Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 345

Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Imbau Pelanggan Bayar Tagihan Air Sebelum 21 Oktober

Bogordaily.net – Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor menghimbau agar pelanggan dapat segera melakukan pembayaran tagihan air.

Adapun, untuk batas waktu pembayaran tagihan air pada bulan ini jatuh pada tanggal 21 Oktober 2025.

Kemudian, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, memberikan diskon pemasangan sambungan baru.

Adapun, promo tersebut berlaku untuk kategori rumah tangga dan niaga, dan sudah terdapat jaringan pipa retikulasi dan sisa kapasitas.

Selain itu, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk dapat selalu menjaga meter air di rumah.

Dikarenakan meteran air adalah bagian dari tanggung jawab pelanggan. Kemudian Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor meminta kepada masyarakat.

Tentunya untuk tidak mudah percaya jika menemui petugas yang mencurigakan, apabila menemukan hal tersebut, segera hubungi nomor pelayanan atau datang langsung ke kantor, 1500862 atau WhatsApp di 082119969008.

(Albin Pandita)

Program MBG di Cinere Jadi Sorotan, Siswa Bisa Minta Menu Sesuai Selera

0

Bogordaily.net – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Cinere, Depok, menjadi buah bibir publik setelah menghadirkan terobosan yang dinilai unik sekaligus mengedukasi.

Tidak hanya menyiapkan santapan sehat sesuai pedoman gizi seimbang, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cinere kini membuka ruang partisipasi bagi para siswa untuk mengajukan menu atau request makanan yang mereka sukai.

Inovasi ini menjadikan MBG Cinere tidak sekadar program penyedia makan siang gratis bagi pelajar, tetapi juga sarana untuk mengedukasi generasi muda agar mengenal ragam pangan bergizi yang tetap lezat dan menarik.

Sejak diluncurkan, program ini kerap viral di media sosial karena menghadirkan hidangan yang jarang diasosiasikan dengan program pemerintah, mulai dari chicken katsu hingga dimsum dan gyoza.

Kepala SPPG Cinere, Afif Maulana Rivai, menegaskan bahwa pihaknya berupaya menjembatani kebutuhan gizi dan selera anak-anak agar mereka lebih antusias mengonsumsi makanan sehat.

“Biasanya anak-anak sekarang sudah melek media sosial, jadi ada saja request-an mereka,” ujar Afif.

Afif menjelaskan bahwa tidak semua permintaan dapat dipenuhi. Prinsipnya, setiap menu harus lolos standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kalau request-nya masih sesuai standar gizi, seperti chicken katsu atau menu berbasis protein, tentu bisa kami penuhi. Tapi kalau yang kurang sehat, jelas tidak bisa,” lanjutnya.

Ia mencontohkan salah satu momen yang cukup ramai ketika para siswa mengusulkan hidangan steak ayam untuk menu makan siang MBG.

“Request itu baru masuk Jumat kemarin. Sudah kita bahas dan insya Allah bisa direalisasikan. Mungkin nasi akan kita ganti dengan kentang rebus sebagai sumber karbohidrat,” terang Afif.

MBG Cinere Gunakan Media Sosial sebagai Sarana Edukasi

Berbeda dengan program sejenis di daerah lain, SPPG Cinere juga memanfaatkan media sosial untuk mendokumentasikan dan mempublikasikan menu harian MBG. Konten tersebut secara konsisten diunggah di akun resmi SPPG dan menuai respons positif dari masyarakat.

“Kita aktif di media sosial. Setiap hari menu MBG kita unggah supaya masyarakat tahu bahwa makanan bergizi juga bisa tampil menarik,” kata Afif.

Langkah ini bukan hanya sekadar mempromosikan program, tetapi juga dimaksudkan untuk mengedukasi publik mengenai pentingnya asupan gizi sejak dini.

“Harapannya, publik makin paham kalau MBG bukan sekadar program bantuan makan, tapi juga bentuk edukasi gizi sejak dini,” tambahnya.

