Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 305

Harga Emas LM Antam Terbaru Rabu 5 November 2025, Cek di Sini!

0

Bogordaily.net – Berikut daftar harga emas logam mulia (LM) Antam terbaru yang dijual per gram pagi ini Rabu 5 November 2025.

Antam tetap menyediakan berbagai ukuran berat emas lm mulai dari yang terkecil, yaitu 0,5 gram, hingga yang terbesar, 1.000 gram.

Harga Emas Antam Rabu 5 November 2025

Segini harga emas produksi Antam :

Harga emas Antam hari ini 0.5 gram: Rp 1.180.000
Harga emas Antam hari ini 1 gram: Rp 2.260.000
⁠Harga emas Antam hari ini 2 gram: Rp 4.470.000
⁠⁠Harga emas Antam hari ini 3 gram: Rp 6.687.000
⁠Harga emas Antam hari ini 5 gram: Rp 11.115.000
⁠⁠Harga emas Antam hari ini 10 gram: Rp 22.150.000
⁠Harga emas Antam hari ini 25 gram: Rp 55.210.000
⁠Harga emas Antam hari ini 50 gram: Rp 110.255.000
⁠Harga emas Antam hari ini 100 gram: Rp 220.360.000
⁠⁠Harga emas Antam hari ini 250 gram: Rp 550.590.000
Harga emas Antam hari ini 500 gram: Rp 1.100.900.000
⁠⁠Harga emas Antam hari ini 1000 gram: Rp 2.200.600.000

Manfaat Beli Emas Logam Mulia

1. Nilainya Stabil

Salah satu hal yang membuat banyak orang berminat menabung emas yaitu karena nilai emas stabil.

Walaupun terkadang mengalami penurunan nilai, namun nilainya cenderung naik dari waktu ke waktu.

Harga yang stabil membuat banyak investor emas bisa mendapatkan keuntungan besar di masa yang akan datang.

2. Modal Awal Relatif Kecil

Sejauh ini mungkin banyak di antara kita yang mengira bahwa tabungan emas memerlukan modal awal yang besar. Padahal, menabung emas bisa dimulai dari nominal kecil.

Anda dapat menabung emas Antam mulai dari 0,01 gram dengan biaya fasilitas penitipan emas per tahun sebesar Rp30.000.

3. Likuiditas Tinggi

Keunggulan tabungan emas Antam lainnya yaitu likuiditasnya tinggi atau mudah dicairkan.

Anda dapat mencairkan tabungan emas dalam bentuk emas batangan atau uang tunai sesuai saldo gram emas yang dimiliki.

Lembaga penyedia tabungan emas ini biasanya menyediakan fasilitas buyback atau beli kembali emas.

Misalnya, saat Anda memiliki tabungan emas, Anda dapat menjualnya kembali dengan nominal minimal sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Bisa Menjadi Jaminan Gadai

Ketika Anda membutuhkan uang dalam waktu cepat, namun tidak ingin menjual emas yang dimiliki.

Maka Anda bisa menjadikan emas tersebut sebagai jaminan. Hal ini dikarenakan, emas memiliki nilai ekonomis, sehingga dapat dijadikan sebagai jaminan.

Tak hanya itu, nilai gadai emas juga lebih tinggi dibandingkan barang lain karena harganya sudah diketahui pasti.

Dengan memilih gadai, emas yang dijadikan sebagai jaminan tidak akan berpindah kepemilikannya.

Emas tersebut tetap menjadi milik Anda dan saat ada uang lagi, Anda dapat menebus emas tersebut kembali.

Demikian update harga emas LM Antam per gram hari ini yang dijual Pegadaian, Rabu 5 November 2025.***

Semangat Cokroaminoto Soal Koperasi Mengilhami Dakwah Ekonomi

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa semangat tokoh besar Syarikat Islam (SI) Cokroaminoto dalam berkoperasi mampu mengilhami dakwah ekonomi di Indonesia. Di mana koperasi adalah sebuah sistem ekonomi kerakyatan yang didasarkan pada prinsip gotong royong untuk memperbaiki kondisi ekonomi rakyat.

