Tuesday, 21 April 2026
Home Blog Page 255

Dua Sisi Transformasi RSUD Kota Bogor : Melangkah dengan Hati dan Pengelolaan Biaya Tertata

0

Bogordaily.net – Pekan ini, semangat baru terasa dari apel pagi bersama dr. Sri Nowo Retno, MARS. Beliau mengingatkan bahwa pelayanan yang cepat, tepat, dan penuh empati harus berjalan beriringan dengan pengendalian biaya yang cerdas. Bukan untuk membatasi, tapi untuk memperkuat pelayanan.

Setiap rupiah yang diselamatkan dari pemborosan adalah peluang untuk menghadirkan obat lebih lengkap, fasilitas lebih baik, dan layanan yang makin bermutu.

Zona wajib senyum hadir sebagai energi positif bagi pasien, sementara mekanisme cost containment diperketat demi keberlanjutan rumah sakit.

Di hadapan seluruh staff, dr. Retno tidak hanya menggugah nurani, tetapi juga menunjukkan visi kepemimpinan yang modern.

Ia paham, rumah sakit yang sehat bukan hanya diukur dari senyum ramah para staff, tetapi juga dari kesehatan finansialnya.

Cost containment, yang ia jelaskan sebagai upaya penghematan biaya yang rasional dan strategis, menjadi senjata rahasianya.

Integritas menjadi pondasi. Efisiensi menjadi strategi. Empati menjadi roh pelayanan.

Transformasi pun terasa di dua sisi: senyum hangat di depan, manajemen biaya yang disiplin di belakang layar.

Dua kekuatan yang menyatu untuk masa depan layanan kesehatan Kota Bogor yang lebih baik.

“Ini adalah praktik untuk mengendalikan biaya operasional secara ketat tanpa menggerus kualitas layanan sedikit pun,” tegasnya.

Pesannya jelas, yakni setiap rupiah yang dihemat dari pemborosan yang tidak perlu, adalah satu langkah lebih dekat untuk membeli obat lebih banyak, memperbaiki fasilitas, dan pada akhirnya, meningkatkan kualitas hidup pasien.***

Muhammad Irfan Ramadan

Rapat DPR Memanas, Firman Soebagyo Sentil Pejabat Pembuat Konten di Tengah Bencana

0

Bogordaily.net – Suasana Rapat Kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, mendadak panas saat Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, meluapkan amarahnya terhadap etika penanganan bencana di Sumatera.

Di hadapan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Firman tanpa tedeng aling-aling mengkritik keras perilaku sejumlah pejabat daerah yang dinilainya lebih sibuk membangun citra diri ketimbang tulus membantu korban.

Kegeraman politisi senior ini meledak saat membahas penanganan banjir dan longsor yang melanda sebagian wilayah Sumatera, Kamis (4/12/2025).

Ia menyoroti dua praktik penyaluran bantuan yang dianggapnya sangat tidak manusiawi dan sarat akan pencitraan.

Pertama, Firman menyindir tajam aksi pemberian bantuan logistik yang dilempar begitu saja dari udara seolah tanpa menghargai para korban yang tengah berduka dan menderita.

“Saya minta juga kepada kepala daerah di sana, ketika membantu para korban hendaklah yang sopan. Tidak perlu memberikan berasnya dilempar-lempar dari helikopter,” kata Firman dalam rapat.

Tak berhenti di situ, sorotan paling tajam diarahkan pada pejabat yang memanfaatkan momen duka untuk konten pribadi.

Menurutnya, aksi berpose di depan kamera sambil memanggul karung beras adalah sebuah pertunjukan yang tidak perlu dan menyakiti hati.

Ia meminta agar bantuan diserahkan secara wajar tanpa perlu ada drama pencitraan.

“Enggak perlu ada yang pencitraan dipanggul dan sebagainya. Enggak perlu. Mohon, serahkan langsung. Siapapun orangnya,” ujarnya dengan nada tegas.

Selain etika penyaluran bantuan, Firman juga mengaku miris melihat pemandangan yang kontras di tengah lokasi bencana.

Ia menyoroti masih beroperasinya truk-truk pengangkut kayu milik perusahaan di saat masyarakat sedang berjuang menyelamatkan diri dan harta benda.

