Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 32

CamilanQ Angkat Pastel Abon “Jadul” dari Surakarta Terus Berkembang Berkat Dukungan LinkUMKM BRI

0

Bogordaily.net – Berangkat dari camilan jadul yang dikemas menarik, CamilanQ tumbuh sebagai usaha kuliner di Surakarta sejak 2020 dengan Pastel Abon sebagai produk utama.

Pemasaran dijalankan melalui penjualan online dan offline, serta penguatan eksposur di pameran dan event, dengan jangkauan pasar lokal hingga antar kota.

Pastel Abon CamilanQ dikenal dengan karakter gurih dan renyah, sekaligus dijaga melalui konsistensi rasa khas dan penggunaan bahan baku berkualitas. Pendekatan tersebut menjadi dasar untuk mempertahankan permintaan pelanggan di tengah perubahan selera pasar dan
dinamika kanal penjualan.

Founder CamilanQ Sri Lestari Rahayu menyampaikan bahwa pengembangan usaha dilakukan secara bertahap dengan fokus pada kualitas produk, promosi, dan layanan pelanggan agar pertumbuhan berjalan lebih stabil.

Proses tersebut juga mendorong penguatan pemasaran melalui kanal digital seiring meningkatnya kebutuhan menjangkau pembeli yang lebih beragam.

“CamilanQ dimulai dari hobi membuat kue dan camilan di rumah. Ide awalnya dari membuat pastel abon untuk keluarga dan tetangga, lalu banyak yang suka dan minta dibuatkan lagi. Tahun 2020 mulai jalan, awalnya jualan online di media sosial. Proses membangun usaha dengan terus meningkatkan kualitas produk, promosi, dan melayani pelanggan dengan baik,” ujarnya.

Untuk memperkuat kemampuan digital, Sri menyampaikan bahwa LinkUMKM BRI dimanfaatkan untuk memperluas pasar melalui pelatihan digital marketing serta akses ke platform ecommerce, termasuk pemanfaatan fitur promo digital.

CamilanQ juga menggunakan QRIS BRI serta tabungan BRI untuk membantu pengelolaan keuangan usaha.

“Mengenal LinkUMKM BRI dari Rumah BUMN Solo, saya bergabung karena ingin meningkatkan kemampuan digital dan memperluas pasar. LinkUMKM membantu melalui pelatihan digital
marketing dan akses ke platform e-commerce, sementara fitur yang saya gunakan adalah promo digital. Setelahnya, omzet meningkat dan jangkauan pasar lebih luas,” ungkapnya.

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, dari peningkatan kapasitas hingga penguatan akses pasar.

Platform ini menghadirkan 6 fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung lebih dari 750 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku usaha.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa LinkUMKM BRI dirancang untuk memperluas akses pembelajaran dan pendampingan agar UMKM dapat memperkuat kemampuan digital serta menata pengelolaan usaha secara lebih terarah.

“LinkUMKM membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang relevan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari penguatan dasar hingga peningkatan kapasitas untuk berkembang. Kami mendorong UMKM memanfaatkan ekosistem pembelajaran dan pendampingan agar pengelolaan usaha berjalan lebih terarah dan adaptif. Melalui penguatan tersebut, BRI berkomitmen memperkuat UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.***

Jadwal One Way dan Contraflow Puncak Arus Balik Lebaran 2026

0

Bogordaily.net — Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi mulai terjadi hari ini, Selasa (24/3/2026). Untuk mengurai kepadatan kendaraan, kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way hingga contraflow di sejumlah ruas tol utama.

Kebijakan one way dan contraflow ini bersifat situasional, mengikuti diskresi kepolisian berdasarkan kondisi di lapangan. Masyarakat dapat memantau informasi terbaru terkait jadwal rekayasa lalu lintas melalui akun Instagram resmi NTMC Korlantas Polri.

Mengutip Divisi Humas Polri, puncak arus balik tahun ini diperkirakan terjadi dalam dua gelombang. Tahap pertama berlangsung pada 23-24 Maret 2026, sementara tahap kedua diprediksi terjadi pada 28-29 Maret 2026.

“Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi bersama stakeholder, arus balik diperkirakan terbagi dalam dua tahap. Dengan pola tersebut, diharapkan kepadatan dapat terurai dan perjalanan tetap berjalan lancar,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho.