“Terutama, bagi petani dan pedagang kecil. Cokroaminoto melihat koperasi sebagai solusi strategis untuk melawan penindasan ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan bersama,” ucap Menkop, saat menghadiri dan memberikan Pembekalan bagi Peserta Rakernas II Syarikat Islam (SI), di Jakarta, Selasa malam (04/11).

Di acara yang dihadiri Ketua Koperasi Sidogiri Abdul Majid Umar dan Ketua Umum SI Hamdan Zoelva, Menkop mengatakan bahwa konsep koperasi sejatinya sejalan dengan nilai-nilai Islam dan prinsip syariah yang menekankan keadilan, kebersamaan, serta tolong-menolong dalam perekonomian umat.

Oleh karena itu, Menkop mengajak Syarikat Islam untuk bersama-sama membesarkan gerakan koperasi di Indonesia sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Selain itu, Menkop juga menyampaikan dukungan penuh kepada Syarikat Islam untuk membentuk dan mengembangkan koperasi yang berlandaskan prinsip syariah demi kemajuan ekonomi umat.

“Dan saya mendapat amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk membesarkan kembali koperasi sebagai badan usaha yang merupakan perwujudan dari ekonomi konstitusi, yaitu ekonomi Pancasila,” kata Menkop.

Bahkan, lanjut Menkop, ketika para pendiri bangsa merumuskan Pasal 33 UUD 1945, di mana negara juga harus membentuk badan usaha yang karakternya sama sejalan dengan prinsip-prinsip keislaman.

“Mereka mempertautkan dengan nilai-nilai yang muncul dan hidup berkembang di masyarakat kita yang tentu saja banyak berakar dari nilai-nilai keislaman,” imbuh Menkop.

Bentuk kongkrit dari amanah Presiden tersebut adalah membangun 80 ribu lebih Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. “Itu untuk mempercepat ketinggalan koperasi dari badan usaha lain, BUMN dan swasta, setelah sekian puluh tahun terabaikan,” jelas Menkop.

Menkop mengakui, ketika negara menandatangani Letter of Intent (LoI) dari IMF pasca krisis moneter 1998, yang memaksa sistem dan praktek ekonomi di Indonesia diserahkan kepada mekanisme pasar bebas. Negara diminta untuk tidak terlalu mengatur sistem dan praktek ekonomi.

“Disitulah terjadi proses memarginalisasi dari pelaku-pelaku yang kecil termasuk di dalamnya adalah koperasi,” ucap Menkop.

Menkop pun meyakini bahwa apa yang menjadi program strategis pemerintah saat membangun koperasi ini sama seperti apa yang dulu dilakukan tokoh-tokoh Syarikat Dagang Islam.

“Sama persis, di mana kita menolak kolonialisme, menolak dominasi asing, menolak penguasaan oleh segelintir orang,” tegas Menkop.

Menkop mencontohkan eksistensi Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri sebagai sebuah koperasi sukses dan besar hingga mampu mendulang aset triliunan rupiah. “Dan masih banyak Kopontren lain yang sukses dan besar, seperti Sunan Giri, At-Ittifaq, dan lainnya,” imbuh Menkop.

Maka, Menkop meyakini keberadaan Kopontren itu membuktikan bahwa koperasi dengan dakwah Islam itu satu nafas.***

Kabupaten Bogor Raih Predikat ‘Sangat Baik’ dalam Penilaian Kualitas Data Ekosistem Data Jabar

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Bogor berhasil meraih predikat “Sangat Baik” dalam penilaian kualitas data yang dilakukan melalui Ekosistem Data Jabar.

Penilaian ini bertujuan memastikan bahwa data yang dikumpulkan, disimpan, dan digunakan dalam sistem informasi maupun aplikasi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota adalah valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penilaian kualitas data merujuk pada prinsip Satu Data Indonesia (SDI) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2019, yang menekankan pentingnya data berkualitas, mudah diakses, dan dapat dibagi pakai antar instansi pusat dan daerah. SDI juga menekankan standar data yang meliputi konsep, definisi, klasifikasi, ukuran, dan satuan data.

