Friday, 17 April 2026
Home Blog Page 326

Bogor Raya Masuk Proyek Strategis Nasional PSEL, Rudy Susmanto: Momentum Pengelolaan Sampah Hijau

0

Bogordaily.net -Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyambut baik dan mendukung penuh pembangunan program Waste To Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) oleh pemerintah pusat di tujuh lokasi, salah satunya di wilayah Bogor Raya.

Demikian diungkapkan Bupati Rudy usai menghadiri rakortas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), di Jakarta, Jumat (24/10).

Rakortas dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan. Dihadiri Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Investasi dan Hilirisasi / Kepala BKPM yang juga CEO Danantara, jajaran wakil menteri dan kepala daerah. Bupati Bogor hadir didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) dan Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan, rakortas membahas penetapan kabupaten dan kota terpilih untuk pembangunan fasilitas PSEL. Sebagai langkah strategis guna mendorong pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan, bagi seluruh masyarakat.

“Saya menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif strategis ini sebagai langkah nyata dalam pengelolaan sampah, sekaligus pemanfaatan energi terbarukan yang berkelanjutan untuk indonesia hijau dan Lestari,” ungkap Rudy Susmanto.

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menjelaskan pembangunan program Waste To Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) siap dilakukan di tujuh wilayah Indonesia, salah satunya di wilayah Bogor Raya.

“Setelah diverifikasi kita putuskan hari ini, nanti Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup akan bersurat, mungkin nanti saya tanda tangani untuk ditetapkan sehingga nanti Danantara mengumumkan pelaksanaan pembangunannya atau groundbreaking di tujuh wilayah,” jelas Zulhas.

Zulhas menerangkan, tujuh wilayah yang dinyatakan siap untuk pembangunan PSEL tersebut antara lain wilayah Provinsi Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya, wilayah Bogor Raya artinya Kota Bogor dan sekitarnya serta Kabupaten Bogor dan sekitarnya. Wilayah Tangerang Raya, wilayah Bekasi Raya, wilayah Medan Raya dan Kota Semarang.

“Indonesia sudah ketinggalan lama terkait PSEL sehingga pemerintahan Presiden Prabowo menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 untuk mengatasi permasalahan sampah dengan mengubahnya menjadi energi Listrik,” terang Zulhas.

Ia menambahkan, pembangunan PSEL ini juga dapat menciptakan lapangan kerja serta menjadi sumber energi baru terbarukan menuju transisi energi. Ia pun berharap, jumlah wilayah yang ditetapkan untuk pembangunan PSEL atau Waste To Energy dapat terus bertambah ke depannya.***

Hadiri Konvensyen DMDI, Menteri UMKM Dorong Kebangkitan Ekonomi Melayu Islam

0

Bogordaily.net — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman saat menyampaikan pidato kunci dalam Konvensyen Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) ke-23 di Jakarta, Jumat (24/10), menekankan pentingnya transformasi digital sebagai kunci kebangkitan perekonomian antarnegara rumpun Melayu Islam.

Menurut Menteri Maman, industri halal dunia saat ini memiliki potensi yang sangat besar. Karena itu, digitalisasi menjadi langkah penting agar para pengusaha UMKM dapat terus tumbuh, beradaptasi, dan memperluas pasar ke tingkat global.

“Melalui digitalisasi dan inovasi yang inklusif, UMKM bukan hanya menjadi tulang punggung ekonomi nasional, tetapi juga motor penggerak ekonomi dunia Melayu dan Islam,” ujar Menteri Maman.

Konvensyen ini dihadiri tokoh-tokoh perwakilan dari 23 negara Melayu dan Islam di dunia. Dalam forum tersebut, Menteri Maman mengajak publik dan pengusaha untuk melihat peluang besar di sektor industri halal yang sedang menjadi tren ekonomi global.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi syariah dan industri halal berkontribusi sebesar 46,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Sementara itu, ekspor produk halal pada 2024 mencapai 41,4 juta dolar AS.

Pencapaian tersebut menempatkan Indonesia dalam peta utama ekonomi Islam dunia yakni peringkat pertama dalam transaksi investasi, peringkat kedua dalam produk halal, serta peringkat ketiga dalam ekonomi Islam global, keuangan syariah, dan fesyen Muslim.

“Ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi ekonomi Islam yang sangat besar untuk didorong sebagai kekuatan global melalui penerapan digitalisasi,” ujar Menteri Maman.

Ia menambahkan, transformasi digital menjadi faktor kunci dalam memperkuat daya saing UMKM. Namun saat ini, baru sekitar 43 persen pengusaha yang terhubung ke sektor ekonomi digital.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian UMKM sedang menyiapkan peluncuran platform SAPA UMKM, sebuah sistem yang akan menghubungkan seluruh pelaku UMKM di Indonesia dengan akses permodalan, legalitas, pelatihan, dan sertifikasi usaha yang dibutuhkan.

Selain itu, Kementerian UMKM juga memperkuat ekosistem usaha syariah melalui pengembangan 43 zona Kuliner Halal, Aman, Sehat (KHAS) di berbagai daerah, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah sebesar Rp21,9 triliun kepada lebih dari 334 ribu debitur, serta fasilitasi investasi syariah senilai Rp104,4 miliar dengan partisipasi 376 wirausaha.

“Dengan pengembangan ekonomi halal dan percepatan digitalisasi, kita dapat memperluas ekspor produk halal sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi umat,” kata Menteri Maman.

Melalui forum DMDI, Maman berharap terjalin kolaborasi konkret antarnegara rumpun Melayu dan Islam dalam memperkuat rantai pasok produk halal global.

Kementerian UMKM, lanjutnya, berkomitmen untuk mendukung perkembangan UMKM bersama DMDI sebagai organisasi yang mempererat hubungan antarnegara rumpun Melayu dan Islam di seluruh dunia.

“Mari kita perkuat kolaborasi antara dunia Melayu dan dunia Islam untuk mempercepat transformasi ekonomi berbasis inovasi dan teknologi,” kata Menteri Maman.

Dalam konvensyen tersebut, Menteri UMKM Maman Abdurrahman juga menerima anugerah Tun Perak Dunia Melayu Dunia Islam, penghargaan tertinggi yang diberikan oleh DMDI sebagai bentuk pengakuan atas dedikasinya dalam memperkuat ekonomi Melayu dan Islam melalui pemberdayaan UMKM.

Selain itu, Menteri Maman turut menghadiri peluncuran program Saudagar Dunia Melayu Dunia Islam Global, yang diharapkan menjadi wadah baru bagi kolaborasi dan pertumbuhan ekonomi lintas negara berbasis nilai-nilai Islam dan inovasi digital.***

Inventarisasi Tanah Di Desa Untuk Pembangunan Gudang Dan Gerai Kopdes Dipercepat

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri acara Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta menyaksikan penandatanganan MoU antara Kejaksaan Negeri dengan DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional se-provinsi Bangka Belitung, Namang, Jumat (24/10/2025).

Dalam acara tersebut Menkop menyampaikan Kementerian Koperasi (Kemenkop) menargetkan percepatan pembangunan gudang dan gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di seluruh Indonesia, salah satunya termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ditargetkan Maret 2026 seluruh gudang dan gerai Kopdes/Kel Merah Putih di seluruh Indonesia selesai dibangun dan siap dioperasikan.

Hadir dalam acara, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani, Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Ekonomi Produktif dan Kreatif Usaha Koperasi Ambar Pertiwiningrum, serta jajaran Kejaksaan Negeri dan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam kesempatan tersebut Menkop Ferry Juliantono juga mengapresiasi Bangka Belitung sebagai provinsi yang tercepat mendukung dan bergerak untuk program KDKMP. Ia menegaskan bahwa melalui kegiatan bimbingan teknis ini, diharapkan koperasi desa dan kelurahan dapat tumbuh menjadi lembaga ekonomi rakyat yang kuat dan mandiri.

Sebagai salah satu Provinsi yang tercepat dalam pembentukan legalitas Kopdes/Kel Merah Putih, Menkop Ferry berharap Provinsi Bangka Belitung dapat melanjutkan catatan positifnya untuk melakukan percepatan operasionalisasi koperasi.

“Diharapkan pemerintah daerah Provinsi Bangka Belitung dapat memaksimalkan sinerginya dengan Kementerian Koperasi agar pembangunan gudang dan gerai dapat segera dilakukan secara masif,” ucap Menkop.

