Home Blog Page 275

Imigrasi Bogor Amankan 13 WNA Jepang Diduga Pelaku Skema Penipuan Online di Sentul City

Bogordaily.net – Tim Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor mengamankan 13 warga negara asing (WNA) asal Jepang dalam operasi pengawasan orang asing di kawasan Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Operasi ini merupakan bagian dari penegakan hukum keimigrasian guna memastikan prinsip selective policy berjalan, yakni hanya orang asing yang memberikan manfaat dan tidak membahayakan keamanan serta ketertiban umum yang diperbolehkan berada di wilayah Indonesia.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 13 WNA di tiga lokasi berbeda, yakni delapan orang di Jalan Parahyangan Golf Blok G76 dan G28, serta lima orang di Jalan Unit Bukit Golf Hijau Raya Nomor 4.

Berdasarkan pemeriksaan awal, ke-13 WNA tersebut telah menyewa rumah di lokasi tersebut sejak Februari 2026. Artinya, aktivitas mereka diperkirakan baru berjalan kurang lebih satu bulan.

Dari hasil pendalaman, seluruh WNA yang diamankan merupakan warga negara Jepang yang diduga terlibat dalam kegiatan kejahatan siber atau online scamming dengan target korban sesama warga Jepang di luar wilayah Indonesia.

Modus yang digunakan terbilang terorganisasi, yakni dengan menyamar sebagai aparat Kepolisian Jepang serta petugas provider telekomunikasi NTT Docomo.

Dalam penggeledahan, petugas menemukan sejumlah besar perangkat komunikasi, dokumen digital berupa skrip dan manual operasional penipuan, hingga seragam yang menyerupai atribut kepolisian Jepang

Diketahui, satu orang berinisial SR masuk ke Indonesia menggunakan Visa on Arrival (VoA), sedangkan 12 lainnya menggunakan Visa Kunjungan indeks D12 yang diperuntukkan bagi kegiatan prainvestasi.

Kedua belas WNA tersebut berinisial TY, TM, AO, MM, TA, SM, KN, TS, ST, SK, NK, dan TO. Mereka diamankan karena diduga menyalahgunakan izin tinggal dan melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud serta tujuan pemberian visa

Adapun modus operandi sindikat ini antara lain menyasar warga Jepang di luar Indonesia dengan mengaku sebagai petugas provider telekomunikasi NTT Docomo.

Korban diintimidasi melalui skrip yang telah disiapkan, dengan tuduhan menggunakan kontrak ilegal atau identitas palsu.

Dalam beberapa peran, anggota sindikat berpura-pura menjadi aparat kepolisian Jepang dan melakukan panggilan melalui aplikasi Line, lengkap dengan simulasi suara radio kepolisian untuk meyakinkan korban

Korban kemudian diarahkan mengakses portal web palsu yang menampilkan surat perintah penangkapan darurat (taibojo) dengan mencantumkan nama korban, tuduhan, nama hakim, serta stempel merah menyerupai pengadilan Jepang.

Selanjutnya, korban diminta menunjukkan buku tabungan, kartu ATM, saldo rekening, hingga detail perbankan. Dalam tahap akhir, korban diarahkan menjual saham atau investasi, mencairkan dana, dan mentransfer uang dalam jumlah besar kepada pelaku.

Saat ini, ke-13 WNA tersebut masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak Imigrasi untuk proses hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

(Fikri)

Hujan Deras Warnai Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026, Mantel Hujan Rp10 Ribu Laris Manis di Suryakencana

Bogordaily.net – Mantel hujan mendadak jadi outfit wajib bagi pengunjung Bogor Street Festival Cap Go Meh (BSF CGM) 2026 di Jalan Suryakencana, Selasa, 3 Maret 2026 malam.

Meski cuaca kurang bersahabat, semangat warga untuk menyaksikan parade budaya tetap membara, sekaligus membawa berkah bagi para pedagang jas hujan musiman yang setia melayani pengunjung di tengah guyuran hujan.

Sebagian di antara pengunjung ada yang sengaja membeli mantel hujan di lokasi dan kondisi ini tentu saja dimanfaatkan dengan baik oleh para pedagang mantel musiman.

