Home Blog Page 365

Gaji Guru Honorer Disorot, Ferry Irwandi Tegaskan Pendidikan Tak Akan Maksimal Jika Pendidik Tak Sejahtera

0

Bogordaily.net – Persoalan gaji guru honorer kembali membuka wajah buram dunia pendidikan di Indonesia. Di berbagai daerah, masih banyak pendidik yang menerima upah jauh di bawah standar hidup layak. Bahkan, tidak sedikit guru honorer yang hanya memperoleh bayaran puluhan ribu rupiah dalam sebulan.

Kondisi tersebut dinilai sebagai persoalan serius yang tidak bisa diselesaikan melalui kebijakan tambal sulam.

Rendahnya kesejahteraan guru honorer dianggap berpotensi menghambat kualitas pendidikan secara keseluruhan, meskipun berbagai pembaruan kurikulum terus dilakukan.

Sorotan terhadap isu ini salah satunya datang dari Founder Malaka Project, Ferry Irwandi. Ia menegaskan bahwa, kesejahteraan guru merupakan fondasi utama dalam sistem pendidikan.

Tanpa jaminan hidup yang layak bagi pendidik, berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan dinilai tidak akan berjalan maksimal.

“Mau kurikulum sehebat apa pun, buku sebagus apa pun, tapi kalau guru-guru kelaparan, semuanya tidak akan pernah maksimal,” kata Ferry Irwandi dalam konten yang diunggah di kanal YouTube Malaka Project.

Pernyataan tersebut kembali memicu perbincangan luas di media sosial, terutama terkait kondisi riil guru honorer di lapangan. Isu ini juga menyeret Ferry Irwandi dalam polemik kritik terkait konten pendidikan yang ia buat.

Dalam unggahan terpisah, Ferry menyampaikan keberatannya atas sejumlah tudingan yang menurutnya mengandung unsur fitnah, tuduhan, dan framing yang merugikan dirinya. Ia menegaskan bahwa selama ini dirinya terbuka terhadap kritik.

“Selama ini setiap mas @imanzanatul91 melakukan kritik atas konten yang saya buat, saya menerima dengan senang hati. Tapi di sini saya akan jawab karena beberapa tulisan mengandung unsur fitnah, tuduhan dan framing, sesuatu yang menurut saya sudah kelewatan dan sudah benar-benar merugikan saya,” tulis Ferry dalam keterangan unggahan yang dikutip pada Minggu.

Ferry juga menyatakan kesiapannya untuk menjawab substansi kritik tersebut secara terbuka dan langsung. Ia menilai dialog terbuka akan lebih adil dibandingkan penyampaian sepihak melalui tulisan atau video monolog.

“Untuk substansi utasnya, saya siap jawab satu per satu dan pertanyakan langsung dengan mas @imanzanatul91,” lanjutnya.

Meski terlibat polemik, Ferry menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung perjuangan kesejahteraan guru di Indonesia.

Ia menyatakan tidak akan menjawab polemik tersebut melalui video monolog atau tulisan sepihak.

“Saya tidak akan menjawab dengan video monolog atau tulisan sepihak, karena menurut saya itu lebih adil dan terbuka. Saya akan tetap mendukung kesejahteraan semua guru. Semoga waktunya segera bertemu, terima kasih,” pungkasnya.

Isu gaji guru honorer hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi dunia pendidikan nasional.***

Mendikdasmen Ungkap Banyak Anggota DPR Lulusan Paket C

0

Bogordaily.net – Fakta mengejutkan terungkap dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa sejumlah anggota DPR RI ternyata merupakan lulusan Paket C, jalur pendidikan nonformal yang setara dengan jenjang SMA.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat merespons pertanyaan Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati, dalam rapat kerja yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 21 Januari 2026.

“Banyak anggota dewan yang juga lulusan Paket C,” ujar Abdul Mu’ti di hadapan para legislator.

Pengakuan tersebut sontak menyita perhatian publik, terutama setelah potongan video rapat kerja tersebut beredar luas dan menjadi viral di media sosial.

Pernyataan itu membuka kembali diskusi mengenai peran pendidikan nonformal dalam sistem pendidikan nasional, sekaligus mematahkan stigma bahwa jalur kesetaraan merupakan pendidikan kelas dua.

Dalam kesempatan yang sama, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai solusi pendidikan bagi warga yang tidak terjangkau oleh jalur sekolah formal.