Menkop Ferry menegaskan untuk mengejar target setiap hari harus dilakukan inventarisasi 1.000 bidang tanah di desa untuk dapat dibangun gudang, gerai-gerai dan sarana prasarana pendukung lainnya. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden melalui Instruksi Presiden (Inpres) tentang percepatan pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih.

Sebagai upaya percepatan pembangunan gudang dan gerai tersebut, akan dikeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang pembangunan fisik gudang dan gerai serta sarana pendukung lainnya. Melalui payung hukum ini diharapkan seluruh sumber daya baik di tingkat pusat dan daerah dapat menjalin sinergi untuk melakukan percepatan pembangunan tersebut.

Menkop Ferry memastikan bahwa proses pembangunan aset fisik untuk Kopdes/Kel Merah Putih tersebut akan dilakukan pengawasan dan monitoring secara ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan atau penyelewengan dari setiap anggaran yang disiapkan oleh Bank Himbara. Pengawasan dan monitoring ini diperkuat dengan sistem digital melalui Aplikasi “Jaga Desa” yang telah dikembangkan Kejaksaan Agung.

“Presiden ingin pembangunan gudang dan gerai ini dilaksanakan secara cepat namun tetap diawasi dan dikontrol agar mutu serta kualitas bangunan terjaga. Pengawasan ini diperlukan untuk mitigasi risiko melalui kolaborasi dengan Kejaksaan Agung,” katanya.

Menurutnya, pengawasan dilakukan bersama Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) di tingkat kabupaten dan kota, berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri setempat. “Aplikasi Jaga Desa ini menjadi alat penting untuk memastikan akuntabilitas, transparansi, dan pencegahan penyimpangan dalam operasional koperasi desa,” ujarnya.

“Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini kita dorong sebagai gerakan kebangkitan ekonomi rakyat dari bawah. Koperasi di tingkat desa harus menjadi penggerak utama ekonomi lokal, yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat kemandirian masyarakat,” tambah Menkop Ferry.

Dalam kunjungan kerja ke Bangka Belitung tersebut, Menkop Ferry juga melakukan penanaman pohon dan pelepasan burung dalam rangka rehabilitasi lahan kritis di Desa Namang. Selain itu, Menkop juga turut melakukan penanaman padi sebagai simbol dukungan terhadap upaya peningkatan ketahanan pangan di wilayah tersebut.***

BRI BO Bogor Dewi Sartika Apresiasi Desa BRILiaN di Cisarua

0

Bogordaily.net –  BRI Branch Office (BO) Bogor Dewi Sartika apresiasi Desa BRILiaN Desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua tepatnya di Kampung Koboy, pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Regional Micro Banking Head BRI, Susanto mengatakan, pihaknya memberikan penghargaan dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas capaian prestasi yang telah diraih oleh masyarakat Desa Tugu Selatan sebagai Pemenang 15 Desa BRILian Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2024.

“Pencapaian ini tentu merupakan hasil kerja keras, komitmen dan kebersamaan yang luar biasa,” ungkapnya.

Adapun penyerahan Corporate Social Responsibility (CSR) ini menjadi salah satu bentuk nyata dari kepedulian Bank BRI dalam mendukung pembangunan desa. Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat program pembangunan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan seluruh warga Desa Tugu Selatan.

“Saya meyakini bahwa keberhasilan pembangunan tidak lepas dari sinergi antar berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat itu sendiri,” terangnya.

Kerjasama yang harmonis ini perlu terus dijaga agar mampu menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan untuk kemajuan daerah. Semua pihak memiliki tanggung jawab bersama dalam mendukung setiap langkah pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Mari kita jadikan penyerahan CSR ini sebagai momentum untuk semakin mempererat kolaborasi dalam berbagai bidang. Semoga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal serta menjadi stimulan untuk inisiatif-inisiatif baru demi kemajuan Desa Tugu Selatan.

“Saya berharap kerjasama ini terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi semua pihak dan semoga Tuhan YME senantiasa memberikan bimbingan dan keberkahan dalam segala usaha kita,” tutupnya.***

Revitalisasi Pasar Bogor Dimulai! Listrik dan Air Diputus, PPJ Siapkan Lelang Bongkaran Gedung Lama

0

Bogordaily.net – Revitalisasi Pasar Bogor terus bergulir, setelah tanggal 30 September dan 1 Oktober 2025 dilakukan pemutusan listrik, langkah terbaru Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor melakukan pemagaran dan pemutusan total jaringan air PDAM juga listrik Pasar Bogor pada Kamis 23 Oktober 2025.

