Friday, 17 April 2026
Home Blog Page 325

Hap! Kades Cikuda di Parungpanjang Bogor Ditahan Usai Terlibat Dugaan Kasus Korupsi

0

Bogordaily.net – Akhirnya, kepala desa Cikuda, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, berinisial AS, resmi ditahan polisi.

Kasusnya? Ia diduga terlibat korupsi dokumen jual beli tanah—sebuah praktik yang kerap dianggap “biasa” di level desa, tapi kali ini berujung jeruji besi.

“Sudah kami lakukan penahanan,” kata Kasatreskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo, singkat saja, Sabtu, 24 Oktober 2025.

Tidak banyak yang ia ungkap. Soal waktu dan lokasi penangkapan, Anggi memilih diam. “Sementara itu dulu yang bisa saya sampaikan,” ujarnya.

Tapi publik sudah tahu lebih dulu. Sebuah Surat Ketetapan Nomor: S.Tap / 409 / X / Res.T.24 / 2025 / Reskrim, yang ditandatangani AKP Teguh Kumara pada 3 Oktober lalu, telah menetapkan AS sebagai tersangka tindak pidana korupsi gratifikasi penerbitan dokumen jual beli objek tanah di wilayahnya.

Dalam surat itu juga disebutkan, penyidik menemukan dua alat bukti yang sah—baik dari keterangan saksi maupun barang bukti—yang cukup untuk menyeret AS ke meja hijau.

Korupsi Kades: Modus Lama, Aktor Baru

Kasus seperti ini sesungguhnya bukan hal baru di tingkat desa. Modusnya pun klasik: memanfaatkan jabatan untuk memperlancar proses administratif tanah.

Bedanya, kali ini polisi bertindak cepat. Kades Cikuda diduga menerima “sesuatu”—uang atau fasilitas—sebagai imbalan atas tanda tangan yang seharusnya gratis.

Ia pun dijerat pasal korupsi karena “menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum”.

Bahasanya formal, tapi maknanya jelas: ada uang pelicin di balik tanda tangan seorang kepala desa.

DPMD: Bisa Diberhentikan Sementara

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor), Hadijana, mengatakan Kades AS bisa diberhentikan sementara bila sudah ada penetapan resmi dari kepolisian.

“Harus ada penetapannya dulu, sesuai Perbup,” ujar Hadijana.

Menurutnya, surat penetapan tersangka itu kini tengah dikonsultasikan ke bagian hukum. “Nanti BPD bisa mengajukan permohonan pemberhentian kepada bupati,” katanya.

Kini, masyarakat Cikuda hanya bisa menunggu. Siapa penggantinya? Bagaimana nasib administrasi tanah yang tersendat?

Dan yang paling penting—apakah kasus ini jadi pelajaran bagi kepala desa lain yang masih bermain di wilayah abu-abu antara pelayanan publik dan godaan uang mudah?

Karena seperti biasa, korupsi di desa sering dimulai dari selembar surat tanah.***

43 Rumah Warga di Bojonggede Porak Poranda Diterjang Angin Puting Beliung

0

Bogordaily.net – Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat ada sebanyak 43 unit rumah warga rusak diterjang angin puting beliung, Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, pada Jum’at 24 Oktober 2025.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani menjelaskan bahwa, peristiwa angin puting beliung itu terjadi sekitar sore hari sekitar pukul 17.00 WIB.

Peristiwa itu menyebabkan puluhan rumah di dua kampung yakni kampung Kelapa dua, kampung Setu porak poranda.

“Angin kencang menyapu bagian atap/genteng hingga mengalami kerusakan bagian atap yang bervariasi,” kata Adam Hamdani, Sabtu 25 Oktober 2025.

Kemudian, ada sebanyak lebih dari 175 jiwa terdampak puting beliung. Beruntung tidak menimbulkan korban jiwa dari peristiwa angin puting beliung tersebut.

“Ada 43 unit rumah rusak ringan, sedang dan berat, rusak pada bagian atap. Ada sekitar 175 jiwa terdampak,” jelasnya.

Adam menambahkan, sebagian besar kerusakan pada bagian atap, dan saat ini masih diperlukan penanganan lebih lanjut.

“Rumah yang mengalami kerusakan belum diperbaiki oleh pemiliknya, diperlukan penanganan lebih lanjut dari dinas terkait,” ungkap Adam.***

Albin

 

BRI Peduli Salurkan Perahu Literasi, Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan di Wilayah Pesisir Tolitoli

0

Bogordaily.net – Di banyak wilayah pesisir Indonesia, akses terhadap pendidikan masih sulit dijangkau. Anak-anak harus menempuh perjalanan jauh, bahkan melintasi laut hanya untuk membaca buku atau mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Komitmen dan kolaborasi dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan mimpi anak-anak di wilayah pesisir terhadap pendidikan yang layak.

BRI Peduli, selaku payung dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari BRI, mengambil inisiatif untuk mendorong kemajuan pendidikan di wilayah pesisir dan terluar Indonesia melalui Program Literasi Anak Negeri.

