Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 322

Super Sale Redbox Frozen Food, Produk Kingfish Seafood dan Richeese Barter Coated Turun Harga!

0

Bogordaily.net — Redbox Frozen Food menghadirkan promo menarik bagi para pencinta makanan beku. Dalam program Super Sale kali ini, sejumlah produk dari merek Kingfish Seafood dan Richeese Barter Coated mendapatkan potongan harga spesial.

Karyawan Redbox Frozen Food, Dila, mengatakan promo ini menjadi momen yang tepat bagi pelanggan untuk menikmati produk-produk premium dengan harga lebih hemat.

“Banyak pelanggan yang menantikan promo ini. Kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bisa membeli produk frozen berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Dila, Senin 27 Oktober 2025.

Untuk harga promo produk Kingfish Seafood di Redbox Frozen Food, Kingfish Shrimp Tail Mini 450 gram dari Rp28.500 menjadi Rp22.500, Kingfish Chikuwa Mini dari Rp27.000 menjadi Rp22.000, Kingfish Seafood Tofu 500 gram dari Rp29.000 menjadi Rp22.000. Kingfish Crab Stik: dari Rp25.000 menjadi Rp20.500. Kingfish Crab Claw 450 gram: dari Rp45.000 menjadi Rp41.500.

Sementara itu, produk Richeese Barter Coated mendapat diskon menarik seperti Richeese Barter Coated 900 gram dari Rp50.000 menjadi Rp38.000 dan Richeese Barter Coated 450 gram dari Rp26.000 menjadi Rp20.000

“Promo ini berlaku untuk pembelian langsung di Redbox Frozen Food,” ujar Dila.

Redbox Frozen Food dikenal sebagai salah satu toko pilihan masyarakat Bogor yang menyediakan berbagai produk makanan dan minuman beku dari beragam merek terpercaya.

Toko ini berlokasi di Jalan Syayani, Kampung Masjid RT 03/07, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Bagi pelanggan yang ingin memesan secara online, Redbox Frozen Food juga melayani pemesanan melalui WhatsApp di nomor 0858-6000-4436.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati berbagai promo menarik serta sosis pedas siap santap dengan harga hemat, hanya di Redbox Frozen Food!
Untuk informasi terbaru, kunjungi akun Instagram resmi mereka di @redboxfrozenfood.***

Ibnu Galansa

 

28 Persen Warga Kota Bogor Masih Merokok, Konsumsi Capai 11 Batang per Hari

0

Bogordaily.net — Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor tahun 2024 mengungkap bahwa perilaku merokok masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat. Sebanyak 28,68 persen penduduk berusia 15 tahun ke atas tercatat masih merokok tembakau dalam sebulan terakhir.

Rata-rata konsumsi rokok di Kota Bogor mencapai 77,73 batang per minggu atau sekitar 11 batang per hari.

Angka ini menunjukkan bahwa kebiasaan merokok masih mengakar kuat, meski berbagai upaya sosialisasi tentang bahaya rokok terus dilakukan oleh pemerintah dan lembaga kesehatan.

Perokok Didominasi Kelompok Menengah

Berdasarkan tingkat pengeluaran, kelompok masyarakat berpenghasilan menengah menjadi yang paling banyak merokok, dengan persentase mencapai 34,51 persen.

Disusul oleh kelompok berpenghasilan rendah sebesar 29,40 persen, dan kelompok berpenghasilan tinggi 16,53 persen.

Menariknya, meski jumlah perokok di kelompok berpenghasilan tinggi lebih sedikit, konsumsi rokok mereka justru lebih tinggi, yakni rata-rata 82,47 batang per minggu.

Dari sisi pendidikan, penduduk dengan tingkat pendidikan SD ke bawah menjadi kelompok dengan jumlah perokok tertinggi, yaitu 30,23 persen, dengan konsumsi rata-rata 84,08 batang per minggu.

Sementara pada kelompok berpendidikan SMP ke atas, angka perokok sedikit lebih rendah yakni 28,20 persen, dengan konsumsi sekitar 75,61 batang per minggu.

Data ini memperlihatkan bahwa tingkat pendidikan turut berpengaruh terhadap kesadaran akan bahaya merokok.

Ancaman bagi Kesehatan dan Produktivitas

Kebiasaan merokok tidak hanya membahayakan kesehatan pribadi, tetapi juga berdampak pada keluarga dan lingkungan sekitar.

Asap rokok diketahui mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia berbahaya, di mana ratusan di antaranya bersifat racun dan sedikitnya 70 zat dapat menyebabkan kanker.

