Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 336

Pendidikan yang Hidup Kembali: Dari Revitalisasi Sekolah hingga Digitalisasi Harapan

0

Bogordaily.net – Aflah Hatur Aufa, Pengamat Pendidikan asal Banyumas, menyampaikan
diberbagai pelosok negeri, gema perubahan pendidikan kini mulai terasa nyata. Dari ruang kelas sederhana di Pulau Sabu yang berdinding bata hingga sekolah menengah di lereng Gunung Panderman, Batu, denyut baru pendidikan Indonesia perlahan berirama. Suara tawa anak-anak yang belajar dengan tablet, papan tulis yang kembali penuh coretan, hingga gotong royong warga memperbaiki pagar sekolah — semua menandai bahwa pendidikan bukan lagi wacana, melainkan gerakan yang hidup di tengah masyarakat.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat capaian penting sepanjang Oktober 2024–Oktober 2025 melalui tujuh program prioritas dengan total anggaran Rp181,72 triliun. Visi utamanya sederhana tapi fundamental: memastikan setiap anak Indonesia, tanpa memandang di mana ia lahir, memiliki kesempatan belajar yang bermutu dan bermartabat.

Salah satu tonggak utama dari visi itu adalah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Dengan alokasi dana Rp16,97 triliun, program ini tidak hanya mencapai, tetapi melampaui target—dari 10.440 menjadi 15.523 satuan pendidikan, mencakup PAUD hingga SLB. Namun, keberhasilan ini sejatinya bukan semata soal jumlah sekolah yang berdiri, melainkan tentang bagaimana ruang belajar itu kembali menemukan jiwanya.

Di banyak tempat, masyarakat tidak lagi menunggu bantuan datang, melainkan menjadi bagian dari perubahan. Di Kudus, misalnya, warga dan guru di SMPN 1 Bae bergotong royong membangun toilet ramah disabilitas dengan bahan lokal. Di Wonosobo, para petani menyumbangkan hasil panen untuk memperbaiki ruang kelas anak-anak mereka. Sementara di Kota Batu, bantuan revitalisasi senilai Rp1,7 miliar dimanfaatkan untuk memperbarui fasilitas di 293 satuan pendidikan.

“Pendidikan bukan urusan angka, melainkan urusan masa depan dan peradaban,” ujar Wakil Wali Kota Batu, Henry Suyanto, mengingatkan bahwa setiap bangunan sekolah sejatinya adalah investasi sosial yang berdampak lintas generasi.

Fenomena ini menggambarkan sesuatu yang lebih dalam: pendidikan kini mulai kembali ke pangkuan rakyatnya. Program revitalisasi tidak hanya menciptakan ruang belajar yang layak, tetapi juga menumbuhkan kembali gotong royong—nilai yang dulu menjadi roh pendidikan nasional sejak era Ki Hajar Dewantara. Ketika masyarakat turut serta, sekolah bukan lagi milik pemerintah, tetapi milik bersama.

Dampak ekonominya pun terasa. Ribuan pekerja lokal terlibat dalam proses pembangunan, dari tukang, pengrajin, hingga penyedia material. Di beberapa daerah, dana revitalisasi menjadi pemicu ekonomi mikro yang menghidupkan usaha kecil di sekitar sekolah.

Namun, capaian ini menyisakan satu catatan penting: pembangunan fisik hanyalah kulit luar dari pembaruan pendidikan. Tantangan sesungguhnya ada pada revitalisasi pedagogi dan mentalitas belajar. Banyak sekolah memang sudah berdiri megah, tetapi cara mengajar dan mengelolanya sering masih berorientasi pada hafalan, bukan pada pembentukan karakter dan kreativitas.

Bangunan yang kokoh perlu diisi dengan semangat belajar yang baru—lebih kontekstual, kolaboratif, dan berakar pada kehidupan nyata. Jika tidak, tembok baru itu hanya akan menjadi monumen tanpa jiwa.

Karena itu, keberhasilan revitalisasi harus diukur bukan hanya dari berapa banyak ruang kelas dibangun, tetapi dari seberapa banyak hati dan pikiran yang tersentuh di dalamnya.

