Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 344

Truk SIG Berseliweran Angkut Tanah, Pengendara Roda Dua Dintai Malaikat Maut

0

Bogordaily.net – Ada yang mengusik ketenangan warga di sekitar Jalan Soleh Iskandar, Kota Bogor. Bukan karena suara bising kendaraan atau lampu lalu lintas yang rusak. Tapi karena lalu-lalang truk-truk besar dari proyek pembangunan tower 18 lantai milik SIG yang seolah tak mengenal waktu.

Keluhan itu akhirnya pecah. Warga mulai bersuara. Mereka merasa terganggu dengan jam operasional truk-truk proyek yang sering beroperasi di jam sibuk siang hari.

“Truknya bikin macet. Jam operasionalnya pas jam sibuk. Setelah keluar dari proyek, bannya juga bawa tanah ke jalan. Jadi licin, bahaya banget buat pengendara,” kata Apri, salah seorang warga sekitar, dengan nada kesal.

Bagi pengguna Jalan Soleh Iskandar, tanah dan lumpur yang terbawa dari ban truk memang bukan sekadar kotor. Ketika hujan turun, jalan bisa berubah licin seperti sabun. Ketika panas, debu beterbangan ke arah pemukiman dan warung di tepi jalan. Situasi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan—terutama pengendara motor.

Proyek tower 18 lantai SIG yang sedang dikebut pembangunannya itu tampak menjadi magnet perhatian warga sejak awal berdiri.

Namun, keluhan terhadap dampak aktivitasnya semakin sering terdengar dalam beberapa minggu terakhir. Banyak yang berharap, pihak proyek maupun pemerintah kota turun tangan mengatur jam operasional truk, terutama agar tidak beroperasi pada jam padat lalu lintas.

“Kalau malam hari atau subuh sih masih bisa dimaklumi. Tapi kalau siang, pas orang kerja atau antar anak sekolah, ya jelas macet total,” tambah Apri.

Kini, warga hanya berharap suara mereka didengar. Ini seolah menjadi panggilan bagi pihak terkait—baik Pemkot Bogor, Dinas Perhubungan, maupun pengelola proyek—untuk duduk bersama mencari solusi.

Bukan untuk menghentikan pembangunan, tapi agar pembangunan berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan dan keselamatan warga sekitar.

Pembangunan boleh terus berlanjut. Tapi etika lalu lintas dan kebersihan lingkungan seharusnya tetap dijaga. Karena pada akhirnya, kota yang maju bukan hanya dilihat dari tinggi towernya, tapi juga dari bagaimana ia menghormati ruang hidup warganya.***

Menkop: PP 39/2025 Sudah Keluar, Koperasi Bisa Kelola Tambang Mineral dan Batubara

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa saat ini badan usaha koperasi sudah bisa mengelola sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba), termasuk tambang rakyat. Pasalnya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2025 baru saja dirilis pemerintah, yaitu tentang perubahan kedua atas PP Nomor 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Minerba.

Ada beberapa pasal yang menegaskan eksistensi koperasi di sektor tambang minerba. Diantaranya, Pasal 26 C yang menyebutkan, verifikasi kriteria administratif terhadap legalitas dan kriteria keanggotaan koperasi bagi pemberian prioritas kepada koperasi, dilakukan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang koperasi terhadap koperasi.

Pasal 26 E menyebut, berdasarkan hasil verifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 C, Menteri menerbitkan persetujuan pemberian WIUP Mineral logam atau WIUP Batubara dengan cara prioritas melalui Sistem OSS.

Begitu juga dengan Pasal 26 F yang jelas menyatakan, luas WIUP Mineral logam atau WIUP Batubara untuk koperasi dan badan Usaha Kecil dan Menengah diberikan paling luas sebesar 2.500 hektar.

“Dengan terbitnya PP tersebut, koperasi sudah bisa menggarap dan mengelola sektor pertambangan seperti mineral dan batubara,” kata Menkop, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (7/10).

Menkop menjelaskan, luas lahan yang diperbolehkan dikerjakan koperasi untuk tambang mineral bisa sampai 2.500 hektar. “Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya di wilayah dengan potensi tambang,” ucap Menkop.

