Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 315

Anak Dicakar Burung Merak, Pengunjung Somasi Dairyland Farm Theme Park Puncak

0

Bogordaily.net – Kasus tak terduga terjadi di Dairyland Farm Theme Park Puncak, setelah seorang anak pengunjung berinisial MRN menjadi korban cakaran burung merak di area wisata tersebut. Akibat insiden ini, pihak keluarga melalui kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor melayangkan surat somasi resmi kepada pihak pengelola taman hiburan itu.

Pada Rabu, 29 Oktober 2025, LBH Bogor yang diwakili oleh Zentoni selaku kuasa hukum dari pengunjung bernama MFU mengirimkan surat somasi No. Ref.: 100/ZN/LBHB/X/25 kepada manajemen Dairyland Farm Theme Park.

Menurut penjelasan Zentoni, somasi ini merupakan tindak lanjut dari insiden yang terjadi pada Jumat, 24 Oktober 2025, ketika anak kliennya, MRN, dicakar oleh burung merak yang berada di area wisata tersebut.

Akibat cakaran tersebut, MRN mengalami luka di jidat, dagu, dan pinggir bibir, serta trauma psikis yang cukup berat.

Dasar Hukum dan Tuntutan Ganti Rugi

Zentoni menegaskan bahwa berdasarkan Pasal 1368 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), pengelola tempat wisata bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan oleh hewan peliharaannya.

Karena itu, pihak Dairyland Farm Theme Park disebut wajib memberikan ganti rugi kepada korban, baik secara materiil maupun immateriil.

“Dalam hal ini, Dairyland Farm Theme Park Puncak memiliki tanggung jawab hukum atas peristiwa yang menimpa anak klien kami. Kami meminta agar ganti rugi segera diberikan kepada korban,” ujar Zentoni.

LBH Bogor memberikan tenggang waktu selama tujuh hari kepada pihak Dairyland Farm Theme Park Puncak untuk menindaklanjuti permintaan tersebut.

Apabila dalam waktu yang ditentukan tidak ada tanggapan atau penyelesaian, pihak kuasa hukum menyatakan siap menempuh langkah hukum lebih lanjut.

Zentoni menutup pernyataannya dengan harapan agar pihak pengelola taman wisata segera menunjukkan tanggung jawab dan memberikan keadilan bagi korban.***

Bahas Pembangunan Kabupaten Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Terima Kunjungan Kajari

0

Bogordaily.net – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menerima kunjungan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bogor, Denny Achmad.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka mempererat sinergi antara lembaga legislatif dan aparat penegak hukum untuk membangun Kabupaten Bogor yang lebih maju dan berintegritas.

Dalam kesempatan tersebut, kedua pimpinan lembaga membahas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program pembangunan serta menjaga tata kelola pemerintahan yang baik.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menyambut baik kunjungan Kajari dan menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Kami sangat mengapresiasi silaturahmi dari Pak Kajari. Sinergi antara DPRD dan Kejaksaan sangat penting, terutama dalam memastikan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan di daerah berjalan sesuai aturan serta berpihak pada kepentingan masyarakat,” kata Sastra Winara, Kamis 30 Oktober 2025.

Sementara itu, Kajari Kabupaten Bogor, Denny Achmad, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya siap bersinergi dengan DPRD dalam upaya mendorong pembangunan yang berkeadilan dan bebas dari praktik korupsi.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah bersama DPRD. Kejaksaan memiliki peran strategis dalam pengawasan hukum agar setiap langkah pembangunan berjalan sesuai koridor hukum,” ungkap Denny Achmad.(Albin)

Tanah Longsor Terjang Bojonggede Bogor, Tutup Akses Jalan Warga

0

Bogordaily.net – Tanah longsor menerjang Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Rabu 29 Oktober 2025. Tutup akses jalan warga.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani menjelaskan bahwa, peristiwa itu terjadi dikarenakan hujan deras dan kondisi kontur tanah yang labil.

Sehingga mengakibatkan TPT longsor dan menutupi akses jalan desa, dengan rincian ukuran longsoran panjang 9 meter, tinggi  5 meter, dan lebar 1,5 Meter. Total ada 5 jiwa terdampak longsor.

“1 unit rumah terancam 2 KK 5 jiwa,” kata  Adam Handani, Kamis 30 Oktober 2025.

Kemudian, kata Adam, salah satu akses jalan Desa Cimanggis kecamatan Bojonggede juga tertutup material longsoran.

Adapun, pihaknya bersama warga telah melakukan evakuasi material longsoran di lokasi kejadian.

