Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 316

Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama sejumlah pemangku kepentingan memfasilitasi lebih dari 1.000 pengusaha mikro di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), agar bisa mendapatkan sertifikasi, legalitas, dan perluasan akses pembiayaan.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam ajang Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Kupang, Rabu (29/10), menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen membangun ekosistem usaha yang aman, inklusif, dan kompetitif bagi pengusaha UMKM di seluruh Indonesia.

“Kehadiran kami melalui festival ini adalah untuk menjawab tantangan dan harapan besar para pengusaha mikro dan kecil dalam mengurus perizinan, sertifikasi, legalitas usaha, pembiayaan, serta layanan lain yang mereka butuhkan,” kata Menteri UMKM Maman Abdurrahman.

Ia menjelaskan, sejalan dengan arahan Presiden, Kementerian UMKM mendorong integrasi berbagai layanan perizinan dan sertifikasi dalam satu ekosistem terpadu. Upaya kolaboratif tersebut, katanya, telah menunjukkan hasil yang signifikan.

“Alhamdulillah, grafik volume pemberian perizinan dan sertifikasi hingga Oktober 2025 meningkat hampir 300 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini adalah buah dari kerja sama lintas instansi dan dukungan luar biasa dari pemerintah daerah, termasuk Provinsi NTT,” ujar Menteri Maman.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 29 jenis layanan dihadirkan untuk memberikan kemudahan bagi sekitar 1.000 pengusaha UMKM. Layanan tersebut mencakup antara lain penerbitan sertifikasi halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), izin PIRT dan BPOM, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, hingga fasilitasi pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menurut Menteri Maman, kemudahan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong transformasi UMKM dari sektor informal menjadi sektor formal, sehingga lebih siap bersaing di pasar nasional maupun global.

“Sekarang tantangan kita adalah bagaimana bisa menggeser para pekerja di sektor UMKM yang rata-rata masih informal menjadi formal. Lewat program KUR, tercatat telah mampu menyerap hingga kurang lebih 11 juta tenaga kerja. Inilah yang secara bertahap kita dorong agar UMKM dapat beralih dari sektor informal ke formal,” ungkap Menteri Maman.

Ia menambahkan, legalitas bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga strategi penting agar pengusaha dapat bertahan dan berkembang di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak maju.

Di tempat yang sama, Gubernur Provinsi NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyambut positif langkah tersebut dan menilai pola kolaborasi yang diterapkan Kementerian UMKM layak direplikasi di seluruh wilayah provinsi.

“Acara ini luar biasa. Pemerintah Provinsi NTT akan mereplikasi pola yang sudah dibuat oleh Kementerian UMKM agar bisa diterapkan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Dengan begitu, seluruh layanan untuk UMKM bisa dikumpulkan bersama agar prosesnya cepat, mudah, dan tetap sesuai regulasi,” ujar Gubernur NTT.

Ia juga menegaskan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di NTT menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarlembaga dan pemerintah daerah mampu mempercepat pelayanan bagi pengusaha, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi rakyat di kawasan timur Indonesia.***

Sabrina Chairunnisa Gugat Cerai Deddy Corbuzier Karena Apa? Terdaftar Sejak 16 Oktober 2025

0

Bogordaily.net – Kabar mengejutkan datang dari pasangan publik figur, Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa. Setelah dua tahun menikah, Sabrina resmi menggugat cerai sang suami di Pengadilan Agama Tigaraksa, Banten, pada 16 Oktober 2025.

Kabar ini dikonfirmasi oleh pihak pengadilan pada Rabu, 29 Oktober 2025. Gugatan tersebut dikategorikan sebagai cerai gugat, artinya perceraian diajukan atas inisiatif pihak istri.

“Memang sudah terdaftar di Pengadilan Agama Tigaraksa pada tanggal 16 Oktober 2025, diajukan oleh SC (Sabrina Chairunnisa),” tutur Sholahuddin.

Meski sudah terdaftar resmi, pihak pengadilan belum membeberkan detail perkara. Alasannya, terdapat permohonan dari pihak terkait agar nomor perkara dan isi gugatan tidak dipublikasikan.

“Terus karena adanya permohonan untuk tidak ditulis, maka kami tidak menyampaikan nomor perkara,” sambungnya.

Pasangan ini menikah pada 6 Juni 2022 dalam sebuah upacara tertutup yang hanya dihadiri keluarga dan sahabat dekat. Hubungan keduanya semula dianggap publik sebagai ikon pasangan harmonis dan cerdas, karena sama-sama aktif di dunia digital serta dikenal memiliki gaya hidup sehat dan rasional.