Sebagai langkah antisipasi lonjakan kendaraan, Polri resmi memberlakukan one way nasional mulai hari ini. Skema ini diterapkan dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama) arah Jakarta.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara langsung membuka penerapan one way nasional tersebut melalui prosesi flag off di GT Kalikangkung, Semarang, pukul 14.25 WIB.

Ia mengungkapkan, hingga 24 Maret 2026, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta melalui jalan tol tercatat mencapai sekitar 2,38 juta unit.

“Karena kita perkirakan puncak arus balik terjadi hari ini, maka sore ini kita laksanakan one way nasional,” kata Sigit.

Selain rekayasa lalu lintas, kepolisian juga memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk pengoperasian tol fungsional guna memperlancar arus kendaraan menuju Jakarta.***

Mulai Disusun, Pemkot Bogor Siapkan WFH 1 Hari/Minggu

0

Bogordaily.net – Pembelajaran dari energi mahal itu mulai terasa. Bukan di Timur Tengah. Tapi di meja rapat Balai Kota Bogor.

Selasa siang itu, udara di Kota Bogor terasa biasa saja. Namun yang dibahas di dalamnya tidak biasa. Pemerintah Kota Bogor mulai menggodok satu skema: bekerja dari rumah, satu hari dalam sepekan.

Itu bukan sekadar gaya hidup baru. Itu strategi bertahan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyebut rapat dimulai pukul 13.00 WIB. Agenda utamanya jelas: menindaklanjuti arahan pemerintah pusat.

Arahannya sederhana, tapi dampaknya luas: tekan konsumsi BBM.

Ada benang merah yang ditarik jauh. Sangat jauh. Sampai ke Timur Tengah. Geopolitik di sana, kata Dedie, ikut menentukan pasokan energi ke Indonesia. Dan ujungnya: ke aktivitas harian warga Bogor.

“Pelan-pelan akan kami sampaikan ke masyarakat,” ujar Dedie.

Tidak frontal. Tidak mendadak. Persuasif. Itu kata kuncinya.

Pemerintah kota tidak ingin kebijakan ini terasa seperti paksaan. Tapi sebagai kesadaran bersama. Bahwa energi tidak lagi bisa dianggap murah dan selalu tersedia.

Skemanya masih digodok. Belum final. Tapi bayangannya sudah terlihat.

Sekolah. Kantor pemerintahan. Bahkan sektor swasta. Semua akan ikut.

Satu hari bekerja dari rumah. Enam hari lainnya tetap seperti biasa.

Tapi satu hari itu bisa berarti banyak. Mengurangi perjalanan. Menghemat BBM. Menekan emisi.

Dan mungkin—mengubah cara kerja kita selamanya.

Dedie tidak ingin terburu-buru. Ia menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. Kota hanya akan mengikuti ritme yang sudah ditentukan.

Namun satu hal sudah pasti: perubahan akan datang. Kemungkinan besar setelah 1 April 2026.

Dan warga Bogor, suka atau tidak, akan menjadi bagian dari eksperimen besar itu.***

Danramil Nanggung Monitoring Akses Jalan Nirmala Jelang Lonjakan Libur Lebaran.

0

Bogordaily.net – Danramil 2117/Nanggung, Kapten CBA Syahril, turun langsung melakukan monitoring wilayah di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini difokuskan pada pengecekan akses Jalan Nirmala guna memastikan keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.

Sebagai informasi, akses jalan Nirmala tersebut mulai tersentuh pembangunannya pada masa kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

Monitoring dilakukan bersama unsur Polsek Nanggung, Satpol PP Kecamatan, Sekretaris Desa Malasari, serta Ketua BPD Desa Malasari. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas kewilayahan Koramil 2117/Nanggung, Kodim 0621/Kabupaten Bogor dalam menjaga kondisi wilayah tetap aman dan kondusif.

Kapten CBA Syahril menjelaskan, monitoring dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran akses jalan yang digunakan masyarakat dengan intensitas tinggi selama masa libur lebaran 2026.

