Monday, 20 April 2026
Home Blog Page 289

Dedie Rachim Prihatin Soal Puluhan Siswa di Bogor Diduga Keracunan Menu Program MBG

0

Bogordaily.net – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah puluhan siswa dari SDN 2 Batutulis, SDN 3 Batutulis, SD Lawanggintung, serta sekolah PUI Kota Bogor mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG pada Jumat 14 November 2025.

Insiden tersebut membuat para siswa tiba-tiba merasakan mual, pusing, hingga muntah tak lama setelah mengonsumsi makanan yang diproduksi oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) La Isola Batutulis.

Temuan awal mengungkapkan bahwa dapur SPPG tersebut belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan.

Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat SLHS merupakan syarat wajib bagi penyelenggara layanan makanan, terutama yang ditujukan untuk anak-anak sekolah.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh SPPG seharusnya beroperasi hanya jika sudah memenuhi standar kesehatan yang berlaku.

“Saya sangat prihatin, mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Semua SPPG wajib mengantongi SLHS dari Dinas Kesehatan. Kebetulan SPPG yang hari ini menjadi sumber insiden adalah SPPG baru dan memang belum memiliki SLHS,” kata Dedie.

Ia menambahkan, SPPG tersebut semestinya baru akan mengikuti pelatihan pada keesokan hari. Namun operasional yang dilakukan lebih awal tanpa izin dan standar higienitas justru memicu insiden yang membahayakan siswa.

“Harus ada kehati-hatian. Jangan mengabaikan urusan kesehatan anak-anak kita. Jangan sampai hanya karena kecerobohan, anak-anak menjadi korban,” tegasnya.

Dinas Kesehatan Kota Bogor memastikan seluruh siswa yang terdampak telah mendapat penanganan medis. Hingga laporan terakhir, tercatat 36 siswa mengalami gejala keracunan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan Program MBG.***

Muhammad Irfan Ramadan

RS Murni Teguh Ciledug Kini Hadirkan Layanan Spesialis Bedah Onkologi

0

Bogordaily.net – RS Murni Teguh Ciledug terus memperluas layanan medisnya demi memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Kini, rumah sakit telah resmi menghadirkan layanan Spesialis Bedah Onkologi, melengkapi lebih dari 25 layanan dokter yang sudah ada, mulai dari Dokter Umum, Dokter Gigi, hingga berbagai spesialisasi klinis.

Kehadiran layanan baru ini menjadi komitmen RS Murni Teguh Ciledug dalam memberikan penanganan kanker yang lebih komprehensif, modern, dan terintegrasi.

Layanan Bedah Onkologi ditangani langsung oleh dr.Ivan Rinaldy, Sp.B.Subsp.Onk(K), seorang dokter spesialis bedah onkologi yang berpengalaman dalam menangani berbagai jenis tumor ataupun kanker, tumor atau kanker payudara, thyroid, kepala leher, Kulit, kelenjar liur, jaringan lunak atau otot, serta kasus – kasus tumor kompleks lainnya.

Dengan kemampuan melakukan tindakan pembedahan yang presisi dan berbasis bukti ilmiah terkini, dr. Ivan menghadirkan standar pelayanan tinggi bagi setiap pasien.

Didukung fasilitas bedah yang lengkap, tim multidisiplin, serta pendekatan komunikasi yang jelas dan empatik, RS Murni Teguh Ciledug memastikan pasien mendapatkan perawatan yang aman, terarah, dan memberikan harapan untuk kualitas hidup yang lebih baik.

Menurut dr. Ivan Rinaldy, Sp.B.Subsp.Onk(K), layanan Bedah Onkologi ini dihadirkan untuk mempercepat alur penanganan kanker dan memberikan dukungan penuh kepada pasien serta keluarganya.