Menu Favorit Jadi Kenyataan

Kebijakan untuk mendengarkan permintaan siswa ternyata menjadi daya tarik tersendiri. Program ini tidak lagi dipandang sebagai rutinitas makan siang gratis, tetapi juga sebagai ajang partisipasi aktif yang membuat anak-anak merasa dihargai.

Nada Raina Fajria, siswi SMPN 13 Depok, mengaku sangat senang karena permintaan menu yang diajukannya benar-benar diwujudkan oleh tim SPPG.

“Sempat request dimsum, dan beneran ada dong dimsumnya. Senang banget,” ungkap Nada dengan gembira.

Senada dengan Nada, Raska Alif Fatona, siswa kelas 9 di sekolah yang sama, juga merasa bangga karena menu yang diinginkannya muncul di daftar santapan MBG.

“Aku pernah request dimsum dan gyoza lewat Instagram-nya SPPG Cinere, beneran diturutin. Enak banget sih. Chicken katsu juga favorit,” katanya.***

Basarnas Temukan Korban ke-78 Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Pencarian Masih Berlanjut

0

Bogordaily.net – Upaya penyelamatan korban runtuhnya gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, masih terus dilakukan hingga hari kedelapan, Senin, 6 Oktober 2025.

Dalam operasi maraton tersebut, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 12 korban, termasuk satu jenazah yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh.

Suasana di lokasi pencarian masih dipenuhi tumpukan beton dan puing-puing yang menyulitkan proses evakuasi. Meski demikian, tim penyelamat tetap bekerja siang malam, berpacu dengan waktu untuk memastikan tak ada korban yang tertinggal di bawah reruntuhan.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii, mengungkapkan penemuan korban dimulai pada dini hari.

“Total korban yang terevakuasi sejumlah 68 orang. Di dalamnya ada enam body part. Yang sudah dinyatakan meninggal dunia 64 orang. Selamat 104 orang,” ujar Syafii di posko informasi pada Senin malam.

Menurut Syafii, operasi evakuasi hari kedelapan dimulai dengan penemuan korban ke-67 pada pukul 03.35 WIB. Beberapa jam kemudian, tim kembali menemukan jenazah ke-68 dan ke-69 hampir bersamaan pada pukul 13.26 dan 13.29 WIB.

Pencarian berlanjut hingga siang menjelang sore. Korban ke-70 ditemukan pada 14.40 WIB, disusul korban ke-71 pada 14.50 WIB dan korban ke-72 pada 15.01 WIB.

Tak berhenti sampai di situ, tim SAR kembali menemukan korban ke-73 pada pukul 16.43 WIB, dan dua korban berikutnya, ke-74 serta ke-75, berhasil dievakuasi pada 17.06 WIB dan 17.37 WIB. Selang dua menit, korban ke-76 juga ditemukan.

Menjelang malam, drama penyelamatan semakin mengharukan. Tim SAR menemukan jenazah ke-77 dalam kondisi tidak utuh pada pukul 18.13 WIB, disusul penemuan korban ke-78 hanya beberapa menit kemudian, tepatnya 18.34 WIB.

Syafii menjelaskan seluruh korban dievakuasi dari sektor A2 atau bagian belakang gedung pondok yang diduga menjadi titik terparah runtuhnya bangunan.

“Evakuasi masih terus berlangsung. Pembersihan puing kami fokuskan di sisi utara, tepatnya pada bagian bangunan yang tidak terintegrasi dengan struktur utama,” katanya.

Operasi penyelamatan menghadapi tantangan berat. Struktur bangunan yang hancur menutup akses ke beberapa area pondok, membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati agar tidak menimbulkan longsoran tambahan.

Hingga Senin malam, seluruh jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk menjalani proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur.***

 

 

RS Islam Bogor Terima Alat Anestesi Modern Demi Pelayanan Pasien Lebih Baik

0

Bogordaily.net – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mendukung penanganan pasien yang lebih optimal, Rumah Sakit Islam Bogor menerima alat anestesi modern.

Acara serah terima dilaksanakan di Ruang Operasi Bilal bin Rabbah 1, Lantai 4 Gedung Umar bin Khattab, RS Islam Bogor pada Senin 6 Oktober 2025.

