Wednesday, 22 April 2026
Home Blog Page 267

Dukung Ekraf, Bupati Rudy Susmanto Bakal Bangun Alun-Alun Tegar Beriman & Siliwangi Teater

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan komitmennya untuk segera merevitalisasi dan membangun sejumlah fasilitas publik.

Langkah ini didorong oleh rasa bangga melihat tingginya semangat berkreasi dan berkumpulnya anak-anak muda di Kabupaten Bogor.

Rudy Susmanto mengaku terkesan dengan geliat kreativitas di Kabupaten Bogor.

Demikian diungkapkannya saat membuka secara resmi Festival Ekraf, Ahad (30/11). Hadir Wakil Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Forkopimda, Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Bogor, dan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Saya tinggal di Kabupaten Bogor sejak tahun 2009, tetapi baru hari ini, saya melihat anak-anak bermain dan anak muda yang berkreasi di satu tempat. Saya yakin ke depan banyak seniman-seniman besar akan lahir dari Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.

Rudy menjelaskan, untuk mewujudkan dukungan tersebut, ia minta waktu dan dukungan dari masyarakat karena saat ini sedang bekerja menyiapkan fasilitas umum yang dapat digunakan sepenuhnya oleh seluruh warga.

“Sebentar lagi kita juga akan punya satu tempat baru, namanya Siliwangi Teater. Tempatnya berada di Gedung Kesenian. Rencana revitalisasi gedung kesenian akan dimulai tahun depan, Fasilitas ini memastikan adanya ruang bagi semua anak untuk berkesenian dan berkreasi,” jelas Rudy.

Ia melanjutkan, nantinya lapangan Tegar Beriman akan diubah total menjadi Alun-Alun Tegar Beriman. Alun-alun ini akan dibuka tanpa pagar dan berhadapan langsung dengan Masjid Agung Baitul Faizin. Tujuannya adalah menciptakan ruang terbuka yang dapat dinikmati secara bebas oleh seluruh masyarakat.

“Fasilitas-fasilitas publik ini akan menjadi ruang menikmati kehidupan yang layak dan sejahtera, serta menjadi pendorong bagi ekosistem seni dan budaya di Kabupaten Bogor,” tandas Rudy Susmanto.***

Update Bencana Banjir Bandang di Sumatera, 303 Tewas, 279 Hilang. Pemerintah Kerahkan Hercules

0

Bogordaily.net – Bencana banjir bandang lagi-lagi membuka luka besar di Sumatera. Bencana banjir bandang yang datang tanpa banyak tanda itu menyapu desa, jalan, dan harapan.

Bencana banjir bandang yang kini menyisakan angka-angka yang dingin—303 meninggal, 279 masih hilang—angka yang sulit diterima akal manusia mana pun.

BNPB merilis data resmi itu pada Sabtu (29/11) pukul 17.49 WIB. Angka yang bukan hanya statistik, melainkan cerita tentang rumah yang hanyut, keluarga yang hilang, dan isak yang belum berhenti.

Di Aceh, 51 orang masih hilang. Sumatera Utara lebih berat lagi: 143 orang belum ditemukan. Sumatera Barat pun berduka dengan 85 orang hilang dalam sapuan arus yang beringas.

Korban meninggal dunia menyebar di tiga provinsi. Aceh melaporkan 47 korban jiwa, delapan luka.

Mayoritas dari Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara—daerah-daerah yang seolah selalu paling dulu mendengar gelegar bencana.

Sumatera Utara mencatat 166 korban meninggal. Daerah dengan dampak terparah berada di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, hingga Kota Sibolga. Mereka yang tinggal di lembah dan bantaran sungai seperti tidak diberi kesempatan untuk berlari.

Sumatera Barat mencatat 90 korban meninggal dan 10 luka. Kabupaten Agam menjadi wilayah yang paling berat merasakan hantaman.

Secara keseluruhan, 354 kecamatan di Aceh, Sumut, dan Sumbar terdampak. Angka yang menunjukkan betapa luasnya tangan bencana kali ini menyapu Sumatera.

