Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 306

Lewat Mobil Pelayanan, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Sosialisasi Pendaftaran Sambungan Baru kepada Masyarakat

Bogordaily.net – Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor terus melakukan sosialisasi untuk pendaftaran sambungan baru kepada masyarakat.

Salah satunya melalui mobil pelayanan untuk menerima pendaftaran sambungan baru air bersih khususnya di wilayah Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Adapun, program ini menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan pelayanan air bersih di wilayah Kabupaten Bogor.

Dalam kesempatan itu, petugas turut memperkenalkan aplikasi “My Kahuripan” untuk memudahkan pelanggan baru Perumda Air Minum Tirta Kahuripan.

Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor memberikan promo atau diskon sambungan baru 50% spesial akhir tahun.

Adapun, promo diskon penyambungan baru itu dari harga Rp.1.700.000 diskon menjadi 50% untuk kategori sosial, rumah tangga dan niaga kecil dan niaga sedang hanya periode 1 Oktober-31 Desember 2025.

Promo ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat yang ingin mulai berlangganan layanan air bersih dari Tirta Kahuripan, terutama bagi pelaku usaha kecil atau keluarga baru yang sedang membangun rumah.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi langsung call center: 1500862 atau WhatsApp pelayanan 0821-1996-9008.

(Albin Pandita)

 

Musim Hujan, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Himbau Pelanggan Tak Gunakan Air Secara Berlebihan

Bogordaily.net – Musim penghujan, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor memberikan himbauan kepada pelanggan untuk tidak menggunakan air secara berlebihan.

Adapun, intensitas hujan yang tinggi dapat menyebabkan meningkatkan debit pada sumber air baku. Tingginya debit sumber air baku terkadang dapat membawa sampah atau lumpur.

Sehingga sulit untuk dilakukanya proses produksi atau distribusi air bersih kepada pelanggan. Atau terhambatnya proses pengolahan air bersih

Oleh karena itu, pelanggan dihimbau untuk tidak menggunakan air secara berlebihan dan menampung air bersih pada bak penampungan dirumah.

Selain itu, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan mengajak pelanggan untuk dapat menjaga kelestarian sumber air bersih dengan tidak membuang sampah atau mencemari sungai disekitar.

Sementara itu, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor juga turut menghimbau kepada seluruh pelanggan untuk dapat selalu menjaga meter air di rumah.

Dikarenakan meteran air adalah bagian dari tanggung jawab pelanggan. Kemudian Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor meminta kepada masyarakat.

(Albin Pandita)

Pemberdayaan BRI Dorong Usaha Kue Kering “Bakulis” Naik Kelas, Jadi Sumber Penggerak Ekonomi Warga Sekitar

0

Bogordaily.net – Banyak pengusaha UMKM menemukan semangat baru untuk bertahan dan berinovasi di masa pandemi. Salah satunya adalah Sulis, pemilik usaha kue kering Bakulis, yang memulai langkah usahanya dari dapur rumah.

Melalui dukungan dan pemberdayaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, Sulis berhasil mengembangkan usahanya sekaligus membuka peluang kerja bagi ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya.

Didirikan pada tahun 2020 di Jakarta Timur, Bakulis lahir dari situasi sulit saat pandemi Covid-19 melanda. Saat itu, Sulis yang sebelumnya bekerja di perusahaan jasa konstruksi teknik sipil harus memutar otak untuk tetap memenuhi kebutuhan keluarga setelah tempat kerjanya tutup.

Dari dapur rumahnya, ia mulai memproduksi berbagai camilan dan kue kering, seperti nastar, kastengel, sagu keju, kue kacang, dan putri salju, yang banyak diminati terutama saat bulan puasa dan Lebaran.

Seiring waktu, usaha yang awalnya berskala rumahan itu mulai menunjukkan hasil. “Nama Bakulis sendiri merupakan singkatan dari Bakulan Ibu Lis, sederhana, tapi mudah diingat,” kenang Sulis.

Sulis pun bercerita, upayanya memperluas jangkauan pemasaran membuat permintaan terhadap produk kue keringnya terus meningkat. Melihat peluang itu, ia mulai melibatkan ibu-ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya untuk membantu proses produksi, sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi mereka.