Penyerahan alat anestesi ini merupakan bentuk komitmen keluarga dalam mendukung peningkatan kualitas serta jangkauan layanan bedah dan prosedur medis yang membutuhkan anestesi di RS Islam Bogor.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran direksi, antara lain Ketua Yayasan RS Islam Bogor  Dwi Sudharto, Direktur RS Islam Bogor, Saptono Raharjo.

Sampaikan Syukur dan Apresiasi

Dalam sambutannya, Dwi Sudharto menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas wakaf yang diberikan.

“Rasa bahagia yang sangat luar biasa pada hari ini kami menerima wakaf satu unit mesin anestesi. Ini melengkapi lampu operasi dan meja operasi. Mudah-mudahan ini menjadi amal jariah yang terus mengalir,” ujar Dwi Sudharto.

Sementara itu, dr. Saptono Raharjo selaku Direktur RS Islam Bogor menambahkan, wakaf ini sangat bermanfaat bagi peningkatan pelayanan RS Islam Bogor.

“Kami bersyukur atas kepercayaan dan kebaikan keluarga besar pewakaf. Ini akan menjadi amal jariyah yang penuh keberkahan serta mendukung kemajuan rumah sakit,” katanya.

Perwakilan keluarga pewakaf, menyampaikan bahwa wakaf ini dapat memberikan manfaat luas.

“Alhamdulillah, kami sekeluarga telah mewakafkan mesin anestesi untuk melengkapi ruang operasi RS Islam Bogor. Semoga menjadi amal jariah untuk almarhum ayah kami, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pasien yang membutuhkan.” ungkapnya.

Dengan adanya penambahan alat anestesi modern ini, RS Islam Bogor dapat terus meningkatkan mutu pelayanan, khususnya di bidang bedah dan perawatan pasien.

(Ibnu Galansa)

Harga Emas Hari Ini Selasa 7 Oktober 2025, Kompak Naik Tipis

0

Bogordaily.net – Harga emas batangan di Pegadaian pada perdagangan Selasa, 7 Oktober 2025, tercatat naik sedikit dan mengalami perubahan dibandingkan dengan kemarin.

Kondisi ini terjadi pada tiga produk logam mulia andalan Pegadaian, yakni Antam, UBS, dan Galeri24.

Stabilnya harga emas kali ini memberi peluang bagi investor untuk meninjau strategi sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual emas di tengah dinamika pasar global.

Berdasarkan data resmi Pegadaian, harga emas Antam masih berada di level Rp2.356.000 per gram, sedangkan emas UBS dibanderol Rp 2.306.000 per gram.

Sementara itu, produk emas Galeri24 tercatat tetap di posisi Rp 2.258.000 per gram.

Tren harga emas dalam negeri dipengaruhi oleh fluktuasi harga global serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Meski begitu, minat masyarakat terhadap emas batangan tetap tinggi, khususnya menjelang akhir tahun sebagai bentuk diversifikasi aset.

Rincian Harga Emas Hari Ini

Harga Emas Galeri24

0.5 gram Rp 1.184.000

1 gram Rp 2.258.000

2 gram Rp 4.447.000

5 gram Rp 11.035.000

10 gram Rp 22.011.000

25 gram Rp 54.891.000

50 gram Rp 109.694.000

100 gram Rp 219.280.000

250 gram Rp 547.929.000

500 gram Rp 1.095.317.000

1000 gram Rp 2.190.633.000

Harga Emas Antam

0.5 gram Rp 1.231.000

1 gram Rp 2.356.000

2 gram Rp 4.649.000

3 gram Rp 6.947.000

5 gram Rp 11.544.000

10 gram Rp 23.029.000

25 gram Rp 57.441.000

50 gram Rp 114.799.000

100 gram Rp 229.515.000

250 gram Rp 573.510.000

500 gram Rp 1.146.801.000

1000 gram Rp 2.293.559.000

Harga Emas UBS

0.5 gram Rp 1.247.000

1 gram Rp 2.306.000

2 gram Rp 4.575.000

5 gram Rp 11.305.000

10 gram Rp 22.490.000

25 gram Rp 56.115.000

50 gram Rp 111.998.000

100 gram Rp 223.908.000

250 gram Rp 559.602.000

500 gram Rp 1.117.887.000

Itulah tadi, informasi terkait harga emas hari ini Selasa, 7 Oktober 2025.

