Home Blog Page 378

Nama Nikita Willy Diseret Imbas Broken Strings, Aurelie Moeremans Minta Warganet Stop Bully Karakter Dalam Buku

0

Bogordaily.net –  Gelombang perbincangan soal buku Broken Strings mendadak melebar ke mana-mana. Sejumlah warganet menyeret nama Nikita Willy dan melayangkan hujatan, usai buku yang mengangkat kisah masa lalu traumatik Aurelie Moeremans viral di media sosial.

Situasi tersebut membuat Aurelie akhirnya turun tangan langsung. Lewat akun Threads pribadinya pada 16 Januari 2026, Aurelie menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan tegas agar publik tidak menjadikan buku tersebut sebagai alat untuk menebak-nebak atau menyerang sosok tertentu.

“Tolong jangan membully atau menyerang karakter-karakter yang ada dalam buku, apalagi kalau masih sebatas tebak-tebakan,” ujarnya.

Aurelie mengaku merasa tidak nyaman melihat asumsi liar yang berkembang di media sosial. Menurutnya, banyak komentar warganet justru bergeser dari substansi cerita dan berubah menjadi serangan personal terhadap sejumlah figur publik.

“Fokus dari cerita ini bukan untuk menghakimi, apalagi mengeroyok. Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang aku bagikan dengan sangat jujur,” katanya.

Menanggapi Klaim dan Spekulasi Publik

Dalam klarifikasinya, Aurelie juga menyinggung munculnya Roby Tremonti ke ruang publik yang meminta penegasan terkait karakter bernama ‘Bobby’ dalam Broken Strings.

Ia menegaskan bahwa respons individu terhadap karya tersebut merupakan urusan masing-masing, namun meminta publik tidak melampaui batas dengan spekulasi dan serangan.

“Kalau ada orang yang mengaku sendiri itu urusan masing-masing. Kalian bebas berpendapat soal itu. Tapi kalau hanya menebak-nebak lalu menyerang please jangan,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa buku Broken Strings tidak dimaksudkan sebagai petunjuk untuk membongkar identitas atau menghakimi pihak tertentu.

Aurelie menilai, penafsiran yang berlebihan justru berpotensi melukai banyak pihak, termasuk korban itu sendiri.

Lebih lanjut, Aurelie menekankan bahwa sejak awal ia menulis Broken Strings bukan untuk menciptakan “target” baru bagi perundungan di dunia maya.

Buku tersebut ditulis sebagai ruang berbagi pengalaman, refleksi, dan proses penyembuhan atas luka masa lalu.

Aurelie berharap kisah yang ia bagikan justru dapat menjadi pintu kesadaran bagi publik, sekaligus membantu mereka yang pernah atau sedang mengalami pengalaman serupa.

“Let’s keep this space kind, aman, dan penuh empati,” ujarnya.*

Ariel NOAH Curi Perhatian saat Servis Vespa di Bengkel Pinggir Jalan Gunungkidul

0

Bogordaily.net – Sebuah unggahan sederhana dari sebuah bengkel motor di Gunungkidul mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Postingan tersebut menampilkan sosok vokalis NOAH, Ariel, yang tampak santai menunggu motornya diservis di bengkel pinggir jalan, jauh dari kesan glamor seorang musisi papan atas.

Pemilik bengkel bernama Priyanto mengaku sama sekali tidak menyangka bahwa pelanggan yang datang ke tempat usahanya merupakan seorang artis ibu kota.

Dalam unggahan yang ia bagikan, terlihat Ariel duduk santai sambil menyeruput kopi hitam, menunggu antrean servis motornya.

Ada pula potret Ariel menikmati suasana sekitar dengan duduk di bawah pohon talok atau ceri yang tumbuh di dekat bengkel.

Motor yang diservis Ariel diketahui berjenis Vespa berwarna hijau. Ia memilih WJ Motor JJLS sebagai tempat memperbaiki kendaraannya.

Bengkel tersebut berlokasi di Trowono A, Karangasem, Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, yang dikenal sebagai jalur lintas selatan dengan panorama alam yang masih asri.