PKBM dinilai memiliki peran strategis dalam menyediakan akses pendidikan bagi kelompok masyarakat dengan berbagai keterbatasan.

Sebagai contoh, Abdul Mu’ti menceritakan pengalamannya saat melakukan kunjungan ke salah satu PKBM di Majalengka, Jawa Barat.

Menurutnya, satu PKBM bahkan mampu menampung lebih dari 300 peserta didik, dengan jumlah terbanyak berasal dari program kesetaraan Paket C.

“Saya baru pulang dari Majalengka, ada PKBM yang menampung sampai 300-an peserta, dan yang paling banyak itu Paket C,” ungkapnya.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pendidikan kesetaraan, baik Paket A, Paket B, maupun Paket C, merupakan jalur alternatif yang sangat penting dalam upaya menekan angka putus sekolah di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa tingginya angka anak tidak sekolah tidak semata-mata disebabkan oleh persoalan ekonomi.

“Sebagiannya karena faktor kultural, seperti menikah di usia muda, atau kendala geografis yang membuat akses pendidikan formal sulit,” jelasnya.

Lebih jauh, pemerintah juga berencana menghidupkan kembali peran PKBM di luar negeri. Program ini ditujukan untuk anak-anak pekerja migran Indonesia maupun keluarga diplomat yang tidak dapat mengakses pendidikan formal berbasis kurikulum nasional.

Saat ini, Kemendikdasmen telah menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan kurikulum Indonesia bagi anak-anak pekerja migran di wilayah Malaysia Timur.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan hak pendidikan tetap terpenuhi, meski berada di luar negeri.

Di sisi lain, Abdul Mu’ti mengakui bahwa, peningkatan jumlah peserta pendidikan kesetaraan juga diiringi dengan tantangan besar, terutama dalam hal tata kelola dan pengawasan PKBM.

Ia menegaskan bahwa seluruh peserta didik PKBM berhak menerima Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Tidak boleh ada yang lulus Paket C lebih dulu sebelum Paket B. Semua harus berjenjang dan sesuai aturan,” tegasnya.

Pernyataan Mendikdasmen ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan nonformal memiliki kontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia Indonesia.

Bahkan, jalur pendidikan kesetaraan terbukti mampu mengantarkan sebagian lulusannya menduduki posisi strategis, termasuk kursi parlemen di DPR RI.***

Polmas Bogor Raya Wilayah 3 Bogor Selatan Tetapkan Ketua Baru Secara Aklamasi

0

Bogordaily.net – Polmas Bogor Raya wilayah 3 Bogor Selatan, resmi menetapkan ketua baru secara aklamasi yang digelar bersama jajaran kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan unsur kelurahan.

Pemilihan yang digelar di aula Kantor Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Polmas sebagai garda terdepan kemitraan antara Polri dan warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pemilihan ketua baru Polmas Bogor Raya Wilayah 3 Bogor Selatan masa Bhakti 2026 sampai dengan 2031, dilaksanakan secara demokratis melalui mekanisme musyawarah mufakat.

Proses ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang partisipatif dan responsif terhadap dinamika persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat Kota Bogor.

Dalam kesempatan tersebut, Polmas Bogor Raya Wilayah 3 Bogor Selatan kembali menegaskan visi organisasi, yakni “Mewujudkan Kota Bogor yang aman, tertib, dan nyaman melalui peningkatan kegiatan sinergi kepolisian yang proaktif dan terpercaya.”

Visi ini menjadi landasan utama dalam setiap program dan kegiatan Polmas ke depan.

Ketua Polmas Bogor Raya Wilayah 3 Bogor Selatan terpilih Muhamad Zaelani menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Polmas sebagai ruang kolaborasi antara masyarakat dan kepolisian, bukan hanya dalam penanganan gangguan keamanan, tetapi juga dalam upaya pencegahan sejak dini melalui pendekatan persuasif dan edukatif.

Sejalan dengan visi tersebut, Polmas Bogor Raya Wilayah 3 Bogor Selatan mengusung sejumlah misi strategis. Di antaranya meningkatkan pelayanan kamtibmas yang prima kepada masyarakat.

“Mewujudkan kemitraan aktif antara Polri dan warga, serta mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam mengimplementasikan strategi Polmas di tingkat kelurahan dan desa,” kata Dhen Dani nama panggilan tongkrongan, Minggu 25 Januari 2026.