 

Korban Longsor Freeport Ditemukan, Evakuasi Tuntas Setelah 3 Minggu Pencarian

0

Bogordaily.net – Korban longsor Freeport akhirnya ditemukan seluruhnya. Setelah tiga minggu pencarian tanpa henti, tim penyelamat PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Kementerian ESDM, Polres Mimika, Basarnas, dan BPBD mengevakuasi lima korban terakhir dari lokasi luncuran material basah di Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave, Minggu (6/10).

Kelima korban longsor Freeport itu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Dengan penemuan ini, tujuh pekerja yang sebelumnya dilaporkan hilang kini seluruhnya telah ditemukan. Dua korban pertama sudah dievakuasi pada Sabtu, 20 September 2025.

Tony Wenas, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, menahan napas saat menyampaikan kabar duka.
“Mereka bukan hanya rekan kerja, tapi juga keluarga bagi kami. Kehilangan ini membawa duka mendalam. Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang telah berada di Tembagapura sejak 14 September lalu. Semoga Tuhan memberi kekuatan dan ketabahan,” ucap Tony dalam keterangan resminya.

Ia juga memberikan penghargaan tinggi kepada tim penyelamat yang bekerja tanpa kenal waktu. Siang-malam, mereka berjuang di dalam perut bumi dengan kondisi ekstrem.

“Saya mengapresiasi tim penyelamat yang bekerja tanpa lelah di lokasi yang sangat sulit. Volume material basah yang longsor mencapai sekitar 800 ribu ton,” katanya.

PTFI memastikan pendampingan penuh bagi keluarga korban longsor Freeport. Termasuk penanganan jenazah dengan penuh hormat dan proses pemulangan ke kampung halaman masing-masing. Sementara itu, satu jenazah, Zaverius Magai, akan dimakamkan di Kuala Kencana, Timika.

Perusahaan juga menegaskan bahwa proses investigasi penyebab insiden masih berlangsung dan akan dilakukan secara menyeluruh serta transparan. Hasilnya nanti akan dijadikan dasar agar kejadian serupa tak terulang.

Berikut nama-nama korban yang ditemukan pada akhir proses penyelamatan:

  • Zaverius Magai, PT Redpath Indonesia
  • Holong Gembira Silaban, PT Redpath Indonesia
  • Dadang Hermanto, PT Redpath Indonesia
  • Balisang Telile, warga negara Afrika Selatan, PT Redpath Indonesia
  • Victor Bastida Ballesteros, warga negara Republik Chili, PT Redpath Indonesia

Cerita di balik tragedi ini meninggalkan jejak duka yang panjang. Tapi juga kisah keteguhan, tentang solidaritas dan kerja keras manusia di tengah ganasnya alam.

Korban longsor Freeport bukan sekadar angka — mereka adalah kisah perjuangan di bawah tanah Papua yang tak akan dilupakan.***

Wujudkan Kota Bebas Narkoba DPRD Kota Bogor Segera Sahkan Raperda P3Napza

0

Bogordaily.net-Tim panitia khusus (pansus) DPRD Kota Bogor yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (P3Napza) telah menerima hasil evaluasi gubernur dan menyampaikan laporan kepada Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Bogor.

Ketua Tim Pansus DPRD Kota Bogor, Hj. Hakanna menjelaskan dengan sudah diterimanya evaluasi gubernur Jawa Barat, maka pembahasan Raperda P3Napza sudah selesai dan siap disahkan melalui paripurna.

Hakanna menerangkan bahwa Raperda ini memiliki tujuan untuk menekankan pentingnya perlindungan kualitas sumber daya manusia dan kesehatan masyarakat dari ancaman narkoba.

