Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 370

BSI KCP Bogor Sudirman Resmikan Kantor Baru, Perluas Akses Layanan Syariah

0

Bogordaily.net – Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bogor Sudirman meresmikan kantor barunya yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman No.1, Pabaton, Bogor Tengah, pada Jumat 19 September 2025. Acara grand opening ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim,

Area Manager BSI Area Bogor, Safira menjelaskan bahwa relokasi cabang ini dilakukan untuk memperluas kapasitas layanan dan mendekatkan BSI kepada masyarakat.

Sebelumnya, kantor BSI Sudirman berada di depan Markas Zeni, kini dipindahkan ke depan Rumah Sakit Salak.

“Alhamdulillah acara hari ini berjalan dengan lancar. Harapannya, dengan relokasi ini BSI KCP Sudirman bisa semakin memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan syariah,” ungkap Safira.

Saat ini, BSI Area Bogor tercatat memiliki aset sekitar Rp8 triliun dengan 22 kantor cabang. Tahun ini, BSI berencana menambah dua cabang baru di Kota dan Kabupaten Bogor, sehingga total menjadi 24 cabang.

Selain memperkuat jaringan, BSI juga menghadirkan produk unggulan yang menjadi keunikan dibanding bank konvensional, di antaranya tabungan emas dan tabungan haji.

Produk tabungan emas memungkinkan nasabah membeli emas secara cicilan maupun menabung emas melalui aplikasi BSI Mobile.

Ke depan, BSI juga menyiapkan layanan ATM emas yang pertama akan hadir di cabang Pajajaran Bantarjati, Bogor.

“Kenapa emas? Karena emas adalah instrumen investasi yang sudah teruji stabil dan cenderung naik dalam jangka panjang. Ini yang membuat BSI menghadirkan fitur tabungan emas agar masyarakat bisa berinvestasi dengan aman,” tambah Safira.

Sementara itu, untuk layanan haji, BSI menjadi bank pembayaran haji terbesar di Indonesia, yakni mencapai 87 persen.

Dengan adanya 22 cabang BSI di Bogor, masyarakat diharapkan lebih mudah dalam membuka tabungan haji maupun mengakses layanan syariah lainnya.

Dengan relokasi kantor baru BSI KCP Sudirman ini, BSI optimis mampu memperluas jangkauan dan memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat Bogor dalam mengakses layanan keuangan syariah.***

Peluang Capai SDG’s dengan Program RevitalisasiSekolah yang Inklusif dan Berdampak

0

Bogordaily.net – Diera di mana dunia bergerak cepat mengejar Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya target SDG 4: Pendidikan Berkualitas, Indonesia menghadapi dua sisi mata: kesempatan besar dan tantangan nyata. Di satu sisi, kemajuan dalam akses pendidikan dasar dan menengah telah terlihat—anak-anak lebih banyak bersekolah, pemerataan jumlah sekolah meningkat. Namun di sisi lain, kualitas pembelajaran, fasilitas penunjang, dan kesetaraan antarwilayah masih jauh dari ideal. Menurut UNESCO dalam Asia-Pacific Education 2030: SDG 4 Midterm Review (akhir 2024), banyak negara termasuk Indonesia masih mengalami kurangnya kualitas dalam materi pembelajaran dan dukungan teknologi yang memadai untuk wilayah terpencil. Revitalisasi Bukan Hanya Sekolah Negeri

Direktur Jendral Pendidikan Anak Usia Dini (Dirjen PAUD) Gotot Suharwoto menyampaikan sasaran program tidak eksklusif hanya untuk satuan Pendidikan tertentu. Semua dapat mengajukan menjadi penerima manfaat program revitalisasi. “jadi swasta pun bisa menerima dana dan ikut program revitalisasi selama memang sekolah itu membutuhkan, nanti dilihat dari data Data Pokok Pendidik Pendidikan (Dapodik) dan hasil verval,” kata Gogot dikutip dari detik.com Jumat 12 September 2025.

Ini menjadi angin segar bagi Pengelola satuan Pendidikan swasta yang selama ini kesulitan dalam segi finansial untuk menjaga keberlangsungan sekolahnya. Bahkan sebagain sampai harus gulung tikar karena tidak sanggup mendanai oprasional.

Pemerintah menjawab tantangan ini melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025, yang dilandasi oleh Instruksi Presiden (Inpres) No. 7 Tahun 2025 mengenai percepatan pembangunan, salah satunya di bidang pendidikan. Tidak hanya itu, revitaslisasi ini juga sejajar dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dirancang agar layanan pendidikan bermutu bisa dirasakan merata oleh semua lapisan masyarakat (Humas Setkab, 2025).

Langkah nyata terlihat dalam alokasi anggaran Rp17,1 triliun untuk memperbaiki sarana prasarana di 10.440 satuan pendidikan di seluruh penjuru negeri. Fokus revitalisasi meliputi ruang kelas, ruang guru, administrasi, perpustakaan, laboratorium, toilet dan UKS—bukan sebagai tambahan kosmetik, tetapi sebagai pondasi ekosistem belajar yang sehat, aman, nyaman, dan modern.

