Thursday, 23 April 2026
Home Blog Page 271

Dua Sisi Transformasi RSUD Kota Bogor: Lakukan dengan Hati Perkuat dengan Efisiensi

0

Bogordaily.net – Suasana RSUD Kota Bogor pekan ini menyiratkan semangat baru. Dalam apel pagi pada Senin 14 November 2025, dr. Sri Nowo Retno, Plt. Direktur RSUD Kota Bogor, tidak hanya berbicara tentang hati dan empati, tetapi juga menyelipkan pesan yang lebih tajam dan strategis, efisiensi biaya yang rasional.

“Tolong lakukan dengan hati dan empati, cepat dan tepat,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh perhatian.

Kalimat “cepat dan tepat” itu bukan sekadar slogan. Ia adalah pintu masuk menuju sebuah konsep manajemen yang sehat dalam menopang, cost containment.

Di hadapan seluruh staf, dr. Retno menegaskan visi kepemimpinan yang modern.

Ia paham, rumah sakit yang sehat bukan hanya diukur dari senyum ramah para perawat, tetapi juga dari kesehatan finansialnya.

Cost containment, yang ia jelaskan sebagai upaya penghematan biaya yang rasional dan strategis, menjadi senjata rahasianya.

“Ini adalah praktik untuk mengendalikan biaya operasional secara ketat tanpa menggerus kualitas layanan sedikit pun,” tegasnya.

Pesannya jelas, yakni setiap rupiah yang dihemat dari pembelanjaan yang tidak perlu, adalah langkah untuk menguatkan layanan kesehatan.

Di mana RS dapat membeli obat lebih banyak, memperbaiki fasilitas, dan pada akhirnya, meningkatkan kualitas hidup pasien.

Dr. Retno punya visi yang utuh. Di satu sisi, ia memperkenalkan konsep “kawasan wajib senyum” sebagai obat pertama bagi jiwa pasien.

Di sisi lain, ia menjalankan pengawasan ketat tidak hanya pada senyum, tetapi juga pada alur anggaran.

“Saya akan awasi hari demi hari, jam per jam. Ini bukan ancaman, melainkan bentuk komitmen pimpinan untuk menjaga kualitas pelayanan,” tegas dr. Retno, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Pengawasan itu kini memiliki dimensi ganda. Pertama, memastikan empati mengalir tulus, sekaligus memastikan tidak ada sumber daya yang terbuang sia-sia.

Namun dr. Retno juga realistis. Ia tahu beban tenaga kesehatan tidak ringan, dan tekanan untuk berhemat bisa menjadi beban tambahan.

Namun, ia meyakinkan bahwa cost containment yang cermat justru akan melindungi mereka dan pasien dalam jangka panjang.

“Mari kita bergotong-royong keluar dari segala tantangan ini,” ajaknya kepada seluruh insan RSUD Kota Bogor, menyatukan semangat pelayanan dengan disiplin finansial.

Transformasi di RSUD Kota Bogor pun mulai terasa dalam dua bentuk. Di lorong-lorong rumah sakit, senyum dan sapa yang lebih hangat menjadi obat moral.

Di balik layar, evaluasi yang cermat terhadap pengeluaran operasional menjadi “vitamin” bagi keberlangsungan rumah sakit.

Perubahan yang dijalankan secara konsisten dengan hati yang tulus dan manajemen biaya yang baik, akan menjadi fondasi kokoh untuk transformasi besar pelayanan kesehatan di RSUD Kota Bogor, sebuah visi kepemimpinan yang visioner.(Patrick)

Pemkab Bogor-DPRD Resmi Tetapkan APBD 2026, Alami Penurunan Hingga Rp700 Miliar

1

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) resmi menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 dalam rapat paripurna pada Jum’at 28 November 2025.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut, Transfer Ke Daerah (TKD) Kabupaten Bogor dari Pemerintah mengalami penurunan. Sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 juga mengalami penurunan.

