Wednesday, 22 April 2026
Home Blog Page 270

Workshop Reportase Keuangan Berkelanjutan Dorong Jurnalis Perkuat Liputan Transisi Energi

0

Bogordaily.net – Indonesia tengah memasuki fase krusial dalam upaya transisi energi. Namun, perjalanan menuju energi bersih masih dihadapkan pada beragam tantangan, mulai dari ketergantungan terhadap energi fosil, minimnya pendanaan hijau, hingga isu transparansi yang belum optimal.

Di tengah dinamika tersebut, kebutuhan akan jurnalisme yang kuat, kritis, dan berbasis data semakin mendesak.

Untuk menjawab kebutuhan itu, Ekuatorial bersama Koalisi ResponsiBank Indonesia menggelar Workshop Reportase Keuangan Berkelanjutan, sebuah program yang dirancang untuk memperkuat kapasitas jurnalis dalam meliput isu pendanaan iklim dan energi bersih.

Penyelenggara menyebut, workshop ini tidak hanya memberikan pemahaman mendalam soal keuangan berkelanjutan, tetapi juga mendorong kolaborasi antara media, para ahli, hingga organisasi masyarakat sipil (CSO).

Harapannya, peliputan mengenai transisi energi dapat dilakukan secara lebih akurat, berimbang, dan berdampak bagi publik.

Dua Komponen Utama Workshop

Kegiatan yang digelar Sabtu–Minggu, 29–30 November 2025 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, ini terdiri dari dua bagian besar:

1. Workshop Intensif

Sesi interaktif selama dua hari menghadirkan materi konseptual dan strategi peliputan terkait pendanaan hijau, risiko iklim, hingga peta jalan transisi energi di Indonesia.

2. Story Grants

Peserta terpilih akan memperoleh dukungan pendanaan awal untuk memproduksi liputan mendalam atau investigatif berdasarkan tema workshop. Skema ini diharapkan dapat mendorong karya jurnalistik berkualitas dan berpengaruh bagi penguatan tata kelola sektor energi.

Dengan adanya workshop ini, penyelenggara berharap jurnalis dapat memainkan peran yang lebih kuat dalam mengawal akuntabilitas, terutama pada isu yang menyangkut pembiayaan energi bersih dan kebijakan transisi energi yang kian mendesak untuk diwujudkan.***

Daftar Film Indonesia dengan Penonton Terbanyak di Hari Pertama Penayangan Selama 2025

0

Bogordaily.net – Film Agak Laen: Menyala Pantiku! akhirnya tayang di bioskop pada Kamis, 27 November 2025.

Jumlah penonton film yang sering disebut dengan judul ‘Agak Laen 2’ ini diperkirakan akan meledak di hari pertama.

Pasalnya film Agak Laen yang tayang di bioskop tahun 2024 disaksikan lebih dari 9 juta penonton.

Antusias penonton menyaksikan film Agak Laen: Menyala Pantiku! di hari pertama dapat dilihat pula dari jumlah layar yang tersedia.

Jumlah layar Agak Laen: Menyala Pantiku! mencapai 3.667, lebih banyak dari film Zootopia 2 dan Sampai Titik Terakhirmu yang juga ramai ditonton.

Ngomong-ngomong, film Indonesia raih penonton terbanyak di hari pertama penayangan sepanjang 2025 apa saja ya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Posisi pertama masih diraih film Jalan Pulang dengan 211.639 penonton di hari pertama penayangan.

Film yang dibintangi ‘trio Ratu Horor’ Shareefa Daanish, Taskya Namya, dan Luna Maya tersebut kini dapat ditonton ulang di Netflix.

Saat tayang di bioskop sekitar bulan Juni hingga Juli 2025, film Jalan Pulang meraih nyaris 3 juta penonton.

Sedangkan film Pabrik Gula yang tayang di momen Idulfitri berhasil meraih angka 203.799 di hari pertama penayangan.

Pabrik Gula rupanya juga peringkat dua untuk film Indonesia penonton terbanyak sepanjang tahun 2025 dengan angka nyaris 5 juta di bawah film Jumbo.

Film garapan Awi Suryadi ini juga sudah bisa ditonton di Netflix.