Mereka rela berkeliling untuk menjajakan barang dagangannya, setiap pengunjung yang datang langsung disodorkan jas hujan.

Satu stel mantel dibandrol dengan harga Rp10 ribu, harga ini normal tanpa dipatok dengan nilai tinggi dan bagi mereka hal ini sebagai dukungan kecil event kebudayaan tersebut.

“Gak tahu harus bersyukur atau gimana, tapi alhamdulillah ini ramai yang beli, kami masih jual dengan harga Rp10 ribu ini membantu pengunjung aja,” jelas Aldi salah satu pedagang jas hujan.

Pantauan di lokasi, hujan masih terus mengguyur kawasan Suryakencana, para pengunjung terus berdatangan memadati kawasan pecinaan itu.

Sejumlah pejabat hadir di Suryakencana di antaranya Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto, anggota DPR RI seperti Ilham Permana hingga Kamrussamad hadir meski curahan air melanda di Kota Hujan.

Selain itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Bapak Aing ), Wali Kota Bogor Dedie A Rachim serta jajaran Forkopimda dan institusi TNI-Polri.

Ketua Bogor Street Festival Cap Gomeh, Arifin Himawan menilai event kali ini cukup istimewa sebab bertepatan dengan dua momentum besar.

“Pertama yaitu Cap Go Meh yang bicara soal kebudayaan dan Ramadan bicara soal spiritual, jadi ini kita punya tema Harmony In Diversity,” jelas Arifin, Jum’at (3/3).

Cap Go Meh tahun ini juga dikemas lebih singkat ketimbang biasanya, tetapi Arifin memberikan garansi semua persiapan dan pelaksanaan bakal digelar maksimal.

“Dari Suryakencana menuju Gang Aut, dari Gang Aut akan masuk ke Pasar Cumpok dan keluar lagi di Buntang Tiga lalu kembali lagi ke Suryakenacana,” jelas Arifin Himawan.

Sementara itu pengisi parade kebudayaan berasal dari sanggar lokal, sedikitnya ada 12 tim penampil liong barongsai, berikutnya ada empat hinggal 5 tim penampil budaya.

“Kita juga akan ada marawisnya, mengingat waktu ini pendek juga tadi dengan sangat mohon maaf tidak bisa mengakomodir masyarakat yang ingin berpartisipasi,” pungkas Arifin.

(Abizar)

Dedikasi Rumiatun, BRILink Agen di Grobogan yang Sigap Melayani Warga Desa di Garis Depan

0

Bogordaily.net – Masyarakat Desa Prigi RT 05/RW 01, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, sempat menghadapi keterbatasan akses layanan perbankan.

Untuk tarik tunai, setor uang, maupun sekadar mengecek saldo, warga harus menempuh jarak cukup jauh ke kantor cabang bank. Kondisi tersebut membuat waktu, tenaga, dan biaya transportasi menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani.

Melihat keterbatasan akses layanan perbankan di desanya, pada tahun 2018, Rumiatun, salah satu warga desa tersebut memutuskan mengambil langkah berani dengan menjadi BRILink Agen.

Keputusan tersebut berangkat dari pengalamannya yang menjalankan usaha kios pupuk, sehingga ia cukup memahami pola kebutuhan ekonomi dan transaksi harian masyarakat sekitar.

Berbekal kedekatan dengan warga dan pengalamannya sebagai pedagang, ia melihat bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya sebatas barang konsumsi dan sarana pertanian, tetapi juga layanan keuangan yang mudah dijangkau. Banyak warga harus menempuh jarak cukup jauh ke kantor cabang bank hanya untuk melakukan transaksi sederhana.

Dari sana, Rumiatun mengembangkan kiosnya menjadi titik layanan BRILink Agen sebagai perpanjangan tangan layanan perbankan hingga ke tingkat desa. Alhasil, kini selain tetap menjalankan usaha kios pupuk, ia juga melayani berbagai transaksi keuangan seperti tarik tunai, transfer, hingga pembayaran tagihan.

Kehadiran BRILink di kiosnya pun tidak hanya mempermudah akses warga terhadap layanan keuangan formal, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi desa menjadi lebih efisien dan inklusif.