Kepala Bidang Persandian Dan Statistik Iskandar Zulkarnain menjelaskan bahwa, manajemen kualitas data merupakan bagian penting dari tata kelola data. Penilaian dilakukan berdasarkan lima dimensi kualitas data, yakni Conformity & Metadata, Uniqueness, Consistency, Timeliness, dan Completeness.

Menurutnya, setiap dimensi memiliki bobot penilaian yang berbeda, dengan Conformity & Metadata dan Consistency masing-masing 30% dan 25%, serta Timeliness dan Completeness 10% masing-masing.

Berdasarkan hasil penilaian dataset perangkat daerah Kabupaten Bogor per 18 Juni 2025, diperoleh skor total 95,47 dengan rincian, Conformity & Metadata 100 %, Uniqueness 100 %, Consistency 100 %, Completeness 100 % dan Timeliness 54,65 %.

Meski secara keseluruhan predikat sangat baik, dimensi Timeliness masih menjadi fokus perbaikan untuk memastikan dataset diperbarui secara konsisten setiap lima tahun terakhir.

Beberapa rekomendasi yang diberikan untuk meningkatkan kualitas data meliputi, Timeliness: Pastikan dataset terbaru tersedia dalam lima tahun terakhir dan berikan keterangan pada data yang sudah tidak diproduksi.

Conformity & Metadata: Lengkapi deskripsi kolom, kesesuaian kode wilayah, nilai pengukuran, tingkat penyajian, dan cakupan dataset. Uniqueness Hapus data duplikat. Consistency Perbaiki kesesuaian penulisan satuan, kode dan nama wilayah, serta pengurutan dataset dari tahun terlama ke terbaru. Serta Completeness, Pastikan tidak ada cell data kosong dan semua atribut terisi sesuai judul kolom.

“Dengan pencapaian ini, kami tentunya akan terus mengoptimalkan tata kelola data untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat, layanan publik yang lebih baik, serta perencanaan pembangunan berbasis data (data-driven decision making),” katanya.

Katanya Penilaian kualitas data ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan Provinsi Jawa Barat sebagai Provinsi Digital, di mana Core Data, Satu Data, Open Data, Satu Peta, dan Dashboard Jabar memfasilitasi pengelolaan data yang terstandar dan dapat diakses oleh masyarakat serta pemerintah.***

Menkop Ajak INKUD dan Ritel Modern Dukung Pengembangan Ekosistem Kopdes Merah Putih

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak Induk Koperasi Unit Desa (INKUD) beserta mitra bisnisnya, dan para perusahaan ritel modern, untuk bersama-sama membangun ekosistem pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih secara menyeluruh.

Hal tersebut diungkapkan Menkop Ferry saat memberikan sambutan pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan dan Renovasi Kawasan Industri INKUD Cikarang, Bekasi, Selasa (4/11/2025).

Hadir dalam acara, Ketua Umum INKUD Portasius Nggedi, Wakil Bupati Kabupaten Bekasi Asep Surya Atmaja dan Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop) Panel Barus.

Menkop menegaskan dukungannya, terhadap pembangunan kawasan industri yang digagas oleh INKUD di kawasan Cikarang. “Kawasan Industri ini nantinya diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja yang luas, sehingga sesuai dengan tujuan hadirnya Koperasi dalam mengurangi tingkat pengangguran,” ujarnya.

Kemenkop berharap, melalui pembangunan ini, koperasi dapat naik level tidak hanya beroperasi dalam ranah kecil tapi bisa merambah ranah industri yang lebih besar.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya besar mendukung pengembangan koperasi desa di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Saat ini, sudah terbentuk lebih dari 82.000 koperasi desa dan kelurahan yang berstatus badan hukum. Dari jumlah tersebut, sekitar 7.500 koperasi sedang dalam tahap pembangunan fisik, termasuk pembangunan gudang, gerai, dan sarana pendukung lainnya.

“Presiden Prabowo menargetkan pada bulan Maret 2026, seluruh koperasi tersebut sudah siap beroperasi secara penuh,” ucap Menkop Ferry.

Target besarnya adalah, membangun 1.000 lokasi titik tanah setiap hari untuk mendukung pengembangan koperasi desa.
“Dengan dukungan semua pihak dan doa yang tulus, kami yakin target Presiden untuk memiliki 80.000 ritel modern di desa dan kelurahan dapat tercapai,” katanya.