“Jadi kemarin siang itu tiba-tiba datang orang pakai Vespa ke bengkel. Ternyata yang pakai Vespa itu Ariel, saya ya kaget toh karena yang datang artis,” kata pemilik bengkel, Priyanto dikutip pada Minggu 16 Januari 2026.

Priyanto menuturkan, saat itu Ariel datang seperti pelanggan pada umumnya tanpa pengawalan atau perlakuan khusus. Karena harus menunggu antrean servis, ia pun menawarkan kopi kepada Ariel sebagai bentuk keramahan tuan rumah bengkel.

“Karena menunggu antrean, dia (Ariel) saya tawari kopi dan mau. Terus langsung saya buatkan dan dia menunggu sambil ngopi kemarin,” pungkasnya.

Momen sederhana tersebut langsung menarik perhatian warganet. Banyak yang memuji sikap Ariel yang dinilai membumi dan tidak menjaga jarak dengan masyarakat.

Kehadirannya di bengkel kecil di Gunungkidul juga menambah kesan bahwa pelantun lagu Separuh Aku itu menikmati perjalanan dan suasana pedesaan dengan cara yang sederhana.

Hingga kini, unggahan tersebut terus menuai komentar positif dari netizen yang mengapresiasi keseharian Ariel di luar panggung musik, sekaligus menjadi promosi tak langsung bagi bengkel kecil di jalur selatan Gunungkidul tersebut.***

KPI Tegas Minta Lembaga Penyiaran Tak Beri Panggung Terindikasi Pelaku Child Grooming

0

Bogordaily.net – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menegaskan sikap tegas terhadap praktik manipulasi dan eksploitasi anak di ruang publik, khususnya yang berkaitan dengan dugaan child grooming.

KPI meminta seluruh lembaga penyiaran agar tidak memberikan ruang siaran kepada individu, terutama figur publik, yang terindikasi terlibat dalam praktik tersebut.

Sikap ini disampaikan sebagai respons atas mencuatnya kasus dugaan child grooming yang menimpa artis Aurelie Moeremans dan menyita perhatian luas masyarakat.

KPI menilai, pemberian ruang bagi individu yang terindikasi melakukan tindakan manipulasi terhadap anak berpotensi menimbulkan dampak serius, baik secara psikologis bagi korban maupun dalam membentuk persepsi publik yang keliru.

“Kami dengan tegas mengecam segala bentuk manipulasi, relasi tidak setara dan praktik child grooming terutama yang bertujuan untuk mengeksploitasi secara seksual maupun emosional. Oleh karena itu, kami meminta lembaga penyiaran untuk tidak memberi panggung bagi pelaku yang terindikasi melakukan tindakan kejahatan tersebut,” kata Komisioner KPI Pusat, Aliyah, dikutip pada Minggu (18/1/2026).

Aliyah menegaskan, langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan nyata terhadap anak-anak dan generasi masa depan.

Menurutnya, lembaga penyiaran memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik dan nilai sosial, sehingga harus bertanggung jawab untuk tidak menampilkan narasi yang berpotensi menormalkan kekerasan, manipulasi, atau eksploitasi terhadap anak.

KPI mengingatkan bahwa prinsip perlindungan anak telah secara jelas diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI Tahun 2012.

Dalam aturan tersebut, kepentingan terbaik bagi anak menjadi salah satu landasan utama dalam penyusunan dan penayangan program siaran.

Lebih lanjut, KPI menilai keamanan ruang publik, baik fisik maupun digital, harus dijamin agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara aman tanpa bayang-bayang trauma.

Tayangan di televisi maupun platform siaran lainnya dinilai memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan cara pandang masyarakat, termasuk dalam memandang relasi antara orang dewasa dan anak.

“Kami ingin memastikan bahwa tayangan di lembaga penyiaran benar-benar aman (safe) dan nyaman (comfort) bagi anak-anak dan tentunya bagi keluarga Indonesia. Kami khawatir jika munculnya individu-individu yang terindikasi sebagai pelaku child grooming dapat memicu trauma berulang kepada korban dan kemudian dianggap sebagai hal yang wajar atau lumrah. Sekali lagi, jangan pernah memberikan ruang bagi orang-orang yang diduga melakukan perbuatan jahat terhadap anak,” pungkasnya.

