Monday, 20 April 2026
Home Blog Page 284

Santriwati PM UQI Ikuti Program Student Exchange ke Thailand, Perluas Wawasan Global

0

Bogordaily.net — Madrasah Aliyah Pesantren Modern Ummul Quro Al Islami (PM UQI) Bogor melepas sejumlah santri dan santriwati untuk mengikuti program student exchange ke Thamavitya Mulniti Boarding School di Yala, Thailand.

Program pertukaran pelajar ini menjadi bagian dari komitmen PM UQI dalam mendorong lahirnya generasi santri dengan wawasan internasional.

Pihak pesantren menyebut kegiatan ini dirancang untuk memperkuat karakter, kemampuan bahasa, rasa percaya diri, serta kemandirian para peserta. Selain itu, aktivitas exchange ini juga menekankan pembelajaran lintas budaya yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Manajemen PM UQI menilai langkah ini sebagai momentum penting dalam pengembangan kompetensi santri agar mampu bersaing di tingkat global.

Pesantren berharap seluruh peserta dapat menjalani program dengan lancar serta membawa pulang wawasan baru yang bisa menginspirasi santri-santri berikutnya.***

Buktikan Kepemimpinan Keberlanjutan di Asia, BRI Sabet 3 Penghargaan di Asia Sustainability Reporting Awards 2025

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meraih pengakuan internasional atas komitmennya dalam menyajikan pelaporan keberlanjutan yang transparan, komprehensif, dan selaras dengan standar global. Pada ajang Asia Sustainability Reporting Awards (ASRA) 2025 yang diselenggarakan oleh CSRWorks di Singapura (24/10), BRI berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi yang menegaskan posisinya sebagai institusi keuangan dengan pelaporan keberlanjutan yang diakui secara global.

Tiga penghargaan yang berhasil diraih BRI mencakup 2 penghargaan Platinum untuk kategori Asia’s Best Sustainability Report (Public Sector) dan Asia’s Best Sustainability Report (CEO Letter), serta 1 penghargaan Gold untuk kategori Asia’s Best Materiality Reporting.

Penilaian ASRA mempertimbangkan pelaporan keberlanjutan yang menunjukkan kedalaman analisis, inovasi, serta keselarasan kuat dengan kerangka global seperti GRI, SASB, ISSB, TCFD, AA1000, GHG Protocol, UNGP, dan TNFD, menjadikannya acuan dalam menilai kualitas, transparansi, dan integrasi aspek keberlanjutan dalam strategi bisnis perusahaan. Pada tahun 2025, ASRA diikuti oleh 77 perusahaan-perusahaan dari 17 negara di Asia, yang mewakili beragam sektor industri dan metodologi pelaporan.

Founder Asia Sustainability Reporting Awards dan Managing Director CSRWorks Rajesh Chhabara menyampaikan bahwa penghargaan diberikan kepada organisasi yang mampu menunjukkan keterbukaan dan keunggulan dalam mengomunikasikan kinerja keberlanjutannya.

“Kami mengapresiasi BRI atas keunggulannya dalam pelaporan keberlanjutan serta karena menjadikan transparansi sebagai pilar utama bisnis yang bertanggung jawab. Capaian mereka mencerminkan pemahaman mendalam tentang bagaimana kinerja keberlanjutan terhubung dengan penciptaan nilai jangka panjang dan kepercayaan para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dalam kategori Asia’s Best Sustainability Report (Public Sector), juri menilai bagaimana lembaga publik mengelola dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

Sebagai institusi keuangan di sektor publik, BRI menyusun Sustainability Report dengan mengacu pada berbagai standar global, seperti IFRS Sustainability Disclosure Standards (S1 dan S2), Global Reporting Initiative (GRI), dan Sustainability Accounting Standards Board (SASB). Melalui penerapan standar tersebut, laporan keberlanjutan BRI disajikan secara lebih terstruktur, transparan, dan komprehensif — selaras dengan regulasi nasional serta ekspektasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari nasabah dan investor hingga regulator.

Dalam kategori Asia’s Best Sustainability Report (CEO Letter), penilaian difokuskan pada sejauh mana pimpinan tertinggi organisasi menunjukkan kepemimpinan dan komitmen terhadap keberlanjutan melalui pesan yang kredibel dan autentik.
Penerapan prinsip keberlanjutan di BRI dijalankan melalui tata kelola ESG yang kuat dan terstruktur. Fungsi board oversight dilaksanakan oleh ESG Committee yang diketuai langsung oleh Direktur Utama, dengan mandat untuk memastikan pengawasan strategis terhadap kebijakan, kinerja, serta arah implementasi keberlanjutan perusahaan.

Kolaborasi lintas unit kerja turut memperkuat integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola di seluruh lini organisasi, sehingga prinsip keberlanjutan tidak hanya menjadi kebijakan, tetapi juga terinternalisasi dalam budaya kerja dan strategi bisnis BRI secara menyeluruh.

Sementara itu, dalam kategori Asia’s Best Materiality Reporting, juri menilai ketepatan proses organisasi dalam mengidentifikasi, memprioritaskan, dan melaporkan isu-isu keberlanjutan yang paling material bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan.