Lebih dari itu, Menkop menekankan bahwa daerah yang memiliki potensi tambang yang signifikan, termasuk emas dan mineral lainnya, dengan adanya PP ini, diharapkan pengelolaannya tidak lagi hanya berpusat pada perusahaan besar.

“Tetapi, juga oleh koperasi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat setempat,” kata Menkop.

Bahkan, Menkop meyakini, pengelolaan sumur minyak rakyat hingga tambang, bakal menjadi program baru di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. “Saya yakin program itu akan berdampak lebih luas. Jadi, ini akan menjadi kegiatan baru dari koperasi dan akan kita jadikan koperasi ini menjadi badan usaha yang lebih baik,” jelas Menkop.

Menurut Menkop, kebijakan ini sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945, yang menegaskan bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, antara lain melalui lembaga berbasis kerakyatan seperti koperasi.***

BRI Peduli Selenggarakan Program Pemberdayaan Eks Pekerja Migran Indonesia di Lombok

0

Bogordaily.net – Pekerja Migran Indonesia (PMI) berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan keluarga mereka. Namun, banyak Purna PMI menghadapi tantangan saat kembali ke tanah air, seperti keterbatasan keterampilan usaha, minimnya akses permodalan dan sulitnya mencari peluang ekonomi berkelanjutan.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, BRI melalui aktivitas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli kembali meluncurkan Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia. Program ini ditujukan khusus bagi para pekerja migran Indonesia yang telah menyelesaikan masa kontrak kerjanya di luar negeri dan kembali ke tanah air.

Kali ini Program Pemberdayaan Purna PMI menyasar purna pekerja migran dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Tercatat sebanyak tiga puluh purna pekerja migran mendapatkan berbagai macam pelatihan yang berlangsung di Desa Loyok, Kec. Sikur, Kab. Lombok Timur.

Berbagai macam pelatihan diberikan antara lain berupa pelatihan pengembangan produk bambu berbasis tren pasar dan preferensi konsumen, pelatihan teknik anyaman lanjutan dan diversifikasi produk bambu berkualitas ekspor, pelatihan pengelolaan keuangan dan harga pokok penjualan, pelatihan pemasaran dan branding produk serta pelatihan inovasi desain produk.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan program pemberdayaan purna pekerja migran Indonesia bertujuan membekali purna pekerja migran dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan, seperti memulai usaha secara mandiri atau mendapatkan pekerjaan yang layak di Indonesia.

”Dengan dukungan mentor yang berpengalaman, purna PMI akan memiliki kesempatan dalam mengembangkan usahanya secara mandiri atau memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidang atau keterampilan mereka. Hal ini nantinya dapat mendorong kemandiriandan kesejahteraan serta diharapkan dapat berkontribusi secara aktif dalam pembangunan ekonomi masyarakat”, jelas Dhanny.

Perlu diketahui, Lombok memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Adapun, Desa Loyok di Lombok Timur sendiri dikenal sebagai sentra penghasil anyaman bambu. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, para perajin menghadapi tantangan berupa keterbatasan bahan baku serta persaingan dengan produk modern, sehingga pemasaran menjadi kurang optimal.

Di sisi lain, Desa Loyok yang juga memiliki banyak Purna PMI yang kembali Indonesia, membuat lokasi ini menjadi sangat potensial untuk kegiatan pemberdayaan. Dengan mengintegrasikan program pelatihan kerajinan bambu, inovasi desain, dan strategi pemasaran modern, pemberdayaan di Desa Loyok dapat mengatasi tantangan perajin dan memberdayakan Purna PMI untuk menciptakan peluang usaha baru.

Melihat tantangan tersebut, program pemberdayaan Purna PMI di Lombok ini difokuskan pada pengembangan keterampilan kewirausahaan berbasis kerajinan bambu. Kerajinan bambu dari Desa Loyok memiliki potensi pasar yang besar. Di pasar global, produk kerajinan bambu seperti perabot rumah tangga dan dekorasi terus berkembang, terutama di negara-negara dengan kesadaran tinggi terhadap produk ramah lingkungan. Ini menjadi potensi besar tentunya.

Tak kalah penting, para peserta juga mendapatkan pelatihan dalam mengelola keuangan dan usaha dengan lebih baik, serta menjalankan bisnis secara efisien. Di samping itu, juga dilakukan pelatihan pemasaran dan branding untuk membantu peserta memasarkan produk dengan lebih efektif, meningkatkan daya saing di pasar lokal dan global.