KPI berharap, imbauan ini dapat menjadi perhatian serius bagi seluruh lembaga penyiaran untuk lebih selektif dalam menghadirkan narasumber maupun figur publik di layar kaca.

Dengan demikian, media penyiaran diharapkan mampu berkontribusi aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan berpihak pada perlindungan anak di Indonesia.***

Kebiasaan Sepele yang Bisa Merusak Transmisi Matic, Cara Mengoper Tuas Jadi Penentu Keawetan Mobil

0

Bogordaily.net – Gaya mengemudi ternyata memiliki pengaruh besar terhadap keawetan komponen kendaraan, khususnya pada mobil transmisi otomatis atau matic.

Salah satu kebiasaan yang sering dianggap sepele namun berdampak serius adalah cara pengemudi mengoper tuas transmisi.

Menggeser tuas secara halus dan terkontrol dapat membantu menjaga kondisi transmisi tetap prima, sementara kebiasaan mengoper secara kasar atau tergesa-gesa justru berpotensi memicu kerusakan.

Pada mobil matic, sistem transmisi dilengkapi dengan komponen penting berupa gigi selector yang berada di balik housing tuas atau shift lever.

Komponen ini berfungsi menjaga posisi tuas agar tetap sesuai dengan mode transmisi yang dipilih, seperti P, R, N, atau D.

Jika tuas sering digeser secara kasar atau asal pindah, gigi selector berisiko mengalami keausan lebih cepat dari seharusnya.

Keausan pada gigi selector membuat dudukan tuas transmisi menjadi kurang kokoh. Akibatnya, posisi tuas tidak lagi stabil dan menjadi lebih mudah berpindah ketika tersenggol secara tidak sengaja.

Kondisi ini terutama kerap terjadi pada mobil matic yang tidak mengharuskan pengemudi menekan tombol release saat memindahkan tuas pada posisi tertentu.

Situasi tersebut berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Misalnya, ketika tuas berada di posisi netral atau N dan secara tidak sengaja bergeser ke posisi D hanya karena tersentuh ringan.

Perpindahan mendadak ini dapat membuat mobil langsung melaju, padahal pengemudi mungkin belum siap mengendalikan kendaraan.

Jika kebiasaan mengoper tuas transmisi secara kasar terus dilakukan, dampaknya tidak hanya sebatas pada gigi selector.

Kerusakan bisa merambat ke komponen transmisi lainnya dan menurunkan kenyamanan serta keamanan berkendara. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat meningkatkan biaya perawatan karena perbaikan transmisi matic dikenal tidak murah.

Oleh karena itu, pengemudi mobil matic disarankan untuk selalu mengoper tuas transmisi dengan lembut dan penuh kesadaran.

Memastikan kendaraan benar-benar berhenti sebelum berpindah dari satu posisi ke posisi lain, serta menghindari gerakan tergesa-gesa, menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga transmisi tetap awet.

Kebiasaan baik ini tidak hanya memperpanjang usia komponen kendaraan, tetapi juga memberikan pengalaman berkendara yang lebih aman dan nyaman.***

Pertama di Jawa Barat, Borussia M’Gladbach Academy Indonesia Hadir di Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Pertama di Jawa Barat, akademi sepak bola berskala internasional hadir di Kota Bogor, Borussia M’Gladbach Academy Indonesia.

Dibuka langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menurutnya, dibukanya akademi bertaraf internasional ini merupakan langkah istimewa yang diharapkan menjadi wadah bagi para pesepak bola usia dini agar tumbuh secara profesional, berkarakter, dan berprestasi, sekaligus memperkuat ekosistem olahraga di Kota Bogor.

Dedie Rachim menyampaikan bahwa ini merupakan satu-satunya akademi sepak bola bertaraf internasional yang berada di Kota Bogor.

“Dari sini anak-anak akan diberikan berbagai pembelajaran, mulai dari teknik dan metode sepak bola, hingga pembentukan karakter untuk menjadi juara,” ucapnya di Lorena Sport Hub, Sabtu 17 Januari 2026.