Fakta internasional memperkuat urgensi ini. UNESCO-UIS dalam World Education Statistics 2024 mencatat bahwa meskipun enrolmen pendidikan formal dan nonformal usia muda (15-24 tahun) di Indonesia cukup tinggi, banyak siswa yang masih mengalami kualitas pengajaran dan fasilitas yang tidak memadai. Selain itu, laporan UNESCO GEM (2023-24) menekankan bahwa teknologi pendidikan bila tidak didukung akses internet yang memadai, khususnya di pulau-terluar dan daerah 3T, bisa memperlebar kesenjangan daripada menutupnya.

Pendekatan inklusif melalui revitalisasi sekolah dengan swakelola dan partisipasi masyarakat menjadi jalan keluar. Melibatkan warga lokal dalam pembangunan dan pengelolaan fasilitas mendorong rasa kepemilikan dan memastikan bahwa fasilitas yang dibangun sesuai kebutuhan nyata. Bila semangat ini dijaga, Indonesia memiliki peluang besar untuk mencapai SDG 4 secara nyata: pendidikan berkualitas yang bukan hanya untuk kota besar, tapi juga untuk desa-desa di ujung Nusantara.

Urgensi Revitalisasi Sekolah dan Peningkatan Kualitas Guru

Pembangunan bangsa tidak bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusianya. Dan kualitas manusia hanya dapat dibentuk melalui pendidikan yang baik dan merata. Tokoh-tokoh pendidikan menegaskan bahwa fungsi utama sekolah bukan semata tempat belajar formal, tetapi ruang pembinaan potensi individu—baik fisik, intelektual, maupun moral.

Penelitian Donni Muhammad (Muhamad et al., 2021) menunjukkan bahwa revitalisasi sarana pendidikan berdampak langsung pada terciptanya suasana pembelajaran yang lebih fokus, kondusif, dan nyaman.

Lingkungan belajar yang mendukung membuat peserta didik lebih termotivasi, guru lebih leluasa mengajar, dan interaksi antarwarga sekolah lebih harmonis.

Fakta di lapangan menguatkan temuan tersebut. Menurut data Kemendikbudristek (2024), masih terdapat lebih dari 27% sekolah dasar di wilayah 3T yang tidak memiliki perpustakaan layak, sementara 19% SMP belum memiliki laboratorium sains.

Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak siswa di pelosok masih belajar di ruang kelas sempit dengan kursi reyot, tanpa fasilitas dasar penunjang.

Dalam konteks ini, revitalisasi sekolah tidak lagi bisa ditunda—ia menjadi kebutuhan mendesak untuk menghapus kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah.

Namun, revitalisasi fisik hanyalah salah satu sisi mata uang. Sisi lainnya adalah kualitas guru. Sebab, sebagus apa pun gedung dan fasilitas, sekolah tidak akan bermakna tanpa pendidik yang profesional.

Melalui Instruksi Presiden (Inpres) No. 7 Tahun 2025, pemerintah menegaskan komitmen percepatan pembangunan manusia lewat revitalisasi satuan pendidikan, dengan fokus pada penguatan kapasitas guru.

Peningkatan kualitas guru masuk dalam prioritas besar anggaran pendidikan. Diah Dwi Utami, Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Kementerian Keuangan, menuturkan bahwa sebagian besar alokasi dana negara di sektor pendidikan diarahkan untuk penguatan kompetensi guru dan pemenuhan hak dasar berupa gaji serta tunjangan. Tahun 2025, pemerintah juga meluncurkan beasiswa lanjutan bagi 12.000 guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang D4 atau S1, serta program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru yang sempat kuliah namun belum lulus.

Tak berhenti di situ, skala lebih besar hadir dalam Program Profesi Guru (PPG). Kemendikdasmen menargetkan 806.000 guru mengikuti PPG sepanjang 2025—jumlah terbesar sepanjang sejarah pendidikan Indonesia.

Program ini bukan sekadar formalitas sertifikasi, tetapi diarahkan untuk membentuk guru profesional yang menguasai pedagogi modern, literasi digital, serta strategi pengajaran kreatif yang relevan dengan karakter generasi Z dan Alpha.

Realitas di lapangan juga menegaskan pentingnya fokus pada tenaga pendidik. Survei Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI, 2024) menunjukkan lebih dari 60% guru masih terbebani pekerjaan administratif sehingga mengurangi fokus mereka pada pembelajaran di kelas.

Menjawab keluhan klasik ini, pemerintah melakukan reformasi penilaian kinerja guru dengan melimpahkan kewenangan kepada kepala sekolah dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Selain itu, diperkenalkan pula kebijakan “Hari Belajar Guru”, yakni satu hari khusus setiap pekan di mana guru dibebaskan dari kewajiban mengajar untuk fokus pada pengembangan diri.

Kebijakan-kebijakan ini menunjukkan paradigma baru: revitalisasi sekolah tidak hanya mengubah tembok dan kursi, tetapi juga membangun ekosistem yang menempatkan guru sebagai jantung pendidikan.

