Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 26

Clara Shinta Diduga Bongkar Perselingkuhan Suami, Bukti VC dengan Wanita Lain Viral di Medsos

0

Bogordaily.net – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh kabar dari dunia selebgram. Kali ini, nama Clara Shinta menjadi sorotan setelah secara terbuka mengungkap dugaan perselingkuhan yang melibatkan suaminya, Muhammad Alexander Assad.

Peristiwa ini mencuat di tengah suasana libur pasca-Lebaran 2026, saat banyak publik figur justru membagikan momen kebersamaan bersama keluarga.

Namun berbeda dengan yang lain, Clara justru menghadirkan unggahan yang mengundang perhatian luas sekaligus memicu perdebatan di kalangan warganet.

Kontroversi bermula ketika Clara mengunggah rekaman video call yang diduga memperlihatkan sang suami bersama seorang perempuan lain.

Konten tersebut langsung menyebar dengan cepat di berbagai platform, meskipun unggahan aslinya telah dihapus dari akun pribadinya.

Cuplikan video tersebut dianggap sensitif oleh publik karena memperlihatkan interaksi yang tidak pantas antara dua orang dewasa. Tak butuh waktu lama, rekaman itu pun menjadi bahan perbincangan hangat dan viral di media sosial.

Clara Shinta akhirnya memberikan penjelasan terkait tindakannya mengunggah konten tersebut. Ia mengaku diliputi emosi dan keguncangan saat mengetahui dugaan pengkhianatan tersebut.

“Aku minta maaf. Aku bukan oversharing, tapi kalian pasti tahu rasa gemetarnya kayak apa. Pasti tahu,” ungkap Clara.

Tak hanya menghadapi tekanan publik, Clara Shinta juga mengungkapkan bahwa kondisi dirinya semakin sulit karena kejadian ini berlangsung saat ia berada jauh dari tanah air. Berdasarkan unggahan di media sosial, diketahui dirinya tengah berada di Thailand saat peristiwa tersebut terjadi.

Situasi di negeri orang membuat Clara merasa kebingungan dan tidak memiliki banyak pilihan dalam mengambil langkah.

“Aku lagi di negara orang. Aku gak tahu aku harus ngapain dan gimana,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak Muhammad Alexander Assad belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan yang beredar.

 

Selain Layanan Perbankan, BRI BO Pancoran Salurkan Bingkisan Ramadan 1447 Hijriah

0

Bogordaily.net – BRI Branch Office (BO) Pancoran terus memberikan kepedulian di Ramadan 1447 Hijriah.

Salah satu bentuknya dengan memberikan bingkisan ramadan. Jelang lebaran, BRI Pancoran menyalurkan bingkisan untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Kali ini penyaluran bingkisan ramadan 1447 Hijirah dilakukan oleh Manager Operasional BRI BO Pancoran, Desiyanto Wicaksono. Adapun bingkisan ramadan diberikan ke panti asuhan, duafa serta masyarakat yang membutuhkan di lingkungan sekitar kantor BRI BO Pancoran.

Pimpinan BRI BO Pancoran, Ainul Wardi menjelaskan, pihaknya menyalurkan paket sembako di Ramadan untuk persiapan lebaran.

Biasanya masyarakat membutuhkan sembako. Oleh karena itu BRI BO Pancoran menyalurkan paket sembako kepada yang membutuhkan.

“Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat sesuai kebutuhan,” ujarnya Ainul.

Ainul menambahkan, tak hanya di Ramadan saja, BRI BO Pancoran juga selalu berupaya menyalurkan berbagai bantuan sesuai dengan kebutuhan di lingkungan. Ada untuk kesehatan, pendidikan, sosial, keagamaan dan lainnya.

“Kami mencoba memberikan yang terbaik untuk lingkungan sekitar sesuai dengan apa yang dibutuhkan,” tegasnya.

Seperti kita ketahui, BRI memiliki aneka produk dan program unggulan yang jelas menguntungkan nasabahnya. Beragam kemudahan serta benefit terbaik selalu diberikan. Pelayanan prima juga tak pernah luput diberikan oleh BRI kepada seluruh nasabah dan masyarakat.