“Monitoring Wilayah ini kami lakukan untuk memastikan kondisi akses jalan tetap aman dilalui masyarakat, terutama saat mobilitas meningkat di masa libur Lebaran. Kami ingin memastikan tidak ada potensi gangguan yang dapat menghambat aktivitas warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan Jalan Nirmala memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung antarwilayah, termasuk akses menuju kawasan wisata di Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Seperti diketahui, Jalan Nirmala di Desa Malasari sebelumnya dikenal sebagai salah satu akses yang cukup lama terabaikan. Namun kini, melalui program Karya Bhakti TNI Tahun 2025 yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Bogor, jalan tersebut tengah dalam tahap penyelesaian pembangunan.

Dengan panjang sekitar 18 kilometer, perbaikan jalan ini diharapkan mampu membuka kembali konektivitas antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi serta sektor pariwisata di wilayah tersebut.

Danramil menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara berkala, terutama pada titik-titik rawan, guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas.

“Kami bersama unsur terkait akan terus bersinergi melakukan pemantauan wilayah, khususnya di jalur-jalur vital seperti ini, agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas,” tambahnya.

Dengan adanya monitoring ini, diharapkan arus mobilitas masyarakat selama libur Lebaran dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti, sekaligus meminimalisir potensi gangguan keamanan di wilayah Kecamatan Nanggung.***

H+3 Lebaran, Arus lalu Lintas di Kawasan Puncak Bogor Ramai Lancar, One Way Masih Diberlakukan

0

Bogordaily.net – Situasi arus lalu lintas di kawasan Puncak Bogor tepatnya di Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor pada h+3 lebaran terpantau ramai lancar pada Selasa 24 Maret 2026.

Berdasarkan pantauan Bogordaily.net sekitar pukul 09.25 WIB dilokasi terlihat, kendaraan yang menuju ke arah puncak terpantau lengang dibandingkan kemarin.

Adapun, Satlantas Polres Bogor masih memberlakukan sistem one way dari arah Jakarta menuju Puncak.

Kasat Lantas Polres Bogor, Iptu Afif Widhi Ananto menjelaskan bahwa, saat Ini pihaknya masih memberlakukan one way arah Puncak.

“Pada tadi pagi, pukul 8.00, kami melaksanakan one-way dari arah bawah menuju ke Puncak untuk mengakomodir arus wisata yang dari arah Jakarta,” kata Iptu Afif kepada wartawan.

Menurut Afif, hari ini ada sedikit penurunan jumlah arus kendaraan dibandingkan hari kemarin.

“Untuk hari ini, sampai dengan pukul 9.00, arus wisata yang menuju ke arah Puncak menurun dibandingkan hari sebelumnya, di mana pada hari sebelumnya one-way sudah diterapkan sejak pukul 7.00, namun hari ini baru diterapkan pukul 8.00.” jelasnya

Sementara itu, kata Afif, penurunan terjadi sekitar 25 persen atau sekitar 5 ribu kendaraan dibandingkan kemarin mencapai 8 ribu kendaraan pada pukul 08.00 WIB.

“Untuk penurunannya dibandingkan hari kemarin, sekitar 25 persen yang arus dari Jakarta menuju ke Puncak,” ungkap Afif.***

Albin

Diduga Langgar Aturan Upah dan Jaminan Sosial, Perusahaan di Bogor Dilaporkan

0

Bogordaily.net – Seorang pekerja gondola yang bertugas di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bogor secara resmi melayangkan laporan pengaduan normatif ketenagakerjaan kepada UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Bogor terkait dugaan kekurangan pembayaran upah, pelanggaran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemotongan upah secara sepihak.

Pekerja atas nama M. Fikri Dwi Januar melaporkan PT Dhimas Cahaya Wahyu Anugrah atas dugaan tidak membayarkan upah sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bogor Tahun 2025 dan 2026.

Berdasarkan data dan dokumen yang dilampirkan dalam laporan, UMK Kabupaten Bogor Tahun 2025 sebesar Rp 4.877.211 dan Tahun 2026 sebesar Rp 5.161.769. Namun dalam praktiknya, upah yang diterima pekerja setiap bulan berada jauh di bawah ketentuan tersebut.