Film Petaka Gunung Gede yang disutradarai Azhar Kinoi Lubis pun berada di peringkat ketiga untuk dua kategori.

Yang pertama, Petaka Gunung menjadi film Indonesia raih penonton terbanyak di hari pertama penayangan dengan total 170.007.

Film yang kini tayang di Netflix ini juga posisi ketiga untuk film Indonesia penonton terbanyak sepanjang tahun 2025 dengan catatan angka 3.242.843.

Selanjutnya di posisi keempat film Indonesia raih penonton terbanyak hari pertama penayangan, ada Kang Solah from Kang Mak x Nenek Gayung.

Film Kang Solah disaksikan 115.523 orang di hari pertama, sedangkan totalnya sampai turun layar sekitar 2,5 juta penonton.

Sayangnya film yang dibintangi Rigen Rakelna dan Davina Karamoy ini belum ada di platform streaming mana pun.

Terakhir ada film Sosok Ketiga: Lintrik dengan perolehan penonton di hari pertama penayangan mencapai 109.889.

Meski cukup tinggi di hari pertama, film Sosok Ketiga: Lintrik hanya memperoleh 1.162.291 penonton hingga artikel ini ditulis.

Kendati begitu, film yang dibintangi Adinda Thomas ini masih tayang di sejumlah bioskop di Indonesia sampai sekarang.

Dengan capaian tersebut, akankan posisi Sosok Ketiga: Lintrik digeser oleh Agak Laen: Menyala Pantiku yang baru tayang? Kita nantikan saja kabar selanjutnya ya!

Itu dia sederet film Indonesia yang meraih jumlah penonton terbanyak di hari pertama penayangannya sepanjang tahun 2025.

Kira-kira Agak Laen: Menyala Pantiku! akan menggeser rekor film-film di atas nggak ya?.***

Mukhtara Air Punya Siapa? Profil Maskapai Baru Arab Saudi yang Siap Terbang di Indonesia 2026

0

Bogordaily.net – Mukhtara Air punya siapa? Itulah pertanyaan yang tiba-tiba ramai di kalangan pegiat dunia penerbangan tanah air.

Pertanyaan itu muncul seiring kemunculan nama sebuah maskapai baru asal Arab Saudi yang bersiap masuk ke langit Indonesia mulai Januari 2026.

Mukhtara Air punya siapa menjadi pembuka banyak percakapan sejak kabar itu berembus dari Bandara Halim Perdanakusuma, tempat para eksekutifnya memberi keterangan resmi.

Mukhtara Air adalah bagian dari Manazil Al Mukhtara Company Holding, sebuah perusahaan raksasa berbasis di Madinah yang bertahun-tahun mengurusi bisnis hotel, haji, dan umrah dengan standar internasional.

Itulah jawaban paling sederhana dari pertanyaan Mukhtara Air punya siapa. Tapi tentu saja, publik Indonesia tetap ingin mendengar cerita lengkapnya.

Operating Director Mukhtara Air, Andik Setiawan, menyampaikan bahwa pihaknya kini sedang menunggu proses kelahiran terpenting bagi sebuah maskapai: sertifikasi AOC (Air Operator Certificate).

Tanpa itu, pesawat hanya tinggal pesawat — tak boleh membawa penumpang.

“Begitu AOC keluar dari Direktorat Perhubungan Udara, kami langsung terbang. Targetnya maksimal Januari, InsyaAllah,” katanya.

Dari hanggar Halim, Andik menjelaskan armada awal Mukhtara Air yang baru berisi dua pesawat: Airbus A320 dan Airbus A330. Airbus A320 disiapkan menjadi feeder domestik untuk menopang penerbangan internasional.

Ini bagian dari strategi hub and spoke yang akan menghubungkan Surabaya, Denpasar, dan Kualanamu. Adapun Airbus A330 akan menempuh rute panjang menuju Jeddah, Madinah, dan—menyusul kemudian—Thaif.

Maskapai ini tidak berhenti di angka dua. Tahun depan mereka berencana menambah tiga unit A320 dan empat unit A330.

