Monday, 20 April 2026
Home Blog Page 283

Kementerian UMKM Perkuat Klaster Fesyen dan Kerajinan Tangan Lewat Holding UMKM

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat ekosistem rantai pasok industri kreatif nasional dengan meluncurkan program Holding UMKM klaster fesyen dan kerajinan tangan.

“Holding UMKM membangun ekosistem kemitraan UMKM berbasis klaster produk unggulan daerah, yang menjadi penghubung antara usaha mikro dan kecil dengan usaha menengah serta industri besar,” ujar Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman di Klaten, Jawa Tengah, Rabu (19/11).

Melalui Holding UMKM, pengusaha menengah diharapkan menjadi poros yang menghubungkan pelaku mikro dan kecil dalam klaster yang sama, sehingga mereka memperoleh akses pembiayaan, pendampingan, dan pemasaran yang lebih kuat untuk mendorong pertumbuhan usaha.

Bagus menjelaskan, usaha menengah dapat membantu menyelesaikan berbagai kendala yang kerap dihadapi usaha mikro dan kecil, seperti kesulitan produksi, terbatasnya akses pembiayaan, belum optimalnya standardisasi mutu, serta lemahnya rantai pasok.

“Holding UMKM adalah langkah strategis dalam transformasi struktural berbasis klaster agar ekosistem UMKM semakin terintegrasi, sistematis, dan berkelanjutan,” ujar Bagus.

Peluncuran Holding UMKM klaster fesyen dan kerajinan tangan dilakukan karena kedua sektor ini merupakan kekuatan utama industri kreatif Indonesia. Sektor fesyen berkontribusi sebesar Rp249,67 triliun terhadap PDB dan mencatat nilai ekspor Rp238,37 triliun pada 2024.

Sementara itu, industri kerajinan tangan yang terdiri dari lebih dari 700 ribu unit usaha menghasilkan ekspor sekitar Rp11,03 triliun. Permintaan yang terus meningkat menjadi alasan perlunya penguatan ekosistem agar produk lokal mampu bersaing di pasar global.

PT Lurik Prasojo dan CV Agil Craft Indonesia ditunjuk sebagai operator Holding UMKM sektor fesyen dan kerajinan tangan. Kedua perusahaan dinilai memiliki kemampuan mengagregasi pelaku mikro dan kecil, menjalankan fungsi inkubasi, menjaga kesinambungan pemasaran, serta memfasilitasi akses pembiayaan dalam ekosistem kreatif.

PT Lurik Prasojo berkomitmen melestarikan wastra nusantara, khususnya lurik, sebagai kekayaan budaya bangsa, sekaligus memberdayakan masyarakat dengan melibatkan lebih dari 250 perajin perempuan dan 66 tenaga kerja tetap.

Sementara itu, CV Agil Craft Indonesia membangun ekosistem handicraft atau kerajinan tangan bersama 150 perajin. Sebanyak 95 persen produknya telah diekspor ke Jepang, Argentina, Belanda, Jerman, Portugal, Prancis, Norwegia, Maroko, dan Afrika Selatan, sementara 5 persen lainnya dipasarkan di dalam negeri.

“Dua perusahaan ini menjadi anchor yang menarik usaha mikro dan kecil dalam rantai pasok, sehingga mereka tumbuh lebih efektif, berdaya saing, dan memiliki skala ekonomi lebih besar,” kata Bagus.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengapresiasi langkah Kementerian UMKM tersebut. Ia menilai produk kreatif lokal, seperti lurik, memiliki potensi besar untuk bersaing secara global sehingga membutuhkan inovasi dan kolaborasi berkelanjutan.

“Kehadiran pemerintah pusat di Klaten adalah bukti dukungan bagi masyarakat. Semoga kolaborasi ini dapat memperkuat langkah menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Pemilik Usaha Lurik Prasojo, Hanggo Wahyu Amerto, menyambut baik kerja sama dengan Kementerian UMKM untuk melindungi produk lokal sekaligus memperkuat daya saing global.

“Kolaborasi ini memungkinkan kami memberdayakan penenun lokal dalam rantai pasok dunia dan mentransformasi warisan lokal menjadi komoditas global,” kata Hanggo.

Manager Eksekutif CV Agil Craft Indonesia, Eka Mutiara Sari, juga menyampaikan apresiasinya atas implementasi Holding UMKM.

“Kami optimistis akses pembiayaan dan pendampingan dari Kementerian UMKM akan memperkuat sektor kerajinan sebagai pilar ekonomi nasional,” ujarnya.

Peluncuran Holding UMKM ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kementerian UMKM dengan PT Lurik Prasojo dan CV Agil Craft Indonesia, serta penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI kepada para perajin lurik sebagai simbol dukungan terhadap penguatan ekosistem industri kreatif daerah.***

Wamenkop Uji Publik di KIP, Keterbukaan Informasi Publik Jadi Kunci Transparansi Atas Informasi

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menyatakan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan fondasi utama untuk membangun transparansi sekaligus sarana pemenuhan hak masyarakat atas layanan informasi yang akurat. Oleh karena itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen untuk menyediakan kemudahan akses terhadap informasi bagi masyarakat terkait program-program strategis Kementerian.