Digitalisasi Pendidikan: Menjembatani Jarak, Menghapus Sekat
Transformasi berikutnya adalah digitalisasi pendidikan nasional, sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025. Inpres ini membuka akses pembelajaran digital bagi lebih dari 285.000 sekolah—dari PAUD hingga Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Kini, televisi pendidikan di Papua menjadi ruang belajar kolektif; radio komunitas di Kalimantan Utara menyiarkan pelajaran setiap sore; dan di Sulawesi Tengah, tablet menjadi jendela ilmu bagi siswa pedalaman. Perubahan ini membuktikan bahwa smart classroom bukan lagi milik kota besar semata.

Namun, transformasi digital tak berhenti pada perangkat. Pemerintah juga menyiapkan Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai langkah menuju standardisasi mutu pendidikan. Berdasarkan survei Katadata Insight Center (KIC) 2025, 87,6% orang tua murid menilai TKA penting sebagai alat ukur objektif hasil belajar. Meski begitu, hanya 46,2% yang memahami bahwa TKA bersifat sukarela, bukan syarat kelulusan atau pengganti Ujian Nasional.

Peneliti KIC, Satria Triputra Wisnumurti, menegaskan, “TKA disambut positif karena menjadi alat ukur objektif, bukan sekadar hafalan.” Ia menambahkan, hasil survei menunjukkan dukungan tinggi: 9 dari 10 responden mendukung penerapan TKA sebagai seleksi jenjang berikutnya.

Meski demikian, tantangan besar masih menanti. Banyak sekolah belum memiliki infrastruktur digital memadai, terutama di wilayah 3T. Direktur Sekolah Menengah Atas Kemendikdasmen, Winner Jihad Akbar, mengakui bahwa ketimpangan akses internet masih menjadi PR serius. Ia berjanji, sosialisasi dan peningkatan kualitas sekolah akan menjadi fokus agar digitalisasi tak menciptakan kesenjangan baru.

Kritik konstruktif juga datang dari kalangan akademisi: digitalisasi tak boleh berhenti pada hardware dan software. Yang terpenting adalah mindware—kesiapan guru dan siswa beradaptasi dengan pola belajar baru. Sebab, teknologi tanpa filosofi hanya akan melahirkan ruang kelas yang modern secara tampilan, tapi miskin interaksi.

Guru dan Siswa Berdaya: Pondasi dari Semua Perubahan
Tak ada reformasi pendidikan yang berhasil tanpa menempatkan guru di pusat perubahan. Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Pemerintah mengalokasikan Rp13,2 triliun untuk berbagai kebijakan afirmatif: 785 ribu guru non-ASN menerima tunjangan profesi Rp2 juta per bulan; 253 ribu guru PAUD nonformal mendapat BSU Rp300 ribu; 804 ribu guru mengikuti Program Profesi Guru (PPG); dan 16.197 guru mendapat fasilitasi kuliah lanjutan ke jenjang S1/D4.

Mulai Agustus 2025, insentif tambahan Rp2,1 juta diberikan kepada guru non-ASN selama tujuh bulan berturut-turut. Sementara itu, Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik sebesar Rp70 triliun disalurkan bagi guru ASN dalam tiga skema: Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk 1,52 juta guru, Dana Tambahan Penghasilan (DTP) untuk 332 ribu guru, dan Tunjangan Khusus Guru (TKG) untuk 62 ribu guru di daerah tertinggal.

Kebijakan ini mulai menunjukkan hasil. Guru lebih aktif mengikuti pelatihan daring, mengembangkan media ajar digital, dan menerapkan pembelajaran berbasis proyek. Guru yang sejahtera tak hanya mengajar, tetapi menginspirasi. Namun, agar kebijakan ini berkelanjutan, sistem pengawasan dan pemerataan perlu diperkuat—terutama di daerah yang aksesnya terbatas.

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat kebijakan afirmatif bagi siswa. Program Indonesia Pintar (PIP) menjangkau 18,5 juta penerima manfaat dengan anggaran Rp13,5 triliun, sementara Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) menargetkan 4.679 siswa wilayah 3T. Program Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) menyalurkan Rp59,3 triliun untuk 422.106 sekolah dan lebih dari 50 juta peserta didik.

Selain itu, kebijakan baru Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menggantikan PPDB sebagai upaya pemerataan akses pendidikan. Laporan Katadata Insight Center menunjukkan tingkat awareness publik terhadap SPMB mencapai 80%, dengan 88% responden menilai sistem ini lebih baik dari PPDB dan 90% menyebut sesuai harapan. Mayoritas orang tua menilai sistem ini memberi peluang lebih besar bagi siswa ekonomi rendah (94,4%) dan penyandang disabilitas (91,8%).