Hal ini, menurutnya, menunjukkan betapa rendahnya rasa krisis (sense of crisis) dari pihak perusahaan.

“Dalam situasi bencana alam yang sedemikian besar ada truk yang mengangkut kayu, walaupun ada izin, saya minta kepada Pak Menteri ditindak tegas kalau perlu dicabut izinnya,” katanya.

Bagi Firman, tindakan perusahaan yang tetap sibuk mengeruk keuntungan di tengah penderitaan rakyat adalah sebuah penghinaan besar yang tidak bisa ditoleransi.

Ia menyoroti bantuan logistik dilempar dari udara dan pejabat berpose saat menyerahkan bantuan dianggap mencitrakan diri.

Firman meminta tindakan tegas terhadap perusahaan kayu yang tetap beroperasi di tengah situasi darurat bencana alam tersebut.

“Ini pelecehan ke negara. Pelecehan kepada rakyat yang ada di sana,” tambahnya.

Saking berapi-apinya Firman menyampaikan kritik, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Alex Indra Lukman, yang memimpin rapat sempat memberikan interupsi untuk mengingatkan agar pembahasan tetap fokus pada lingkup kerja Kementerian Kehutanan.

“Pak Firman tolong yang berkaitan dengan Kementerian Kehutanan saja, Pak,” tegur Alex.

Meski demikian, Firman kembali menegaskan di akhir pembicaraannya bahwa persoalan utama di Indonesia bukanlah pada regulasi yang sudah ada, melainkan pada lemahnya ketegasan dan konsistensi dalam penegakan aturan di lapangan.***

KemenUMKM–Deltras FC Sinergikan Pengembangan UMKM di Stadion Sidoarjo

0

Bogordaily.net — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KemenUMKM) bersama Deltras FC menjajaki kolaborasi untuk mengembangkan usaha mikro kecil di kawasan Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur.

“Langkah ini merupakan bagian dari implementasi MoU tiga kementerian mengenai pengelolaan stadion dan kawasan sekitarnya oleh klub sepak bola,” kata Tenaga Ahli Menteri Bidang Kemitraan KemenUMKM, Budi Setiawan, setelah pertemuan dengan Deltras FC pada Kamis (4/12/2025) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Ia menjelaskan kerja sama ini merupakan bentuk affirmative action dari MoU antara KemenUMKM, Kemendagri, dan Kemenpora. Kolaborasi tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Kemendagri tentang optimalisasi pemanfaatan stadion sepak bola dan penyelenggaraan olahraga di daerah.

“Kolaborasi ini fokus pada optimalisasi pemanfaatan stadion dan kawasan sekitarnya. Tujuannya adalah menghadirkan nilai ekonomi yang saling menguatkan antara klub sepak bola dan pengusaha mikro, kecil, dan menengah yang beraktivitas dalam ekosistem stadion,” ujar Budi.

Ia menambahkan terdapat 20 stadion di seluruh Indonesia yang masuk dalam skema kerja sama ini. Menurutnya, strategi pengelolaan akan melibatkan UMKM yang berasal dari komunitas suporter maupun non-suporter. Keduanya dinilai memiliki peran penting dalam ekosistem klub sepak bola.

“Banyak suporter yang juga merupakan pengusaha UMKM. Melibatkan mereka adalah bagian dari tanggung jawab klub dalam pembinaan dan peningkatan kapasitas usaha mikro. Sementara UMKM non-suporter adalah mitra atau pihak ketiga yang sudah atau akan bekerja sama dengan klub,” kata Budi.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional serta Surat Edaran Kemendagri Nomor 400.2/2612/SJ mengenai pemanfaatan stadion dan penyelenggaraan olahraga di daerah.

CEO Deltras FC, Amir Burhanuddin, menyambut baik rencana kolaborasi ini dan menilai bahwa model pengelolaan seperti ini memiliki potensi menjadi rujukan nasional.

“Jika pengembangan UMKM di dalam stadion ini berjalan baik, Deltras bisa menjadi pionir bagi daerah lain. Stadion di Indonesia cukup banyak, dan keberhasilan satu model dapat menjadi inspirasi bagi klub serta UMKM lainnya,” ujarnya.