“Kita hari ini menetapkan rancangan APBD tahun anggaran 2026, ditetapkan menjadi perda anggaran pendapatan belanja daerah tahun anggaran 2026,” kata Rudy Susmanto kepada wartawan, Jum’at 28 November 2025.

Adapun, APBD tahun depan mengalami penurunan sebanyak Rp.700 Miliar dari sebelumnya Rp. 12,4 Miliar menjadi Rp.11,697 Miliar.

“Jadi pada saat transfer keuangan daerah kita pun mengalami penurunan kurang lebih setelah dibahas bersama APBD yang sudah di tetapkan, APBD perubahan tahun anggaran 2025 senilai Rp12,4 triliun, lalu hari ini kita menetapkan APBD 2026 senilai Rp11,697, maka ada penurunan kurang lebih hampir Rp700 miliar,” jelasnya.

Nantinya, hasil penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) itu tersebut akan dilaporkan langsung ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

“Yang mana akan kita kirim kepada pemerintah provinsi Jawa Barat untuk dilakukan evaluasi Gubernur,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Rudy, beberapa kebutuhan masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur akan tetap menjadi prioritas.

“Tentu kebutuhan dasar masyarakat yaitu selain infrastruktur, pendidikan, kesehatan,” kata Rudy.

“Tetapi kita melihat rekapan BPR di Kabupaten Bogor bersama seluruh satuan kerja perangkat daerah memilah satu per satu sehingga program yang menjadi prioritas kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama, lalu beberapa program-program lainnya yang masih dapat kita tunda di tahun berikutnya,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya turut menyampaikan terima kasih kepada jajaran DPRD yang telah bekerja keras untuk bersama sama dalam menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 untuk kesuksesan program prioritas di Kabupaten Bogor.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada DPRD Kabupaten Bogor dan seluruh jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Bogor dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Bogor yang telah membahas bersama-sama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bogor memprioritaskan bukan hanya satu atau dua lokasi tapi menyeluruh di 416 desa, 19 kelurahan,” ungkap Rudy.(Albin)

Program Studi Komunikasi Digital dan Media SV IPB University Berikan Pelatihan Digital Marketing bagi UMKM Desa Sukajaya

0

Bogordailynet – Mahasiswa Kelompok Digdaya Program Studi Komunikasi Digital dan Media (KMN), Sekolah Vokasi IPB University melaksanakan kegiatan pelatihan digital marketing bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor pada Minggu (16/11) di kantor Desa Sukajaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Digdaya: Digitalisasi Usaha Masyarakat Berdaya” yang digagas sebagai bentuk kontribusi akademik bagi peningkatan kapasitas masyarakat desa, khususnya dalam pemanfaatan media digital untuk pengembangan usaha.

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan literasi digital masyarakat Desa Sukajaya, terutama dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi produk. Peserta dibekali materi yang tidak hanya berfokus pada teori pemasaran digital, tetapi juga keterampilan praktis agar UMKM mampu memperluas jangkauan dan daya saing produk mereka di tengah meningkatnya persaingan bisnis online. Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM diharapkan dapat memahami cara mengoptimalkan platform digital untuk memasarkan produk secara lebih efektif, efisien, dan terukur.

Pelatihan menghadirkan narasumber Prasepta Widikurnia, S.Pi. dari PT Kampoeng Chicken, seorang praktisi yang berpengalaman dalam mengelola bisnis secara daring. Materi yang disampaikan mencakup pengantar digital marketing, konsep buyer persona, buyer journey, serta strategi menentukan media pemasaran yang paling sesuai dengan karakteristik produk dan sasaran konsumen.

Narasumber juga memberikan wawasan mengenai cara membangun identitas merek. “Sebelum memulai digital marketing, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan goals atau tujuan usaha kita. Dari sini, kita bisa menyusun identitas merek yang jelas dan konsisten sehingga lebih mudah dikenal oleh konsumen,” ucapnya.