“Ayo jadi nasabah BRI, bisa ikut program berhadiah hingga bisa menikmati beragam promo menarik,” tutupnya.(*)

Yantie Rachim Ingatkan Remaja Kota Bogor Waspadai Judi Online dan Pinjol Ilegal

0

Bogordaily.net-Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim, tak henti-hentinya mengingatkan warga khususnya kaum remaja agar menghindari membuka Judi Online dan Pinjaman Online.

Ia menyebut di era digital saat ini, perkembangan teknologi tidak hanya memberikan dampak positif, tetapi juga menghadirkan dampak negatif yang dimanfaatkan oknum tertentu.

Hal ini menimbulkan tantangan serius, khususnya bagi anak dan remaja yang rentan terjebak pinjaman online ilegal maupun praktik judi online.

Yantie Rachim, menyampaikan kegiatan sosialisasi ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menjadi wadah membangun kesadaran bersama.

Ia berharap remaja Kota Bogor semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi digital, mampu mengendalikan diri dari godaan negatif, dan tumbuh menjadi generasi yang sehat, produktif, serta berprestasi.

Yantie Rachim menilai, terjeratnya anak dan remaja dalam pinjol maupun judol bukan hanya karena kurangnya edukasi atau sosialisasi, tetapi juga minimnya perhatian orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai.

“Ini menjadi alarm bagi semua, khususnya di Kota Bogor, agar lebih waspada dan diimbangi dengan langkah-langkah preventif. PKK sebagai organisasi yang peduli terhadap lingkungan anak, remaja, dan keluarga berkewajiban aktif melakukan pencegahan,” ujarnya

Selain itu, melalui sosialisasi ini, Yantie Rachim juga berharap anak dan remaja dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan serta menyebarkan pesan-pesan positif kepada teman sebaya di lingkungannya.

“Semoga peserta yang hadir, khususnya anak dan remaja Kota Bogor, mampu menjadi pelopor sekaligus pelapor serta agen perubahan lintas generasi, tidak hanya untuk sebaya, tetapi juga adik-adiknya maupun yang lebih dewasa. Utamanya terkait bahaya judol dan pinjol ilegal,” tegasnya.

Selain itu, ia juga secara resmi membuka sosialisasi dan pembinaan Judi Online dan Pinjaman Online Teratasi (Jupiter) bagi anak dan remaja Kota Bogor.

Jupiter merupakan bagian dari program prioritas Kelompok Kerja (Pokja) I TP PKK Kota Bogor, yaitu, Keluarga Indonesia Sejahtera Harmonis (KISAH).***

Kebakaran di Rumpin Bogor Kembali Terjadi, Pabrik Helm Ludes Dilalap Api

0

Bogordaily.net – Kebakaran di Rumpin Kabupaten Bogor itu datang lagi. Seperti deja vu yang tak diharapkan.

Senin pagi, 30 Maret 2026, sekitar pukul 09.30 WIB, api mendadak mengamuk di sebuah pabrik helm di Kampung Nawing, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Tak ada aba-aba panjang. Api langsung membesar. Cepat. Rakus. Seolah tahu apa yang harus dilahap lebih dulu.

Dugaan sementara sederhana: dari area pengecatan. Tempat yang memang akrab dengan bahan-bahan mudah terbakar. Thinner. Cairan kimia. Material produksi helm. Kombinasi yang, sekali tersulut, sulit diajak kompromi.

Para pekerja tak punya banyak pilihan. Mereka berhamburan keluar. Menyelamatkan diri. Tak ada yang sempat berpikir panjang—yang penting menjauh dari kobaran.

Asap hitam tebal membumbung. Menutup langit Rumpin pagi itu. Kepanikan tak terhindarkan. Api menjalar cepat, seperti menemukan jalannya sendiri di antara tumpukan bahan produksi.

Kebakaran di Rumpin kali ini kabarnya bukan yang pertama. Ini yang kedua. Itu artinya ada sesuatu yang belum benar-benar selesai dari kejadian sebelumnya. Entah dari sistem keamanan, entah dari prosedur kerja.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi soal penyebab pasti. Juga belum ada angka kerugian. Biasanya, angka-angka itu datang belakangan—setelah api padam, setelah asap menghilang, setelah orang mulai menghitung ulang apa yang tersisa.

Petugas masih bekerja di lokasi. Memadamkan, mengamankan, sekaligus menyelidiki.