Harapannya, dengan sarana memadai dan guru berkualitas, cita-cita mewujudkan generasi emas 2045 tidak lagi sekadar retorika, tetapi menjadi kenyataan yang lahir dari ruang-ruang kelas di seluruh penjuru Nusantara.

Program Revitalisasi selaras dengan Tujuan SDG’s

Program revitalisasi sekolah yang digulirkan pemerintah pada tahun 2025 tidak hanya sebatas pembangunan fisik, melainkan bagian dari strategi besar untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4: “Quality Education” atau pendidikan berkualitas untuk semua.

Fokus utamanya adalah inklusi dan pemerataan pendidikan, meningkatkan mutu pembelajaran, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

Seperti yang diungkapkan Humaida dalam penelitian Difani Hayati et al. (2024), program ini menjadi instrumen penting untuk memperluas akses pendidikan yang berkeadilan sekaligus menjawab kesenjangan kualitas layanan di Indonesia.

Keterkaitan ini semakin relevan ketika melihat kondisi pendidikan Indonesia dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.

Menurut Safitri dalam Difani Hayati et al. (2024), kualitas pendidikan Indonesia masih berada di posisi tertinggal. Hasil Survei PISA 2022 pun menegaskan fakta serupa: Indonesia menempati peringkat ke-69 dari 81 negara untuk kemampuan literasi membaca, matematika, dan sains.

Gap ini menunjukkan bahwa revitalisasi sarana dan prasarana bukan hanya program domestik, tetapi juga kebutuhan mendesak untuk meningkatkan daya saing bangsa di kancah global.

Sarana prasarana pendidikan, menurut Sinta dalam Difani Hayati et al. (2019), menjadi tolok ukur kualitas pembelajaran.

Sekolah dengan laboratorium sains yang lengkap, perpustakaan yang modern, dan ruang kelas yang nyaman akan lebih mampu mendorong inovasi serta pengembangan keterampilan abad ke-21.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan masih ada lebih dari 27% SD di wilayah 3T tanpa perpustakaan layak dan 19% SMP tanpa laboratorium sains (Kemendikbudristek, 2024).

Revitalisasi menjadi jawaban untuk memastikan setiap anak Indonesia, baik di perkotaan maupun pelosok, mendapatkan fasilitas pendidikan yang setara.

Lebih jauh, Wahyudiono et al. (2025) menekankan bahwa lingkungan belajar yang nyaman berfungsi sebagai rangsangan positif bagi perkembangan anak.

Ruang kelas yang aman, ventilasi yang baik, dan fasilitas sanitasi yang memadai tidak hanya meningkatkan kualitas belajar, tetapi juga mendukung kesehatan mental dan fisik siswa.

Dalam jangka panjang, ini menjadi investasi penting untuk menyiapkan generasi emas 2045—generasi produktif, sehat, dan berdaya saing global.

Namun, revitalisasi tidak berhenti pada pembangunan fisik. Tahap berikutnya yang krusial adalah bagaimana satuan pendidikan menjaga, melestarikan, dan mengembangkan aset yang telah dibangun. Menurut pedoman Kemendikdasmen (2025), sekolah penerima bantuan diwajibkan menyusun rencana pemeliharaan yang melibatkan guru, komite sekolah, orang tua, hingga masyarakat lokal. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat rasa memiliki, tetapi juga memastikan nilai dan fungsi fasilitas bertahan dalam jangka panjang.

Fenomena gotong royong di lapangan menjadi buktinya. Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, orang tua siswa terlibat langsung mengecat ruang kelas dan membangun pagar sekolah.

Praktik serupa juga tercatat di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana bahan bangunan untuk rehabilitasi sekolah diambil dari toko lokal sehingga menggerakkan ekonomi desa.

Hal ini menunjukkan bahwa revitalisasi bukan hanya proyek fisik, melainkan juga motor penggerak sosial dan ekonomi daerah.

Dengan begitu, Program Revitalisasi Sekolah dapat dipandang sebagai strategi multi-dimensi:

Mendukung pencapaian SDGs melalui inklusi dan pemerataan pendidikan.

Memperbaiki sarana prasarana sebagai pondasi mutu pembelajaran.

Meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global dengan mempersempit gap pendidikan ASEAN.

Membangun partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan aset pendidikan.

Menggerakkan ekonomi lokal melalui pemanfaatan sumber daya setempat dalam pembangunan.

Jika konsistensi kebijakan ini terjaga, maka pada tahun 2030 target SDGs di bidang pendidikan akan lebih realistis untuk dicapai.

Dan pada 2045, revitalisasi sekolah dapat menjadi salah satu tonggak sejarah yang mengantar Indonesia menuju status negara maju dengan kualitas sumber daya manusia unggul.

Revitalisasi sebagai Jalan Menuju Generasi Perubahan yang Cemerlang

Revitalisasi sekolah bukanlah proyek jangka pendek, melainkan investasi peradaban. Dengan dukungan anggaran Rp17,1 triliun pada tahun 2025, pemerintah berusaha menjawab ketimpangan fasilitas pendidikan yang selama ini menghambat kualitas pembelajaran.