Setelah memperoleh pemahaman dasar, peserta diarahkan untuk mempraktikkan penyusunan konten promosi, termasuk teknik penulisan caption yang efektif, penggunaan visual yang komunikatif, dan pemilihan gaya bahasa yang sesuai dengan target pasar. Dengan pendampingan dari co-fasilitator yang merupakan mahasiswa Kelompok Digdaya, peserta kemudian melakukan praktik pembuatan akun marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop. Tahap ini bertujuan agar UMKM mampu terhubung langsung dengan calon konsumen melalui platform e-commerce yang sedang berkembang pesat.

Melalui pelatihan ini, UMKM Desa Sukajaya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam memasarkan produk secara digital dan memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia. Dengan keterampilan yang lebih baik dalam menggunakan media sosial dan marketplace, produk-produk lokal memiliki potensi lebih besar untuk dikenal secara luas, memperluas jangkauan pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Program ini merupakan langkah nyata perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan usaha berbasis digital di tingkat lokal.

Kelompok Desa Sukajaya
Komunikasi Digital dan Media Angkatan 60

 

Maju Sebagai Calon Ketua KNPI Kecamatan Cigudeg, Bung Roni Hidayat Bawa 5 Program Kerja Andalan untuk Generasi Muda

0

Bogordaily.net – Pemilihan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tingkat Pengurus Kecamatan (PK) yang disebut dengan Musyawarah Kecamatan (Muscam) se-Kabupaten Bogor akan segera digelar.

Saat ini, jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Kabupaten Bogor yang di Nahkodai oleh Wahyudi Chaniago tengah memproses administrasi persyaratan dari berbagai calon Ketua PK.

Salah satunya Roni Hidayat, seorang pemuda asal Kampung Cikasungka Kecamatan Cigudeg yang siap melanjutkan estafet Ketua PK KNPI Cigudeg.

“Sebagai pribumi asli Kecamatan Cigudeg insyaa allah saya siap melanjutkan roda organisasi KNPI Kecamatan Cigudeg,” kata Roni. Kamis 27 November 2025.

Menurut Roni, sebagai bakal calon Ketua PK KNPI Kecamatan Cigudeg, ia akan membawa organisasi tersebut sebagai wadah berhimpun generesi muda yang aktif terlibat dalam segala sektor dan menjadikan pemuda di Kecamatan Cigudeg memiliki daya saing.

“Saya optimis bahwa pemuda di Kecamatan Cigudeg itu banyak yang memiliki kemampuan, baik soft skill maupun hard skill, oleh karenanya saya siap memfasilitasi pemuda Cigudeg di KNPI ini sesuai visi saya, menjadikan KNPI sebagai wadah pemuda yang aktif, kreatif, dan berdaya saing dalam pembangunan masyarakat,” jelasnya.

Lebih jauh, Roni Hidayat juga memaparkan misinya jika terpilih sebagai Ketua KNPI PK Cigudeg, dan berbagai program kerja yang bakal ia jalankan kedepan.

“Ada lima program kerja yang telah saya susun, yakni, penguatan kapasitas pemuda, pemuda peduli sosial, penguatan jaringan dan kolaborasi, pembangunan ekonomi pemuda, penguatan tata kelola organisasi,” ungkap Roni.(Albin)

BRIKADE Rayakan Anniversary ke-10 Tahun, Adakan Touring ke Puncak

0

Bogordaily.net – BRI Kantor Cabang (Kanca) Depok memiliki komunitas sepeda motor. Adapun nama yang disepakati sejak 10 tahun lalu ini yaitu Bikers BRI Kanca Depok (BRIKADE).

BRIKADE kini sudah memasuki usia 10 tahun. Dalam rangka memeriahkan anniversary ke-10, kali ini BRIKADE menggelar acara touring ke Puncak.

“Tim BRI Kanca Depok memiliki kesolidan yang tinggi sehingga terbentuklah komunitas ini dan Alhamdulillah sudah 10 tahun berjalan,” ujar Pimpinan BRI Kanca Depok, Aris Abdillah.