Namun, sejak beberapa bulan terakhir, publik mulai mencium adanya tanda-tanda keretakan. Sabrina terlihat bolak-balik antara Korea dan Jakarta, yang memunculkan spekulasi bahwa keduanya tengah mengalami masalah rumah tangga.

Kecurigaan semakin kuat ketika Sabrina menghapus foto-foto kebersamaan dengan Deddy Corbuzier di akun Instagram-nya.

Bahkan, ia juga menghapus keterangan “Mrs. Corbuzier” dari biodata media sosialnya. Meski begitu, keduanya masih saling mengikuti di platform tersebut.

Lantas, apa alasan Sabrina Chairunnisa gugat cerai Deddy Corbuzier?

Hingga berita ini diturunkan, baik Deddy Corbuzier maupun Sabrina Chairunnisa belum memberikan klarifikasi publik terkait alasan di balik gugatan cerai tersebut.

Pihak pengadilan pun enggan berspekulasi soal penyebab perpisahan ini. Namun publik menduga, adanya perbedaan prinsip, kesibukan, atau jarak emosional menjadi salah satu faktor yang memicu keretakan hubungan keduanya.

Sumber dekat pasangan ini sempat menyebut, hubungan mereka mulai merenggang sejak pertengahan tahun 2025 karena perbedaan fokus karier dan komitmen waktu. Meski belum dikonfirmasi, rumor tersebut kini ramai dibahas di berbagai platform media sosial.

Perjalanan Cinta Deddy dan Sabrina

Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa dikenal publik sebagai pasangan intelektual dan terbuka. Keduanya menjalin hubungan asmara selama delapan tahun sebelum akhirnya memutuskan menikah.

Sabrina yang dikenal sebagai model dan influencer kerap tampil dalam podcast dan kanal YouTube Deddy. Pasangan ini pun sering membagikan momen kebersamaan yang dianggap publik sebagai contoh hubungan yang mature, penuh komunikasi, dan saling mendukung.

Namun, di balik citra harmonis tersebut, keputusan Sabrina untuk menggugat cerai menunjukkan ada dinamika pribadi yang tidak diketahui publik. Dari pernikahan ini, keduanya belum dikaruniai anak.

RS Islam Bogor Resmikan Poliklinik Syifaa, Inovasi One Stop Services untuk Pelayanan Lebih Cepat dan Nyaman

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit Islam Bogor resmi membuka Poliklinik Syifaa, sebuah layanan poliklinik terpadu yang dirancang untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, mudah diakses, dan nyaman.

Dengan konsep One Stop Services, pasien dapat menjalani proses pendaftaran, konsultasi dokter, tindakan medis, hingga pengambilan obat dalam satu area pelayanan, sehingga tidak perlu berpindah-pindah tempat.

Direktur RS Islam Bogor, dr. Saptono Raharjo, MARS, menyampaikan bahwa kehadiran Poliklinik Syifaa merupakan langkah strategis dalam peningkatan mutu pelayanan, sekaligus mengubah pengalaman pasien menjadi lebih baik selama mendapatkan layanan kesehatan.

Menurutnya, konsep ini membuat proses layanan menjadi lebih optimal , terarah, dan tetap mengedepankan keramahan sesuai nilai Islami.

“Hadirnya poliklinik syifaa bukan garis akhir, tetapu titik awal perjalanan panjang peningkatan mutu, kompetensi ,kolaborasi , dan inovasi pelayanan rs islam bogor,” ujar dr. Saptono Raharjo, MARS pada Rabu 29 Oktober 2025.

Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor Dr. Ir. H. Dwi Sudharto, M.Si menyampaikan rasa syukur atas berdirinya Poliklinik Syifaa sebagai langkah nyata peningkatan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari tanggung jawab yayasan dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya profesional, tetapi juga bernilai ibadah.

“Peresmian Poliklinik Syifaa ini bukan sekadar pembangunan fasilitas, tetapi bagian dari komitmen Yayasan RS Islam Bogor untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu, berlandaskan nilai-nilai Islam, dan membawa keberkahan bagi masyarakat. Tentunya langkah ini tidak berdiri sendiri ada doa, dukungan, dan kepercayaan dari masyarakat ada kerjasama seluruh tim; serta ada para wakif yang dengan tulus mewakafkan sebagian rezekinya untuk pembangunan fasilitas dan alat kesehatan,” ujar Ketua Yayasan RS Islam Bogor.