Presiden, sambung Menkop, memiliki visi besar agar koperasi kembali menjadi soko guru perekonomian nasional, berbeda dengan masa lalu ketika peran koperasi sempat diperkecil.

Kini, dengan dukungan Pemerintah dan kebijakan yang baru, koperasi didorong untuk kembali aktif di sektor produksi, distribusi, industri, dan kredit. Bahkan, dua minggu lalu keluar peraturan pemerintah yang mengizinkan koperasi mengelola tambang mineral seluas 2.500 hektare (ha).

“Kawasan industri yang dibangun ini, juga akan mendukung suplai alat-alat produksi bagi koperasi, sehingga ekosistem koperasi desa semakin kuat dan mandiri,” imbuh Menkop Ferry.

Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kabupaten Bekasi Asep Surya Atmaja melaporkan, saat ini terdapat 40-50 unit usaha yang sudah berjalan di bawah jaringan INKUD. Antara lain usaha simpan pinjam, apotek, klinik, usaha sembako, kelas pelatihan, serta forum komunikasi KUD desa yang aktif berkoordinasi di tingkat kabupaten guna meningkatkan sinergi antar KUD.

Asep mengatakan, adanya Kopdes Merah Putih terutama untuk Kabupaten Bekasi yang memiliki 3,3 juta penduduk dengan 2,1 juta di antaranya membutuhkan pekerjaan, peran Kopdes Merah Putih sangatlah penting untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau ada alat seperti dryer, kita tidak perlu lagi melakukan pekerjaan secara manual. Misalnya dalam penyebaran benih padi dan pupuk. Bahkan sudah ada teknologi drone yang bisa digunakan untuk menyebarkan pupuk secara efisien,” ujarnya.

Dia berharap, para petani bukan lagi sebagai pekerja yang turun ke sawah bukan hanya untuk bertani, tetapi juga untuk menjadi bagian dari pasar dan distribusi hasil pertanian.

“Hal ini menunjukkan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kita miliki, agar dapat berperan aktif dalam berbagai aspek pertanian dan pasar,” tegas Asep.

*Tiga Zona Utama*

Sementara itu, Ketua Umum INKUD Portasius Nggedi mengatakan, peletakan batu pertama pembangunan kawasan industri INKUD ini merupakan kawasan industri terintegrasi seluas 51 hektare (ha).

“Proyek ini merupakan langkah awal kolaborasi antara INKUD dengan berbagai mitra usaha dari dalam dan luar negeri, yang menandai titik tolak baru dalam perjalanan membangun industri pertanian, kelistrikan, dan produk mesin air mineral,” katanya.

Sebab, selama ini, seringkali rantai produksi terputus karena petani tidak mendapatkan produk-produk pendukung pertanian yang memadai.

Di mana Jaringan INKUD yang tersebar di desa-desa sangat kekurangan alat seperti dryer dan mesin-mesin pertanian. Untuk itu, pembangunan kawasan industri ini hadir sebagai solusi untuk mengatasi kendala tersebut.

Dia merinci, kawasan industri ini akan dibagi menjadi tiga zona utama. Zona pertama yang hari ini diserahkan kepada jaringan INKUD yang fokus pada kelistrikan dan produksi air mineral.

Zona kedua akan mengaplikasikan berbagai teknologi canggih, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sementara zona ketiga akan mengembangkan peralatan drone dan teknologi lainnya.

“Lebih dari sekadar membangun pabrik, proyek ini adalah upaya merajut kemandirian produk dengan komponen dalam negeri (TKDN) yang ditargetkan mencapai 20-40 persen,” tegasnya.

Bahkan, kawasan ini akan menjadi tempat assembling mesin-mesin pertanian yang sebelumnya diimpor, sehingga industri dari hulu hingga hilir dapat tumbuh secara mandiri.