Aris menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 15 November 2025. Dimana touring kali ini melewati rute Kanca Depok, Bukit Pelangi dan ke tujuan di Batu Layang. Acaranya berupa kolaborasi dan bakti sosial juga ada memancing.

“10 tahun mengabdi, bersaudara dan melanjutkan cerita,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Wilayah BRI, Mohammad Bayu Pancakusuma mengapresiasi kegiatan ini.

Pasalnya ini sangat bermanfaat bagi tim BRI Kanca Depok. Tentunya solidaritas saat bekerja hingga di luar itu bisa terus terjalin. Terlebih sampai bisa berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.

“Sukses terus komunitas BRIKADE, kobarkan semangat menebar kebaikan,” tutupnya.

Rekaman CCTV Rumah Pribadi Tersebar, Inara Rusli Lapor Polisi

0

Bogordaily.net – Polemik yang melibatkan selebgram Inara Rusli, Wardatina Mawa, dan suaminya Insanul Fahmi memasuki babak baru.

Setelah namanya terseret dalam tuduhan memiliki hubungan dengan suami orang, Inara kini menempuh jalur hukum untuk membersihkan nama serta menjaga privasinya yang menurutnya sudah dilanggar.

Melalui kuasa hukumnya, Inara mengajukan laporan resmi ke Bareskrim Polri terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) menyusul beredarnya rekaman CCTV dari rumah pribadinya tanpa izin.

Rekaman tersebut bukan hanya tersebar luas di media sosial, tetapi juga ikut dijadikan bukti pelengkap dalam laporan Wardatina Mawa di Polda Metro Jaya. Kondisi itu membuat Inara merasa sangat dirugikan dan tidak tinggal diam.

Bareskrim Polri Perkuat Proses Investigasi

Langkah hukum Inara dibenarkan oleh aparat kepolisian. Kasubdit I Siber Bareskrim, Kombes Rizki Agung, memastikan bahwa penyidik telah menerima laporan dan sedang memperkuat proses penyelidikan.

Ia menyebut, pihaknya kini sedang menelusuri peredaran data pribadi tersebut, termasuk siapa yang pertama kali membocorkan dan menyebarkannya ke ranah publik.

Proses identifikasi digital disebut cukup kompleks, mengingat rekaman CCTV biasanya melalui banyak tangan sebelum viral di media sosial.

Polisi menegaskan, penyalahgunaan rekaman pribadi termasuk pelanggaran serius apabila terbukti dilakukan tanpa izin pemilik rumah.

Laporan Wardatina vs Laporan Inara

Laporan Inara Rusli ini menjadi sorotan publik karena menyangkut dugaan pelanggaran privasi di tengah kasus rumah tangga orang lain.

Rekaman CCTV yang dipermasalahkannya kini menjadi bagian dari laporan Wardatina Mawa terkait dugaan pelanggaran kesetiaan perkawinan, dan tuduhan perzinaan yang diarahkan kepada Inara dan suaminya, Insanul Fahmi, seorang pengusaha.

Di sisi lain, Inara membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa penggunaan rekaman dari ruang privasinya justru merupakan tindakan yang merugikan dirinya secara hukum maupun sosial.

Para pengamat menilai bahwa kasus ini dapat menjadi preseden penting terkait batasan penggunaan bukti digital dalam sengketa rumah tangga, terutama ketika menyangkut privasi pihak ketiga.

Inara Rusli Merasa Tercederai Secara Moral dan Hukum

Sumber internal menyebutkan, Inara merasa harga dirinya dicemarkan setelah rekaman yang seharusnya berada di dalam ranah pribadi tersebar di internet dalam berbagai versi potongan.

Ia juga menilai penyebaran tersebut telah memperburuk opini publik terhadap dirinya, terlebih dengan munculnya narasi-narasi yang tidak dapat ia kendalikan.

Laporan ke Bareskrim menjadi bentuk perlawanan dan langkah pemulihan kehormatan, terutama setelah namanya terus diseret dalam konflik rumah tangga pasangan lain.