Ia menambahkan, ini sebagai persiapan untuk mencetak pesepak bola Indonesia dari Kota Bogor.

CEO and Co-Founder Borussia M’Gladbach Academy, Saras Desch, mengatakan bahwa akademi ini berasal langsung dari Jerman.

Di Indonesia, Borussia M’Gladbach Academy hanya memiliki dua venue, yaitu di German School Jakarta BSD dan di Kota Bogor.

“Di akademi ini kami memberikan pelatihan terbaik untuk membina anak-anak agar bisa menjadi pemain sepak bola yang profesional. Bismillah, dengan adanya akademi ini kami bisa menemukan bibit muda dari Kota Bogor,” ucapnya.

Sementara itu, Dwi Ryanta Soerbakti, Managing Director PT Lorena Properti Indonesia, mengatakan bahwa kehadiran akademi internasional ini merupakan wujud dari janji yang telah disampaikannya sejak tahun lalu.

“Tahun lalu saya berjanji mendatangkan akademi sepak bola berskala internasional ke Kota Bogor. Melalui perjalanan panjang, akhirnya kita bisa mewujudkannya dan dimulai hari ini,” ujarnya.

Ia berharap dengan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, perjalanan ini dapat meyakini terciptanya kader-kader pesepak bola dari Kota Bogor.

“Kami yakin akan berhasil dan sukses mencetak pesepak bola yang juga berkontribusi bagi Kota Bogor,” ucapnya.***

Wisatawan Asal Cilebut Terseret Ombak di Pantai Cisolok Sukabumi Ditemukan Tewas, Satu Masih Dicari

0

Bogordaily.net – Seorang wisatawan asal Cilebut Bogor yang terseret ombak di Pantai Cisolok, Kabupaten Sukabumi ditemukan tewas, pada Minggu 18 Januari 2026. Satu masih dicari Tim SAR.

Kapolsek Sukaraja Kompol Wagiman menyebut salah satu korban yakni Alfin Alfiandi (28), warga Kampung Cilebut Lebak, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor ditemukan oleh Tim SAR sekitar pukul 18.00 WIB.

“Sudah ditemukan satu tadi jam 18 an, AL,” kata Kompol Wagiman kepada wartawan, Minggu 18 Januari 2026.

Kemudian, kata Wagiman, jajaran Polsek Sukaraja saat ini sedang menuju lokasi rumah duka.

“Anggota sedang memastikan ke rumah korban,” jelasnya.

Sebelumnya, dua wisatawan asal Cilebut Bogor dilaporkan terseret ombak di Pantai Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu 18 Januari 2026.

Diketahui, identitas kedua korban yang terseret ombak yakni, Angga Ardiansyah (30) dan Alfin Alfiandi (28) warga Kampung Cilebut Lebak, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Kepala Desa Cilebut Timur Mukhtar Kelana membenarkan adanya warga asal Cilebut Timur yang terseret ombak di Pantai Cisolok.

Bahkan, salah satu korbannya yakni Angga (30) merupakan adik dari Kepala Desa Cilebut Timur.

“Iya (terseret ombak), yang korban itu ade saya lagi dicari, ini lagi panik lagi nyari,” ujar Mukhtar Kelana kepada wartawan.

Kemudian, dirinya meminta doa kepada masyarakat agar adiknya yakni Angga segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Bantu doa dulu ya mudah mudahan Ade saya bisa ketemu, tinggal Ade saya doang yang belum ketemu,” jelasnya.

Sementara itu, saat ini dirinya bersama Tim SAR masih melakukan pencarian di lokasi kejadian.

“Saya masih di Pelabuhan masih sama Tim SAR lagi pantau pinggiran laut,” ungkap Mukhtar.

Sebelumnya diketahui, Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Dadi, menjelaskan bahwa, kedua korban merupakan bagian dari rombongan wisatawan yang sedang berlibur di kawasan Pantai Sunset.

Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pencarian korban di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kejadian bermula saat tiga orang wisatawan bermain di pantai, tepatnya di belakang Villa Philita.