Selain meningkatkan risiko penyakit jantung, paru-paru, dan stroke, kebiasaan merokok juga menurunkan produktivitas kerja serta menambah beban ekonomi rumah tangga, terutama di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.

Wujudkan Kota Bogor Tanpa Asap Rokok

Pemerintah Kota Bogor bersama masyarakat diharapkan dapat memperkuat langkah edukasi dan pengendalian konsumsi tembakau.

Kampanye berhenti merokok perlu terus digalakkan mulai dari keluarga, sekolah, hingga tempat kerja. “Mengurangi satu batang hari ini berarti memberi satu napas sehat untuk esok hari.”

Dengan semangat bersama, mari wujudkan Kota Bogor yang sehat, produktif, dan bebas dari asap rokok.

Setiap langkah kecil menuju berhenti merokok adalah investasi besar bagi masa depan keluarga dan generasi berikutnya.***

Ibnu Galansa

Kecelakaan Mobil Pick Up vs Truk di Depan Fapesta Bogor, Dua Orang Luka Berat

0

Bogordaily.net –  Jalanan di depan Fapesta, Bogor, belum sepenuhnya ramai. Tapi sekitar pukul 05.49 WIB, Senin 27 Oktober 2025, suara benturan keras memecah udara. Sebuah mobil pick up menghantam truk.

Kecelakaan itu terjadi begitu cepat. Mobil pick up yang melaju dari arah bawah diduga kehilangan kendali sesaat sebelum menabrak bagian belakang truk yang sedang melintas pelan.

Tidak ada ledakan. Tidak ada api. Tapi suara hantamannya cukup membuat orang di sekitar terbangun.

Dua orang di dalam pick up itu mengalami luka cukup parah, kata petugas yang datang pertama kali.

Mereka segera dilarikan ke RS Cibeureum, hanya berjarak beberapa kilometer dari lokasi kejadian.

Tidak ada korban jiwa. Tapi tubuh ringsek pick up itu jadi saksi betapa tragisnya perjalanan pagi hari.

Polisi lalu lintas dari Polresta Bogor masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Di antara lalu lintas yang mulai padat, bangkai kendaraan itu sempat membuat macet pendek.

Beberapa pengendara memperlambat laju, menoleh sekilas, lalu melanjutkan perjalanan. Seperti biasa, kehidupan di jalan raya tetap berjalan—meski sempat diguncang benturan keras di depan Fapesta pagi itu.***

Sektor Produksi Jadi Penopang, BRI Salurkan KUR Rp130,2 Triliun Hingga September 2025

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat peran strategisnya dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) salah satunya adalah melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga akhir September 2025, BRI telah mencatat penyaluran KUR sebesar Rp130,2 triliun kepada 2,84 juta debitur, atau setara 74,40% dari total alokasi KUR BRI tahun 2025 sebesar Rp175 triliun.

Penyaluran KUR BRI hingga akhir September 2025 tetap didominasi oleh sektor produksi, yang mencakup pertanian, perikanan, perdagangan, industri pengolahan, dan jasa lainnya, dengan porsi sebesar 64,31% dari total penyaluran.

Sektor pertanian menjadi kontributor utama dengan pembiayaan mencapai Rp58,37 triliun atau setara 44,83% dari keseluruhan KUR yang telah disalurkan BRI. Capaian ini merefleksikan komitmen BRI dalam memperkuat sektor riil dan menjaga ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa pembiayaan KUR memiliki dampak nyata terhadap penguatan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah. Hery menyampaikan bahwa KUR BRI ditujukan untuk membantu pelaku UMKM agar semakin produktif.

“Kami percaya bahwa KUR bukan sekedar instrumen pembiayaan, tetapi katalis yang mampu menggerakan ekonomi rakyat. Dengan penyaluran KUR, BRI berupaya mendorong UMKM naik kelas sehingga kontribusinya terhadap perekonomian nasional semakin besar. Langkah ini merupakan peran BRI dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi inklusif, dengan UMKM menjadi penopang utamanya”, ungkap Hery Gunardi.

Penyaluran KUR BRI terhadap sebaran rumah tangga secara konsisten meningkat dari tahun ke tahun. Hingga akhir September 2025, sekitar 18 dari setiap 100 rumah tangga tercatat telah mengakses fasilitas KUR BRI. Angka ini meningkat dibandingkan jangkauan pada tahun 2022 dan 2023 yang mencapai 14 rumah tangga dan 15 rumah tangga.