Manajer Riset KIC, Satria Triputra Wisnumurti, menjelaskan, “Di atas 90% responden sepakat bahwa manfaat SPMB banyak—dari transparansi hingga keadilan akses.” Survei juga menunjukkan SPMB meningkatkan pemerataan layanan (63,7%), transparansi (50,9%), serta mengurangi dominasi sekolah favorit (49,8%).

Namun demikian, survei juga mencatat tantangan: kurangnya sosialisasi (24,9%), kendala teknis sistem (10,2%), serta masih rendahnya pemahaman publik terhadap TKA (hanya 46,2%). Kritik ini menjadi pengingat bahwa kebijakan baik membutuhkan komunikasi publik yang lebih kuat agar tidak disalahpahami.

Pendidikan yang Hidup, Bangsa yang Tumbuh
Satu tahun perjalanan ini bukan sekadar rentetan capaian program, melainkan perjalanan bangsa menulis ulang makna pendidikan. Sekolah bukan lagi sekadar ruang kelas, tetapi pusat kehidupan sosial; guru bukan hanya pengajar, tapi penjaga harapan; dan teknologi bukan sekadar alat, tapi jembatan antara ketimpangan dan kesempatan.

Program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” menjadi refleksi sederhana dari filosofi ini—menanamkan disiplin, spiritualitas, kesehatan, dan semangat belajar sejak dini. Laporan Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar 2025 menunjukkan bahwa 72% sekolah pelaksana mencatat peningkatan kehadiran siswa dan kedisiplinan guru.

Meski capaian ini menggembirakan, pekerjaan besar masih menanti. Masih ada kesenjangan infrastruktur di wilayah timur, ketimpangan kualitas guru, serta tantangan integrasi digital di sekolah kecil. Namun arah perubahan sudah benar. Pendidikan Indonesia sedang hidup kembali—bukan sekadar karena gedung yang berdiri megah, melainkan karena semangat belajar yang kembali menyala.

Seperti dikatakan Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam kunjungannya ke Kudus, “Pendidikan adalah kerja bersama. Bukan proyek pemerintah, tapi perjalanan bangsa untuk memastikan setiap anak Indonesia punya kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi.” Dan di setiap ruang kelas—dari desa hingga kota—mimpi itu kini mulai tumbuh menjadi kenyataan.***

 

Angkot Terbakar di Jembatan Merah Bogor

0

Bogordaily.net – Angkot terbakar di Jembatan Merah, Kota Bogor. Asap hitam tebal membumbung tinggi, menutupi pandangan pengendara lain yang melintas sore itu, Rabu, 16 Oktober 2025.

Jalanan yang biasanya padat itu mendadak berubah menjadi panggung kepanikan.

Orang-orang berlari, sebagian mengambil ponsel, merekam detik-detik ketika api melahap bagian kendaraan membuat semua orang mundur spontan.

Tapi begitulah Bogor sore ini — cepat berubah, dari tenang menjadi tegang dalam hitungan menit.

Angkot itu tampak terparkir miring di tengah jalan, nyaris menyentuh pembatas jembatan.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Beberapa saksi mata mengatakan, semula terdengar suara letupan dari bawah kap mesin. Hanya butuh beberapa detik, api menjalar ke seluruh bodi kendaraan.

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota segera datang ke lokasi. Mereka menutup sebagian ruas jalan, mengatur arus kendaraan agar tidak menumpuk.

Tidak ada korban jiwa. Tapi kejadian itu cukup membuat lalu lintas di sekitar Jembatan Merah tersendat. Warga yang melintas hanya bisa menggeleng — sekaligus bersyukur tak ada yang terluka.

Video peristiwa ini pun viral di media sosial. Akun-akun lokal Bogor ramai mengunggahnya, termasuk @bogordailynews, dengan imbauan singkat namun penting: Stay safe everyone!

Kebakaran angkot di Jembatan Merah Bogor ini menjadi pengingat, bahwa keselamatan kendaraan umum masih perlu perhatian serius.

Tak sedikit angkot di kota hujan itu yang beroperasi dengan kondisi teknis jauh dari kata prima.

Di tengah lalu lintas yang padat dan cuaca yang tak menentu, setiap mesin yang menyala adalah tanggung jawab — bukan hanya bagi sopir, tapi juga bagi setiap nyawa yang ikut menumpanginya.***

Grand Opening We Proudly Serve Starbucks® at Executive Lounge BiglandOtel Sentul

0

Bogordaily.net –BiglandOtel Sentul Suites & Convention dengan bangga mengumumkan Grand Opening We Proudly Serve Starbucks® yang berlokasi di Executive Lounge pada tanggal 15 Oktober 2025.