Tim KemenUMKM dalam kesempatan tersebut melakukan identifikasi awal terhadap potensi Deltras FC dalam menjalankan program Holding UMKM serta peluang kolaborasi pengelolaan kawasan Stadion Gelora Delta. Tim juga melakukan pertemuan dengan Deltras FC, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, serta Dinas Pemuda dan Olahraga dan Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Sidoarjo.

Sekretaris Deputi Usaha Menengah, Kementerian UMKM, Fitri Rinaldi, menjelaskan kawasan Gelora Delta saat ini berada di bawah pengelolaan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sidoarjo.

“Dari diskusi bersama, kami melihat potensi yang sangat besar apabila dilakukan sinergi lintas pihak dalam pengelolaan kawasan. Hal ini dapat memberikan dampak signifikan bagi peningkatan ekonomi daerah, khususnya bagi UMKM, sekaligus mengoptimalkan seluruh aset kawasan,” ujar Rinaldi.

Pertemuan ini diharapkan menjadi dasar informasi dalam pelaksanaan program Holding UMKM serta implementasi MoU Tiga Menteri (Mendagri, Menteri UMKM, dan Menpora) untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan nilai ekonomi kawasan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.***

DPRD Kota Bogor Libatkan Publik dalam Pembentukan Raperda Penyelenggaraan Pasar, Minimarket Bakal Diatur Ketat

0

Bogordaily.net – DPRD Kota Bogor resmi memulai pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usul prakarsa mengenai Penyelenggaraan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan dalam rapat paripurna, Selasa (2/12/2025). Regulasi ini disiapkan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan menata persebaran pusat perbelanjaan di Kota Bogor.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bogor, Anna Mariam Fadhilah, mengatakan bahwa aturan tersebut menjadi krusial di tengah pesatnya pertumbuhan sektor perdagangan. “Pengaturan yang tepat dari Pemerintah Daerah diperlukan untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Anna, Raperda ini menargetkan perlindungan, penataan, serta pemberdayaan bagi pasar rakyat, pedagang, konsumen, dan pelaku ekonomi lain. Di saat yang sama, regulasi diharapkan mampu menciptakan sinergi yang lebih kuat antara pusat perbelanjaan modern dan pasar rakyat agar distribusi dan tata niaga lokal berjalan lebih efisien.

“Perkembangan perdagangan di Kota Bogor menuntut adanya pengaturan yang mampu menjaga keseimbangan dan keadilan antara pasar rakyat, pusat perbelanjaan, dan toko swalayan,” kata Anna.

Dalam penyusunan draft awal, DPRD Kota Bogor melibatkan masyarakat, mahasiswa, pakar ekonomi, hingga tenaga ahli melalui forum rapat dengar pendapat (RDP) di masing-masing komisi. Anna menegaskan bahwa partisipasi publik penting untuk memastikan substansi aturan sesuai kebutuhan nyata di lapangan.

“Kami mendapatkan banyak masukan dari masyarakat. Harapannya, Raperda ini mampu menjawab persoalan sektor ekonomi di Kota Bogor,” jelasnya.

Salah satu isu yang paling banyak disoroti adalah jarak antar minimarket yang dinilai terlalu berdekatan. Warga menilai kondisi tersebut mengancam keberlangsungan warung dan UMKM lokal. Anna memastikan masukan ini akan diterjemahkan ke dalam pasal yang mengatur toko swalayan dan minimarket.

Draft awal Raperda ini terdiri dari tujuh bab dan 61 pasal. Regulasi tersebut diproyeksikan menjadi landasan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perdagangan Kota Bogor.***

KemenUMKM Gelar Layanan Pelindungan dan Pemulihan bagi UMKM di Mandailing Natal

0

Bogordaily.net — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat layanan pelindungan dan kesiapsiagaan risiko usaha bagi para pengusaha UMKM di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan UMKM tetap tangguh menghadapi potensi risiko lingkungan dan dinamika ekonomi daerah, sebagaimana disampaikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Mandailing Natal, Sumatera Utara, Kamis (4/12).

Menteri Maman menyampaikan harapan sekaligus empati kepada masyarakat Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh atas berbagai kondisi yang harus dihadapi dan memerlukan kewaspadaan bersama.