Salah satu bentuk nyata adalah penyaluran Perahu Literasi bagi anak-anak di wilayah pesisir Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam program ini, BRI Peduli berkolaborasi dengan Yayasan Lopie Bahari Nusantara Tolitoli, yang secara khusus menyebarkan literasi dan edukasi ke pulau-pulau terluar di wilayah pesisir atau pulau-pulau kecil di Tolitoli. Selain Perahu Literasi, BRI Peduli juga menyalurkan sarana penunjang lainnya berupa buku bacaan, alat tulis dan proyektor yang diharapkan dapat menunjang kegiatan literasi yang dilakukan oleh Yayasan Lopie Bahari Nusantara Tolitoli.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa penyaluran Program BRI Peduli Literasi Anak Negeri di Tolitoli merupakan bentuk nyata dukungan BRI untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya poin nomor 4 yaitu menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata, serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua.

Pemberian Perahu Literasi di Tolitoli merupakan bentuk nyata kepedulian BRI bagi kemajuan pendidikan di daerah, terutama wilayah pesisir. Harapannya, Perahu Literasi ini dapat menjangkau pulau-pulau di sekitar sehingga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk meningkatkan literasi melalui membaca, ujar Dhanny.

Ia menegaskan, pondasi utama untuk mencapai visi besar Indonesia Emas terletak pada peningkatan kualitas pendidikan yang inklusif dan merata. Oleh karena itu, dalam semangat gotong royong dan kebangsaan, BRI terus berkontribusi dalam menciptakan generasi unggul, cerdas dan tangguh.

Di sisi lain, Fandy Lamaming, Ketua Yayasan Lopie Bahari Nusantara Tolitoli, mengungkapkan bahwa keberadaan Perahu Literasi sangat penting untuk mempercepat mobilitas keluar masuk pulau sehingga gerakan literasi di beberapa titik di wilayah Kabupaten Tolitoli dapat berjalan maksimal. Selain itu, Perahu Literasi dari BRI Peduli juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana angkutan bagi siswa dan guru dari setiap pulau di wilayah tersebut.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan kapal, mesin dan sarana dari BRI Peduli. Bantuan ini membuat program Perahu Pustaka Tolitoli berjalan lancar. Sekarang kami bisa berlayar ke pulau terluar dengan aman, anak-anak senang dengan buku baru, dan malamnya mereka menikmati film edukasi. Mimpi jadi nyata,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Yayasan Lopie Bahari Nusantara Tolitoli resmi berdiri pada 2022 dengan program utama menyebarkan literasi dan edukasi ke pulau-pulau terluar di wilayah Kabupaten Tolitoli, termasuk di antaranya Pulau Lingayan, Pulau Dolangan, dan Pulau Salando. Kegiatan dilakukan tiga kali seminggu dengan pendekatan literasi anak dan dewasa, kelas buta aksara, serta pelatihan bahari berkelanjutan.
Perahu Pustaka Tolitoli tercetus pada tahun 2015 dari inisiatif tiga pemuda lokal sebagai respon atas ketimpangan akses pendidikan di wilayah pesisir dan kepulauan di Tolitoli. Dengan kondisi geografis yang terdiri dari 43 pulau dengan 13 di antaranya berpenghuni, daerah ini menghadapi berbagai tantangan seperti minimnya fasilitas, tenaga pengajar, dan tingginya angka buta aksara.

Dhanny menambahkan, hadirnya program Perahu Literasi dari BRI Peduli menjadi angin segar bagi dunia pendidikan pesisir. Lebih dari sekadar distribusi buku, Perahu Literasi menciptakan ruang belajar yang hidup serta menghidupkan kembali budaya membaca dan menyalakan harapan. Program ini membuktikan bahwa inovasi dan kepedulian dapat menembus batas-batas geografis.

Program Perahu Literasi adalah contoh nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil, asal dilakukan dengan komitmen dan kolaborasi. Karena itu, upaya mencerdaskan anak bangsa tak bisa hanya bergantung pada satu pihak. Diperlukan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk memperluas dampak gerakan seperti ini, imbuhnya.

Selain penyaluran Perahu Literasi Tolitoli, BRI Peduli juga melaksanakan Program Literasi Anak Negeri di SD Negeri (SDN) 1 Malaka, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, dengan berbagai kegiatan yang mendorong kemampuan siswa dalam membaca dan memahami bacaan, meningkatkan kemandirian siswa, serta memperkuat kapasitas tenaga pengajar.***

Endang Thohari Gelar Safari Gemarikan di Katulampa untuk Tekan Angka Stunting

0

Bogordaily.net – Dalam upaya menekan angka stunting di Kota Bogor, Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Hj. Endang Thohari, menggelar Safari Gerakan Masyarakat Gemar Makan Ikan (Gemarikan) di Kantor Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, pada Sabtu 25 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh ibu hamil, remaja, dan keluarga yang memiliki anak dengan risiko stunting.