“Tentunya ini sebagai guidance bagaimana pemerintah kota dalam penanganan terhadap korban ataupun masyarakat dalam ruang lingkupnya yaitu antisipasi dini, pencegahan, penanganan, partisipasi masyarakat, rehabilitasi medis, sistem informasi dan juga pendanaan,” jelasnya

Di dalam Raperda yang terdiri dari 16 bab dan berisi 25 pasal, Tim Pansus memasukkan poin yang mengatur terkait tugas dan wewenang pemerintah Kota Bogor terkait edukasi, kordinasi lintas sektoral untuk mengentaskan peredaran narkotika.

“Ini adalah bentuk ikhtiar yang memang kami juga merekomendasikan kedepannya bisa ada BNNK Kota Bogor tentunya dari BNNK Kota Bogor itu mereka bisa mengeluarkan assessment dan juga bisa mengimplementasikannya,” kata Hakanna.

Selama pembahasan Raperda P3Napza, Hakanna mengungkapkan tim pansus melalui jalan yang berliku. Sebab, sebagai payung hukum tetap, keberadaan Raperda ini harus bisa mengatur semua jenis peredaran narkotika, sehingga dilakukan beberapa penyesuaian isi pasal dan perubahan judul.

“Alhamdulillah setelah keluar hasil evaluasi gubernur, kami di pansus narkotika ini sangat merasa tersupport artinya kita sudah bisa menjalankan perda tersebut setelah nanti paripurna. Artinya ada pengamanan juga untuk masyarakat Kota Bogor dalam penanganan antisipasi dan lain sebagainya dan ini sangat penting sekali untuk kita memberikan edukasi kepada masyarakat Kota Bogor khususnya untuk generasi-generasi penerus,” tutupnya.**”

Muhammad Irfan Ramadan

Banggar DPRD Bahas KUA-PPAS 2026

0

Bogordaily.net-Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bogor melanjutkan agenda rapat pembahasan KUA-PPAS 2026 dengan pihak RSUD Kota Bogor.

Dalam rapat tersebut, Banggar DPRD Kota Bogor membahas secara detail anggaran yang diajukan oleh RSUD Kota Bogor dan isu-isu terkini.

Seperti masalah hutang yang diperkirakan mencapai Rp117 miliar sampai akhir tahun nanti dan wacana pengambil alihan pengelolaan oleh provinsi Jawa Barat.

Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy menyampaikan berdasarkan hasil rapat, Banggar DPRD Kota Bogor meminta pihak RSUD untuk melakukan perhitungan ulang terhadap struktur belanja.

Sebab, proyeksi pendapatan diperkirakan akan mengalami penurunan sampai Rp8 miliar di tahun mendatang.

“Kami meminta agar struktur belanja dihitung lagi agar sesuai dengan kebutuhan dan menjawab persoalan yang ada, terutama penyelesaian pembayaran utang,” kata Rusli.

Lebih lanjut, Rusli memastikan bahwa isu pengambil alihan pengelolaan RSUD Kota Bogor tidak akan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebab, hal tersebut sudah di konfirmasi oleh Komisi IV ke pihak Dinkes Provinsi Jabar.

“Jadi mekanismenya panjang dan rumit. Sehingga pihak Dinkes Jabar memastikan isu tersebut tidak akan ditindaklanjuti,” tutup Rusli.

Dalam sepekan ini, Banggar DPRD Kota Bogor akan menjalani rapat pembahasan KUA-PPAS 2026 dengan seluruh dinas, guna memastikan program yang masuk ke Rencana APBD 2026 sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan RPJMD Kota Bogor.***

Muhammad Irfan Ramadan

Kopdes Merah Putih Desa Aeng Batu-Batu, Membangun Harapan dan Kesejahteraan

0

Bogordaily.net – Di sebuah sudut Desa Aeng Batu-Batu, Kecamatan Cigasong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), semangat gotong royong yang mengakar kuat di desa itu kini tumbuh menjadi sebuah unit bisnis baru berbentuk Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Koperasi ini bukan hanya muncul sebagai representasi antusiasme masyarakat terhadap komitmen pemerintah untuk membangun simpul perekonomian di desa melalui program Kopdes/ Kel Merah Putih.