BRI menerapkan Double Materiality Assessment (DMA) yang selaras dengan IFRS Sustainability Disclosure Standards (S1 dan S2) yang diterbitkan oleh International Sustainability Standards Board (ISSB) untuk memetakan isu-isu keberlanjutan paling relevan. Hasil pemetaan tersebut diintegrasikan ke dalam proses manajemen dan dikomunikasikan secara transparan kepada pemangku kepentingan, menjadi dasar pengambilan keputusan strategis yang berorientasi pada dampak dan keberlanjutan jangka panjang.

Direktur Human Capital & Compliance BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto menyampaikan bahwa penghargaan yang diterima BRI merupakan pengakuan atas konsistensi arah strategis keberlanjutan yang dijalankan perseroan. “Penghargaan ini semakin memperkuat posisi BRI sebagai institusi keuangan dengan kredibilitas global dalam praktik keberlanjutan. Melalui tata kelola yang solid, strategi yang berorientasi jangka panjang, dan partisipasi aktif terhadap isu Sustainability, BRI terus membuktikan perannya sebagai katalis transisi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.***

Hanif Faisol Bicara FoLU Net Sink 2030 hingga Carbon Pricing di COP30 Brasil

0

Bogordaily.net – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Hanif Faisol, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Konferensi Perubahan Iklim COP30 yang berlangsung di Brasil.

Hanif menilai pertemuan tersebut sangat penting, terutama karena menandai satu dekade implementasi Perjanjian Paris.

“Atas nama rakyat Indonesia, kami menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Pemerintah dan rakyat Brasil, khususnya Presiden Luiz Inácio Lula da Silva, atas penyelenggaraan konferensi perubahan iklim yang sangat penting ini,” ujar Hanif, Selasa 18/11/2025).

Hanif Faisol Bicara FoLU Net Sink 2030 hingga Carbon Pricing di COP30 Brasil

Hanif mengungkapkan bahwa Indonesia hadir di Belém dengan komitmen kuat terhadap Perjanjian Paris, termasuk target net-zero emissions pada 2060 atau lebih awal.

“Komitmen ini, telah ditegaskan kembali oleh Presiden Indonesia dalam Sidang Umum PBB serta Utusan Khusus Indonesia pada Belém Climate Summit 2025,” katanya.

Sebagai bentuk keseriusan, lanjut Hanif, Indonesia telah menyerahkan NDC (Nationally Determined Contribution) Kedua pada Oktober 2025 serta Rencana Adaptasi Nasional pada November 2025.

Dalam kerangka tersebut, Indonesia menetapkan target emisi 1,2–1,5 GtCO₂e pada 2035, meningkatkan bauran energi terbarukan hingga 23 persen pada 2030, serta mengembangkan berbagai teknologi bersih.

Dikatakan Hanif, program FoLU Net Sink 2030 tetap menjadi program kunci dengan target pengurangan bersih CO₂ sebesar 92–118 juta ton pada 2030.

“Untuk mendukungnya, pemerintah juga memperkenalkan sejumlah instrumen regulasi, termasuk Perpres Nomor 109 tentang Waste-to-Energy dan Perpres Nomor 110 tentang Carbon Pricing yang menjadi bagian penting dalam kerangka pendanaan dekarbonisasi dan pengendalian emisi gas rumah kaca nasional,” jelasnya.

Hanif Faisol Bicara FoLU Net Sink 2030 hingga Carbon Pricing di COP30 Brasil

Indonesia turut memberikan dukungan terhadap inisiatif Brasil bertajuk “Tropical Forests Forever Facility”. Untuk itu, Hanif menegaskan bahwa Indonesia berhasil menurunkan angka deforestasi hingga 75 persen sejak 2019, serta terus berinvestasi dalam konservasi, keanekaragaman hayati, dan program pemberdayaan komunitas lokal.

“Pemerintah juga menjanjikan alokasi 1,4 juta hektare hutan adat serta komitmen untuk memulihkan 12 juta hektare lahan terdegradasi,” ucapnya.***

Kuasa Hukum Andi Sara Maisara, Tepis Tudingan Penculikan Anak Kandung

0

Bogordailay.net — Keinginan Andi Sara Maisara, ibu dari seorang putra berusia dua belas tahun, agar dapat bersama putera bungsunya berlangsung dramatis bak Drama Kerea (Drakor) . Ia, ibu dari anak bungsunya ADB, dituding sebagai pelaku penculikan anaknya sendiri oleh suaminya Nedi Ahmad (NA).

Kuasa hukum dari PT Andi Brata Persada (ABP) sekaligus Legal Corporate perusahaan, Jabar, mengungkapkan kronologis terkait peristiwa penggerebekan terhadap putra bungsu Andi Sara Maisara, di kantor PT. ABP.

Menurutnya tudingan penculikan itu tidak relevan, karena yang dilaporkannya selaku penculik, adalah istrinya sendiri yang merupakan ibu dari anaknya.