Kini, produk Bakulis telah dipasarkan ke berbagai kota di Pulau Jawa, mulai dari Bandung, Purwakarta, Semarang, hingga Surabaya. Dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 500 kemasan per bulan.
Setelah usahanya mulai stabil, Sulis merasa perlu memperdalam pengetahuan agar bisnisnya bisa berkembang lebih profesional.

Dari sana, perjalanannya bersama BRI dimulai. Ia bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta pada awal tahun 2025 dan terpilih dalam program BRIncubator Lokal 2025.

Awalnya, Sulis mengaku ragu karena merasa usahanya masih kecil. Namun, melalui pendampingan dan mentoring dari para fasilitator BRI, ia justru mendapatkan banyak wawasan baru tentang pengelolaan bisnis dan pemasaran digital.

“Alhamdulillah, mindset saya terbuka. Meski usaha saya masih mikro, tapi di BRIncubator Lokal yang dipayungi oleh Rumah BUMN BRI Jakarta, usaha saya disejajarkan dengan yang sudah besar dan bagus. Kami dapat mentoring, ilmu bisnis, belajar packaging, branding, dan pemasaran secara online yang semuanya didukung penuh oleh tim Rumah BUMN Jakarta. Sekarang saya jauh lebih percaya diri,” ujar Sulis.

Sulis juga mengungkapkan bahwa program pendampingan melalui Rumah BUMN dan platform digital LinkUMKM BRI telah banyak membantunya mengembangkan usaha serta mendapatkan banyak wawasan tentang strategi pemasaran, pengelolaan bisnis, hingga perluasan jejaring. Beberapa pelanggan bahkan kini menjadi reseller setelah mengenal produk Bakulis.

Ke depan, Sulis berharap BRI terus mendukung pelaku usaha mikro seperti dirinya agar dapat naik kelas. “Semoga Rumah BUMN BRI terus memberi kesempatan bagi kami untuk ikut pameran dan memperkenalkan produk ke masyarakat luas. Usaha mikro seperti kami juga ingin berkembang dan dikenal,” tuturnya.

Pada kesempatan berbeda, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa BRI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi pengusaha UMKM di setiap tahap perjalanan usaha mereka.

Menurutnya, berbagai program pelatihan dan pendampingan yang diinisiasi BRI menjadi pijakan penting untuk mendorong UMKM naik kelas dan memperluas pasar.

“Melalui inisiatif pembinaan berkelanjutan dan program pemberdayaan yang menyeluruh, BRI percaya pelaku UMKM seperti ini memiliki potensi besar untuk bisa memperluas potensi pasar. BRI optimis UMKM tidak hanya menjadi tulang punggung perekonomian nasional, tetapi juga mampu tampil sebagai lokomotif ekonomi rakyat,” tutup Dhanny.

Kementerian UMKM Dukung Pasar Senen Bertransformasi Menjadi Pusat Produk Lokal

0

Bogordaily.net – Kebijakan pelarangan impor pakaian bekas ilegal menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang thrifting, termasuk di Pasar Senen, Jakarta Pusat, yang selama bertahun-tahun menjadi tumpuan nafkah banyak keluarga dan para pengusaha UMKM.

Menyikapi hal ini, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Temmy Satya Permana, mendorong rebranding Pasar Senen menjadi pusat produk lokal dan mengimbau para pedagang thrifting bertransformasi memperdagangkan produk dalam negeri berkualitas.

“Mereka pada dasarnya adalah pengusaha UMKM yang perlu kita bina dan berdayakan. Mereka tidak anti-lokal dan justru siap bekerja sama dengan brand lokal berkualitas,” ujar Temmy saat menerima perwakilan pedagang thrifting Pasar Senen bersama Gerakan Rakyat Peduli Bangsa (GRPB), produsen fesyen lokal, dan pegiat produk lokal di Jakarta, Senin (3/11/2025).

Mengutip data GRPB, Temmy menyebut terdapat sekitar 984.000 pedagang thrifting di seluruh Indonesia. Angka ini mencerminkan skala ekonomi yang signifikan bila ekosistemnya ditata dengan tertib serta diarahkan untuk memperkuat produk lokal dan kepatuhan terhadap regulasi.