Dengan adanya dua laporan yang saling bertautan, laporan Wardatina di Polda Metro Jaya dan laporan Inara di Bareskrim Polri, kasus ini diprediksi akan menjadi salah satu konflik hukum yang menarik perhatian publik hingga akhir tahun.

Pria Diduga Maling Tewas Dihakimi Massa di Parung Panjang, Polisi Turun Tangan

0

Bogordaily.net – Pria diduga maling tewas  babak belur usai diamuk masa di Kampung Caringin, Desa Gorowong, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Parung Panjang, AKBP Suharto menjelaskan bahwa, peristiwa naas itu terjadi pada Kamis 27 November 2025 kemarin.

“Betul, kami dapat informasi via telepon dari masyarakat yang memberitahukan temuan mayat pria,” kata AKBP Suharto kepada wartawan, Jum’at 28 November 2025.

Menurut Suharto, korban tersebut diperkirakan berusia 18-20 tahun. Adapun, beberapa luka yang dialami korban diduga usai dipukuli warga.

“Pria itu diduga pelaku pencurian, dia meninggal dunia karena dihakimi massa,” jelasnya.

Sementara itu, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa rotator alat berat yang diduga hasil curian.

“Ada dua lampu rotator warna kuning yang diduga dipergunakan untuk kendaraan berat,” ungkap Suharto.

Selain itu, untuk saat ini, korban telah dilarikan ke Puskesmas Parungpanjang dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi.

(Albin Pandita)

Geger, Pria Diduga Bank Keliling Tewas Tergeletak di Rumpin Bogor

0

Bogordaily.net – Seorang pria diduga bank keliling ditemukan tewas tergeletak di sebuah warung, Desa Mekarsari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Rumpin AKP Suyoko membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Menurutnya peristiwa itu terjadi pada Kamis 27 November 2025.

Awalnya saksi melihat ada seorang pria sedang tidur dengan posisi tengkurap dan ketika kembali lagi bahwa saksi melihat pria tersebut masih dengan posisi yang sama.

Karena merasa curiga, lalu saksi menghampiri korban untuk di bangunkan karena tidak kunjung bangun lalu memberitahukan kepada warga lainya.

“Tidak lama kemudian bersamaan menuju ke korban dan setelah di bangunkan dan tidak ada reaksi apapun korban oleh saksi di posisikan terlentang dan setelah di cek  bahwa korban diduga meninggal dunia,” kata AKP Suyoko kepada wartawan, Jum’at 28 November 2025.

Selanjutnya, warga memberitahukan kejadian tersebut ke staf Desa Mekarsari dan memberitahukan ke bhabinkamtibmas desa Mekarsari bahwa ada orang tergeletak di depan warung.

Kemudian, Polisi yang menerima laporan tersebut langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasil olah TKP tidak ditemukan kekerasan terhadap korban

“Tidak ditemukan akibat kekerasan pada tubuh korban, dan dugaan sementara korban diduga sakit. Barang -barang korban berupa sepeda motor dan tas korban masih ada lengkap,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Suyoko, korban kemudian dibawa ke Puskesmas Rumpin untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter.

Atas kejadian ini  keluarga korban keberatan untuk dilakukan otopsi dan menganggap kejadian ini sebagai musibah dan membuat pernyataan.

“Kemudian pada pukul 17.45 Wib jenazah di bawa keluarga ke alamat rumah duka,” ujar Suyoko.

Selain itu, Polisi belum bisa memastikan bahwa korban berprofesi sebagai Bank Keliling. Namun, warga setempat sering melihat korban berlalu lalang di sekitar lokasi.

“Saya mendapat keterangan warga kerja di pasar Cicangkal dan warga sering melihat berkeliling di wilayah lokasi,” ungkapnya.**

(Albin Pandita)

Jadwal PPG Tahap 5 2025 Guru Tertentu Resmi Rilis, Cek Syarat dan Tahapannya

0

Bogordaily.net – Jadwal PPG Tahap 5 2025 Guru Tertentu akhirnya dirilis pemerintah dan menjadi perhatian besar para pendidik di seluruh Indonesia.