Menurut Jabar, kejadian bermula ketika dirinya dan tim tengah membahas agenda perusahaan. Selang berapa saat. Sara, selaku Direktur Utama di PT ABP bersama sopirnya, datang membawa anak bungsunya, ADB.

Disampaikan Jabar, penitipan itu merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Sara. Karena anak itu, merupakan putra bungsu dari Direktur Utama di perusahaan ia bekerja. Akhirnya Jabar, menerima amanat menjaga anak tersebut.

Selang sehari memikul amanat menjaga ADB, tiba-tiba sekira pukul 22:00-2300 WIB, kantornya kedatangan tamu dari Polres Tanggerang Selatan.

“Para tamu datang berlima. Mereka penyidik Polres Tangsel, termasuk pak Kanit,” kenang Jabar, saat berusaha merekonstruksi kejadian malam itu.

Kedatangan para penyidik, bertujuan menjemput anak tersebut ADB, sebagai tindak lanjut laporan dugaan penculikan.

Merasa ada yang ganjil, Jabar, meminta izin terlebih dahulu kepada Sara, yang menitipkan anaknya.

Mendengar informasi itu Sara, meminta supaya anaknya jangan sampai dibawa ayahnya, NA.

Menyikapi hal itu Jabar, berusaha supaya jika memang harus diambil, silahkan dijemput oleh ayahnya NA.

Selain itu Jabar juga meminta supaya pihak penyidik menyertakan Komisi Perlindungan Anak (KPI) , supaya melakukan pendampingan kepada anak yang masih di bawah umur.

“Kami tidak menculik, hanya ke titipan untuk mengasuh anak ini,” terang Jabar, Minggu 16 November 2025.

Saat diwawancarai BogordailyTV, Jabar mengaku kaget ketika membaca suratnya. Pelapornya adalah suami dari ibu si anak.

“Kami ingin semuanya berjalan sesuai aturan, apalagi ini menyangkut anak di bawah umur,” ujar Jabar.

Ia menegaskan bahwa anak tersebut tidak pernah disembunyikan atau ditahan, melainkan dititipkan oleh ibunya Sara, karena saat itu Sara, tengah berada di luar kota untuk menangani urusan perusahaan yang dipimpinnya.

Meski meminta supaya menghadirkan KPI, namun permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi pihak kepolisian.

Sehingga, Jabar, meminta penyidik supaya menghadirkan ayahnya NA.

Selang berapa lama kemudian, NA datang. Menurut pengamatan yang disaksikan Jabar, gestur NA terasa tidak bersahabat.

Suaranya terdengar berat menggema. NA, menanyakan di mana anaknya, serta minta supaya dipertemukan.

Karena yang meminta ayah dari si anak, maka Jabar, membawa ADB, menemui ayahnya.

Namun apa yang terjadi, di luar perkiraan. Saat ADB melihat NA, bocah ingusan itu menjerit, seraya memeluk erat Jabar. Pria yang baru dikenalnya dua hari.

“Ngak mau salaman sama ayahnya. Kami harus menenangkan suasana, karena anak tersebut terus menjerit memekik histeris memanggil ibunya,” jelas Jabar.

Menyaksikan apa yang terjadi. Semua orang di ruangan itu mematung. Diam nyaris tak bergerak.

Singkat cerita, para penyidik serta NA, menyaksikan penolakan keras dari sang anak, akhirnya memilih mundur teratur, selanjutnya angkat kaki dari kantor yang berlokasi di Sentul.

Semua kejadian itu kata Jabar, terdokumentasikan. Namun ia melanjutkan, jika video itu hanya untuk dokumentasi internal.

Saat itu, Jabar kembali menegaskan jika itu bukan merupakan penculikan. Menurutnya kondisi itu tidak ada unsur penculikan seperti yang dilaporkan.

“Penyidik sampai geleng-geleng. Mereka lihat sendiri bagaimana kondisi psikologis anak,” katanya.

Setelah proses panjang pada malam itu, penyidik akhirnya kembali ke Tangerang Selatan.

Keesokan harinya, ayah dari anak tersebut datang kembali bersama kakak-kakaknya dan berhasil membujuk sang anak untuk pulang. Sejak saat itu, anak tinggal bersama ayahnya.

Dua bulan berlangsung, hingga saat ini Sara kembali ke titik nol. Tidak bisa berjumpa dengan sang buah hatinya.

“Ini yang kami sayangkan. Anak tetap punya hak untuk bertemu kedua orang tuanya, apalagi ini ibunya. Jangan sampai kebutuhan emosional dan psikologis anak terhambat karena konflik kedua orang tua,” tegasnya.

Jabar menilai diperlukan pihak ketiga, seperti KPAI atau mediator profesional, untuk menjembatani komunikasi antara kedua orang tua, terutama terkait intensitas pertemuan antara ibu dan anak.

“Anak ini sangat merindukan sosok ibunya. Ia butuh kasih sayang kedua orang tuanya. Kasus hukumnya mungkin lama, tetapi kebutuhan psikologis anak tidak bisa menunggu,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Sara merupakan sosok ibu yang sangat mencintai anaknya dan siap berjuang, untuk tetap dekat dengan buah hatinya dikancah konflik rumah tangga yang sedang berkecamuk.