Polmas Bogor Raya Wilayah 3 Bogor Selatan juga berkomitmen melaksanakan deteksi dini dan peringatan dini terhadap potensi gangguan keamanan, seperti konflik sosial, kenakalan remaja, peredaran narkoba, hingga kejahatan lingkungan.

Upaya ini dilakukan melalui pemetaan wilayah rawan, patroli dialogis, serta forum komunikasi rutin dengan warga.

Selain itu, Polmas Bogor Raya Wilayah 3 Bogor Selatan menekankan pentingnya menjaga konsistensi kinerja dalam pelayanan masyarakat secara efektif dan efisien.

Seluruh pengurus dan anggota Polmas diharapkan mampu menjadi teladan dalam membangun budaya tertib hukum, solidaritas sosial, serta semangat gotong royong.

Dalam setiap aktivitasnya, Polmas mengusung motto pelayanan “Tulus ikhlas melayani, cepat tanggap merespons”.

Motto ini mencerminkan komitmen Polmas untuk hadir sebagai mitra masyarakat yang humanis, terbuka, dan siap merespons setiap keluhan maupun laporan warga.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, Polmas Bogor Raya Wilayah 3 Bogor Selatan optimistis mampu memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Ke depan, Polmas juga menargetkan peningkatan program sosialisasi, edukasi hukum, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan Kota Bogor secara berkelanjutan,” pungkas dia.

Sementara itu, Camat Bogor Selatan, Harry Cahyadi mengapresiasi dengan kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan.

“Insya Allah sinergitas itu kita sudah berjalan dengan sinergitas kepemimpinan yang terdahulu, mudah mudahan dengan kepemimpinan yang sekarang bisa lebih keren lagi, lebih baik lagi untuk mengcover kondisi kondisi tertentu maupun inovasi inovasi kebaikan seperti apa,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia juga menekankan, agar ke depan unsur pemerintah wilayah serta unsur masyarakat bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan baik.

“Kita keluarga, kita jaga semua warga kita, melalui unsur kepemerintahan, ada kapolsek, danramil, polmas, dan warga. Kita jaga Bogor selatan mendapat keberkahan,” pesannya.***

Aktivis BAKOR Bandung Generasi 80-an Kumpul di Bogor, Wanti-wanti Ancaman Oligarki dan Rapuhnya Demokrasi

0

Bogordaily.net — Puluhan aktivis mahasiswa generasi 1980-an yang tergabung dalam Badan Koordinasi (BAKOR) Mahasiswa Bandung menggelar silaturahmi di Doea Tjangkir, Bogor, Sabtu (24/1/2026). Pertemuan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus ruang diskusi strategis untuk membaca arah kondisi politik, ekonomi, dan demokrasi nasional.

Sekitar 40 alumni aktivis BAKOR yang aktif sejak 1988 hadir dalam forum tersebut. Saat ini, para anggota diketahui telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari politik, birokrasi, akademisi, hingga sektor swasta.

Diskusi berlangsung intens dengan sorotan utama pada menguatnya pengaruh oligarki dalam struktur ekonomi nasional serta tantangan stabilitas demokrasi di tengah dinamika global dan domestik.

Salah satu tokoh BAKOR Bandung, Saleh Hidayat, menyebutkan pertemuan ini menjadi upaya menyatukan kembali resonansi pemikiran para aktivis lintas generasi.

“Banyak kawan sudah tersebar di berbagai lini. Forum ini penting untuk menyamakan keprihatinan sekaligus membaca arah bangsa ke depan,” ujar Saleh yang akrab disapa Dayat.

Aktivis BAKOR Bandung Generasi 80-an Kumpul di Bogor, Wanti-wanti Ancaman Oligarki dan Rapuhnya Demokrasi

Dayat menegaskan, sejak awal berdiri, BAKOR lahir dari kegelisahan terhadap pola pengelolaan negara di era Orde Baru, terutama dominasi militer serta eksploitasi sumber daya alam yang dinilai hanya menguntungkan kelompok elite tertentu.

Ia menilai, sejumlah praktik lama tersebut kini mulai menunjukkan gejala berulang dalam bentuk baru.

“Spirit BAKOR sejak awal adalah koreksi total agar pembangunan benar-benar berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan segelintir elite,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, para peserta juga menyoroti masih lebarnya kesenjangan kesejahteraan dan belum meratanya manfaat pertumbuhan ekonomi nasional di berbagai daerah.