“Kami tetap mendukung penertiban terhadap impor ilegal, terutama pakaian bekas. Namun kita juga harus bisa menghadirkan solusi agar para pedagang dapat tetap berusaha secara tertib dan berdaya,” kata Temmy.

Kementerian UMKM menegaskan komitmen untuk mengawal transformasi Pasar Senen sebagai pusat produk lokal melalui kemitraan yang adil, pembinaan kapasitas usaha, peningkatan kualitas kurasi produk, serta penguatan akses pembiayaan dan pemasaran.

Pendekatan ini menempatkan kepentingan nasional termasuk perlindungan konsumen, pemberantasan impor ilegal, dan pemberdayaan UMKM sebagai satu tarikan napas kebijakan.

Melalui langkah transformatif dan kolaboratif, Pasar Senen diharapkan menjadi etalase kebanggaan produk Indonesia yang tertib, sehat, kompetitif, dan menyejahterakan.

Pada kesempatan yang sama, aktivis usaha thrifting dari GRPB, Oscar Pendong, menegaskan komitmen pedagang untuk berkolaborasi dengan produsen lokal dalam memasarkan produk dalam negeri. “Kami siap bekerja sama dengan produk lokal. Faktanya, banyak pedagang thrifting juga menjual produk lokal yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat,” kata Oscar.

Oscar menambahkan, para pedagang meminta pemerintah tidak serta-merta melarang seluruh praktik penjualan pakaian layak pakai tanpa peta jalan yang jelas. Jika ke depan diperlukan pembatasan lebih ketat, mereka berharap dilakukan secara bertahap agar usaha tidak tutup mendadak dan pedagang dapat beradaptasi.

Ia juga mendorong adanya pengaturan yang jelas terkait aktivitas thrifting sehingga para pedagang dapat membayar pajak dan berkontribusi pada penerimaan negara.

Ia mencontohkan ada potensi penerimaan dari penataan ekosistem, dari satu kontainer pakaian impor, bila tunduk pada ketentuan yang sah dan transparan, berpotensi menghasilkan pemasukan ratusan juta rupiah di tingkat bisnis.

Menurut Oscar, aturan yang pasti termasuk pungutan pajak yang proporsional akan memberi manfaat bagi negara, sekaligus memberikan kepastian bisnis bagi pedagang.

“Kami berharap pemerintah memberi kesempatan melalui skema pembatasan yang terukur dan aturan main yang jelas,” katanya.***

KemenUMKM Kembangkan Kumitra untuk Kemitraan Adil agar Pengusaha Mikro Naik Kelas

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkomitmen memperkuat model kemitraan yang adil, setara, dan berorientasi pada peningkatan kapasitas usaha mikro di seluruh Indonesia.

“Mari kita bangun kemitraan yang sejajar, saling menguatkan, dan saling menumbuhkan. Dengan begitu, harapan kita untuk mewujudkan ekonomi Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan berdaulat dapat tercapai,” ujar Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, saat membuka kegiatan Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra (Kumitra) di Kabupaten Jember, Senin (3/11).

Menurut Wamen Helvi, program Kumitra dirancang sebagai langkah konkret untuk memperluas lapangan kerja, memperkuat akses kemitraan, dan membuka rantai pasok bagi pengusaha mikro dengan dukungan berbagai instansi dan mitra usaha.

“Kumitra diharapkan menjadi instrumen pemberdayaan inklusif yang turut mendukung percepatan penghapusan kemiskinan, khususnya bagi pengusaha mikro di desa, rumah tangga miskin, penyandang disabilitas, dan perempuan kepala keluarga,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kementerian UMKM memahami tantangan yang masih dihadapi para pengusaha kecil, terutama dalam menjalin kemitraan yang strategis dan berkelanjutan.

“Kemitraan dengan usaha besar, BUMN, maupun swasta merupakan kunci untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat daya saing UMKM,” ujarnya.

Wamen Helvi menjelaskan, usaha besar memiliki keunggulan pada akses teknologi, pasar, pembiayaan, dan jaringan distribusi yang luas, sementara usaha mikro unggul dalam potensi lokal, inovasi, dan daya adaptasi. Sinergi keduanya menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem usaha yang berdaya saing.