Pembukaan ini menjadi wujud komitmen BiglandOtel Sentul Suites & Convention dalam menghadirkan pengalaman bersantai yang premium dan berkelas bagi para tamu maupun pengunjung.

Terletak di Executive Lounge yang cozy dan instagrammable, area ini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para tamu, baik untuk bersantai, bekerja, maupun menikmati waktu bersama rekan dan keluarga sambil menikmati berbagai pilihan minuman khas Starbucks®.

Dalam rangka perayaan grand opening ini, BiglandOtel Sentul Suites & menghadirkan Opening Launch Promotions pada 15 – 17 Oktober 2025, di mana para tamu berkesempatan menikmati Free Croissant Sandwich serta diskon 20% untuk seluruh produk Starbucks®.

Promo spesial berlanjut dengan periode Opening Promotions pada 18 Oktober – 15 November 2025, yaitu diskon 10% untuk produk Starbucks® bagi seluruh tamu hotel.

Tidak hanya itu, BiglandOtel Sentul Suites & Convention menghadirkan layanan Drive Thru, sehingga para pengunjung dan masyarakat sekitar dapat dengan mudah menikmati kopi favorit tanpa harus meninggalkan kendaraan.

“Kami sangat antusias menghadirkan We Proudly Serve Starbucks® di Executive Lounge. Kehadiran ini bukan hanya tentang menikmati kopi, tetapi tentang menciptakan pengalaman baru bagi para tamu kami dengan tempat yang nyaman, modern, dan bisa dinikmati semua kalangan. Kami berharap ini dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat yang berkunjung ke kawasan Sentul,”ujar Eka Tumpa Raharja General Manager BiglandOtel Sentul Suites & Convetion.

Dengan konsep ruang yang nyaman dan elegan, We Proudly Serve Starbucks® at Executive Lounge siap menjadi pilihan ideal untuk menikmati kopi premium dalam suasana tenang dan berkelas.

Jam Operasional : 09.00– 21.00
Periode Promo : 9 – 21 Oktober 2025 (khusus tamu menginap)
Lokasi : Executive Lounge, BiglandOtel Sentul Suites & Convention

Untuk informasi lebih lanjut mengenai promo ini, Anda dapat menghubungi kami melalui layanan informasi di 0878-2268-4585/ 0857-1049-9386 / (021) 3971-2901, atau kunjungi website resmi kami di www.biglandsentulhotel.com untuk mendapatkan berbagai informasi menarik lainnya.***

Ahmad Sahroni Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum, Banyak yang Minta Berswafoto

0

Bogordaily.net – Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, kembali muncul ke publik setelah sempat tak terdengar sejak kericuhan yang terjadi di akhir Agustus lalu.

Kali ini, kemunculannya bukan dalam kapasitas politik, melainkan dalam momen akademik.

Sahroni tercatat sebagai salah satu wisudawan pada acara Wisuda Universitas Borobudur yang digelar pada Selasa (14/10).

Ia resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum (S3) usai menuntaskan disertasinya di kampus tersebut.

Dalam tayangan di kanal YouTube Unbor TV, Sahroni tampak hadir mengenakan toga lengkap dan menerima ijazahnya langsung dari pimpinan universitas.

“Dr. H. Ahmad Sahroni, S.E., M.I.Kom. Judul disertasi: Pemberantasan Korupsi Melalui Prinsip Ultimum Remidium: Suatu Strategi Pengembalian Kerugian Keuangan Negara,” demikian disebutkan pembawa acara saat prosesi wisuda berlangsung.

Usai menerima gelar doktor, Sahroni tampak menyalami para pimpinan kampus yang hadir di atas panggung. Momen itu menandai kemunculan perdananya di ruang publik setelah sekian lama tak terlihat.

Banyak Tamu dan Wisudawan Mengajak Berswafoto Sahroni

Menariknya, banyak tamu dan wisudawan yang tampak antusias mengajak Sahroni ber-swafoto bersama. Ia pun melayani permintaan foto dengan senyum dan sapaan hangat, menciptakan suasana hangat di tengah acara wisuda tersebut.