Setelah langkah ini, dalam waktu yang bersamaan Perumda PPJ Kota Bogor mempersiapkan lelang bongkaran eks gedung Pasar dan Plaza Bogor di KPKNL.

Diketahui pemutusan total jaringan listrik dilakukan pukul 14.05 WIB dan jaringan air PDAM dilakukan pukul 15.30 WIB. Kegiatan penutupan ini juga melibatkan aparat TNI, Polri dan jajaran Pemkot Bogor.

“Bismillah, proses revitalisasi Pasar Bogor sudah dimulai. Tanggal 30 September dan 1 Oktober 2025 kemarin sudah dilakukan pemutusan listrik dan air. Dilanjutkan dengan penertiban kios-kios didalam pasar. Hari ini Selasa 23 Oktober 2025, kami melakukan pemagaran dan pemutusan total jaringan air juga listrik Pasar Bogor,” ungkap Direktur Utama (Dirut) Perumda PPJ Kota Bogor, Jenal Abidin.

Jenal melanjutkan, dalam Tahapan revitalisasi juga, pihaknya tengah mempersiapkan lelang bongkaran eks gedung pasar dan plaza bogor di KPKNL. Semoga di November 2025 ini sudah ada pemenang dan bisa dilakukan pembongkaran.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu proses ini. Terutama pihak Kepolisian, TNI, Satpol PP, tim perumda Pasar Pakuan Jaya serta seluruh pegawai Perumda PPJ Kota Bogor,” tuturnya.

“Tentunya harapan kami, seluruh pedagang Pasar Bogor, untuk segera beberes dan pindah ke Pasar Jambu Dua dan Sukasari,” tambah Jenal.

Jenal menjelaskan, selain para pedagang eksisting, Perumda PPJ Kota Bogor juga menyediakan tempat untuk teman-teman Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Bogor.

“Untuk teman-teman PKL mangga kami siapkan juga tempat relokasi di Pasar Jambu Dua yang tentunya lebih representatif,” pungkasnya.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Miris! 6 Ribu Warga Bogor Gunakan Dana Bansos untuk Judi Online, Terbanyak di Indonesia

Bogordaily.net – Menteri Sosial Republik Indonesia Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) mencatat ada sebanyak 6 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos di Kabupaten Bogor disalahgunakan untuk bermain Judi Online (Judol).

Hal tersebut ia sampaikan saat mengecek langsung penyaluran bantuan sosial (Bansos) di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Jum’at 24 Oktober 2025.

Gus Ipul menilai, data tersebut merupakan angka tertinggi se-Indonesia dengan jumlah keseluruhan KPM yang terindikasi judi online mencapai 600 ribu lebih.

“Iya, ada 6 ribu lebih se Indonesia ada 600 ribu, 6 ribu ada di Kabupaten Bogor,” kata Gus Ipul kepada wartawan di Cibinong, Jum’at 24 Oktober 2025.

Ia mengatakan, pihaknya bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) masih mendalami adanya temuan tersebut.

“Macam macam, ada yang memang main judol, ada juga dimanfaatkan orang, lagi kita dalami. Tetapi dalam temuan yang dilakukan oleh PPATK memang terindikasi bermain judol,” jelasnya.

PPATK Ungkap Transaksi Judi Online Capai Rp22 Miliar

Selain itu, Gus Ipul meminta kepada masyarakat untuk tidak menyalahgunakan uang bansos, dan bisa memanfaatkanya dengan baik untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kalau ga salah tertinggi disini, bukan berarti ini salah siapa siapa, tapi memang harus sama sama saya minta para pendamping lebih teliti dan cermat kepada penerima manfaat agar memanfaatkan dengan baik bantuannya,” ungkap Gus Ipul.

Sebelumnya diketahui, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga mencatat bahwa penggunaan dana bansos untuk judi online paling tinggi terjadi di Kabupaten Bogor.