“Program Kumitra merupakan strategi untuk membuka peluang usaha, memperkuat kapasitas pengusaha mikro, dan membantu mereka naik kelas agar terintegrasi dalam rantai pasok formal di tingkat nasional maupun global,” katanya.

Melalui program ini, pemerintah berkomitmen memfasilitasi dan menghapus berbagai hambatan agar pengusaha mikro dapat menjalin kemitraan yang setara dan saling menguntungkan.

“Semangat utama Kumitra adalah membangun ekosistem bisnis yang saling menguatkan, bukan saling menguasai,” katanya.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program Kumitra di wilayahnya. Ia menilai potensi UMKM Jember sangat besar dan beragam, mulai dari sektor pangan, pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata hingga industri kreatif.

“Kami berterima kasih atas perhatian Kementerian UMKM melalui program Kumitra di Jember. Kami berharap para pengusaha UMKM dapat terkoneksi dengan ekosistem bisnis yang lebih besar,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Letter of Intent (LoI) tentang Penguatan Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro Klaster Pangan Kabupaten Jember.

Pada kesempatan yang sama, Wamen Helvi turut melepas hasil panen edamame dan okra dari petani mitra kepada PT Mitratani Dua Tujuh, sebagai simbol sinergi nyata antara pengusaha mikro dan industri besar dalam mewujudkan kemitraan yang produktif dan berkelanjutan.***

Amaroossa Royal Bogor Hadirkan kembali Promo Lovember Staycation Hanya Rp605.000 per Malam

0

Bogordaily.net – Amaroossa Royal Hotel Bogor, salah satu hotel bintang 4 terkemuka di Kota Bogor, dengan bangga mengumumkan peluncuran promo spesial “Lovember Staycation” untuk memberikan pengalaman menginap yang nyaman namun tetap terjangkau bagi para wisatawan dan pelaku bisnis.

Hari ini, Amaroossa Royal Bogor menawarkan harga istimewa mulai dari Rp. 605.000,- per malam untuk Tipe Deluxe Room sudah termasuk dengan sarapan 2 orang

Promo ini berlaku mulai tanggal 1 hingga 30 November 2025, jadi jangan sampai terlewatkan! Dengan waktu yang cukup panjang, Anda dapat merencanakan liburan dengan lebih fleksibel.

Cara Pesan Kamar dan Booking

Untuk menikmati promo “Lovember Staycation”, segera kunjungi situs web kami atau mengirimkan pesan ke akun instagram @amaroossaroyal. Kamar terbatas, jadi pastikan Anda memesan lebih awal!

Kenapa Pilih Amaroossa Royal Bogor?

Terletak di jantung Kota Bogor, Amaroossa Royal Bogor adalah destinasi sempurna untuk beristirahat sambil mengeksplorasi berbagai daya tarik kota. Dengan layanan terbaik, arsitektur bergaya kerajaan, dan lokasi strategis dekat Kebun Raya Bogor, kami menjamin pengalaman menginap yang memadukan keanggunan dan kenyamanan.

Dengan pelayanan yang ramah dan perhatian terhadap setiap detail, kami menjadi pilihan utama bagi wisatawan bisnis maupun liburan.

KPK OTT Gubernur Riau Abdul Wahid. Apa Perkaranya?

0

Bogordaily.net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melancarkan operasi senyap yang mengguncang panggung politik daerah. Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di Riau pada hari ini, Senin (3/11/2025), tim penindakan lembaga antirasuah berhasil menjaring Gubernur Riau, Abdul Wahid.

Kabar penangkapan orang nomor satu di Bumi Lancang Kuning itu dikonfirmasi langsung oleh pimpinan KPK. Penangkapan ini menjadi pukulan telak dan menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat kasus korupsi.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan bahwa Gubernur Abdul Wahid termasuk di antara pihak-pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

“(Abdul Wahid) salah satunya (yang tertangkap),” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto dalam keterangannya, dikutip Senin (3/11/2025).

Meski demikian, Fitroh menjelaskan bahwa tim di lapangan tidak hanya mengamankan sang gubernur seorang. Ia menyebut ada beberapa orang lain yang turut ditangkap dalam OTT tersebut, namun belum merinci total jumlah maupun identitas mereka.