Ada 166 kecamatan terdampak di Aceh, 99 di Sumut, dan 89 di Sumbar. Peta yang sehari-hari tenang kini berubah menjadi mosaik merah pertanda krisis.

Presiden Prabowo Subianto turun tangan. Sejak hari pertama, ia menginstruksikan jajaran agar bergerak cepat: evakuasi, penanganan darurat, hingga distribusi bantuan.

Instruksi itu kemudian berubah menjadi langkah nyata: tiga pesawat Hercules C130 dan satu A400 diterbangkan membawa bantuan ke daerah-daerah yang terputus jalur daratnya.

“Kita sudah mengirim bantuan melalui jalur darat dan udara. Pemerintah terus mendukung kebutuhan di lapangan,” tulis Prabowo dalam unggahannya.

Tetapi bagi para penyintas, yang kini tinggal di tenda-tenda, bantuan bukan hanya soal logistik.

Mereka menunggu jawaban: kapan hujan berhenti, kapan tanah kembali stabil, kapan keluarga mereka ditemukan, atau minimal—ditemukan jejaknya.***

Kolaborasi Lintas Instansi, PLN Kebut Pemulihan Kelistrikan Aceh

0

Bogordaily.net — Upaya pemulihan kelistrikan Aceh pascabencana banjir bandang dan longsor terus dipercepat melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Aceh, TNI, Polri, dan PLN bergerak bersama memastikan penanganan darurat berjalan efektif agar layanan kelistrikan untuk masyarakat terdampak dapat segera pulih.

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin menekankan bahwa distribusi bantuan logistik akan dikerahkan mengingat banyaknya wilayah yang masih terisolasi dan sangat membutuhkan pertolongan.

“Prioritas utama pemerintah saat ini adalah pendorongan logistik bagi masyarakat, mulai dari bahan makanan, kebutuhan pribadi seperti pakaian, hingga obat-obatan. Seluruh bantuan akan didistribusikan menggunakan alutsista TNI ke titik-titik terdampak,” ucapnya.

Sjafrie juga menegaskan bahwa percepatan pemulihan listrik merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak. Ia mengapresiasi langkah cepat PLN di lapangan, sekaligus mendorong agar proses pemulihan dapat terus dioptimalkan.

“Langkah pertama adalah memperkuat mobilitas udara. Semua logistik kita konsentrasikan. Listrik harus segera hidup dalam waktu singkat. Kita akan tambah kekuatan helikopter. Evakuasi darat dan udara harus dipercepat,” ujarnya.

Dukungan untuk percepatan pemulihan Aceh juga ditunjukkan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dengan mengirimkan tim khusus ke wilayah terdampak untuk membantu mengakselerasi penanganan. Dirinya menekankan pentingnya stabilisasi layanan publik, termasuk layanan kelistrikan untuk masyarakat.

“Kebutuhan listrik ini sangat krusial. Kami bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan PLN terus mempercepat pemulihan untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera menikmati layanan listrik,” ucap Tito.

Selaras dengan arahan Pemerintah, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, PLN terus mengerahkan sumber daya dan personel terbaik dari unit-unit se-Indonesia untuk memulihkan jaringan listrik di wilayah terdampak. Dirinya juga terus berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk mendorong percepatan _recovery_ kelistrikan pascabencana di Aceh.

“Kami mendapat arahan dari Bapak Presiden bahwa seluruh kekuatan PLN harus dikerahkan untuk membantu pemulihan bencana, baik banjir bandang maupun tanah longsor yang terjadi di Aceh. Untuk itu, sesuai arahan Bapak Presiden, kami semua berkolaborasi,” ujar Darmawan.

Dalam proses pemulihan tersebut, PLN terus berkolaborasi dengan Pemprov Aceh, Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda, Pangkalan TNI Angkatan Udara (AU) Sultan Iskandar Muda, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh di bawah arahan pemerintah pusat. Salah satu langkah krusial adalah pengiriman unit-unit _tower emergency_ dari Jakarta menuju Banda Aceh menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara (AU). Selain itu, beberapa unit juga diangkut melalui jalur darat dan laut dengan dukungan TNI Angkatan Darat (AD) dan jajaran Kepolisian.