Wamenkop Farida menekankan bahwa uji publik menjadi ruang strategis untuk memperlihatkan keseriusan Kemenkop dalam memastikan informasi dapat diakses oleh seluruh warga negara. “Uji publik ini merupakan ruang penting bagi kami untuk menjelaskan komitmen pimpinan terhadap informasi publik,” kata Farida saat Uji Publik Keterbukaan Informasi Badan Publik yang digelar Komisi Informasi Pusat (KIP) di Jakarta, Rabu (19/11).

Ia juga menyampaikan bahwa agenda keterbukaan informasi di Kemenkop bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan bagian dari ekosistem transparansi yang memperkuat hubungan pemerintah dengan masyarakat. Menurutnya, hak publik atas informasi adalah elemen dasar dalam tata kelola pemerintahan yang modern.

Wamenkop Farida menjelaskan bahwa seluruh kebijakan dan strategi Kemenkop berangkat dari kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang cepat, tepat, dan mudah dijangkau. “Kami komitmen memberikan layanan informasi yang cepat, mudah, berbiaya ringan, dan non-diskriminatif,” terang Farida.

Kemenkop telah menetapkan dasar regulasi melalui Keputusan Menteri Koperasi Nomor 26 Tahun 2025 tentang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Regulasi ini memastikan struktur PPID berjalan efektif dan memiliki tugas yang jelas.

Sebagai upaya memudahkan publik mengakses informasi, Kemenkop menyediakan dua jalur permohonan: secara online melalui situs resmi PPID dan secara offline melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). “Prosedur permohonan informasi kami rancang agar mudah dijangkau, baik secara daring maupun luring,” kata Farida.

Lebih dari sekadar menyediakan kanal informasi, Kemenkop juga aktif menyebarluaskan berbagai konten kebijakan, program, serta edukasi publik melalui website resmi dan media sosial. Penyebaran informasi ini disebutnya sebagai bentuk komitmen memastikan masyarakat tidak tertinggal dari perkembangan layanan pemerintah.

Ia juga menyebutkan, keterbukaan informasi telah menjadi bagian dari indikator kinerja organisasi serta masuk ke dalam Rencana Strategis Kemenkop. Dengan demikian, keberhasilan layanan informasi dapat diukur secara objektif.

Dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin digital, Kemenkop menghadirkan sejumlah inovasi daring seperti Simkopdes.id, nik.depkop.go.id, Talentakoperasi.id, lbh-koperasi.kop.go.id, dan eproposal.lpdb.id. Semua inovasi tersebut dirancang untuk memastikan layanan publik lebih transparan, efisien, dan mudah diakses.

Wamenkop Farida menegaskan bahwa Kemenkop tidak hanya mendorong keterbukaan informasi, tetapi juga memperluas akses bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Kemudian dalam setiap penyusunan kebijakan publik, Kemenkop konsisten melibatkan partisipasi masyarakat dan membuka ruang dialog sebelum menetapkan program-program strategis.

“Kami berupaya memastikan layanan yang inklusif bagi penyandang disabilitas melalui akses jalan, sarana, dan prasarana yang ramah disabilitas di ruang layanan informasi,” jelasnya.

Menurut Farida, penyediaan fasilitas ramah disabilitas adalah bentuk tanggung jawab moral dan institusional agar setiap warga negara dapat mengakses informasi tanpa hambatan. Hal ini sejalan dengan prinsip non diskriminatif dalam pelayanan publik.

Dalam konteks pembangunan ekonomi, Wamenkop Farida menghubungkan keterbukaan informasi dengan peran koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan bahwa informasi yang jelas dan terbuka mempermudah masyarakat memahami manfaat dan peluang koperasi.

Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis dalam membuka lapangan kerja, meningkatkan ketahanan ekonomi, hingga memperluas inklusi keuangan. Keterbukaan informasi dinilai dapat mempercepat distribusi manfaat ini kepada masyarakat luas.

“Koperasi berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja terutama di wilayah pedesaan sehingga mengurangi urbanisasi dan memberikan peluang kerja di desanya sendiri,’ ucapnya.

Menutup paparannya, Farida kembali menegaskan bahwa transparansi informasi bukan hanya mandat regulasi, melainkan kebutuhan fundamental bagi pemerintahan yang demokratis. Kemenkop berkomitmen untuk tetap menjaga integritas dan mendorong budaya keterbukaan yang semakin kuat.”