Koperasi Desa Aeng Batu-Batu ini tidak hanya sekedar wadah ekonomi masyarakat, melainkan simbol harapan baru masyarakat desa untuk dapat menata kehidupan yang lebih baik dan sejahtera. Kehadiran koperasi ini seolah menjawab keresahan lama tentang mahalnya kebutuhan pokok, jauhnya akses layanan kesehatan, dan terbatasnya peluang usaha di pedesaan. Kini, semua bayang-bayang suram ini perlahan berubah.

Kisah perjalanan Koperasi Desa Merah Putih Aeng Batu-Batu ini memang tergolong baru tetapi tidaklah muncul secara instan. Namun koperasi ini tumbuh dari nol di tengah keterbatasan masyarakat di desa ini. Namun berkat tekad kuat pengurus dan dukungan masyarakat, serta budaya gotong royong yang telah mendarah daging membuat langkah demi langkah pembentukan koperasi terwujud.

Dari Nol Hingga Beromzet Ratusan Juta Manajer Bisnis dan Operasional Koperasi Desa Merah Putih Aeng Batu-Batu, Wahyudin Mapparetta menceritakan awal mula perjalanan panjang koperasi ini. Ia mengingat betul masa ketika pendirian koperasi masih dibayang-bayangi keterbatasan anggaran. Bermula dari obrolan beberapa orang di bawah pohon dan berbekal dari informasi terbatas dari media sosial terhadap isi pidato Presiden Prabowo usai dilantik yang menyebut soal ekonomi berbasis gotong royong berupa koperasi.

Pidato Presiden yang menyenggol soal pentingnya berkoperasi untuk mewujudkan kemandirian, kesejahteraan dan kedaulatan ekonomi masyarakat menjadi pemantik diskusi beberapa warga di Desa Aeng Batu-Batu. Terlebih setelah beberapa saat kemudian Presiden kembali menegaskan perihal keinginannya membangun koperasi sebanyak 80.000 unit di seluruh desa di Indonesia semakin membulatkan tekad untuk mewujudkan pendirian koperasi.

Namun, Wahyudin mengatakan di awal pembentukan yang diawali dengan musyawarah desa, belum begitu banyak masyarakat yang tertarik apalagi melirik rencana ini. Beberapa waktu kemudian, berbekal komitmen yang tinggi dan dukungan dari pemerintah desa Aeng BatuBatu, perlahan – lahan simbol pendirian koperasi diwujudnyatakan dengan membangun Kantor Koperasi.

Dari sinilah warga masyarakat mulai melirik keseriusan pengurus dan perlahan jumlah anggota meningkat. “Kami memulai dengan mengajak masyarakat satu per satu untuk menanamkan uangnya dalam bentuk simpanan sukarela,” katanya. Dari situlah perlahan dana terkumpul untuk menjalankan roda koperasi.

Dengan bekal keberanian, koperasi ini kemudian didukung dana desa. Maka lahirlah gerai sembako, kantor KSP (Koperasi Simpan Pinjam) unit syariah, hingga klinik dan apotek desa. Semua dibangun agar manfaat langsung terasa oleh masyarakat. Hasilnya luar biasa, sejak launching pada Juli 2025, hanya dalam tiga hari operasional Koperasi Desa Aeng Batu-Batu mampu mencatat omzet Rp45–50 juta. Berbekal capaian ini, Pengurus sempat yakin akan mampu membukukan omset hingga Rp500 juta per bulan. Sayangnya, perjalanan tidak selalu mulus sesuai harapan dan ambisi.