Berdasarkan data Kelurahan Katulampa, masih terdapat 42 anak yang mengalami stunting di wilayah tersebut.

Endang Thohari menjelaskan, kegiatan Safari Gemarikan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar gemar mengonsumsi ikan sebagai sumber protein yang bergizi tinggi dan mudah diperoleh.

“Safari Gemar Ikan ini dilakukan untuk mengantisipasi dan menyembuhkan stunting. Karena di Katulampa ini masih ada 42 anak yang mengalami stunting. Ikan itu protein yang bagus dan murah didapat. Bisa dipelihara di rumah tanpa tambak, cukup dengan ember atau drum menggunakan sistem bioflok,” ujar Endang Thohari.

Ia mengatakan, upaya peningkatan konsumsi ikan juga sejalan dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap persoalan stunting di Indonesia.

“Pak Prabowo sangat prihatin. Karena stunting ini menyebabkan anak-anak kita kekurangan tinggi badan dan penurunan kemampuan otak. Padahal, zaman sekarang kita butuh generasi yang sehat, cerdas, dan kuat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Endang Thohari turut menyerahkan bantuan berupa olahan ikan siap konsumsi kepada masyarakat.

Bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kesehatan anak-anak, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan keterampilan pengolahan ikan.

“Bantuan ini berupa ikan olahan agar anak-anak lebih suka makan ikan tanpa takut durinya. Sekaligus kita ajarkan inovasi teknologi kepada para pengolah ikan, supaya produk perikanan bisa lebih menarik dan mudah dikonsumsi,” jelasnya.

Selain itu, Endang juga menyalurkan bantuan alat budidaya ikan dengan sistem bioflok. Menurutnya, pembentukan kelompok menjadi penting agar kegiatan bisa terpantau dan berjalan secara gotong royong.

“Alat bioflok ini kita berikan kepada kelompok tani agar bisa memelihara ikan di rumah. Harus berbentuk kelompok supaya mudah dimonitor dan bisa saling membantu,” terangnya.

Sementara itu, Lurah Katulampa Irwansyah mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan pemberian olahan ikan oleh Hj. Endang Thohari kepada masyarakat Katulampa.

“Kami berterima kasih kepada Ibu Hajah Endang atas bantuan untuk masyarakat Katulampa. Saat ini ada 42 anak stunting yang akan kita intervensi dengan makanan berbasis ikan. Mudah-mudahan ibu hamil dan remaja di sini terbiasa mengonsumsi ikan,” ucap Irwansyah.

Ia menuturkan bahwa bantuan dari Endang Thohari tidak hanya berupa ikan, tetapi juga mencakup sumber protein dan karbohidrat lain seperti ayam dan sayur-sayuran yang disalurkan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Tani Dewasa (KTD).

“Bu Endang juga membantu pupuk dan kebutuhan lain untuk kelompok tani. Ini sangat bermanfaat bagi peningkatan gizi dan kesejahteraan masyarakat Katulampa,” pungkasnya.***

Ibnu Galansa

 

Menkop Pastikan Program di Luar Kopdes Merah Putih Tetap Berjalan

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan beberapa capaian program strategis Kementerian Koperasi (Kemenkop) yang telah dilakukan dalam periode 1 tahun era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.

Di luar dari program Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, Kemenkop juga fokus terhadap beberapa program unggulan. Salah satu capaiannya adalah keberhasilan menyatukan dualisme organisasi Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Dengan bersatunya Dekopin diharapkan dapat mengakselerasi gerakan koperasi nasional untuk kembali menjadi Soko Guru Perekonomian Nasional.

“Kami punya 16 program kerja di mana sebagian sudah dilaksanakan dan sebagian lainnya sedang atau belum dilaksanakan,” kata Menkop Ferry Juliantono dalam Forum Pemimpin Redaksi bertema “1 Tahun Pemerintahan Kabinet Merah Putih: Bangun Ekonomi Kerakyatan Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih” di Jakarta, Jumat Malam (24/10).

Hadir dalam acara ini Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Para Pejabat Tinggi Madya – Pratama Kemenkop, Plt Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Krisdianto dan sejumlah Pimpinan Redaksi dari Media Massa Nasional.

Di hadapan para pemimpin redaksi, Menkop Ferry Juliantono menyatakan akan terus berupaya maksimal untuk melaksanakan beberapa program prioritas yang ditetapkan seperti hilirisasi produk sawit melalui Koperasi, Pendirian Bank Khusus Koperasi, fasilitasi pendirian koperasi bagi ojek online hingga revitalisasi Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN) sebagai pusat pencetak kader gerakan koperasi yang profesional.

“Kami ingin Institut Koperasi Indonesia kembali menjadi tempat lahirnya para penggerak koperasi yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan zaman,” kata Menkop Ferry.

Menkop menegaskan kembali bahwa Koperasi harus bangkit untuk menciptakan sistem ekonomi yang berkeadilan. Selama ini sistem ekonomi lebih condong ke neoliberal sehingga seluruh mekanisme perdagangan diserahkan ke pasar bebas.