Secara kumulatif, sejak 2015 hingga September 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.387 triliun kepada 45,5 juta penerima.

“Capaian ini menjadi bukti nyata peran BRI dalam mendorong pembiayaan produktif secara konsisten. Ke depan, BRI akan terus berkomitmen menjadi mitra utama bagi UMKM Indonesia untuk tumbuh berkelanjutan,” pungkas Hery.***

Muter-muter Benahi Angkot

0

Pagi itu, suara klakson angkot masih berisik di seputaran Jalan Raya Kapten Muslihat. Seperti biasa, sopir-sopirnya berseru memanggil penumpang yang semakin jarang. Namun tak lama lagi, pemandangan ini bakal berubah.

Mulai 1 Januari 2026, Pemerintah Kota Bogor akan menurunkan “palang merah” bagi sekitar 1.940 unit angkot yang sudah berumur lebih dari dua dekade.

“Kendaraan yang umur teknisnya sudah lewat 20 tahun tidak boleh beroperasi lagi,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, kepada wartawan.

Langkah ini bukan keputusan sepihak. Dishub mengaku sudah berkoordinasi dengan Organda Kota Bogor. Tiga mekanisme pengurangan disiapkan: konversi tiga jadi satu, pengurangan sukarela di jalur Sistem Satu Arah (SSA), serta pengurangan alami karena penurunan penumpang.

Angka penurunan memang nyata. Load factor angkot kini hanya 25–30 persen. Dari seratus kursi yang tersedia di seluruh kota, hanya sepertiganya yang terisi. “Usaha ini tidak lagi potensial,” kata Sujatmiko. “Banyak pemilik menyerahkan sendiri armadanya.”

Muter-muter Benahi Angkot

Untuk memastikan aturan ini berjalan, Dishub menggandeng polisi dan pemerintah provinsi menggelar operasi terpadu.

Targetnya: menertibkan angkot yang sudah tak laik jalan, termasuk “angkot modifikasi” seperti odong-odong yang sering menumpang jalur resmi.

Muter-muter Benahi Angkot

Sopir Gelisah, Organda Serba Salah

Namun kebijakan itu menimbulkan gelombang keluh kesah dari pengemudi. Di Terminal Bubulak, Warno—Ketua KKSU trayek 07—menghela napas panjang. “Kami bukan tidak mau peremajaan,” ujarnya. “Tapi bagaimana caranya, untuk beli satu angkot baru saja tidak ada uang. Leasing pun tidak mau bantu.”

Menurut Warno, jalur trayek 07 seharusnya bukan jalur utama, melainkan feeder. Ia menuding BusKita Transpakuan kini ikut masuk jalur itu, merebut penumpang yang tersisa. “Kami ini ingin ikut aturan, tapi tolong jangan matikan kami pelan-pelan,” katanya.

Dari sisi pengusaha, masalahnya bukan sekadar soal usia kendaraan, tapi ketiadaan skema finansial untuk peremajaan. “Kami ingin tahu aturan jelasnya. Tapi dari Organda sendiri belum bisa menjelaskan,” kata Warno.

Organda di Tengah Dua Arus

Ketua DPC Organda Kota Bogor, Sunaryana, berada di posisi sulit: di antara tekanan Dishub dan jeritan sopir. “Banyak angkot yang sudah melewati batas usia, surat-surat mati, kondisi tak laik jalan. Itu melanggar aturan,” katanya. Tapi ia juga paham keresahan anggotanya.

Organda, kata dia, sudah menyampaikan aspirasi sopir agar penindakan tidak langsung berupa penyitaan, melainkan diberi tanda larangan operasi dulu. “Kami tidak bisa memutuskan sepihak. Akan kami koordinasikan dengan Dishub,” ujar Sunaryana.

Meski begitu, Sunaryana mengakui desakan dari warga tak bisa diabaikan. “Masyarakat menginginkan transportasi yang lebih aman dan nyaman. Penertiban ini memang penting untuk perbaikan layanan.”

Ke depan, Organda dan Dishub tengah menyiapkan program rerouting dan reduksi trayek—serta usulan masa transisi dengan subsidi sopir agar tak kehilangan penghasilan saat kendaraannya diganti.

Rute Lama, Pasar Baru

Perubahan juga terjadi di jalur. Seiring pembongkaran Pasar Bogor, lima trayek angkot kini dialihkan ke Pasar Sukasari dan Pasar Gembrong, dua pusat ekonomi baru kota itu.