“Niat saya adalah supaya warga desa tidak perlu jauh-jauh lagi kalau mau tarik uang atau ambil bantuan,” ujar Rumiatun.

Sejak saat itu, berbagai kebutuhan transaksi dapat dilakukan lebih dekat. Warga tidak hanya bisa melakukan tarik tunai dan setor uang, tetapi juga transfer serta pembayaran tagihan. Salah satu layanan yang paling dirasakan oleh masyarakat adalah pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Layaknya mini ATM, Rumiatun bertindak sebagai petugas yang membantu masyarakat penerima bantuan untuk dapat mengecek saldo dan melakukan tarik tunai secara cepat melalui BRILInk Agen.

“Pencairan BPNT pun tidak lagi harus dilakukan di kantor cabang, karena melalui AgenBRILink, layanan tersebut tersedia lebih dekat, lebih efisien, dan lebih praktis bagi masyarakat desa,” ucap Rumiatun.

Namun, perjalanan Rumiatun sebagai BRILink Agen di Kabupaten Grobogan tidak sepenuhnya berjalan mulus. Pada masa awal operasional, ia harus menghadapi rendahnya pemahaman masyarakat terhadap layanan BRILink.

Banyak warga belum mengetahui bahwa transaksi seperti tarik tunai, setor tunai, transfer, hingga pencairan bantuan sosial dapat dilakukan langsung di desa tanpa harus pergi ke kantor cabang bank.

Bahkan, ia mengatakan sebagian warga bahkan belum memiliki kartu ATM maupun buku tabungan, sehingga persoalan literasi dan inklusi keuangan menjadi tantangan tersendiri. Situasi tersebut menuntut lebih dari sekadar kemampuan melayani transaksi.

Dalam perannya, Rumiatun akhirnya tidak hanya bertindak sebagai BRILink Agen, tetapi juga sebagai jembatan edukasi keuangan bagi masyarakat sekitar. Ia aktif memberikan pemahaman mengenai manfaat menabung, penggunaan layanan perbankan, serta pentingnya bertransaksi melalui sistem keuangan formal.

Perlahan, upaya tersebut membangun kepercayaan warga sekaligus mendorong mereka untuk lebih mengenal dan memanfaatkan layanan perbankan secara optimal.

Setelah 8 tahun menjadi BRILInk Agen, Rumiatun mengucapkan terima kasih pada BRI yang sudah memberikan kesempatan, sehingga dapat membantu transaksi keuangan masyarakat sekitarnya. Rumiatun pun memancang harapan untuk dapat terus mengoptimalkan layanan BRILink Agen sebagai tambahan usaha.

Keinginan ini diwujudkan dengan cara meningkatkan jumlah transaksi, serta memperluas jaringan pelanggan. Ia menilai, dengan pelayanan yang konsisten, jujur, dan amanah, BRILink Agen Rumiatun dapat tetap eksis, dipercaya, dan menjadi pusat layanan keuangan sekaligus pusat kebutuhan pertanian bagi masyarakat sekitar.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengungkapkan bahwa sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perputaran roda perekonomian, BRI juga terus mendorong inklusi keuangan sekaligus menciptakan sharing economy dengan melibatkan masyarakat sebagai BRILink Agen.

Hingga akhir Desember 2025, jumlah BRILink Agen telah mencapai lebih dari 1,1 juta agen atau tumbuh 12,2% secara YoY. Agen-agen tersebut tersebar di 66 ribu desa, menjangkau lebih dari 80% penjuru negeri, termasuk di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

“Peran BRILink Agen tersebut kini telah bertransformasi, dari penyedia layanan transaksi menjadi lifestyle micro provider. Hal tersebut menggambarkan konsistensi BRI dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan memberdayakan,” pungkas Akhmad.

Akibat ODGJ Buang Puntung Rokok, Tiga Rumah di Ciomas Bogor Hangus Terbakar

Bogordaily.net – Tiga unit rumah di Desa Ciomas, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor hangus terbakar, pada Rabu 4 Maret 2026.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa menjelaskan bahwa, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 12.04 WIB.

Kemudian, Damkar yang tiba di lokasi sekitar pukul 12.15 WIB langsung melakukan penanganan hingga 3 Jam 45 menit. Saat ini api berhasil dipadamkan.