Total kekurangan upah yang dihitung sejak Januari 2025 hingga Februari 2026 mencapai Rp 43.538.909. Rinciannya terdiri dari:

Kekurangan upah Tahun 2025 sebesar Rp 36.162.755

Kekurangan upah Tahun 2026 (Januari–Februari) sebesar Rp 7.376.154

Selain itu, perusahaan juga diduga melakukan penahanan sisa upah sebesar Rp 500.000 dengan alasan kehilangan APD K3 (body harness), tanpa adanya berita acara kehilangan, tanpa pembuktian kesalahan pekerja, serta tanpa kesepakatan tertulis.

Dalam aspek jaminan sosial ketenagakerjaan, pekerja menyatakan tidak didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak awal bekerja pada Desember 2024 hingga Juli 2025.

Pendaftaran baru dilakukan pada Agustus 2025. Terdapat pula kesalahan penulisan nama dalam data kepesertaan yang menyebabkan saldo Jaminan Hari Tua (JHT) belum dapat diklaim.

Dalam pengaduannya, pekerja memohon agar UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Bogor:

  • Melakukan pemeriksaan normatif terhadap perusahaan.
  • Memerintahkan perusahaan membayar seluruh kekurangan upah sesuai ketentuan UMK yang berlaku.
  • Memerintahkan pengembalian upah yang ditahan sebesar Rp 500.000.
  • Memerintahkan pelunasan kewajiban iuran dan hak BPJS Ketenagakerjaan sejak awal masa kerja.
  • Menerbitkan Nota Pemeriksaan apabila terbukti terdapat pelanggaran ketenagakerjaan.

Pengaduan ini diajukan sebagai bentuk upaya memperoleh kepastian hukum dan perlindungan hak normatif pekerja sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.

Hingga rilis ini diterbitkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut.***

BeeFam’s Kembangkan Usaha Madu Trigona di Jakarta Barat melalui LinkUMKM BRI

0

Bogordaily.net – Bee Family Healthy atau BeeFam’s merupakan usaha Madu Trigona di Jakarta Barat yang berdiri pada 2018 dan menawarkan Madu Trigona serta Bee Polen Trigona sebagai produk yang paling diminati.

Karakter rasa madu trigona yang sedikit asam menjadi keunggulan BeeFam’s.
Founder BeeFam’s Risky menyampaikan bahwa BeeFam’s berawal dari pengalaman sebagai relawan bencana pada Gempa Lombok 2018 yang memperkenalkannya pada manfaat madu trigona di situasi darurat. Pengalaman tersebut mendorongnya menekuni budidaya lebah trigona secara serius.

“Pada tahun 2018, saat terjadi Gempa Lombok 2018, saya terlibat sebagai relawan yang membantu para penyintas bencana di Lombok. Di tengah kondisi darurat, keterbatasan makanan dan obat-obatan membuat banyak orang harus bertahan dengan apa yang tersedia di alam sekitar. Saat itu saya melihat sesuatu yang sangat berharga: madu dari lebah trigona menjadi salah satu sumber energi alami yang membantu para penyintas tetap bertahan. Madu tersebut dimanfaatkan untuk menjaga stamina, membantu pemulihan tubuh, dan menjadi alternatif nutrisi ketika akses makanan sangat terbatas,” ujarnya.

Produk BeeFam’s dipasarkan melalui kanal offline/gerai, reseller, marketplace, social commerce, B2B, serta pameran dan event, dengan jangkauan pembeli dari pasar lokal hingga antar kota dan antar pulau.

Risky menyampaikan bahwa BeeFam’s memanfaatkan LinkUMKM BRI sebagai wadah belajar sekaligus memperluas jejaring dengan pelaku UMKM di berbagai wilayah. Kesempatan terhubung dengan pelaku usaha lain dan akses pembelajaran membantu BeeFam’s memperkuat langkah pengembangan usaha madu trigona.

“BeeFam’s pertama kali mengenal LinkUMKM BRI melalui informasi di media digital dan komunitas pelaku UMKM yang sering membagikan program pengembangan usaha dari Bank Rakyat Indonesia. Saat itu, saya sedang mencari wadah belajar yang dapat membantu mengembangkan usaha madu trigona yang sedang saya rintis. Ketika mempelajari lebih jauh, saya melihat bahwa LinkUMKM BRI menyediakan banyak materi edukasi, pelatihan, serta kesempatan untuk terhubung dengan pelaku UMKM lainnya di seluruh Indonesia. Hal tersebut membuat saya tertarik untuk bergabung dan aktif, karena BeeFam’s ingin terus belajar, berkembang, serta memperluas jaringan usaha agar dapat membawa manfaat lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan melalui budidaya lebah trigona,” ungkapnya.