Kebakaran di Rumpin ini kembali menjadi pengingat: di tempat yang penuh bahan mudah terbakar, satu percikan kecil bisa berubah menjadi bencana besar. Dan, sering kali, datang tanpa sempat dicegah.***

Pemkot Bogor Alihkan Belanja Malam Pasar Bogor ke Jambu Dua

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota Bogor mulai mengalihkan aktivitas belanja sayuran pada malam hingga pagi hari dari sejumlah ruas jalan di sekitar Pasar Bogor ke Pasar Jambu Dua. Kebijakan ini efektif diberlakukan mulai Senin malam, 30 Maret 2026.

Pengalihan ini menyasar aktivitas perdagangan yang selama ini berlangsung pada pukul 24.00 hingga 08.00 WIB di kawasan Jalan Roda, Jalan Bata, Jalan Padati, dan Jalan Lawang Saketeng.

Masyarakat yang biasa berbelanja di lokasi tersebut kini diarahkan untuk bertransaksi di Pasar Jambu Dua.

Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Jenal Abidin, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya penataan kawasan Pasar Bogor agar lebih tertib, bersih, dan nyaman, baik bagi pedagang maupun pengguna jalan.

“Mulai 30 Maret 2026 malam, aktivitas jual beli sayuran pada jam-jam tersebut kami pusatkan di Pasar Jambu Dua. Ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan dan menata kawasan Pasar Bogor agar lebih rapi,” ujar Jenal Abidin.

Ia menambahkan, Pasar Jambu Dua telah disiapkan sebagai pusat aktivitas perdagangan yang representatif dengan fasilitas yang memadai.

Pasar tersebut juga beroperasi selama 24 jam, sehingga diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang berbelanja pada malam hingga dini hari.

“Pasar Jambu Dua buka 24 jam. Masyarakat yang membutuhkan bahan kebutuhan pokok, terutama sayuran, bisa datang mulai pukul 21.00 WIB hingga pagi hari. Fasilitasnya juga kami siapkan agar lebih nyaman,” jelasnya.

Selain itu, Jenal Abidin mengajak masyarakat untuk mendukung keberlangsungan pasar rakyat dengan berbelanja di lokasi yang telah ditentukan.

Menurutnya, penataan ini tidak hanya berdampak pada ketertiban kota, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan pedagang.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung pasar rakyat. Dengan berbelanja di tempat yang sudah disediakan, kita bisa menciptakan pasar yang bersih, nyaman, dan tentunya memberikan keuntungan bagi para pedagang,” katanya.(Muhammad Irfan Ramadan)

9 Jendral Purnawirawan Ajukan Citizen Lawsuit, Polda Metro Digugat soal Kasus Ijazah Jokowi

0

Bogordaily.net – Purnawirawan jenderal tiba-tiba kembali menjadi pusat perhatian. Bukan karena seremoni. Bukan pula karena reuni. Mereka datang dengan sesuatu yang lebih keras: gugatan.

Sebanyak 17 warga negara memilih jalur yang tidak biasa. Mereka mengajukan citizen lawsuit ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sasarannya jelas: Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Di antara mereka, ada sembilan jenderal TNI purnawirawan. Nama-nama itu bukan orang sembarangan. Ada Mayjen TNI (Purn) Soenarko, mantan Danjen Kopassus. Ada pula Laksma TNI (Purn) Sony Santoso, hingga Marsda TNI (Purn) Firdaus Syamsudin.

Barisan itu dilengkapi para perwira menengah. Enam orang. Pangkat kolonel. Mereka ikut berdiri di barisan yang sama—menggugat negara, atau lebih tepatnya, cara negara bekerja.

Dua lainnya datang dari sipil. Salah satunya mantan hakim adhoc, Dwi Tjahyo Soewarsono. Nama lain, Komarudin—yang sebelumnya menggugat Universitas Gadjah Mada terkait polemik ijazah Presiden Joko Widodo.

Kasus ini memang berputar pada isu itu: ijazah. Tapi sesungguhnya, yang dipersoalkan bukan sekadar kertas. Melainkan cara hukum ditegakkan.

Tim kuasa hukum mereka dipimpin Kombes Pol (Purn) Yaya Satyanegara. Ia tidak berbicara dengan nada tinggi. Tapi pesannya tajam.