“Untuk material longsoran dievakuasi pagi tadi oleh masyarakat setempat,” jelasnya.

Sementara itu, saat ini butuh penanganan lanjut dari pihak terkait agar longsoran tidak berdampak parah.

“Untuk kendaraan roda 4 belum bisa melewati  akses jalan karena masih tertutup material longsoran. Diperlukan penanganan lebih lanjut dari instansi terkait,” ungkap Adam.(Albin)

Kementerian UMKM Fasilitasi Akses KPP untuk UMKM Ekosistem Perumahan

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat keterlibatan pengusaha UMKM dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah, yang merupakan sektor strategis bagi perekonomian nasional yang melibatkan peran penting UMKM dalam rantai pasoknya.

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menegaskan kemudahan akses pembiayaan memegang peranan penting dalam mendukung program prioritas pemerintah tersebut.

“Saat ini kami terus berupaya memberikan peta jalan yang jelas bagi pengusaha UMKM agar dapat mengakses skema kredit bersubsidi,” kata Temmy dalam sambutannya pada acara Workshop Akses Kredit Program Perumahan (KPP) bagi UMKM Ekosistem Perumahan di Pontianak, Selasa 28 Oktober 2025.

Temmy menjelaskan, sebanyak 56 pengusaha UMKM dari ekosistem perumahan terdiri atas pengembang, kontraktor kecil, dan pemasok bahan bangunan mengikuti kegiatan ini.

“Total kebutuhan pendanaan yang disampaikan peserta mencapai Rp152,5 miliar,” katanya.

Kementerian UMKM, kata Temmy, akan terus memperluas kegiatan pemberdayaan serupa di berbagai daerah.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peran UMKM dalam mendukung Program Pembangunan Tiga Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

“Melalui workshop ini, kami menghadirkan sesi one-on-one business matching yang mempertemukan pengusaha UMKM dengan bank penyalur KPP, yakni BRI dan BTN, untuk melakukan konsultasi langsung terkait kebutuhan pembiayaan,” ujarnya.

Temmy menambahkan, kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), serta Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Barat.

Program ini merupakan rangkaian pemberdayaan UMKM ekosistem perumahan sebagai tindak lanjut dari peluncuran yang dilakukan oleh Menteri UMKM pada 27 Agustus 2025 di Perumahan Griya Srimahi Indah, Tambun, Bekasi.

“Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di dua lokasi. Pertama, di Bogor pada 24 September 2025 dengan 30 peserta UMKM dan kebutuhan pendanaan sebesar Rp44,9 miliar. Kedua, di Malang pada 7 Oktober 2025, diikuti 56 UMKM dengan kebutuhan pendanaan mencapai Rp304,5 miliar,” ujar Temmy.

Turut hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Pontianak, Derry Gunawan, yang memberikan sambutan pada pembukaan acara.***

Tren ‘Kasih Makan Jule’ Viral di Media Sosial

0

Bogordaily.net – Nama selebgram Julia Prastini, atau yang akrab dikenal dengan Jule, tengah menjadi pusat perhatian publik setelah isu perselingkuhannya dengan seorang pria bernama Safrie mencuat ke permukaan.

Skandal ini tidak hanya menimbulkan kehebohan di dunia maya, tetapi juga melahirkan tren viral bertajuk “Kasih Makan Jule” yang kini ramai di Instagram dan TikTok.

Setelah beberapa hari menjadi sorotan, Jule akhirnya buka suara dan memberikan pernyataan resmi mengenai isu rumah tangganya dengan sang suami, Na Daehoon.

Melalui unggahannya, ia mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Dalam pernyataannya, Jule menegaskan bahwa ia tidak berusaha mengelak atau mencari alasan atas perbuatannya.

Ia menyadari bahwa masalah pribadinya telah berdampak luas terhadap banyak pihak, termasuk keluarga, teman, serta sejumlah merek yang telah mempercayainya sebagai rekan kerja.

Selain itu, Jule juga secara khusus meminta maaf kepada suaminya, anak-anaknya Junho, Eunho, dan Jena serta kedua orang tuanya.

Ia menyebut bahwa penyesalan yang ia rasakan berasal dari lubuk hati terdalam dan berharap dapat memperbaiki kesalahan yang telah terjadi.

Viralnya Tren “Kasih Makan Jule”

Walau telah menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf, publik tampaknya belum sepenuhnya menerima. Justru sebaliknya, isu ini menjadi bahan perbincangan dan bahkan bahan candaan di media sosial.