Darmawan memberikan apresiasi terhadap Polri yang membantu memastikan kelancaran komunikasi di tengah kondisi jaringan terputus. Dari sisi logistik, TNI AD memfasilitasi pengiriman material menggunakan truk dan membuka akses menuju wilayah terdampak yang masih hampir mustahil untuk dilewati. Bahkan, helikopter dikerahkan untuk mengangkut material tower ke titik-titik yang tidak mungkin dicapai melalui jalur darat.

“Kami harus menggunakan helikopter untuk membawa material ke lokasi. Ada helipad yang perlu dibuka, dan di sana pasukan dari TNI dan Kepolisian ikut membantu. Kekompakan ini menjadi kekuatan besar dalam percepatan pemulihan,” kata Darmawan.

Tidak hanya pemulihan infrastruktur, dukungan kemanusiaan juga digalang. Posko, dapur umum, serta fasilitas pendukung lain dibangun bersama sebagai bentuk solidaritas antar instansi.

“Seluruh komponen kekuatan Indonesia bergerak bersama. Dengan semangat perjuangan dari tim PLN, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta masyarakat, kami merasakan kekompakan luar biasa. Semoga Allah SWT memudahkan segala ikhtiar ini, sehingga Aceh dapat segera pulih,” pungkas Darmawan.***

PLN Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh, Direksi Turun Langsung ke Lokasi

0

Bogordaily.net — PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat Aceh yang terdampak banjir dan tanah longsor. Selain mempercepat pemulihan jaringan listrik, PLN juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan dalam bentuk paket sembako dan peralatan listrik guna memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Bantuan yang sudah disalurkan meliputi 6 ton beras, 2 ton gula, 1.000 kotak mi instan, 2.000 kaleng sarden, 2.000 liter minyak goreng, 2.000 kaleng kornet, 2.000 paket biskuit, 3.000 botol air mineral, serta 14.000 lampu emergency untuk mendukung aktivitas warga selama masa pemulihan. Bantuan tersebut di antaranya diserahkan melalui Pemerintah Provinsi Aceh dalam Apel Siaga Team Recovery Bencana Aceh di Landasan Udara Iskandar Muda, Sabtu (29/11).

Salah satu penerima bantuan sembako di Posko Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Dedy Suriadi mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan PLN ke tempat posko pengungsiannya.

“Sembako sangat kami butuhkan di Posko Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu ini. Terima kasih atas kemurahan hati PLN yang sudah membantu,” ungkap Dedy haru.

Selain bantuan logistik, PLN juga menyerahkan genset guna mendukung aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ibadah yang sempat terkendala akibat bencana. Bantuan genset salah satunya disalurkan ke Mesjid Al Ghafur, Kabupaten Aceh Besar oleh Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri, Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN, Evy Haryadi, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra, dan Ketua Yayasan Baitul Maal Pusat, Sulistyo Biantoro.

Kepala Badan Kesejahteraan Mesjid Al Ghafur, Tengku Muhammad Rijal menuturkan bahwa bantuan PLN sangat membantu masyarakat, terutama untuk menjaga keberlangsungan kegiatan ibadah.

“Bantuan genset ini sangat berarti bagi kami. Dengan adanya genset, kegiatan ibadah tetap dapat berlangsung meski kelistrikan belum sepenuhnya pulih. Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan PLN kepada masyarakat Desa Gani,” ujarnya.

Sementara itu Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri pada saat penyerahan bantuan genset menyampaikan bahwa fokus PLN adalah memastikan warga tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman. Untuk itu PLN tidak hanya hadir mempercepat pemulihan jaringan, tetapi juga memberikan bantuan kemanusiaan.