Dalam sesi klarifikasi tersebut, pihak PT ABP menegaskan bahwa semua dokumentasi kejadian hanya untuk kepentingan hukum dan tidak akan dipublikasikan demi menjaga kondisi psikologis anak.***

(Ibnu Galansa/Diki Sudrajat)

RSUD Kota Bogor Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Optimal Meski Dirut Undurkan Diri

0

Bogordaily.net-RSUD Kota Bogor memastikan bahwa pelayanan kesehatan untuk masyarakat tetap berjalan optimal meski Direktur Utama (Dirut) dr. Ilham Chaidir mengundurkan diri dari jabatannya.

Wakil direktur RSUD Kota Bogor Sari Chandrawati membenarkan bahwa untuk saat ini posisi pucuk pimpinan berada pada pelaksana tugas direktur utama RSUD Kota Bogor.

“Sudah ada untuk pelaksana Dirut RSUD Kota Bogor, oleh dr. Sri Nowo Retno, sehingga saat ini pelayanan masih tetap berjalan untuk semua pasien yang berobat baik rawat jalan atau rawat inap,” ungkapnya

Ia menerangkan, semua dokter perawat dan staf RSUD Kota Bogor juga masih melakukan tugas dan fungsi terutama memastikan agar pasien tidak mengalami kesulitan saat berobat.

Untuk saat ini, RSUD Kota Bogor diketahui merupakan rumah sakit tipe B pendidikan dengan status Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) penuh. Rumah sakit ini memiliki 1.529 pegawai, terdiri dari 213 ASN dan 1.316 non-ASN.

RSUD menyediakan 54 jenis layanan, dengan lima layanan unggulan meliputi kanker, jantung, stroke, uro-nefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KIA).

Tenaga medis terdiri dari 131 dokter, yakni 70 dokter spesialis, 17 subspesialis, 39 dokter umum, dan 10 dokter gigi dengan kapasitas rawat inap mencapai 503 tempat tidur yang akan disesuaikan menjadi 494 bed untuk penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).***

Muhammad Irfan Ramadan

Alat Kelamin Pria di Cileungsi Terjepit Resleting, Damkar Lakuan ‘Bedah’ Kelamin

0

Bogordaily.net – Dinas Pemadam Kebakaran berhasil melepaskan alat kelamin pria yang terjepit retasleting celananya. Peristiwa itu terjadi di Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, saat korban hendak sholat subuh, Selasa 18 November 2025.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Yudi Santosa membenarkan adanya insiden tersebut. Pihaknya menerima laporan sekitar pukul 05.45 WIB.

Kemudian, Damkar langsung segera melakukan penanganan dan tiba ke lokasi sekitar pukul 06.20 hingga pukul 08.00 WIB.

“Evakuasi dilakukan selama 1jam 10 menit,” kata Yudi, Selasa 18 November 2025.

Menurut Yudi, insiden tersebut terjadi ketika korban sedang memakai celana pada saat ingin hendak sholat subuh.

Kemudian, tanpa di sengaja resleting tersangkut sehingga menimbulkan rasa sakit serta korban tidak dapat melepasnya sendiri,

“Karena pelapor panik dan khawatir, dari kejadian tersebut pelapor langsung melaporkan ke Tim Rescue Kabupaten  Bogor untuk ditindaklanjuti untuk melakukan evakuasi tersebut,” jelasnya.

Adapun, pihak Damkar telah berhasil mengevakuasi resleting tersebut dengan penanganan menggunakan gerinda mini.

“Resleting berhasil dievakuasi oleh tim Damkar,” ungkap Yudi Santosa.***

Albin

Kolaborasi RCTI dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Hadirkan Indonesian Music Awards (IMA) 2025

0

Bogordaily.net – Indonesian Music Awards (IMA) 2025 kembali hadir sebagai salah satu ajang penghargaan musik terbesar di Tanah Air. Gelaran tahun kelima ini kembali menggandeng RCTI dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bersama Langit Musik untuk mengajak masyarakat mendukung musisi favorit lewat voting di aplikasi Langit Musik dan platform RCTI+. Malam puncak penghargaan akan tayang langsung pada Jumat, 19 Desember 2025, pukul 21.15 WIB.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu, menegaskan pentingnya IMA 2025 dalam mendukung perkembangan industri musik Indonesia.

“Berbicara dalam konteks industri musik terhadap target ekonomi Indonesia, musik merupakan salah satu sub-sektor dalam industri kreatif yang berada di bawah naungan Kementerian Ekonomi Kreatif. Dari sekian banyak sub-sektor yang ada, musik menjadi salah satu yang pertumbuhannya paling pesat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pergerakan ekonomi nasional,” ungkap Agustini Rahayu.

“Hal inilah yang menjadi perhatian kami, mengapa kolaborasi dengan berbagai pihak seperti RCTI, Langit Musik, Nuon, Pophariini, serta para pelaku ekonomi kreatif dari berbagai daerah sangat penting untuk dilakukan. Kontribusi industri musik terhadap ekonomi kreatif sangat besar, dan kami melihatnya sebagai salah satu mesin penggerak utama ekonomi nasional yang patut terus dikembangkan,” sambungnya.