Saat ini, sudah ada tujuh mitra yang akan menempati kawasan ini dari target total sekitar 50 mitra. Proses renovasi kawasan diperkirakan memakan waktu tiga bulan, dan pembangunan pabrik sekitar 7-8 bulan.***

Wamen UMKM Tekankan Pentingnya Penguatan Permodalan bagi UMKM untuk Naik Kelas

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menegaskan pentingnya penguatan permodalan sebagai fondasi utama bagi pertumbuhan pengusaha UMKM di Indonesia.

“Kami menyadari perluasan akses kredit dan penguatan permodalan bagi UMKM sangat penting. Setiap skema pembiayaan yang disalurkan bukan hanya mendorong pertumbuhan usaha, tetapi juga berkontribusi langsung pada penciptaan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wamen Helvi saat membuka Roadshow Lokomotif Akses Permodalan (Lokamodal) 2025 di Kabupaten Pasuruan, Selasa (4/11).

Wamen Helvi menjelaskan salah satu dari tiga penyebab utama sulitnya UMKM mengakses pembiayaan perbankan adalah tidak adanya agunan tambahan.

“Ada sekitar 59,6 persen pengajuan kredit UMKM yang ditolak karena tidak memiliki agunan yang cukup,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Lokamodal, para pengusaha UMKM, terutama yang berskala mikro, difasilitasi untuk menyertifikasikan aset tanah agar memperoleh Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) yang diakui sebagai jaminan. Dengan demikian, mereka memiliki peluang lebih luas untuk mendapatkan pembiayaan dan mengembangkan usahanya.

Lebih lanjut, Wamen Helvi menambahkan bahwa program Lokamodal juga berfungsi sebagai wadah penyediaan alternatif pembiayaan non-KUR.

“Artinya, UMKM kini tidak hanya bergantung pada KUR, tetapi memiliki banyak pilihan untuk mengakses sumber pembiayaan inovatif, seperti SHAT, pembiayaan syariah, agunan invoice, hingga intellectual property,” katanya.

Namun, ia mengingatkan penguatan permodalan harus diiringi dengan strategi yang berkelanjutan.

“Modal penting, tetapi bukan satu-satunya kunci. Ada tiga hal yang harus kita perhatikan bersama yakni UMKM harus kuat di pasar dalam negeri, berani menembus pasar ekspor, dan aktif mendukung program strategis nasional,” katanya.

Wamen Helvi juga menyoroti produk asing terus membanjiri pasar domestik, sehingga pemerintah terus berupaya memberi ruang utama bagi produk lokal di marketplace, toko modern, serta program belanja pemerintah.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menekankan pentingnya UMKM memahami perbedaan antara kredit permodalan dan hibah.

“Bantuan permodalan bukanlah dana hibah. Artinya, penerima manfaat wajib mengembalikan sesuai ketentuan dan jangan menggunakannya untuk keperluan konsumtif,” ujarnya.***

Kasus ISPA di Kota Bogor Naik, Dinkes Ingatkan Bahaya Cuaca Panas dan Polusi Udara

0

Bogordaily.net – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang melonjak dalam beberapa minggu terakhir.

Kondisi tersebut diduga dipicu oleh cuaca panas ekstrem dan penurunan kualitas udara yang tengah melanda sejumlah daerah di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menjelaskan bahwa ISPA merupakan infeksi yang menyerang organ pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru.

Penyakit ini bersifat akut dan biasanya berlangsung dalam waktu singkat, kurang dari dua minggu.

“Penyebab ISPA bisa berasal dari virus maupun bakteri. Faktor lingkungan seperti asap rokok, debu, polusi udara, hingga kepadatan hunian turut memperbesar risiko tertular,” ungkap Sri.

Menurutnya, penderita ISPA biasanya mengalami batuk, pilek, demam, nyeri tenggorokan, hingga rasa lelah. Dalam kasus yang lebih berat, gejala dapat berkembang menjadi sesak napas dan nyeri dada.

Penyakit ini menular melalui droplet dari batuk atau bersin penderita, serta melalui benda yang terkontaminasi.

Kasus ISPA di Kota Bogor Terus Naik

Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Kota Bogor, sejak Januari hingga minggu ke-41 tahun 2025 tercatat 195.203 kasus ISPA.