“Hari ini melalui kegiatan Pelindungan dan Pemulihan UMKM di Kabupaten Mandailing Natal, kami hadir memberikan layanan langsung bagi para pengusaha UMKM yang membutuhkan peningkatan kesiapsiagaan terhadap risiko lingkungan maupun risiko usaha ke depan. Pada kesempatan ini, kami juga menyalurkan bantuan bagi UMKM yang terdampak,” ujar Menteri Maman dalam sambutannya.

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian UMKM menggandeng PT PNM, Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara, dan pihak lainnya untuk memastikan dukungan akses layanan, pendampingan, serta bantuan menjangkau para pengusaha UMKM secara tepat dan efektif.

Menteri Maman menegaskan penguatan kapasitas dan ketahanan usaha tidak hanya bergantung pada respons cepat, tetapi juga kemampuan membangun fondasi berkelanjutan.

“Melalui Pelindungan dan Pemulihan UMKM, kami berkomitmen untuk terus hadir mendampingi setiap langkah pemulihan dan penguatan usaha, hingga UMKM mampu bangkit lebih solid menghadapi situasi apa pun,” katanya.

Kegiatan ini juga memfasilitasi UMKM dalam mengakses berbagai layanan penting seperti legalitas usaha, perizinan, dan pembiayaan.

Menteri Maman menekankan pentingnya legalitas sebagai instrumen mitigasi risiko.
“Legalitas merupakan alat penting agar UMKM tetap aman dan terlindungi ketika menghadapi kondisi alam atau situasi ekonomi yang tidak dapat diprediksi. Dengan tercatat secara formal, usaha memiliki pegangan kuat untuk bertahan,” ujarnya.

Menteri UMKM juga mengajak para pengusaha UMKM di Mandailing Natal untuk tetap bersemangat, tidak menyerah, dan terus bergerak maju.

“Yakinlah bahwa negara selalu bersama para pengusaha UMKM dari proses peningkatan kesiapsiagaan hingga penguatan usaha agar kembali tumbuh dan pulih,” katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay, Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution, dan Komisaris Utama PT PNM Dradjad Hari Wibowo.***

Aktifkan Protokol Manajemen Kelangsungan Usaha, Akses Layanan BRI Tetap Terjaga di Daerah Terisolir Bencana Banjir Bandang melalui Satelit

0

Bogordaily.net– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sangat concern terkait dengan penanganan bencana dan memastikan layanan perbankan tetap beroperasi di wilayah terdampak banjir di Sumatra berkat penerapan Manajemen Kelangsungan Usaha/Business Continuity Management (BCM) yang memadai. Sebagai bagian dari penerapan BCM, BRI juga mengandalkan infrastruktur satelit BRIsat untuk memastikan keberlanjutan layanan di tengah situasi bencana di tengah lumpuhnya jaringan seluler dan terputusnya kabel fiber optik di sejumlah titik.

Kantor Cabang BRI Sibolga menjadi salah satu titik penting yang tetap terhubung dengan kantor wilayah dan pusat melalui jaringan satelit tersebut. Melalui koneksi BRIsat, kantor cabang dapat melakukan koordinasi cepat dengan posko pusat dan pemerintah daerah, penarikan tunai bagi masyarakat yang membutuhkan dana darurat, penyaluran bantuan, serta penyampaian informasi kondisi lapangan secara real-time.

Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom menyampaikan bahwa keandalan BRIsat dalam situasi ekstrem merupakan wujud nyata kesiapan infrastruktur teknologi BRI untuk menjaga kesinambungan layanan di seluruh pelosok negeri. Ia menegaskan bahwa keberadaan satelit milik BRI menjadi fondasi utama keandalan operasional, bahkan saat jalur komunikasi terestrial terganggu akibat bencana alam.