“Baru kali ini ada Presiden punya political will yang sangat besar terkait koperasi, beliau (Prabowo Subianto) punya keinginan besar untuk mengembalikan ideologi ekonomi Pancasila,” katanya.

Tidak kalah utamanya, kata Menkop Ferry, adalah program percepatan operasionalisasi 80.000 unit Kopdes/Kel Merah Putih. Sebagai salah satu program strategis nasional yang selalu dipantau Presiden Prabowo Subianto, Kopdes/Kel Merah Putih ditarget dapat beroperasi seluruhnya pada Maret 2026.

Menkop menyampaikan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki tiga fungsi yaitu menyalurkan barang-barang dan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Lalu, sebagai offtaker untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa seperti petani, nelayan, pengrajin. Terakhir sebagai instrumen terbawah terdekat dengan masyarakat dalam mendukung program pemerintah seperti Bansos, BLT, dll.

“Kami sudah memulai sejumlah langkah konkret untuk memperkuat gerakan koperasi nasional. Salah satunya dengan mempersiapkan operasionalisasi sekitar 80 ribu Kopdes yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Ferry.

Sampai pada tahap operasionalisasi secara menyeluruh, kini sedang dilakukan upaya percepatan pembangunan fisik berupa gudang dan gerai dan sarana pendukung lainnya di setiap Kopdes/Kel Merah Putih. Hal ini dibutuhkan karena mayoritas Kopdes/Kel belum memilikinya sehingga proses operasionalisasi terhambat.

“Arahan Presiden dalam rapat kabinet paripurna sangat jelas: target operasionalisasi Kopdes harus siap dilaksanakan. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh infrastruktur pendukung seperti gudang penyimpanan dan gerai pelayanan segera selesai,” tambahnya.

Sebagai upaya memastikan semua target dapat berjalan dengan baik dan sesuai timeline, Menkop Ferry mengajak semua pihak termasuk media massa untuk mendukung program pembangunan gerai dan gudang Kopdes/Kel Merah Putih. Saat ini sekitar 5.000 titik yang sedang dilakukan pembangunan dan akan diupayakan untuk terus ditambah setiap harinya.

“Kalau dihitung mundur dari Maret 2026, artinya akhir November atau akhir Desember seluruh titik tanah di desa dan kelurahan di Indonesia harus sudah mulai di bangun gerai dan gudang agar bisa segera dioperasikan,” kata Menkop Ferry.

Menkop optimistis, jika operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih dapat berjalan baik, maka desa-desa di Indonesia akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini akan semakin meneguhkan keyakinan bahwa target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan sebesar 8 persen dapat dicapai kedepannya.

“Begitu Kopdes beroperasi, ia akan tumbuh dan berkembang dengan sendirinya. Ini yang kami sebut sebagai self-propelling growth,” katanya.

Sementara itu Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menambahkan bahwa keberhasilan percepatan operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih tidak akan terwujud tanpa kolaborasi lintas sektor termasuk media massa. Ia meminta dukungan dari media massa agar terlibat aktif dalam mengawal salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh sinergi dengan masyarakat, pelaku usaha, dan terutama media massa untuk mengawal dan menyebarluaskan semangat ekonomi kerakyatan ini,” ujarnya.***

Kementerian UMKM: Festival Pinisi Momentum Perkuat Ekosistem UMKM Maritim Bulukumba

0

Bogordaily.net – Sekretaris Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Sesmen UMKM) Arif Rahman Hakim menegaskan Festival Pinisi tidak hanya menjadi ajang kebanggaan budaya dan jati diri maritim masyarakat Bulukumba, Sulawesi Selatan, tetapi juga ruang kolaborasi strategis antara sektor budaya, pariwisata, dan ekonomi rakyat.

“Festival Pinisi tidak hanya merayakan jati diri maritim Bulukumba, tetapi juga menghadirkan ruang kolaborasi antara budaya, pariwisata, dan ekonomi rakyat, sebuah ekosistem yang kita bangun bersama agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Sesmen UMKM Arif Rahman Hakim mewakili Menteri UMKM dalam sambutannya di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (24/10).

Festival Pinisi XV 2025 mengusung tema “Elaborasi Budaya untuk Pariwisata Berkelanjutan” digelar pada 23–25 Oktober 2025 di Pantai Mandala Ria, Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulsel.

Festival dimeriahkan berbagai rangkaian acara di antaranya Annyorong Lopi, karnaval budaya, pameran UMKM dan ekonomi kreatif, pemecahan Rekor MURI minum kopi gula aren terbanyak, hingga kegiatan sosial seperti senam bersama dan bersih-bersih pantai.

Arif menjelaskan, Kabupaten Bulukumba dikenal memiliki potensi ekonomi maritim yang kuat dengan garis pantai sepanjang kurang lebih 128 kilometer. Wilayah ini mencakup 10 kecamatan, 109 desa, dan 27 kelurahan dengan populasi sekitar 475 ribu jiwa.