“Setiap pasien kanker membutuhkan perawatan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi. Kami ingin hadir sebagai solusi yang dapat dipercaya, dengan pendekatan yang holistik dan penuh empati,” ujarnya.

dr. Ivan Rinaldy, Sp.B.Subsp.Onk(K) melayani pasien di RS Murni Teguh Ciledug pada hari :

Senin : 17.00 – 19.00 wib
Selasa : 16.00 – 18.00 wib
Rabu : 16.00 – 18.00 wib
Kamis : 16.00-18.00 wib
Jumat : 16.00-18.00 wib
Sabtu : 14.00 – 16.00 wib

Sesmen UMKM Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi Tepat Guna untuk Tingkatkan Daya Saing

0

Bogordaily.net — Sekretaris Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Sesmen UMKM), Arif Rahman Hakim, mendorong para pengusaha UMKM untuk memanfaatkan teknologi tepat guna agar semakin kompetitif dan memiliki daya saing lebih kuat di pasar.

“Kalau UMKM ingin berproduksi secara massal, skala ekonominya harus terpenuhi supaya biaya produksi bisa turun. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan alat bantu berbasis teknologi tepat guna agar kapasitas produksi dapat meningkat,” ujar Sesmen UMKM Arif Rahman Hakim saat meninjau workshop Metro Mesin di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (13/11).

Menurut Sesmen Arif, teknologi tepat guna bukan sekadar mesin atau alat modern, melainkan solusi inovatif yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat dan skala usaha.

Arif mencontohkan, banyak industri rumahan di sektor pertanian yang sebelumnya hanya mampu menghasilkan satu hingga tiga produk per hari, kini mampu memproduksi hingga ratusan unit setelah menerapkan teknologi sederhana namun efisien.

“Dengan alat yang sesuai kebutuhan, produksi bisa meningkat berkali lipat. Dampaknya, harga per produk menjadi lebih efisien. Ini bukti nyata bagaimana teknologi tepat guna menjadi kunci agar UMKM bisa naik kelas dan meningkat daya saingnya,” katanya.

Lebih lanjut, Arif menyampaikan pada tahun 2025, Kementerian UMKM melalui sumber pembiayaan DAK Nonfisik bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menghubungkan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) ke rantai pasok industri.

Program tersebut mencakup pelatihan bagi 4.649 peserta, pendampingan oleh 198 tenaga pendamping, serta inkubasi usaha bagi 75 tenant terpilih. Langkah ini bertujuan memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas produksi, serta membekali UMK dengan pengetahuan produksi terkini dan pemanfaatan teknologi digital.

“Keterhubungan ini diharapkan memperkuat rantai pasok lokal, mengurangi ketergantungan dari luar daerah, dan pada akhirnya meningkatkan ketahanan ekonomi regional,” kata Arif.

Selain memperluas pasar, program ini juga berfokus pada peningkatan kualitas produk dan efisiensi produksi agar UMK mampu memenuhi standar pasar domestik maupun internasional.

Sementara itu, di lokasi yang sama, pemilik Metro Mesin, Hadi Apriliawan, menuturkan bahwa keunggulan teknologi tepat guna terletak pada kemampuannya menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengguna.

“Keunggulannya adalah disesuaikan dengan kebutuhan customer. Misalnya, dengan penerapan Internet of Things (IoT), proses produksi menjadi lebih cepat dan jumlah output meningkat,” ujar Hadi.***

Terjadi Lagi, Puluhan Siswa SD Diduga Keracunan MBG di Kota Bogor, DPRD Minta Investigasi Total dan Evaluasi SPPG

0

Bogordaily.net – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah puluhan pelajar dari SDN 2 dan 3 Batutulis, SD Lawanggintung, dan sekolah PUI di Kota Bogor mengalami dugaan keracunan makanan, Jumat 14 November 2025.

Para siswa disebut mulai merasakan pusing, mual, dan muntah setelah menyantap menu MBG yang diproduksi dapur SPPG La Isola di Batutulis sekitar pukul 09.30 WIB.