“BRIsat dirancang untuk memastikan jaringan BRI tetap terhubung kapan pun dan di mana pun, termasuk dalam kondisi darurat. Ketika jaringan komunikasi umum tidak dapat berfungsi akibat bencana, sistem satelit kami memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap layanan keuangan. BRIsat menjadi simbol ketangguhan infrastruktur digital BRI dalam mendukung inklusi keuangan, menjaga stabilitas layanan, dan memperkuat peran BRI sebagai penghubung ekonomi rakyat di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Keberhasilan BRIsat menjaga konektivitas di wilayah terdampak banjir memperlihatkan kesiapan infrastruktur digital BRI dalam menghadapi berbagai situasi ekstrem. Dengan jaringan yang menjangkau lebih dari tujuh ribu unit kerja di seluruh Indonesia, termasuk di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), BRI terus berkomitmen untuk memperluas akses terhadap layanan keuangan yang andal dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui kerangka BCM yang komprehensif dan terstruktur, BRI memastikan layanan penting perbankan tetap beroperasi, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mendukung pemulihan ekonomi di wilayah terdampak. Pada kondisi darurat, Business Continuity Plan (BCP) segera diaktifkan untuk unit kerja yang terdampak maupun area dengan gangguan jaringan. Integrasi antara BCP dan sistem komunikasi satelit memungkinkan koordinasi serta transaksi penting tetap berjalan, sehingga layanan BRI terus hadir bagi masyarakat meskipun jalur komunikasi utama terputus.

Sementara itu, BRI melalui aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap bencana bagi warga terdampak di wilayah Sumatera. Di wilayah Sumatera Utara, bantuan diberikan berupa bantuan yang diberikan berupa ribuan paket makanan cepat saji, air mineral, sembako, obat-obatan dan lain-lain. Bantuan diserahkan langsung oleh pekerja-pekerja BRI melalui Unit Kerja BRI terdekat di wilayah yang terdampak bencana banjir, secara khusus di Desa Sialang, Desa Silaiya, Desa Bange dan Desa Sipange yang berada di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan.

Di wilayah Sumatera Barat, bantuan perahu karet beserta pelampung disalurkan langsung melalui Posko Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Padang. BRI Peduli juga menyalurkan bantuan berupa ribuan paket makanan cepat saji bagi warga terdampak khsusunya di wilayah Lubuk Minturun, Kec. Koto Tangah, Kota Padang. Bantuan diserahkan langsung oleh Tim Satuan Tanggap Bencana ‘Tim Elang Relawan BRI’ serta pekerja BRI melalui Unit Kerja terdekat di wilayah yang terdampak bencana banjir Padang.***

Dorong Transparansi, Pemkab Bogor Tingkatkan Kompetensi PPID dan Pengelola SP4N-LAPOR

0

Bogordaily.net- Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pelaksana serta Pengelola SP4N-LAPOR! bagi perangkat daerah, yang berlangsung di Gerbera Hotel pada Selasa (2/12/25).

Dengan mengusung tema “Optimalisasi Pengelolaan Informasi Publik dan Pelayanan Pengaduan Masyarakat Melalui SP4N-LAPOR!”,

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kualitas tata kelola informasi publik serta pelayanan pengaduan masyarakat, khususnya di tengah laju perkembangan teknologi informasi dan transformasi digital yang kian cepat.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, menyampaikan bahwa pemerintah harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman serta meningkatnya ekspektasi masyarakat.

Terutama di era digitalisasi di mana masyarakat semakin kritis, melek teknologi, dan memiliki ekspektasi tinggi terhadap kecepatan, transparansi, serta kualitas layanan pemerintah.

“Informasi tidak lagi mengalir satu arah. Masyarakat menuntut akses yang mudah, cepat, dan dapat diandalkan. Begitu juga dengan mekanisme pengaduan publik yang harus ditangani secara profesional dan terintegrasi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan PPID dan sistem nasional SP4N-LAPOR! memiliki peran strategis dalam mewujudkan pemerintahan yang terbuka dan responsif.

PPID bertugas memastikan setiap permohonan informasi publik dapat tersampaikan secara transparan dan sesuai ketentuan, sementara SP4N-LAPOR menjadi kanal resmi pengaduan masyarakat yang terintegrasi secara nasional.

Melalui SP4N-LAPOR!, masyarakat tidak hanya dapat menyampaikan keluhan, tetapi juga aspirasi dan masukan yang menjadi bahan penting dalam perbaikan layanan publik.

“Tantangannya adalah bagaimana kita dapat memberikan respons yang cepat, solutif, dan akuntabel. Hal ini tentu memerlukan peningkatan kapasitas SDM, pemahaman regulasi, serta kemampuan memanfaatkan teknologi secara optimal,” tambah Bambang.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa transformasi digital tidak hanya soal pembaruan sistem, tetapi juga perubahan pola pikir. Aparatur dituntut untuk lebih adaptif, inovatif, dan terbuka terhadap perubahan.