Kami komitmen untuk memperkuat kepercayaan publik, dan memastikan setiap layanan yang diberikan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.***

Manfaatkan Lokasi Strategis, AgenBRILink Koperasi Desa Merah Putih Ini Berhasil Hidupkan Ekonomi Desa

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperluas pemerataan inklusi keuangan di berbagai wilayah Indonesia melalui pengembangan ekosistem desa yang kolaboratif dengan pemerintah. Salah satu implementasinya terlihat di Desa Bumisari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, di mana kehadiran AgenBRILink di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah membuka akses layanan perbankan dan menciptakan geliat perekonomian yang produktif bagi masyarakat setempat.

Petugas pengelola AgenBRILink KDMP Dedy Irawan menceritakan bahwa layanan keuangan ini berawal ketika koperasi lebih dulu mengelola gerai sembako untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar. Melihat tingginya aktivitas warga serta lokasi desa yang strategis di dekat pintu Tol Natar, pengurus koperasi kemudian berinisiatif menghadirkan layanan keuangan yang mudah dijangkau bagi masyarakat.

Kini, koperasi yang juga dilengkapi dengan AgenBRILink tersebut telah berkembang menjadi pusat aktivitas keuangan masyarakat, layaknya mini ATM di desa. Kehadirannya tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal menjadi lebih produktif.

“Waktu itu masyarakat masih harus ke kota bisa ambil uang atau nabung. Setelah ada AgenBRILink di koperasi desa ini, semua transaksi bisa dilakukan di sini, lebih cepat, tidak antre, dan tidak jauh,” cerita Dedy.

Melalui gerainya di Desa Bumisari, AgenBRILink di KDMP ini dapat melayani berbagai transaksi harian, mulai dari tarik dan setor tunai, pembayaran tagihan, top up e-wallet, hingga pembelian BRIZZI bagi pengendara yang melintas. Dalam sehari, tercatat rata-rata 15–20 transaksi dilakukan di gerai tersebut.

Manfaat atas kehadiran AgenBRILink ini turut disampaikan oleh Ketua KDMP Bumisari, Diktriansah. Ia menilai layanan tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa dengan menghadirkan akses keuangan yang mudah, cepat, dan dekat dengan tempat tinggal warga.

“Kehadiran AgenBRILink juga sejalan dengan semangat koperasi, dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi desa,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, kehadiran KDMP merupakan bagian dari sinergi antara pemerintah, BUMN, dan kementerian untuk mempercepat pemerataan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa. Langkah ini sejalan dengan komitmen Asta Cita, yang menekankan pentingnya membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa BRI mendukung penuh pengembangan KDMP sebagai bentuk kontribusi nyata perseroan dalam memperkuat ekonomi desa melalui perluasan akses layanan keuangan yang inklusif.

“BRI terus memaksimalkan peran AgenBRILink yang kini telah tersebar di lebih dari 1,2 juta titik di seluruh Indonesia. Kehadiran AgenBRILink yang terhubung dengan koperasi diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan secara cepat, mudah, dan terjangkau,” pungkasnya.***

RS Murni Teguh Ciledug Resmi Hadirkan Layanan Spesialis Bedah Anak, Perkuat Pelayanan Kesehatan Ramah Keluarga

0

Bogordaily.net – RS Murni Teguh Ciledug saat ini telah menyediakan layanan Spesialis Bedah Anak. Bertambahnya layanan tersebut membuat RS Murni Teguh Ciledug kini semakin lengkap dengan memiliki 25 pelayanan dokter, mulai dari Dokter Umum, Dokter Gigi, hingga berbagai Dokter Spesialis.

Kehadiran layanan Bedah Anak ini menjadi bentuk komitmen rumah sakit dalam menyediakan fasilitas kesehatan yang komprehensif, modern, dan ramah keluarga.

Layanan Bedah Anak yang kini dibuka di RS Murni Teguh Ciledug ditangani oleh dr. Fransisca Stefanie, Sp.BA, dokter spesialis dengan kompetensi dalam pembedahan bayi, anak, dan remaja.

Dengan pengalaman menangani kasus-kasus mulai dari kelainan bawaan, hernia, hidrokel, undescended testis, hingga gangguan saluran cerna—dr. Fransisca menghadirkan layanan yang cepat dan tepat.

Didukung fasilitas rumah sakit yang modern serta pendekatan yang ramah anak, RS Murni Teguh Ciledug memastikan setiap pasien anak kecil ditangani dengan ketelitian profesional dan sentuhan penuh empati, sehingga orang tua merasa lebih tenang dan percaya bahwa
buah hati mereka berada di tangan yang tepat.

Menurut dr. Fransisca Stefanie, Sp.BA, kehadiran layanan ini merupakan langkah penting untuk memberikan akses kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Kami ingin setiap anak mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan penuh perhatian. Harapan saya, layanan Bedah Anak di RS Murni Teguh Ciledug dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi keluarga dalam mencari solusi kesehatan,” ujarnya.

Untuk memberikan akses layanan yang optimal, dr. Fransisca Stefanie, Sp.BA berpraktik pada hari Senin dan Jumat pukul 07.00–09.00, serta hari Rabu pukul 09.00–12.00

Bangun Jejaring Informasi Pertanian, BB Pustaka Gelar Forum Komunikasi 2025

0

Bogordaily.net – Perpustakaan sangat penting bagi pembangunan pertanian karena petani dan penyuluh butuh informasi pertanian.