“Kami memahami betapa berat dampak banjir bagi masyarakat. Karena itu, PLN berkomitmen hadir tidak hanya melalui perbaikan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga melalui bantuan langsung yang diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan pascabanjir dan meringankan beban warga,” ujarnya.

Dukungan kepada masyarakat tak berhenti pada pemenuhan kebutuhan listrik darurat. PLN juga memperluas jangkauan bantuan melalui kolaborasi dengan Komando Daerah Militer Iskandar Muda, salah satunya dengan pengadaan empat dapur umum di wilayah Bireun, Aceh Utara, Bener Meriah, dan Singkil.

Keberadaan dapur umum ini memastikan warga terdampak, khususnya yang masih berada di pos pengungsian, dapat memperoleh makanan layak dan kebutuhan konsumsi harian secara teratur.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa prioritas utama PLN dalam kondisi bencana adalah memastikan kebutuhan mendesak masyarakat dapat terpenuhi, baik dari sisi akses listrik maupun dukungan logistik.

“PLN selalu berada di sisi masyarakat dalam kondisi apa pun. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk kepedulian untuk membantu warga mempercepat pemulihan pascabencana,” ujar Darmawan.

Bencana longsor dan banjir yang terjadi di wilayah Aceh sebelumnya menyebabkan, sebanyak 12 tower transmisi roboh dan berdampak kepada gangguan suplai listrik di wilayah Aceh. Saat ini, PLN telah menerjunkan sekitar 500 petugas gabungan dari unit PLN se-Indonesia guna mempercepat pembangunan tower transmisi darurat di Aceh.

Percepatan penanganan gangguan dilakukan nonstop bekerja sama dengan berbagai pihak mulai dari Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Seluruh upaya kemanusiaan ini dilakukan PLN untuk mempercepat pemulihan masyarakat, dengan tujuan agar warga dapat kembali beraktivitas dengan lebih baik dan dalam kondisi yang aman.***

Tinjau Thrifting Pasar Senen, Menteri Maman Siapkan Perlindungan bagi UMKM

0

Bogordaily.net – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meninjau langsung aktivitas thrifting di Pasar Senen, Jakarta, Minggu 30 November 2025, untuk melihat kondisi para pedagang setelah penegakan aturan larangan impor pakaian bekas.

“Kami akan mencari jalan tengah, solusi terbaik. Kita harus menyelamatkan para pengusaha thrifting sekaligus memastikan produk domestik tetap mampu bertahan,” ujar Menteri Maman saat berdialog dengan para pedagang di Blok III Pasar Senen.

Sebagai pemangku kebijakan dalam pemberdayaan UMKM, Kementerian UMKM terus berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk asosiasi pedagang thrifting Pasar Senen, untuk merumuskan solusi yang adil dan konstruktif.

Hasil diskusi menunjukkan adanya potensi ekonomi besar dari aktivitas thrifting karena tingginya minat masyarakat.

Popularitas ini mendorong meningkatnya impor pakaian bekas, yang perlu dikendalikan agar tidak mematikan pasar produk dalam negeri.

Menteri Maman menegaskan pengendalian pasar tidak boleh mengorbankan mata pencaharian para pedagang.

Karena itu, kebijakan yang ditempuh harus tetap memberi ruang usaha bagi para pengusaha thrifting, selama mematuhi aturan mengenai larangan pakaian impor bekas.

Ia menekankan penjualan pakaian bekas dari dalam negeri, stok lama di dalam negeri, atau sisa ekspor tetap diperbolehkan.

“Melalui peninjauan langsung ini, kami memahami kondisi di lapangan dan berharap bisa duduk bersama mencari solusi yang menyelamatkan aktivitas perdagangan, sekaligus memastikan seluruh pelaku pasar menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku,” katanya.

Maman menambahkan Kementerian UMKM akan terus membuka ruang dialog dan menerima aspirasi dari berbagai pihak.

