Home Blog Page 381

Yayasan RS Islam Bogor Menggalang Dana Untuk Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang

0

Bogordaily.net — Pembangunan tiga kompleks Hunian Sementara (Huntara) yang tersebar di tiga desa di Kabupaten Aceh Tamiang pada Tahap I, II, dan III telah rampung dan kini telah dihuni oleh masyarakat terdampak bencana.

Koordinator sekaligus Ketua Yayasan RS Islam Bogor, Dwi Sudharto, menyampaikan terima kasih kepada para donatur atas infaq yang telah disalurkan. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 550.085.000.

Lebih lanjut, kata Dwi, dana tersebut telah digunakan untuk pembangunan Huntara serta kebutuhan pendukung lainnya seperti sembako, peralatan dapur, perlengkapan ibadah, dan operasional dengan total pengeluaran sebesar Rp 495.970.000. Dari jumlah tersebut, masih terdapat sisa dana sebesar Rp 54.115.000.

“Setiba kami di Bogor, kami mendapatkan informasi adanya kondisi yang sangat memprihatinkan di Dusun 2, Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Sekitar 95 persen rumah warga hanyut dan rusak total, sementara kurang lebih 410 kepala keluarga masih bertahan di tenda-tenda darurat,” ujar Dwi pada Sabtu 17 Januari 2026.

Menyikapi kondisi tersebut dan mengingat bulan suci Ramadhan yang semakin dekat, serta atas arahan Ketua Pembina Yayasan RS Islam Bogor, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, pembangunan Huntara dilanjutkan ke Tahap IV.

Pada tahap ini, kata Dwi, rencananya akan dibangun 10 unit Huntara berukuran 3×18 meter di Desa Sukajadi, dengan biaya pembangunan sekitar Rp 60 juta per unit.

Untuk mendukung kebutuhan ibadah dan sanitasi, pembangunan masjid, sarana air bersih, serta MCK di lokasi tersebut telah mendapatkan bantuan dari Ustadz Adi Hidayat (UAH).

Dengan pertimbangan urgensi kebutuhan warga, sisa dana dari tahap sebelumnya dialokasikan langsung untuk mendukung pelaksanaan Huntara Tahap IV.

Dalam pelaksanaannya, penggalangan dana Tahap IV dilakukan melalui kerja sama antara Yayasan RS Islam Bogor, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Bogor, serta Baitul Maal Bogor yang turut bergabung dalam aksi kemanusiaan ini.

Dwi Sudharto mengajak masyarakat untuk kembali berpartisipasi dengan menyalurkan infaq terbaik demi kelancaran pembangunan Huntara Tahap IV, agar para penyintas dapat menyambut Ramadhan 1447 Hijriah dengan kondisi yang lebih layak dan manusiawi.

“Semoga seluruh infaq yang diberikan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” pungkasnya.***

Berkembang Bersama BRILink Agen, Keluarga di Jepara ini Berhasil Buka Lapangan Pekerjaan bagi Masyarakat Sekitar

0

Bogordaily.net – Sebagai bank yang berkomitmen memperluas inklusi keuangan hingga ke pelosok desa, BRILink Agen menjadi perpanjangan tangan layanan perbankan di tengah masyarakat. Salah satunya adalah BRILink Agen Warung Concept di Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang telah beroperasi sejak 2013.

Berada di bawah binaan BRI Unit Srobyong, BRILink Agen Warung Concept milik Rochim, menjadi solusi akses transaksi perbankan bagi masyarakat yang selama ini tinggal cukup jauh dari jaringan ATM maupun kantor bank.

Bahkan, seiring waktu, keberadaan agen ini perlahan tumbuh menjadi bagian dari denyut ekonomi desa, hingga dapat menopang keberlangsungan usaha dan masa depan keluarga dari pengelola.

Owie, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa motivasi utamanya dalam mengelola BRILink Agen adalah menghadirkan layanan transaksi keuangan yang mudah diakses dan terpercaya bagi masyarakat desa.

Namun, pada tahap awal pengelolaan, ia mengakui bahwa layanan transaksi digital tersebut belum sepenuhnya mendapatkan kepercayaan masyarakat, seiring masih adanya kekhawatiran terkait keamanan transaksi non-tunai.