Informasi ini penting karena jadwal PPG tahap 5 2025 guru tertentu menentukan seluruh rangkaian mulai dari konfirmasi kesediaan hingga ujian. Bahkan, jadwal PPG tahap 5 2025 guru tertentu ini juga menetapkan mekanisme lapor diri, pembelajaran, hingga persiapan UKPPPG.

PPG Tahap 5 Dimulai, 37 Ribu Guru Masuk Seleksi, Ini Jadwal Lengkap dan Syaratnya

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru resmi mengumumkan pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu Tahap 5 Tahun 2025. Program ini menyasar 37.244 guru di seluruh Indonesia.

Pengumuman tersebut tertuang dalam surat resmi tanggal 27 November 2025, yang sekaligus menegaskan bahwa jadwal PPG tahap 5 2025 guru tertentu telah dipublikasikan dan wajib dipatuhi seluruh peserta.

Sasaran dan Kriteria Peserta PPG Tahap 5

Direktorat PPG menetapkan sejumlah kriteria guru yang dapat mengikuti program ini, di antaranya:

* Terdaftar dalam Dapodik
* Belum memiliki Sertifikat Pendidik
* Memenuhi seluruh persyaratan administrasi
* Aktif mengajar pada tahun ajaran 2023/2024
* Bukan peserta PPG di kementerian lain
* Bidang studi tersedia di LPTK penyelenggara

Pemanggilan peserta dilakukan melalui akun SIMPKB masing-masing. Guru diminta segera mengecek validitas NIK dan melakukan perbaikan melalui Verval PTK atau operator Dapodik bila ditemukan ketidaksesuaian.

Tahapan yang Wajib Dilalui Peserta

Setelah konfirmasi kesediaan, peserta wajib:

1. Mempelajari buku ajar PPG melalui SIMPKB.
2. Memastikan akun belajar.id aktif untuk mengakses Ruang GTK.
3. Melakukan lapor diri ke LPTK sesuai penempatan.
4. Mengikuti pembelajaran mandiri dan terbimbing.
5. Mendaftar UKPPPG dan mengunggah dokumen uji kinerja.

Seluruh proses mengacu pada **jadwal PPG tahap 5 2025 guru tertentu** yang telah ditetapkan kementerian.

Jadwal Lengkap Pelaksanaan PPG Tahap 5 Tahun 2025

Berikut rangkaian resmi yang wajib dicatat peserta:

  • Konfirmasi Kesediaan (SIMPKB) | 27–28 November 2025
  • Pembelajaran Mandiri (SIMPKB) | s.d. 30 November 2025
  • Lapor Diri ke LPTK | 30 November–1 Desember 2025
  • Orientasi | 1 Desember 2025
  • Pembelajaran Mandiri di Ruang GTK | 1–6 Desember 2025
  • Pembelajaran Terbimbing | 1–6 December 2025
  • Pendaftaran UKPPPG | 8 Desember 2025
  • Unggah Dokumen Uji Kinerja | 9–11 Desember 2025
  • Cetak Kartu Ujian | 12 Desember 2025
  • UTBK | 14 Desember 2025 |

Kementerian mengingatkan bahwa jadwal dapat berubah sesuai kebijakan LPTK masing-masing.

Dokumen Wajib untuk Lapor Diri

Peserta wajib menyiapkan dan mengunggah dokumen berikut:

* Pakta integritas
* Biodata mahasiswa (format PD DIKTI)
* Ijazah legalisir
* Transkrip nilai
* KTP/SIM
* Pas foto 4×6
* Surat sehat
* SKCK
* Surat bebas NAPZA
* NPWP (jika ada)
* Dokumen tambahan dari LPTK (bila diminta)

-Distribusi Peserta per Provinsi

Jawa Barat menjadi provinsi dengan peserta terbanyak yakni 6.493 guru, disusul Jawa Timur (3.388) dan Jawa Tengah (2.937).