Jika rencana berjalan mulus, total armada Mukhtara Air akan mencapai 10 pesawat. Ambisi yang tidak kecil untuk pemain baru di Indonesia, apalagi untuk rute yang langsung bersinggungan dengan pasar haji dan umrah.

Kantor pusat Mukhtara Air berada di Komplek Perkantoran CBC, dekat Bandara Soekarno-Hatta. Mereka juga memiliki kantor perwakilan di Medan, Surabaya, dan Bali — sebuah jaringan yang menandakan keseriusan ekspansi.

Pada akhirnya, pertanyaan Mukhtara Air punya siapa bukan sekadar gosip kepo publik.

Ia adalah pintu masuk rasa ingin tahu terhadap munculnya pemain baru yang bisa mengubah peta perjalanan umrah dan haji Indonesia.

Dan seperti biasa, publik Indonesia menyambutnya bukan hanya dengan rasa penasaran, tetapi juga dengan harapan: jangan-jangan harga tiket bisa ikut turun.***

Apa Itu SGS Pengganti Bea Cukai? Ultimatum Pemerintah Jadi Sorotan Nasional

0

Bogordaily.net – SGS Pengganti Bea Cukai tiba-tiba menjadi bahan pembicaraan besar di republik ini.

Seperti petir yang menyambar dari balik gedung Kementerian Keuangan, pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelegar: Bea Cukai harus berubah.

Kalau tidak, proses pengawasan bisa kembali diserahkan kepada SGS—nama lama yang pernah berjaya pada era Orde Baru. Nama yang dulu melintas di pelabuhan-pelabuhan kita, sebelum kita merasa cukup percaya diri mengurus diri sendiri.

Reformasi kepabeanan memang sudah lama terdengar. Namun kali ini nada sang menteri tidak lagi halus. Ia memberi ultimatum. Ia seolah berkata: kalau kapal ini tidak bisa diluruskan oleh nahkodanya, maka kita panggil lagi pihak asing yang dulu pernah mengendalikan kompas.

SGS Pengganti Bea Cukai, itulah istilah yang kini beterbangan dari media sosial sampai ruang rapat kementerian. Banyak orang ternyata tidak tahu SGS itu apa. Padahal nama itu pernah begitu kuasa dalam perjalanan barang-barang yang hendak masuk ke Indonesia. Di zaman Orde Baru, SGS memeriksa semuanya sebelum barang dikapalkan. Sebelum truk-truk kontainer itu mendarat di Tanjung Priok, SGS sudah memegang buku catatannya.

Maka ketika Menkeu mengucapkan nama itu, publik tersentak. Seakan-akan ada pintu masa lalu yang kembali dibuka. Ada pertanyaan besar: apakah negara ini sedang mengambil langkah mundur atau justru melompat maju?

Purbaya berbicara lantang. Ia tidak ingin pelayanan publik seperti Bea Cukai dibiarkan lesu, mengulang kesalahan yang sama. ”Kalau tidak bisa diperbaiki, kita lakukan seperti dulu saja, oleh SGS,” katanya.

Kalimat yang langsung menggugah gengsi sebuah institusi besar. Pesan yang jelas: pemerintah ingin hasil yang nyata, bukan janji yang panjang.

Di negara lain, melibatkan pihak ketiga bukan perkara tabu. Banyak yang memakai jasa perusahaan inspeksi internasional untuk menutup celah kecurangan dalam impor. Dan SGS adalah raksasa di bidang itu.

Lalu publik bertanya lebih jauh: SGS itu apa?

SGS adalah perusahaan global asal Swiss, bergerak di bidang pengujian, inspeksi, dan sertifikasi. Lahir di Prancis pada 1878, pindah ke Jenewa pada 1915, menjadi rujukan dunia untuk integritas dan presisi. Mereka punya lebih dari 2.500 kantor dan laboratorium, tersebar di 115 negara, melibatkan hampir 100 ribu karyawan. Mereka seperti “hakim” bagi kualitas barang di pasar internasional.

Di Indonesia, nama itu tidak asing. Pada masa Orde Baru, SGS memegang penuh apa yang disebut pre-shipment inspection. Barang belum masuk ke kapal, SGS sudah memegang data beratnya, mutunya, jumlahnya. Tidak ada ruang gelap bagi manipulasi.