Hal itu diungkapkan oleh Staf Khusus Ahli Menteri Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian pada kegiatan Forum Komunikasi Perpustakaan dan Literasi Pertanian yang digelar pada 19–20 November 2025 di Auditorium Utama Ir. Sadikin Sumintawikarta, Bogor.

Informasi yang disampaikan Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) bersifat teknis sehingga harus kita dorong agar dapat menyampaikan informasi bersifat teknis kepada seluruh stakeholdernya.

BB Pustaka tidak hanya menerbitkan buku tapi menggiring opini agar informasi pertanian dapat sampai ke penyuluh dan petani.

Terkait literasi dimana saat ini banyak informasi bertebaran maka Kementerian Pertanian harus memberikan literasi informasi yang baik. Kementan memandang BB Pustaka sebagai institusi yang dapat mendukung swasembada pangan.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat jejaring dan sinergi antar instansi atau lembaga terkait agar terbentuk ekosistem informasi yang lebih terpadu dan mudah diakses. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman, pengetahuan, inovasi, dan praktik.

Dengan adanya Forum Komunikasi Perpustakaan dan Literasi ini diharapkan dapat mendorong penguatan kapasitas pengelola perpustakaan dan literasi sehingga mereka mampu memberikan layanan yang lebih kreatif, adaptif, dan berbasis kebutuhan pemustaka.

Dalam kegiatan ini BB Pustaka memberikan apresiasi kepada insan pertanian yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas penerbitan pertanian.

Staf Khusus Ahli Menteri Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian mengungkapkan, bahwa tugas BB Pustaka tidak hanya menerbitkan buku tapi menggiring opini agar informasi pertanian dapat sampai ke penyuluh dan petani.

“Perpustakaan sangat penting sekali karena petani dan penyuluh butuh informasi pertanian. Informasi yang disampaikan BB pustaka bersifat teknis sehingga harus kita dorong agar dapat menyampaikan informasi bersifat teknis kepada seluruh stakeholdernya,” ungkapnya pada Rabu 19 November 2025.

Deputi II bidang pengembangan sumber daya perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Adin Bondar menjelaskan, bahwa penyelerasan kebijakan antara Kementan dan Perpusnas terkait penguatan akses bagi petani dan penyuluh adalah kecakapan informasi yaitu based on knowledege untuk mendukung prioritas Bapak Presiden dalam mencapai swasembada pangan, dan Perpusnas dan BB Pustaka telah melakukan kerja sama.

“Kami berkolaborasi dalam mengembangkan literatur bacaan berbasis pertanian, terutama untuk meningkatkan keterampilan terhadap petani kita. karena sekarang ada petani milenial yang kita harapkan berbasis literatur dan pengetahuan,” ujarnya.

Ia menambahkan, perpustakaan masa kini beda sama masa lalu. Dahulu orang datang ke perpustakaan kini hanya melalui genggaman semua dapat melakukan penelusuran.

Kepala Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan, saat ini BB Pustaka menyelenggarakan pengelolaan perpustakaan, literasi, repository ilmiah, serta layanan informasi pertanian nasional.

“BB Pustaka berkomitmen menjadi pusat pengetahuan pertanian yang modern, adaptif, dan mudah diakses oleh seluruh pemangku kepentingan,” paparnya.

Ia Juga mengenalkan inovasi layanan BB Pustaka antara lain Bincang Cerdas Literasi (BCL), LOVE (Live of Agriculture Virtual Literacy), PUBER (Pustaka Bergerak), RELASI (Repository dan Layanan Ilmiah), serta SAPU TERAS (Single Account, Penerbitan, penyebarluasan Terbitan dan Akses).

“Dalam menghadapi perubahan teknologi, pola akses informasi, serta kebutuhan pengguna yang dinamis, BB Pustaka melakukan transformasi untuk menjadi knowledge center digital yang inklusif dan relevan bagi petani, penyuluh, akademisi, serta masyarakat umum,” katanya.

Diakhir, Ia menjelaskan bahwa perpustakaan pertanian berperan sebagai jembatan pengetahuan yang menghubungkan riset, kebijakan, inovasi, hingga praktik lapangan kepada masyarakat.

“Forum komunikasi ini diharapkan mampu memperkuat jejaring, meningkatkan kompetensi pengelola perpustakaan, serta mendorong kolaborasi antar-institusi dalam membangun ekosistem informasi pertanian yang lebih inklusif,” tukasnya.

Kegiatan ini mengangkat tema Meningkatkan Literasi Pertanian untuk Kemandirian dan Swasembada Pangan serta memberikan sejumlah apresiasi kepada lembaga yang berkontribusi dalam pengembangan perpustakaan dan literasi pertanian, yaitu Anugerah Cipta Agro Literasi, Anugerah Karya Agro Literasi Populer 2025, Anugerah Patuh Serah Simpan Karya dan diakhiri dengan pemberian Penghargaan Lomba Video Perpustakaan dan Video Inovasi Pertanian.