Ketua Pembina Yayasan, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MS, turut menyampaikan harapan agar Poliklinik Syifaa dapat menjadi sarana keberkahan dan pengabdian dalam pelayanan umat.

Acara peresmian turut dihadiri oleh para tamu undangan dari Camat Tanah Sareal, Perwakilan dari Kelurahan Kedung Badak, Perusahaan dan Asuransi, Para Pewakif, Dokter Spesialis, Kepala Puskesmas dan Klinik, serta jajaran manajemen dan staf RS Islam Bogor.

Dalam rangkaian kegiatan peresmian, dilakukan pula penyerahan wakaf alat kesehatan dari para pewakif kepada RS Islam Bogor.

Wakaf tersebut terdiri atas peralatan medis untuk mendukung layanan kebidanan, penyakit dalam, dan klinik mata, antara lain berupa 1 unit Bed Ginekolog dan 2 unit EKG dari keluarga Muchrizal dan Mahrita.

1 unit Ophthalmoscope dan 1 unit Automatic Chart Projector dari Saladin D. Effendi diwakafkan atasnama kedua orang tua beliau (Alm) Adi Teruna Effendi dan (Almh) Yekti Hartati Effendi yang akan diwakilkan oleh Recha Saputra dan Mandalyca, serta 1 unit Infant Warmer dari Essa Noviana atas nama (Alm) Temu bin Tamjid, yang akan juga diwakilkan oleh Rechsa Saputra dan Mandalyca.

Wakaf ini diharapkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir serta memberi manfaat bagi banyak pasien.

“Saya mewakili Saladin D. Effendi yang sedang diluar kota untuk tugas kantor mengucapkan terima kasih untuk supportnya karena kebetulan dari keluarga kami ada beberapa amanah dari Alm Adi Teruna Effendi yang satu persatu harus diselesaikan karena amanah insyaAllah sebisa mungkin harus di segerakan, jadi mudah-mudahan bermanfaat dan dapat diterima dengan baik insyaAllah kedepannya saya dan keluarga mendoakan semoga program wakaf RS ini dapat terus berjalan dan apa yang disampaikan tadi di lantai 2 tadi dapat segera tercapai untuk memiliki alat CT Scan yang harganya lumayan luar biasa jadi musti ikhtiar mudah-mudahan nanti bisa kita bantu di keluarga sama teman-teman yg lain semoga ada jalannya,” ujar Rechsa Saputra.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Hospital Tour, di mana para tamu undangan dapat melihat secara langsung fasilitas ruang layanan, ruang tindakan, sistem alur terpadu, dan area tunggu yang dirancang lebih nyaman serta ramah pasien.

Dengan beroperasinya Poliklinik Syifaa, RS Islam Bogor berharap dapat semakin menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat, bermutu, ramah, dan penuh keberkahan, serta terus dipercaya sebagai rumah sakit Islami yang mengutamakan nilai kemanusiaan dalam setiap pelayanannya.

(Ibnu Galansa)

Kasus ISPA di Kota Bogor Meningkat, Dinkes Imbau Warga Waspada dan Terapkan PHBS

0
Bogordaily.net – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir.
Lonjakan kasus ini dikaitkan dengan kondisi cuaca panas ekstrem serta menurunnya kualitas udara di sejumlah wilayah di Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menyampaikan bahwa ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Penyakit ini bersifat akut dan dapat berlangsung kurang dari dua minggu.
“ISPA bisa disebabkan oleh virus maupun bakteri. Faktor lingkungan seperti polusi udara, asap rokok, debu, cuaca dingin, dan kepadatan hunian juga dapat meningkatkan risiko penularan,” jelas dr. Sri.
Menurut Dinkes, penderita ISPA umumnya mengalami gejala berupa batuk, pilek, hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, demam, dan rasa lemas.
Pada kasus yang berat, gejala dapat berkembang menjadi sesak napas, nyeri dada, serta penurunan nafsu makan. Penyakit ini menular melalui percikan droplet dari orang yang batuk atau bersin, serta kontak dengan permukaan yang terkontaminasi.