Selama tiga bulan terakhir, tren kasus mengalami fluktuasi: pada Juli tercatat 21.006 kasus, naik menjadi 30.950 pada Agustus, lalu menurun menjadi 26.597 kasus di bulan September.

Namun secara mingguan, peningkatan kasus terlihat cukup tajam. Dalam lima minggu terakhir jumlahnya naik dari 6.214 kasus (minggu ke-37) menjadi 7.508 kasus (minggu ke-41).

“Minggu ke-41 ini menjadi titik tertinggi kasus ISPA di Kota Bogor sepanjang tahun,” ujar dr. Sri.

Fenomena Serupa di Berbagai Negara

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI turut mencatat peningkatan penyakit saluran napas seperti influenza, ISPA, hingga COVID-19 di sejumlah daerah. Pola serupa juga dilaporkan di negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand, yang dipicu oleh penyebaran virus Influenza tipe A.

Kemenkes menegaskan bahwa di wilayah tropis, virus influenza memang beredar sepanjang tahun, tetapi jumlah kasusnya meningkat pada masa peralihan musim dan ketika udara tercemar.

Imbauan untuk Masyarakat

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Kota Bogor mengajak masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menjaga daya tahan tubuh.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain Menjaga kebersihan rumah dan sirkulasi udara, Menghindari asap rokok serta paparan polusi, Mengonsumsi makanan bergizi dan cukup istirahat, Menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, Mencuci tangan dengan sabun secara rutin dan Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.

Dinkes juga mengimbau agar warga segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit jika mengalami gejala ISPA agar bisa mendapatkan penanganan medis sejak dini.

“Sebagian besar penderita ISPA bisa pulih dengan istirahat cukup, banyak minum air putih, dan asupan gizi seimbang. Namun bila gejala tidak membaik dalam tiga hari, apalagi disertai sesak atau demam tinggi, segera periksakan ke dokter,” tutup Sri Nowo Retno.

(Ibnu Galansa)

Pemkot Bogor Gencarkan Program DASHAT, Upaya Nyata Atasi Stunting Lewat Dapur Sehat Warga

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) terus menggencarkan Program Dashat atau Dapur Sehat Atasi Stunting hingg ke wilayah.

Program kolaborasi ini menyasar keluarga berisiko stunting dengan cara memberdayakan masyarakat untuk mengolah makanan bergizi menggunakan sumber daya lokal.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengunjungi langsung kegiatan Fasilitasi Pengelolaan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kampung Keluarga Berkualitas, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur.

Disana, setiap dua pekan sekali, anak-anak di bawah usia lima tahun yang termasuk dalam Keluarga Berisiko Stunting (KRS) diberikan asupan bergizi dari dapur tersebut. Di antaranya berupa paket makanan empat sehat lima sempurna, satu pak telur ayam, susu, dan dua ekor ayam potong beku.

“Dua minggu sekali memang dirasa kurang cukup untuk mengurangi risiko stunting. Namun edukasi yang diberikan puskesmas atau posyandu tentang menu sehat ke depannya bisa lebih maksimal dilakukan,” ujar Jenal Mutaqin.

Di Kelurahan Sindangsari sendiri, hingga saat ini masih terdapat sekitar delapan balita yang berstatus stunting. Kedelapan balita tersebut masih terus mendapatkan intervensi dan treatment sesuai kebutuhan.

“Butuh kolaborasi dan kerja sama para orang tua dalam menerapkan pola asuh terhadap balitanya. Jika orang tua ragu harus bagaimana, silahkan bertanya kepada pendamping dari puskesmas atau posyandu,” katanya.

Jenal Mutaqin juga mengapresiasi warga Sindangsari yang rela rumahnya dijadikan sebagai dapur Dashat. Hal ini menjadi bentuk kepedulian warga untuk bersama-sama mengentaskan kasus stunting di Kota Bogor.

“Dan saya hadir di sini juga untuk mendengarkan secara langsung aspirasi dari para warga, apa pun itu, termasuk yang berkaitan dengan pelayanan pemerintah,” jelasnya.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Fundamental Kuat dan Prospektif, BRI Siapkan Buyback Saham

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) atau BBRI memiliki langkah strategis berupa pembelian kembali saham (buyback) untuk mendukung program kepemilikan saham bagi karyawan.