Menurutnya, gugatan ini lahir dari rasa kecewa. Ada yang dianggap keliru. Ada yang dinilai lalai. Penanganan perkara ijazah palsu—khususnya pada klaster kedua dengan tersangka Roy Suryo dan kawan-kawan—dinilai tidak tepat.

“Ini bukan sekadar gugatan biasa,” kira-kira begitu maknanya.

Yang digugat adalah kebijakan. Lebih spesifik lagi: keputusan Dirreskrimum Polda Metro Jaya. Dalam pandangan para penggugat, ada kesalahan dalam penerapan hukum.

Kesalahan itu, kata mereka, masuk kategori Perbuatan Melawan Hukum oleh Penguasa.

Istilahnya berat. Tapi maknanya sederhana: negara dianggap merugikan warganya sendiri.

Menariknya, langkah ini menunjukkan sesuatu. Bahwa para purnawirawan ini tidak memilih diam. Mereka tidak lagi berada di struktur. Tapi tetap ingin ikut menentukan arah.

Mereka menggunakan jalur hukum. Jalur yang sah. Jalur yang terbuka.

Dan kini, bola itu ada di pengadilan. Apakah ini akan menjadi preseden?

Atau sekadar riak dalam dinamika hukum kita? Waktu yang akan menjawab.***

Jangan Diabaikan! Pentingnya Mengecek Kendaraan Setelah Mudik Lebaran

0

Bogordaily.net – Setelah melewati mudik Idul Fitri, banyak pemilik kendaraan langsung kembali beraktivitas seperti biasa tanpa mengecek kondisi kendaraan mobil atau motor.

Padahal, perjalanan mudik yang menempuh ratusan hingga ribuan kilometer bisa berdampak pada performa kendaraan.

Pengecekan pasca-mudik menjadi langkah penting untuk memastikan kendaraan tetap aman, nyaman, dan siap digunakan kembali dalam aktivitas harian.

Perjalanan jauh biasanya membuat beberapa komponen kendaraan bekerja lebih keras dari biasanya.

Mulai dari mesin, sistem pengereman, hingga kaki-kaki mengalami tekanan tinggi, apalagi jika harus menghadapi kemacetan panjang, jalan rusak, atau cuaca ekstrem.

Salah satu hal utama yang perlu diperiksa adalah kondisi oli mesin. Oli yang sudah digunakan dalam perjalanan jauh bisa mengalami penurunan kualitas, sehingga perlu diganti agar mesin tetap bekerja optimal.

Selain itu, cairan lain seperti air radiator dan minyak rem juga harus dipastikan dalam kondisi cukup dan tidak mengalami kebocoran.

Ban juga menjadi komponen vital yang wajib dicek. Tekanan angin yang tidak sesuai, keausan, atau bahkan kerusakan kecil bisa berisiko jika dibiarkan.

Termasuk juga bagian rem yang harus dipastikan masih pakem, mengingat sistem ini sangat berpengaruh pada keselamatan berkendara.

Tak kalah penting, periksa kondisi filter udara dan AC. Debu dan kotoran selama perjalanan bisa menumpuk dan memengaruhi kenyamanan di dalam kabin.

Begitu pula dengan aki kendaraan, yang bisa mengalami penurunan performa setelah digunakan dalam waktu lama.

Melakukan servis ringan setelah mudik bukan hanya soal perawatan, tetapi juga bentuk antisipasi terhadap kerusakan yang lebih besar di kemudian hari.

Dengan kondisi kendaraan yang prima, aktivitas harian pun bisa kembali berjalan lancar tanpa khawatir gangguan di jalan.

Jangan tunggu sampai muncul masalah. Luangkan waktu untuk mengecek kendaraan setelah mudik agar perjalanan selanjutnya tetap aman dan nyaman.***

Misteri Mutilasi di Kios Ayam Goreng Bekasi Terungkap, Korban Disimpan dalam Freezer

0

Bogordaily.net – Kasus penemuan jenazah pria korban mutilasi di dalam freezer sebuah kios ayam goreng di kawasan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, akhirnya mulai terkuak. Peristiwa tragis ini menyita perhatian warga setelah terungkap pada Sabtu pagi, 28 Maret 2026.

Kejadian tersebut berlangsung di Toko Chicken Alfaza yang berada di Perum Mega Regency, Desa Sukaragam.