“Iya benar tiga rumah (terbakar), penanganan sekitar 3 jam 45 menit dan api berhasil dipadamkan,” kata Yudi Santosa, Rabu 4 Maret 2026.

Adapun, Damkar menerjunkan sebanyak 3 unit serta 1 unit perbantuan mobil pemadam dari kota Bogor untuk memadamkan api.

Yudi mengatakan bahwa, kebakaran tersebut diakibatkan oleh salah satu Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) membuang puntung rokok sembarangan.

Sehingga, kata Yudi, api dengan cepat melahap rumah di sekitarnya yang menyebabkan kebakaran hebat.

“Menurut kesaksian warga api berasal dari rumah yang ditinggali oleh seorang ODGJ yang membuang puntung rokok,” jelasnya.

Sementara itu, api segera cepat tertangani, dan tidak merambat ke bangunan rumah sebelahnya.

“Pemadaman dilakukan tanpa ada kendala apapun dan api berhasil dipadamkan,” ungkap Yudi.

(Albin)

Ketua DPRD Dukung Bappenda Kota Bogor Jemput Bola Optimalkan PAD

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menghadiri pembukaan kegiatan Pekan Panutan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun 2026 di Plaza Balaikota Bogor, Rabu 4 Maret 2026.

​Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kota Bogor ini mengusung tema “Bersama Taat, Bersama Hebat, Bersama Patuh, dan Bersama Tumbuh.”

Agenda ini menjadi upaya pemerintah daerah untuk melakukan “jemput bola” guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​Dalam sambutannya, Adityawarman Adil menegaskan bahwa partisipasi masyarakat dalam membayar pajak merupakan kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Bogor.

Menurutnya, dana yang terkumpul dari PBB-P2 dan PKB akan dialokasikan kembali untuk kepentingan masyarakat.

​”Tujuan utama optimalisasi pajak ini adalah meningkatkan PAD Kota Bogor guna menyelesaikan berbagai masalah masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujar Adityawarman.

​Ia juga menekankan bahwa pencapaian target APBD 2026 memerlukan sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif.

Adityawarman berharap kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi memberikan dampak nyata pada kas daerah.

​Kepala Bappenda Kota Bogor, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa Pekan Panutan 2026 akan berlangsung selama dua hari, yakni 4 hingga 5 Maret 2026. Fokus utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kepatuhan wajib pajak di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

​Abdul Wahid mengungkapkan bahwa potensi pajak dari ASN yang terdata cukup signifikan. Berdasarkan data Bappenda, terdapat 3.776 wajib pajak dari ASN dengan total potensi nilai pajak mencapai Rp8,3 miliar.

​”Melalui acara ini, diharapkan ASN dapat menjadi contoh atau role model bagi masyarakat umum dalam memenuhi kewajiban perpajakan tepat waktu,” jelas Abdul Wahid.

​Untuk menarik minat para wajib pajak, Pemerintah Kota Bogor memberikan dorongan berupa program relaksasi pajak.

Abdul Wahid menyebutkan bahwa masyarakat dan ASN bisa menikmati potongan harga yang cukup besar tergantung pada ketetapan pajaknya.

​”Diskon Pajak yang tersedia mulai dari 5% hingga 20%,” ungkapnya.

RSUD Kota Bogor Tegaskan Komitmen Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

Bogordaily.net – RSUD Kota Bogor menegaskan komitmennya dalam meningkatkan standar pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Dibawah kepemimpinan direktur baru, manajemen melakukan pembenahan menyeluruh untuk memperkuat kualitas layanan sekaligus memastikan pengelolaan anggaran berjalan transparan dan akuntabel.

Langkah ini sejalan dengan amanah Pemerintah Kota Bogor agar rumah sakit rujukan milik daerah tersebut semakin profesional dan dipercaya publik.

Kepala Bidang Bisnis dan Mutu RSUD Kota Bogor, dr. Armein S. Rowi, mengatakan pembenahan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada peningkatan mutu pelayanan dan pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran.