Peserta yang hadir dari berbagai lembaga pemerintah seperti perguruan tinggi, komunitas literasi, pelaku penerbitan, penyuluh, praktisi pertanian, serta masyarakat umum.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang kolaborasi, berbagi pengetahuan, dan memperkuat jejaring antar-lembaga dalam pengembangan perpustakaan dan literasi pertanian di Indonesia.

(Ibnu Galansa)

Angka ODGJ Berat di Atas Target, Dinkes Kota Bogor Genjot Penguatan Layanan Kesehatan Mental

0

Bogordaily.net – Gangguan kesehatan jiwa masih menjadi isu penting di Indonesia dan tercatat sebagai penyebab kedua Years Lived with Disability (YLDs) setelah gangguan otot dan rangka. Secara nasional, gangguan dengan prevalensi tertinggi meliputi Depresi (3,69%), Anxietas/Kecemasan (3,56%), dan Skizofrenia (2,09%).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, MARS, menjelaskan bahwa kondisi serupa juga terlihat di Kota Bogor.

Berdasarkan data capaian Puskesmas hingga Oktober 2025, penduduk Kota Bogor yang mengalami depresi mencapai 0,07%, gangguan kecemasan 0,07%, dan ODGJ berat seperti skizofrenia serta psikotik akut mencapai 0,18%. Selain itu, tercatat tiga kasus percobaan bunuh diri yang ditangani Puskesmas selama periode tersebut.

Data Puskesmas menunjukkan jumlah ODGJ berat di Kota Bogor mencapai 2.059 orang dari target Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 1.578 orang.

“Tingginya angka tersebut disebabkan oleh masifnya penemuan kasus oleh Puskesmas serta keberadaan RS Jiwa dr. Marzoeki Mahdi (RSMM) sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Kota Bogor,” kata dr. Sri Nowo Retno, MARS, Rabu 19 November 2025.

Sebaran ODGJ paling banyak berada di wilayah kerja Puskesmas Sindang Barang sebanyak 166 orang, sedangkan paling sedikit di Puskesmas Gang Aut dengan 25 pasien.

Selain ODGJ berat, tercatat 758 kasus gangguan kecemasan, dengan jumlah tertinggi di Puskesmas Bondongan (112 kasus).

Sementara itu, terdapat 538 kasus depresi yang dilayani di Puskesmas, dengan kasus terbanyak berada di Puskesmas Mekarwangi (153 kasus).

Sri Nowo Retno menyampaikan bahwa hingga kini belum tersedia data khusus mengenai penyebab gangguan jiwa di Kota Bogor.

Namun secara nasional, gangguan mental dipengaruhi berbagai faktor seperti tekanan ekonomi, kemiskinan, stres perkotaan, konflik keluarga, kekerasan dalam rumah tangga, perundungan, serta dampak negatif media sosial.

Penderita penyakit kronis dan korban trauma bencana juga lebih rentan mengalami gangguan mental.

Sementara itu, stigma sosial dan terbatasnya akses tenaga profesional menyebabkan banyak kasus tidak tertangani sejak awal.

“Untuk mencegah dan menangani gangguan kesehatan mental, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas telah menjalankan berbagai program, baik promotif, preventif, maupun kuratif,” jelasnya.

Program promotif–preventif mencakup penyuluhan daring dan luring melalui inovasi SARING PTM KESWA, promosi kesehatan melalui media KIE, skrining kesehatan jiwa di sekolah, masyarakat, tempat kerja, posyandu, serta fasilitas kesehatan.

Sosialisasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Pada 2025, kegiatan ini telah diberikan kepada 921 orang di 44 sekolah SMP dan SMA sederajat dan sosialisasi kesehatan jiwa dan pencegahan NAPZA bagi guru dan siswa.

Layanan kuratif mencakup pengobatan pasien gangguan jiwa, konseling untuk pasien dan keluarga, pemberian psikofarmaka, kunjungan rumah, serta rujukan ke RS bila diperlukan.

Dinas Kesehatan Kota Bogor juga menjalin kerja sama dengan dunia pendidikan dan RSMM. Beberapa program yang dijalankan antara lain pembentukan Kelurahan Siaga Sehat Jiwa bersama Fakultas Ilmu Keperawatan UI. Hingga 2025, sudah terbentuk 18 kelurahan siaga jiwa di 11 Puskesmas.

Program PTM Keswa Goes to Campus untuk skrining dan edukasi kesehatan jiwa bagi mahasiswa. Pelaksanaan ACT (Assertive Community Treatment) bersama RSMM untuk meminimalkan kekambuhan ODGJ berat melalui kunjungan rumah pasca rawat.
Pelatihan kader Puskesmas untuk melakukan skrining kesehatan jiwa dan edukasi terkait pengurangan stigma.