Jumlah Penderita ISPA di Kota Bogor

Berdasarkan laporan dari Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Kota Bogor, tercatat sebanyak 195.203 kasus ISPA sejak awal tahun hingga minggu ke-41 tahun 2025.
Dalam tiga bulan terakhir, jumlah kasus menunjukkan tren fluktuatif, yakni 21.006 kasus pada Juli, meningkat menjadi 30.950 kasus pada Agustus, dan menurun menjadi 26.597 kasus pada September.
Namun, jika dilihat secara mingguan, terjadi peningkatan signifikan dalam lima minggu terakhir. Rinciannya adalah:
•Minggu ke-37: 6.214 kasus
•Minggu ke-38: 6.578 kasus
•Minggu ke-39: 7.163 kasus
•Minggu ke-40: 7.002 kasus
•Minggu ke-41: 7.508 kasus
“Minggu ke-41 menjadi puncak tertinggi kasus ISPA di Kota Bogor sepanjang tahun 2025,” ujar Sri.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga melaporkan peningkatan kasus penyakit pernapasan seperti influenza, ISPA, dan COVID-19 di berbagai daerah di Indonesia.
Fenomena serupa turut terjadi di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand, yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A.
Kemenkes menjelaskan bahwa di negara tropis, virus influenza memang beredar sepanjang tahun, namun aktivitasnya meningkat pada masa peralihan musim dan saat kualitas udara menurun.
Dinas Kesehatan Kota Bogor menghimbau masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan utama. Warga diminta:
•Menjaga kebersihan lingkungan dan ventilasi rumah
•Menghindari asap rokok dan polusi udara
•Mengonsumsi makanan bergizi dan beristirahat cukup
•Menggunakan masker saat batuk atau pilek
•Mencuci tangan pakai sabun secara rutin
•Menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala ISPA agar dapat memperoleh penanganan medis yang tepat.
“Sebagian besar kasus ISPA dapat sembuh dengan istirahat cukup, banyak minum air putih, dan konsumsi makanan bergizi. Namun, bila gejala berat seperti sesak napas atau demam tinggi tidak membaik setelah tiga hari, segera periksakan ke dokter,” tutup Sri Nowo Retno.
(Muhammad Raihan)

Badan Gizi Nasional Gelar Sosialisasi Kebijakan Sistem dan Tata Kelola Program MBG di Bogor

0

Bogordaily.net – Dalam upaya memperkuat tata kelola dan pelaksanaan program pangan bergizi nasional, Badan Gizi Nasional menggelar kegiatan Sosialisasi Kebijakan Sistem dan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ballroom Bogor Green Forest, Rabu, 29 Oktober 2025.

Acara yang dimulai pukul 10.40 WIB ini dihadiri oleh para kepala SPPG, akuntan, serta ahli gizi dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bukti komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem gizi berkelanjutan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Nikendarti Zandini, selaku Tenaga Ahli Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, menekankan pentingnya kesadaran akan peran gizi dalam membentuk generasi unggul.

“Makan bergizi bukan hanya soal makanan, tapi juga soal masa depan,” ujarnya di hadapan para peserta.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa program Makan Bergizi Gratis tidak sekadar menyediakan konsumsi sehat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang cerdas dan produktif.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai sistem, tata kelola, serta implementasi program MBG agar dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Badan Gizi Nasional berharap seluruh pihak yang terlibat dapat bersinergi dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama di wilayah Jawa Barat.

(Solihatun Nisa)

Menkop: Kopdes Merah Putih Bakal Kembalikan Perekonomian Bangsa Sesuai Konstitusi

0

Bogordaily.net – Sejatinya, program pembangunan lebih dari 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di seluruh Indonesia, merupakan langkah strategis dan nyata untuk mengembalikan struktur perekonomian bangsa dari mekanisme pasar bebas ke ekonomi kerakyatan sesuai konstitusi (UUD 1945 Pasal 33).

Hal itu dipaparkan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, saat Orasi Ilmiah pada Dies Natalis Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) LXIV Universitas Brawijaya, di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (29/10).

“Presiden Prabowo Subianto ingin negara kembali hadir, tidak lagi menggunakan pola mekanisme pasar. Negara harus hadir kembali mengatur perekonomian nasional,” ungkap Menkop.

Menkop menjelaskan bahwa peran negara dikurangi secara drastis dalam perekonomian bangsa dimulai ketika menandatangani Letter of Intent (LoI) dari IMF, pasca krisis moneter pada 1998. Dampaknya, praktek mekanisme pasar terus merasuki segala sendi kehidupan di masyarakat hingga sekarang.

“Selama proses 25 tahun itu, hanya melahirkan dan memperkuat korporasi besar, hingga mereka menjadi konglomerasi dalam balutan oligarki, yang notabene mengesampingkan ekonomi rakyat,” ucapnya.