Trayek 11 AK, 04 AK, 03 AKDP, 04 A, dan 28 AP termasuk yang bergeser. Uji coba dilakukan sejak Oktober. Petugas Dishub disiagakan di titik-titik rawan macet seperti Surken dan Pahlawan untuk mengatur lalu lintas.

“Sentra perekonomian sudah bergeser ke Sukasari,” kata Sujatmiko. Ia memastikan armada yang berubah trayek tidak termasuk dalam program reduksi.

Angkot Dibelokkan, Pasar Dihidupkan

Dukungan datang dari parlemen daerah. Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PAN, Achmad Rifki Alaydrus, menilai kebijakan rerouting angkot bisa menjadi napas baru bagi aktivitas ekonomi di Pasar Jambu Dua yang sempat meredup.

“Harus ada pengalihan rute angkot agar pasar kembali hidup,” kata Rifki saat ditemui di kantor DPRD, pekan lalu. “Pembeli perlu akses langsung ke dalam pasar. Selama ini pedagang mengeluh karena pembeli malas berjalan jauh.”

Langkah ini tak berdiri sendiri. Di sisi lain, Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Jenal Abidin, memastikan rencana rerouting sudah dibahas bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Organda.

“Angkot harus masuk ke area pasar. Itu sudah sering kami bicarakan,” ujar Jenal. “Mungkin pekan depan kami akan kembali berkoordinasi dengan Dishub.”

Menurut Jenal, respons Dishub kali ini cukup positif. “Alhamdulillah, mereka responsif. Komunikasi berjalan baik. Kami berharap kolaborasi ini benar-benar bisa dieksekusi,” katanya.

Skema pengalihan trayek menuju Pasar Jambu Dua ditargetkan mulai berlaku awal Oktober 2025. PPJ akan menggelar rapat teknis pekan depan untuk mematangkan langkah-langkah pelaksanaan.

Tak berhenti di sana, PPJ juga mengusulkan kebijakan serupa untuk Pasar Sukasari dan Pasar Bogor. “Kami ingin pola ini diperluas. Untuk Pasar Bogor, rencananya memang akan dibongkar dan ditata ulang,” ujar Jenal menutup pembicaraan.

Kota Sejuta Angkot yang Tak Kunjung Pensiun

Muter-muter Benahi Angkot

Meski berbagai upaya pembenahan dilakukan, Bogor masih sulit lepas dari julukan “kota sejuta angkot.” Jumlah BusKita Transpakuan yang disiapkan pemerintah masih jauh dari cukup. Warga pun belum benar-benar berpaling dari angkot, meski pelayanannya menurun.

“Bogor ini seperti terjebak di masa lalu,” ujar Yayat Supriatna, pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti. “Moda transportasi baru belum mapan, sementara angkot yang sudah tua belum bisa ditinggalkan.”

Menurut Yayat, kunci masalahnya ada pada sinkronisasi kebijakan dan arah transportasi kota. “Harus ada kesepakatan bersama antara Pemkot dan pengusaha angkot. Kalau tidak, ya begini terus—muter-muter, tanpa kepastian.”

Bogor kini berdiri di persimpangan: tetap menjadi kota sejuta angkot, atau beranjak menjadi kota dengan transportasi publik modern. Tapi sebelum itu, pemerintah tampaknya masih harus memutar lebih lama—menyisir trayek lama dan mencari cara paling manusiawi untuk membenahi angkot.

Muter Roda, Melawan Nasib: Ratusan Sopir Angkot Geruduk Balai Kota Bogor

Pagi itu, Kamis 23 Oktober 2025, halaman Balai Kota Bogor berubah menjadi lautan warna biru tua dan abu-abu—warna-warna bodi angkot yang memenuhi sisi Jalan Ir. H. Djuanda.

Di antara deretan mobil yang berkarat dan spanduk lusuh bertuliskan “Sopir Juga Manusia”, ratusan sopir angkot berdiri berdesakan, sebagian masih mengenakan jaket seragam dengan logo trayek yang pudar.

Mereka datang bukan untuk mengangkut penumpang, tapi untuk mengadu nasib. Pemerintah Kota Bogor dianggap terlalu cepat menekan gas dalam menerapkan kebijakan pembatasan usia kendaraan.

“Kalau ini jalan terus, kami bisa mati pelan-pelan,” kata Nurdin Ahong, lelaki berusia 47 tahun yang siang itu menjadi orator utama. Suaranya parau, mungkin karena terlalu sering berteriak di atas mikrofon, atau mungkin karena terlalu sering menelan kecewa.