Lebih dari sekadar membangun ruang kelas atau laboratorium, program ini menghadirkan harapan baru: sekolah sebagai pusat pembentukan karakter, pusat pengembangan ilmu, dan sekaligus pusat kebersamaan masyarakat.

Selaras dengan tujuan SDGs 2030, revitalisasi sekolah di Indonesia mencerminkan semangat inklusi dan keberlanjutan.

Tidak ada anak yang boleh tertinggal hanya karena lahir di wilayah 3T, dan tidak ada guru yang terabaikan hanya karena distribusi tenaga pendidik timpang.

Semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, hingga masyarakat lokal, memegang peran penting dalam memastikan program ini benar-benar berdampak.

Namun, keberhasilan revitalisasi tidak hanya bergantung pada besar kecilnya dana, melainkan pada integritas dan konsistensi pelaksanaan.

Transparansi anggaran, partisipasi masyarakat, serta pengawasan yang ketat akan menentukan apakah program ini sekadar menjadi catatan laporan atau benar-benar menjadi monumen pendidikan.

Harapannya, pada 2045—saat Indonesia genap 100 tahun merdeka—hasil revitalisasi sekolah akan terlihat nyata: ruang-ruang belajar yang modern dan inklusif, guru-guru yang berkualitas, dan generasi muda yang siap bersaing di panggung dunia.

Revitalisasi sekolah adalah cermin dari mimpi besar bangsa: membangun kualitas manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.****

Oleh: Abdul Jabbar Hekmatyar

Pengamat Ekonomi dan Pendidikan UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Wind Hill Mountain View Resort, Staycation Nyaman dengan View Gunung di Megamendung

0

Bogordaily.net – Wind Hill Mountain View Resort baru saja membuka pintunya untuk para wisatawan. Lokasinya di Pasir Angin, Megamendung, Bogor. Dari exit Tol Ciawi atau Cibonon, hanya sekitar 15 menit perjalanan.

Resor ini langsung mencuri perhatian. Punya 65 unit kamar dengan berbagai tipe: Bungalow Suite untuk keluarga besar (bisa muat enam orang), Junior Suite, Deluxe Pool View, hingga Deluxe City View.

Wind Hill Mountain View Resort juga menyiapkan fasilitas untuk urusan serius. Meeting room berbagai ukuran tersedia, mulai dari kapasitas 10 orang hingga ballroom Mandalawangi yang bisa menampung 700 orang. Cocok untuk seminar, gathering, atau event perusahaan.

Tidak berhenti di situ. Pemandangan Gunung Salak jadi latar kolam renang utama. Ada pula Sky Bridge yang estetik, playground untuk anak, hingga area outbound seluas 2.000 meter persegi yang sedang dikerjakan.

Bagi yang ingin lebih rileks, Wind Hill Mountain View Resort menyediakan family massage. Untuk kebutuhan sehari-hari, tersedia minimarket Wmart. Dan urusan perut? Montura Resto sedang memberikan promo diskon 30 persen hingga 21 September 2025.

Resor ini memang baru soft opening. Itu sebabnya harga kamar pun masih promo sampai 25 September 2025.

Wind Hill Mountain View Resort hadir bukan hanya sebagai tempat singgah. Ia menawarkan kenyamanan, kelengkapan fasilitas, dan tentu saja, spot-spot instagramable.***

SesKemenkop: Percepatan Pembiayaan dan Digitalisasi Jadi Kunci Operasional Koperasi Desa Merah Putih

0

Bogordaily.net – Sekretaris Kementerian Koperasi(SesKemenkop) Ahmad Zabadi menegaskan pentingnya percepatan sosialisasi terkait skema pembiayaan untuk mendukung operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/kel Merah Putih).

Melalui pemahaman yang utuh terkait alur proses pencairan pendanaan dari Bank Himbara menjadi titik kritis dalam upaya mendukung operasionalisasi Kopdeskel Merah Putih di seluruh Indonesia.

Kepala Dinas dan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Kopdeskel Merah Putih di tingkat provinsi/ Kabupaten/ Kota harus dapat menjawab semua pertanyaan atau permasalahan yang dihadapi para pengelola/ pengurus Kopdeskel Merah Putih di wilayahnya terutama terkait dengan pembiayaan. Hal ini diperlukan agar target awal Oktober 2025 seluruh Kopdeskel Merah Putih dapat mulai beroperasi.

“Ini jadi penting karena kita ingin memastikan awal Oktober ini sudah running, tidak lagi ada isu tentang pemahaman terkait dengan bagaimana model bisnisnya, bagaimana terkait dengan pembiayaannya dan permasalahan lainnya,” kata Ahmad Zabadi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Regional di Ballroom I Hotel Nagoya, Batam, Jumat (19/9).