Itulah mengapa wacana pelibatan kembali SGS membuat banyak orang bertanya: apakah kita sedang kekurangan kepercayaan diri? Atau justru sedang mengambil langkah disiplin dalam skala besar?

Padahal jelas, ancaman itu bukan sekadar ancaman. Ini alarm. Alarm keras bagi Bea Cukai agar membenahi yang bengkok. Agar ruang-ruang gelap pelayanan publik dibuka tirainya.

SGS Pengganti Bea Cukai menjadi simbol. Bukan semata perusahaan, tapi cermin besar yang kini diarahkan ke wajah sistem kepabeanan kita. Pemerintah ingin efisiensi. Ingin transparansi. Ingin kejujuran yang tidak ditawar-tawar.

SGS menawarkan empat layanan utama: inspeksi, verifikasi, analisis laboratorium, dan sertifikasi. Itulah yang membuat banyak negara bergantung pada mereka. Standarnya tinggi. Integritasnya global. Mereka berbeda karena diawasi pasar modal, tunduk pada regulasi internasional yang ketat.

Maka ketika nama itu kembali disebut, artinya pemerintah sedang mempertimbangkan pilihan yang drastis. Langkah yang berat. Langkah yang akan mengguncang banyak meja.

Pada akhirnya, pertanyaannya bukan sekadar SGS itu apa, atau apakah SGS akan kembali. Pertanyaannya adalah: apakah Bea Cukai berani berubah sebelum pintu itu benar-benar dibuka?

Kalau tidak, Indonesia bisa saja kembali pada sistem lama: inspeksi pra-pengapalan oleh SGS, mekanisme yang dulu sangat berhasil menurunkan manipulasi data dan meningkatkan akurasi barang impor.

Jika itu terjadi, sejarah berputar lagi. Bukan mundur. Tapi kembali ke titik di mana negara menuntut presisi mutlak.***

Kebakaran di Sukawarna Cipaku Bogor Selatan, Api Lahap Permukiman Padat

0

Bogordaily.net – Kebakaran di Jalan Kp. Sukawarna, Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Sabtu pagi 29 November 2025, bukan sekadar peristiwa api yang membubung dari sebuah permukiman.

Kebakaran di Bogor Selatan ini menyisakan dentuman waktu yang seakan berhenti beberapa detik—sebelum akhirnya semua orang sadar bahwa mereka harus berlari, berteriak, dan menyelamatkan apa pun yang masih bisa diselamatkan.

Pagi itu masih muda. Matahari bahkan belum benar-benar naik. Jalan kecil di Kp. Sukawarna masih lengang, hanya pedagang sayur yang baru turun dari motor, beberapa warga yang sedang menyapu halaman.

Hingga tiba-tiba, dari satu rumah di ujung gang, asap tipis mulai muncul. Lalu menebal. Lalu berubah jadi api yang meloncat seperti sedang mengejar udara.

Kebakaran Kp. Sukawarna Cipaku ini seketika membuat warga panik. Teriakan meminta tolong bersahutan.

Ada yang mencoba menyiram dengan ember, ada yang menggedor pintu rumah tetangga, ada yang langsung menghubungi pemadam kebakaran.

Dalam hitungan menit, gang itu berubah menjadi tempat di mana semua orang bergerak cepat, tetapi tetap saja terasa lambat dibanding laju api.

Petugas pemadam kebakaran dari Kota Bogor datang dengan sirene yang meraung memecah suasana.

Mobil merah itu berhenti tepat di depan jalan kecil yang memaksa petugas membawa selang secara manual, berlari ke lokasi api. Beberapa warga ikut membantu, membentangkan selang, menyingkirkan motor, mengangkat barang-barang yang masih bisa ditarik dari rumah terdekat api.

Api sudah mulai membesar saat petugas menyemprotkan air bertekanan tinggi. Kobaran api yang awalnya seperti lidah kecil kini menjadi dinding panas yang menggigit apa pun yang disentuhnya.

Namun, perlahan, para petugas berhasil menahan laju api, memastikan agar kebakaran di Bogor Selatan ini tidak merambat ke rumah-rumah lain yang berdempetan rapat.