Buyback saham tersebut juga menjadi cerminan optimisme perseroan terhadap keberlanjutan kinerja secara jangka panjang BRI.

Sebagaimana diketahui, aksi buyback BRI telah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 24 Maret 2025 lalu dengan jumlah sebesar-besarnya Rp3 triliun.

Adapun, buyback dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek, baik secara bertahap maupun sekaligus, dan diselesaikan paling lama 12 (dua belas) bulan setelah tanggal RUPST. Di samping itu, buyback saham BBRI juga dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk Pasal 43 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 29 Tahun 2023.

Harga Saham BBRI

Harga saham BBRI sendiri saat ini dinilai undervalue. Hal tersebut tercermin dari data Bloomberg pada Jumat (31/10/2025), dari total 37 analis yang memberikan pandangan terhadap saham BBRI, sebanyak 30 analis atau sekitar 81% merekomendasikan “beli” dengan target harga rata-rata 12 bulan ke depan sebesar Rp4.651 per saham. Saat ini PBV BRI berada di level 1,80x (posisi 31 Oktober 2025) atau masih dibawah rata-rata PBV 5 tahun sehingga BBRI dapat dikategorikan undervalue.

Sementara itu, pada Press Conference Paparan Kinerja Keuangan BRI Triwulan III 2025 (30/10) Direktur Finance & Strategy BRI Viviana Dyah Ayu mengungkapkan bahwa Perseroan masih memiliki alokasi budget untuk melakukan buyback saham.

“Kami memperoleh budget kurang lebih sekitar Rp3 triliun, dan saat ini kami masih memiliki budget yang dapat kami pakai sesegera mungkin jika melihat situasi pergerakan BBRI. Saat ini memang kami melihat saham BBRI undervalue, kami mempertimbangkan untuk melakukan hal (buyback) tersebut,” ujar Viviana.

Dari sisi kinerja keuangan, hingga akhir Triwulan III 2025 BRI berhasil mencatatkan kinerja positif dan berkelanjutan. Hal tersebut ditunjukkan dari kemampuan Perseroan yang membukukan laba sebesar Rp41,2 triliun dengan indikator kinerja kunci yang sehat dan tumbuh positif.

Tercatat, total aset BRI tumbuh 8,2% YoY, menjadi Rp2.123,4 triliun. Selanjutnya, dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI juga menunjukkan peningkatan yang solid, di mana dana pihak ketiga tercatat tumbuh 8,2% yoy menjadi Rp1.474,8 triliun. Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI tumbuh 6,3% YoY menjadi Rp1.438,1 triliun.

Capaian tersebut didukung oleh aspek permodalan yang kuat. Di mana, Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI ada di level 25,4%, di atas ketentuan minimum regulator.

“Selain itu, dari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) bank berada di level yang memadai sebesar 86,5%. Angka ini memberikan ruang likuiditas yang memadai bagi BRI untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan”, pungkas Viviana.

Wali Kota Bogor Terima Kunjungan Dubes Malaysia, Bahas Kerja Sama Pendidikan hingga Perdagangan

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, bersama jajaran Kedutaan Besar Malaysia di Balai Kota Bogor, Paseban Suradipati.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama strategis antara Malaysia dan Kota Bogor di sejumlah sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan, perdagangan, hingga sosial.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan bilateral antara Kota Bogor dan Malaysia.

“Alhamdulillah, kami menerima kunjungan Duta Besar Kerajaan Malaysia untuk Republik Indonesia beserta seluruh jajaran dalam rangka beberapa kegiatan yang terkait dengan pemerintahan dan pendidikan. Kami membahas berbagai hal, seperti pendidikan, kesehatan, hingga persoalan sosial,” ujar Dedie.

Ia menegaskan bahwa hubungan baik antara kedua wilayah perlu terus ditingkatkan melalui kolaborasi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Potensi Kerja Sama Sektor Perdagangan

Dedie juga menyoroti potensi besar kerja sama di sektor perdagangan dan ketahanan pangan. Salah satu peluang yang ditawarkan yakni keterlibatan Malaysia dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan pemerintah Indonesia.