Turut hadir Para Pejabat Eselon I Kementerian Koperasi, Direktur LPDB Krisdianto Soedarmono, Direktur Commercial Bank BRI Alexander Dippo Paris, Peserta rapat terdiri dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi/ Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

Zabadi menambahkan bahwa pada fase operasionalisasi ini, Kopdes/kel Merah Putih juga difokuskan pada upaya optimalisasi pemanfaatan teknologi digitalisasi melalui sistem yang telah disiapkan yaitu Simkopdes. Kemudian Kopdes/kel Merah Putih juga didorong memperkuat kemitraan dengan mitra strategis agar proses operasionalisasi dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Kita mendorong agar semua transaksi dapat dilakukan dengan cashless. Anggota akan mendapat kartu khusus untuk berbelanja, sehingga tidak ada lagi keraguan aparat hukum terkait pengelolaan dana,” kata Zabadi

Terkait dengan pembiayaan bagi Kopdes/Kel Merah Putih, Presiden Prabowo secara khusus memberikan arahan agar dukungan Bank Himbara ataupun LPDB tidak hanya berfokus pada pemenuhan modal kerja. Namun diharapkan ada dukungan pembiayaan investasi sehingga Koperasi dapat memiliki kapasitas yang lebih tinggi untuk bersaing.

“Banyak koperasi desa kita tidak memiliki gudang atau gerai. Karena itu, pembiayaan investasi sangat penting agar koperasi bisa menjalankan fungsinya dengan baik,” jelasnya.

Zabadi berharap dari Bank penyalur pembiayaan yaitu Himbara juga turut mempermudah alur proses pencairan setelah menerima berkas proposal bisnis yang diajukan oleh Kopdes/kel Merah Putih. Dalam proses pencairannya, Bank penyalur tidak akan mencairkan pengajuan pinjaman kepada Kopdes/kel Merah Putih melainkan langsung kepada mitra bisnisnya sebagai pemasok komoditas yang akan diperjualbelikan.

Zabadi mengapresiasi dukungan dari BRI, BNI, Mandiri, dan BSI yang sudah menyatakan komitmennya untuk mempermudah pencairan pinjaman kepada Kopdes/Kel Merah Putih dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

“Karenanya ini memang butuh akselerasi percepatan sebab Bapak Presiden menginginkan kita untuk menuntaskan operasionalisasinya ini hingga akhir tahun. Kalau sudah pecah telur, pembiayaan berikutnya akan lebih mudah,” ujarnya.

Zabadi juga menyoroti agar pengurus/ pengelola Kopdes/ Kel Merah Putih juga fokus pada upaya mengoptimalkan keterlibatan dan peran aktif dari anggota koperasi. Hal ini sangat penting karena operasionalisasi Kopdeskel Merah Putih tidak akan berjalan maksimal dalam jangka panjang apabila anggota koperasi tidak diberdayakan.

Pengajuan pembiayaan kepada perbankan hanyalah menjadi salah satu opsi untuk memulai mengoperasikan koperasi. Opsi lain yang tidak kalah penting adalah mengoptimalkan sumber daya dari anggota untuk dapat menggali potensi pembiayaan dari iuran wajib, iuran sukarela yang dapat dikoleksi setiap bulannya. Semakin banyak masyarakat yang menjadi anggota koperasi, maka semakin besar potensi sumber pembiayaan internal yang dapat digali.

“Kalau 10 ribu anggota menyetor simpanan wajib Rp25 ribu per bulan, koperasi bisa menghimpun Rp250 juta tiap bulan, atau hampir Rp1,5 miliar setahun,” jelasnya.

Zabadi mengkritisi rendahnya jumlah anggota di beberapa koperasi. Untuk itu perlu peran serta dari pemerintah daerah hingga ke tingkat desa/ kelurahan untuk bersama-sama mendorong masyarakat menjadi anggota Kopdeskel Merah Putih. Menurutnya strategi paling efektif untuk menggaet lebih banyak anggota koperasi adalah dengan mengaitkan keanggotaan dengan akses ke barang bersubsidi.

“Kalau non-anggota tidak bisa belanja, maka otomatis mereka terdorong jadi anggota. Inilah strategi marketing koperasi,” ujar Zabadi.

Pada kesempatan yang sama SesKemenkop Ahmad Zabadi turut mengunjungi gerai Koperasi kelurahan di Patam Lestari Batam. Ahmad Zabadi mengajak masyarakat sebanyak banyaknya untuk menjadi anggota koperasi.***

Imigrasi Bogor Gelar Sosialisasi Keimigrasian Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Tindak Pidana Penyeludupan Manusia

0

Bogordaily.net — Kelurahan Nanggewer Mekar bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor menyelenggarakan Sosialisasi Keimigrasian tentang Pencegahan Tindak
Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

Kegiatan ini dihadiri perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, serta warga setempat, dengan tujuan meningkatkan pemahaman sekaligus kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya
kejahatan transnasional tersebut.

Dalam paparannya, Kepala Subseksi Intelijen Keimigrasian Kantor Imigrasi Bogor, Rizki Ari Kurniawan Ramadhan, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan TPPO
dan TPPM.

“Kejahatan ini seringkali melibatkan iming-iming pekerjaan atau perjalanan ke
luar negeri dengan cara ilegal. Oleh karena itu, masyarakat perlu waspada dan memastikan prosedur keimigrasian dilakukan sesuai aturan. Imigrasi siap memberikan pendampingan agar masyarakat terhindar dari jeratan sindikat perdagangan orang maupun penyelundupan manusia,” tegasnya.