Saat ini, Kota Bogor belum memiliki hotline khusus layanan jiwa, namun masyarakat dapat memanfaatkan Hotline Sejiwa 119 ext 8 untuk konseling awal, serta layanan telekonseling, psikolog klinis, dan psikiater melalui fasilitas yang tersedia.

Seluruh 25 Puskesmas di Kota Bogor telah mampu memberikan pelayanan kesehatan jiwa berbasis cluster siklus hidup.

Namun, belum ada psikolog maupun psikiater yang bertugas langsung di Puskesmas, sehingga kasus kompleks akan dirujuk ke rumah sakit.

Sri Nowo Retno menjelaskan bahwa masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan jiwa melalui BPJS dengan langkah datang ke Puskesmas terdekat, membawa KTP dan kartu BPJS, mendaftar di loket dan diarahkan sesuai cluster, konsultasi awal dengan dokter umum, jika diperlukan, pasien mendapatkan rujukan ke RS atau RS Jiwa.

Kemudian beberapa tantangan yang masih dihadapi antara lain keterbatasan tenaga profesional, terutama psikolog dan psikiater, petugas Puskesmas yang merangkap lebih dari satu program, stigma masyarakat terhadap ODGJ, koordinasi lintas sektor yang belum optimal.

Mengacu pada RENSTRA 2025–2029, langkah strategis yang disiapkan mencakup penguatan layanan ODMK dan ODGJ di fasilitas kesehatan. Pelaksanaan skrining kesehatan jiwa bagi penduduk usia 7 tahun ke atas. Pembentukan First Aider P3LP di sekolah, masyarakat, dan tempat kerja. Pemenuhan SDM dan sarana untuk memperkuat layanan kesehatan mental.

Sri Nowo Retno mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup CERIA dan CERDIK sebagai upaya menjaga kesehatan jiwa

CERIA:
C – Cerdas intelektual, emosional, spiritual
E – Empati dalam komunikasi
R – Rajin beribadah
I – Interaksi yang bermanfaat
A – Asah, Asih, Asuh dalam keluarga dan masyarakat

CERDIK:
C – Cek kesehatan
E – Enyahkan asap rokok
R – Rajin aktivitas fisik
D – Diet seimbang
I – Istirahat cukup
K – Kelola stres

“Upaya komprehensif ini diharapkan dapat menekan angka gangguan kesehatan jiwa serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Bogor, ” tutupnya. ***

Ibnu Galansa

Jelang Muscam, DPD KNPI Kabupaten Bogor Tetapkan Syarat Baru untuk Calon Ketua DPK

0

Bogordaily.net – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor melaksanakan sosialisasi jelang pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam).

Dalam kesempatan itu, Ketua Harian DPD KNPI Kabupaten Bogor Arof Akbar menjelaskan bahwa, saat ini pihaknya tengah berfokus untuk rangkaian persiapan pemilihan calon ketua untuk 40 Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI.

Menurut Arof, dalam pelaksanaan pemilihan nantinya, akan ada beberapa syarat tambahan untuk para calon ketua. Diantaranya yakni surat rekomendasi dari kecamatan, surat pakta integritas dan juga tes urine.

“Di kegiatan Muscam ini salah satu tambahan persyaratan dari para calon ketua, kenapa kita adakan diantaranya untuk mengukur dan menguji sejauh mana kemampuan dia dalam memimpin kepemudaan di setiap Kecamatannya,” kata Arof, Rabu 19 November 2025.

“Kedua kenapa ada surat rekomendasi tambahan dari Camat, dan ada surat pakta integritas dari kepala desa yang ada di Kecamatan tersebut, lalu ada juga tes urine,” tambahnya.

Ia menjelaskan, hal tersebut dilakukan agar para calon mampu berkolaborasi dengan Forkopimcam yang ada di wilayahnya. Sehingga dapat mengatasi berbagai persoalan kepemudaan di wilayahnya masing-masing.

“Setelah mampu berkolaborasi maka ada beberapa tahapan lagi mengkaji kaitan dengan persoalan kepemudaan yang ada di kecamatan,” ujar Arof.

Lebih lanjut, kata Arof, setiap calon ketua DPK KNPI nantinya diwajibkan untuk datang langsung ke kantor DPD KNPI Kabupaten Bogor untuk mengambil berkas persyaratan.

“Pelaksanaan kegiatan Muscam terkait dengan pengadministrasian semua bertumpu di DPD KNPI Kabupaten. Hari ini tahapan sosialisasi nanti di tanggal 24 November itu pendaftaran calon. Jadi semua calon datang ke DPD untuk mengambil berkas persyaratan itu,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

Dukung Kemajuan Industri Sawit Nasional, BRI Fasilitasi Sindikasi Pembiayaan Rp5,2 Triliun bagi PT. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS)

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memfasilitasi sindikasi pembiayaan senilai Rp5,2 triliun kepada PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).