”Program ini pun diharapkan dapat menciptakan ekosistem usaha berbasis komunitas yang dapat memberikan dampak ekonomi secara lebih luas bagi para peserta maupun bagi masyarakat sekitar”, imbuh Dhanny.***

Grand Savero Bogor Rayakan Hari Batik Nasional 2025 Bersama Batik Tradisiku

0

Bogordaily.net – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Hotel Grand Savero Bogor menyelenggarakan sebuah kegiatan istimewa yang berkolaborasi dengan Batik Tradisiku, salah satu UMKM pengrajin batik asal Kota Bogor.

Acara ini mengangkat tajuk “Parade Batik Nusantara”, sebuah peragaan busana yang menampilkan keindahan dan kekayaan motif batik karya anak bangsa.

 

Dalam peragaan busana tersebut, para staf Hotel Grand Savero Bogor tampil anggun mengenakan koleksi busana batik hasil rancangan Batik Tradisiku. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata dukungan Grand Savero terhadap pelestarian warisan budaya Indonesia sekaligus pemberdayaan UMKM lokal.

Tak hanya peragaan busana, suasana lobi hotel juga dihiasi dengan pameran khusus yang menampilkan berbagai karya Batik Tradisiku. Para tamu memiliki kesempatan untuk melihat lebih dekat detail motif batik khas Bogor yang penuh makna, sekaligus membawa pulang karya batik pilihan mereka.

General Manager Hotel Grand Savero Bogor menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen hotel dalam mendukung pelestarian budaya Indonesia.

“Kami bangga bisa bekerja sama dengan Batik Tradisiku untuk menghadirkan pengalaman berkesan bagi para tamu. Semoga kegiatan ini tidak hanya mempercantik suasana hotel, tetapi juga menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap batik sebagai warisan budaya dunia,” Ujar Dendi Basuworo selaku General Manager Hotel Grand Savero Bogor.

Hari Batik Nasional di Grand Savero Bogor kali ini bukan sekadar perayaan, melainkan juga ruang untuk mengapresiasi karya pengrajin lokal yang dengan tangan terampil terus menjaga keberlanjutan budaya batik.***

Akademisi IPB Lapor ke Ketua DPRD, Mau Adakan Kegiatan Internasional di Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menerima kunjungan akademisi Sekolah Sains Data, Matematika dan Informatika Institut Pertanian Bogor (SSMI IPB) di Kantor DPRD Kota Bogor.

Dalam kunjungan tersebut disampaikan IPB berencana membuat kegiatan internasional pada 6-7 November 2025 mendatang.

“Kami mohon dukungan untuk kegiatan International Conference on Data Science, Mathematics, and Informatics (ICoDMI 2025) pada 6-7 November 2025 di IPB International Convention Center Kota Bogor”, ujar Cici Suhaeni, Ketua Panitia ICoDMI 2025.

Dukungan yang dimaksud Cici, berupa fasilitasi kegiatan Gala Dinner yang merupakan bagian dari ICoDMI 2025.

“Kegiatan ini akan dihadiri peserta meliputi dosen, mahasiswa pascasarjana, peneliti dan praktisi sains data, matematika dan informatika dari beberapa negara”, ungkap Cici.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang promosi positif bagi Kota Bogor sebagai kota yang peduli pendidikan dan inovasi”, tambah Cici.

Adityawarman menyambut positif dan mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya DPRD akan mendukung acara tersebut nantinya.

“Dukungan DPRD sifatnya partisipasi”, ujar Adityawarman.

Ia memberi saran agar nantinya ketika berlangsung acaranya, para peserta atau tamu undangan yang hadir diberikan buah tangan khah Kota Hujan.

“Jangan lupa kasih oleh-oleh khas Kota Bogor untuk peserta”, pungkas legislator dari Partai Keadilan Sejahtera ini.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Regon, Solusi Seragam Kustom Elegan untuk Industri dan Korporasi

0

Bogordaily.net — Bagi pelaku usaha, instansi, maupun industri yang ingin tampil profesional dan kompak, kini hadir Regon Customize Uniform Solution for Elegant Performance.