Diduga, karena kurang memahami karakteristik dan kerawanan arus laut di lokasi tersebut, para korban terseret arus deras yang datang secara tiba-tiba.(Albin)

Ulang Tahun ke-30 Jennie BLACKPINK Tuai Kritik, Pesta Klub Malam Dinilai Berisiko dan Picu Kekhawatiran

0

Bogordaily.net – Perayaan ulang tahun ke-30 Jennie BLACKPINK yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan justru berubah menjadi bahan perdebatan hangat di media sosial.

Alih-alih hanya dibanjiri ucapan selamat dan pujian, pesta glamor sang idol menuai kritik tajam karena dinilai berpotensi membahayakan keselamatan.

Jennie merayakan hari jadinya pada 17 Januari 2026 dengan menggelar pesta eksklusif di sebuah klub malam di Tokyo, Jepang.

Dari sejumlah potret dan video yang beredar, pesta tersebut tampak mewah dengan konsep ala nightlife kelas atas: ruangan penuh tamu, penari profesional, aliran sampanye, serta botol minuman yang dihiasi sparklers atau kembang api kecil.

Namun justru elemen pesta itulah yang memicu gelombang kekhawatiran publik.

Kembang Api di Dalam Ruangan Jadi Sorotan

Banyak netizen menilai penggunaan kembang api di dalam ruang tertutup sebagai tindakan ceroboh dan berisiko tinggi. Kekhawatiran ini tidak muncul tanpa alasan.

Perayaan Jennie disebut memiliki kemiripan dengan insiden kebakaran bar di Swiss yang terjadi sekitar dua minggu sebelumnya.

Kebakaran tersebut dilaporkan dipicu oleh penggunaan kembang api pada botol sampanye di dalam ruangan dan berujung tragedi besar, dengan puluhan korban meninggal dunia dan ratusan orang mengalami luka-luka.

Pasca kejadian itu, pemerintah setempat bahkan langsung melarang penggunaan kembang api di klub malam.

Perbandingan inilah yang membuat publik mempertanyakan aspek keselamatan dalam pesta ulang tahun Jennie.

Reaksi Netizen Terbelah

Kolom komentar di berbagai platform pun dipenuhi perdebatan. Sebagian netizen melontarkan kritik keras dan menilai pesta tersebut menunjukkan kurangnya kesadaran akan keselamatan.

“Apa mereka sudah tidak waras…? Insiden di Swiss baru saja terjadi dua minggu lalu,” tulis seorang netizen.

“Kurangnya kesadaran akan keselamatan. Mereka sendiri yang bisa celaka,” komentar lainnya.

“Kembang api dalam ruangan benar-benar harus diperhatikan,” tambah netizen lain.

Tak sedikit pula yang menyoroti standar ganda dalam reaksi publik. Beberapa komentar menyebut bahwa jika pesta serupa dilakukan oleh idol pria, kemungkinan besar kritik yang muncul akan jauh lebih keras.

Di sisi lain, sebagian penggemar mencoba mengambil posisi yang lebih moderat. Mereka mengakui bahwa kekhawatiran soal keselamatan adalah hal yang wajar, namun menyerang Jennie secara personal dinilai tidak tepat.

Ada pula yang menekankan bahwa faktor keselamatan seharusnya menjadi tanggung jawab pihak klub dan penyelenggara acara, bukan semata-mata sang artis.

“Aku benci orang-orang yang menjadikan ini alasan untuk menyerangnya (Jennie), tapi kekhawatiran ini bisa dimengerti. Aku suka Jennie, jadi aku berharap dia tetap sehat dan memiliki karier panjang. Semoga para penggemarnya bisa menyampaikan hal ini dengan baik,” tulis seorang netizen.

 

Profil Vira Yuniar, Istri Teuku Ryan yang Jadi Sorotan Usai Sang Suami Terseret dalam Isu Ayah Biologis Anak Denada

0

Bogordaily.net – Nama Vira Yuniar kembali ramai diperbincangkan publik. Aktris senior yang dikenal luas lewat deretan sinetron populer ini mendadak menjadi sorotan setelah namanya dikaitkan dalam perbincangan warganet terkait isu lama mengenai ayah biologis anak Denada.

Meski isu tersebut belum pernah dibuktikan kebenarannya, perhatian publik terhadap sosok Vira Yuniar pun kembali meningkat.