Berdasarkan laporan Puskesmas Balekambang dan Dinas Kesehatan Kota Bogor, menu ayam yang dikonsumsi diduga memiliki aroma tidak sedap dan bagian yang belum matang.

Dari 36 siswa yang datang ke fasilitas kesehatan, sebagian besar mengalami keluhan mual, pusing, dan muntah, sementara tiga siswa masih menjalani perawatan.

Menanggapi kejadian tersebut, Anggota DPRD Kota Bogor Dapil Bogor Selatan, Dedi Mulyono, menyampaikan keprihatinan mendalam dan meminta Pemkot Bogor melakukan investigasi menyeluruh.

“Ini kejadian serius dan tidak boleh dianggap ringan. Program MBG dibuat untuk meningkatkan gizi anak-anak, bukan malah menjadi sumber keracunan massal. Pemerintah harus turun cepat dan transparan,” tegas Dedi, Jumat (14/11/2025).

Dedi menilai dugaan ayam kurang matang menunjukkan lemahnya kontrol kualitas di dapur SPPG. Ia menegaskan kejadian seperti ini tidak boleh terulang.

“Kalau ada SPPG yang lalai, harus dihentikan sementara. Semua dapur MBG wajib memperketat standar kebersihan dan proses masaknya. Anak-anak bukan bahan eksperimen,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fakta bahwa dari 55 SPPG yang beroperasi di Kota Bogor, baru 5 yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Ini alarm keras. sertifikasi higiene itu syarat utama, bukan pelengkap. Pemkot harus segera menertibkan semua SPPG agar memenuhi SLHS. Jangan tunggu korban berikutnya,” kata Dedi.

DPRD Kota Bogor, lanjutnya, akan mengawal proses investigasi dan mendorong agar hasil laboratorium segera dipublikasikan.

Ia meminta Dinas Kesehatan dan Dinas PUPR memperketat pengawasan rantai produksi MBG, mulai dari penerimaan bahan, pengolahan, hingga distribusi ke sekolah.

“Program MBG itu bagus dan sangat dibutuhkan. Tapi pelaksanaannya wajib aman, profesional, dan sesuai standar. Tidak boleh lagi ada makanan yang lolos tanpa pengecekan ketat,” pungkasnya.***

Ibnu Galansa

Imigrasi Bogor Gelar Bakti Sosial Hari Bakti Keimigrasian ke-75, Hadirkan Donor Darah dan Sembako

0

Bogordaily.net- Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Bogor menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk “Satu Langkah, Satu Semangat, Satu Pengabdian untuk Bangsa” sebagai bagian dari rangkaian Hari Bakti Keimigrasian yang ke-75 tahun 2025.

Kegiatan tersebut berlangsung penuh kebersamaan dan kepedulian sosial dengan menghadirkan berbagai program seperti donor darah, pembagian paket sembako, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar. Pada Kamis, 13 November 2025.

Kepala Kantor Imigrasi Bogor, Ritus Ramadhana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian jajaran Imigrasi terhadap masyarakat sekaligus wujud nyata pengabdian kepada bangsa.

“Ini salah satu rangkaian kegiatan Hari Bakti Keimigrasian. Kami melaksanakan donor darah, bakti sosial, dan juga tes kesehatan gratis bersama dengan Balai Pemasyarakatan dan Lapas Bogor. Tujuannya tentu untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami ingin ini menjadi agenda rutin, tidak hanya seremonial tahunan. Ke depan kami akan laksanakan kembali di momentum Hari Bakti Keimigrasian berikutnya agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tambahnya Ritus.

Wakil Wali Kota Bogor, Zaenal Muttaqin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah sinergis yang dilakukan oleh Kantor Imigrasi Bogor.

Dalam sambutannya, ia menilai kegiatan sosial seperti ini mampu memperkuat hubungan antara lembaga pemerintah dan masyarakat.