Basis pengusaha UMKM tersebar di berbagai wilayah dengan keunggulan utama di sektor perikanan, kuliner, serta kerajinan khas seperti perahu Pinisi, sarung hitam Kajang, dan tenun Bira. Produk-produk tersebut kini menjadi daya tarik wisata dan ekonomi kreatif daerah yang memperkuat identitas Bulukumba sebagai kabupaten maritim.

Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) UMKM, tercatat ada 55.811 unit UMKM di Kabupaten Bulukumba, terdiri atas 55.549 usaha mikro, 218 usaha kecil, dan 44 usaha menengah.

“Angka ini menegaskan besarnya ekosistem pengusaha mikro yang perlu terus kita dorong agar naik kelas melalui kebijakan, pendampingan, dan perluasan pasar,” kata Arif.

Keunggulan ekonomi Bulukumba tercermin dalam tiga sektor utama, yakni kelautan dan perikanan (produk seperti ikan asap, ikan kering, dan abon), pertanian (olahan jagung, pisang, kopi Kahayya, dan manggis), serta kerajinan khas daerah.

Arif menilai, identitas sektor-sektor ini bukan sekadar daftar produk, melainkan narasi ekonomi lokal yang perlu diikat dengan kerja sama lintas sektor agar mampu memperkuat posisi Bulukumba di pasar wisata dan ritel nasional.

Namun demikian, Arif juga menyoroti masih adanya empat tantangan utama yang dihadapi UMKM setempat, yaitu pemasaran dan promosi yang belum konsisten, pasokan bahan baku yang belum stabil, kapasitas sumber daya manusia yang perlu ditingkatkan, serta legalitas usaha yang belum merata.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, kita perlu satu paket kebijakan yang komprehensif mulai dari pelatihan dan pendampingan, inkubasi usaha, pembiayaan, standardisasi mutu, hingga digitalisasi pemasaran,” ujar Arif.

Ia menambahkan pendekatan tersebut penting agar setiap program saling menguatkan dan menghasilkan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Arif juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengusaha UMKM.

“Pemerintah pusat menyiapkan kebijakan dan dukungan program, pemerintah daerah menata ruang dan membuka akses pasar, sementara pengusaha UMKM menjadi motor utama yang menggerakkan mesin ekonomi daerah,” katanya.

Arif optimistis, dengan kolaborasi berbagai pihak ke depan, ajang Festival Pinisi dapat menjadi penanda kebangkitan UMKM Bulukumba dan memperkuat posisi daerah ini sebagai episentrum ekonomi maritim Sulawesi Selatan.***

Diikuti 105 Pegolf, Sinar Mas Land Kembali Gelar Deltamas Golf Tournament 2025 di Palm Springs Golf Karawang, Jawa Barat

0

Bogordaily.net – Golf bukan hanya sekadar olahraga, melainkan juga menjadi wadah untuk menjalin kebersamaan, dan memperluas jaringan relasi bisnis dan profesional.

Dengan semangat untuk mempererat hubungan antara tenant Greenland International Industrial Center (GIIC), tenant komersial Kota Deltamas dan pecinta golf di kawasan Jabodetabek, Sinar Mas Land untuk kali kedua menggelar Deltamas Golf Tournament 2025 di Palm Springs Golf, Karawang, pada Sabtu, 25 Oktober 2025.

Turnamen tahun ini berhasil menarik antusiasme tinggi dengan diikuti 105 pegolf, yang terdiri dari tenant Kawasan Industri GIIC, tenant komersial maupun masyarakat umum.

Para peserta tidak hanya berkompetisi untuk memperebutkan trofi dan total doorprize senilai Rp55 juta, tetapi juga berkesempatan mendapatkan hadiah spektakuler berupa satu unit rumah Woodchester tipe 68/84 senilai Rp1,5 miliar melalui kategori hole-in-one.

Selain rumah, juga ada hadiah mobil Hyundai Kona Electric, dan uang tunai Rp100 juta dan membership di Palm Springs Golf untuk satu tahun.

Pada turnamen ini, peserta atas nama Hiroto Tanaka dari Sojitz Corporation berhasil hole-in-one dan berhak mendapatkan mobil Hyundai Kona Electric.

Diikuti 105 Pegolf, Sinar Mas Land Kembali Gelar Deltamas Golf Tournament 2025 di Palm Springs Golf Karawang, Jawa Barat
Tommy Satriotomo (Direktur Operasional PT Puradelta Lestari Tbk) memberikan hadiah secara simbolis pemenang hole-in-one kepada Hiroto Tanaka dan berhak mendapatkan mobil Hyundai Kona Electric.