Terlepas dari isu yang beredar, Vira Yuniar merupakan figur publik dengan rekam jejak panjang di dunia hiburan Tanah Air. Kariernya yang konsisten sejak era 1990-an membuat namanya tetap relevan hingga kini.

Bahkan, di tengah gempuran artis muda, pesona dan eksistensinya tak pernah benar-benar redup.

Banyak netizen justru memuji penampilan Vira Yuniar yang dinilai tetap menawan meski usianya telah menginjak kepala empat.

Tak sedikit pula yang menyebutnya sebagai salah satu artis perempuan Indonesia yang awet muda dan selalu tampil elegan di setiap kesempatan.

Sosok Vira Yuniar

Vira Yuniar, atau yang memiliki nama lengkap Virliana Yuniar, lahir di Tanjung Pinang pada 1 September 1981. Namanya mulai dikenal publik setelah menapaki dunia hiburan melalui jalur modeling.

Langkah awalnya dimulai ketika ia mengikuti ajang Covergirl Majalah Aneka Yess! pada tahun 1995.

Berkat kecantikan khas dan pembawaan yang anggun, Vira berhasil keluar sebagai juara pertama. Kemenangan tersebut menjadi pintu masuk bagi dirinya ke dunia seni peran.

Debut aktingnya di sinetron Abad 21 menjadi titik awal perjalanan panjangnya di industri hiburan.

Seiring waktu, kemampuan aktingnya semakin terasah dan ia dipercaya membintangi berbagai judul sinetron populer, salah satunya Air Mata Ibu, yang mengukuhkan namanya sebagai aktris papan atas.

Peran-peran protagonis yang dibawakannya kerap sukses menguras emosi penonton.

Citra sebagai sosok perempuan lembut, sabar, dan kuat pun melekat erat pada dirinya, membuat Vira Yuniar menjadi salah satu ikon sinetron Indonesia di masanya.

Sering Tampil Bersama Sang Suami

Menariknya, Vira Yuniar tak hanya berjaya di masa lalu. Hingga kini, ia masih aktif membintangi berbagai judul sinetron.

Beberapa di antaranya bahkan mempertemukannya dengan sang suami, Teuku Ryan, seperti dalam sinetron Cinta Suci dan Badai Pasti Berlalu.

Dalam beberapa tahun terakhir, Vira Yuniar juga tampil di sinetron Buku Harian Seorang Istri, serta Di Antara Dua Cinta yang tayang pada periode 2023–2024.

Di sinetron tersebut, ia berperan sebagai Larasati, karakter yang kembali menunjukkan kedewasaan aktingnya.

Konsistensinya bertahan di industri hiburan selama lebih dari dua dekade menjadi bukti profesionalisme dan kecintaannya terhadap dunia seni peran.

Di balik kesibukan dan popularitasnya sebagai aktris, Vira Yuniar dikenal sebagai sosok yang tidak mengesampingkan pendidikan. Ia tercatat sebagai lulusan Public Relations dari London School of Public Relations (LSPR) Jakarta.

Momen kelulusannya sempat mencuri perhatian publik. Pasalnya, Vira menjalani prosesi wisuda pada tahun 2005 dalam kondisi tengah hamil besar anak pertamanya. Peristiwa tersebut menjadi bukti nyata dedikasi Vira dalam menyeimbangkan karier, keluarga, dan pendidikan formal.

Sikapnya ini kerap dipuji sebagai contoh positif bagi generasi muda, khususnya perempuan yang ingin tetap berkembang meski telah berkeluarga.

Kehidupan Keluarga dan Pesona yang Tak Pudar

Pernikahan Vira Yuniar dengan Teuku Ryan semakin lengkap dengan kehadiran dua orang anak. Putri pertama mereka, Cut Sjalinni Ryan, lahir pada Desember 2004.

Selang dua tahun kemudian, pasangan ini kembali dikaruniai seorang putra bernama Teuku Prayaa Alcany Ryan yang lahir pada Januari 2006.

Meski telah berstatus sebagai ibu dua anak, penampilan Vira Yuniar tetap mencuri perhatian.