Korban diketahui bernama Abdul Hamid (39), seorang karyawan yang sehari-hari menjaga operasional kios dari pagi hingga malam.

Kapolres Kabupaten Bekasi, Komisaris Besar Polisi Sumarni, menyampaikan bahwa laporan pertama diterima pihak kepolisian sekitar pukul 08.30 WIB. Warga melapor setelah mencurigai kondisi di lokasi usaha tersebut.

Pemilik usaha, Elen Saputra, menjelaskan bahwa terdapat tiga karyawan yang tinggal di ruko tersebut.

Ia sebelumnya pergi mudik ke Cilacap bersama keluarga pada Rabu malam, 18 Maret 2026. Dalam waktu yang sama, dua karyawan lainnya, SMN dan ANC, juga mengaku hendak pulang kampung.

Kecurigaan semakin kuat ketika kedua karyawan tersebut tidak dapat dihubungi karena nomor telepon mereka sudah tidak aktif.

Selain itu, ditemukan pula sejumlah barang milik usaha yang hilang, termasuk dua sepeda motor jenis Honda Beat dan Vario.

Tidak hanya itu, uang tunai sebesar Rp500 ribu juga dilaporkan raib dari lokasi kejadian. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian dengan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Abdul Rahim, mengungkap kondisi korban saat ditemukan.

“Korban disimpan dalam freezer dengan kondisi tanpa tangan dan kaki,” kata Abdul Rahim pada Minggu, 29 Maret 2026.

Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku serta motif di balik aksi keji tersebut.***

Venue Pernikahan Anti-mainstream dengan Pemandangan Kota Bogor di Koersi Sky Cafe

0

Bogordaily.net – Tren pernikahan di Kota Bogor kini semakin berkembang mulai dari konsep acara, dekorasi hingga munculnya berbagai venue wedding menarik salah satunya rooftop cafe tertinggi di Kota Bogor yaitu Koersi Sky Cafe.

Venue yang berlokasi di Bigland Bogor Hotel Jl. Malabar No.1B, Tegallega, Bogor Tengah, Kota Bogor ini menghadirkan konsep yang lebih intimate, unik, dan berkesan.

Koersi Sky Cafe menghadirkan pengalaman pernikahan berbeda melalui venue rooftop tertinggi di Kota Bogor yang menawarkan pemandangan spektakuler dari ketinggian.

Keunggulan utama dari wedding di Koersi Sky Cafe terletak pada view yang tidak dimiliki venue lain di Bogor.

Hamparan panorama kota yang berpadu dengan udara segar pagi hari menciptakan ambience romantis yang sempurna untuk momen pernikahan.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman wedding yang berbeda untuk calon pengantin dengan konsep venue yang lebih intimate, lebih personal, dan tentunya dengan view terbaik di Kota Bogor. Paket wedding yang kami buat juga sangat menarik dengan berbagai bonus,” ujar Helmi Junaidi sebagai General Manager Bigland Bogor Hotel.

Calon pengantin dapat memilih “Infinity Sky Wedding Package” dengan harga Rp.45.000.000, net untuk 100 tamu.

Paket ini sudah termasuk penggunaan area rooftop selama 4 jam dan 100 porsi wedding buffet.

Mempelai juga mendapatkan akomodasi satu malam berupa 1 kamar tipe executive suite dengan honeymoon setup dan 2 kamar tipe deluxe room untuk keluarga.

Tak lupa bonus menarik mulai dari 1 pilihan food stall untuk 75 pax, 1 beef wellington untuk 30 porsi, 1 ice cream corner untuk 50 porsi, hingga gratis venue untuk photoshoot.

Selain itu, calon mempelai juga mendapatkan fasilitas 1 kali technical meeting dengan 15 pax coffee break, dan food testing dengan menu pilihan dari Executive Chef langsung untuk 6 pax.

Keuntungan ini tentunya bertujuan untuk memudahkan calon pengantin dalam mempersiapkan pernikahannya.

Berlokasi strategis di pusat Kota Bogor, Koersi Sky Cafe tidak hanya unggul dari sisi pemandangan, tetapi juga berbagai hidangan yang menjadi daya tarik utama.

Seluruh sajian disiapkan dengan standar hotel bintang empat dari Bigland Bogor Hotel, menghadirkan cita rasa premium yang mampu melengkapi pengalaman istimewa para tamu.