Dominasi para korporasi besar tersebut merasuk hingga ke desa-desa, yang banyak ditandai dengan suburnya praktik rentenir, tengkulak, serta pinjaman online ilegal. “Nafas ekonomi pedesaan perlahan rontok, seperti KUD, tempat pelelangan ikan, hingga industri batik. Itu terjadi karena maraknya produk impor, termasuk produk pangan, holtikultura, dan perkebunan,” papar Menkop.

Pada titik itu, Menkop mengakui, banyak masyarakat merasa bahwa korporasi jauh lebih hebat ketimbang badan usaha lain, termasuk koperasi. Padahal, sesuai konstitusi, seharusnya koperasi yang menjadi sokoguru perekonomian bangsa.

“Koperasi seharusnya yang lebih hebat dari korporasi, atau minimal sama. Tidak seperti sekarang, di mana koperasi jauh tertinggal, baik dari sisi aset, volume usaha, dan partisipasi masyarakat,” imbuh Menkop.

Menkop optimis, keberadaan Kopdes Merah Putih bakal mampu melakukan perubahan drastis dan struktural dalam perekonomian nasional ke depan. “Sistem mekanisme pasar terbukti hanya melahirkan ketidakadilan dan keterbelakangan kehidupan masyarakat, khususnya yang ada di pedesaan,” ucap Menkop Ferry.

Bagi Menkop, Kopdes Merah Putih bakal menjadi solusi bagi permasalahan bangsa, terutama dalam perekonomian rakyat. “Kita banyak punya 80 ribu lebih ritel moderen milik koperasi, yang tidak kalah hebat dari korporasi,” tegas Menkop.

Selain bisnis ritel, Kopdes Merah Putih juga memiliki apotek dan klinik desa, sehingga pelayanan kesehatan dengan harga murah bisa menjangkau rakyat desa. “Kopdes yang juga berfungsi sebagai offtaker, bakal punya gudang untuk menampung produk-produk hasil rakyat. Kita ingin menciptakan kedaulatan pangan nasional melalui koperasi,” kata Menkop.

Oleh karena itu, Menkop mengajak Universitas Brawijaya untuk turun kembali membangun ekonomi masyarakat desa melalui koperasi, sehingga bisa menjadi desa mandiri, hingga uang yang berputar di desa juga akan kembali ke desa. “Kita bangun bisnis di desa melalui koperasi,” kata Menkop.

Lebih dari itu, Menkop mendukung rencana pembangunan Living Laboratorium di UB, dimana para mahasiswanya akan turun bersama-sama membangun ekonomi desa. “Ke depan, kita akan perkuat kolaborasi dengan pihak UB,” kata Menkop.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo memastikan bahwa pihaknya akan mendukung penuh gerakan membangun Koperasi Merah Putih di seluruh desa di Indonesia.

“Ini program luar biasa, mengingat mayoritas rakyat tinggal di desa, serta kekayaan alam ada di desa, sehingga landasan ekonomi di desa harus dibangun,” kata Rektor UB.

Kalau ekonomi di desa tumbuh, lanjut Rektor UB, maka para pemuda disana tidak harus keluar dari desanya atau pergi ke kota. “Jadi, pembangunan Koperasi Merah Putih itu sangat strategis dalam membangun ekonomi desa,” kata Rektor UB.

Terlebih lagi, menurut Rektor UB, selama ini Universitas Brawijaya memang sangat concern terhadap pemberdayaan masyarakat pedesaan. “Kita ada beberapa program kampus yang bisa kita kerjasamakan dengan Kemenkop,” kata Prof Widodo.

Misalnya, program Dokter Mengabdi, dimana mahasiswa kedokteran UB turun ke desa-desa dalam kerangka menyehatkan kehidupan masyarakat desa. Ada juga program Mahasiswa Membangun Desa, dimana sudah lebih dari 15 mahasiswa turun ke desa untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

“Ke depan, dengan segala sumber daya yang kita miliki, akan fokus pada pengembangan Kopdes Merah Putih. Bahkan, kita akan menghidupkan kembali mata kuliah perkoperasian,” ujar Rektor UB.***

KKMTS 18 Leuwiliang Gelar POSMAD 2025, Jadi Ajang Pembinaan dan Silaturrahmi Antar Madrasah

Bogordaily.net- Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTS) 18 Leuwiliang Kabupaten Bogor, berhasil mengadakan Pekan Olahraga dan Seni Madrasah (POSMAD) yang berlokasi di Madrasah Tsanawiyah Al Ghifari sebagai tuan rumah pada event tahun ini.