Sementara itu, warga berdiri mematung. Ada yang memeluk ibu mereka. Ada yang sibuk menelpon keluarga lain, memastikan semua aman.

Ada pula yang hanya melihat, tidak banyak bicara—karena memang tidak ada yang bisa dikatakan ketika api telah menjadi penguasa pagi.

Hingga berita ini diturunkan, kebakaran tersebut masih dalam penanganan tim pemadam kebakaran. Belum ada laporan resmi terkait korban maupun penyebab awal api.

Namun bagi warga Sukawarna, peristiwa ini akan menjadi cerita panjang—tentang bagaimana pagi yang tenang bisa berubah menjadi pagi yang berisik, panas, dan penuh kecemasan.

Petugas masih bekerja. Warga masih berjaga. Dan Bogor, seperti biasa, kembali mengingatkan bahwa rasa aman selalu bisa berubah kapan saja.***

Srikandi PLN UP3 Bogor Laksanakan Kegiatan Sosial Jumat Berkah Berbagi Cahaya Berikan Sambungan Listrik Gratis kepada Warga

0

Bogordaily.net — Srikandi PLN UP3 Bogor kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui program Jumat Berkah Berbagi Cahaya, yaitu kegiatan pemberian sambungan listrik gratis kepada warga yang memenuhi kriteria penerima manfaat.

Dalam pelaksanaan program kali ini, Srikandi PLN mengunjungi langsung dua lokasi penerima manfaat, yaitu Kampung Pasir Beureum, Kecamatan Parung Panjang dan Kampung Tugu Wates, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Program Jumat Berkah Berbagi Cahaya merupakan upaya PLN dalam mendukung peningkatan taraf hidup masyarakat melalui akses energi yang lebih aman dan layak. Dengan akses listrik yang memadai, warga diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman, produktif, dan aman dari potensi bahaya listrik ilegal atau instalasi tidak standar.

Selain memberikan sambungan listrik gratis, Srikandi PLN UP3 Bogor juga melakukan edukasi sederhana terkait penggunaan listrik yang aman, hemat, dan sesuai standar instalasi. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan langsung kepada warga penerima manfaat untuk memastikan mereka memahami cara memanfaatkan listrik secara bijak.
Salah satu pelanggan penerima manfaat mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan.

“Alhamdulillah, bantuan sambungan listrik ini sangat membantu keluarga kami. Anak-anak bisa belajar lebih nyaman di malam hari dan aktivitas rumah tangga jadi lebih mudah. Terima kasih kepada PLN yang sudah peduli kepada warga kecil seperti kami,” ujar salah satu penerima manfaat di Kp. Pasir Beureum.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial PLN terhadap masyarakat yang membutuhkan akses energi layak.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat, khususnya warga yang kurang mampu, memiliki akses listrik yang aman dan legal. Program Jumat Berkah Berbagi Cahaya adalah wujud nyata komitmen PLN dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutur Gumelar.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, memberikan apresiasi terhadap kepedulian dan peran aktif Srikandi PLN UP3 Bogor dalam menjangkau masyarakat secara langsung.

“Kami bangga melihat Srikandi PLN turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan listrik ini tepat sasaran dan bermanfaat. Akses energi merupakan hak dasar yang dapat membuka peluang ekonomi dan sosial masyarakat. Semoga kehadiran listrik ini membawa perubahan positif bagi warga di dua lokasi tersebut,” ungkap Sugeng.

Melalui program Jumat Berkah Berbagi Cahaya, PLN terus memperkuat komitmennya dalam memberikan layanan terbaik serta menghadirkan energi berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus memperluas jangkauan manfaat bagi warga yang membutuhkan.***

BRI KC Depok Gelar Santunan Anak Yatim

0

Bogordaily.net – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (KC) Depok gelar acara santunan. Kali ini BRI KC Depok memberikan santunan kepada Anak Yatim. Kegiatan ini dilaksanakan pada 22 November 2025.