Berdasarkan data PPATK, Kabupaten Bogor mencatat 5.497 penerima bansos teridentifikasi bermain judi online, dengan total nilai transaksi mencapai Rp22 miliar. Angka itu lebih tinggi dibandingkan kota-kota besar seperti Surabaya (1.816 orang, Rp9 miliar) dan Jakarta Pusat (1.754 orang, Rp9 miliar).

Temuan tersebut dibenarkan oleh Menteri Sosial, yang memastikan bahwa di Kabupaten Bogor terdapat penyalahgunaan bansos dengan jumlah terbesar di Indonesia.

(Albin Pandita)

BPR Supra Bogor Tawarkan Kredit Cepat untuk Pegawai dan Tabungan Bebas Biaya Admin

0

Bogordaily.net – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Supra Bogor yang terletak di Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor menghadirkan berbagai pelayanan terhadap nasabah.

Berbagai pelayanan tersebut diantaranya, kredit cepat jaminan BPKB, kredit untuk pegawai, hingga tabungan bebas biaya admin.

Pimpinan Cabang BPR Bank Supra Bogor Hardian Wiracahya mengatakan bahwa, saat ini pihaknya tengah menawarkan layanan kredit untuk pegawai swasta.

Prosesnya, cukup dengan saldo BPJS Ketenagakerjaaan, dijamin cair 100 persen langsung dari rekening nasabah.

“Jadi untuk yang sekarang ini kita lagi gencar untuk kredit ke pegawai swasta baik itu pekerja kantoran pekerja pabrik, atau pekerja minimarket yang artinya bahwa mereka punya BPJS Ketenagakerjaan,” kata Hardian kepada Bogordaily.net, Jum’at 24 Oktober 2025.

Kredit Jaminan BPKB dan Sertifikat, Proses Cepat dan Aman

Kemudian, BPR Supra memberikan kemudahan kepada nasabah untuk melakukan kredit atau pinjaman mulai Rp.1 jutaan hanya dengan jaminan BPKB kendaraan ataupun sertifikat tanah ruko dll. Prosesnya pun dijamin cepat, aman dan terpercaya dan tanpa ribet.

“Tetapi selain itu kita juga punya produk kredit yang untuk modal kerja sama konsumtifnya itu dengan jaminan BPKB kendaraan baik motor atau mobil atau juga bisa dengan jaminan sertifikat baik itu rumah, tanah, ruko/gudang, nah itu kita juga bisa biayain,” jelasnya.

Selain itu, BPR Supra Bogor turut memberikan kemudahan bertransaksi kepada nasabah dengan menghadirkan kartu ATM dan juga aplikasi Supra Mobile, bebas biaya admin.

“Tabungan kita juga ada fasilitas atm, mobile banking kita juga ada kemudian bebas biaya administrasi, keuntungnya dapet bunga tabungan, dapat atm dan mobile banking sama juga untuk tabungan itu kita sudah terkoneksi dengan atm bersama,” ungkap Hardian.

Sementara itu, BPR Supra Bogor sudah berizin dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BPR Supra Bogor juga merupakan peserta penjamin LPS.

Yuk tunggu apalagi, ajukan sekarang juga, tentunya prosesnya mudah, cepat, dan aman.

Untuk informasi selengkapnya bisa mengunjungi website www.bprsupra.com atau, bisa menguhubungi langsung nomor 082261817076 atau 0266237070.

(Albin Pandita)

Clara Shinta Sebut Suami Lebih Pilih Drama China daripada Quality Time

0

Bogordaily.net – Selebgram dan aktris Clara Shinta akhirnya buka suara soal kisruh rumah tangganya dengan sang suami, Alexander Assad, yang sempat ramai diperbincangkan publik.

Rumah tangga yang baru seumur jagung itu, tepatnya baru berjalan 52 hari, sempat dikabarkan di ambang perpisahan setelah Clara membuat unggahan emosional di Instagram Story miliknya.

Dalam unggahan tersebut, Clara mengaku sempat terpikir untuk berpisah dari sang suami. Sontak, pernyataan itu membuat warganet bertanya-tanya: apa yang sebenarnya terjadi di balik hubungan pasangan muda itu?

Ungkapan Jujur di Podcast Denny Sumargo

Belum lama ini, Clara Shinta hadir sebagai bintang tamu di podcast milik Denny Sumargo, dan di sanalah ia mengungkap sisi lain dari kisah rumah tangganya.