Kegiatan yang digagas oleh KKMTS 18 Leuwiliang ini berlangsung selama dua hari, yakni Selasa–Rabu, 28–29 Oktober 2025, dan diikuti oleh 11 madrasah tsanawiyah yang berada di wilayah Kecamatan Leuwiliang.

Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menunjukkan potensi terbaiknya, baik di bidang olahraga maupun seni, sekaligus mempererat hubungan antar madrasah di bawah koordinasi KKMTS 18 Leuwiliang.

Ketua KKMTS 18 Leuwiliang, Jefri, menjelaskan bahwa POSMAD bukan sekadar perlombaan, melainkan juga sarana pembinaan dan penguatan karakter bagi para siswa madrasah.

“Kegiatan ini diadakan bertujuan untuk mewadahi para siswa-siswi madrasah di Kecamatan Leuwiliang agar dapat menampilkan hasil latihannya. Selain itu, untuk memupuk tali silaturahmi antar madrasah, baik antara guru maupun siswa, agar saling mengenal satu sama lain dan memperluas relasi pertemanan,” ujar Jefri kepada Bogordaily.net.

Menurut Jefri, semangat kebersamaan menjadi kunci utama dalam penyelenggaraan POSMAD tahun ini. Ia berharap ajang tersebut dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan sportivitas di kalangan peserta, sekaligus memperkuat identitas madrasah sebagai lembaga pendidikan yang berprestasi dan berakhlak.

7 Cabang Lomba: Dari Olahraga hingga Seni Islami

Perlombaan yang diadakan pada kegiatan saat ini berjumlah 7 Lomba, yang meliputi cabang Olahraga dan seni. Untuk Olahraga meliputi Vollyball,Futsal dan Badtminton. Untuk kategori seni ada ceramah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan juga Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ).

“Ajang tahunan ini biasanya berjenjang sampai tingkat kabupaten, akan tetapi untuk fase kabupaten diadakan perdua tahun sekali. Semoga menjadi ajang penyemangat bagi para siswa siswi untuk terus mengembangkan niat dan bakat mereka di cabang lomba masing-masing.”

Kemeriahan kegiatan ini turut dirasakan oleh para peserta. Salah satunya Alya, siswi salah satu madrasah peserta yang mengikuti cabang olahraga voli.

“Seru banget bisa ketemu sekolah-sekolah lain yang main volinya jago-jago dan keren-keren. Kegiatannya rame dan seru, jadi tambah banyak teman juga,” ungkapnya dengan antusias.

Alya berharap agar kegiatan seperti POSMAD dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun, dengan skala yang lebih luas.

“Semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi dan bisa lanjut ke tingkat kabupaten,” tambahnya penuh semangat.

Melalui POSMAD 2025, KKMTS 18 Leuwiliang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong prestasi dan pembinaan karakter siswa madrasah.

(Fatih Jiddan)

 

 

Menumbuhkan Sinergi dan Semangat Perbaikan: Monitoring & Evaluasi Kopertais Wilayah II di IUQI Bogor

0

Bogordaily.net – Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi terasa di lingkungan Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor saat menerima kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Kopertais Wilayah II Jawa Barat,Rabu 29 Oktober 2025.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin administratif, melainkan momen untuk memperkuat sinergi antara lembaga dan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam.

Kunjungan ini dihadiri oleh Visitor, Bapak Wildan Baihaqi, M.Ag., serta Pendamping, Bapak Muhammad Hilman Mujahid, S.E.. Dari pihak kampus, kegiatan dibuka dengan sambutan hangat oleh Rektor IUQI, Dr. H. Syamsul Rizal Mz., S.H.I., M.Pd.I., yang menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi pemerintah serta komitmen kampus untuk terus berkembang.

“Kita harus taat terhadap aturan pemerintah. IUQI memiliki potensi luar biasa dengan jumlah mahasiswa yang terus meningkat, menjadi bagian dari sekitar 200 kampus di bawah Kopertais,” tutur beliau penuh optimisme.

Sementara itu, Bapak Wildan Baihaqi, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa kunjungan ini bukanlah untuk mencari kekurangan, tetapi untuk mencari jalan bersama dalam membangun kemajuan.

“Kami datang bukan untuk mencari kesalahan atau kelemahan, melainkan untuk melihat apa yang bisa kami bantu. Kolaborasi ini adalah langkah nyata menuju peningkatan kualitas,” ujarnya dengan penuh empati.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, berbagai hal penting mengemuka mulai dari kebijakan kementerian, peningkatan kerja sama antar lembaga, hingga penguatan tata kelola akademik dan dosen.