PPID dan pengelola SP4N-LAPOR harus berada di garis terdepan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui Bimtek ini, peserta diharapkan dapat memperdalam pemahaman mengenai tata kelola informasi publik, alur pelayanan SP4N-LAPOR, serta strategi peningkatan kualitas layanan.

Dengan bekal tersebut, perangkat daerah diharapkan mampu mengoptimalkan pelayanan informasi serta pengaduan masyarakat di tengah dinamika kebutuhan publik yang terus berkembang.

Pada kesempatan tersebut, kepala Diskominfo juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk memperkuat kolaborasi dan koordinasi dalam mengoptimalkan pelayanan pengaduan.

“Keberhasilan SP4N-LAPOR dan keterbukaan informasi publik tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem, tetapi oleh komitmen kita bersama untuk melayani masyarakat dengan lebih baik,” tegasnya.

Bambang Widodo Tawekal mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini.

Ia berharap Bimbingan Teknis ini dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas aparatur, memperkuat transparansi pemerintah, serta mewujudkan pelayanan publik di Kabupaten Bogor yang lebih modern, responsif, dan terpercaya.

Kemudian, Koordinator Bidang Fasilitasi Pengaduan dan Pengelolaan Informasi/ Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Madya Kemendagri, Rega Tadeak Hakim menegaskan bahwa PPID memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan informasi masyarakat, sekaligus memastikan setiap pengaduan tersampaikan secara cepat, tepat, dan akuntabel melalui SP4N-LAPOR. Menurutnya, kualitas komunikasi pemerintah sangat menentukan tingkat kepercayaan masyarakat.

“SP4N-LAPOR bukan hanya kanal pengaduan, tetapi instrumen penting membangun transparansi dan responsivitas pemerintah. PPID harus mampu mengelola informasi secara profesional, terstruktur, dan berorientasi pada pelayanan publik,” tukasnya.

Kemudian, Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Mahi M Hikmat menjelaskan bahwa layanan informasi publik merupakan amanat undang-undang dan kewajiban seluruh badan publik untuk mewujudkan transparansi, akuntabilitas, serta pelayanan prima kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi tidak hanya tentang menyediakan data, tetapi juga memastikan bahwa informasi dikelola dengan baik, mudah diakses, dan disampaikan secara tepat dan benar.

Lebih lanjut, Prof. Mahi juga membahas berbagai aspek penting terkait penyelesaian sengketa informasi. Menurutnya, sengketa informasi muncul akibat ketidaksesuaian pemahaman antara badan publik dan pemohon informasi. Oleh karena itu, penting bagi PPID untuk memahami klasifikasi informasi, standar operasional layanan, serta mekanisme keberatan dan penyelesaian sengketa di Komisi Informasi.

“PPID harus menjadi garda terdepan dalam menyediakan layanan informasi publik yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan pemahaman yang kuat, potensi sengketa informasi dapat diminimalisir,” ujarnya.***

Daftar Ban Motor Paling Awet dan Anti Licin, Harga Mulai Rp100 Ribuan

0

Bogordaily.net – Sebagai ujung tombak mobilitas masyarakat, para pengemudi Ojek Online (Ojol) menghadapi tantangan jalanan ekstrem setiap hari mulai dari aspal panas terik hingga genangan air saat hujan.

Keselamatan dan efisiensi operasional sangat bergantung pada satu komponen krusial yakni ban motor.

Memilih ban yang tepat adalah yang memiliki daya cengkeram kuat (anti-slip) dan ketahanan luar biasa (tidak cepat botak) bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Yuk simak rekomendasi ban motor premium yang telah teruji andal di jalanan perkotaan, sangat ideal untuk mobilitas intensif harian para ojol di Indonesia.

1. Michelin Pilot Street

Ban ini adalah jawaban bagi kamu yang mencari keseimbangan sempurna antara performa harian dan keamanan di cuaca tak menentu. Michelin Pilot Street dirancang dengan alur utama berbentuk vortex-shaped groove yang dalam.

Hal itu membuat ban satu ini sangat unggul dalam membelah dan membuang air sehingga menjamin stabilitas dan traksi maksimal saat melibas jalanan basah.

Kombinasi cengkeraman anti-slip yang handal dan daya tahan yang terbukti menjadikannya investasi jangka panjang yang hemat untuk penggunaan Ojol.