Regon Customize Uniform Solution for Elegant Performance merupakan penyedia layanan pembuatan seragam kustom berkualitas yang berlokasi di Villa Citra Bantarjati, Jalan Flamboyan III No.5, RT 03/RW 06, Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Regon melayani pembuatan berbagai jenis seragam seperti setelan corporate, kemeja, jaket, wearpack, rompi, T-shirt, polo shirt, apron, hingga jersey, lengkap dengan layanan jasa sablon sesuai kebutuhan pelanggan.

Dalam proses produksinya, Regon menyediakan tiga jenis aplikasi utama, yakni sablon, bordir, dan full printing.

Untuk sablon, tersedia beragam teknik seperti glow in the dark, discharge, plastisol, rubber, hingga DTF.

Sementara untuk bordir, pelanggan dapat memilih bordir komputer, manual, maupun bordir aplikasi karet.

Adapun untuk full printing, Regon menggunakan teknik sublime yang menghasilkan warna tajam dan tahan lama.

Layanan ini sangat cocok untuk berbagai sektor, termasuk industri startup atau UMKM, BUMN, industri pertambangan, jasa, hingga manufaktur, yang membutuhkan tampilan seragam profesional dan elegan.

Bagi masyarakat atau perusahaan yang ingin melakukan pemesanan, dapat langsung menghubungi 0811-1660-234 atau 0812-9088-3212, atau mengunjungi situs resmi di www.sablonbogor.com dan www.regon.id.

(Ibnu Galansa)

Damkar Masih Investigasi Penyebab Terbakarnya Pabrik Bingkai di Cibinong

Bogordaily.net – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor masih menginvestigasi penyebab kebakaran pabrik bingkai di Jalan Raya Cikaret, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 7 Oktober 2025.

“Masih dalam investigasi (penyebab kebakaran),” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Yudi Santosa kepada wartawan.

Menurut Yudi, ada dua kemungkinan penyebab kebakaran yang menghanguskan pabrik bingkai tersebut.

“Ada dua kemungkinan yang pertama kemungkinan korsleting listrik, yang kedua kemungkinannya adalah ada yang lalai ketika membakar sampah, sebelum sampah itu mati kemudian ditinggal kemungkinan, kita masih memastikan penyebab kebakaran,” jelasnya.

Kemudian, seluruh bahan baku pembuatan bingkai dan pigura ludes terbakar. Pihaknya masih belum bisa mentotal kerugian akibat kebakaran tersebut.

“Yang terbakar untuk sementara ini bahan baku untuk pembuatan pigura, kalo total kerugian belum bisa kita hitung,” ujar Yudi.

Sebelumnya diketahui, pabrik bingkai di Jalan Raya Cikaret, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor hangus terbakar pada Selasa 7 Oktober 2025. Peristiwa kebakaran itu terjadi pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB.

“Hari ini Dinas Pemadam Kabupaten Bogor mendapat laporan 65 kebakaran di daerah Cikaret jam 09.30 WIB, kita bergerak cepat ke lapangan dibantu oleh Danramil dan Kapolsek di Lapangan,” ungkapnya.

Adapun, pihaknya mengerahkan sebanyak 5 unit mobil Damkar untuk memadamkan api. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.

“Kita turunkan sampai dengan 5 unit, kemudian rescue turunkan juga 2 unit, kita siapkan semuanya termasuk bantuan dari PMI dan relawan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa sekarang sedang tahap pendinginan,” tutur Yudi.

(Albin Pandita)

Pabrik Bingkai di Cibinong Hangus Terbakar, 5 Unit Mobil Damkar Dikerahkan 

Bogordaily.net – Pabrik bingkai di Jalan Raya Cikaret, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor hangus terbakar pada Selasa 7 Oktober 2025.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Yudi Santosa menjelaskan bahwa, peristiwa kebakaran itu terjadi pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB.

“Hari ini Dinas Pemadam Kabupaten Bogor mendapat laporan 65 kebakaran di daerah Cikaret jam 09.30 WIB, kita bergerak cepat ke lapangan dibantu oleh Danramil dan Kapolsek di Lapangan,” kata Yudi kepada wartawan, Selasa 7 Oktober 2025.

Menurut Yudi, pihaknya mengerahkan sebanyak 5 unit mobil Damkar untuk memadamkan api. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.