“Membangun sebuah kota tidak bisa hanya oleh pemerintah saja. Dibutuhkan sinergi dan kebersamaan antara lembaga vertikal seperti Imigrasi dengan masyarakat. Hari ini, kegiatan bakti sosial ini menjadi bukti nyata bahwa Imigrasi Bogor memiliki komitmen kuat untuk hadir dan bermanfaat bagi warga,” ujarnya.

Kegiatan tersebut, juga diwarnai dengan pembagian sekitar 300 paket sembako yang disalurkan kepada masyarakat sekitar, termasuk lansia, janda dhuafa, serta pengemudi ojek daring.

Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan, diiringi antusiasme warga yang hadir.

Wakil Wali Kota menilai bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya mempererat tali silaturahim, tetapi juga menjadi sarana efektif membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pelayanan negara.

“Dari kegiatan seperti ini, kita bisa melihat bahwa pemerintah dan masyarakat memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun Bogor yang lebih baik. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga lain untuk melakukan hal serupa,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan, Kantor Imigrasi Bogor menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Melalui langkah nyata ini, Imigrasi Bogor berharap dapat menumbuhkan semangat gotong royong serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kota Bogor.***

(Fitria Hayati)

Tanah Longsor di Cilacap, 21 Warga Hilang, 12 Rumah Rusak, Evakuasi Terus Dilakukan

0

Bogordaily.net – Tanah Longsor di Cilacap kembali mengingatkan bahwa bencana sering datang diam-diam, lalu mencabut apa saja yang berdiri di hadapannya.

Tanah Longsor di Cilacap bukan sekadar kabar musibah, tapi juga potret bagaimana manusia dan alam selalu hidup berdampingan—kadang terlalu dekat.

Tanah Longsor di Cilacap itu terjadi di Desa Cibeunying, Majenang. Malam Kamis, sekitar pukul 20.00 WIB. Hujan memang tidak deras pada hari kejadian, kata Camat Majenang Aji Pramono.

Tapi tanah—yang setiap hari menerima guyuran sejak akhir pekan lalu—rupanya sudah penuh. Sudah jenuh. Tinggal menunggu momen untuk melorot.

Dan ketika waktunya tiba, 12 rumah rusak. 16 rumah lainnya terancam. Nama-nama seperti Surip, Ahmad, Kuswoyo, Subakir, Muslihin, Rohman, Abdul, Econg, Hendrik, Ayu, Atit, Ekem, Warim, Tarim, Warko, sampai Imong, mendadak masuk daftar warga terdampak bencana. Bukan karena pilihan, tapi karena nasib.

Tim SAR gabungan yang dipimpin Kantor SAR Cilacap langsung bergerak. Pagi tadi mereka kembali menyisir dusun Cibuyut dan Tarukahan.

Masih ada 21 warga yang belum ditemukan. Dua sudah ditemukan meninggal dunia. Lima selamat. Sisanya masih menjadi ketegangan tiap menit.

“Tanah masih bergerak di sejumlah titik,” kata Budi Setyawan, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap.

Itu sebabnya warga di zona rawan langsung dievakuasi. Mereka diminta menjauh. Menunggu tanah kembali stabil. Menunggu kabar dari tim pencari.

Aji, sang Camat, menduga akar masalahnya ada pada hujan yang menumpuk selama beberapa hari. Tanah tak mampu lagi menahan akumulasi air. Seperti ember yang terus dituang tanpa henti.

Begitulah. Di desa itu, malam kini terasa lebih panjang dari biasanya. Warga menunggu kabar keluarga.

Tim penyelamat menyisir lumpur demi lumpur. Dan semuanya berharap satu hal: agar tidak ada nama tambahan dalam daftar korban.

Bencana memang tak pernah datang pada waktu yang baik. Tapi manusia selalu mencoba berdiri lagi—meski pelan, meski perih—setelah tanah berhenti bergerak.***

Direktur Utama Bank BJB Yusuf Saadudin Meninggal Dunia, Dunia Perbankan Berduka

0

Bogordaily.net – Direktur Utama Bank BJB Yusuf Saadudin —begitulah nama yang pagi ini menggema paling lirih, paling pelan, namun juga paling menusuk di dunia perbankan Jawa Barat. Direktur utama Bank BJB Yusuf Saadudin wafat.