Ia memastikan pemerintah siap mengakomodasi kebutuhan para pengusaha UMKM, termasuk pedagang thrifting, untuk menemukan solusi terbaik yang menguatkan industri domestik tanpa mematikan usaha rakyat.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi V DPR RI Adian Napitupulu mengapresiasi sikap responsif Menteri UMKM yang memilih untuk turun langsung ke lapangan.

“Saya berterima kasih kepada Pak Menteri yang tidak hanya percaya pada laporan, tetapi hadir langsung untuk memverifikasi kondisi sebenarnya,” ujar Adian.

Ia berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan yang bijaksana dengan mempertimbangkan fakta di lapangan, demi melindungi kepentingan masyarakat dan memperkuat industri lokal.***

Dispora Cup 2025: Ridho Ramadhan Raih Juara 2 untuk SMPN 14 Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Siswa SMPN 14 Kota Bogor, Muhamad Ridho Ramadhan, berhasil menorehkan prestasi pada ajang Dispora Cup 2025. Ridho yang berasal dari Kabupaten Bogor ini meraih juara 2 dalam kompetisi yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor.

Pertandingan berlangsung di Gedung Olahraga Athlon Court, Mall The Jungle, yang beralamat di Jalan Bogor Nirwana Residence, RT 05/RW 12, Kampung Parung Jambu, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Keberhasilan Ridho tidak lepas dari dukungan dari kedua orangnya yakni Supriyono dan Rindi Andika, yang selama ini terus memotivasi Muhamad Ridho Ramadhan untuk berkembang dan berprestasi di berbagai kompetisi daerah.

“Setidaknya ratusan peserta yang mengikuti secara total ajang ini. Alhamdulillah bersyukur kepada Allah SWT. Semoga kedepan bisa menorehkan prestasi lagi. Aamiin,” ujar Ridho melalui sambungan telp dengan Bogordaily.net.

Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMPN 14 Kota Bogor dan masyarakat Kota serta Kabupaten Bogor.

Ridho berharap pencapaiannya di Dispora Cup 2025 dapat menjadi inspirasi bagi para pelajar lainnya untuk terus berlatih dan meraih prestasi di bidang olahraga.(Ibnu)

Pang Waffle Khas Thailand Ada Jalan Sudirman Kota Bogor!

0

Bogordaily.net – Pecinta waffle di Kota Bogor kembali dimanjakan dengan hadirnya cabang baru Pang Waffle yang resmi dibuka di kawasan jalan Jenderal Sudirman, Bogor Tengah, Kota Bogor. Gerai yang dikenal dengan waffle lembut, wangi, dan topping melimpah ini menggelar Grand Opening pada Minggu, 30 November 2025 pukul 09.00 WIB.

Pembukaan cabang baru ini menandai semakin luasnya jangkauan Pang Waffle dalam menghadirkan cemilan yang lezat dan terjangkau bagi masyarakat.

Pang Waffle ingin membawa pengalaman rasa yang autentik, fun, dan cocok dinikmati semua kalangan.

“Waffle ini khas thailand yang berbentuk menyerepui sendal dengan didalemnya berisi keju mozzarella ini menjadi daya tarik tersendiri untuk semua kalangan,” ungkap Cep Oboy, Owner Pang Waffle Sudirman Kota Bogor.

Suasana pembukaan dipersiapkan meriah dengan dekorasi khas warna hijau dan kuning yang cerah, lengkap dengan karakter maskot waffle yang menjadi ciri khas brand.

Lokasinya berada satu gedung dengan Key Inn Hotel Bogor di Jalan Jenderal Sudirman, dekat dengan pusat kuliner air mancur.

Selain menyajikan waffle yang fresh dan hangat, cabang Jendral Sudirman ini dirancang sebagai ruang yang nyaman untuk pelanggan yang ingin bersantai maupun menikmati cemilan cepat saji tersebut.