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah pentingnya pangkalan data perguruan tinggi yang kuat, karena menjadi indikator utama dalam penilaian Kementerian Agama.

“Alhamdulillah, IUQI sudah memiliki basis data mahasiswa dan dosen yang cukup baik. Namun, administrasi dosen tetap perlu dibenahi, terutama terkait SK dosen dari yayasan yang menjadi dasar legal pengakuan,” ungkap Wildan.

Isu peningkatan jabatan dosen dan rektor juga turut dibahas. Menurut penjelasan beliau, setiap tahapan kenaikan jabatan harus dilakukan bertahap dan sesuai masa kerja, dengan memperhatikan kesesuaian bidang keilmuan.

Di sisi lain, Pak Abdullah menambahkan bahwa pengajuan dosen dan proses kesetaraan (inpassing) juga perlu memperhatikan regulasi KMA 28 dan LK, yang mengharuskan dosen bersertifikat atau sudah “sendross”.

Ia menekankan, hal ini sejalan dengan misi IUQI untuk menjadi kampus yang unggul, terkemuka, dan berdampak.

Kegiatan Monev ini menjadi refleksi bersama bahwa peningkatan mutu perguruan tinggi bukan hanya tentang angka akreditasi, tetapi tentang membangun ekosistem akademik yang sehat, transparan, dan kolaboratif.

Melalui semangat sinergi antara Kopertais dan IUQI, diharapkan ke depan nya lahir lebih banyak inovasi dan langkah nyata untuk mewujudkan pendidikan tinggi Islam yang berdaya saing dan berkarakter unggul sesuai cita-cita besar IUQI Bogor.***

Indonesian Creator Night 2025: Malam Puncak Perayaan Kreativitas dan Inspirasi Kreator Digital Tanah Air, Live dan Eksklusif di RCTI!

0

Bogordaily.net – RCTI kembali menyelenggarakan malam puncak bagi dunia digital di Indonesia yang akan bersinar terang pada acara Indonesian Creator Night 2025.

Sebagai Home of Awarding, RCTI akan menghadirkan sebuah perayaan spektakuler yang didedikasikan untuk memberikan mengapresiasi para kreator digital terbaik tanah air serta mereka yang telah menginspirasi, menghibur, dan membawa perubahan positif melalui karya kreatif di platform digital.

Indonesian Creator Night menjadi malam puncak yang mempertemukan berbagai figur inspiratif dari dunia digital mulai dari kreator gaming yang memacu adrenalin, kreator makanan yang membagikan info dan resep makanan viral, musisi digital yang menciptakan tren baru, kreator olahraga yang memotivasi untuk hidup sehat, edukator dan tech reviewer yang selalu update perkembangan teknologi.

Acara ini bukan hanya ajang penghargaan semata, melainkan perayaan komunitas kreator Indonesia yang terus tumbuh pesat di tengah era digital.

Tetapi hadir sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi semangat, dedikasi, dan kreativitas para kreator, yang dengan konsistensi dan ide-ide briliannya telah menjadi inspirasi bagi banyak orang di seluruh penjuru negeri.

Malam puncak ini juga menjadi momen penting untuk mempererat solidaritas antar kreator, membuka peluang kolaborasi lintas genre, serta menumbuhkan ekosistem digital yang positif dan saling mendukung.

Panggung megah Indonesian Creator Night 2025 akan diramaikan oleh bintang tamu dan kreator terpopuler Indonesia dari berbagai kategori.

Mereka siap menampilkan karya dan performa terbaiknya, sekaligus berbagi kisah perjalanan inspiratif dalam dunia digital.

Beberapa nama besar yang akan hadir membacakan nominasi dan memberikan apresiasi di Indonesian Creator Night 2025 kepada para top creator, antara lain Amanda Manopo, Sara Wijayanto, Fajar Sadboy, Nessie Judge, Anwar Sanjaya, Atta Halilintar, Happy Asmara, Nycta Gina, Rizky Kinos, Ria Ricis, Irfan Hakim, Chateez, Fanny Ghasani, Juna Rorimpandey dan Devina Hermawan.

Tidak hanya memberikan apresiasi pada top creator, Indonesian Creator Night 2025 yang akan dipandu oleh Raffi Ahmad dan Desta akan semakin meriah dengan deretan musisi yang akan memberikan penampilannya antara lain: Adrian Khalif, Ziva Magnolya, Fajar Noor, Piche Kota, Rara Sudirman, Angie Carvalho, Juan Reza, Happy Asmara, Chesylino dan Faris Adam.