Dengan nada terbuka namun berusaha tegar, Clara menceritakan bahwa salah satu sumber permasalahan dalam hubungan mereka muncul dari kebiasaan sederhana sang suami yang ternyata cukup menyakitkan bagi dirinya.

Menurut Clara, Alexander Assad memiliki kebiasaan menonton drama China hingga larut malam.

Kebiasaan ini, yang terlihat sepele bagi sebagian orang, justru menjadi pemicu rasa tidak disayang bagi Clara.

“Gue tuh orangnya suka diperhatiin, dia perhatiin drama China. Aku tuh suka quality time, dia tuh gak memenuhi quality time itu,” ujar Clara dengan jujur dalam podcast tersebut.

Dalam pengakuannya, Clara menjelaskan bahwa ia dan suami memiliki love language yang sangat berbeda.

Ia sendiri mengutamakan quality time sebagai bentuk kasih sayang, sementara sang suami lebih mengekspresikan cinta melalui physical touch.

Perbedaan ini sering kali membuat Clara merasa tidak mendapatkan perhatian yang cukup, meskipun sang suami sebenarnya menunjukkan kasih sayangnya dengan cara lain.

Namun, bagi Clara yang sensitif terhadap kehadiran dan kebersamaan, hal itu menjadi jurang emosional yang sulit dihindari.

Perempuan berparas lembut itu juga menilai bahwa kebiasaan sang suami menonton drama bukan hanya mengganggu waktu kebersamaan, tapi juga mengikis keintiman emosional di antara mereka.

Karena itu, Clara mencoba membicarakan hal tersebut dengan cara terbuka kepada Alexander, agar hubungan mereka bisa kembali harmonis.

“Aku Kuat Kalau Miskin, Tapi Tidak Kuat Kalau Tidak Disayang”

Dalam percakapan itu, Clara menuturkan betapa pentingnya kasih sayang dalam hubungan suami-istri.

Ia bahkan dengan tulus menyampaikan kepada Alexander bahwa dirinya tidak mempermasalahkan kondisi ekonomi, selama tetap mendapatkan cinta dan perhatian dari sang suami.

“Jujur aku tuh kalau kamu jatuh miskin, aku kuat. Kamu gak punya apa-apa, aku kuat. Tapi kalau aku gak disayangin, aku gak kuat, aku gak bisa,” jelas Clara.

Meski diwarnai perbedaan dan kesalahpahaman, Clara Shinta mengaku kini dirinya dan sang suami sudah berbaikan.

Ia juga telah meminta maaf atas kesalahannya yang dianggap menyinggung perasaan Alexander, termasuk soal foto-foto lama dengan mantan kekasihnya yang belum sempat dihapus dari media sosial.

Clara sempat panik, takut ucapan itu diartikan sebagai talak, apalagi sang suami merupakan mualaf baru yang masih belajar memahami hukum pernikahan dalam Islam. Ia pun berinisiatif untuk menanyakan kejelasan hubungan mereka lewat sambungan telepon.

“Pas aku ajarin dia buat nalak, dia matiin telponnya. Oh aku masih berbunga-bunga lah aku pikir oh kamu tidak mau menalak, meskipun tetep sedih,” ungkap Clara.***

Pemkot Bogor Konsisten Tekan Inflasi, Fokus Awasi Mutu Beras dan Stabilitas Harga Pangan

0

Bogordaily.net – Warga Kota Bogor bisa sedikit bernafas lega di tengah tren kenaikan harga kebutuhan pokok sepanjang tahun ini.

Upaya masif Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mengendalikan harga pangan melalui berbagai intervensi pasar mulai menunjukkan hasil positif.

Sebagai tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang digelar secara virtual, Senin, 20 Oktobober 2025, Pemkot Bogor kini menyiapkan pengawasan ketat terhadap mutu beras di pasar-pasar daerah.

Pemkot Bogor Awasi Ketat Mutu Beras

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bogor, Dewi Kurniasari mengatakan, kebijakan tersebut berangkat dari instruksi Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Pemerintah pusat meminta seluruh daerah memastikan kualitas beras sesuai label kemasan untuk menjaga stabilitas harga di pasar.