Tren “Kasih Makan Jule” bermula dari unggahan sejumlah warganet yang membuat konten sindiran dengan melempar sisa makanan seperti tulang, seolah-olah “memberi makan” kepada Jule. Aksi ini menjadi viral dan dengan cepat menyebar luas di berbagai platform.

Banyak komentar bernada tajam bermunculan, menyoroti tindakan Jule yang dianggap telah mengecewakan suaminya.

Sebagian warganet juga menilai apa yang dialami Jule saat ini sebagai bentuk “balasan” atas kesalahannya di masa lalu.

Tak sedikit pula yang membandingkan kasus ini dengan kontroversi publik figur lain, menyebut bahwa reaksi publik terhadap Jule jauh lebih keras.***

Ramalan Cuaca Kota Bogor Hari Ini Kamis 30 Oktober 2025

0

Bogordaily.net – Cek ramalan cuaca dari BMKG untuk Kota Bogor pagi hari ini, Kamis 30 Oktober 2025 diperkirakan hujan ringan sepanjang hari.

Kota Bogor yang dikenal dengan julukan Kota Hujan memang kerap kali mengalami perubahan cuaca yang cepat dan tak terduga.

Oleh karena itu, mengetahui kondisi cuaca secara akurat sangat penting agar aktivitas harian Anda tidak terganggu, baik saat berangkat kerja, sekolah, maupun beraktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Bogor dan sekitarnya. Hari ini Bogor diperkirakan berawan seharian.

Informasi ini mencakup prediksi suhu, kelembapan, potensi hujan, dan peringatan dini cuaca ekstrem jika ada.

Jadi, pastikan Anda menyimak ulasan lengkapnya agar bisa lebih waspada dan menyesuaikan rencana kegiatan Anda sepanjang hari ini.

Ramalan Cuaca Bogor Kamis 30 Oktober 2025

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21-27°C
Kelembapan: 69–97%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-28°C
Kelembapan: 69–97%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-29°C
Kelembapan: 68-98%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-29°C
Kelembapan: 68–97%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-29°C
Kelembapan: 73–97%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22–29°C
Kelembapan: 68–97%

Walau cerah, untuk jaga-jaga apabila memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Kamis 30 Oktober 2025. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Bupati Bogor dan Kementerian LHK Bersinergi Hijaukan Wilayah Bogor Selatan

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama jajaran Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Selasa (28/10/25), sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor bersama pemerintah pusat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung program penghijauan di wilayah Bogor Selatan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup atas dukungan nyata terhadap pelestarian kawasan Puncak dan wilayah Bogor Selatan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas tahapan-tahapan yang sudah dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Kementerian tidak tinggal diam, tetapi hadir untuk memastikan wilayah Bogor Selatan, khususnya Puncak, tetap lestari,” ujar Rudy Susmanto.

Lebih lanjut, Bupati Rudy menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi harus berjalan seimbang. Pemerintah Kabupaten Bogor, kata dia, berkomitmen memastikan kegiatan investasi tetap dapat tumbuh tanpa mengabaikan aspek kelestarian alam.

“Kita ingin keberlangsungan ekonomi tetap berjalan, tetapi ekosistem lingkungan hidup juga harus terjaga. Kami meminta komitmen seluruh pelaku usaha untuk benar-benar menjaga alamnya,” tegasnya.

Menurut Bupati Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor juga siap mengambil langkah konkret dalam upaya penghijauan apabila diperlukan, dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.

“Yang terpenting adalah tahapan-tahapan untuk menghijaukan kembali wilayah Bogor Selatan harus terus dijalankan. Ini adalah komitmen bersama untuk menghijaukan kembali Puncak,” ucapnya.

Bupati Bogor juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif seluruh pihak agar kawasan Puncak tetap menjadi simbol keseimbangan antara pembangunan, ekonomi, dan pelestarian lingkungan.

“Puncak bukan hanya masa depan Kabupaten Bogor, tetapi masa depan bangsa Indonesia, bahkan dunia. Mari kita jaga Puncak bersama-sama. Dari Bogor untuk Indonesia, dan dari Indonesia untuk dunia,” tutupnya.

Kegiatan penanaman pohon ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta menciptakan masa depan Bogor yang hijau, lestari, dan berdaya saing.