Dalam kegiatan usaha sehari-hari, BeeFam’s menggunakan layanan BRI seperti QRIS BRI, layanan transaksi, pembiayaan, dan tabungan untuk mendukung penjualan serta pengelolaan usaha. Pemanfaatan pembayaran nontunai membantu transaksi lebih cepat dan praktis, sekaligus mendukung pencatatan pemasukan agar pengelolaan usaha lebih tertib.

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, dari peningkatan kapasitas hingga penguatan akses pasar. Platform ini menghadirkan 6 fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung lebih dari 750 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku usaha.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa penguatan UMKM, termasuk BeeFam’s, perlu dijalankan melalui pembelajaran yang relevan agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas dan memperluas pasar secara bertahap. Dalam ekosistem LinkUMKM, BRI memperluas akses pembelajaran dan pendampingan agar UMKM lebih siap mengembangkan strategi usaha di berbagai kanal, termasuk kanal digital.

“LinkUMKM membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang relevan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari penguatan dasar hingga peningkatan kapasitas untuk berkembang. Kami mendorong UMKM memanfaatkan ekosistem pembelajaran dan pendampingan agar pengelolaan usaha berjalan lebih terarah dan adaptif terhadap kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Melalui program tersebut, BRI berkomitmen memperkuat UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.***

“Motor Senyum” Cara Polres Bogor Hibur Pengendara di Kemacetan Puncak

0

Bogordaily.net – Antrean itu panjang. Pelan. Kadang berhenti total. Jalur Puncak memang begitu setiap Lebaran. Apalagi saat sistem one way diberlakukan. Sabar jadi barang mahal.

Di situ, muncul sesuatu yang tidak biasa: “Motor Senyum”.

Bukan sekadar sepeda motor. Ia berjalan pelan, menyusuri barisan kendaraan yang mengular. Di atasnya, polisi. Tapi bukan membawa buku tilang. Mereka membawa makanan ringan dan minuman.

Gratis.

Program “Motor Senyum” ini digagas Satuan Lalu Lintas Polres Bogor saat Operasi Ketupat Lodaya 2026. Tujuannya sederhana: meredam stres. Mengganti wajah tegang pengendara dengan sedikit senyum.

Kasat Lantas Polres Bogor, Ajun Komisaris Polisi Afif Widhi Ananto, tahu betul situasinya. Menunggu one way dibuka itu menguji emosi. Panas. Lelah. Bosan.

“Mereka butuh disapa,” kira-kira begitu pesannya.

Motor jadi pilihan. Lebih lincah. Bisa menembus titik-titik yang tak terjangkau mobil. Bahkan sampai ke barisan belakang—tempat yang sering paling menderita.

Di situlah “Motor Senyum” bekerja.

Bukan hanya soal camilan. Tapi juga percakapan singkat. Sapaan. Senyum dari petugas. Hal-hal kecil yang sering dilupakan, tapi justru paling terasa saat dibutuhkan.

Anak-anak yang mulai rewel, tiba-tiba diam saat diberi makanan ringan. Orang tua yang mulai gelisah, sedikit lebih tenang. Jalan memang belum bergerak. Tapi suasana berubah.

Itu yang dicari.

Di tengah padatnya jalur wisata di Kabupaten Bogor, pendekatan seperti ini terasa berbeda. Polisi tidak hanya mengatur arus. Tapi juga menjaga rasa.

Karena macet tidak selalu bisa dihindari. Tapi tegang—itu bisa dikelola.

Dan Motor Senyum memilih cara paling sederhana: hadir, menyapa, dan berbagi.***

Jalan Mulus, Wisata Nirmala Kini Jadi Primadona

0

Bogordaily.net — Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyulap kawasan wisata Nirmala di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, menjelma menjadi primadona destinasi wisata baru, setelah membangun infrastruktur jalan Nirmala yang sebelumnya rusak parah. Wisatawan berdatangan untuk merasakan akses jalan yang mulus dengan pemandangan indah perbukitan kebun teh Nirmala.

