan luar biasa di Grand Final MasterChef Indonesia season 13, tayang exclusive di RCTI, Sabtu – Minggu, 14 – 15 Maret, pukul 17.00 WIB.

Siaran digital RCTI di rumah Anda dengan kualitas paling jernih dan stabil hadir di channel 28. Jika ada kendala, cukup lakukan scan ulang pada TV digital. Untuk pengguna set top box (STB) pastikan fitur LCN sudah dalam posisi on sebelum melakukan scan ulang, dan jika masih ada gangguan perihal tayangan RCTI, langsung aja klik bio media sosial @officialrcti, gratis!.***

Berkonsep Unik Ala Aladin, Polres Bogor Hadirkan Pos Terpadu Hoegeng untuk Masyarakat Istirahat saat Mudik

0

Bogordaily.net – Polres Bogor menghadirkan Pos Terpadu Hoegeng di kawasan Gadog dengan konsep unik dan tematik untuk menarik perhatian para pemudik yang melintas di jalur Puncak.

Adapun, dengan desain yang eye-catching, dengan mengangkat tema ‘Aladin’ khas Timur Tengah lengkap dengan patung raksasa,

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyampaikan bahwa, Pos terpadu ini dibangun atas arahan Kapolda Jawa Barat agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat singgah, beristirahat.

Serta memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan, mulai dari pijat gratis, layanan kepolisian, hingga fasilitas tempat ibadah.

“Kita dari Polres Bogor menjalankan petunjuk dari Kapolda Jawa Barat beliau memerintahkan seluruh Polres di Jawa Barat untuk membuat satu pos terpadu yang sifatnya unik dan tematik,” kata AKBP Wikha.

Ia berharap, pos terpadu ini menjadi titik persinggahan yang nyaman bagi para pemudik sebelum melanjutkan perjalanan.

“Harapan dari Kapolda Jawa Barat pos terpadu ini dapat menarik masyarakat yang berkegiatan mudik sehingga bisa singgah di Pos yang disediakan karena disini juga disediakan layanan seperti pijat gratis, dan layanan kepolisian disini,” jelasnya.

“Khusus di Pos Hoegeng disediakan tempat ibadah harapanya agar bisa beristirahat sembari berkegiatan mudik,” tambah Wikha.

Selain Pos Terpadu Gadog, Polres Bogor juga menyiapkan 14 pos pengamanan yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor serta satu pos pelayanan di Rest Area Gunung Mas yang difungsikan sebagai titik pengendalian arus lalu lintas, termasuk saat penerapan sistem one way.

Pos terpadu ini juga melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, tim medis, hingga relawan Supeltas yang berjumlah sekitar 65 orang untuk membantu kelancaran dan keselamatan selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.***

Albin