Menanggapi hal tersebut, Dini Putri selaku Chief Programming Officer RCTI turut menyampaikan pencapaian atas keberhasilan penyelenggaraan Indonesian Music Awards (IMA) 2025 yang kembali mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak.

“Kehadiran Kementerian Ekonomi Kreatif di tahun ini menambah semangat baru bagi kami untuk terus mendorong perkembangan industri musik Indonesia agar semakin maju,” ujarnya.

CEO Nuon Digital Indonesia, Aris Sudewo juga menyampaikan hal serupa terkait antusiasmenya atas penyelenggaraan IMA 2025.

“Kami percaya kolaborasi lintas sektor seperti ini akan memperkuat ekosistem musik nasional, membuka ruang bagi talenta baru, dan membawa semangat Musik Indonesia Juara,” ungkap Aris Sudewo.

Hadirnya IMA 2025 juga turut menciptakan rasa syukur dan antusiasme para insan musik Tanah Air yang masuk dalam daftar nomine.

“Tentu ini merupakan sebuah kehormatan. Kami sangat senang, terharu, dan merasa sangat diapresiasi. Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan hingga bisa masuk dalam nominasi ini. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar The Lantis, para pegiat musik, serta para founder festival musik yang telah menciptakan wadah bagi kami untuk mendapatkan apresiasi seperti ini,” ujar The Lantis.

*Proses Seleksi Nominasi IMA 2025*
Proses seleksi nominasi IMA 2025 dilakukan dengan ketat. Penghargaan ini diberikan oleh RCTI dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif. Proses ini juga melibatkan publikasi yang mencakup bisnis musik dan grafik popularitas lagu.

Nominasi untuk setiap kategori IMA 2025 ditentukan berdasarkan data streaming di platform Langit Musik pada periode 2024-2025 serta penilaian kualitatif untuk memastikan bahwa nominasi yang ada tetap relevan, akurat, dan adil. Hal ini dilakukan untuk memastikan nominasi benar-benar mencerminkan sirkulasi lagu pada periode tersebut.

Jumlah kategori pada Indonesian Music Awards (IMA) 2025 berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini terdapat lima belas kategori, terdiri atas tiga belas kategori utama dan dua kategori spesial yang menggantikan kategori sebelumnya, yaitu Music Festival 2024–2025 of The Year dan Sinergi Suara Award. Penilaian seluruh kategori tetap didasarkan pada karya, pengaruh, dan kontribusi musisi terhadap perkembangan musik Indonesia.

Kategori Sinergi Suara Awards merupakan bagian dari program kolaboratif Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bersama Pophariini dan Langit Musik, yang memberikan akses kurasi, edukasi, dan promosi bagi musisi terpilih yang melakukan submission di lima kota, yaitu Makassar, Medan, Yogyakarta, Bandung, dan Denpasar.

Proses penentuan nominasi dibagi menjadi double verifikasi oleh RCTI. Proses nominasi final untuk masing-masing kategori akan dikurasi dan dinilai lebih lanjut berdasarkan data streaming yang diambil oleh Langit Musik selama periode 2024-2025 dan voting yang diselenggarakan oleh Langit Musik dan RCTI melalui aplikasi Langit Musik, NSP, dan platform RCTI+.

Malam Puncak IMA 2025: Hiburan dan Kemeriahan Menanti

Malam puncak penghargaan IMA 2025 tentunya akan dipandu oleh host dan pembaca nominasi dari artis ternama. Selain itu, acara ini juga akan dimeriahkan dengan penampilan dari musisi-musisi terkenal favorit masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, seluruh pecinta musik Tanah Air dapat menantikan malam penghargaan IMA 2025 yang akan berlangsung pada Jumat, 19 Desember 2025 mendatang dengan beragam keseruan dan penuh kejutan yang sayang untuk di lewatkan.

Berikut daftar lengkap nominasi Indonesian Music Awards 2025:

Song of the Year
“Alamak” – Rizky Febian dan Adrian Khalif
“Bunga Maaf” – The Lantis
“Selalu Ada di Nadimu” – Prince Poetiray dan Quinn Salman
“Tabola Bale” – Silent Open Up feat. Jackson Zeran, Juan Reza, Diva Aurel
“Tak Ada Ujungnya” – Rony Parulian
*Collaboration of the Year*
“Alamak” – Rizky Febian dan Adrian Khalif
“Garam & Madu” – Tenxi, Jemsii, dan Naykilla
“Ngapain Repot” – “Toton Caribo feat. Wizz Baker, Freshly, Nikijuluw
“Selalu Ada di Nadimu” – Prince Poetiray dan Quinn Salman
“Tabola Bale” – Silent Open Up feat. Jackson Zeran, Juan Reza, Diva Aurel

Breakthrough Artist of the Year
Aku Jeje
Nyoman Paul
Silent Open Up
Tenxi, Jemsii, dan Naykilla
Wijaya 80