Kehadiran cabang ini diharapkan dapat menjadi pilihan kuliner baru bagi masyarakat Kota Bogor.***

Kolaborasi Menguak Jejak Uang di Balik Krisis Iklim

0

Bogordaily.net – Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, sebuah diskusi krusial berlangsung di penghujung November 2025. Puluhan jurnalis dari berbagai penjuru nusantara berkumpul, bukan sekadar untuk mendengarkan ceramah, melainkan untuk mempertajam pena dan logika dalam menelusuri salah satu isu paling mendesak abad ini ke mana mengalirnya uang dalam transisi energi Indonesia?

Diselenggarakan secara kolaboratif oleh Ekuatorial.com, The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ), dan Responsibank, dengan dukungan Yayasan Cerah dan Fair Finance Asia, workshop bertajuk “Reportase Keuangan Berkelanjutan dan Transisi Energi di Indonesia” ini menjadi kawah candradimuka bagi para pewarta.

Tujuannya jelas membekali jurnalis dengan kemampuan investigasi untuk memantau akuntabilitas lembaga keuangan di balik proyek-proyek energi dan industri ekstraktif.

Di Balik Kilau Nikel dan Janji Hijau

Suasana ruangan menghangat ketika Dwi Rahayu Ningrum dari The PRAKARSA naik ke panggung.

Ia tidak membawa kabar gembira tentang hilirisasi yang sering digembar-gemborkan, melainkan menyingkap sisi gelap dari industri nikel komponen primadona baterai kendaraan listrik.

“Negara wajib memastikan distribusi manfaat dan beban yang adil. Penggunaan royalti nikel tidak boleh hanya untuk mensubsidi industri, tetapi harus diprioritaskan untuk memulihkan kerugian ekonomi warga,” tegas Dwi dalam presentasinya, Minggu 30 November 2025.

Ia memaparkan bagaimana dekarbonisasi industri nikel seringkali melupakan prinsip berkeadilan.

Kelompok rentan seperti masyarakat adat, perempuan, dan penyandang disabilitas seringkali menjadi pihak yang menanggung beban terbesar namun minim suara.

Dwi menekankan pentingnya Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) untuk menjamin proyek nikel menghormati hak komunitas lokal.

Melengkapi perspektif makro, Rani Septyarini dari CELIOS membedah peta jalan transisi energi Indonesia.

Ia menyoroti konsep keuangan berkelanjutan yang seharusnya menjadi “darah” bagi pembangunan yang tidak merusak masa depan.

“Uang tetap bekerja seperti biasa, tapi diarahkan ke hal-hal yang tidak merusak masa depan,” ujar Rani menyederhanakan definisi rumit keuangan berkelanjutan.

Ia memperkenalkan instrumen seperti Green Bonds dan Sustainability-Linked Loans, namun juga mengingatkan para jurnalis untuk kritis: apakah label “hijau” ini benar-benar berdampak, atau sekadar greenwashing?

“Follow The Money” Senjata Baru Jurnalis

Sesi menjadi semakin teknis dan menantang ketika Zakki Amali, Research Manager di Trend Asia, membagikan “kotak perkakas” investigasinya.

Dalam sesinya tentang Follow The Money, Zakki mengajak peserta menelusuri struktur perusahaan dan rantai pasok yang seringkali sengaja dibuat rumit.

“Siapa pelanggan atau pembeli utama? Apa ada kontrak besar jangka panjang? Lebih banyak uang yang terlibat, berarti lebih banyak leverage untuk advokasi,” papar Zakki.

Ia mendemonstrasikan cara membedah aktor pembiayaan mulai dari Bank Pembangunan (DFI), Bank Komersial, hingga Dana Kekayaan Negara (SWF) dan bagaimana menggunakan teknik Google Dorking serta penelusuran dokumen bursa efek untuk menemukan hubungan tersembunyi antara korporasi perusak lingkungan dan penyokong dananya.

Tak kalah tajam, Linda Rosalina dari TuK Indonesia membawa studi kasus konkret: menggugat tanggung jawab perbankan.

Dengan lantang, Linda menyatakan bahwa “Netral adalah mitos,” mengajak jurnalis untuk berpihak pada data dan realitas kerusakan lingkungan.