Dalam transaksi ini, BRI bertindak sebagai Original Mandated Lead Arranger & Bookrunner sekaligus Facility Agent.

Langkah ini menegaskan kapasitas BRI dalam memimpin pembiayaan berskala besar serta komitmen berkelanjutan terhadap penguatan sektor agribisnis.

Wakil Direktur Utama BRI Agus Noorsanto menyampaikan bahwa sektor agribisnis memiliki peran penting dalam struktur perekonomian Indonesia. Pembiayaan kepada SSMS merupakan bagian dari upaya BRI mendukung pertumbuhan sektor riil melalui penyediaan solusi keuangan yang terstruktur dan responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha.

BRI melihat SSMS Group sebagai perusahaan dengan kapasitas, teknologi, dan visi yang sejalan dengan arah transformasi industri global. Dengan fondasi tersebut, SSMS Group memiliki potensi kuat untuk tampil sebagai salah satu pemimpin di kancah internasional. BRI berharap kemitraan yang terjalin dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian serta turut mendorong kemajuan industri pada level global.

“Sebagai bank dengan jaringan terluas, BRI hadir mendukung sektor agribisnis. Kami tidak hanya memfasilitasi UMKM, tetapi juga mendukung sektor besar seperti SSMS melalui solusi terintegrasi BRI One Solutions. Layanan ini mencakup pengelolaan keuangan perusahaan melalui Qlola, Trade Finance, hingga dukungan pembiayaan dan pendampingan di tingkat petani plasma (KUR),” ujar Agus di Jakarta (18/11).

Langkah pembiayaan ini juga sejalan dengan upaya mewujudkan Asta Cita Pemerintah, khususnya cita kelima yang menekankan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Melalui dukungan ini, BRI memperkuat perannya dalam mendukung pengembangan industri sawit nasional yang berdaya saing dan berorientasi keberlanjutan.

Terdapat beberapa lembaga keuangan yang terlibat dalam pembiayaan ini, diantaranya yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor Indonesia, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank KB Indonesia Tbk, dan PT Allo Bank Indonesia Tbk.

Aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi SSMS dalam memperkuat struktur keuangan dan operasional melalui pembiayaan kembali atas fasilitas pinjaman sebelumnya, guna menciptakan struktur pendanaan yang lebih efisien dan selaras dengan arah bisnis perusahaan.

Fasilitas ini juga mendukung akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari (SML) sebagai langkah ekspansi untuk memperbesar skala dan portofolio usaha grup.

CEO SSMS Jap Hartono menyampaikan apresiasi terhadap dukungan perbankan nasional dalam mendukung pertumbuhan sektor kelapa sawit.

“Dengan penuh optimisme, kami sangat mengapresiasi dan menyambut aksi korporasi ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi Perseroan sebagai pelaku usaha perkebunan kelapa sawit. Kami percaya bahwa langkah ini akan semakin memperkokoh fondasi bisnis dan membuka peluang baru bagi keberlanjutan dan peningkatan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Jap.

SSMS merupakan perusahaan agribisnis terintegrasi dengan komitmen kuat terhadap praktik perkebunan berkelanjutan dan peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi.

Saat ini, SSMS mengelola 23 perkebunan kelapa sawit dengan total areal sekitar 115.584 hektar, didukung oleh 8 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berkapasitas olah 540 ton per jam, 1 Pabrik Kelapa Sawit (KCP) berkapasitas 180 ton per hari, serta satu Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) berkapasitas 1,5 megawatt.

Akuisisi SML dengan luas lahan 11.046 hektar menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat portofolio bisnis dan memperbesar skala usaha grup.

“Kolaborasi ini memastikan bahwa SSMS memiliki akses solusi keuangan terstruktur untuk ekspansi dan peningkatan kapasitas yang berkelanjutan, dengan tujuan ambisius mendukung SSMS menjadi salah satu pemain sawit top global,” pungkas Agus Noorsanto.

BRI Bogor Dewi Sartika Roadshow Campus Hiring

0

Bogordaily.net – Dalam upaya mempercepat penyerapan tenaga kerja dan memperluas peluang karier bagi lulusan, BRI Branch Office (BO) Bogor Dewi Sartika menggelar Roadshow kegiatan Campus Hiring dibeberapa titik.

Kegiatan Campus Hiring ini diadakan di Plaza Jambu Dua 15 November 2025. Lalu di Kampus Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Bogor Kesatuan dengan jumlah peserta sebanyak 54 orang 16 November 2025.

Kemudian di Disnaker Kota Bogor 11 November 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 26 orang. Dan di Universitas Terbuka (UT) Bogor 12 November 2025 dengan jumlah peserta 24 orang.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen para kampus dan juga lembaga pemerintahan yang bekerjasama dengan BRI, dalam menjembatani lulusan dengan dunia industri sekaligus bentuk proaktif BRI dalam menjaring talenta muda potensial.