Sosial Media Artist of the Year
Mahalini
Nagita Slavina
Raisa
Rizky Febian
Tiara Andini

Male Singer of the Year
Adrian Khalif
Hindia
Juan Reza
Rizky Febian
Rony Parulian

Female Singer of the Year
Lyodra
Mahalini
Raisa
Salma Salsabil
Tiara Andini

Duo/Group/Band of the Year
.Feast
for Revenge
Juicy Luicy
Perunggu
The Lantis

Alternative Song of the Year
“Bunga Maaf” – The Lantis
“Nina” – .Feast
“Penyangkalan” – For Revenge
“Sofa” – Lomba Sihir
“Terakhir Kali” – Wijaya 80
*Album of the Year*
Ambivert – Raisa
Doves, ’25 on Blank Canvas – Hindia
Harap Harap Emas – Adrian Khalif
Luap – Nyoman Paul
Rahasia Pertama – Rony Parulian

Throwback Hits of the Year
“Bila Kau Tak di Sampingku” – Sheila on 7
“Di Ujung Jalan” – Samsons
“Rahasia Hati” – Nidji
“Seandainya” – Vierra
“Sempurna” – Andra & The Backbone

Songwriter of the Year
Anindyo Baskoro, Arya Aditya R, Ilman Ibrahim Isa – “Selalu Ada di Nadimu
Giri Virandi, M. Rifzki Dzaky F, Ravi Rinaldi, Rendy Pandugo – “Bunga Maaf”
Rizky Febian, Adrian Khalif, Belanegara Abe, Iqbal Siregar, Kaleb J – “Alamak”
Rony Parulian, Lafa Pratomo – “Tak Ada Ujungnya”
Siprianus Bukha, Jacson Zeran, Juan Reza, Kiki Accoustic – “Tabola Bale”

Nada Sambung Pribadi of the Year
“Alamak” – Rizky Febian dan Adrian Khalif
“Garam & Madu” – Tenxi, Jemsii, dan Naykilla
“Satu-satunya Permaisurimu” – Lesti
“Stecu Stecu” – Faris Adam
“Teramini” – Ghea Indrawari

Pop Lokal Artis of the Year
Ayu Ting Ting
Denny Caknan
Juan Reza
Lesti
Mikkyzia

Music Festival of the Year
Pestapora
Prambanan Jazz
Soundfest
Synchronize Fest
The Sounds Project.***

Memahami Ulil Amri Lintasan Zaman Dari Wahyu ke Realitas Sosial

0

Konsep ulil amri dalam Islam merupakan salah satu gagasan kunci yang terus mengalami perluasan makna seiring perubahan sosial-politik umat Muslim.

Ayat “wa ulī al-amri minkum” (QS. An-Nisā’: 59) sejak masa awal sudah menjadi pusat perdebatan teologis dan politik, karena ia mengandung dua pesan besar sekaligus: seruan ketaatan dan isyarat adanya struktur kepemimpinan dalam masyarakat Islam. Namun, siapa yang dimaksud sebagai ulil amri bukanlah persoalan sederhana—ia berubah mengikuti dinamika zaman, ruang geografis, dan perkembangan institusi sosial.

Pada masa pewahyuan, ayat ini berfungsi mengintegrasikan hubungan antara wahyu, otoritas, dan masyarakat. Tetapi dalam perjalanan sejarah, maknanya bergerak dari figur tunggal yang memiliki legitimasi kenabian menuju bentuk-bentuk kepemimpinan kolektif dan struktural yang kita kenal dalam pemerintahan modern. Pergerakan makna ini menunjukkan bahwa Islam sejak awal membuka ruang luas bagi ijtihad sosial, sehingga konsep ulil amri terus relevan dibicarakan dalam setiap fase perkembangan peradaban Muslim.

Pada era Rasulullah Muhammad ﷺ, ulil amri tidak bersifat abstrak: ia terpersonifikasi langsung dalam diri Nabi sebagai pemimpin moral, spiritual, hukum, dan politik. Nabi membimbing masyarakat tidak hanya melalui wahyu, tetapi juga melalui kebijakan-kebijakan sosial yang menjawab kondisi nyata masyarakat Madinah.

Salah satu manifestasi paling jelas dari kepemimpinan beliau adalah Piagam Madinah, dokumen sosial-politik pertama yang mengatur relasi antar suku dan agama di Madinah. Dari sini terlihat bahwa kepemimpinan Nabi berada pada dua poros:

1. Otoritas Ilahi (wahyu) – melalui penyampaian risalah dan penegakan nilai-nilai ilahiah.
2. Otoritas Sosial-Politik (wilayah) – melalui keputusan-keputusan administratif, hukum, dan strategi yang mengatur masyarakat.

Karena itu, ulil amri pada masa ini merupakan integrasi total antara agama dan tata kelola masyarakat; tanpa sekat, tanpa dualisme.

Ketika Rasulullah wafat, komunitas Muslim menghadapi kenyataan baru: otoritas kepemimpinan tidak lagi berada pada sosok yang menerima wahyu. Pada masa Khulafā’ ar-Rāsyidīn, ulil amri berpindah kepada manusia biasa yang saleh dan adil, namun tanpa keistimewaan kenabian.