Sementara itu, Rizal Darmaputra menambahkan dari perspektif hubungan internasional, demokrasi Indonesia masih menghadapi tantangan struktural.

“Demokrasi kita masih dalam fase pembelajaran panjang. Tekanan geopolitik global, ekonomi dunia, serta dinamika dalam negeri membuat konsolidasi demokrasi menjadi tidak mudah,” ujarnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan jejaring aktivis lintas generasi untuk mendorong agenda reformasi berkelanjutan, sekaligus menjadi ruang refleksi atas arah pembangunan nasional ke depan.***

Bogor Movement Usung Semangat Bogor Zero Waste

0

Bogordaily.net – Permasalahan sampah masih terus terjadi di berbagai kota di Indonesia dan menjadi persoalan serius yang harus ditangani bersama. Kabupaten Bogor sendiri saat ini tengah menghadapi kondisi darurat sampah, khususnya saat pelaksanaan Car Free Day (CFD).

Menjawab persoalan tersebut, Bogor Movement sebagai komunitas kolektif lintas generasi dan organisasi, berkolaborasi dengan DPK KNPI Cibinong dan PCPM Cibinong, terus menggencarkan kampanye Bogor Zero Waste.

Adapun, kampanye ini dilakukan dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat Bogor melalui edukasi penggunaan kantong sampah berbahan kertas saat CFD, serta ajakan penggunaan tumbler sebagai upaya mengurangi sampah plastik sekali pakai.

Melalui semangat kolaborasi dan kepedulian lingkungan, Bogor Movement bersama DPK KNPI Cibinong dan PCPM Cibinong hadir mengedukasi masyarakat yang mengikuti kegiatan CFD.

Tidak hanya sebatas edukasi, kegiatan ini juga diwujudkan dalam langkah nyata dengan membagikan tumbler kepada peserta CFD yang peduli terhadap kebersihan lingkungan, berani memungut sampah, serta membuang sampah pada tempatnya.

Founder Bogor Movement, Nur Eko Suhardana, menjelaskan bahwa, Bogor Movement merupakan sebuah platform mandiri yang tumbuh dari keresahan terhadap kondisi sampah di Kabupaten Bogor.

“Kami berkolaborasi dengan berbagai elemen pemuda lintas golongan dan organisasi, seperti DPK KNPI Cibinong dan PCPM Cibinong, yang memiliki visi dan misi sama untuk peduli dan bergerak bersama demi Kabupaten Bogor yang lebih bersih.” ujar Nur Eko, Minggu 25 Januari 2026.

Lebih lanjut, Nur Eko Suhardana juga menyampaikan bahwa, seluruh sumber anggaran kegiatan Bogor Movement berasal dari iuran sukarela para relawan, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan gerakan ini.

Sebagai informasi, Bogor Movement mengusung semangat bergerak, berdampak, dan berlanjut, sebagaimana yang kerap dibagikan melalui unggahan media sosial Instagram @bogor_movement.(Albin)

Mitos Kurangi Tekanan Ban Saat Hujan Ternyata Berbahaya, Ini Penjelasannya!

0

Bogordaily.net – Permukaan jalan yang licin, genangan air yang sulit diprediksi, hingga jarak pandang yang terbatas membuat risiko kecelakaan meningkat. Di tengah situasi tersebut, masih banyak pengendara yang mempercayai anggapan bahwa mengurangi tekanan angin ban dapat meningkatkan daya cengkeram kendaraan agar tidak mudah tergelincir.

Anggapan tersebut ternyata keliru dan justru berpotensi membahayakan keselamatan. Secara teknis, mengurangi tekanan ban saat hujan bukanlah solusi yang tepat untuk meningkatkan traksi kendaraan.

Praktik ini bahkan dapat memperbesar risiko terjadinya kecelakaan, terutama di jalan raya beraspal.

Berikut sejumlah alasan mengapa pengendara tidak dianjurkan mengurangi tekanan ban saat kondisi hujan dan tetap harus mengikuti standar yang ditetapkan pabrikan.

Hilangnya Cengkeraman Bagian Tengah Ban

Ban dengan tekanan angin yang dikurangi akan mengalami kondisi kempes. Akibatnya, struktur ban berubah dan membuat hanya bagian sisi kiri dan kanan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.

Sementara itu, bagian tengah ban justru terangkat dan kehilangan kontak optimal dengan aspal. Kondisi ini mengurangi stabilitas kendaraan, terutama saat melaju di kecepatan menengah hingga tinggi.