Selain pemaparan materi, peserta juga diberikan contoh kasus dan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di tingkat keluarga maupun lingkungan sekitar.

Menurut Rizki, edukasi ini penting agar masyarakat mampu mengenali modus operasi sindikat yang semakin beragam.

“Kunci utama adalah pengetahuan. Dengan memahami ciri-ciri dan pola
perekrutan ilegal, kita bisa mencegah korban baru bermunculan,” tambahnya.

Lurah Nanggewer Mekar, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas dukungan Imigrasi Bogor. Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya mencegah TPPO dan TPPM.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat lebih berdaya, terlindungi, dan mampu menjadi garda terdepan dalam melawan kejahatan perdagangan orang maupun penyelundupan manusia.***

Angga Perdana: Pemkot Bogor Harus Gandeng Kontraktor Profesional Demi Pembangunan Berkelanjutan

0

Bogordaily.net – Angga Perdana seorang Praktisi Hukum menyoroti urgensi profesionalisme dalam setiap program pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Menurutnya, untuk mengakselerasi kemajuan Kota Bogor, Pemkot wajib bekerja sama dengan kontraktor yang benar-benar profesional, berintegritas, serta memiliki rekam jejak yang jelas dan terukur.

Ia menekankan bahwa kontraktor yang dipilih harus memiliki alamat dan kedudukan hukum yang jelas, sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, serta reputasi yang baik dalam menyelesaikan proyek.

Selain itu, mereka juga harus siap menerima kekalahan dalam proses tender sesuai ketentuan yang berlaku, menunjukkan sportivitas dan profesionalisme yang tinggi.

“Program-program Kota Bogor, baik yang rutin maupun berskala strategis, akan sulit mencapai hasil optimal jika masih dikerjakan oleh pihak ketiga atau kontraktor yang ‘nakal dan rajin membuat gaduh’,” ujar Dosen Hukum Tata Negara di FH Unpak ini pada Kamis (18/9).

Ia mengidentifikasi kontraktor semacam ini sebagai “benalu” yang mengganggu proses pembangunan dengan mengembangkan isu-isu tidak relevan, mempolitisasi, menyebar hoaks, atau melakukan manuver yang merusak iklim kompetisi yang sehat.

Angga menambahkan, perilaku kontraktor yang tidak sportif ini tidak hanya menghambat pekerjaan dan merusak reputasi proyek, tetapi juga dapat membuat citra Kota Bogor menjadi kurang ramah bagi investor dan terkesan selalu ‘ribut’ dalam implementasi pembangunan kotanya.

Oleh karena itu, ia mendesak Pemkot Bogor untuk bersikap tegas.

“Sudah saatnya Pemkot Bogor bersih dari benalu-benalu yang hanya mementingkan keuntungan pribadi tanpa peduli pada kualitas dan kemajuan kota. Jangan lagi menggunakan atau bekerja sama dengan perusahaan yang terbukti memiliki rekam jejak buruk,” tegas Angga yang tergabung juga di LKBH Serumpun Anak Negeri.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda dan aktivis, untuk terus mengawasi jalannya proyek-proyek pembangunan. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi landasan utama agar setiap anggaran yang digunakan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Pernyataan Angga ini diharapkan menjadi dorongan bagi Pemkot Bogor untuk mengambil langkah konkret dalam menyeleksi mitra kerja.

Dengan menggandeng kontraktor yang profesional dan berintegritas, visi mewujudkan Kota Bogor yang maju, nyaman, dan berdaya saing akan semakin cepat terwujud.***

Pertama di Indonesia, PLN UP3 Bogor dan Hexing Resmikan SPKLU di Teras Teh Popi Bogor

0

Bogordaily.net – PT Hexing Technology meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pertama miliknya di Indonesia yang berlokasi di Teras Teh Popi, Perumahan Villa Bogor Indah, Kota Bogor.

Kehadiran SPKLU ini menandai langkah strategis PT Hexing Technology dalam mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai di Tanah Air, tentunya dengan dukungan penuh dari PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bogor.

SPKLU Hexing pertama di Indonesia ini merupakan SPKLU Fast Charging dimana SPKLU ini yang dilengkapi teknologi pengisian daya listrik arus searah (DC) berkapasitas tinggi, sehingga dapat mengisi daya baterai kendaraan listrik (seperti mobil atau motor listrik) jauh lebih cepat.

Peresmian dihadiri oleh Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, Direktur Pemasaran PT Hexing Technology, Sajimin, owner Teras Teh Popi sekaligus mitra lahan, Ahmad Hidayat, serta perangkat pemerintahan setempat.

Gumelar mengatakan, kehadiran SPKLU ini bukan hanya sekadar fasilitas pengisian daya, tetapi juga tonggak penting dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik, yang sejalan dengan program pemerintah dalam transisi energi bersih menuju Net Zero Emission 2060.

“PLN sangat mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Hexing, Teras Teh Popi, dan stakeholder daerah. Kolaborasi inilah yang menjadi kunci dalam memperluas infrastruktur kendaraan listrik, khususnya di wilayah Bogor dan sekitarnya.” ujarnya.