Hadir dalam kegiatan ini yakni, Anggota DPR RI Mulyadi dan Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemkab Bogor.***

History Fair UI 2025 Tutup Rangkaian dengan Screening Film, Diskusi, dan Penghargaan Karya Terbaik

0

Bogordaily.net — Departemen Sejarah Universitas Indonesia resmi menutup rangkaian kegiatan History Fair UI 2025melalui acara Screening Film & Grand Closing yang digelar di Auditorium Gedung IX Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, pada Senin (27/10).

Acara ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa, pelajar, dan komunitas sejarah dari berbagai daerah.

 

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari panitia dan perwakilan akademik. Pembawa acara menegaskan bahwa sejarah bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga sesuatu yang harus terus
diceritakan dan dikenang untuk masa depan.

Ketua Umum History Fair, Arina, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh panitia dan peserta selama persiapan hingga pelaksanaan.

“Butuh perjuangan panjang untuk sampai di titik ini. Setiap panitia dan peserta memberi kontribusi besar agar History Fair bisa jadi wadah belajar dan berekspresi bagi generasi muda pecinta sejarah,” ujar Arina.

 

Perwakilan dari Departemen Ilmu Sejarah UI turut menekankan pentingnya kegiatan semacam ini dalam menjaga relevansi studi sejarah di tengah perkembangan zaman.

“Sejarah tidak akan kehilangan relevansinya. Justru ke depan, sejarah harus jadi landasan berpikir
kritis dan reflektif bagi mahasiswa maupun masyarakat,” tuturnya.

Diskusi: Tantangan dan Harapan Pembuat Film Dokumenter Muda

Setelah sambutan pembuka, acara berlanjut dengan diskusi panel bertema tantangan dan peluang pembuat film muda dalam menggarap dokumenter bertema sejarah dan sosial.

Diskusi menghadirkan dua narasumber: Dr. Didik Pradjoko, S.S., M.Hum, dosen Departemen Sejarah UI, dan JJ Rizal, sejarawan.

 

Para pembicara menyoroti mahalnya biaya produksi dokumenter, terutama untuk mendapatkan arsip sejarah seperti rekaman Soekarno dari Library of Congress.

Dr. Didik menjelaskan bahwa dokumenter yang kuat tidak cukup hanya mengandalkan sinematografi, tetapi juga harus berangkat dari riset mendalam.

“Bagian riset yang terkait masyarakat ini harus diupayakan mendapatkan dukungan yang serius. Film dokumenter yang baik adalah hasil dari pengawasan pengetahuan yang cukup,” jelasnya.

Sementara itu, JJ Rizal menambahkan bahwa diperlukan subsidi, kolaborasi dengan lembaga pendidikan, dan dukungan pemerintah agar para pembuat film muda memiliki akses terhadap sumber sejarah dan pendanaan produksi. Ia juga menilai perlu adanya forum komunitas agar karya-karya dokumenter mahasiswa bisa lebih banyak dipamerkan di ruang publik.l

Menjelang akhir acara, panitiavmenampilkan film “Segudang Wajah Para Penantang Masa Depan” sebelum dilanjutkan dengan sesi pengumuman pemenang lomba.

Dalam kategori Lomba Film Dokumenter, juara pertama diraih oleh Sembagi Aruntala Dananjaya, disusul Phoenix Studio di posisi kedua, dan d’armanville Wisdom di posisi ketiga.

Penghargaan tambahan diberikan kepada:

•Best Cinematography: d’armanville Wisdom
•Best Story: Phoenix Studio
•Best Poster: Sembagi Aruntala Dananjaya

Untuk Lomba Debat, juara pertama dimenangkan oleh SMA Negeri 18 Bandung, diikuti SMA Kristen 1BPK dan SMA Kristen Gamaliel di posisi ketiga.

Sedangkan pada Lomba Karya Tulis Ilmiah, Tim Blora (Universitas Padjajaran) meraih juara pertama, disusul Tim Pembumi (Universitas Padjajaran) dan Tim Abipraya (Universitas Negeri Semarang).

Salah satu peserta debat, Evan Emmanuel Leslie dari SMAK Gamaliel, mengungkapkan rasa haru dan bangga atas pengalaman lombanya.

Ia menilai kompetisi ini bukan hanya ajang beradu argumen, tetapi juga wadah untuk melatih logika dan kerja sama tim.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, panitia, dan tamu undangan sebagai simbol berakhirnya History Fair UI 2025.

Panitia berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menelusuri sejarah melalui karya kreatif dan berpikir kritis terhadap masa depan.***

Kementerian UMKM Fasilitasi Akses KPP bagi UMKM Ekosistem Perumahan

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat keterlibatan pengusaha UMKM dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah yang merupakan sektor strategis bagi perekonomian nasional yang melibatkan peran penting UMKM dalam rantai pasoknya.