Kalimat itu pelan, tapi berat. Berat karena ia bukan sekadar pucuk pimpinan bank daerah terbesar di Jawa Barat. Ia adalah mesin transformasi yang baru saja dipanaskan. Dan kini, mesin itu mendadak berhenti.

Direktur utama Bank BJB Yusuf Saadudin meninggal dunia Jumat, 14 November 2025, pukul 00.30 WIB di RS Mayapada Bandung. Berita yang terasa terlalu dini bagi seseorang yang baru delapan bulan lalu ditunjuk memimpin salah satu bank daerah paling agresif berubah.

Rumah duka di Jl Gamelan No. 4 Bandung pagi itu penuh. Bendera setengah tiang seperti ikut menunduk. Alumni Universitas Padjadjaran—kampus tempat Yusuf menimba ilmu Akuntansi dan Magister Hukum Ekonomi—turut menyampaikan duka mendalam. Dalam unggahan resminya, mereka menulis doa panjang: semoga kuburnya dilapangkan, semoga amalnya diterima, semoga kebaikannya menjadi amal jariyah yang tak putus.

Belasungkawa datang dari berbagai penjuru. Helmy Yahya, Kepala BP Rebana, menulis kalimat yang membuat siapa pun terhenyak: “Saya bersaksi beliau adalah orang baik.”Ia bahkan bertemu Yusuf hanya seminggu lalu—dua kali. Sekali di Bandung, sekali di Jakarta. Betapa hidup bisa sedekat itu dengan maut.

Bagi Bank BJB, kepergian Yusuf bukan hanya kehilangan pemimpin. Ini kehilangan arah angin. Selama memimpin, Yusuf adalah kompas transformasi. Ia mendorong penguatan permodalan, memperluas kemitraan, dan menancapkan pilar digitalisasi yang sedang membawa BJB ke lintasan pertumbuhan baru.

Budaya kerja berbasis tata kelola, pengembangan talenta, disiplin risiko—semuanya ia bangun sebagai pondasi. Pondasi yang justru sedang mulai kokoh ketika kabar itu datang di tengah malam.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB, Herfinia, menyebutnya meninggalkan jejak mendalam. Jejak yang sulit dihapus. Jejak yang terlalu muda untuk berubah menjadi kenangan.

Bank BJB memastikan roda bisnis tetap berjalan. GCG tetap menjadi rel. Intermediasi tetap mengalir. Organisasi tetap berdiri.

Di akhir hari, semua kembali pada doa. Pada penghormatan. Pada apa yang ia tinggalkan. Dan Yusuf meninggalkan banyak hal: sistem, budaya, keteladanan, dan rasa kehilangan yang tidak main-main.

Dunia perbankan Jawa Barat kehilangan salah satu motor terbesarnya.

Dan pagi ini, nama yang kita sebut di awal, di tengah, dan yang akan kita kenang di akhir:Direktur utama Bank BJB Yusuf Saadudin.

Wujudkan Inklusi Keuangan untuk Rakyat, 1,2 Juta AgenBRILink Catat Transaksi Rp1.294 triliun dalam 9 Bulan

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui inovasi berbasis sharing economy.

Hingga September 2025, BRI telah memiliki sekitar 1,2 juta AgenBRILink yang tersebar di seluruh Indonesia, mencakup 66.648 desa atau setara dengan 80% dari total desa di Tanah Air.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan kehadiran jaringan AgenBRILink ini tidak hanya memperluas akses layanan keuangan formal bagi masyarakat di pelosok, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat yang berperan sebagai agen.

“Melalui model bisnis berbasis kemitraan ini, BRI berhasil menciptakan ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan di mana masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan, tetapi juga bagian dari rantai nilai ekonomi digital yang memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung di tingkat desa,” ujar Hery.