Meningkatkan Risiko Aquaplaning

Ruang kosong di bagian tengah ban yang kempes berpotensi menjadi tempat berkumpulnya air.

Ketika ban melaju di atas permukaan jalan basah, air yang terjebak tersebut dapat membentuk lapisan tipis seperti bantalan.

Fenomena ini memicu aquaplaning, yaitu kondisi ketika ban kehilangan kontak dengan permukaan jalan sehingga kendaraan sulit dikendalikan dan berisiko tergelincir.

Tekanan Ban Standar Dirancang untuk Jalan Basah

Tekanan yang direkomendasikan pabrikan telah dirancang melalui serangkaian pengujian, termasuk untuk kondisi jalan basah.

Tekanan yang sesuai memastikan tapak ban bekerja optimal dalam membuang air, menjaga traksi, dan mempertahankan stabilitas kendaraan. Mengubah tekanan ban tanpa alasan teknis yang tepat justru mengganggu performa ban itu sendiri.

Pada dasarnya, tekanan angin ban hanya boleh diubah dalam kondisi tertentu. Tekanan ban dapat dinaikkan ketika kendaraan membawa muatan berlebih untuk menyesuaikan beban.

Sementara pengurangan tekanan ban hanya dianjurkan saat melewati medan lumpur berat atau permukaan sangat lunak, dan itu pun umumnya berlaku untuk ban dengan konstruksi nilon atau bias, bukan untuk penggunaan di jalan raya beraspal saat hujan.

Dengan demikian, mengikuti standar tekanan ban pabrikan tetap menjadi langkah paling aman dalam berkendara di tengah cuaca ekstrem.

Pemeriksaan tekanan secara rutin sangat dianjurkan agar kendaraan tetap nyaman, stabil, dan aman saat melintasi jalanan basah.

Keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada keahlian pengemudi, tetapi juga pada pemahaman teknis yang benar.

Menghindari mitos yang salah kaprah dan mengedepankan praktik berkendara yang sesuai standar menjadi kunci utama menghadapi kondisi jalan saat musim hujan.***

Komisi X DPR Tegaskan Tak Ada Libur Sekolah Sebulan Penuh Selama Ramadan

0

Bogordaily.net – Komisi X DPR RI menegaskan bahwa tidak ada kebijakan libur sekolah selama satu bulan penuh pada masa bulan puasa atau ramadan.

Proses pembelajaran bagi peserta didik tetap berjalan sebagaimana mestinya, meskipun bertepatan dengan pelaksanaan ibadah Ramadan.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, saat rapat kerja bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di kompleks DPR RI, Rabu, 21 Januari 2026.

Dalam rapat tersebut, Lalu menyampaikan bahwa Komisi X tidak menginginkan kegiatan belajar mengajar dihentikan selama satu bulan penuh hanya karena bertepatan dengan bulan puasa. Menurutnya, seluruh jenjang pendidikan tetap harus menjalankan proses pembelajaran.

“Kami tidak ingin bahwa puasa satu bulan kemudian anak didik kita mulai dari Satuan Pendidikan TK, SD, SMP, SMA, SMK tidak belajar,” kata Lalu.

Ia menjelaskan bahwa bulan Ramadan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan aktivitas pendidikan.

Meskipun siswa menjalankan ibadah puasa, kegiatan belajar tetap dapat berlangsung dengan penyesuaian yang wajar agar anak-anak tetap produktif.

“Pendidikan tetap jalan, puasa, ibadah tetap jalan. Itu prinsip dari Komisi X,” kata Lalu.

Penegasan tersebut sekaligus meluruskan isu yang sempat berkembang di masyarakat terkait kemungkinan adanya libur sekolah selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.

Komisi X memastikan bahwa kebijakan pendidikan tetap mengedepankan keberlanjutan proses belajar siswa.

Berdasarkan prediksi kalender pendidikan tahun 2026, aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah di berbagai daerah masih akan berlangsung selama bulan puasa.

Proses pembelajaran dijadwalkan tetap berjalan pada sebagian besar minggu pertama hingga pertengahan Ramadan.

Meski demikian, penyesuaian teknis seperti pengaturan jam belajar atau kegiatan pendukung pembelajaran selama Ramadan tetap menjadi kewenangan masing-masing satuan pendidikan dan pemerintah daerah, selama tidak menghilangkan hak siswa untuk memperoleh pendidikan.