Meski belum memberikan pernyataan resmi usai wisuda, publik menilai kehadiran Sahroni ini menjadi sinyal kembalinya politisi asal Tanjung Priok tersebut ke sorotan publik, kali ini lewat jalur akademik.***

Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Nanggewer Cibinong, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

Bogordaily.net – Seorang Pria ditemukan tewas tergeletak bersimbah darah di Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Rabu 15 Oktober 2025.

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu sekitar pukul 02.42 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh bersimbah darah, mengenakan sweater berwarna putih.

Penemuan tersebut sontak menggegerkan warga sekitar yang kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian. Adapun, identitas serta penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan area di sekitar lokasi.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Anggi Eko Prasetyo, membenarkan adanya peristiwa penemuan pria bersimbah darah. Menurut Anggi, pihaknya kini masih melakukan penanganan lebih lanjut.

“Dalam penanganan kami ya,” ujar AKP Anggi, Rabu 15 Oktober 2025.

Sementara itu, hingga Polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan menelusuri dugaan penyebab kematian korban.

(Albin Pandita)

Kelurahan Bubulak Perkuat Upaya Pencegahan Stunting Lewat Program Terpadu dan Kolaboratif

0

Bogordaily.net – Kelurahan Bubulak, yang terletak di Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, menunjukkan komitmen kuat dalam memerangi masalah stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Melalui rangkaian program pencegahan yang komprehensif dan berkelanjutan, pemerintah kelurahan bersama masyarakat serta tenaga kesehatan berupaya menurunkan prevalensi stunting secara signifikan.

Lurah Bubulak, Arif Rusdiman, mengungkapkan bahwa pencegahan stunting menjadi salah satu fokus utama pembangunan kesehatan di wilayahnya. Menurutnya, berbagai program telah dan terus dijalankan dengan melibatkan lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Penurunan angka stunting hanya bisa dicapai apabila semua unsur masyarakat terlibat aktif, mulai dari kader posyandu, tenaga medis, ibu rumah tangga, hingga tokoh masyarakat,” ujarnya.

“Angka tersebut menurun berkat kerja sama lintas sektor antara pemerintah kelurahan, puskesmas, dan masyarakat,” tambah Arif Rusdiman.

Rangkaian Program Pencegahan yang Terintegrasi

Untuk mendukung program tersebut, kelurahan menyediakan akses layanan kesehatan melalui posyandu di tiap RW serta Puskesmas Bogor Barat sebagai pusat layanan utama.

Bagi masyarakat kurang mampu, disediakan layanan kesehatan gratis dan subsidi gizi, termasuk pemeriksaan rutin bagi ibu hamil dan anak balita.

Selain itu, Kelurahan Bubulak secara rutin menggelar penyuluhan mengenai gizi dan pola asuh anak.

Kegiatan ini dilakukan melalui kerja sama dengan kader PKK, petugas puskesmas, dan penyuluh kesehatan masyarakat. Informasi jadwal penyuluhan dapat diperoleh melalui papan pengumuman kelurahan, media sosial resmi, atau kader posyandu.

Arief menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah stunting. Warga diharapkan ikut serta dalam kegiatan posyandu, menjaga pola makan keluarga, serta mendukung tumbuh kembang anak secara sehat.

“Pencegahan stunting tidak bisa berjalan tanpa keterlibatan aktif masyarakat,” ujar Arif Rusmandi.

Selain pemerintah dan tenaga kesehatan, terdapat pula komunitas peduli stunting yang beranggotakan para kader dan ibu rumah tangga.

Komunitas ini berperan dalam menyebarkan edukasi serta mengawasi kondisi gizi anak di lingkungan sekitar.

Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Kelurahan Bubulak terus berupaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.

Program ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Bogor dalam menekan angka stunting secara menyeluruh.

(Muhammad Raihan/Siti Zahroh Mahmudiah)

Pemkab Bogor-PT KAI Perkuat Sinergi Kembangkan Sistem Transportasi Terpadu

0

Bogordaily.netPemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan PT KAI memperkuat sinergi dalam pengembangan sistem transportasi publik yang terpadu, terintegrasi, dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PT KAI, guna mewujudkan layanan transportasi publik yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Dalam kesempatan ini, ia berdiskusi mengenai penguatan kerja sama mengenai pengembangan transportasi publik yang tidak hanya terintegrasi secara sistem, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, serta perluasan akses transportasi di wilayah Kabupaten Bogor.