“Ada beberapa orang yang ditangkap tim tangkap tangan KPK. Totalnya belum bisa dipastikan olehnya saat ini,” lanjut Fitroh.

Sesuai dengan prosedur standar yang berlaku di KPK, nasib para pihak yang terjaring, termasuk Gubernur Abdul Wahid, akan ditentukan dalam waktu singkat.

Lembaga antirasuah memiliki kewenangan selama 1×24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif dan menentukan status hukum mereka.

Setelah tenggat waktu tersebut berakhir, KPK akan menggelar konferensi pers untuk mengumumkan secara resmi siapa saja yang ditetapkan sebagai tersangka dan siapa yang akan dilepaskan karena statusnya hanya sebagai saksi. Pihak yang tidak terbukti terlibat dalam tindak pidana korupsi akan segera dibebaskan.

OTT ini sekali lagi membuktikan komitmen KPK untuk menindak tegas tanpa pandang bulu, menyasar hingga ke pucuk pimpinan pemerintahan daerah.

Publik kini menanti dengan tegang pengumuman resmi dari KPK mengenai detail kasus yang menjerat Gubernur Abdul Wahid dan pihak-pihak lain yang terlibat.***

Melalui AgenBRILink Koperasi Merah Putih, BRI Buka Akses Keuangan dan Dorong Ekonomi Desa Padang Mantinggi

0

Bogordaily.net – Layanan keuangan yang merata menjadi kunci penggerak ekonomi di wilayah perdesaan. Di Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, akses layanan keuangan tersebut kini semakin mudah dijangkau berkat kehadiran AgenBRILink Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menjadi wujud nyata perluasan akses keuangan bagi warga desa, termasuk para lansia tanpa harus pergi jauh ke kota.

Petugas pengelola AgenBRILink KDMP Padang Mantinggi, Muhammad Iqbal A. Nursal, bercerita bahwa gagasan membuka layanan AgenBRILink muncul ketika Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Nagari Padang Mantinggi resmi menetapkan lokasi operasionalnya.

Ia melihat peluang besar untuk menghadirkan layanan keuangan yang dapat membantu masyarakat bertransaksi tanpa hambatan jarak.

“Hasil musyawarah anggota koperasi pada 26 Agustus 2025 menetapkan bangunan di Jorong I sebagai lokasi operasional koperasi. Di tempat itu pula, AgenBRILink mulai dijalankan, sekaligus difungsikan sebagai toko sembako untuk mendukung perputaran ekonomi lokal,” ujar Iqbal.

Kini, Iqbal menyampaikan bahwa AgenBRILink KDMP Nagari Padang Mantinggi telah berkembang dengan pesat dan menjadi salah satu program unggulan daerah. Berkat dukungan dan kepercayaan warga, membuat layanan ini terus tumbuh. Tercatat, dalam periode Agustus hingga Oktober 2025, aktivitas transaksi meningkat sekitar 20–30%, dengan pengguna sebagian besar berasal dari anggota koperasi, perangkat desa, petani, hingga kelompok lansia.

“Masyarakat sangat senang dengan adanya layanan AgenBRILink di dekat desa. Sekarang cukup berjalan kaki, layanan sudah bisa diakses, dan yang paling penting tidak perlu antre panjang. Beragam layanan keuangan juga tersedia, mulai dari tarik dan setor tunai, isi ulang dompet digital, hingga top up saldo kartu BRIZZI,” ujar Iqbal.

Meski saat ini koperasi belum memiliki karyawan khusus untuk mengelola unit AgenBRILink, namun semangat gotong royong menjadi energi utama yang menjaga layanan ini tetap berjalan. Para pengurus koperasi, termasuk Muhammad Iqbal pun bergantian menjalankan operasional sambil terus belajar meningkatkan kualitas pelayanan.

Menurutnya, AgenBRILink menjadi suatu ikhtiar untuk menghadirkan layanan keuangan yang mudah dan dekat dengan masyarakat desa.

Sementara itu, pada kesempatan terpisah Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa langkah yang dilakukan AgenBRILink Koperasi Desa Merah Putih Nagari Padang Mantinggi sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, menekankan pentingnya penguatan ekonomi desa di seluruh Indonesia.