Dengan penegasan ini, Komisi X DPR RI berharap masyarakat tidak lagi terpengaruh oleh informasi yang keliru terkait libur sekolah selama bulan puasa, sekaligus memastikan bahwa pendidikan dan ibadah dapat berjalan beriringan.***

Pengakuan Mantan Talent Bongkar Dugaan Setting Konten Giveaway Willie Salim, Ini Kronologinya

0

Bogordaily.net – Konten giveaway milik kreator digital Willie Salim tengah menjadi perbincangan luas di media sosial. Sorotan publik muncul setelah seorang pria bernama Risky mengaku pernah terlibat sebagai talent dalam salah satu video giveaway yang dibuat Willie Salim dan menyebut bahwa konten tersebut diduga telah diatur sejak awal proses produksi.

Pengakuan Risky disampaikan dalam sebuah tayangan di kanal YouTube Denny Sumargo yang tayang pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Dalam wawancara tersebut, Risky membeberkan pengalaman pribadinya saat terlibat dalam pembuatan konten yang menampilkan aksi berbagi hadiah kepada masyarakat.

Risky mengungkapkan bahwa dirinya dihubungi oleh asisten Willie Salim dan ditawari untuk terlibat sebagai talent.

Ia diminta berperan sebagai pengemudi ojek online dalam sebuah skenario yang telah disepakati sebelumnya bersama tim internal kreator tersebut.

“Menurut saya settingan karena awalnya kita perjanjian dulu sama pihak orang yang kerja di Willie,” ujar Risky.

Dalam pengakuannya, Risky menjelaskan bahwa pertemuan antara dirinya dan Willie Salim dalam video tersebut tidak terjadi secara spontan seperti yang ditampilkan kepada publik.

Adegan tersebut telah dirancang sebelumnya agar terlihat natural seolah terjadi secara kebetulan di jalan.

Tak hanya itu, Risky juga diminta menjalankan peran tertentu sesuai alur cerita konten.

Salah satunya adalah mencari pohon pisang yang kemudian dibawa ke rumah Willie Salim sebagai bagian dari narasi video giveaway.

Dalam tayangan video, Risky terlihat menerima uang tunai sebesar Rp2 juta sebagai hadiah giveaway.

Namun, ia mengungkapkan bahwa uang tersebut tidak benar-benar menjadi miliknya. Setelah proses pengambilan gambar selesai, uang itu diminta kembali oleh tim produksi.

“Duitnya kita kasih dia lagi, diambil timnya,” ungkap Risky.

Sebagai kompensasi atas keterlibatannya sebagai talent, Risky menyebut dirinya hanya menerima bayaran sebesar Rp500 ribu.

Pengakuan ini kemudian memicu beragam reaksi dari warganet, terutama terkait transparansi dan keaslian konten giveaway yang selama ini dikonsumsi publik.

Menanggapi isu yang berkembang, Willie Salim akhirnya memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya.

Ia menegaskan bahwa konten yang dipersoalkan merupakan bagian dari storytelling, dramatization, dan re-enactment yang lazim digunakan dalam produksi konten digital, serta tidak dimaksudkan untuk menipu audiens.

“Kalau ada perbedaan antara yang disampaikan di konten dan yang terjadi di lapangan, itu jadi bahan evaluasi buat aku,” tulis Willie Salim.

Willie juga menjelaskan bahwa konten giveaway tersebut merupakan produksi lama yang dibuat pada tahun 2023.

Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran dirinya dalam berkarya sebagai kreator konten di media sosial.

Meski menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan dari publik, Willie Salim menegaskan penolakannya terhadap tindakan doxing serta ancaman yang menyasar dirinya maupun pihak-pihak di sekitarnya.

Ia meminta agar ruang diskusi tetap dijaga secara sehat tanpa melanggar privasi individu.

Kasus ini pun kembali memantik diskusi luas mengenai batas antara konten hiburan, storytelling, dan kejujuran dalam industri kreator digital, khususnya pada konten giveaway yang kerap menyita perhatian publik.***

Pemkot Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia di Mulyaharja

0

Bogordaily.net – Sebanyak 25 paket sembako diterima warga lanjut usia (lansia) di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Jumat 23 Januari 2026.

Pemberian sembako ini merupakan program dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada lansia.

Bantuan sembako tersebut diberikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, didampingi Kepala DPPKB Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, serta perangkat kecamatan dan kelurahan.