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menegaskan kemudahan akses pembiayaan memegang peranan penting dalam mendukung program prioritas pemerintah tersebut.

“Saat ini kami terus berupaya memberikan peta jalan yang jelas bagi pengusaha UMKM agar dapat mengakses skema kredit bersubsidi,” kata Temmy dalam sambutannya pada acara Workshop Akses Kredit Program Perumahan (KPP) bagi UMKM Ekosistem Perumahan di Pontianak, Selasa (28/10).

Temmy menjelaskan, sebanyak 56 pengusaha UMKM dari ekosistem perumahan terdiri atas pengembang, kontraktor kecil, dan pemasok bahan bangunan mengikuti kegiatan ini. “Total kebutuhan pendanaan yang disampaikan peserta mencapai Rp152,5 miliar,” katanya.

Kementerian UMKM, kata Temmy, akan terus memperluas kegiatan pemberdayaan serupa di berbagai daerah. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peran UMKM dalam mendukung Program Pembangunan Tiga Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

“Melalui workshop ini, kami menghadirkan sesi one-on-one business matching yang mempertemukan pengusaha UMKM dengan bank penyalur KPP, yakni BRI dan BTN, untuk melakukan konsultasi langsung terkait kebutuhan pembiayaan,” ujarnya.

Temmy menambahkan, kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), serta Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Barat.

Program ini merupakan rangkaian pemberdayaan UMKM ekosistem perumahan sebagai tindak lanjut dari peluncuran yang dilakukan oleh Menteri UMKM pada 27 Agustus 2025 di Perumahan Griya Srimahi Indah, Tambun, Bekasi.

“Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di dua lokasi. Pertama, di Bogor pada 24 September 2025 dengan 30 peserta UMKM dan kebutuhan pendanaan sebesar Rp44,9 miliar. Kedua, di Malang pada 7 Oktober 2025, diikuti 56 UMKM dengan kebutuhan pendanaan mencapai Rp304,5 miliar,” ujar Temmy.

Turut hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Pontianak, Derry Gunawan, yang memberikan sambutan pada pembukaan acara.***

Pembangunan Jembatan Bojong Palahlar Capai 70 Persen, Terkendala Pasokan Material Beton

Bogordaily.net – Pembangunan Jembatan Bojong Palahlar yang menghubungkan ruas Klapanunggal–Cipeucang kini telah mencapai sekitar 70 persen.

Proyek ini menjadi salah satu infrastruktur penting yang dinantikan warga, mengingat jembatan lama sebelumnya rusak parah dan rawan banjir.

Jembatan yang berada di wilayah Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor itu tengah dibangun untuk menggantikan struktur lama yang kerap terendam air hingga dua meter saat musim hujan tiba.

Selain memperbaiki konektivitas antarwilayah, proyek ini juga diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kelancaran aktivitas warga sekitar.

Kepala pelaksana lapangan proyek, Ali, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Bojong Palahlar dimulai sejak Agustus 2025, dengan nilai kontrak sekitar Rp 3,091 miliar yang bersumber dari anggaran pemerintah.

Namun, progres pembangunan sempat mengalami kendala cukup signifikan akibat tersendatnya pasokan material beton.

“Keterlambatan ini karena pertambangan yang biasa menyediakan material untuk beton saat ini ditutup. Girder sudah saya pesan, tapi belum bisa dikirim karena bahan bakunya tidak tersedia,” ujarnya

Menurut Ali, penutupan tambang di kawasan Leuwiliang berdampak pada keterlambatan pengiriman material di sejumlah proyek pembangunan di wilayah Bogor, termasuk proyek jembatan tersebut.

Jembatan Bojong Palahlar dibangun lebih tinggi dari sebelumnya untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi di sekitar wilayah tersebut. Meski proses pengerjaan masih berlangsung, akses sementara untuk pengendara motor tetap tersedia melalui jalur alternatif yang dibuat warga.

“Target penyelesaian proyek ini sekitar 29 Desember 2025, sesuai dengan kontrak kerja selama 130 hari kalender. Mudah-mudahan pasokan material segera lancar supaya pekerjaan bisa selesai tepat waktu,” tambahnya.

Dengan peninggian dan perbaikan struktur jembatan, diharapkan akses masyarakat dari Klapanunggal menuju Cipeucang menjadi lebih aman dan lancar terutama saat musim hujan tiba.

(Fitria Hayati)