Direktur Operasional PT Puradelta Lestari Tbk, Tommy Satriotomo mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi antusiasme seluruh peserta dalam Deltamas Golf Tournament 2025. Turnamen ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi yang sehat, tetapi juga forum silaturahmi yang mempertemukan tenant GIIC dan masyarakat di Kota Deltamas. Melalui kegiatan ini, kami berharap tercipta hubungan yang lebih erat sekaligus peluang kolaborasi bisnis yang dapat mendukung pertumbuhan ekosistem Kota Deltamas. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan acara olahraga yang memberi manfaat bagi seluruh komunitas dan menjadikan Kota Deltamas sebagai destinasi unggulan bagi hunian, bisnis, maupun gaya hidup.”

Diikuti 105 Pegolf, Sinar Mas Land Kembali Gelar Deltamas Golf Tournament 2025 di Palm Springs Golf Karawang, Jawa Barat
Djemi Lim (Vice President Residential Region 3 Sinar Mas Land), Tommy Satriotomo (Direktur Operasional PT Puradelta Lestari Tbk), Haelim Chang (Vice President PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia), Atsushi Uehara (Vice President Director PT Puradelta Lestari Tbk) dalam Deltamas Golf Tournament 2025.

Selain menjadi ajang olahraga, turnamen ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan Greenland International Industrial Center (GIIC) sebagai kawasan industri bertaraf internasional di atas lahan seluas ±2.200 hektare. GIIC dilengkapi dengan infrastruktur modern mulai dari pengelolaan air bersih (WTP), pengolahan limbah (WWTP), suplai listrik berbasis green renewable electricity dari PLN, hingga jaringan fiber optik dan area hijau yang luas. Hingga saat ini, lebih dari 205 perusahaan nasional maupun internasional telah bergabung di GIIC dengan bidang usaha beragam, mulai dari otomotif, makanan, hingga data center. Reputasi kawasan ini pun diakui secara global melalui berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya PropertyGuru Asia Property Awards (2021, 2022, dan 2024) serta FIABCI World Prix d’Excellence Awards 2022.

Dengan dukungan fasilitas yang semakin lengkap, Kota Deltamas yang hadir sejak 1993, terus berkembang sebagai kawasan hunian, komersial, sekaligus pusat industri yang modern dan berkelanjutan seluas ±3.200 hektare. Kehadiran berbagai sarana olahraga seperti Deltamas Sport Center, J-Golf, hingga Pasadena Serenade Swimming Pool semakin memperkuat komitmen Sinar Mas Land dalam menghadirkan beragam fasilitas untuk meningkatkan kualitas hidup sehat dan seimbang bagi masyarakat. Tidak hanya itu, Kota Deltamas menggelar kegiatan olahraga bersama untuk komunitas seperti padel, fun run, badminton, dan futsal. Kegiatan ini sejalan dengan visi Kota Deltamas untuk menciptakan ruang interaksi yang sehat, produktif, dan berorientasi pada gaya hidup urban.

Dari sisi aksesibilitas, Kota Deltamas memiliki lokasi strategis yang dapat dijangkau langsung melalui Tol Jakarta–Cikampek di KM 37, serta akses Tol Jakarta–Cikampek Selatan di KM 31. Selain itu, kawasan ini juga akan semakin mudah diakses dengan rencana pengoperasian Stasiun Kereta Cepat Karawang yang terhubung langsung dengan Transit Oriented Development (TOD) Kereta Cepat Whoosh. Dukungan infrastruktur modern dan akses transportasi yang memadai tersebut semakin mengukuhkan Kota Deltamas sebagai destinasi unggulan bagi hunian, bisnis, industri, sekaligus gaya hidup masyarakat urban.***

Martabak Legit Asli Bandung yang Melegenda Sejak 1991, Kini Tersebar di Bogor!

0

lookBogordaily.net – Emang ada yang masih belum tahu martabak? Makanan khas yang selalu jadi buah tangan saat bertandang ke rumah teman atau rekan. Saat ini sudah menjadi bagian dari budaya kuliner Indonesia.

Dari dulu sampai sekarang, martabak selalu berhasil jadi simbol kebersamaan, manisnya bikin suasana hangat, asinnya bikin obrolan makin akrab.

Seiring waktu, martabak nggak cuma sekadar jajanan malam pinggir jalan. Ia berevolusi jadi hidangan kekinian dengan beragam inovasi rasa, topping, dan tampilan yang makin menggugah. Di tengah pilihan martabak yang bermunculan, ada satu yang tetap konsisten bikin lidah jatuh cinta dari gigitan pertama, Martabak Legit. Martabak legendaris asli Bandung yang kini bisa kamu nikmati langsung di Bogor.

Martabak Legit Asli Bandung Yang Melegenda Sejak 1991, Kini Hadir Di Bogor!

Dari Bandung, Kini Harumnya Martabak Legit Tercium Di Bogor dan 130+ Kota Lainnya

Martabak asli Bandung yang hadir sejak 1991 ini berhasil menjadi pionir rasa untuk keluarga di Indonesia. Mereka percaya, martabak bukan cuma makanan, tapi juga cara sederhana untuk berbagi kebahagiaan. Karena itu, Martabak Legit selalu hadir dengan cita rasa yang konsisten di setiap wajan.