Untuk informasi paket pernikahan bisa melalui Whatsapp Sales Wedding kami 0811-9625-629.

“Koersi Sky Cafe merupakan venue dengan kombinasi antara lokasi eksklusif, pemandangan yang memukau, serta berbagai makanan yang cocok bagi pasangan yang ingin merayakan hari pernikahan mereka dengan cara yang berbeda di Kota Bogor,” jelas Maretha Seira sebagai Director of Sales & Marketing Bigland Bogor Hotel.***

Bazar Rakyat 2026 Gerakkan Ekonomi UMKM dan Bangkitkan Bangga Buatan Indonesia

0

Bogordaily.net – Kawasan Monumen Nasional (Monas) dipenuhi semangat kebersamaan dalam gelaran Bazar Rakyat 2026 bertema “Istana untuk Rakyat” yang diinisiasi oleh Istana Kepresidenan pada Sabtu 28 Maret 2026.

Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi ruang strategis yang mempertemukan masyarakat dengan para pengusaha UMKM, sekaligus menggerakkan roda ekonomi nasional seiring momentum pascalebaran.

Suasana hangat dan hidup terasa sejak sore hari. Deretan produk lokal, kuliner khas Nusantara, hingga berbagai hiburan rakyat menyatu dalam satu ruang yang inklusif.

Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga membuka peluang nyata bagi pengusaha UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.

Di tengah antusiasme tersebut, Yana, pengusaha UMKM kuliner Gudeg Bu Kamto, menjadi salah satu contoh nyata dampak positif kegiatan ini. Ia membawa 500 porsi gudeg dan seluruhnya terjual habis.

“Alhamdulillah, sangat senang,” ujarnya.

Bagi Yana, partisipasi dalam bazar ini tidak hanya berdampak pada penjualan, tetapi juga menumbuhkan rasa dihargai dan diakui.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dihadirkan, tidak hanya di wilayah pusat ibu kota, tetapi juga menjangkau daerah.

Semangat serupa terlihat di stan Dapur Bu Asri. Pemilik stan, Hauzan, dengan penuh energi, mengajak pengunjung untuk menikmati sajian yang disiapkan.

“Yang belum makan, silakan merapat,” ujarnya.

Baginya, keikutsertaan dalam bazar ini menjadi momentum membangun kebanggaan sebagai pengusaha UMKM yang mampu menghadirkan produk berkualitas dan diminati masyarakat luas.

Dari sektor fesyen, Ucok Nasution menggambarkan kegiatan ini sebagai “Lebaran kedua” bagi UMKM.

Setelah periode Lebaran yang biasanya diikuti perlambatan aktivitas ekonomi, bazar ini justru menghadirkan lonjakan permintaan.

Ratusan merek lokal turut berpartisipasi, menghasilkan transaksi yang tidak hanya menguntungkan UMKM, tetapi juga menggerakkan ekosistem pendukung seperti tenaga produksi, pekerja lepas, hingga proses distribusi dan pengemasan.

Seluruh rantai ekonomi bergerak secara simultan dan memberikan dampak berkelanjutan.

Dari sisi pengunjung, kegiatan ini juga memberikan pengalaman yang menyeluruh. Yessa, yang hadir bersama keluarganya, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang berkesan.

Ia tidak hanya menikmati suasana, tetapi juga membeli produk lokal dan merasakan langsung kualitas yang ditawarkan.

“Sangat menyenangkan dan lengkap,” ujarnya.

Lebih dari sekadar aktivitas ekonomi, Bazar Rakyat 2026 menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya mencintai dan menggunakan produk dalam negeri.

Rasa bangga terhadap produk lokal hadir secara alami melalui pengalaman langsung, baik dari sisi kualitas, keberagaman, maupun nilai kebersamaan yang tercipta.

Momentum pascalebaran dapat tetap dijaga aktivitas ekonominya, dimana banyak produk UMKM yang dilibatkan dalam kegiatan ini. Pengusaha UMKM diberikan ruang untuk tumbuh, dan masyarakat memperoleh akses terhadap produk lokal yang berkualitas.

Bazar Rakyat 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.

Kegiatan ini tidak hanya menggerakkan ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat fondasi kebanggaan terhadap produk dalam negeri sebagai bagian dari identitas dan kekuatan ekonomi nasional.***