Kisaran Harga: Mulai dari sekitar Rp250.000 hingga Rp550.000 per unit (tergantung ukuran).

2. Aspira Premio Sportivo

Aspira Premio Sportivo menawarkan pengalaman berkendara sporty tanpa mengorbankan durabilitas. Berkat teknologi PRO DG (Progressive Groove Design), pola alur dan kompon karetnya dirancang khusus untuk memberikan cengkeraman superior di kondisi kering maupun basah, memastikan performa anti-slip yang optimal.

Ban ini sangat cocok untuk Ojol karena komposisi karetnya menjamin ketahanan tinggi, membuatnya tidak cepat botak meski digunakan untuk perjalanan jarak jauh dan manuver lincah.

Kisaran Harga: Mulai dari sekitar Rp195.000 hingga Rp348.690 (tergantung ukuran).

3. Swallow SB115 Seahawk

Bagi pengguna motor matic Ojol seperti Honda BeAT, Vario, atau Yamaha Mio, Swallow SB115 Seahawk adalah pilihan yang ekonomis namun tangguh.

Ban tipe tubeless ini dirancang dengan material rubber berkualitas yang diklaim tidak cepat tipis, sangat ideal untuk intensitas penggunaan harian Ojol.

Desain tapaknya memberikan traksi yang stabil dan cengkeraman yang baik, penting untuk keselamatan saat mengerem atau berbelok di jalanan kota.

Kisaran Harga: Untuk ukuran umum, diperkirakan mulai dari sekitar Rp100.000-an hingga Rp200.000-an.

4. FDR Sport XR Evo

FDR Sport XR Evo membuktikan keandalannya di iklim tropis dengan menggunakan kompon soft to medium yang cepat panas dan menempel erat pada permukaan aspal. Ban ini dikenal tidak mudah licin, terutama saat hujan.

Meskipun memiliki performa cengkeram yang maksimal, FDR berhasil menjaga daya tahan ausnya dengan menggunakan kompon “reguler”. Alhasil, umur pakai ban tetap panjang sehingga menjadikannya pilihan stabil dan aman untuk operasional Ojol.

Kisaran Harga: Mulai dari sekitar Rp296.000 hingga Rp416.000 untuk ukuran velg 14 inci.

5. Corsa Sport Rain

Seperti namanya, Corsa Sport Rain adalah spesialis jalanan basah. Desain V-shaped groove yang agresif didominasi di seluruh tapak ban untuk memaksimalkan evakuasi air secara cepat yang secara signifikan mengurangi risiko hydroplaning atau efek “terapung” saat melibas genangan.

Ban ini menawarkan handling yang baik, anti-slip di kala hujan, serta memiliki daya tahan yang memadai untuk penggunaan Ojol jangka panjang tanpa cepat botak.

Kisaran Harga: Mulai dari sekitar Rp270.000 hingga Rp420.000 per unit.

6. Maxxis Diamond MA-3DN

Maxxis Diamond MA-3DN unggul berkat pola tread unik berbentuk berlian (diamond pattern) yang sangat fungsional untuk memecah air. Ban ini menggunakan kompon medium yang menjadi rahasia keawetannya; tidak mudah botak, sangat cocok untuk pemakaian intensif Ojol.

Kombinasi kompon yang pas dan pola kembangan yang banyak memberikan grip yang stabil di berbagai kondisi jalan, meminimalkan risiko selip, dan menawarkan handling yang nyaman.

Kisaran Harga: Umumnya berkisar antara Rp200.000-an hingga Rp500.000-an (tergantung ukuran).

7. Pirelli Diablo Rosso Sport

Pirelli Diablo Rosso Sport adalah pilihan premium yang dirancang untuk manuver lincah di perkotaan tanpa mengabaikan keselamatan harian. Ban ini menggunakan kompon full silica inovatif yang menjamin daya cengkeram optimal pada permukaan basah dan dingin.

Desain tapak “petir” yang fungsional memastikan air dialirkan dengan cepat, menjaga area kontak ban ke aspal tetap maksimal.

Dengan stabilitas, daya tahan, dan keamanan di atas rata-rata, ban ini sangat ideal untuk Ojol yang mengutamakan performa.