“Kami diamanahkan oleh Wali Kota Bogor untuk segera memperbaiki setiap kendala di RSUD. Peningkatan pelayanan berjalan beriringan dengan pengawasan anggaran guna mencegah mismanagement. Semua dilakukan secara bertahap,” ujar dr. Armein

Ia menjelaskan bahwa, selain pembenahan internal, RSUD Kota Bogor juga menghadirkan inovasi layanan kesehatan berupa paket Medical Check Up (MCU) untuk masyarakat umum.

Program ini dirancang agar warga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif, cepat, dan dengan biaya terjangkau tanpa mengurangi kualitas pelayanan medis.

Manajemen optimistis, kombinasi antara perbaikan sistem internal dan inovasi layanan akan memperkuat posisi RSUD Kota Bogor sebagai rumah sakit rujukan utama di Kota Bogor.

“Komitmen kami jelas, pelayanan harus semakin baik dan memberi manfaat nyata bagi warga Bogor,” tegasnya.

Menanggapi pertanyaan masyarakat terkait pemberian obat yang dilakukan secara bertahap, misalnya untuk tiga hari atau satu minggu meski jadwal kontrol lebih lama, manajemen RSUD menegaskan kebijakan tersebut murni berdasarkan pertimbangan medis dan aspek keselamatan pasien.

Menurut dr. Armein, obat merupakan zat yang harus diawasi secara ketat dampaknya terhadap tubuh.

Pemberian dalam jumlah besar tanpa pemantauan berisiko menimbulkan efek samping, gangguan fungsi organ seperti hati, serta potensi interaksi obat yang tidak diinginkan.

“Obat tidak bisa langsung diberikan dalam jumlah banyak tanpa pengawasan. Kami harus mengamati reaksi pasien, kemungkinan efek samping, serta interaksi dengan obat lain. Itu hanya bisa dilakukan jika pemberian dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Selain alasan medis, sistem bertahap juga mempertimbangkan prosedur klaim BPJS Kesehatan dan upaya mencegah pemborosan obat. Jika pasien sembuh sebelum obat habis, sisa obat berpotensi menumpuk hingga kedaluwarsa.

“Kami ingin mencegah pemborosan. Jangan sampai obat menumpuk dan expired, sementara pasien lain lebih membutuhkan. Karena itu sistemnya bertahap: diberikan beberapa hari, kontrol kembali, jika masih diperlukan baru dilanjutkan,” tegas dr. Armein.

Dengan mekanisme tersebut, dokter dapat mengevaluasi efektivitas terapi sebelum melanjutkan pengobatan berikutnya. Langkah ini dinilai lebih aman, terkontrol, dan berpihak pada keselamatan pasien serta efisiensi pelayanan kesehatan di Kota Bogor.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Pelaku Pembunuhan Terhadap Pasutri WNA di Bogor Terancam Penjara Seumur Hidup, Motif Karena Sakit Hati

Bogordaily.net – Polisi mengungkap motif pembunuhan terhadap pasangan suami istri (Pasutri) WNA di Bogor yang jasadnya dibuang ke Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa 3 Maret 2026.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan bahwa, pelaku MH (22) diketahui merupakan karyawan korban di salah satu toko sembako di wilayah Cisarua Kabupaten Bogor.

Pelaku nekat melakukan aksi keji terhadap korban karena sakit hati sering dimarahi oleh korban.

“Jadi si pelaku ini sakit hati terhadap kedua korban diisi pelaku sering dituduh mencuri kemudian sering dimarahi, dan itu menunggu menimbulkan sakit hati oleh pelaku sehingga berniat untuk melakukan pembunuhan,” kata AKBP Wikha Ardilestanto.

Menurut Wikha, awalnya pelaku datang ke rumah korban dan merencanakan untuk melakukan aksi pembunuhan tersebut.

Pelaku menggunakan satu buah golok dan juga senapan angin untuk membunuh kedua korban.

“Korban ditemukan meninggal untuk korban lagi-lagi terdapat dua sayatan dua bacokan di leher kemudian untuk yang istri bersangkutan ada 5 bacokan di leher dan di kepala,” jelasnya.

“Selanjutnya juga terdapat beberapa bekas tembakan dari senapan angin yang ada di kepala salah satu korban,” tambah Wikha.

Akibat aksi keji tersebut, pelaku kini telah ditahan di Mapolres Bogor dan dijerat dengan ancaman penjara seumur hidup.