Kini, Martabak Legit sudah memiliki lebih dari 130 cabang yang tersebar di berbagai kota besar dan daerah di Indonesia. Aroma khas martabak hangatnya kini bisa dinikmati di banyak sudut kota, salah satunya Bogor.

Perluasan cabang ini bukan sekadar soal jumlah, tapi bukti nyata bahwa rasa dan kualitas Martabak Legit terus dipercaya oleh pelanggan di setiap generasi. Berikut outlet Martabak Legit Group yang bisa ditemui di wilayah bogor:
Martabak Legit Group Ciampea
Martabak Legit Group Ciapus
Martabak Legit Group Cilendek
Martabak Legit Group Ciomas
Martabak Legit Group Kedung Halang
Martabak Legit Group Tapos
Martabak Legit Group Tanah Baru
Martabak Legit Group Cilebut
Martabak Legit Group Cibinong
Martabak Legit Group Babakan Madang
Martabak Legit Group Citayam
Martabak Legit Group Sentul

Martabak Legit Asli Bandung Yang Melegenda Sejak 1991, Kini Hadir Di Bogor!

Dari Adonan Kekinian Hingga Isian Gurih Yang Menggoda

Berbeda dengan martabak lainnya, Martabak Legit menghadirkan pilihan adonan kekinian buat para pecinta martabak manis. Mulai dari adonan original, red velvet, mocca, dan pandan semuanya diolah dengan bahan premium dan disajikan dalam tekstur martabak yang lembut serta wangi menggoda. Pilihan topping yang disajikan pun beragam mulai dari toping klasik seperti jagung dan ketan serta toping modern seperti ovaltime, keju, dan oreo.

Nggak cuma itu, Martabak Legit juga punya deretan martabak asin yang jadi favorit banyak pelanggan. Para pecinta gurih kalian bisa menikmati martabak asin premium dengan tiga telur bebek atau tiga telur ayam. Isian daging sapi, ayam, kornet, dan cuko spesial racikan sendiri bikin rasanya gurih, kaya, dan berbeda dari yang lain. Setiap wajan yang dipanggang selalu fresh, disajikan hangat, dan dibuat langsung saat dipesan, menjaga kualitas dan kelezatan di setiap potongannya.

PELOPOR RASA MEWAH, HARGA MURAH

Dengan harga yang seragam yakni Rp28.000 untuk martabak manis dan RP35.000 untuk martabak asin, Martabak Legit tetap jadi pilihan terjangkau untuk semua kalangan tanpa mengorbankan cita rasa. Cocok buat camilan malam, hantaran keluarga, atau teman nongkrong bareng sahabat.

Selama lebih dari tiga dekade, Martabak Legit bukan cuma jadi merek, tapi juga bagian dari kebersamaan orang Indonesia. Dari gigitan pertama, kamu bakal tahu kenapa nama Legit bukan sekadar sebutan, tapi janji rasa yang selalu bikin ketagihan.

Kehadiran Martabak Legit di Bogor jadi kabar menggembirakan bagi para pecinta kuliner, khususnya mereka yang merindukan cita rasa otentik khas Bandung. Kini, warga Bogor tak perlu jauh-jauh ke kota kembang untuk menikmati martabak legendaris yang telah mewarnai momen kebersamaan sejak 1991. Setiap potongnya menghadirkan nostalgia manis yang kini bisa dinikmati lebih dekat, hangat, lembut, dan tentunya legit.***

Banu Lesmana Turun Tangan, Gotong Royong Perbaiki Jalan di Mekarwangi

0

Bogordaily.net – Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PDI Perjuangan, Banu Lesmana, turun langsung mengikuti kerja bakti bersama warga dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Mekarwangi di RW 05, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Sabtu 25 Oktober 2025.

Kegiatan ini dilakukan untuk membuka kembali akses jalan BMW yang sudah rusak dan tidak digunakan selama kurang lebih lima tahun.

Jalan tersebut kini menjadi satu-satunya jalur penghubung antara Kelurahan Mekarwangi dan Kelurahan Kayumanis, setelah jalan alternatif ditutup sekitar dua minggu terakhir.

“Hari ini kegiatan inisiasi dari warga, ketua LPM, pengurus karang taruna, RT, RW, dan masyarakat setempat. Kami gotong royong memperbaiki akses jalan yang lama tidak dipakai,” ujar Banu Lesmana.

Menurutnya, kondisi jalan saat ini sangat tidak layak untuk dilalui. Banyak kubangan air yang dalam, permukaan jalan rusak, dan penerangan jalan yang minim membuat warga kesulitan saat melintas, terutama di malam hari.

“Saya sangat mengapresiasi semangat warga yang mau bergotong royong memperbaiki jalan ini. Minimal bisa dilalui dengan layak meskipun belum diaspal,” kata Banu.