“Bank di Indonesia, utamanya Bank BUMN, menjadi kreditor terbesar dalam memfasilitasi kerusakan lingkungan. Ironinya, keuntungan dari kerusakan itu justru kembali ke pemegang saham di negeri asalnya, bukan di Indonesia,” ungkap Linda, menyoroti kasus pembiayaan yang mengalir ke perusahaan-perusahaan yang disorot karena masalah lingkungan.

Suara dari Lapangan

Bagi para jurnalis yang hadir, materi-materi ini bukan sekadar teori, melainkan jawaban atas teka-teki yang mereka temukan di lapangan.

Rabul Sawal, jurnalis dari Halmahera Timur, wilayah yang menjadi episentrum pertambangan nikel, merasa mendapatkan amunisi baru.

“Materi dari Mbak Dwi tentang dampak industri nikel benar-benar ‘menampar’ realitas kami di Halmahera. Selama ini kami melihat lubang tambang dan sungai yang keruh, tapi workshop ini memberi kami kacamata baru untuk melihat siapa sebenarnya yang membiayai kerusakan di halaman rumah kami. Isu keadilan gender dan hak masyarakat adat yang dibahas sangat relevan,” ungkapnya.

Sementara itu, Rosniawanti Fikry dari BentaraTimur.ID yang berbasis di Sulawesi Tenggara dan kerap meliput isu-isu di kawasan Indonesia Timur, menyoroti pentingnya metodologi riset keuangan.

“Tantangan terbesar meliput di wilayah timur adalah data yang tertutup. Sesi ‘Follow The Money’ dan pemetaan aktor pembiayaan dari Mas Zakki sangat membuka wawasan.

Kini saya tahu bahwa di balik satu perusahaan sawit atau tambang yang berkonflik dengan warga, ada jejaring lembaga keuangan yang juga harus dimintai pertanggungjawaban,” tutur Ros.

Di sisi lain, Hendra dari Bangka Pos, yang sehari-hari bergulat dengan isu pertambangan timah dan transisi energi di Kepulauan Bangka Belitung, merasa materi kebijakan keuangan sangat membantu.

“Transisi energi seringkali hanya terdengar sebagai jargon elit di Jakarta. Namun penjelasan Mbak Rani dan Mbak Linda tentang taksonomi hijau dan tanggung jawab perbankan membuat saya paham bagaimana mendudukkan isu lokal kami dalam konteks kebijakan nasional. Ini bekal penting untuk membuat liputan yang lebih berdampak,” ujar Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pangkalpinang ini.

Di sisi lain, Octa Haerawati Nur Fauziah dari sukabumiupdate.com menyoroti relevansi isu ini bagi wilayah Jawa Barat yang kaya akan potensi energi terbarukan namun rawan konflik lahan.

“Sukabumi memiliki banyak potensi proyek energi hijau, mulai dari panas bumi hingga mikrohidro. Workshop ini membuka wawasan saya bahwa meliput transisi energi tidak cukup hanya melihat fisiknya, tetapi harus menelusuri aliran dananya. Apakah investasi hijau ini benar-benar menyejahterakan warga lokal atau justru meminggirkan mereka? Bekal ‘follow the money’ hari ini sangat krusial untuk menjawab itu,” ujar Octa antusias.

Sementara itu, CEO Ekuatorial.com, Asep Saefullah, menegaskan bahwa pertemuan ini memiliki misi yang jauh lebih besar dari sekadar pelatihan teknis.

“Ini bukan sekadar workshop, melainkan sebuah ruang belajar bersama dan ruang kolaborasi antar jurnalis untuk membedah transisi energi dari aspek keuangan,” ujar Asep di hadapan para peserta.

Ia menekankan bahwa output dari kegiatan ini adalah aksi nyata.

“Setelah workshop ini, 20 jurnalis dari berbagai wilayah di Indonesia akan berkolaborasi melakukan reportase mendalam dengan bekal fenomena dan kasus dari daerah masing-masing. Sehingga, kita punya gambaran utuh tentang bagaimana sektor keuangan memasuki sektor transisi energi di berbagai wilayah, serta dampaknya bagi masyarakat dan perempuan di berbagai daerah,” tambahnya.