Wisatawan dari luar kecamatan Nanggung bahkan dari luar kota berbondong-bondong berkunjung pada momentum libur lebaran, Senin (23/3) membuat situasi ramai seperti di kawasan Puncak saat akhir pekan.

Perubahan signifikan tersebut menjadi bukti nyata pembangunan infrastruktur di era Bupati Bogor, Rudy Susmanto, khususnya melalui pembangunan Jalan Nirmala yang sebelumnya rusak parah.

Sebelumnya, akses menuju kawasan wisata di kaki Taman Nasional Gunung Halimun Salak itu dikenal sulit dilalui. Kondisi jalan berbatu dan berlumpur saat hujan membuat wilayah tersebut terkesan terisolasi selama puluhan tahun. Kini, wajahnya berubah total menjadi jalan mulus yang nyaman dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Perubahan tersebut berdampak langsung terhadap meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Pada momen libur Idul Fitri, arus kendaraan menuju kawasan Nirmala terpantau padat. Bahkan, suasananya disebut-sebut mulai menyerupai kawasan Puncak saat akhir pekan.

Ucapan terima kasih mengalir kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto, yang dinilai telah mewujudkan mimpi warga yang selama ini hanya bisa mereka harapkan. Baru kali ini warga merasakan dampak pembangunan yang begitu nyata. Setelah lebih dari 80 tahun Indonesia merdeka, mereka akhirnya menikmati akses jalan yang layak.

“Terima kasih atas pembangunan yang dilakukan Bapak Rudy Susmanto. Kini desanya mulai dikenal luas sebagai destinasi wisata baru,” ujar warga.

Menurutnya, sekarang Desa Malasari sudah seperti kawasan wisata di Puncak. Banyak kendaraan dari luar kecamatan bahkan dari Jakarta dan Tangerang. Kondisi ini turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat, seiring bertambahnya kunjungan wisatawan.

Pembangunan Jalan Nirmala sendiri menjadi salah satu proyek strategis yang membuka akses penghubung antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Lebih dari sekadar infrastruktur, pembangunan ini dinilai sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil.***

Marka, Pemandu Kita Berkendara

0

Oleh: Mohammad Nasir, Wartawan Senior, Kolumnis, dan peserta Diskusi Forum Wartawan Kebangsaan (FWK)

SAAT perjalanan mudik lebaran idul fitri atau perjalanan sehari-hari di jalan raya, marka jalan diperlukan untuk keselamatan berkendara.
Marka jalan berfungsi sebagai pemandu kita berkendara.

Keberadaan marka sangat dibutuhkan dan ini merupakan hak pengguna jalan. Karena itu, pemerintah selain membangun jalan juga diharapkan melengkapinya dengan marka.

Para pengendara kendaraan bermotor pasti tahu yang namanya marka jalan. Ketika mengambil surat izin mengemudi (SIM) di kantor kepolisian, pengemudi juga sudah ditanya tentang tentang fungsi marka.

Wujudnya berupa garis putih dan kadang-kadang kuning, membujur di jalan. Ada juga marka melintang dan serong seperti di tempat penyeberangan (zebra cross).

Di antara pengguna jalan raya ada yang bertanya, untuk apa marka?. Bukan kah marka hanya menjadi alat polisi lalu lintas untuk menjebak pengendara kendaraan bermotor, lalu terjadi cekcok mulut polisi dan pengendara yang dianggap melanggar marka jalan?

Tentu saja pembuatan marka jalan bukan untuk menjebak pengemudi, kemudian ditilang, karena dianggap melanggar, roda ban menggelinding di atas marka yang tidak boleh dilalui. Fungsi marka jalan untuk memandu pengendara supaya terhindar dari kecelakaan.

Tanpa marka jalan, pengendara akan terancam saling menyerobot lajur jalan, terancam menabrak pagar pembatas, bahkan terancam terperosok ke parit, terutama pada malam hari dan saat hujan lebat.

Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan dalam pasal 3 ayat 1 disebutkan, “Marka Jalan berfungsi untuk mengatur lalu lintas,
memperingatkan, atau menuntun pengguna jalan dalam berlalu lintas”.

Dilanjutkan pada ayat 2, bahwa Marka Jalan berupa: peralatan atau
tanda. Kemudian pasal 4, ayat 1 menyebutkan Marka Jalan, dapat berwarna putih, kuning, merah, dan warna lainnya, sesuai fungsinya.

Apa pun warnanya dipersyaratkan mengkilat atau memantulkan cahaya ketika menerima sorot lampu kendaraan.

Soal marka jalan yang diharapkan memantul ini kadang-kadang tidak sesuai harapan. Di musim hujan, banyak marka jalan hanya terlihat samar-samar, bahkan hilang terhapus.

Saya pernah panik karena tidak melihat marka jalan. Ketika itu suatu sore Januari 2026, hujan deras mengguyur kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Di jalan menanjak, jarak pandang ke depan dan ke samping dari dalam mobil sangat pendek. Marka jalan warna putih yang biasanya menjadi patokan aman berkendara di jalan tidak terlihat.

Dua pasang karet penyapu kaca depan mobil sudah saya hidupkan dengan interval maksimal, didukung lampu kabut warna cahaya agak kuning, serta lampu besar, tetapi tidak membuat jalan terlihat terang.

Harapan saya satu-satunya bisa melihat marka yang membujur di jalan, tetapi tidak terlihat. Saya panik. Saya kehilangan arah. Saya menarik napas dalam-dalam untuk mengurangi rasa panik.

Untuk menghindari ditabrak mobil lain dari belakang, saya juga menyalakan lampu kedip (hazard), sambil menjalankan mobil dengan sangat pelan, meraba-raba jalan.

Saya jadi ingat pesan mertua saya pensiunan tentara di Cimahi, kalau ke Bandung lewat Puncak saat hujan, perhatikan saja marka jalan warna putih. Itu patokannya. Tapi hari itu marka jalan tidak terlihat saat hujan deras.

Itu lah yang saya rasakan dan mungkin juga pengendara kendaraan bermotor lainnya ketika marka jalan tidak lagi terlihat jelas di malam hari, ketika kabut turun, atau saat hujan. Pengumudi akan kebingungan, seperti sedang dibiarkan tanpa penunjuk jalan.

Marka jalan menjadi hak pengguna jalan. Akan tetapi hak akan marka jalan harus diminta kepada siapa?
Dalam Pasal 54 Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan, disebutkan, (1) Penyelenggaraan marka jalan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 53 dilakukan oleh:
a. Menteri, untuk jalan nasional;
b. gubernur, untuk jalan provinsi;
c. bupati, untuk jalan kabupaten dan jalan desa; dan
d. walikota, untuk jalan kota.
(2) Penyelenggaraan marka jalan untuk jalan tol dilakukan oleh penyelenggara jalan tol setelah
mendapatkan penetapan
menteri”.

Mungkin saja pemilik kendaraan ketika membayar pajak kendaraan bermotor, sekalian menyampaikan hak-hak pengguna jalan raya, seperti fasilitas marka jalan, dan penerangan jalan.

Laporan sebaiknya dibuat tertulis, berisi keberadaan dan kondisi marka jalan: belum ada, ada tetapi sudah kusam, tidak berkilau lagi.

Bahkan mungkin sekalian menyampaikan keadaan jalan rusak yang membuat bagian kaki-kaki mobil cepat aus.

Surat disampaikan kepada menteri, gubernur, wali kota atau bupati sesuai kewenangan mereka. Walaupun, nanti yang mengerjakan perawatan atau pembuatan marka jalan sesuai peraturan (pasal 78), yaitu dilakukan oleh badan usaha
yang telah memenuhi persyaratan.

Pengendara punya hak pelayanan yang baik di jalan demi keselamatan, karena setiap tahun membayar pajak kendaraan bermotor.

Aparat negara harus menyadari pentingnya marka jalan bagi pengendara, bagi keselamatan berlalulintas.

Pada musim hujan badan jalan sering terendam genangan, meninggalkan lumpur dan menutup marka jalan. Petugas perlu mengontrol dan membersihkannya.

Dalam perjalanan saya lewat darat antara Tangerang -Jakarta- Lamongan, Jawa Timur, pada bulan Februari 2026, menemukan banyak ruas jalan yang belum dilengkapi marka.

Ada juga bekas marka yang sudah terhapus, tinggal beberapa potong garis yang sudah kusam, seperti yang terlihat di Kota Tangerang, beberapa ruas jalan di sekitar Semarang.***