Masalah distribusi bahan pokok yang dijual melalui Gerai Sembako sempat membuat roda usaha tersendat. Namun Wahyudin dan pengurus koperasi lainnya mensiasati dengan komunikasi intensif kepada pemasok sehingga hambatan itu perlahan bisa teratasi. Kini, gerai sembako telah mencatat omzet sekitar Rp400 juta. Selain Gerai Sembako, klinik kesehatan juga ternyata menjadi primadona bagi masyarakat desa. Karena posisinya dekat dengan rumah warga dengan layanan terjangkau, masyarakat desa memanfaatkannya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Kami sudah buka tiga poli, yaitu poli umum, gigi, dan ibu-anak. Saat ini yang berjalan penuh baru dua, tapi insyaallah dengan dukungan bantuan peralatan, semuanya bisa optimal,” tambah Wahyudin dengan penuh keyakinan. Secara total Koperasi Merah Putih Desa Aeng Batu- Batu memiliki 10 gerai yaitu Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah, Gerai Sembako, Pangkalan Gas, Mandiri Agen, Agen Pos, Klinik Kesehatan, Apotek, Cafe Merah Putih, Gudang dan Toko Saprodi (Sarana, Prasarana, Alat Produksi).

Ke depan pengurus berencana menambah tiga unit bisnis baru yaitu Pabrik es karena dibutuhkan untuk hasil tangkapan perikanan oleh nelayan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) dan pengadaan kapal perikanan yang difasilitasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dengan potensi desa yang cukup lengkap yaitu laut, pantai, tambak, perkebunan, pertanian hingga peternakan akan dioptimalkan oleh koperasi sebagai aset agar mampu mendatangkan cuan bagi masyarakat.

Dalam upaya mewujudkan semua visi, misi tersebut, Wahyudin berharap agar pemerintah melalui Bank Himbara dapat segera mengucurkan dukungan pembiayaan untuk menambah modal kerja bagi Koperasi. Ia sangat yakin bahwa seluruh target jangka pendek, menengah dan panjang dapat tercapai dengan dukungan semua pihak. “Kami sudah menyusun proposal bisnis yang lengkap untuk semua unit usaha termasuk proposal bisnis untuk unit bisnis yang nanti akan kami tambahkan,” tutupnya dengan penuh harap.

Salah satunya Ratu (52 tahun), seorang warga Desa Aeng Batu-Batu, bercerita bagaimana kehidupannya kini jauh lebih mudah terutama untuk mendapatkan kebutuhan dasar seperti sembako dan barang-barang subsidi dari pemerintah. “Setelah ada koperasi desa Merah Putih sangat membantu, apalagi di gerai ada bahan pokok yang lebih murah dibanding warung di luar,” ujarnya dengan penuh rasa syukur. Bagi Ratu, harga minyak, gula, beras, hingga gas LPG di gerai koperasi benar-benar meringankan beban rumah tangganya. Ia bisa berhemat tanpa harus jauh-jauh mencari tempat belanja dengan harga yang lebih murah. Harapannya, gerai sembako koperasi bisa menyediakan lebih banyak komoditas, sehingga masyarakat semakin betah berbelanja di sana.

Tidak hanya kebutuhan pokok, fasilitas kesehatan berupa apotik dan klinik desa juga sangat membantunya. “Kalau lagi sakit, kami lebih dekat untuk periksa kesehatan. Lebih murah, lebih mudah diakses,” ucapnya sambil tersenyum lega. Kisah Ratu ini mewakili suara banyak warga yang merasakan langsung manfaat Kopdes Merah Putih.

Kepala Desa Aeng Batu-Batu, Syarifa Ratu Yuliani, menceritakan baginya keberadaan koperasi ini akan mengubah wajah desa yang ia pimpin untuk lebih baik dan lebih sejahtera. Koperasi ini digadang-gadang dapat menjadi tumpuan baru perekonomian desa.

Menurut Syarifa, koperasi adalah kunci untuk memaksimalkan potensi lokal dan menjadikannya sumber kesejahteraan bersama. Dengan kerja sama yang baik, desa dapat tumbuh lebih mandiri. Untuk itulah, Perangkat Desa tidak segan-segan memberikan dukungan untuk melakukan pembangunan gerai dan fasilitas lainnya dari dana desa yang dimilikinya.

Dukungan penuh ini tanpa ragu diberikan ke pengurus karena pemerintah Desa Aeng BatuBatu menatap optimis para pengelola Koperasi amanah dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Meski demikian, Syarifa mengiba ke pemerintah melalui perbankan untuk segera memenuhi harapan para pengurus untuk memberikan tambahan permodalan agar koperasi bisa berkembang lebih jauh.