Hingga akhir September 2025, AgenBRILink juga telah memfasilitasi 826 juta transaksi finansial dengan total volume mencapai Rp1.294 triliun, yang mempertegas perannya sebagai penggerak aktivitas keuangan masyarakat di tingkat grassroot.

Tak hanya melayani kebutuhan transaksi harian, AgenBRILink juga menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan layanan simpanan dan pembiayaan BRI. Melalui layanan referral, para agen dapat membantu calon nasabah dalam proses pembukaan rekening baru (seperti Tabungan BSA) hingga pengajuan pinjaman usaha. Selama sembilan bulan di tahun 2025, jaringan AgenBRILink telah mencatat 524 ribu referral pinjaman, serta referral simpanan senilai Rp285 miliar.

Kehadiran AgenBRILink memiliki peran strategis dalam memperluas akses keuangan formal bagi masyarakat. Peningkatan kebutuhan layanan finansial di berbagai daerah menunjukkan bahwa AgenBRILink semakin dibutuhkan untuk menghadirkan layanan perbankan yang mudah dijangkau dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“AgenBRILink telah menjadi bagian dari ekosistem inklusi keuangan yang mendorong pemerataan ekonomi nasional. Dengan jaringan yang luas, agen turut memperkuat kehadiran BRI di tingkat komunitas dan memastikan layanan keuangan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal),” ujar Hery.

Sebagaimana diketahui, AgenBRILink selalu siap melayani kebutuhan masyarakat, bahkan pada periode hari libur. Layanan yang tersedia pun semakin lengkap, mulai dari pembayaran tagihan listrik, air, iuran BPJS, telepon, pembelian pulsa, pembayaran cicilan, top-up BRIZZI, setoran pinjaman, hingga layanan referral pembukaan rekening tabungan BSA dan pinjaman.

Kini, AgenBRILink juga telah memperluas fungsinya dengan melayani penjualan asuransi mikro, tarik tunai dari luar negeri, pembelian voucher, serta pembelian tiket perjalanan seperti bus, shuttle, dan ferry. Beragam fitur ini menjadikan AgenBRILink sebagai solusi layanan keuangan yang lengkap, praktis, dan dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.***

Terbanyak se-Indonesia, Pemkab Bogor Lantik 9.687 PPPK Paruh Waktu di Pakansari

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melantik sebanyak 9.687 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Area Stadion Pakansari, Cibinong, Jum’at 14 November 2025.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa, pelantikan pengukuhan pegawai paruh waktu di Pemkab Bogor sejumlah 9.687 pegawai ini merupakan pelantikan terbesar tingkat Kabupaten Kota se Indonesia.

“Jadi tujuan kita melakukan pengukuhan pegawai paruh waktu adalah mempersiapkan di tahun 2026 sesuai dengan arahan Badan Kepegawaian Nasional bahwa pegawai paruh waktu akan diangkat dan ditetapkan sebagai pegawai PPPK di Pemerintah Kabupaten Bogor,” kata Rudy Susmanto.

Menurut Rudy, walaupun di tahun 2026 Kabupaten Bogor diberikan kuota 4.500 pegawai untuk tahap pertama. Namun, pihaknya menyampaikan kepada Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk melantik seluruhnya di tahun 2026.

Oleh karena itu, Rudy mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan dari DPRD Kabupaten Bogor dukungan dari seluruh perangkat daerah Kabupaten Bogor BKPSDM, BKM pusat maupun Provinsi yang mensupport Pemkab Bogor untuk melaksanakan pelantikan pada hari ini.

“Tentunya yang sebesar besarnya kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pegawai yang hari ini sudah diangkat dan ditetapkan sebagai paruh waktu,” jelasnya.

Adapun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor nantinya akan segera memproses secepatnya para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang belum berkesempatan dilantik.