Melalui program AgenBRILink, BRI terus memperluas jaringan layanan keuangan hingga ke pelosok wilayah, menjangkau masyarakat yang sebelumnya belum terlayani lembaga keuangan formal.

“Kehadiran AgenBRILink di Koperasi Desa Merah Putih Padang Mantinggi menjadi bukti nyata sinergi antara BRI dan koperasi desa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, modern dan berdaya saing. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam memperkuat kemandirian ekonomi berbasis komunitas,” tutur Dhanny.

Sebagaimana diketahui, salah satu bentuk dukungan nyata BRI terhadap keberlanjutan KDKMP adalah melalui kehadiran AgenBRILink, yang kini menjadi bagian integral dari operasional koperasi. Dengan jaringan AgenBRILink, koperasi dapat melayani berbagai transaksi keuangan perbankan secara mudah dan terjangkau bagi warga desa.

Kehadiran AgenBRILink tidak hanya mempermudah akses layanan keuangan yang lebih dekat dan inklusif, tetapi juga memperkuat peran koperasi sebagai pusat ekonomi lokal. Tercatat, hingga akhir September 2025, terdapat lebih dari 1,2 juta AgenBRILink yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).***

Menkop Ajak PKS Sukseskan Program Kopdes Merah Putih Sebagai Pilar Utama Ekonomi Nasional

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk berkolaborasi aktif dalam menyukseskan program strategis pemerintah, khususnya Koperasi Desa Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Ia optimis melalui sinergi yang erat dengan berbagai pemangku kepentingan khususnya PKS akan memudahkan operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih.

Menkop Ferry menegaskan bahwa program Kopdes/Kel Merah Putih merupakan gerakan besar nasional yang tidak hanya menjadi tugas dari Kementerian Koperasi (Kemenkop). Program ini membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa, termasuk partai politik termasuk PKS.

“Kami dari Kementerian Koperasi mengajak Partai Keadilan Sejahtera untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini agar bisa sukses memasuki tahap operasional,” ujar Menkop Ferry dalam acara Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) bertema “Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih” yang diselenggarakan oleh PKS di Jakarta, Senin (3/11).

Hadir dalam acara tersebut, Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Wakil Ketua MPR-RI M. Hidayat Nur Wahid, Sekjen PKS Muhammad Kholid beserta seluruh jajarannya.

Saat ini sedang dilakukan upaya percepatan pembangunan gerai, gudang dan sarana prasarana pendukung lainnya agar operasionalisasi dapat segera dilakukan. Ditargetkan pada Maret 2026 seluruh aset fisik Kopdes/Kel Merah Putih dapat selesai dibangun.

“Sekarang pembangunan fisik, gudang dan gerainya sudah memasuki tahap hampir 5.000 titik dari sekitar 9.700 titik yang datanya sudah masuk ke kami. Setiap waktu akan terus bertambah,” ungkapnya.

Dengan beroperasinya Kopdes/
Kel Merah Putih di seluruh wilayah di Indonesia diharapkan turut mendukung program strategis lainnya seperti Makan bergizi Gratis (MBG). Ke depan Kopdes/Kel Merah Putih akan diarahkan untuk menjadi pemasok kebutuhan dari dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).

Oleh karena itu Menkop Ferry menilai dukungan dari PKS terhadap kesuksesan program Kopdes/Kel Merah Putih sangat strategis. PKS melalui kader-kader dan mitranya di desa-desa dapat menjadi bagian dari pengurus atau pengelola ataupun pengawas koperasi Kopdes/Kel agar dapat beroperasi dengan baik.

“Koperasi desa akan kita dorong menjadi supplier dari program makan bergizi. Di sinilah peran teman-teman PKS bisa masuk, misalnya membangun peternakan ayam petelur, ayam pedaging, maupun usaha susu,” tambahnya.

Menkop Ferry menyebut bahwa kerja sama dengan PKS akan membawa semangat baru dalam memperkuat gerakan ekonomi rakyat. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang bertekad untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi nasional berlandaskan konstitusi Pancasila melalui Kopdes/Kel Merah Putih.