“Ini program dari Pemkot di bawah DPPKB berupa pemberian natura. Spesifikasinya bantuan kepada lanjut usia. Memang tidak banyak, 25 paket, tapi sasarannya mencakup semua RW dan rata-rata berusia di atas 60 tahun,” kata Jenal Mutaqin.

Paket sembako dibagikan kepada lansia rentan berusia di atas 60 tahun yang berasal dari seluruh RW di Kelurahan Mulyaharja.

Menurut Jenal Mutaqin, para lansia ini perlu mendapat perhatian emosional, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari keluarga dan seluruh pemangku kepentingan.

Jenal Mutaqin berharap masyarakat dapat mengubah stigma bahwa lansia hanya menjadi beban. Sebaliknya, mereka perlu diberikan pendekatan, motivasi, serta dukungan yang mendalam.

Sementara itu, Kepala DPPKB Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, menerangkan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Bina Keluarga Lansia (BKL) sebagai wujud perhatian pemerintah dalam memberikan penguatan kepada kelompok usia rentan.

“Lansia tetap memiliki peran, minimal melalui doa dan semangat kepada keluarganya,” ungkap Marse.

Di lokasi yang sama, Lurah Mulyaharja, Moeslim Yuliantono, mengatakan warga penerima bantuan berasal dari 11 RW yang ada di Mulyaharja. Masing-masing RW mengusulkan dua lansia tidak mampu.

“Ada yang tinggal sendiri dan kondisi ekonominya lemah. Bantuan ini cukup meringankan. Kami juga menemukan tiga lansia dengan kepesertaan BPJS yang tidak aktif. Ketiganya akan diusulkan masuk program Universal Health Coverage (UHC) melalui koordinasi dengan Puskesmas,” tutup Moeslim.***

Wedding Expo Terbesar di Bogor “Wedding Journey Vol IV” Kembali Hadir, Diikuti Sebanyak 52 Vendor Pernikahan

0

Bogordaily.net – Wedding Expo terbesar di kota Bogor kembali hadir bertajuk “Wedding Journey Vol IV” yang berlangsung mulai Sabtu 24 dan Minggu 25 Januari 2026.

Adapun, pelaksanaan wedding expo tersebut berlangsung di Sport Club Danau Bogor Raya, kota Bogor dengan diikuti kurang lebih 52 vendor pernikahan.

Ketua Pelaksana Wedding Journey Vol 4, Eka Bachtiar mengungkapkan bahwa, event Wedding Expo tersebut rutin digelar setiap tahunya.

Menurutnya, pada tahun ini panitia menghadirkan tema tradisional dan juga modern yang dibawa untuk para pengunjung.

“Jadi ini Wedding Journey 2026 ini udah 4 kali, konsep tahun ini itu tradisional modern, karena terkait beberapa kondisi yang pada saat pernikahan itu orang itu mau tradisional tapi anaknya mau modern nah kita kolaborasikan, supaya orang tua dapat anak dapat,” kata Eka kepada wartawan,

Kemudian, tahun ini sebanyak 52 vendor turut memeriahkan pelaksanaan wedding expo tersebut.

“Kita diikuti awalnya itu booth kita itu ada 49, tapi antusiasnya banyak banget jadi kita total ada 52 booth, termasuk booth makanan,” jelasnya.

Adapun, pelaksanaan Wedding Expo mendapat antusias dari dari pengunjung setiap tahunnya.

“Tahun ini antusiasnya tinggi, kemarin kita nggak full seperti ini kalau sekarang full. Bahkan tahun depan ada yang ikut lagi,” ujar Eka.

Eka menambahkan, pelaksanaan Wedding Expo juga dilakukan sebagai pembuka event wedding lainya di kota Bogor, yang diselenggarakan setiap bulan Januari.

“Kita membuka wedding expo setiap tahunya, kita setiap tahun di bulan Januari jadi sebelumnya kita pembuka wedding expo 2025 bulan Januari, 2026 juga bulan Januari untuk pembuka tahun,” tambahnya.

Selain itu, dirinya berharap, event Wedding Journey nantinya akan rutin dilaksanakan setiap tahunya, sebagai ajang untuk mempertemukan vendor dengan para klien.

“Harapannya bisa terus berjalan tahun ke tahun sampai dengan volume selanjutnya menjadi wadah atau ajang vendor vendor untuk mencari klien dan berkolaborasi dengan vendor yang lain juga,” ungkap Eka.(Albin)