Dengan kombinasi musik, hiburan, dan penghargaan yang penuh kejutan, malam ini dijamin menjadi salah satu peristiwa paling berkesan di dunia hiburan digital tahun ini.

Hadir dengan semangat besar merayakan karya anak bangsa, Indonesian Creator Night 2025 menjadi acara untuk mempererat hubungan antar kreator, serta menginspirasi kolaborasi lintas platform dan genre.

Dalam satu panggung megah, semua bentuk kreativitas bertemu dari tawa, musik, gaming, edukasi, hingga inspirasi yang menyentuh hati.

Ini adalah malam ketika dunia digital Indonesia bersatu untuk saling mengapresiasi, berbagi semangat, dan menunjukkan bahwa kreativitas lokal mampu bersaing di panggung global.

Jangan lewatkan dan saksikan malam puncak Indonesian Creator Night 2025, Kamis, 30 Oktober pukul 21.00 WIB, LIVE dan eksklusif hanya di RCTI!

Untuk pengalaman menonton terbaik, gunakan STB atau TV digital, dan pastikan antena Anda diarahkan ke pemancar RCTI. Jika ada gangguan sinyal, hubungi RCTI Layanan Solusi Digital melalui WhatsApp di 08569003900. Ikuti juga informasi terkini melalui Instagram resmi @officialRCTI.***

Menteri Maman Sebut Penyaluran KUR Serap 11 Juta Tenaga Kerja

0

Bogordaily.net – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyebutkan bahwa sebanyak 11 juta tenaga kerja terserap berkat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM hingga Oktober 2025.

“Penyaluran Rp220 triliun KUR dari Januari hingga Oktober 2025 telah menyerap tenaga kerja kurang lebih sekitar 11 juta orang,” kata Menteri Maman saat menjadi narasumber acara Satu Tahun Berdaya: Gotong Royong Menuju Kemandirian yang diselenggarakan oleh Kemenko Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta, Selasa 28 Oktober 2025.

Menteri Maman menjelaskan, hingga 23 Oktober 2025, Kementerian UMKM telah menyalurkan KUR sebesar Rp220 triliun dari plafon anggaran Rp300 triliun kepada lebih dari 3,75 juta debitur.

Program ini diprioritaskan untuk UMKM di sektor produktif agar menghasilkan dampak ekonomi yang lebih besar.

Mengacu pada riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), setiap pengusaha penerima KUR rata-rata mempekerjakan dua sampai tiga orang tenaga kerja.

Dengan demikian, sebanyak 3,75 juta debitur KUR tahun ini telah memberikan lapangan pekerjaan bagi sekitar 11 juta tenaga kerja.

“Hingga 23 Oktober, realisasi KUR ke sektor produksi telah mencapai 60,7 persen, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Kami optimistis angka tersebut akan menembus 61–62 persen pada akhir Desember 2025,” ujar Maman.

Sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat daya saing UMKM, Maman menegaskan bahwa Kementerian UMKM akan segera meluncurkan platform SAPA UMKM dan Kartu Usaha.

SAPA UMKM dirancang sebagai platform terintegrasi yang menghubungkan berbagai program kemudahan, pelindungan, dan pemberdayaan UMKM, baik dari pemerintah maupun nonpemerintah.

Melalui SAPA UMKM, para pengusaha yang telah terdaftar akan memperoleh Kartu Usaha, yang memungkinkan mereka menerima berbagai fasilitas dan insentif guna memperkuat usaha dan meningkatkan produktivitas.

Selain itu, Kementerian UMKM juga melaksanakan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro, yang menjadi wadah kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam memberikan legalitas dan sertifikasi kepada pengusaha mikro.

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong alokasi 30 persen infrastruktur publik sebagai area komersial bagi UMKM.

Hingga kini, sebanyak 392 unit infrastruktur publik meliputi bandara, terminal, pelabuhan, dan stasiun telah ditempati oleh sekitar 6.400 UMKM.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis Kementerian UMKM untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.

Cak Imin menegaskan bahwa setiap kementerian, lembaga negara, dan pemerintah daerah perlu berperan aktif dalam merancang program-program yang mendorong penyerapan tenaga kerja serta membuka ruang tumbuh bagi UMKM.

Langkah tersebut, katanya, menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah menghapus kemiskinan ekstrem pada 2026 dan menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 5 persen pada 2029.

“Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri, bertumpu pada kemampuan dan kemandirian sehingga terwujud masyarakat yang produktif dan mandiri,” kata Muhaimin.***