“Pelaku diancam dengan pasal 459 kuhp itu terkait pengumuman berencana dengan ancaman pidana seumur hidup dan atau 20 tahun,” ujarnya.

Sebelumnya diketahui, pasangan suami istri (pasutri) WNA Asal Pakistan Mohammad Afzal (56) dan Firza Afzal (47) ditemukan tewas dan jasadnya ditemukan di Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa 3 Maret 2026.

Kasat Reskrim Polres Cimahi, AKP Teguh Kumara menyampaikan bahwa, pihaknya mendapatkan informasi dari personel Satreskrim Polres Bogor bahwa di wilayah hukum Polres Bogor telah terjadi diduga adanya perbuatan pencurian kekerasan.

Kemudian, setelah di dalami bahwa diduga pelaku benar melakukan kekerasan tersebut dan akhirnya membuang jenazah tersebut di wilayah hukum Polres Cimahi.

“Satreskrim Polres Bogor tadi menghubungi kami untuk memberikan informasi, akhirnya kami polsek Padalarang menyusuri sepanjang jalan raya Padalarang Cipatat,” ungkap AKP Teguh Kumara.

(Albin)

WNI di Dubai Ungkap Panic Buying Usai Serangan Iran

0

Bogordaily.net – Situasi di Dubai sempat diwarnai kepanikan warga pada hari pertama terjadinya serangan Iran, Sabtu 28 Februari 2026. Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di sana, Azmi Aulia fenomena panic buying langsung terjadi tak lama setelah kabar serangan menyebar.

Warga berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok dalam jumlah besar untuk berjaga-jaga menghadapi kemungkinan terburuk.

Azmi menceritakan, dampak kepanikan itu terasa nyata di pusat perbelanjaan maupun layanan pengantaran barang.

“Di hari pertama itu kalau logistik kebetulan pengalaman pribadi saya juga, itu sempat barang-barang stoknya pada enggak ada. Jadi saya coba buat delivery (pengantaran) pun, delivery itu enggak bisa, barang-barangnya pada habis. Jadi kalau menurut saya hari pertama sepertinya orang-orang masih panic buying, jadi dia mau stok barang,” ungkapnya dikutip pada Selasa 3 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sejumlah kebutuhan harian mendadak sulit ditemukan. Layanan delivery yang biasanya cepat dan mudah diakses pun mengalami kendala karena stok di gudang maupun toko kosong.

Fenomena ini lazim terjadi di berbagai negara ketika muncul situasi darurat atau ancaman keamanan.

Masyarakat cenderung membeli dalam jumlah besar untuk mengantisipasi kemungkinan terganggunya distribusi logistik.

Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Azmi menyebut, memasuki hari kedua setelah serangan, situasi perlahan kembali stabil.

“Orang-orang juga di luar, toko-toko juga udah pada buka di hari kedua,” ungkapnya.

Layanan pengantaran barang pun kembali beroperasi seperti biasa. Aktivitas masyarakat terlihat normal, dan pasokan kebutuhan pokok mulai tersedia kembali di pasaran.

Azmi menambahkan, hingga Senin, situasi di Dubai dalam keadaan aman dan terkendali.

“Sampai hari ini masih dalam keadaan terkendali karena aktivitas di Dubai juga tetap berjalan,” turunnya.

Meski demikian, pemerintah setempat tetap memberikan notifikasi kepada warga agar tidak panik dan menjaga ketenangan.

“Tapi pemerintah juga tetap kirim notifikasi untuk warga untuk tetap tenang. Kalau bisa sih mengurangi aktivitas di luar kalau enggak mendesak banget,” pungkasnya.***

Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Infokan Terhentinya Aliran Sementara di Kecamatan Leuwiliang dan Leuwisadeng

0

Bogordaily.net – Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor menginformasikan masyarakat terkait terhentinya aliran air untuk sementara di Kecamatan Leuwiliang dan Leuwisadeng.

Hal tersebut dilakukan sehubungan dengan adanya perakitan dan pemasangan pompa intake baru di instalasi Leuwiliang.

Sehingga berdampak pada kecilnya hingga terhentinya pengaliran air ke pelanggan untuk sementara.