Pimpinan BRI BO Bogor Dewi Sartika, Fahmi Hidayat menjelaskan, Campus Hiring adalah program rekrutmen yang dilakukan oleh perusahaan dengan langsung mengunjungi kampus-kampus untuk mencari kandidat potensial, khususnya mahasiswa tingkat akhir dan para fresh graduate.

“Terimakasih atas kerja sama yang baik antara BRI dengan beberapa pihak, disini BRI memberikan kesempatan berkarir di daerah Bogor,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari pilot project BRI yang menempatkan Region 7 Jakarta 2 sebagai regional pertama dari 18 regional di Indonesia yang melaksanakan program campus hiring secara intensif.

“Kami dari BRI betul-betul menjemput bola ke kampus-kampus, ke para alumni, dan calon alumni. Harapannya dari kegiatan ini akan banyak yang kami rekomendasikan sehingga nanti bisa bergabung bersama tim BRI ,” tegasnya.

Fahmi menambahkan, program rekrutmen ini memberikan jalur karier yang singkat dan menjanjikan.

Kandidat yang dinyatakan lulus akan langsung diangkat menjadi pegawai kontrak (PKWT) di bawah BRI tanpa melalui sistem outsourcing.

“Untuk PKWT sendiri berlaku selama 18 bulan. Jika dalam periode tersebut peserta mampu mencapai target, maka akan langsung dievaluasi dan berpeluang besar diangkat menjadi pegawai tetap. Jadi, career journey tenaga pemasar di BRI ini sangat cepat,” jelasnya.

Proses rekrutmen dimulai dengan wawancara langsung pada hari kegiatan.

Para kandidat yang memenuhi kualifikasi akan melanjutkan ke tahap psikotes daring dalam waktu 14 hari ke depan, sebelum akhirnya mengikuti wawancara dengan user di tahap akhir.

“Kegiatan Campus Hiring di Bogor ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri, serta membuka peluang karier yang lebih luas bagi para lulusannya di masa mendatang,” tutupnya.***

Satpol PP Kota Bogor Gelar Sidak KTR, Enam Orang Terjaring Tipiring

0

Bogordaily.net – Petugas gabungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Dinkukmdagin) Kota Bogor menggelar inspeksi mendadak (sidak) kawasan tanpa rokok (KTR) sekaligus sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Mal BTM, Jalan Juanda, Bogor Tengah.

Kabid Gakkumda Satpol PP Kota Bogor, Asep Setia Permana mengatakan bahwa tim gabungan melakukan penyisiran lantai demi lantai untuk memastikan kepatuhan terhadap Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Hasilnya, sebanyak enam orang kedapatan merokok di dalam gedung mal dan langsung disidang tipiring di lokasi. Hakim dihadirkan untuk memimpin proses persidangan serta memberikan sanksi sosial kepada para pelanggar.

“Ini kegiatan kedua hasil kolaborasi yang diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor. Jumlah pelanggaran memang tidak banyak, tetapi tetap saja ada sekitar enam orang yang kedapatan merokok di dalam gedung,” jelas Asep, Rabu 19 November 2025.

Ironisnya, para pelanggar mengaku sudah mengetahui bahwa area mal merupakan kawasan tanpa rokok.

Pihak manajemen mal juga disebut telah memasang imbauan, namun tetap ada pengunjung yang nekat merokok. Padahal, sesuai aturan, tempat merokok harus berada di ruang terbuka tanpa atap.

Dalam sidak tersebut, petugas juga menemukan fakta lain rokok yang diisap sejumlah pelanggar didominasi rokok ilegal tanpa pita cukai.

Temuan ini akan diteruskan ke dinas terkait untuk dilakukan penindakan lebih lanjut.

Lebih memprihatinkan lagi, petugas mendapati dua anak di bawah umur sedang merokok. Keduanya tidak disidang, tetapi diberikan sanksi sosial. Mereka diminta membersihkan puntung rokok di area mal serta langsung dipulangkan.

“Kepala sekolah dan orang tuanya nanti akan kami panggil,” kata Asep.

Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan sebagai upaya edukasi kepada masyarakat bahwa Perda KTR tetap berlaku dan harus dihormati.

“Merokok tidak dilarang, tapi diatur. Hanya boleh di tempat terbuka tanpa atap,” ujarnya.

Asep juga mengingatkan bahwa lembaga atau perusahaan dapat dikenakan sanksi jika terbukti lalai mengawasi area publiknya. Pengelola wajib memasang stiker larangan merokok beserta aturan dan sanksinya.

Untuk sanksi tipiring, para pelanggar dikenai denda administratif mulai dari Rp50 ribu hingga Rp200 ribu.

Jika pelanggaran dilakukan berulang, sanksi akan meningkat sesuai prosedur yang diatur dalam Perda Ketertiban Umum dan SOP Satpol PP.

Ia berharap sidak rutin ini dapat memberikan efek jera bagi pelanggar serta memastikan Kawasan Tanpa Rokok benar-benar ditegakkan di Kota Bogor.

(Ibnu Galansa)