Muter-muter Benahi Angkot

Jalan Panjang Setelah Pandemi

Sejak pandemi Covid-19, roda ekonomi sopir angkot seolah terselip di lumpur. Pendapatan anjlok, cicilan kendaraan menumpuk, dan trayek makin sepi oleh serbuan transportasi daring. Pemulihan berjalan lambat, bahkan sebagian sopir kini bergantian narik dengan sistem harian agar tetap bisa makan.

“Baru juga mulai ramai penumpang lagi, tiba-tiba keluar aturan baru,” ujar seorang sopir dari trayek 03 jurusan Baranangsiang–Bubulak.

Kebijakan pembatasan usia kendaraan yang direncanakan Pemkot Bogor disebut sebagai “pukulan kedua setelah pandemi.” Tanpa dukungan kredit lunak, subsidi, atau program peremajaan yang nyata, mereka merasa diminta memperbarui kendaraan tanpa diberi peluang untuk hidup.

Antara Modernisasi dan Keadilan

Di mata para sopir, pemerintah tampak lebih berpihak pada transportasi modern. Mereka melihat kendaraan daring—dengan armada yang terus bertambah—kian merebut penumpang tanpa diimbangi pengawasan ketat.

“Kami bukan menolak modernisasi,” kata Nurdin lagi, “kami menolak ketidakadilan.”

Tuntutan mereka tidak muluk-muluk. Di antara deretan spanduk, tercantum enam poin aspirasi: penundaan batas usia kendaraan hingga 2030, reaktivasi program peremajaan angkot bersubsidi, pembukaan trayek baru, sistem shift bagi AKDP, percepatan pembangunan terminal perbatasan, dan pembatasan kendaraan online.

“Semua itu agar kami bisa tetap hidup berdampingan,” kata Nurdin.

Pemerintah yang Absen

Namun siang itu, tidak satu pun pejabat Pemkot Bogor turun menemui massa. Wali Kota, Wakil, bahkan perwakilan Dinas Perhubungan—semuanya absen. Suasana sempat memanas ketika massa menutup sebagian akses Jalan Ir. H. Djuanda.

“Kami datang damai, tapi tidak didengar,” keluh seorang sopir dari trayek 08.

Petugas kepolisian dan Satpol PP akhirnya turun tangan, menenangkan barisan agar tidak meluas. Aksi berakhir menjelang sore dalam suasana kecewa yang masih menggantung di udara.

Pertarungan Lama yang Belum Usai

Aksi sopir angkot Bogor bukan yang pertama, dan tampaknya bukan yang terakhir. Sejak reformasi transportasi publik mulai digulirkan, mereka selalu berada di persimpangan: antara modernisasi dan kehilangan pekerjaan.

Bagi banyak warga, angkot memang lamban dan sering semrawut. Tapi bagi ribuan sopir dan keluarganya, kendaraan tua itu bukan sekadar alat angkut, melainkan sisa terakhir dari mimpi hidup mandiri.

Mereka tahu zaman berubah, tapi berharap perubahan tak datang secepat kebijakan yang melibas mereka. Seperti roda angkot yang berputar perlahan di tanjakan, mereka hanya ingin sedikit waktu untuk tetap berjalan di jalan yang sama—meski aspalnya kian menanjak.***

(Ibnu Galansa/Irfan Ramadan)

HMI dan KOHATI Komisariat IUQI Bogor Resmi Dilantik, Tekankan Semangat Perjuangan dan Legalitas Organisasi

0

Bogordaily.net – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps HMI-wati (KOHATI) Komisariat Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Cabang Kota Bogor resmi dilantik sebagai pengurus periode 2025–2026 di Aula Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Sebagai keynote speaker, Teddy Khumaedi, S.Sos.I., M.Ag., menegaskan pentingnya legalitas HMI di lingkungan kampus agar dapat bergerak lebih efektif.

“Agar HMI dapat bergerak lebih leluasa dalam mengadakan kegiatan dan membangun sinergi dengan pihak kampus, legalitas harus segera diupayakan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua HMI Komisariat IUQI periode 2024–2025, Bintang Bimantara, berpesan kepada kepengurusan baru agar melanjutkan perjuangan dengan integritas.

“Ambil semua yang baik dan tinggalkan yang buruk. Lanjutkan apa yang sudah dibangun,” ucapnya.

Ketua Umum terpilih, Muhammad Galih Saputra, menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan perjuangan HMI dengan dedikasi dan tanggung jawab.

“Kami berkomitmen untuk melanjutkan estafet perjuangan ini dengan penuh tanggung jawab dan semangat kebersamaan,” tutur Galih.

Dari sisi KOHATI, Siti Fauziah selaku Ketua terpilih menegaskan tekadnya untuk meningkatkan peran kader perempuan.

“Amanah ini adalah tanggung jawab besar. Kami siap berkontribusi dan mengembangkan potensi kader HMI-wati di lingkungan kampus,” ungkapnya.

Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor, Moeltazam, S.H., menambahkan bahwa penguatan internal organisasi menjadi kunci agar HMI IUQI tetap solid dan adaptif.

“Pondasi yang ada di dalam komisariat harus dikokohkan kembali agar HMI IUQI menjadi lebih solid dan siap menghadapi tantangan zaman,” pesannya.

Sebagai penutup, Akhmad Saoqillah, S.Sos.I., M.Si., memberikan refleksi inspiratif bagi seluruh kader.

“Anak HMI harus terus bergerak, tetapi sebelum bergerak harus berpikir terlebih dahulu. Bergerak dengan arah yang jelas dan pemikiran yang matang,” tutupnya.

Dengan dilantiknya pengurus baru ini, HMI dan KOHATI Komisariat IUQI Bogor diharapkan dapat menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan kampus dan masyarakat, serta terus menggaungkan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan sesuai semangat perjuangan HMI.

Sebagai informasi pelantikan dihadiri oleh jajaran civitas akademika IUQI, di antaranya Teddy Khumaedi, S.Sos.I., M.Ag. selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), Akhmad Saoqillah, S.Sos.I., M.Si. selaku Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta Irwan Maulana, M.Pd. sebagai dosen IUQI Bogor.

Turut hadir pula jajaran pengurus HMI Cabang Kota Bogor seperti Moeltazam, S.H. (Ketua Umum), Ari Jamhari (Kabid PAO), dan Zulfikar (Kabid PU), beserta para tamu undangan dari berbagai komisariat se-Cabang Kota Bogor dan kader HMI Komisariat IUQI sendiri.***

Ibnu Galansa

Harga Emas Antam Pagi Ini Senin 27 Oktober 2025, Cek Rinciannya!

0

Bogordaily.net – Berikut adalah rincian harga emas logam mulia (LM) Antam yang dijual per gram pagi ini per gram Senin 27 Oktober 2025.

Antam tetap menyediakan berbagai ukuran berat emas lm mulai dari yang terkecil, yaitu 0,5 gram, hingga yang terbesar, 1.000 gram.

Harga Emas Antam Senin 27 Oktober 2025

Segini harga emas produksi Antam :

0,5 gram: Rp 1.225.000
1 gram: Rp 2.350.000
2 gram: Rp 4.640.000
3 gram: Rp 6.935.000
5 gram: Rp 11.525.000
10 gram: Rp 22.995.000
25 gram: Rp 57.362.000
50 gram: Rp 114.645.000
100 gram: Rp 229.212.000
250 gram: Rp 572.765.000
500 gram: Rp 1.145.320.000
1.000 gram: Rp 2.290.600.000

Manfaat Beli Emas Logam Mulia

1. Nilainya Stabil

Salah satu hal yang membuat banyak orang berminat menabung emas yaitu karena nilai emas stabil.

Walaupun terkadang mengalami penurunan nilai, namun nilainya cenderung naik dari waktu ke waktu.

Harga yang stabil membuat banyak investor emas bisa mendapatkan keuntungan besar di masa yang akan datang.

2. Modal Awal Relatif Kecil

Sejauh ini mungkin banyak di antara kita yang mengira bahwa tabungan emas memerlukan modal awal yang besar. Padahal, menabung emas bisa dimulai dari nominal kecil.

Anda dapat menabung emas Antam mulai dari 0,01 gram dengan biaya fasilitas penitipan emas per tahun sebesar Rp30.000.

3. Likuiditas Tinggi

Keunggulan tabungan emas Antam lainnya yaitu likuiditasnya tinggi atau mudah dicairkan.

Anda dapat mencairkan tabungan emas dalam bentuk emas batangan atau uang tunai sesuai saldo gram emas yang dimiliki.

Lembaga penyedia tabungan emas ini biasanya menyediakan fasilitas buyback atau beli kembali emas.

Misalnya, saat Anda memiliki tabungan emas, Anda dapat menjualnya kembali dengan nominal minimal sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Bisa Menjadi Jaminan Gadai

Ketika Anda membutuhkan uang dalam waktu cepat, namun tidak ingin menjual emas yang dimiliki.

Maka Anda bisa menjadikan emas tersebut sebagai jaminan. Hal ini dikarenakan, emas memiliki nilai ekonomis, sehingga dapat dijadikan sebagai jaminan.

Tak hanya itu, nilai gadai emas juga lebih tinggi dibandingkan barang lain karena harganya sudah diketahui pasti.

Dengan memilih gadai, emas yang dijadikan sebagai jaminan tidak akan berpindah kepemilikannya.

Emas tersebut tetap menjadi milik Anda dan saat ada uang lagi, Anda dapat menebus emas tersebut kembali.

Demikian update harga emas LM Antam per gram hari ini yang dijual Pegadaian, Senin 27 Oktober 2025.***

Ramalan Cuaca Kota Bogor Senin 27 Oktober 2025, Apakah Hujan Lagi?

0

Bogordaily.net – Simak ramalan cuaca dari BMKG untuk Kota Bogor pagi hari ini, Senin 27 Oktober 2025 diperkirakan hujan sedang sepanjang hari.

Kota Bogor yang dikenal dengan julukan Kota Hujan memang kerap kali mengalami perubahan cuaca yang cepat dan tak terduga.

Oleh karena itu, mengetahui kondisi cuaca secara akurat sangat penting agar aktivitas harian Anda tidak terganggu, baik saat berangkat kerja, sekolah, maupun beraktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Bogor dan sekitarnya. Hari ini Bogor diperkirakan berawan seharian.

Informasi ini mencakup prediksi suhu, kelembapan, potensi hujan, dan peringatan dini cuaca ekstrem jika ada.

Jadi, pastikan Anda menyimak ulasan lengkapnya agar bisa lebih waspada dan menyesuaikan rencana kegiatan Anda sepanjang hari ini.

Ramalan Cuaca Bogor Senin 27 Oktober 2025

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Sedang
Suhu: 22-29°C
Kelembapan: 66–96%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Sedang
Suhu: 22-29°C
Kelembapan: 63–95%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Sedang
Suhu: 22-30°C
Kelembapan: 60-95%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Sedang
Suhu: 23-30°C
Kelembapan: 61–94%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Sedang
Suhu: 23-30°C
Kelembapan: 60–94%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Sedang
Suhu: 24–31°C
Kelembapan: 61–94%

Walau cerah, untuk jaga-jaga apabila memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Senin 27 Oktober 2025. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

El Clasico Real Madrid vs Barcelona Panas! Madrid Menang Tipis 2-1 Lewat Gol Bellingham

0

Bogordaily.net – El Clasico Real Madrid vs Barcelona selalu punya cerita. Dan malam di Santiago Bernabeu itu, cerita kembali ditulis—dengan tinta kemenangan untuk Real Madrid.

Skor akhir 2-1. Tapi angka itu tidak sepenuhnya menggambarkan panasnya laga yang berlangsung Minggu malam (26/10).

Baru empat menit berjalan, El Clasico Real Madrid vs Barcelona sudah seperti film yang langsung masuk adegan klimaks. Vinicius dijatuhkan Lamine Yamal di kotak penalti. Wasit sempat memeriksa VAR. Semua penonton menahan napas. Tapi tak ada titik putih. Drama tetap berlanjut tanpa penalti.

Menit ke-12, Madrid seolah mencetak gol pertama lewat Kylian Mbappe. Tendangan volinya meluncur keras, tapi sayang—offside. Bernabeu yang sempat bergemuruh mendadak sunyi. Namun, hanya sembilan menit kemudian, Mbappe menebusnya. Umpan terobosan cerdas dari Jude Bellingham membuatnya tak perlu berpikir dua kali. Gol! Madrid unggul 1-0.

Barcelona tidak tinggal diam. Mereka bukan tim yang datang untuk menonton pesta orang lain. Di menit ke-38, Fermin Lopez menyamakan kedudukan. Lagi-lagi laga ini membuktikan, El Clasico Real Madrid vs Barcelona bukan sekadar sepak bola—ini perang dua filosofi, dua gengsi, dua dunia.

Tapi Madrid bukan Madrid kalau tidak membalas. Jude Bellingham mencetak gol kedua di menit ke-42, memanfaatkan sundulan Eder Militao. Gol yang indah, dingin, dan berkelas. Seolah menegaskan bahwa pemain muda Inggris itu kini menjadi jantung baru Los Blancos.

Babak kedua, Madrid mendapat penalti. Eric Garcia handball. Semua menunggu Mbappe mencetak gol keduanya. Tapi Szczesny menebak arah bola dengan sempurna. Madrid tetap unggul tipis 2-1.

Menit-menit akhir berjalan tegang. Barcelona kehilangan Pedri yang mendapat kartu kuning kedua. Bahkan sempat ada adu mulut di lorong stadion. Tapi emosi akhirnya diredam, dan peluit panjang berbunyi.

Madrid menang. Tapi lebih dari sekadar menang. Malam itu mereka menegaskan: di El Clasico Real Madrid vs Barcelona, kemenangan bukan hanya soal tiga poin—melainkan soal harga diri, sejarah, dan perasaan menjadi yang lebih besar dari sekadar klub.***

Dorong UMKM Naik Kelas, NNC Kolaborasi dengan PWA dan i3L Gelar Webinar & Bazar Hybrid

0

Bogordaily.net – Upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas terus bergulir. Kali ini, Netralnews.com (NNC) menggandeng Philippine Women’s Association (PWA) dan Indonesia International Institute for Life-Sciences (i3L) menggelar webinar dan bazar bertajuk “UMKM Pantang Menyerah: Solusi Permodalan, Kemitraan, dan Pemasaran Jitu.”

Acara hybrid yang digelar Sabtu (25/10/2025) di kampus i3L, Jakarta, berlangsung meriah dan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah. Kolaborasi lintas sektor ini didukung sejumlah korporasi besar seperti Permodalan Nasional Madani (PNM), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Astra International, Prudential Indonesia, dan JNE, serta dukungan dari Jakarta Heart Center (JHC), Aleena Hoz Beauty dan BSI.

Sinergi Pemerintah, Swasta, dan Akademisi

Asisten Deputi Kementerian UMKM, Ari Anindya, hadir sebagai keynote speaker menggantikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman yang berhalangan hadir. Ari menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta, dan akademisi untuk memperluas akses pasar dan mempercepat digitalisasi UMKM.

“Semua kebijakan dan gerak bersama ini diharapkan bermuara ke satu tujuan, yakni membangun usaha mikro yang kuat, tangguh, dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kementerian UMKM menargetkan program “Juragan UMKM” akan menyentuh 4.955 UMKM, termasuk 3.715 pengusaha mikro dan 1.240 toko digital di seluruh Indonesia.

Narasumber Top & Bazar UMKM

Webinar ini menghadirkan narasumber lintas bidang, di antaranya Dr. Ary Zulfikar (Direktur Eksekutif Hukum LPS), Dr. John Vong (Senior Consultant di World Bank, UNDP, dan ADB), Lili Yunita (Head of Corporate Business Sales Prudential Indonesia), dan Rananggana Rayidhea (Media Relations Astra International).

Tak hanya diskusi, peserta juga dapat menikmati bazar UMKM yang diikuti 16 tenant lokal seperti Citara Food, Huntsman, Lunee Bites, Mie Ayam Legenda, Pea Tea, hingga Aleenahoz dan Galuh Kitchen. Acara ini juga menyediakan layanan Mini Medical Check-Up, pemeriksaan mata, dan pijat gratis dari JHC.

i3L Dorong Ekonomi Berkelanjutan

Rektor i3L, Katherine, S.T., Ph.D., menjelaskan bahwa sejak Agustus 2025, i3L resmi bertransformasi menjadi universitas dengan fokus pada sains, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.

“Tiga pilar utama konsep sustainability adalah manusia, ekonomi, dan lingkungan. Semua kegiatan kami, termasuk kolaborasi UMKM ini, harus memperhatikan keseimbangan ketiganya,” kata Katherine.

UMKM & Pemberdayaan Perempuan

Presiden Philippine Women’s Association, Rosalie S. Ticman, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi simbol kuatnya hubungan antara Indonesia dan Filipina yang tahun ini merayakan 75 tahun persahabatan diplomatik.

“Mayoritas pelaku UMKM adalah perempuan. Karena itu, kami ingin memperkuat peran perempuan dalam ekonomi dan memperluas peluang kolaborasi lintas negara,” ungkap Rosalie.

Komitmen NNC untuk UMKM

Pemimpin Redaksi NNC, Sulha Handayani, menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjadi media yang berpihak pada pengusaha kecil dan menengah.

“Selama beberapa tahun terakhir, kami konsisten menjadi wadah bagi pengusaha mikro agar naik kelas. Lewat acara seperti ini, kami ingin jadi jembatan antara pelaku usaha, pemerintah, dan dunia industri,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi ini, NNC, PWA, dan i3L berharap UMKM Indonesia tak hanya bertahan di tengah tantangan, tapi benar-benar melesat menjadi kekuatan ekonomi nasional.***