“Dalam dua minggu ke depan akan diterbitkan surat edaran kepada seluruh pedagang, pengecer, dan distributor beras agar menjaga mutu beras sesuai dengan label dalam kemasan. Jika tidak memenuhi ketentuan, akan ada surat teguran, dan bila masih melanggar, izin usahanya bisa dicabut,” ujar Dewi.

Menurut Dewi, kebijakan pengawasan mutu beras ini akan ditindaklanjuti oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (KUKM Dagin), serta Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ).

Ketiganya akan berkoordinasi untuk memantau peredaran beras dan memastikan tidak ada praktik curang di lapangan.

“Langkah ini merupakan bagian dari strategi stabilisasi harga pangan. Pengawasan mutu juga penting untuk menjaga kepercayaan konsumen dan mencegah gejolak harga akibat penurunan kualitas produk,” jelasnya.

Inflasi Kota Bogor Masih Terkendali

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Bogor mengalami inflasi pada September 2025 sebesar 0,20 persen secara bulanan (month-to-month) dan 2,73 persen secara tahunan (year-on-year).

Kenaikan harga daging ayam ras menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan andil 0,13 persen, diikuti emas perhiasan (0,08 persen) dan biaya akademi atau perguruan tinggi (0,06 persen).

Sementara itu, beberapa komoditas seperti bawang merah, tomat, dan air kemasan justru mengalami penurunan harga yang menahan laju inflasi.

Dewi menyebutkan, pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga keseimbangan pasokan dan keterjangkauan harga di pasar.

“Kami berkomitmen memastikan stabilitas harga dan pasokan pangan agar tidak menekan daya beli masyarakat,” katanya.

Selain pengawasan beras, Pemkot juga akan melanjutkan program operasi pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang telah terbukti efektif menekan inflasi pada bulan sebelumnya.

“Upaya ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tapi juga menjadi bagian dari strategi jangka menengah agar harga kebutuhan pokok di Kota Bogor tetap stabil hingga akhir tahun,” katanya.***

 

 

Nikita Mirzani Sebut Reza Gladys Masih Jual Bebas Skincare Berbahaya

0

Bogordaily.net – Dunia hiburan kembali menyoroti langkah hukum yang tengah dijalani artis kontroversial Nikita Mirzani. Setelah hampir setahun menjalani proses panjang di meja hijau, sidang vonis kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret namanya akhirnya dijadwalkan pada Selasa, 28 Oktober 2025, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam kasus ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya telah menuntut Nikita dengan hukuman 11 tahun penjara dan denda Rp2 miliar.

Vonis tersebut akan menjadi puncak dari perjalanan hukum yang penuh drama dan perdebatan publik antara Nikita Mirzani dan dokter kecantikan sekaligus selebgram, Reza Gladys.

Menjelang momen penentuan nasibnya, Nikita Mirzani atau akrab disapa Nikmir tampil dengan sikap yang mencuri perhatian.

Dalam sidang lanjutan yang digelar pada Kamis lalu, bintang film dan presenter itu mengaku tetap tenang serta optimis bahwa dirinya akan bebas dari segala tuntutan hukum.

Sikap percaya diri itu bukan tanpa alasan. Di tengah tekanan opini publik dan pemberitaan yang masif, Nikita tampak yakin bahwa bukti-bukti yang ia miliki dapat membantah seluruh tudingan yang diarahkan kepadanya.

Menariknya, menjelang sidang vonis, Nikita Mirzani justru melakukan langkah tak terduga di media sosial. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Nikita menampilkan produk milik Reza Gladys yang masih beredar luas di e-commerce meski sebelumnya disebut sudah tak dijual sejak awal 2024.

Produk yang dimaksud adalah Glowing Booster Cell, yang belakangan diketahui menjadi titik awal dari konflik panjang antara keduanya.

Padahal, berdasarkan pernyataan pihak Reza, produk tersebut sudah tidak dipasarkan sejak awal tahun 2024.

Namun, hasil penelusuran menunjukkan bahwa hingga November 2024, produk itu masih bisa ditemukan dengan mudah di berbagai platform e-commerce ternama. Fakta tersebut memperkuat dugaan bahwa tuduhan terhadap Nikita tidak sepenuhnya berdasar.***