Pada periode ini, konsep ulil amri mulai memperoleh bentuk sosial-politik yang lebih jelas: pemimpin adalah penjaga agama dan pengatur urusan dunia, bukan pewaris wahyu.

Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah menjelaskan sifat ganda kepemimpinan ini:

إِنَّ فِي الْخِلَافَةِ مَعْنًى دِينِيًّا وَسِيَاسِيًّا، فَهِيَ خِلَافَةٌ عَنِ النُّبُوَّةِ فِي حِرَاسَةِ الدِّينِ وَسِيَاسَةِ الدُّنْيَا

“Kepemimpinan (khilafah) mengandung makna keagamaan dan politik sekaligus, karena ia merupakan kelanjutan dari fungsi kenabian dalam menjaga agama dan mengatur urusan dunia.”

(Muqaddimah, Beirut: Dar al-Fikr, 2004, hlm. 191)

Di sinilah struktur pemikiran politik Islam mulai terbentuk: pemimpin tidak lagi menjadi sumber wahyu, tetapi tetap bertugas menjaga agar nilai-nilai wahyu terjaga dan diterapkan secara adil.

Seiring ekspansi wilayah dan keragaman masyarakat Muslim, ulil amri menjadi semakin rumit. Kekuasaan tersebar dari tangan khalifah pusat kepada para gubernur, hakim, ulama fikih, dan institusi keagamaan lain. Dalam periode ini, ulama mulai diakui sebagai bagian dari ulil amri dalam kapasitasnya sebagai penjaga ilmu dan hukum.

Terdapat tiga model otoritas yang tumbuh:

1. Otoritas politik – khalifah, sultan, amir
2. Otoritas keilmuan – para ulama dan fuqahah
3. Otoritas sosial – pemuka masyarakat dan institusi lokal

Dengan demikian, ulil amri tidak lagi terbatas pada satu figur, tetapi pada ekosistem kepemimpinan yang bekerja bersama menegakkan keadilan dan kemaslahatan.

Dalam konteks negara modern, persoalan ulil amri kembali mengemuka. Pemimpin negara tidak lagi bertindak sebagai khalifah, dan sistem pemerintahan bergeser dari monarki sakral menuju negara bangsa dengan birokrasi dan hukum positif.

Karena itu, ulil amri di era kontemporer dipahami setidaknya dalam dua pengertian:

1. Sebagai pemerintah yang sah, yang menjalankan fungsi publik dan menjaga tatanan sosial.
2. Sebagai struktur kolektif, termasuk lembaga negara, parlemen, hakim, dan otoritas keilmuan.

Penekanan utamanya bukan pada siapa yang memegang kekuasaan, tetapi bagaimana kekuasaan dijalankan: apakah sesuai prinsip keadilan, amanah, dan kemaslahatan.

Di era ketika batas antara agama dan negara semakin cair, umat Islam perlu kembali pada ruh ayat tersebut. Ulil amri bukan sekadar alat legitimasi kekuasaan, tetapi prinsip moral yang menuntut:

* keadilan sosial,
* pengayoman bagi rakyat,
* keterbukaan dalam musyawarah,
* pengelolaan kekuasaan secara amanah,
* serta perlindungan terhadap martabat manusia.

Dengan demikian, ulil amri bukan lagi sekadar figur atau institusi, tetapi nilai dan komitmen etis yang harus hadir dalam setiap sistem kepemimpinan.

Ditulis Oleh: Ustadz Daniel Zein S.Pd, Pengasuh Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami dan Mahasiswa Magister Management Pendidikan Islam di IUQI

Inovasi Daur Ulang Sampah Plastik BRI Dapat Dukungan Menteri UMKM dan Raffi Ahmad

0

Bogordaily.net – Masalah sampah menjadi isu global yang semakin mendesak. Peningkatan populasi, urbanisasi dan gaya hidup konsumtif menghasilkan volume sampah yang terus meningkat. Pembuangan sampah sembarangan menyebabkan berbagai masalah lingkungan, seperti pencemaran tanah, air dan udara.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah serta menjaga kelestarian lingkungan melalui program BRI Peduli ‘Yok Kita Gas’.

Program Yok Kita Gas kali ini dilakukan dengan menghadirkan mesin Reverse Vending Machine (RVM) di area ajang musik rakyat Koplo Keliling (KOPLING) 2025 yang berlangsung di Gambir Expo Kemayoran pada pada 8–9 November 2025. Acara ini merupakan kolaborasi antara Kementerian UMKM RI bersama BRI.

Hadir secara langsung di booth RVM BRI Peduli, Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad yang mendukung upaya dan inisiatif BRI dalam edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, pengunjung diajak berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dengan cara menyetorkan botol plastik ke RVM BRI Peduli. Setiap botol plastik yang dimasukkan akan dikonversi menjadi poin yang dapat ditukarkan dengan saldo rupiah melalui platform digital Plasticpay.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa penyediaan RVM di lokasi acara merupakan bentuk nyata kepedulian dan komitmen BRI dalam mengatasi persoalan sampah di wilayah perkotaan dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Melalui kegiatan tersebut, pengunjung diajak berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dengan cara menyetorkan botol plastik ke RVM BRI Peduli. Setiap botol plastik yang dimasukkan akan dikonversi menjadi poin yang dapat ditukarkan dengan saldo rupiah melalui platform digital Plasticpay.