Gaya busananya yang modis dan raut wajahnya yang tetap segar membuat banyak orang kagum dan menjadikannya inspirasi.

Terkait isu yang kembali menyeret namanya belakangan ini, Vira Yuniar dikenal sebagai figur publik yang jarang menanggapi gosip secara terbuka.

Ia lebih memilih fokus pada keluarga dan karier, serta menjaga citra profesional yang telah dibangunnya selama bertahun-tahun.

Terlepas dari berbagai isu yang beredar, Vira Yuniar tetap dikenal sebagai sosok aktris berbakat, berpendidikan, dan inspiratif.

Perjalanan hidup dan kariernya menjadi bukti bahwa konsistensi dan dedikasi mampu membuat seorang artis tetap dihormati lintas generasi.

 

 

Dekatkan Akses Layanan Keuangan, BRILink Agen Waisun Jadi Tumpuan Warga di Papua Pegunungan

0

Bogordaily.net – Di tengah keterbatasan akses layanan perbankan di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, BRILink Agen Waisun menjadi tumpuan bagi masyarakat sekitar.

Dikelola oleh Alfrida Pasongli sejak 2019, agen ini melayani kebutuhan transaksi keuangan masyarakat Papua yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pedagang.

Keputusan Alfrida memulai usaha BRILink Agen sendiri berangkat dari kepekaannya melihat kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

Menurutnya, lokasi yang jauh dari kantor bank, membuka peluang untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih dekat bagi warga, sekaligus guna menambah penghasilan keluarga.

“Awal mula kami memilih usaha Agen BRILink karena ingin menambah penghasilan. Selain itu, kami melihat wilayah ini berada di pusat aktivitas pasar, namun lokasinya cukup jauh dari kantor bank,” cerita Alfrida.

Kendati telah berkembang, Alfrida menuturkan bahwa perjalanan BRILink Agen yang dikelolanya tidak selalu berjalan mulus.

Berbagai keterbatasan masih menjadi tantangan sehari-hari, mulai dari stabilitas jaringan hingga kondisi wilayah yang tidak selalu kondusif dan menuntut kewaspadaan ekstra.

Meski begitu, Alfrida tetap mengelola BRILink Agen yang dimilikinya dengan ketelitian dan kesabaran.

Tanpa membedakan latar belakang, Alfrida terus melayani warga yang datang dari berbagai wilayah sekitar Distrik Dekai.

Bagi Alfrida, peran BRILink Agen bukan sekadar menjalankan transaksi, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kepastian layanan bagi masyarakat.

Terutama bagi para orang tua, agen ini memungkinkan mereka tetap melakukan transaksi keuangan meski kantor bank tidak beroperasi, termasuk mengirimkan dana bagi anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.

“Puji Tuhan, banyak dampak positif yang kami rasakan, baik bagi keluarga maupun masyarakat. Mama-mama kampung bisa bertransaksi di kios kami saat bank tutup, dengan harapan dapat mengirimkan sedikit rezeki untuk anak-anak mereka yang bersekolah di luar daerah. Hal ini menjadi motivasi dan semangat untuk kami agar bisa menciptakan lapangan pekerjaan kepada masyarakat sekitar untuk selalu bekerja dan juga dapat bermanfaat untuk beberapa rumah ibadah maupun sekolah,” ucapnya.

Komitmen Alfrida dalam menjaga akses layanan keuangan di wilayah dengan berbagai keterbatasan tersebut mengantarkannya menjadi salah satu Agen Juragan.

Melalui peran ini, Alfrida yang kini memiliki 4 outlet BRILink Agen merasakan berbagai manfaat dan dukungan dari BRI, mulai dari pendampingan petugas bank, layanan pick up service, hingga fasilitas penyetoran terbatas pada hari libur dan hari raya.

Dukungan tersebut memperkuat peran BRILink Agen Waisun dalam menjaga kelancaran layanan keuangan bagi masyarakat setempat.

“Manfaat yang di dapatkan sangatlah banyak, selain menjadi prioritas di grup atau paguyuban, kami juga mendapatkan layanan yang sangat baik oleh setiap pegawai BRI,” ucapnya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa di wilayah dengan akses layanan yang tidak mudah, keberadaan BRILink Agen seperti Waisun mencerminkan upaya memperluas inklusi keuangan melalui kehadiran layanan yang konsisten dan dekat dengan kebutuhan masyarakat di berbagai kondisi.