Banu juga menegaskan akan mendorong Pemerintah Kota Bogor agar segera menangani persoalan infrastruktur tersebut, termasuk menyelesaikan proses penyerahan aset dari pihak pengembang (developer) kepada pemerintah daerah.

“Kami dari DPRD Kota Bogor akan menggunakan hak bertanya kepada pemerintah. Jika aset jalan ini masih dimiliki pihak ketiga, maka harus ada tanggung jawab sosial dari mereka untuk memperbaiki jalan ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Banu menyebut jalan BMW memiliki panjang sekitar dua kilometer dan berperan penting sebagai jalur alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas di wilayah Mekarwangi dan Kayumanis.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Mekarwangi, Cecep, mengatakan bahwa kerja bakti ini merupakan hasil musyawarah bersama antara LPM dan sejumlah RW, termasuk RW 05, 06, 07, 08, 11, 12, dan 14.

“Kami sepakat mengaktifkan kembali jalan BMW ini karena menjadi akses penting bagi warga. Apalagi sejak jalan alternatif ditutup, arus lalu lintas menuju Kayumanis jadi macet parah,” ungkap Cecep.

Cecep menambahkan, warga secara swadaya mengumpulkan dana dan material untuk memperbaiki jalan tersebut.

“Alhamdulillah sudah terkumpul empat truk tanah berdasarkan informasi dari Karang Taruna. Tujuannya sederhana, yang penting jalan ini bisa dilalui dulu meskipun belum diaspal,” ujarnya.

Pihaknya berharap Pemerintah Kota Bogor dapat turun tangan membantu perbaikan secara permanen, agar warga mendapatkan akses jalan yang layak dan aman.

“Kami harap Pemkot Bogor bisa segera menindaklanjuti, karena jalan ini vital untuk mobilitas masyarakat dua kelurahan,” pungkas Cecep.***

Ibnu Galansa

Rekkam Art Festival 2025: Merayakan Warna Baru Seni dan Budaya Lokal

0

Bogordaily.net – Rekkam Art Festival (RAF) menyelenggarakan aksi spesial yang akan berlangsung selama dua hari penuh, mulai tanggal 25 hingga 26 Oktober 2025, di Alun Alun Kota Bogor.

Mengangkat tema besar “Suluh Ka Sukma, Tengtrem Ka Jiwa, Bagja Ka Bumi”, Rekkam Art Festival 2025 siap menjadi panggung bagi perpaduan tradisi dan inovasi yang merekam jejak perkembangan seni dan budaya di Indonesia, khususnya dari kalangan generasi muda.

Rekkam Art Festival (RAF) Rekkam Art Festival (RAF) adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Yayasan Rumah Kreatif Keboen Sastra, dengan misi untuk menjadi etalase dan inkubator bagi karya seni dan kreativitas anak muda. RAF berkomitmen untuk mendorong apresiasi publik terhadap seni dan memajukan ekosistem budaya di Indonesia.

Kegiatan ini didedikasikan untuk ruang estetik karya kreatif anak muda. Herie Syahnilla Putra Siregar Selaku Ketua Yayasan Rumah Kreatif Keboen Sastra menyatakan Festival ini bertujuan tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga platform dialog, kolaborasi, dan edukasi bagi seniman, pegiat budaya, komunitas, serta masyarakat umum.

Sementara itu, Setni Laura Bernadethe selaku Ketua Pelaksana Kegiatan Rekkam Art Festival 2025, menambahkan, tahun ini, dengan tema Suluh Ka Sukma, Tengtrem Ka Jiwa, Bagja Ka Bumi.

“Kami ingin mengajak semua pihak untuk melihat kembali bagaimana seni dan budaya lokal kita berinteraksi dengan isu-isu kontemporer. RAF 2025 akan menjadi ‘rekaman’ kolektif tentang semangat zaman, menampilkan karya-karya yang jujur, segar, dan berani dari talenta-talenta terbaik bangsa,” katanya.

Rangkaian Program Unggulan Rekkam Art Festival 2025 ini antara lain:

Pameran Seni Rupa Kontemporer & Penampilan Seni Karya: Menampilkan lebih dari 50 karya dari seniman lokal dan nasional, termasuk instalasi interaktif dan media baru yang merefleksikan tema festival. Mulai dari Pertunjukan musik, tari, dan teater yang memadukan elemen tradisional dan modern.

Diskusi dan Lokakarya (Workshop): Sesi artist talk, masterclass, dan diskusi publik yang melibatkan kurator, akademisi, dan seniman ternama, membahas keberlanjutan seni, digitalisasi budaya yang akan dikemas pada sesi Dialog Budaya.

Pasar Kreatif Lokal: Ruang bagi UMKM dan perajin lokal untuk memamerkan dan menjual produk seni dan kerajinan, mendukung ekonomi kreatif daerah.

Festival ini diharapkan dapat menarik lebih dari 2000 pengunjung dari berbagai kota dan memberikan dampak positif bagi promosi budaya serta pariwisata di Kota Bogor.***