“Kami menawarkan beberapa kesempatan yang mungkin bisa diambil oleh Malaysia untuk memperkuat perdagangan antar dua negara. Termasuk dukungan untuk pemenuhan kebutuhan pangan seperti susu, sayur, buah, telur, hingga peralatan dapur dan standar higienitas yang diperlukan dalam program Makan Bergizi Gratis,” jelasnya.

Selain sektor ekonomi, Dedie menekankan pentingnya mempererat hubungan antarmasyarakat dan budaya, terutama di kalangan generasi muda.

“Kami ingin memperkuat hubungan antara dua bangsa ini agar semakin erat dan saling mengenal budaya masing-masing, terutama di kalangan generasi muda. Harapannya, hubungan yang baik ini dapat menjaga kondisi regional yang damai dan kondusif sesuai dengan harapan bersama,” tuturnya.

Sementara itu, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk silaturahmi dan langkah awal memperluas kerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor.

“Tujuan kunjungan kami utamanya adalah bersilaturahmi dan mencari peluang untuk mengukuhkan lagi hubungan kerja sama antara Malaysia dan Indonesia, khususnya dengan Kota Bogor,” ujarnya.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 142 pelajar Malaysia yang menempuh pendidikan di Bogor, terutama di Institut Pertanian Bogor (IPB). Selain itu, dari 2,3 juta wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Indonesia setiap tahun, banyak di antaranya menjadikan Kota Bogor sebagai destinasi favorit.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Pro dan Kontra menetapkan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

0

Bogordaily.net – Fenomena pro dan kontra menetapkan Soeharto sebagai pahlawan nasional, akhir – akhir ini mulai menghiasi jagad maya.

Aktifis mahasiswa di era 70, 80 dan 90 tetap tegak lurus melakukan penolakan, tentang penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional.

Pun begitu juga dengan eksponen 98 tentunya, yang saat era reformasi sangatlah “tercederai dengan wacana penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional.

Tapi ada juga barisan dari eksponen 80, 90 pun 98 yang mendukung, karena acuannya Soeharto masih layak dijadikan pahlawan nasional, dibandingkan dengan era Jokowi dalam 10 tahun kemarin yang membuat rakyat Indonesia sangatlah terpuruk. Baik sisi ekonomi sosial budaya, apalagi soal pangan.

Atau mungkin juga dengan masyarakat petani, nelayan atau masyarakat bawah yang abaikan soal perpolitikan.

Dan mereka sangat menyetujui sebagai pahlawan nasional, dikarenakan era Soeharto benar-benar swasembada pangan, atau harga kebutuhan pangan sangat terjangkau masyarakat bawah.

Disini bagaimana kita melihat parameter dari penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional.

Seorang Prabowo Subiyanto yang saat ini menjabat Prediden, yang notabene pernah berhadapan dengan mantan Panglima GAM Gubernur Muzakir Manaf juga bisa bersalaman, berpelukan berjalan seiring untuk bangsa dan negara.

Pro dan Kontra menjadi kewajaran, tinggal bagaimana dan dimana sudut pandang kita melihat.

Tapi yang musti menjadi dikritisi dan disikapi, jangan sampai ada penumpang gelap dalam complycated nya fenomena ini.

Artinya, dengan pola pemerintahan Prabowo di lebih 1 tahun kepemimpinannya, banyak juga menimbulkan Pro dan Kontra. Jelas dan tegas yang Kontra dengan pola kepemimpinan Prabowo adalah pejabat atau mantan pejabat, para oligark dan sekelompok orang yang terusik segala bentuk kejahatannya di era Jokowi.

Sehingga sangatlah mungkin, mereka lah yang akan menjadi penumpang gelapnya, yaitu kelompok yang Kontra penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional.

Pelahan ekonomi negara yang diawaki Purbaya, mulai menjadi harapan rakyat. Dengan segala gebrakan nya, yang berani menolak pembayaran hutang terkait Whoosh (kereta api cepat).

Begitu juga dengan bidang pertanian, pun bidang yang lain berangsur menjadi sesuatu yang bisa diharapkan oleh segenap rakyat Indonesia.

(Wawan Leak)