Serta upaya pengembangan sistem transportasi publik yang terpadu, terintegrasi, dan berkelanjutan di Kabupaten Bogor.

“Semoga langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar kami bersama dalam mewujudkan akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Rudy Susmanto, Rabu 15 Oktober 2025.

Melalui kerja sama ini, Pemkab Bogor ingin menjalin kerjasama yang lebih baik dan produktif dengan PT KAI.

Selain itu, tentunya untuk menghadirkan kemudahan akses transportasi dan keselamatan bagi masyarakat Kabupaten Bogor

Sementara itu, dalam audiensi tersebut dihadiri oleh jajaran PT KAI, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Perhubungan, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.(Albin)

BRI Kembali Buktikan Kualitas Layanan dengan Raihan Penghargaan dalam Ajang The Best Contact Center Indonesia

0

Bogordaily.netPT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menorehkan pencapaian membanggakan dengan meraih peringkat 1st Runner Up pada ajang penghargaan The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2025 yang diselenggarakan oleh Indonesia Contact Center Association (ICCA).

Pencapaian ini menegaskan komitmen BRI dalam memberikan pelayanan Contact Center terbaik sekaligus konsisten bertransformasi menghadirkan layanan yang modern, inovatif, dan berorientasi pada kepuasan nasabah.

TBCCI merupakan ajang penghargaan bergengsi tahunan yang diselenggarakan ICCA sejak 2007 dan telah menjadi tolak ukur kualitas layanan Contact Center di Indonesia.

Kompetisi ini diikuti oleh berbagai Perusahaan dari beragam industri. Melalui penjurian yang ketat oleh praktisi nasional maupun internasional, TBCCI menilai kualitas layanan Contact Center dari berbagai aspek, mulai dari inovasi digital, kontribusi bisnis, pengalaman pelanggan, hingga keterlibatan karyawan.

Pada penyelenggaraan tahun 2025, TBCCI diikuti oleh 57 perusahaan dengan total 731 peserta yang berkompetisi dalam kategori korporat, teamwork, dan individu.

Dari proses seleksi yang panjang dan kompetitif, BRI berhasil mengukir prestasi memperoleh posisi 1st Runner Up dengan perolehan 43 medali yang terdiri dari 12 Platinum, 15 Gold, 10 Silver, dan 6 Bronze, melonjak signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya, di mana BRI berada di posisi 4th Runner Up dengan 22 medali.

Prestasi di TBCCI 2025 tersebut menambah panjang daftar penghargaan yang berhasil diraih BRI di tingkat nasional maupun internasional.

Direktur Operations BRI Hakim Putratama menyampaikan rasa bangganya atas penghargaan ini.

“Penghargaan TBCCI 2025 merupakan bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi insan BRILian dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh nasabah. Pencapaian ini juga mencerminkan transformasi digital BRI yang semakin kuat dan mampu menghadirkan layanan cepat, tepat, dan adaptif sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Melalui berbagai channel layanan yang terintegrasi, Contact Center BRI senantiasa hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan solusi perbankan bagi masyarakat.

Melalui inovasi digital, BRI menghadirkan layanan yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga relevan dengan keseharian nasabah.

Salah satu inovasi BRI adalah Virtual Assistant Sabrina melalui WhatsApp 0812 1214 017, yang mampu melayani nasabah dalam bahasa sehari-hari maupun bahasa daerah.

Dengan dukungan teknologi ini, nasabah dapat melakukan berbagai kebutuhan mulai dari informasi produk, pengecekan saldo, pelacakan status pengaduan, hingga layanan perbankan lain melalui aplikasi BRImo.

Selain itu, BRI terus mengembangkan integrasi teknologi analitik, otomasi dan kanal digital untuk meningkatkan kualitas interaksi dengan nasabah.

Upaya ini sejalan dengan strategi transformasi BRI yang mengutamakan Customer Experience sebagai kunci keberhasilan dalam menghadapi persaingan industri perbankan yang semakin dinamis.

”Sebagai langkah berkelanjutan, BRI akan terus mengoptimalkan kualitas layanan Contact BRI sebagai bagian integral dari perjalanan transformasi digital perusahaan. BRI akan terus menghadirkan layanan yang inklusif, adaptif dan berstandar internasional demi memberikan pengalaman terbaik untuk lebih dari 150 juta nasabah di seluruh Indonesia,” pungkas Hakim.***

Ratusan Siswa SMAN 1 Cimarga Mogok Sekolah, Tuntut Kepala Sekolah Mundur Usai Insiden Penamparan

0

Bogordaily.netSuasana di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, mendadak tegang pada Seni lalu. Ratusan siswa di sekolah tersebut melakukan aksi mogok sekolah sebagai bentuk protes terhadap kepala sekolah mereka yang diduga menampar seorang siswa hanya karena ketahuan merokok.