Kisaran Harga: Mulai dari sekitar Rp300.000 hingga Rp650.000 per unit.***

Lisa Mariana Dijemput Paksa Polisi di Kasus Video Syur

0

Bogordaily.net – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat melakukan upaya penjemputan paksa terhadap mantan model majalah dewasa Lisa Mariana, Kamis, 4 Desember 2025.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menegaskan upaya paksa ini diambil lantaran Lisa dinilai tidak kooperatif.

Dalam kasus video asusila, Lisa tercatat dua kali mangkir dari panggilan penyidik dengan berbagai alasan.

“Kami lakukan upaya paksa penangkapan karena beberapa kali dari panggilan, kita mengalami kesulitan dalam pemeriksaan. Tujuannya untuk memenuhi proses penyidikan,” kata Hendra kepada awak media di Polda Jabar pada Kamis, 4 Desember 2025.

Tak sendirian, pasangan pria dalam video tersebut, berinisial MT, sebelumnya juga telah diperiksa.

Keduanya kini resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi mengantongi dua alat bukti yang cukup terkait tindak pidana transmisi elektronik bermuatan pornografi sesuai UU ITE.

Meski telah berstatus tersangka dan dijemput paksa, Lisa Mariana belum dapat dipastikan apakah ditahan atau tidak.

Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif sembari menunggu kehadiran kuasa hukum sang selebgram di Gedung Direktorat Siber.

“Nanti untuk masalah penahanan akan kita serahkan kepada penyidik, penilaiannya seperti apa. Saat ini tujuannya adalah untuk melengkapi berkas penyidikannya,” jelas Hendra menjawab pertanyaan mengapa Lisa belum ditahan.

Sebagai informasi, kasus ini bermula dari viralnya video syur berdurasi sekitar empat menit yang diduga diperankan oleh Lisa Mariana bersama seorang pria bertato.

Video tersebut tersebar luas di media sosial hingga memicu laporan kepolisian yang berujung pada penetapan tersangka keduanya.***

Cuaca Bogor Hari Ini: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net — Prakiraan cuaca Bogor hari ini dan wilayah Jabodetabek untuk dua hari ke depan menunjukkan kondisi yang perlu diantisipasi.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih akan mendominasi, sementara Kabupaten Bogor menjadi daerah yang perlu waspada terhadap potensi hujan lebat pada Jumat, 5 Desember 2025.

BMKG mencatat sebagian besar wilayah Jabodetabek berada dalam kategori hujan ringan hingga sedang. Jakarta Pusat diperkirakan hanya mengalami hujan ringan, sementara intensitas sedang akan melanda area lain seperti:

* Jakarta Barat
* Jakarta Selatan
* Jakarta Timur
* Jakarta Utara
* Kepulauan Seribu
* Kota/Kabupaten Bekasi
* Kota Depok
* Kota Bogor
* Kota/Kabupaten Tangerang
* Tangerang Selatan

Di antara seluruh wilayah tersebut, cuaca Bogor hari ini, khususnya di Kabupaten Bogor, menjadi sorotan karena berpotensi mengalami hujan lebat—satu-satunya daerah dengan intensitas curah hujan tinggi pada hari itu.

Memasuki Sabtu, BMKG memperkirakan intensitas hujan sedikit menurun. Jakarta Pusat dan Jakarta Utara masih akan diguyur hujan ringan. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang tetap muncul di banyak wilayah, termasuk:

* Jakarta Barat
* Jakarta Selatan
* Jakarta Timur
* Kepulauan Seribu
* Kota/Kabupaten Bekasi
* Kota Depok
* Kota Bogor
* Kabupaten Bogor
* Kota Tangerang
* Tangerang Selatan
* Kabupaten Tangerang

Pada hari kedua ini, BMKG memastikan tidak ada wilayah Jabodetabek yang berpotensi hujan lebat, sangat lebat, atau ekstrem.

Dengan adanya potensi hujan lebat terutama di Kabupaten Bogor pada Jumat, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap risiko banjir, longsor, dan genangan di wilayah rawan. Informasi cuaca Bogor hari ini menjadi krusial bagi aktivitas harian, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan.

BMKG merekomendasikan warga memantau informasi cuaca terkini dan menyesuaikan rencana perjalanan sesuai kondisi lapangan.***