“Saat itu, banyak masyarakat yang masih ragu terhadap transaksi online, sehingga kami mulai mengenalkan layanan ini secara langsung, kami bagikan brosur, kalender, dan souvenir kecil agar mereka tertarik, dan kami di sana sembari melakukan edukasi. Alhamdulillah, seiring waktu dan pengalaman bertransaksi, kepercayaan masyarakat pun tumbuh,” ujar Owie.

Seiring waktu, keberadaan dan kerja keras Owie pun membuahkan hasil. BRILink Agen Warung Concept kini menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat sekitar.

Setiap hari, agen ini melayani berbagai transaksi, mulai dari tarik tunai, transfer, hingga pembayaran kebutuhan rutin seperti listrik, PDAM dan angsuran lainnya. Dengan jam operasional yang panjang, pukul 07.00 s.d 22.00 WIB, tujuh hari dalam seminggu, layanan BRILink Agen yang dimiliki Owie ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam bertransaksi.

Adapun, mayoritas pengguna layanan BRILink Agen saat ini berasal dari keluarga yang ditinggal anggota keluarganya bekerja di perantauan.

Selain itu, kata Owie, warga sekitar juga memanfaatkan agen ini sebagai perantara pembayaran berbagai kewajiban bulanan, tanpa harus menempuh jarak jauh ke kota.

Owie berkata bahwa selain menyediakan layanan keuangan, keberadaan BRILink Agen ini nyatanya turut memberikan dampak ekonomi nyata bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Sejak dirintis pada dua belas tahun lalu, usaha ini mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, mulai dari mencukupi kebutuhan hidup, membiayai pendidikan anak hingga ke jenjang perguruan tinggi, hingga membeli aset produktif.

Usaha yang semula bergerak di bidang percetakan kini bahkan bosa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, seiring bertambahnya karyawan yang terlibat dalam operasional usaha. Tercatat, saat ini Waroeng Concept sudah memiliki 2 outlet.

“Dampak paling besar yang kami rasakan adalah kepercayaan masyarakat. Dari situ usaha kami tumbuh, lapangan kerja tercipta. Alhamdulillah, BRILink Agen juga bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup hingga memberikan pendidikan anak ke jenjang perguruan tinggi,” ucapnya.

Kisah BRILink Agen Warung Concept menjadi gambaran nyata bagaimana kehadiran layanan keuangan berbasis komunitas, melalui kolaborasi BRI dan masyarakat, mampu mendorong inklusi keuangan, memperkuat ekonomi lokal, serta menjadi penggerak kemandirian masyarakat desa secara berkelanjutan.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengapresiasi peran para mitra BRILink Agen yang tidak hanya menghadirkan layanan perbankan, tetapi juga memberi dampak positif bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Ia menambahkan, melalui BRILink Agen, BRI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan keuangan yang lebih dekat, relevan dan berkelanjutan bagi masyarakat desa di Indonesia.

“BRILink Agen telah menjadi mitra strategis yang tumbuh bersama masyarakat. Ketika agen mampu membangun kepercayaan, mengelola usaha secara konsisten, dan menopang kehidupan keluarganya, di situlah program inklusi keuangan memberikan makna yang sesungguhnya,” ujar Akhmad.***

Pemkot Bogor Akan Tata Ulang Kawasan Bogor Tengah

0

Bogordaily.net-Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan melakukan penataan ulang kawasan Kecamatan Bogor Tengah.

Rencana tersebut disampaikan oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Tengah.

“Di Bogor Tengah ini ada alun-alun, pusat kuliner, serta tempat-tempat strategis lainnya. Namun kondisinya masih banyak yang perlu diberikan sentuhan, sehingga ke depan Bogor Tengah dapat menjadi representasi Kota Bogor secara keseluruhan,” ujar Dedie Rachim.

Dalam waktu dekat, Pemkot Bogor juga akan melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL), di antaranya di Jalan Dewi Sartika, MA Salmun, Sawo Jajar, Nyi Raja Permas, dan Jalan Merdeka.

Selanjutnya, kawasan Jalan Lawang Saketeng, Jalan Pedati, Jalan Roda, Jalan Bata, dan Jalan Surya Kencana harus steril dari PKL.

Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi hambatan dalam proses pembongkaran Pasar Bogor dan Plaza Bogor.

Sebab, lokasi-lokasi tersebut nantinya akan digunakan sebagai akses alat berat dan kendaraan besar untuk menyimpan serta mengangkut material bongkaran.