Provinsi dengan peserta paling sedikit adalah Papua Pegunungan (125 orang), serta 5 peserta dari luar negeri.

Komitmen Zona Integritas

Direktorat PPG menegaskan seluruh layanan dilakukan tanpa gratifikasi dalam bentuk apa pun. Pendekatan POSITIF (Profesional, Objektif, Solutif, Inklusif, Transparan, Inovatif, Fokus) menjadi standar pelayanan pada seluruh rangkaian program.***

Pemerintah, Kelompok Tani hingga Pengelola Wisata D Rajih Tanam Pohon Bersama di Kawasan Gunung Salak Organik Cijeruk Bogor

0

Bogordaily.net – Pemerintah bersama kelompok tani hinga pengelola wisata melaksanakan gerakan menanam pohon bersama di Kawasan Gunung Salak Organik (GSO) Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, pada Jum’at 27 November 2025.

Kegiatan tersebut, dihadiri langsung jajaran Pemerintah Kecamatan Cijeruk, Pemerintah Desa Tajurhalang, Polsek, Danramil, Kelompok Tani, hingga pengelola Wisata salah satunya D Rajih Nature Camp.

Pencetus Organisasi Kelompok Tani Gunung Salak Organik (GSO) Abah Encep Suryadi menjelaskan bahwa, kegiatan gerakan menanam pohon di lahan seluas 10 ribu hektar itu sudah dilakukan sejak 2017 secara bertahap, dengan target penanaman sebanyak 10 ribu bibit pohon berbagai jenis.

“Kegiatan penanaman pohon ini rutin hanya saja bertahap, ini sudah sejak 2017 ada tanaman apapun di tanam sampai sekarang. Karena menanam pohon disini itu mengikuti program pemerintah,” kata Abah Encep.

“Di lahan kurang lebih 10 hektar ini kurang lebih akan ditanam 10 ribu pohon, hari ini jadi penanaman secara bertahap. Jadi dari tahun 2017 sampai sekarang belum berhenti menanam walaupun satu atau dua bulan sekali,” tambahnya.

Menurut Abah Encep, beberapa jenis pohon yang ditanam diambil langsung dari hulu sungai Citarum, salah satunya adalah pohon Damar.

“Beberapa pohon ini salah satunya pohon Damar ada dari Bandung, dari hulu sungai Citarum ngambilnya seribu pohon, lalu ada pohon mahoni, akasia, rasamala, damar dll,” ujar Abah Encep.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Tajurhalang Apud Adriansyah mengapresiasi adanya gerakan tanam pohon bersama.

“Ini sangat saya apresiasi dengan adanya GSO penanaman pohon yang ada dilingkungan Desa Tajurhalang yang memang ini sangat kita butuhkan, karena menanam untuk generasi masa depan kita,” ujar Apud.

Menurutnya, penanaman pohon itu dilakukan untuk mendukung kelestarian lingkungan dikarenakan 90 persen masyarakat bergantung terhadap sumber air di kawasan Gunung Salak.

“Apalagi masyarakat desa Tajurhalang hampir 90 persen air bersih untuk minum itu dari mata air. Oleh karena itu kami sangat mendukung adanya penanaman pohon ini,” jelasnya.

Kemudian, pihaknya turut melibatkan jajaran Kecamatan, Polsek, Koramil maupun masyarakat sekitar untuk ikut dalam gerakan menanam pohon

“Kita banyak dari berbagai lembaga, desa wisata, karang taruna unsur Kecamatan, Danramil, Polsek itu kita libatkan semua untuk menjaga warga tetap lestari,” katanya.

Selain itu, ia berharap, gerakan penanaman pohon bersama itu rutin dilaksanakan untuk menjaga lingkungan agar tetap hijau dan asri.

“Harapan saya untuk penanaman ini terus dilakukan oleh GSO dan kelompok tani, kedepan jangan sampai kita menggunduli dan jangan sampai gersang, agar lingkungan asri dan tetap hijau,” ungkap Apud.***

Albin