Aksi ini langsung viral di media sosial setelah beredar foto spanduk bertuliskan “Kami tidak akan sekolah sebelum kepsek dilengserkan” terbentang di halaman sekolah.

Spanduk tersebut kini sudah dicopot oleh pihak sekolah, namun gelombang protes dari para siswa masih menjadi sorotan publik.

Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, membenarkan adanya aksi mogok yang dilakukan oleh siswanya.

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan para wakil kepala sekolah agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa.

“Semuanya sekitar 630 murid. Kami sudah berkoordinasi agar KBM tetap kondusif, tapi ternyata anak-anak punya cerita sendiri,” ujar Dini.

Menurut informasi yang beredar, insiden yang memicu aksi ini terjadi saat kegiatan Jumat Bersih pada 10 Oktober lalu. Kala itu, seorang siswa kedapatan merokok di area sekolah dan ditegur langsung oleh kepala sekolah.

Namun, teguran tersebut diduga berujung pada penamparan, yang kemudian memicu kemarahan para siswa lainnya.

Menanggapi tuduhan itu, Dini tak menampik bahwa memang terjadi teguran keras terhadap siswa tersebut. Namun ia membantah melakukan kekerasan fisik berlebihan.

“Saya kecewa bukan karena dia merokok, tapi karena tidak jujur. Saya spontan menegur dengan keras, bahkan sempat memukul pelan karena menahan emosi. Tapi saya tegaskan, tidak ada pemukulan keras,” ungkapnya.

Pihak sekolah kini tengah berupaya menenangkan para siswa agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal.

Dinas Pendidikan Provinsi Banten juga dikabarkan telah menerima laporan terkait insiden ini dan akan melakukan penelusuran lebih lanjut.

Sementara itu, para siswa yang melakukan aksi mogok masih berharap adanya klarifikasi terbuka dan penyelesaian secara adil, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan sekolah mereka.***

BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Terasa Menyengat! Ini Penjelasan Ilmiahnya

0

Bogordaily.netBelakangan ini, masyarakat di berbagai wilayah Indonesia ramai mengeluhkan cuaca yang terasa sangat panas dan menyengat, bahkan sejak pagi hingga sore hari. Ternyata, fenomena ini bukan tanpa sebab.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan ilmiah mengenai apa yang sebenarnya terjadi di langit Indonesia.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa penyebab utama suhu terasa lebih terik adalah pergeseran posisi semu matahari ke arah selatan bumi.

Kondisi ini merupakan hal yang wajar terjadi setiap tahunnya, terutama pada masa peralihan musim dari kemarau menuju penghujan.

“Sekarang posisi matahari sudah bergeser ke selatan wilayah Indonesia. Karena itu, sinar matahari lebih langsung mengenai wilayah-wilayah di selatan khatulistiwa,” ungkap Guswanto, Senin 13 Oktober 2025.

Akibat pergeseran ini, pembentukan awan hujan menjadi lebih jarang di beberapa wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Minimnya awan menyebabkan sinar matahari tidak terhalang, sehingga panas terasa lebih menyengat di permukaan bumi.

Meski begitu, BMKG menegaskan bahwa suhu yang saat ini dirasakan masyarakat masih tergolong normal dalam kategori iklim tropis Indonesia.

Suhu udara berkisar antara 31 hingga 34 derajat Celsius, yang menurut BMKG masih dalam batas wajar.

“Temperatur kota di Indonesia umumnya memang berada di kisaran 31–34 derajat Celsius. Jadi kondisi ini masih normal, hanya saja terasa lebih panas karena langit sedang cerah tanpa awan,” jelasnya.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan kewaspadaan selama periode panas ini.

Gunakan tabir surya, minum cukup air, dan hindari paparan langsung sinar matahari terlalu lama, terutama pada pukul 10.00–15.00 WIB, ketika intensitas radiasi matahari berada di titik tertinggi.

Fenomena ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Oktober, sebelum kemudian awan hujan mulai kembali terbentuk secara lebih merata seiring masuknya musim hujan di sebagian wilayah Indonesia.***