Pimpinan BRI KC Depok, Aris Abdillah mengatakan, kegiatan santunan ini merupakan salah satu agenda rutin dalam bidan sosial keagamaan. Hanya saja bentuk dan lokasi disesuaikan dengan kebutuhan. Sehingga tentunya berbeda-beda bentuk santunan dan juga tempatnya.

“Kali ini kami santunan ke anak yatim,” ungkapnya.

Aris menjelaskan, santunan diberikan ke 20 anak yatim. BRI KC Depok memberikan bingkisan serta uang tunai kepada anak yatim tersebut.

“Semoga yang diberikan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin,” tegasnya.

BRI KC Depok terus memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Tak hanya itu, perhatian terhadap lingkungan sekitar terutama masyarakat yang kurang mampu juga dimaksimalkan.

“Kami tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, oleh karena itu pelayanan terbaik akan terus ditingkatkan,” tutupnya.***

PC Syarikat Islam Kota Bogor Apresiasi Pengukuhan Dirut Tirta Pakuan, Tegaskan Pentingnya Konsistensi Layanan Air Bersih

0

Bogordaily.net – Pimpinan Cabang Syarikat Islam (SI) Kota Bogor menyatakan dukungannya terhadap keputusan Wali Kota Bogor yang kembali mengukuhkan Rino Indira Gusniawan sebagai Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan.

Keputusan tersebut tercantum dalam SK Wali Kota Bogor Nomor 900.13.2/F 392–393 Bag. Ekonomi/2025 dan diumumkan oleh Sekretaris Daerah pada Jumat, 28 November 2025.

Ketua PC Syarikat Islam Kota Bogor, Subhan Murtadla, menilai penetapan kembali Rino bukan keputusan yang dilakukan secara tergesa-gesa.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kota telah melakukan evaluasi menyeluruh terkait kinerja, tata kelola, serta kualitas pelayanan yang selama ini diberikan perusahaan air minum daerah tersebut.

Menurutnya, aspek profesionalitas, rekam jejak kepemimpinan, dan keberlanjutan pelayanan publik menjadi pertimbangan utama.

Subhan juga menggarisbawahi rekam jejak panjang Rino Indira Gusniawan dalam mengelola layanan air bersih di Kota Bogor.

Di bawah kepemimpinannya, Tirta Pakuan dinilai mencatat berbagai perkembangan positif mulai dari efisiensi distribusi, peningkatan pengalaman pelanggan, hingga penguatan sistem operasional di beberapa wilayah kota.

“Kami melihat kinerja yang sudah kang Rino bangun, menjadi alasan kuat untuk melanjutkan amanah tersebut. Konsistensi peningkatan layanan air bersih sangat dirasakan masyarakat,” ujar Subhan.

Ia menambahkan bahwa tantangan penyediaan air bersih di kota berkembang seperti Bogor tidak semakin mudah.

Dengan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan infrastruktur yang meningkat, diperlukan figur yang memahami aspek teknis sekaligus manajerial secara mendalam agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.

“Kang Rino merupakan sosok yang memahami ritme, kebutuhan, dan dinamika Perumda Tirta Pakuan. Keputusan ini selaras dengan kebutuhan masyarakat Kota Bogor,” tambahnya.

Tidak hanya mendukung keputusan tersebut, PC Syarikat Islam Kota Bogor turut menyampaikan pesan moral kepada seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan Tirta Pakuan.

Subhan menekankan bahwa jabatan publik adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia. Mengelola air bukan sekadar urusan teknis, tetapi bagian dari menjaga keberlangsungan hidup masyarakat. Kami berharap pelayanan terus ditingkatkan, terutama bagi warga di wilayah yang masih membutuhkan pemerataan distribusi,” terang Subhan.

PC SI Kota Bogor juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung berbagai program Perumda Tirta Pakuan sambil terus memberikan masukan konstruktif demi peningkatan kualitas layanan.

“Mari bersama-sama menjaga fasilitas publik, mendukung kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat, dan memastikan Kota Bogor terus menjadi kota yang nyaman, sehat, dan maju,” tutupnya.***

Pesona Drajih Nature Camp di Kaki Gunung Salak, Wisata Alam Favorit untuk Camping

0

Bogordaily.net – Area Drajih Nature Camp yang berada di Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menawarkan panorama memukau dari ketinggian sekitar 1.500 mdpl. Terletak tepat di kaki Gunung Salak, kawasan ini menjadi destinasi favorit para wisatawan yang ingin melihat keindahan Kota Bogor dari sudut pandang berbeda.