“Ajang musik seperti ini memiliki potensi pengunjung yang besar, sehingga menjadi momentum tepat untuk mengedukasi publik tentang pentingnya pengelolaan sampah. Di acara KOPLING 2025, satu botol plastik bernilai Rp1.300 yang kemudian dikonversi ke saldo e-wallet melalui Plasticpay,” ujar Dhanny.

Selama dua hari pelaksanaan acara, RVM BRI Peduli berhasil mengumpulkan 56,1 kilogram sampah botol plastik dari 109 transaksi, dengan hasil pengurangan 297.000 gram jejak karbon serta penyelamatan 47,40 meter persegi lahan.
Dhanny menegaskan, sejak diluncurkan pada 2024, BRI Peduli telah menempatkan 8 (delapan) unit RVM yang tersebar di berbagai titik strategis di Jakarta. Keberadaan RVM BRI Peduli berhasil mengumpulkan 4.281,4 kilogram botol plastik dengan partisipasi 2.349 masyarakat pengguna, serta mencatat lebih dari 42 ribu transaksi.

Melalui inovasi ini, BRI juga turut berkontribusi dalam mengurangi 22.666.248 gram jejak karbon dan menyelamatkan 3.617,44 meter persegi lahan dari potensi pencemaran.
“Inovasi ini tidak hanya memberikan insentif langsung kepada masyarakat untuk mendaur ulang, tetapi juga mengubah paradigma publik terhadap sampah. Botol plastik yang sebelumnya dianggap tidak berguna kini memiliki nilai ekonomi. Setiap individu berkesempatan untuk menjaga lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi secara langsung,” tambah Dhanny.

Ia juga menambahkan, pengumpulan botol plastik melalui RVM BRI Peduli merupakan salah satu wujud nyata komitmen BRI dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional.

Program ini juga mendukung Asta Cita Pemerintah, yang menitikberatkan pada penguatan keselarasan kehidupan manusia dengan lingkungan, alam dan budaya. Sebagai informasi, BRI Peduli “Yok Kita Gas” merupakan bentuk inisiasi BRI dalam pengelolaan sampah terintegrasi yang menerapkan prinsip sistematis, menyeluruh, berkesinambungan dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Program ini hadir dalam dua bentuk implementasi utama, yaitu “Yok Kita Gas” di Pasar tradisional serta di lingkungan masyarakat (Stand Alone Location), seperti Bank Sampah dan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di wilayah padat penduduk, baik di perkotaan maupun pedesaan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh manfaat berupa peningkatan wawasan mengenai pengelolaan sampah, keterampilan memilah sampah dari rumah, serta kemampuan mengelola limbah rumah tangga secara mandiri.***

Direksi Perumda Pasar Tohaga Bersama Dewan Pengawas, Gelar Rapat Pengesahan RUPS Rencana Kerja dan Anggaran BUMD 

0

Bogordaily.net – Direksi Perumda Pasar Tohaga bersama, Dewan Pengawas, serta didampingi Kabid Keuangan, menghadiri rapat pembahasan pra keputusan KPM terkait pengesahan RUPS Rencana Kerja dan Anggaran BUMD.

Rapat pembahasan program kerja Perumda Pasar Tohaga sebagai langkah penguatan perencanaan dan tata kelola perusahaan.

Kegiatan ini turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta Kabag Perekonomian dan Pembangunan yang memberikan arahan untuk penyempurnaan rencana kerja tahun mendatang.

Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga Haris Setiawan menjelaskan bahwa, Perumda Pasar Tohaga berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Menurutnya, rapat tersebut dilaksanakan sebagai langkah awal untuk menyusun strategi, rencana, dan anggaran yang lebih baik demi mewujudkan kinerja optimal di tahun mendatang.

“Ini adalah langkah awal untuk menyusun strategi, rencana, dan anggaran yang lebih baik,” kata Haris Setiawan, Selasa 18 November 2025.

Menurut dia, berbagai inovasi terus dilakukan oleh Perumda Pasar Tohaga, salah satunya melalui program digitalisasi melalui aplikasi Qris di seluruh pasar tradisional Kabupaten Bogor.

Ia menambahkan, metode pembayaran yang kini diterapkan oleh Perumda Pasar Tohaga yakni menggunakan pembayaran melalui aplikasi Qris untuk meminimalisir terjadinya peredaran uang palsu di pasar tradisional.

“Maka program cashles ataupun uang digital termasuk didalamnya penggunaan qris mutlak diperlukan,” jelasnya.

“Untuk menghindari peredaran uang palsu dimanapun itu berada termasuk dalam transaksi di pasar tradisional,” tambah Haris.

(Albin Pandita)