Workshop dua hari yang berlasung pada 29-30 November 2025 ini ditutup dengan semangat baru. Para jurnalis pulang tidak hanya dengan pengetahuan, tetapi dengan jejaring kolaborasi yang kuat.

Di tangan mereka, isu keuangan berkelanjutan bukan lagi sekadar angka di laporan tahunan bank, melainkan cerita tentang nasib manusia dan alam yang harus dijaga.***

Uang
Ilustrasi. (Istimewa/Bogordaily.net)

Dedie A. Rachim Hadiri Turnamen Bulutangkis Piala Dedie Rachim 2025, Ajak Perkuat Kebersamaan Antar Warga

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menghadiri Turnamen Bulutangkis Piala Dedie Rachim 2025 yang berlangsung di King Badminton, Jalan Sholeh Iskandar, Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Minggu 30 November 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Dedie Rachim yang didampingi Camat Tanah Sareal, Rojib, memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh peserta turnamen.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan olahraga seperti ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antarwarga.

“Turnamen bulutangkis ini bertujuan memperkuat silaturahmi antar simpul-simpul masyarakat di wilayah Kecamatan Tanah Sareal,” katanya.

Selain melibatkan instansi kedinasan seperti Kantor Imigrasi dan BPBD, panitia juga mendorong partisipasi berbagai pihak untuk membangun komunikasi informal yang lebih dekat di lingkungan masyarakat.

Menurut Dedie, kegiatan ini lebih menitikberatkan pada nilai kebersamaan dibandingkan pencapaian prestasi, sehingga mampu menghadirkan suasana positif bagi warga dan memperkuat rasa persatuan di tingkat lokal.

Usai membuka dan meninjau turnamen, Dedie Rachim menyempatkan diri mengunjungi stand UMKM yang berjejer di area parkiran King Badminton.

Ia juga membeli beberapa makanan dan minuman yang dijajakan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM lokal.(Ibnu Galansa)

Piala Dedie Rachim 2025: Peserta dari 11 Kelurahan Adu Skill di King Badminton

0

Bogordaily.net – Sebanyak 32 peserta mengikuti Turnamen Bulutangkis Piala Dedie Rachim 2025 yang digelar di King Badminton, Jalan Sholeh Iskandar, Kedungbadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Minggu 30 November 2025.

Turnamen ini diselenggarakan sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi antar unsur Forkopimcam Tanah Sareal sekaligus memperkuat kebersamaan antar instansi di wilayah Tanah Sareal.

Ketua Panitia Turnamen Bulutangkis Piala Dedie Rachim 2025, Maswi Haris, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh peserta dari 11 kelurahan se-Kecamatan Tanah Sareal, Muspika, Koramil 0606, Polsek Tanah Sareal, Puskesmas se-Kecamatan Tanah Sareal, serta Dispora Kota Bogor.

“Para peserta memperebutkan berbagai penghargaan bergengsi, termasuk piala bergilir, medali, sertifikat, serta uang pembinaan,” kata Maswi.

Bagi para pemenang akan mendapatkan hadiah. Untuk Juara 1, Rp 6 juta, Juara 2 Rp 4 juta dan Juara 3 & 4 Rp 2,5 juta.

Sementara Penanggung Jawab Turnamen Bulutangkis Piala Dedie Rachim 2025, Boray, menyampaikan bahwa turnamen ini akan menjadi agenda rutin tahunan.

Bahkan, pada tahun-tahun berikutnya, kegiatan olahraga ini rencananya akan diperluas dengan menghadirkan turnamen di berbagai cabang olahraga lainnya.

“Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kebersamaan antar unsur pemerintahan, instansi, dan masyarakat di Kecamatan Tanah Sareal semakin kuat sekaligus mampu mendorong prestasi olahraga di Kota Bogor,” ungkapnya.(Ibnu Galansa)