“Yang belum ditetapkan insya allah saya kira akan memproses secepatnya, kami Pemkab Bogor hari ini Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi berkomitmen bersama sama, siapa yang berjuang membangun Kabupaten Bogor bersama sama kita tidak akan pernah melupakan,” ujar Rudy.

Selain itu, Rudy berpesan kepada para PPPK paruh waktu yang dilantik hari ini untuk dapat bersama sama mengabdi dan membangun Kabupaten Bogor.

“Jangan takut terkait bagaimana pembiayaan dan penganggaran kita tidak akan lupa setetes keringat meneteskan untuk membangun Kabupaten Bogor adalah bagian perjuangan dan Kabupaten Bogor dan tentunya APBD bersumber dari rakyat digunakan oleh rakyat untuk kepentingan seluruh rakyat,” ungkapnya.*

(Albin Pandita)

Pemkab Bogor Pecahkan Rekor Pelantikan PPPK Paruh Waktu, Ribuan Pegawai Resmi Kantongi SK

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resemi melantik ribuan Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu dalam upacara akbar di lapangan Panahan Stadion Pakansari, pada Jumat, 14 November 2025.

Ha ini menandai langkah konsisten Pemkab Bogor dalam mempertahankan rekor percepatan penerbitan Surat Keputusan (SK) pengangkatan pegawai.

Upacara yang dimulai pukul 05.30 WIB itu dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Bupati Bogor, Wakil Bupati, hingga pimpinan DPRD.

Kehadiran pejabat Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Kepala Kantor Regional III, Wahyu, semakin menegaskan bahwa pelantikan ini tidak hanya menjadi agenda daerah, tetapi juga diapresiasi pada level pemerintah pusat.

1.687 PPPK Resmi Kantongi Nomor Induk ASN

Prosesi pelantikan yang dipimpin Bupati Bogor itu diwarnai momen penting ketika perwakilan PPPK menerima SK secara simbolis. Dalam sambutannya, Wahyu menyampaikan ucapan selamat sekaligus penegasan status baru para pegawai yang kini telah resmi masuk dalam sistem kepegawaian nasional.

“Pada hari ini, Bapak Ibu semua telah resmi menjadi Aparatur Sipil Negara dan telah memiliki Nomor Induk PPPK secara nasional yang tercatat dalam ASN Digital BKN,” ujarnya di hadapan seluruh peserta pelantikan.

Wahyu menekankan bahwa status baru sebagai ASN harus diiringi dengan kinerja nyata. Ia meminta para PPPK untuk bekerja dengan semangat melayani masyarakat, menjaga integritas, serta mendukung pelaksanaan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bogor.

Pelantikan hari ini juga mendapat apresiasi khusus dari BKN karena Kabupaten Bogor kembali menjadi daerah yang tercepat dalam proses pengangkatan PPPK Paruh Waktu dengan jumlah terbanyak, yaitu 1.687 orang. Dengan pelantikan ini, total PPPK Tahap I, Tahap II, dan Paruh Waktu yang telah diangkat Pemkab Bogor mencapai 13.258 pegawai.

Selain pelantikan, BKN juga menyampaikan bahwa Kabupaten Bogor termasuk instansi di Jawa Barat yang sudah menerapkan manajemen talenta ASN. Sebanyak 1.666 ASN direncanakan mengikuti kegiatan Coaching penguatan kompetensi pada 8–9 Desember 2025 di BPKSDM Kabupaten Bogor.

Salah satu peserta pelantikan, Mega Juliantika dari Cileungsi, menyampaikan rasa syukurnya setelah resmi dilantik.

“Alhamdulillah, akhirnya usaha selama ini terbayar. Ini jadi motivasi untuk bekerja lebih baik dan memberikan pengajaran terbaik bagi murid-murid saya,” ujarnya.

Acara pelantikan berjalan tertib dan lancar, diakhiri dengan penyerahan simbolis SK PPPK Paruh Waktu oleh Bupati Bogor kepada perwakilan peserta.

(Sasqia Ayu Aulia)