Dari titik tertingginya, pengunjung dapat menyaksikan hamparan Kota Bogor yang tampak menawan, terutama pada malam hari ketika gemerlap lampu kota mulai menyala.

Pemandangan tersebut menjadi daya tarik utama yang membuat lokasi ini ramai dikunjungi, baik wisatawan lokal maupun luar daerah.

Selain panorama kota, udara sejuk khas pegunungan dan suasana alam yang masih asri memberikan pengalaman yang menenangkan.

Banyak pengunjung memilih bermalam di area camping ground untuk menikmati malam dengan langit cerah dan udara dingin yang menyegarkan.

Pihak pengelola menyampaikan bahwa jumlah kunjungan terus meningkat, khususnya di akhir pekan.

Berbagai pembenahan fasilitas juga dilakukan untuk menjaga kenyamanan pengunjung tanpa mengurangi keaslian alam sekitar Gunung Salak.

Dengan segala keindahan dan ketenangannya, Drajih Nature Camp menjadi salah satu pilihan wisata alam yang layak dikunjungi oleh warga Bogor dan sekitarnya yang ingin melepas penat sambil menikmati panorama kota dari ketinggian.***

Peringati Hari Guru Nasional, PLN UP3 Bogor Berikan Sambungan Listrik Gratis kepada Guru SD Situ Gede 5

0

Bogordaily.net – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, PLN UP3 Bogor menunjukkan kepedulian kepada para pahlawan tanpa tanda jasa dengan memberikan sambungan listrik gratis kepada Bapak Cecep, seorang guru yang mengabdi di SD Situ Gede 5, Kota Bogor, 25 November 2025.

Bantuan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi PLN atas dedikasi para pendidik yang telah berkontribusi besar dalam mencerdaskan generasi bangsa.

Bapak Cecep merupakan salah satu guru yang dikenal berdedikasi tinggi, bahkan di tengah keterbatasan fasilitas di rumahnya.

Dengan adanya sambungan listrik yang layak dan aman, diharapkan kegiatan belajar mengajar yang ia persiapkan serta aktivitas keluarga sehari-hari dapat berjalan lebih nyaman.

Dalam penyerahan bantuan ini, tim PLN UP3 Bogor turut melakukan pengecekan instalasi serta edukasi mengenai penggunaan listrik yang aman dan andal.

Bapak Cecep menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas kepedulian PLN.

“Saya sangat berterima kasih kepada PLN atas bantuan ini, apalagi diberikan tepat di Hari Guru. Listrik yang layak ini sangat membantu keluarga kami, dan tentu memudahkan saya dalam menyiapkan materi pembelajaran untuk murid-murid. Semoga PLN semakin maju dan terus memberi manfaat untuk masyarakat,” tuturnya.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa PLN memiliki komitmen untuk mendukung kelompok masyarakat yang memberikan kontribusi penting bagi pembangunan bangsa, termasuk para guru.

“Guru adalah sosok penting dalam pembentukan karakter generasi masa depan. Kami merasa terhormat dapat memberikan dukungan berupa sambungan listrik gratis sebagai bentuk apresiasi PLN pada Hari Guru Nasional ini. Semoga bantuan ini dapat memperlancar aktivitas Bapak Cecep dan memberikan kenyamanan bagi keluarganya,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, memberikan apresiasi atas inisiatif sosial yang dilakukan UP3 Bogor.

“PLN tidak hanya menyediakan energi listrik, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program bantuan sambungan listrik ini merupakan wujud kepedulian PLN kepada para pahlawan tanpa tanda jasa yang telah mengabdi bagi dunia pendidikan. Kami berharap bantuan ini membawa berkah dan semakin mendukung tugas mulia Bapak Cecep sebagai pendidik,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, PLN UP3 Bogor berharap semangat kepedulian dapat terus ditularkan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang telah berjasa mencerdaskan kehidupan bangsa.***