Adapun waktu pelaksanaan pekerjaan akan dimulai pada Rabu 4 Maret 2026, estimasi waktu pengerjaan mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Estimasi waktu normalisasi pukul 17.00 sampai 21.00 WIB.

Beberapa wilayah yang terdampak pengaliran diantaranya, Kecamatan Leuwiliang dan Leuwisadeng.

Dimohon untuk pelanggan agar dapat menampung air bersih sesuai kebutuhan disaat pengaliran masih normal.

Selanjutnya, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor memohon untuk pelanggan agar dapat menampung air bersih sesuai dengan kebutuhan disaat pengaliran masih normal.

Serta turut manajemen Perumda Air Minum Tirta Kabupaten Bogor menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.

Selain itu, Perumda Air Minum juga meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan petugas.

Jika menemui hal mencurigakan, pelanggan diimbau segera menghubungi layanan resmi di nomor 1500862 atau melalui WhatsApp di 082119969008, atau datang langsung ke kantor pelayanan terdekat.

Dengan berbagai upaya ini, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor terus berkomitmen dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan serta menjaga kualitas air yang bersih dan aman bagi masyarakat.(Albin)

Pemakaman Massal 165 Siswi di Minab: Iran Tuding AS–Israel di Balik Serangan Mematikan

0

Bogordaily.net – Suasana duka bercampur amarah menyelimuti Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran, pada Selasa 3 Maret 2026. Ribuan warga memadati lokasi pemakaman massal untuk mengantar kepergian 165 siswi dan staf sekolah yang tewas dalam serangan udara mematikan di sebuah Sekolah Dasar (SD) putri pada Sabtu lalu.

Tangis keluarga korban pecah di antara lautan pelayat yang mengenakan pakaian hitam. Deretan peti jenazah yang dibalut kain putih menjadi simbol pilu atas tragedi yang disebut sebagai salah satu insiden paling berdarah sejak meningkatnya eskalasi militer terhadap Teheran.

Pemerintah Iran secara terbuka menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik serangan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras peristiwa itu melalui platform X. Ia menyebut serangan tersebut sebagai pembantaian terhadap anak-anak tak berdosa.

“Inilah kuburan yang digali untuk lebih dari 160 gadis muda tak berdosa yang tewas dalam pemboman sekolah dasar oleh AS-Israel. Tubuh mereka tercabik-cabik,” tulis Araghchi.

Pernyataan senada disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.

Ia menilai serangan tersebut dilakukan secara membabi buta terhadap fasilitas sipil, termasuk sekolah dan rumah sakit, yang menurutnya merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional.

Pemerintah Iran menyebut serangan ini sebagai bentuk kejahatan perang dan berjanji akan membawa isu tersebut ke forum internasional.

Bantahan Israel dan Respons Amerika Serikat

Di sisi lain, militer Israel membantah keterlibatan dalam operasi di wilayah Minab pada waktu yang disebutkan. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sorotan global yang kian menguat.

Sementara itu, Sekretaris Negara AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa pasukan Amerika Serikat tidak pernah secara sengaja menargetkan sekolah.

Meski demikian, pihak militer AS menyatakan tengah melakukan penyelidikan atas laporan adanya “kerugian sipil” dalam operasi yang berlangsung di kawasan tersebut.

Situasi ini semakin memperkeruh hubungan diplomatik dan meningkatkan ketegangan di kawasan yang memang sudah lama berada dalam pusaran konflik geopolitik.

Tragedi di Minab memicu kecaman luas dari komunitas global. UNESCO secara resmi mengutuk serangan terhadap institusi pendidikan dan menegaskan pentingnya perlindungan fasilitas sipil dalam situasi konflik bersenjata.

Aktivis pendidikan sekaligus peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai, turut menyampaikan kecaman atas insiden tersebut dan menyerukan perlindungan lebih besar bagi anak-anak di wilayah konflik.

Dalam hukum internasional, fasilitas sipil seperti sekolah dan rumah sakit berada di bawah perlindungan khusus.

Serangan terhadap objek-objek tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang apabila terbukti disengaja atau dilakukan tanpa mempertimbangkan prinsip proporsionalitas dan perlindungan warga sipil.***