Sementara itu, Sajimin menambahkan bahwa teknologi fast charging yang digunakan di SPKLU Teras Teh Popi mampu mengisi baterai mobil listrik dengan cepat.

“Hanya dalam waktu sekitar 20–40 menit, baterai mobil listrik dapat terisi penuh. Sambil menunggu, pengguna bisa melakukan aktivitas lain seperti menikmati makanan dan minuman. Biaya pengisian pun sudah distandarisasi sesuai regulasi nasional, sehingga sama di semua SPKLU di Indonesia,” jelasnya.

Owner Teras Teh Popi, Ahmad Hidayat, merasa bangga tempat usahanya dipilih menjadi lokasi peresmian SPKLU pertama Hexing di Indonesia.

“Alhamdulillah, SPKLU ini hadir di Teras Teh Popi. Terima kasih kepada PLN UP3 Bogor dan PT Hexing Technology yang telah mempercayakan lokasi ini. Melalui SPKLU ini, kami berharap akan semakin banyak masyarakat yang beralih ke kendaraan listrik, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada upaya percepatan penggunaan energi bersih dan berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik bagi bangsa kita.” ungkapnya.

Lokasi SPKLU di Teras Teh Popi Villa Bogor Indah dipilih karena strategis dan mudah diakses oleh pengguna kendaraan listrik, baik dari kawasan perumahan maupun pengunjung umum. Kehadiran SPKLU ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik sebagai moda transportasi ramah lingkungan, serta menjadi tren hidup masa kini.

Dengan diresmikannya SPKLU pertama ini, Hexing dan PLN menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jaringan SPKLU di berbagai wilayah Indonesia, menghadirkan teknologi terdepan, serta mendukung target pemerintah dalam mencapai net zero emission pada tahun 2060.***

Kementerian UMKM Fasilitasi Usaha Menengah di Jawa Tengah untuk Memasuki Pasar Modal

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas peluang bagi para pengusaha menengah di Jawa Tengah untuk berkecimpung di pasar modal.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan berdasarkan data dari Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT), jumlah usaha menengah di Jawa Tengah mencapai 1.158 atau menempati urutan ketiga provinsi dengan jumlah pengusaha menengah tertinggi di Indonesia.

“Angka ini mencerminkan potensi ekonomi yang ada di Jawa Tengah, dan kesiapan untuk mendorong lebih banyak usaha menengah menuju transformasi yang lebih besar,” ujar Bagus saat membuka acara RISE TO IPO: Empowering Medium Enterprises to IPO di Semarang, Kamis (18/9).

Bagus melanjutkan tantangan terbesar yang dihadapi oleh pengusaha menengah di Indonesia saat ini bukan hanya soal permodalan, tapi juga strategi pendanaan berkelanjutan yang memungkinkan ekspansi pasar tanpa permodalan yang besar.

Menurutnya pasar modal menawarkan solusi tersebut, melalui sebuah mekanisme yang membantu perusahaan tumbuh secara eksponensial.

“Program RISE TO IPO hadir di Semarang sebagai jawaban konkret atas kebutuhan tersebut. Ini adalah jembatan transformasi yang mendorong pengusaha menengah untuk naik kelas, dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka, yang lebih tertata, transparan, dan kompetitif, serta menerapkan prinsip Good Corporate Good Governance,” ujarnya.

Menurut Bagus, peran usaha menengah adalah menjadi katalisator bagi ekosistem UMKM secara keseluruhan, karena sejatinya usaha menengah adalah mitra strategis bagi usaha mikro dan kecil.

“Dengan menjadi perusahaan publik, usaha menengah tidak hanya memperkuat diri sendiri, tapi juga membuka peluang bagi ribuan usaha mikro dan kecil untuk ikut berkembang,” katanya.

Bagus juga mengajak seluruh pihak terkait untuk saling mendukung terbangunnya ekosistem kemitraan bisnis UMKM, berperan aktif dalam memberdayakan pengusaha UMKM agar mampu bersaing di panggung nasional, dan memiliki daya saing di pasar global lewat pasar modal.

Menurut Bagus program RISE TO IPO yang dirumuskan oleh Kementerian UMKM dan bekerja sama dengan PT. Bursa Efek Indonesia, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT BRI Danareksa Sekuritas memiliki visi mewujudkan ekonomi yang adil dan berkelanjutan.

“RISE merupakan akronim dari Reach Inspire Support Elevate. Ini bertujuan untuk mendukung usaha menengah dalam konteks transformasi bisnis ke level perusahaan terbuka yang kompetitif,” katanya.***

Sembilan Bintang Sambut Baik Pengangkatan Ahmad Dofiri Jadi Penasihat Khusus Presiden

0

Bogordaily.net – Kantor Hukum Sembilan Bintang Law Office menyampaikan apresiasi atas pelantikan Jenderal Polisi (Purn.) Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian.

Pelantikan ini dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (17/9/2025) di Istana Negara. Penunjukan Ahmad Dofiri berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 96 Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri serta Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024–2029.

Apresiasi dari Sembilan Bintang

Sembilan Bintang menilai pengangkatan Ahmad Dofiri merupakan langkah strategis yang mampu memperkuat penegakan hukum serta reformasi institusi kepolisian di Indonesia.