“Semoga ke depan masyarakat bisa lebih sejahtera,” imbuhnya penuh doa. Dari kisah Wahyudin, pengalaman Ratu, hingga pandangan Syarifa, tergambar jelas bahwa Kopdes Merah Putih bukanlah sekadar lembaga ekonomi desa.

Ia adalah ruang kebersamaan yang menyatukan masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha lokal dalam satu visi besar: menjadikan desa sebagai pusat kemandirian dan kesejahteraan.***

UPH Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata Bojongkulur Lewat Paket Wisata dan Gastronomi Berkelanjutan

Bogordaily.net – Desa Bojongkulur di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, tengah bersiap menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan berbasis masyarakat.

Sejak ditetapkan sebagai desa wisata pada Juni 2022, Bojongkulur yang diapit Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas ini mulai mengembangkan daya tariknya melalui wisata alam, sejarah, dan kuliner autentik.

Namun, perjalanan menuju desa wisata berdaya saing masih penuh tantangan. Saat ini, paket wisata yang tersedia masih terbatas, hanya berupa aktivitas susur sungai.

Selain itu, ragam kuliner khas yang bisa menjadi identitas desa wisata juga belum tersedia. Dari sisi pengelolaan, masyarakat masih membutuhkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar dapat mengelola potensi wisata secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara kampus dan masyarakat.

Untuk menjawab tantangan ini, tim dosen dan mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) menggagas program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan paket wisata dan gastronomi berkelanjutan.

Paket Wisata

Program ini meliputi pelatihan pembuatan paket wisata, pengolahan kuliner berbahan lokal, hingga pemetaan kebutuhan sumber daya manusia. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6-7 Oktober 2025 di Desa Wisata Bojongkulur yang asri.

Adapun, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025.

Untuk pengolahan kuliner berbahan lokal, masyarakat diajarkan untuk membuat produk minuman seperti sirup wedang bokul dan es serut. Untuk produk makanan, diajarkan membuat nasi timbel bokul.

Ketua kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Theodosia Christhe N., S.ST.Par., M.M., menjelaskan bahwa, kegiatan ini tidak hanya mendukung sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat perekonomian desa.

Menurutnya, berdasarkan laporan UNWTO, lebih dari 79% wisatawan dunia menjadikan kuliner sebagai motivasi utama dalam perjalanan. Data ini memperlihatkan potensi besar bagi Desa Bojongkulur untuk mengembangkan gastronomi sebagai daya tarik wisata.

“Dengan memanfaatkan bahan lokal, masyarakat dapat menciptakan hidangan autentik yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai jual produk,” kata Dr. Theodosia Christhe kepada wartawan, Senin 6 Oktober 2025.

Pengembangan Desa Wisata Bojongkulur

Selain wisata kuliner, pengembangan paket wisata Desa Wisata Bojongkulur akan memadukan potensi alam dan budaya. Selama mengikuti paket wisata, wisatawan kiranya dapat disampaikan informasi melalui masyarakat yang menjadi pemandu wisata tentang keunikan Desa Wisata Bojongkulur.

Selain, berkontribusi pada SDGs dan Pemerataan Ekonomi, program ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).

Adapun, Desa wisata berpotensi besar mengurangi kemiskinan (SDG 1) dengan membuka peluang usaha baru, serta mendorong konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12) melalui pemanfaatan bahan lokal.

“Dengan dukungan penuh masyarakat, Desa Wisata Bojongkulur diharapkan bisa berkembang menjadi daya tarik wisata yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi warga desa,” ungkapnya.

“Desa ini kenapa kami pilih karena sudah menjadi desa wisata yang tersertifikasi sejak tahun 2022, karena menarik sekali mereka kan awalnya desa yang terkena bencana tetapi akhirnya mitigasi sangat baik, mereka bahkan mengedepankan namanya pariwisata itu yang mendasari kami memilih desa Bojongkulur,’ tambah Dr. Theodosia Christhe.*

(Albin Pandita)