“Yang harus dikembangkan adalah SDM baik pengawas, pengurus, maupun pengelola koperasi agar naik kapasitasnya. Karena itu kami siapkan pendampingan, mulai hingga pengawasan oleh Kejaksaan,” jelas Menkop Ferry.

Di sisi lain, sebagai upaya untuk memperkuat aspek pengawasan dan transparansi, Kemenkop tengah membangun Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes) serta menggandeng perguruan tinggi.

“Kami ingin perguruan tinggi turun ke desa-desa. Saya sudah berkeliling dan akan bertemu Menteri Pendidikan Tinggi agar kurikulum KKN mahasiswa diarahkan membantu desa dan koperasi,” paparnya.

Sementara itu, Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf menyambut positif ajakan Menkop Ferry Juliantono. Ia menegaskan bahwa PKS siap berkolaborasi demi keberhasilan program strategis pemerintah, khususnya Kopdes/Kel Merah Putih. Ia juga menilai, semangat koperasi yang diusung pemerintah sejalan dengan cita-cita bangsa sejak masa pendiriannya.

“Kami berharap bisa bekerja sama dengan Kementerian Koperasi demi suksesnya program Presiden Prabowo. Program ini sangat dekat dengan kepentingan akar rumput,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa PKS telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak di daerah untuk mendukung penguatan Kopdes/ Kel Merah Putih. Muzzammil menegaskan komitmen PKS untuk menjadi bagian dari gerakan nasional ekonomi rakyat.

“Suksesnya koperasi desa berarti suksesnya rakyat Indonesia. Kami siap bekerja sama dengan pemerintah agar koperasi menjadi motor kemandirian ekonomi bangsa,” tutupnya.***

Percepatan Program 3 Juta Rumah, Menteri Maruarar Sirait Sosialisasi KPP di Bogor

0

Bogordaily.net – Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Republik Indonesia Maruar Sirait menghadiri kegiatan sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) di Gedung Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Senin 3 November 2025.

Dalam kesempatan itu, Menteri Ara menyapa para peserta yang mengikuti program KPP, diantaranya adalah para pelaku Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Bogor.

Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa, KPP dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Mulai dari pengembang, kontraktor, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Adapun, bentuk kebermanfaatannya dapat berupa untuk pengadaan tanah, pembelian bahan bangunan, maupun pengadaan barang dan jasa.

“Saya datang kesini karena siap, tadi juga senang karena cepat. Saya tes juga cepat bank jabar berapa menit sudah tadi kan ada contoh kan yang datang umkm yg bisa diselesaikan cepat, ada penyelesaian cepat,” kata Maruar Sirait kepada wartawan, Senin 3 November 2025.

“Banyak sekali ibu pelaku Umkm itu dia juga merupakan tiang keluarga, tiang ekonomi keluarga, jadi rumahnya dibangun, direnovasi, ekonominya keluarganya juga (dibantu),” tambahnya.

Menurut Ara, Pemerintah telah menggelontorkan anggaran mencapai Rp 130 triliun untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di bidang perumahan.

Oleh karena itu, Kredit Program Perumahan (KPP) diharapkan dapat mengembangkan usaha sekaligus membangun rumah layak huni bagi masyarakat.

“Kita negara harus membuat program yang tepat sasaran yaitu buat UMKM. Ini pertama kali dalam sejarah yang dibuat oleh Presiden Prabowo, Rp 130 Triliun KUR perumahan,” jelasnya.

Selain itu, Menteri PKP juga menyampaikan keputusan pemerintah terkait suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi tidak mengalami kenaikan atau tetap sebesar 5 persen. Hal ini tentunya menjadi salah satu hal penting guna membantu masyarakat.

“Jadi ga usah ke rentenir lagi karena dengan KUR perumahan itu 6 persen setahun, coba kalau ke rentenir sebulan berapa. Nah negara harus hadir, negara tidak boleh membiarkan rakyatnya,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus menggencarkan sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) sebagai upaya mendorong percepatan program 3 Juta Rumah di seluruh Indonesia.

Program ini menyasar masyarakat serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar bisa membangun maupun merenovasi rumah layak huni dengan akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau.***

Albin