“Kita turunkan sampai dengan 5 unit, kemudian rescue turunkan juga 2 unit, kita siapkan semuanya termasuk bantuan dari PMI dan relawan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa sekarang sedang tahap pendinginan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya melakukan penanganan dan berhasil memadamkan api dalam waktu kurang lebih satu jam.

“Alhamdulillah karyawan sudah bisa dikeluarkan berkat bantuan dari Babinsa dan Babinkamtibmas disini dan kita bisa melakukan pemadaman api dalam waktu kurang lebih satu jam api sudah mulai bisa dipadamkan,” ujar Yudi.

Lebih lanjut, kata Yudi, untuk saat ini api sudah padam dan masih proses pendinginan. Adapun, pihaknya masih menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran.

“Masih ada 3 titik api yang bisa muncul, tetapi sekarang kami pastikan sudah didinginkan,” tambahnya.

(Albin Pandita)

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan, Kriminalitas di Kota Bogor Turun 18 Persen

0

Bogordaily.net – Polresta Bogor Kota memusnahkan 38.875 botol miras dengan rincian 22 ribu botol miras pabrikan, 10 ribu botol jenis ciu, 2 ribu botol jenis tuak, 2.400 botol arak bali, dan 1.900 botol jenis double G. Pemusnahan ini periode ketiga dari Juli hingga Oktober 2025.

Pemusnahan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Polresta Bogor Kota dalam menciptakan situasi kota yang aman dan kondusif.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergitas dengan TNI, Forkompimda, dan stakeholder lainnya, termasuk pemerintah kota dan masyarakat Kota Bogor.

“Kami meminta kepada seluruh masyarakat untuk memberikan informasi terkait gangguan kamtibmas yang ada di sekeliling mereka, terutama warga Kota Bogor, untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Kombes Pol Eko Prasetyo usai memusnahkan ribuan botol miras di Halaman Mako Polresta Bogor Kota pada Selasa 7 Oktober 2025.

Pemusnahan miras ini juga diharapkan dapat menekan angka kriminalitas di Kota Bogor.

Berdasarkan data, angka kriminalitas di Kota Bogor telah turun sebesar 18 persen, dan tawuran remaja turun sebesar 32 persen.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo juga mengajak orang tua untuk mengawasi putra-putri mereka, terutama di jam-jam kecil di atas jam 12 malam, untuk mencegah mereka terlibat dalam tindakan yang tidak diinginkan.

Selain itu, Polresta Bogor Kota juga melakukan edukasi terkait bahaya miras di sekolah-sekolah setiap Rabu.

Dengan upaya-upaya ini, Polresta Bogor Kota berharap dapat menciptakan Kota Bogor yang aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

(Ibnu Galansa)

Upaya Pemerataan Pendidikan, Bupati Bogor Dorong Implementasi Program Satu Desa Satu Sarjana

Bogordaily.net — Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyebut program Satu Desa Satu Sarjana menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di setiap desa.

Hal tersebut menjadi upaya meningkatkan kualitas serta pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan bahwa, pendidikan merupakan salah satu pilar utama pembangunan manusia yang harus diperkuat melalui sinergi dan kolaborasi semua pihak.

“Melalui pertemuan ini, kita perkuat komitmen bersama untuk mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas, serta mendorong terwujudnya program Satu Desa Satu Sarjana. Serta menyatukan langkah yang sama melayani masyarakat Kabupaten Bogor dengan sebaik-baiknya,” kata Rudy Susmanto, Selasa 7 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, melalui dukungan berbagai pihak, diharapkan program ini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat daya saing daerah.

Selain itu, Dewan Pendidikan Kabupaten Bogor juga akan berpartisipasi dalam forum koordinasi Dewan Pendidikan tingkat nasional di Yogyakarta, dengan mengirimkan tiga delegasi.

Keikutsertaan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring dan membawa nama baik Kabupaten Bogor di tingkat nasional.

Lebih lanjut, Rudy menyampaikan harapan agar seluruh pemangku kepentingan dapat terus bersinergi untuk menciptakan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bogor.

“Kami berharap dukungan penuh dari semua pihak, terutama dari Bapak Bupati, agar upaya memajukan pendidikan di Kabupaten Bogor dapat berjalan seiring dengan visi pembangunan daerah,” ungkap Rudy.

(Albin Pandita)