“Pengabdian panjang Jenderal (Purn.) Ahmad Dofiri dalam menegakkan hukum adalah bukti nyata kapasitas dan integritas beliau. Kami menilai pengangkatan ini sebagai langkah tepat untuk menjawab aspirasi masyarakat yang menginginkan reformasi Polri secara menyeluruh,” ujar Rd. Anggi Triana Ismail, S.H., Managing Director Sembilan Bintang, dalam keterangannya.

Diberi Pangkat Kehormatan

Selain dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden, Ahmad Dofiri juga dianugerahi pangkat Jenderal Kehormatan Bintang Empat.

Menurut Sembilan Bintang, penghormatan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi panjang Dofiri selama mengabdi di institusi Polri.

“Pemberian pangkat Jenderal Kehormatan Bintang Empat adalah penghargaan besar yang memang layak diberikan. Namun, kami melihat ini juga menjadi awal perjuangan baru bagi beliau untuk melakukan reformasi Polri secara nyata,” tambah Anggi.

Harapan ke Depan

Sembilan Bintang berharap penunjukan Ahmad Dofiri dapat membawa perubahan signifikan, khususnya dalam menciptakan kepolisian yang presisi dan lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap langkah Presiden. Harapan kami, dengan pengalaman dan ketegasan beliau, reformasi Polri dapat berjalan lebih cepat dan berdampak nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutup Anggi.***

Poligami Tanpa Izin Bisa Berujung Pemecatan, Ini Aturan Bagi PNS

0

Bogordaily.net – Aturan poligami di Indonesia tidak hanya diatur dalam Undang-Undang Perkawinan, tetapi juga memiliki ketentuan khusus bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Poligami bagi PNS diatur ketat melalui Peraturan Pemerintah (PP) dengan syarat yang harus dipenuhi, termasuk izin dari pejabat berwenang.

Jika dilanggar, konsekuensinya bisa berupa hukuman disiplin berat, hingga pemberhentian tidak dengan hormat.

Ketentuan Poligami Secara Umum

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, seorang suami yang ingin beristri lebih dari satu wajib mengajukan izin ke Pengadilan di domisili tempat tinggalnya. Izin hanya diberikan jika:

Istri tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai istri,

Istri memiliki cacat badan atau penyakit yang tidak bisa disembuhkan,

Istri tidak dapat melahirkan keturunan.

Selain itu, syarat mutlak lain yang harus dipenuhi yakni adanya persetujuan istri, kepastian kemampuan finansial suami untuk menafkahi, serta jaminan berlaku adil terhadap seluruh istri dan anak-anaknya.

Aturan Khusus Poligami Bagi PNS

Bagi PNS, aturan poligami lebih ketat. Berdasarkan PP Nomor 45 Tahun 1990 yang mengubah PP Nomor 10 Tahun 1983, disebutkan:

PNS pria wajib memperoleh izin dari pejabat berwenang sebelum beristri lebih dari satu.

PNS wanita tidak diperkenankan menjadi istri kedua, ketiga, maupun keempat.

Permintaan izin harus diajukan tertulis dengan alasan lengkap.

Tanpa izin tersebut, poligami yang dilakukan PNS dianggap melanggar aturan disiplin.

Sanksi Jika PNS Berpoligami Diam-Diam

PNS yang melakukan poligami tanpa izin dapat dijatuhi hukuman disiplin berat sebagaimana diatur dalam PP Nomor 53 Tahun 2010. Sanksi yang bisa dijatuhkan mencakup:

Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun,

Pemindahan jabatan setingkat lebih rendah,

Pembebasan dari jabatan,

Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri,

Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.

Menurut ahli hukum Rd. Anggi Triana Ismail, S.H., aturan ini dibuat untuk menjaga disiplin dan integritas aparatur negara.

“Poligami bagi PNS bukan sekadar urusan pribadi, melainkan juga menyangkut citra dan kedisiplinan ASN. Karena itu, setiap PNS yang berpoligami tanpa izin resmi bisa dikenakan sanksi berat, bahkan sampai pemecatan,” jelas Anggi.

Contoh Kasus PNS Poligami Diam-Diam

Sebagai contoh, pernah terjadi di Kabupaten Jembrana, Bali, di mana seorang istri melaporkan suaminya—yang berstatus PNS—karena menikah lagi secara siri tanpa izin. Laporan tersebut ditindaklanjuti oleh Inspektorat setempat sesuai mekanisme aturan disiplin kepegawaian.

Kesimpulan

Poligami bagi PNS bukan sekadar urusan rumah tangga, tetapi juga aturan kedisiplinan yang terikat hukum. Tanpa izin resmi dari pejabat berwenang, poligami bisa berujung pada sanksi berat. Rd. Anggi Triana Ismail, S.H. menegaskan, “Bagi PNS, setiap langkah dalam urusan perkawinan harus sesuai prosedur hukum. Jika dilanggar, risikonya sangat besar, mulai dari penurunan jabatan hingga pemberhentian tidak dengan hormat.”***