“Di wilayah dengan keterbatasan akses seperti Distrik Dekai, keberadaan BRILink Agen menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan keuangan yang lebih dekat bagi masyarakat. Layanan ini selain membantu memudahkan aktivitas transaksi warga sekaligus turut mendukung penguatan ekonomi lokal melalui peran agen di daerah,” ujar Dhanny.

Inisiatif ini juga mendukung Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari bawah untuk mendorong pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Begitupun pada Asta Cita ketiga, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendorong kewirausahaan.***

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Senin 19 Januari 2026, Cek Daftar Terbaru di Lakuemas dan Raja Emas

0

Bogordaily.net – Memasuki awal tahun 2026, pasar emas masih bergerak dinamis seiring tingginya ketidakpastian ekonomi global. Berikut harga emas perhiasan hari ini Senin, 19 Januari 2026.

Tak heran jika harga emas perhiasan hari ini, kembali menjadi sorotan. Bukan hanya bagi calon pembeli perhiasan, tetapi juga masyarakat yang menjadikan emas sebagai sarana menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.

Berbeda dengan emas batangan, harga emas perhiasan umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor sekaligus.

Selain mengikuti tren harga emas dunia, harga juga ditentukan oleh kadar kemurnian (karat), pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS, hingga kebijakan masing-masing penjual.

Akibatnya, harga emas perhiasan dengan kadar sama bisa berbeda antara satu toko dan toko lainnya.

Harga Emas Perhiasan Hari Ini di Lakuemas

Lakuemas dikenal sebagai platform digital jual beli emas yang rutin memperbarui harga secara transparan.

Harga emas perhiasan di Lakuemas ditentukan berdasarkan persentase kemurnian emas, sehingga memudahkan masyarakat membandingkan nilai sesuai kebutuhan dan anggaran.

Berikut daftar harga emas perhiasan hari ini di Lakuemas per gram:

24K (99%): Rp2.224.000

23K: Rp1.991.000

22K: Rp1.904.000

21K: Rp1.821.000

20K: Rp1.732.000

19K: Rp1.644.000

18K: Rp1.556.000

17K: Rp1.468.000

16K: Rp1.380.000

15K: Rp1.294.000

14K: Rp1.207.000

13K: Rp1.120.000

12K: Rp1.032.000

11K: Rp944.000

10K: Rp858.000

9K: Rp770.000

Harga tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar serta kebijakan internal Lakuemas.

Harga Emas Perhiasan Hari Ini di Raja Emas

Selain Lakuemas, Raja Emas juga menjadi salah satu referensi harga emas perhiasan yang cukup dikenal masyarakat. P

latform ini menyediakan pilihan kadar emas yang lebih luas, mulai dari karat tinggi hingga karat rendah yang sering digunakan untuk desain perhiasan tertentu.

Berikut daftar harga emas perhiasan hari ini di Raja Emas per gram:

K24*: Rp2.435.000

K24: Rp2.315.000

K23: Rp2.010.000

K22: Rp1.922.000

K21: Rp1.836.000

K20: Rp1.748.000

K19: Rp1.660.000

K18: Rp1.574.000

K17: Rp1.486.000

K16: Rp1.398.000

K15: Rp1.312.000

K14: Rp1.224.000

K13: Rp1.136.000

K12: Rp1.050.000

K11: Rp962.000

K10: Rp874.000

K9: Rp788.000

K8: Rp700.000

K7: Rp612.000

K6: Rp526.000

K5: Rp438.000

Bagi calon pembeli, penting untuk memperhatikan tujuan pembelian emas perhiasan. Jika fokus pada investasi, kadar emas tinggi seperti 22K hingga 24K umumnya lebih disarankan.

Namun, jika mengutamakan desain dan ketahanan untuk pemakaian harian, emas dengan kadar lebih rendah bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.

Dengan memantau harga secara berkala, masyarakat diharapkan dapat menentukan waktu dan jenis pembelian emas perhiasan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasar.