Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 31

Berawal dari Baso Aci Rumahan, Tercabaikan Kembangkan Kuliner Tradisional Modern lewat Pemberdayaan BRI

0

Bogordaily.net – Berangkat dari ketertarikan mengembangkan kuliner berbasis tepung aci, brand kuliner Tercabaikan berkembang menjadi salah satu usaha makanan lokal di Bandung yang menghadirkan berbagai menu seperti Baso Aci, Cimol Bojot, Cireng Kuah, Mie Kocok, Kupat Tahu, Mie Ayam, hingga Cilok. Melalui pengembangan cita rasa serta inovasi produk, usaha ini berupaya menghadirkan kuliner tradisional dengan sentuhan yang lebih modern agar tetap relevan dengan selera pasar.

Produk Tercabaikan dikenal dengan cita rasa yang kaya akan bumbu serta beragam pilihan topping dan isian. Inovasi juga terus dilakukan untuk menjaga daya tarik produk, termasuk menghadirkan berbagai varian menu seperti kupat tahu dengan sambal geprek atau chili oil, hingga baso aci yang dapat disajikan dalam berbagai pilihan kuah seperti keju, seblak, maupun soto.

Pemilik usaha Tercabaikan Inggra DP mengungkapkan bahwa ide memulai usaha tersebut muncul setelah dirinya melihat tingginya minat masyarakat terhadap kuliner baso aci saat berkunjung ke Garut. Dari pengalaman tersebut, ia kemudian mencoba membuat versi sendiri di rumah hingga akhirnya berkembang menjadi usaha yang dijalankan hingga saat ini.

“Usaha ini berawal dari keputusan saya untuk berhenti dari pekerjaan sebelumnya. Ide membuat baso aci muncul ketika saya berkunjung ke Garut dan melihat sebuah toko baso aci yang sangat ramai hingga para pembeli rela mengantre sejak subuh. Dari situ timbul rasa penasaran, lalu saya mencoba membuat versi sendiri di rumah dan menjadikannya oleh-oleh untuk keluarga,” ujarnya.

Respons positif dari keluarga dan lingkungan sekitar mendorong usaha tersebut berkembang secara bertahap. Pada momen syukuran pernikahannya pada tahun 2017, Inggra juga membagikan baso aci kepada keluarga dan tetangga. Dari momen tersebut mulai muncul sejumlah pesanan pre-order yang kemudian menjadi titik awal berkembangnya usaha Tercabaikan hingga saat ini.

Dalam perjalanan membangun usaha, berbagai tantangan juga dihadapi, terutama pada tahap awal ketika seluruh proses usaha masih dijalankan sendiri, mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, hingga pemasaran.

Pengembangan pemasaran juga dilakukan melalui berbagai kanal digital seperti website, marketplace, media sosial, WhatsApp Business, serta layanan pesan antar.

Seiring berkembangnya usaha, Inggra juga terus berupaya meningkatkan kapasitas bisnisnya melalui berbagai pelatihan. Salah satunya dengan memanfaatkan platform LinkUMKM BRI, khususnya melalui program pelatihan yang diselenggarakan di Rumah BUMN Bandung.

“Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI sekitar tahun 2020 saat mengikuti pelatihan di Rumah BUMN. Dari sanalah saya diperkenalkan dengan berbagai program pelatihan yang disediakan oleh LinkUMKM. Menurut saya program ini sangat bermanfaat karena menyediakan pelatihan gratis yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, bahkan hingga topik-topik yang sedang tren seperti pelatihan mengenai kecerdasan buatan,” jelasnya.

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, mulai dari peningkatan kapasitas hingga penguatan akses pasar. Platform ini menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung 750 modul pembelajaran untuk memperkuat kemampuan soft skill maupun hard skill pelaku usaha.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa LinkUMKM BRI dirancang sebagai ekosistem pembelajaran yang membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas usaha secara berkelanjutan.

“Melalui LinkUMKM, BRI mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kapasitas usaha melalui akses pelatihan yang relevan dengan kebutuhan bisnis saat ini. Ekosistem ini juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas jejaring sekaligus menangkap peluang pasar yang semakin berkembang di era digital. Dengan penguatan kapasitas yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujarnya.***

Ratusan Reklame Tak Berizin Dibersihkan, KPP Bogor Raya: Langkah Tegas Demi Dongkrak PAD

0

Bogordaily.net — Penertiban ratusan reklame tak berizin oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor menjadi langkah nyata dalam menegakkan aturan sekaligus mengamankan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua KPP Bogor Raya, Beni Sitepu, menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk reformasi konkret dalam tata kelola pendapatan daerah yang selama ini kerap bocor akibat praktik reklame ilegal.

“Ini bukan sekadar penertiban biasa. Ini adalah langkah tegas dan berani dari Pemerintah Kota Bogor untuk menghentikan kebocoran PAD dari sektor reklame. Selama ini, banyak pihak yang memanfaatkan ruang publik tanpa izin, tanpa kontribusi yang jelas bagi daerah,” tegas Beni.

Ia juga menilai bahwa keberanian Bapenda dan Satpol PP harus didukung penuh oleh seluruh elemen masyarakat, karena selain menertibkan kota dari kesemrawutan visual, juga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan daerah.

“Setiap reklame ilegal yang ditertibkan adalah potensi PAD yang diselamatkan. Jika ini dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, maka Kota Bogor akan memiliki sumber pendapatan yang lebih optimal untuk pembangunan,” lanjutnya.

Beni juga mendesak agar tidak ada tebang pilih dalam penegakan aturan, termasuk terhadap pihak-pihak yang memiliki kekuatan politik maupun ekonomi.

“Penegakan hukum harus adil. Tidak boleh ada diskriminasi. Siapapun yang melanggar harus ditindak. Jika tidak, maka kepercayaan publik akan runtuh,” tambahnya.

KPP Bogor Raya berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ini agar berjalan transparan dan berkeadilan, serta mendorong pemerintah kota untuk memperkuat sistem pengawasan dan perizinan reklame ke depan.

“Ini momentum bersih-bersih. Jangan setengah hati. Jika perlu, lakukan audit menyeluruh terhadap seluruh titik reklame di Kota Bogor,” pungkasnya.***

Berawal dari Hobi Memasak dan Traveling, Produk Kriya Bertema Kuliner Nusantara Yummy Craft Terus Berkembang Berkat Pemberdayaan BRI

0

Bogordaily.net – Kreativitas pengusaha UMKM terus melahirkan produk unik yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia.

Salah satunya ditunjukkan oleh Yummy Craft, usaha kriya asal Jakarta Selatan yang menghadirkan berbagai produk dengan desain terinspirasi dari ragam kuliner Nusantara.

Didirikan pada tahun 2022, Yummy Craft mengembangkan produk kriya dengan pendekatan desain yang khas sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia melalui karya yang fungsional.

Inspirasi desain tersebut berasal dari dokumentasi visual berbagai hidangan yang diabadikan melalui hobi memasak dan traveling, yang kemudian dikembangkan menjadi motif pada berbagai produk kriya Yummy Craft.

Founder Yummy Craft Sri Kumala Ambarwati menuturkan bahwa ide awal usaha tersebut berangkat dari hobi pribadi yang kemudian berkembang menjadi peluang usaha.

“Berawal dari hobi masak dan traveling. Saya sering memotret hasil masakan sendiri, lalu foto-foto tersebut saya jadikan desain produk untuk merchandise teman-teman luar negeri yang datang ke Indonesia,” ujarnya.

Salah satu produk yang paling diminati pelanggan adalah Foldable Bag, tas lipat dengan desain kuliner Nusantara yang menggunakan bahan berkualitas sehingga dapat dicuci tanpa luntur.

Seiring berkembangnya usaha, berbagai desain yang awalnya dibuat sebagai merchandise kemudian berkembang menjadi produk dengan karakter tersendiri.

Melalui Yummy Craft, pendekatan desain tersebut menjadi identitas dalam memperkenalkan ragam kuliner Indonesia melalui produk kriya.

“Desain yang unik tidak hanya sebagai fashion, tetapi juga sarat edukasi budaya Indonesia,” jelasnya.

Selain menghadirkan desain yang terinspirasi dari kuliner Nusantara, Yummy Craft juga mengembangkan inovasi produk sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah usaha.

“Kami juga mengembangkan produk turunan yang sustainable dengan memanfaatkan daun gebang menjadi produk bernilai tinggi dan berpotensi sebagai komoditas ekspor,” tambahnya.

Saat ini, produk Yummy Craft dipasarkan melalui berbagai kanal offline seperti toko di pusat perbelanjaan, pusat oleh-oleh, serta galeri produk kreatif.

Pasarnya pun terus berkembang dengan pembeli yang berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, hingga Bandung.

Produk tersebut bahkan telah menjangkau pasar internasional, termasuk Jepang. Dalam perjalanan mengembangkan usaha, berbagai tantangan juga dihadapi, terutama dalam upaya memperluas jangkauan pasar.

“Tantangannya adalah rasa percaya diri. Harapan saya bisa terus berkarya dan menjangkau pasar internasional yang lebih luas lagi,” ungkapnya.

Dalam mengembangkan usahanya, Sri juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan usaha.

Keikutsertaannya dalam program LinkUMKM BRI yang dikenalnya melalui Rumah BUMN BRI Jakarta turut menambah jejaring usaha sekaligus membuat produknya semakin dikenal.

BRI melalui platform LinkUMKM terus menghadirkan ekosistem pembelajaran dan pendampingan bagi pengusaha UMKM di seluruh Indonesia.

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta UMKM sebagai sarana peningkatan kapasitas usaha secara daring, mulai dari penguatan kompetensi hingga perluasan akses pasar.

Platform tersebut menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung 750 modul pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kemampuan soft skill maupun hard skill pengusaha.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa UMKM kreatif yang mampu mengangkat kekayaan budaya lokal memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar yang lebih luas.

“Produk UMKM yang mampu mengangkat kekayaan budaya lokal sekaligus menghadirkan inovasi memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar yang lebih luas. Melalui penguatan kapasitas usaha dan inovasi yang berkelanjutan, pengusaha UMKM dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas akses pasar. Melalui LinkUMKM, BRI terus mendampingi UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga tingkat internasional,” pungkas Akhmad.***

Kemenkop Tegaskan Pembangunan Fisik Kopdes Merah Putih Harus di Atas Tanah “Clean and Clear”

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) memastikan konflik warga Desa Waiburak dan Desa Narasaosina, Kabupaten Flores Timur yang terjadi baru-baru ini tidak ada kaitan dengan pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih. Bentrokan tersebut terjadi karena perebutan kepemilikan hak atas tanah ulayat yang sudah terjadi sangat lama dan turun temurun.

“Dalam kesempatan ini kami ingin memberikan klarifikasi bahwa konflik yang terjadi antar kedua desa tidak terkait dengan pembangunan Kopdes Merah Putih. Ini adalah konflik lama antar Desa Waiburak dan Desa Narasaosina yang dipicu oleh sengketa tanah ulayat yang sudah ada turun temurun,” kata Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (25/3).

Zabadi menyampaikan hal tersebut sehubungan dengan pemberitaan di daerah yang menyebutkan terjadi bentrokan antar warga Desa Waiburak dan Desa Narasaosina, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yang dikaitkan dengan pembangunan Kopdes Merah Putih.

Zabadi menegaskan setiap pembangunan fisik Kopdes Merah Putih harus di atas tanah tidak ada sengketa atau berstatus clean and clear. Status tanah bebas dari sengketa sudah menjadi ketentuan dalam pendataan aset tanah pembangunan fisik Kopdes Merah Putih sesuai dengan Surat Edaran Menteri Koperasi Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pendataan Aset Tanah Dan/Bangunan Untuk Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, Dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Saat ini pun belum ada pembangunan Kopdes Merah Putih di desa itu. Pemerintah hanya akan menggunakan tanah lahan dengan status clean and clear, tidak dalam kondisi sengketa,” tegas Zabadi.

Ia mengatakan Kemenkop telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk mendapatkan informasi yang sebenar-benarnya terkait bentrok di kedua desa tersebut.

Dijelaskannya, Pemerintah Provinsi bersama Forkopimda telah turun langsung untuk melakukan penanganan dan koordinasi. Situasi saat ini sudah mulai pulih dan reda dan sedang dilakukan mediasi antar kedua pihak yang berkonflik melalui pendekatan dengan tokoh masyarakat dan pemerintah setempat.

Zabadi juga meminta agar masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak benar dan tidak mengaitkan konflik dengan pemerintah tanpa dasar yang jelas.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Nusa Tenggara Timur Linus Lusi secara daring menegaskan bahwa konflik di kedua desa tidak terkait dengan Kopdes Merah Putih. Konflik tersebut merupakan konflik lama yang sudah terjadi berulang dan turun temurun.

“Kami sudah turun langsung melakukan investigasi untuk mendapatkan informasi dari para tokoh masyarakat dan tidak ada pernyataan apapun terkait Kopdes Merah Putih, ini murni persoalan tanah ulayat,” kata Linus Lusi.

Linus Lusi menambahkan penyelesaian masalah tersebut, sedang dilakukan proses mediasi dan penegakan hukum.
***

Volume Kendaraan Menurun, One Way di Jalur Puncak Masih Diberlakukan

0

Bogordaily.net – Volume kendaraan di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, terpantau mengalami penurunan dari kedua arah, baik dari Jakarta menuju Puncak maupun sebaliknya.

Meski demikian, rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) masih tetap diberlakukan oleh pihak kepolisian.

Kasat Lantas Polres Bogor IPTU Afif Widhi Ananto mengatakan bahwa kondisi arus kendaraan saat ini relatif lebih landai dibandingkan sebelumnya, namun pengaturan lalu lintas tetap diperlukan guna menjaga kelancaran perjalanan.

“Volume kendaraan pada hari ini, baik yang berasal dari Jakarta menuju Puncak maupun dari Puncak ke Jakarta, sama-sama mengalami penurunan.Namun untuk saat ini, kami masih memberlakukan sistem one way,” ujar Iptu Afif.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap mematuhi aturan dan rekayasa lalu lintas yang telah diterapkan petugas di lapangan.

Hal ini dinilai penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bersama

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar mematuhi rekayasa lalu lintas yang sudah diberlakukan, sehingga seluruh perjalanan dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan aman,” tambahnya.

Pihak kepolisian akan terus memantau situasi arus lalu lintas di kawasan wisata Puncak dan melakukan penyesuaian rekayasa sesuai dengan kondisi di lapangan.***

Amaroossa Royal Bogor Luncurkan Promo “Book Direct Website Hotel”: Tawarkan Jaminan Harga Terbaik dan Keuntungan Eksklusif bagi Tamu

0

Bogordaily.net – Amaroossa Royal Bogor, hotel butik mewah yang terletak strategis di jantung Kota Bogor tepat di samping Tugu Kujang, secara resmi mengumumkan peluncuran kampanye terbaru bertajuk “Get Best Rate Guaranteed”.

Inisiatif ini mengajak para tamu untuk melakukan pemesanan kamar secara langsung melalui situs resmi hotel sebagai komitmen dalam memberikan nilai lebih dan pengalaman menginap yang lebih personal
Melalui program ini, tamu yang melakukan reservasi via situs web resmi Amaroossa Hotels akan mendapatkan diskon hingga 15% (syarat dan ketentuan berlaku). Selain keuntungan finansial, kampanye Book Direct ini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal sejak tahap perencanaan perjalanan.

Terdapat berbagai keuntungan eksklusif (Value-added Benefits) yang hanya tersedia bagi tamu yang memesan langsung, di antaranya:

Early Check-In & Late Check-Out: Fleksibilitas waktu yang lebih lama untuk menikmati fasilitas hotel.
Breakfast For 2 Persons: Sarapan pagi lezat untuk dua orang yang sudah termasuk dalam paket.

Easy Booking & Payment: Antarmuka pemesanan yang cerdas, cepat, serta sistem pembayaran yang aman dan praktis.

Layanan Terpersonalisasi: Akses komunikasi langsung dengan tim reservasi hotel untuk memastikan preferensi kamar terpenuhi.

Promo ini juga didukung dengan kemudahan akses melalui pemindaian kode QR yang tertera pada materi promosi, yang akan langsung mengarahkan tamu ke mesin pemesanan (booking engine) resmi. Langkah ini sejalan dengan visi Amaroossa Hotels untuk menghadirkan layanan yang cerdas (intelligent planning) dan efisien bagi para pelancong modern.

Bagi masyarakat yang ingin merencanakan staycation atau perjalanan bisnis di Bogor, promo ini dapat diakses sekarang melalui www.amaroossahotel.com.
Kenapa Pilih Amaroossa Royal Bogor?
Terletak di jantung Kota Bogor, Amaroossa Royal Bogor adalah destinasi sempurna untuk beristirahat sambil mengeksplorasi berbagai daya tarik kota. Dengan layanan terbaik, arsitektur bergaya kerajaan, dan lokasi strategis dekat Kebun Raya Bogor, kami menjamin pengalaman menginap yang memadukan keanggunan dan kenyamanan.

Dengan pelayanan yang ramah dan perhatian terhadap setiap detail, kami menjadi pilihan utama bagi wisatawan bisnis maupun liburan.***

Sekolah Daring Batal, Skema Hybrid Belum Jadi Prioritas Saat Ini

0

Bogordaily.net – Sekolah daring batal menjadi sinyal kuat arah kebijakan pemerintah di sektor pendidikan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar harus tetap berlangsung optimal melalui skema tatap muka.

Pernyataan itu merujuk pada arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 13 Maret 2026.

Dalam forum tersebut, pemerintah menekankan bahwa tekanan krisis global justru harus dimanfaatkan sebagai momentum percepatan transformasi nasional, termasuk di sektor pendidikan.

Pratikno menjelaskan, pemerintah menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), di samping agenda strategis seperti swasembada pangan dan energi.

Dalam konteks ini, sekolah daring batal dipilih sebagai langkah untuk mencegah penurunan kualitas pembelajaran atau learning loss.

“Proses pembelajaran harus semakin optimal dan tidak boleh terganggu. Oleh karena itu, diutamakan tetap berjalan secara luring atau tatap muka,” ujar Pratikno dalam keterangannya.

Ia mengakui bahwa opsi pembelajaran hybrid—kombinasi daring dan luring—sempat dibahas lintas kementerian.

Namun, hasil koordinasi menunjukkan bahwa metode tersebut belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini.

Pemerintah menilai interaksi langsung di kelas masih menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pendidikan.

Lebih lanjut, Pratikno menegaskan bahwa prioritas pemerintah terhadap pendidikan sangat tinggi, tercermin dari berbagai program seperti revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, hingga Sekolah Unggul Garuda. Karena itu, kebijakan sekolah daring batal dinilai sejalan dengan upaya percepatan peningkatan mutu pendidikan nasional.

Di sisi lain, transformasi tetap dilakukan dalam sektor pemerintahan. Digitalisasi melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), efisiensi birokrasi, hingga penerapan flexible working arrangement (FWA) terus didorong untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan publik.

“Pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan kualitas SDM harus diperkuat dengan cara yang lebih efisien dan cerdas,” kata Pratikno.

Dengan kebijakan ini, pemerintah menegaskan bahwa meski dunia menghadapi tekanan global, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama—dan sekolah daring batal menjadi bagian dari strategi menjaga kualitas generasi masa depan.***

Pep Guardiola dan 40 Trofi: Dari Era Emas Barcelona hingga Dinasti Manchester City

Bogordaily.net – Pep Guardiola. Nama itu seperti tidak pernah selesai dibicarakan. Ia bukan sekadar pelatih. Ia adalah bab tersendiri dalam sejarah sepak bola modern.

Di tengah situasi Manchester City yang belakangan tidak sepenuhnya mulus—baik dari sisi performa maupun dinamika manajemen—pelatih asal Spanyol itu tetap berdiri tegak. Reputasinya sudah telanjur kokoh. Sulit digoyahkan.

Pep Guardiola adalah tentang jejak. Tentang kemenangan. Tentang cara mengubah permainan menjadi karya seni.

Semua bermula di FC Barcelona. Ia datang bukan dengan nama besar sebagai pelatih. Tapi ia membawa filosofi. Ia membangun generasi emas: Lionel Messi, Xavi Hernández, Andrés Iniesta, hingga Sergio Busquets.

Hasilnya luar biasa. Dalam periode 2008–2011, Barcelona menjelma menjadi tim nyaris tanpa cela. Enam trofi dalam satu musim—sextuple—menjadi penanda. Sesuatu yang sampai hari ini masih sulit ditiru siapa pun.

Tiga gelar La Liga. Dua UEFA Champions League. Deretan trofi domestik dan internasional lain melengkapi. Barcelona saat itu bukan hanya menang. Mereka mendikte cara sepak bola dimainkan.

Lalu ia pergi. Tidak lama. Tapi cukup untuk membuat penasaran.

Jerman menjadi tujuan berikutnya. Di FC Bayern Munich, Guardiola melanjutkan eksperimen. Hasilnya tetap sama: gelar demi gelar. Tiga Bundesliga beruntun. Trofi piala domestik. Bahkan hingga panggung dunia.

Namun, cerita terbesar belum selesai.

Inggris menjadi panggung berikutnya. Bersama Manchester City, ia tidak hanya membangun tim kuat. Ia membangun dinasti. Permainan cepat, penguasaan bola ekstrem, dan fleksibilitas taktik menjadi ciri khas.

Enam gelar Premier League. UEFA Champions League akhirnya juga diraih pada 2022/23. Total 19 trofi ia persembahkan untuk klub ini.

Dan di titik ini, angka itu menjadi penting: 40 gelar sepanjang karier kepelatihannya.

Pep Guardiola tidak hanya menang. Ia mengubah standar. Ia membuat sepak bola terasa berbeda—lebih cerdas, lebih rapi, lebih indah.

Kini, bahkan saat timnya tidak selalu tampil meyakinkan, warisannya tetap berdiri. Sepak bola modern, dalam banyak hal, adalah cerminan dari ide-idenya.***

Ratusan PKL Direlokasi ke Pasar Jambu Dua Dimulai Hari Ini

0

Bogordaily.net – Ada yang berubah di jantung Kota Hujan. Bukan sekadar lalu lintas, tapi wajah pasar yang selama ini riuh oleh pedagang kaki lima.

Pemerintah Kota Bogor memastikan relokasi PKL dari kawasan Pasar Bogor menuju Pasar Jambu Dua akan segera dieksekusi. Bukan lagi wacana. Ini soal komitmen.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan fase sosialisasi sudah lewat. Kini masuk tahap yang lebih tegas: pelaksanaan.

“Bukan sosialisasi lagi, tapi penetapan komitmen dari pedagang. Mereka akan pindah pasca Lebaran,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Nada bicaranya tidak lagi mengajak. Lebih pada memastikan. Karena kesepakatan, katanya, sudah lama dibangun bersama para pedagang.

Relokasi ini bukan sekadar memindahkan lapak. Ini bagian dari upaya menata pusat kota agar lebih tertib dan representatif. Kawasan yang selama ini padat, semrawut, ingin diubah wajahnya.

“Insya Allah besok (hari ini, red) kita lakukan langkah teknis di lapangan,” kata Dedie.

Di lapangan, peta sudah digambar. Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, menyebut penertiban akan menyasar sejumlah titik: Jalan Pedati, Lawang Seketeng, Jalan Roda, hingga Jalan Bata.

PKL dari titik-titik itu akan diarahkan ke Pasar Jambu Dua. Waktunya jelas: setelah Idulfitri. Sebuah kelonggaran yang sebelumnya sudah disepakati bersama.

“Persiapan teknis sudah matang. Koordinasi dan sosialisasi juga sudah dilakukan intensif,” ujarnya.

Data pun sudah di tangan. Pelaksana Tugas Kasatpol PP Kota Bogor, Pupung W. Purnama, merinci jumlah pedagang yang akan terdampak.

Di Jalan Pedati ada 119 pedagang. Lawang Seketeng dan Kampung Cincau 496 pedagang. Kawasan Suryakencana 83 pedagang. Sekitar Plaza dan Pasar Bogor 619 pedagang.

Angkanya besar. Lebih dari 600 pedagang akan bergeser.

Namun, yang menarik justru satu hal: resistensi tampak mereda.

Paguyuban Persatuan Pedagang Pasar Bogor disebut sudah memberi lampu hijau. Bahkan, mereka telah menandatangani surat pernyataan.

Isi komitmennya jelas: pindah pada H+2 Idulfitri.

Relokasi selalu sensitif. Menyentuh perut banyak orang. Tapi kali ini, pemerintah kota tampaknya ingin memastikan—perubahan tidak lagi ditunda.***

Kraken Rilis Album Kedua “KALIYUGA”, Potret Realitas Zaman dan Perlawanan

0

Bogordaily.net – Band metal asal Bogor, Kraken, resmi merilis album penuh kedua mereka yang berjudul Kaliyuga. Album ini menghadirkan narasi utuh tentang kebangkitan, kemarahan, hingga perlawanan terhadap berbagai bentuk penindasan di tengah realitas zaman yang semakin kompleks.

Album Kaliyuga dibuka dengan lagu “Awakening”, yang memperkenalkan karakter musik Kraken yang tegas, agresif, dan sarat distorsi. Dari titik ini, pendengar dibawa memasuki fase kesadaran yang kemudian berkembang menuju konflik batin dan realitas sosial yang semakin brutal melalui lagu “Fatamorgana”.

Judul “Kaliyuga” merefleksikan kondisi zaman yang ditandai oleh kemunduran etika dan moral. Sementara itu, “Kalam Menikam” menggambarkan semangat bertahan dan bangkit di tengah keterpurukan serta tekanan yang terus menghantam.

Kritik terhadap kekuasaan dan manipulasi disampaikan melalui “Manipocalypse” dan “Retorika Tirani”, yang menyoroti rusaknya moral penguasa, penggunaan kata-kata sebagai alat intimidasi, serta praktik manipulatif yang menindas. Intensitas album semakin meningkat lewat “Parade Genosida”, yang menggambarkan kekerasan sistematis, propaganda, dan dominasi kekuasaan.

Di sisi reflektif, “Labirin” menghadirkan tema pencarian makna dan usaha keluar dari lingkaran kesesatan, sementara “Paradigma” mengangkat isu kerakusan manusia dalam mengejar simpati dan kekuasaan. Album ini ditutup dengan “Belati Neraka”, sebuah klimaks gelap yang menegaskan luapan amarah, luka, serta konsekuensi dari dunia yang kehilangan nurani.

Melalui Kaliyuga, Kraken menegaskan album ini sebagai pernyataan sikap terhadap zaman, manusia, dan pentingnya kesadaran di tengah kekacauan.

Tentang Kraken
Kraken adalah band metal asal Bogor yang terbentuk pada 6 Juni 2016. Dengan formasi Borie (vokal), Arie dan Firdi (gitar), Hilman (bass), dan Fahmi (drum), Kraken mengusung musik keras dengan semangat solidaritas, energi, dan konsistensi.

Album debut mereka, Circle of Life (2019), menandai kiprah awal Kraken di skena musik ekstrem Indonesia. Dilanjutkan dengan album kedua, Kaliyuga (2026).***