“Karena jika tidak steril dari PKL, persoalan pembongkaran ini bisa memakan waktu lebih lama dan menjadi tidak efisien. Oleh karena itu, saya mengimbau seluruh pedagang untuk pindah ke Pasar Sukasari dan Jambu Dua,” ucapnya.

Ia menegaskan agar PKL di lokasi tersebut tidak lagi berjualan, karena area tersebut akan ditutup dan digunakan untuk operasional alat berat.

“Mulai sekarang para pedagang harus memindahkan aktivitasnya ke dalam pasar. Tidak bisa seperti sekarang yang menjadikan Bogor Tengah terkesan kumuh, karena Bogor Tengah ini adalah representasi Kota Bogor. Ke depan, seluruh wilayah Kota Bogor harus tertata rapi, bersih, dan teratur,” tutup Dedie Rachim.***

Muhammad Irfan Ramadan

Upaya Konservasi Satwa Orangutan, Taman Safari Indonesia (TSI) Perkuat Kerjasama dengan Jepang

0

Bogordaily.net – Taman Safari Indonesia (TSI) memperkuat kerjasama dengan Jepang dalam upaya konservasi satwa Orangutan melalui program Cooperative Breeding.

Adapun kerjasama tersebut ditandai dengan kunjungan langsung Gubernur Prefektur Ehime Jepang, Tokhiro Nakamura ke Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Bogor, pada Jum’at 16 Januari 2026.

Founder Taman Safari Indonesia Jansen Manansang menyambut langsung kedatangan Gubernur Prefektur Ehime Jepang, Tokhiro Nakamura beserta jajaran.

Menurutnya, kerjasama ini dilakukan untuk memperkuat hubungan antara TSI dan Tobe Zoo melalui konservasi satwa Orangutan.

“Kerjasama ini adalah kerjasama antara kebun binatang. Jadi kerjasama ini untuk membagikan dan mempertahankan genetik dari pada orang utan yang ada di Jepang melalui program,” kata Jansen

“Jadi Indonesia akan bantu juga kirim Orangutan dengan tukar menukar satwa ini, ada peminjaman sehingga genetik Orangutan disana tidak punah tetapi bisa berkembang,” tambahnya.

Kemudian, kerjasama ini juga turut mengedepankan aspek riset dan ilmiah dalam bidang teknologi hingga sumber daya manusia. 

“Disamping itu juga kita bisa menukar ilmu, teknologi, staf, keeper, dokter, dan sebagainya, hubungan antara Jepang dan Indonesia,” ujar Jansen.

Jansen berharap, melalui kerjasama ini hubungan diplomasi antara Indonesia dengan Jepang nantinya akan lebih kuat.

“Diharapkan adanya kerjasama ini antara Indonesia dengan Jepang hubunganya akan lebih erat lagi,” ungkapnya.

Sebagai informasi, program ini juga melibatkan Kementerian Kementerian Kehutanan serta Balai Konservasi sumber Daya Manusia (BKSDA).

Dalam hal ini, satwa Orangutan berjenis betina asal Indonesia bernama Jenifer diterbangkan ke Jepang dengan misi perjodohan sebagai bagian dari upaya pelestarian Orangutan di Tobe Zoo.

Disana, Jenifer akan dipasangkan dengan seekor Orangutan jantan bernama Hayato. Keduanya merupakan satwa dewasa dengan usia matang, sekitar 10 hingga 15 tahun.

Sementara itu, Gubernur Prefektur Ehime Jepang Tokhiro Nakamura menyebut, Jenifer saat ini masih belum dipublikasikan untuk umum, dikarenakan untuk menjaga kesehatan dalam cuaca dingin yang saat ini terjadi di Jepang.

“Saat ini Jepang lagi musim salju jadi suhunya rendah oleh karena itu, prioritas menjaga kesehatan Jenifer, oleh karena itu belum dipublikasikan untuk umum,” ungkap Tokhiro Nakamura.***

Albin

Kunjungan langsung Gubernur Prefektur Ehime Jepang, Tokhiro Nakamura ke Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Bogor, pada Jum’at 16 Januari 2026. (Albin/Bogordaily.net)

Koperasi di Kota Bogor Terima Akta Badan Hukum

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim secara langsung menyerahkan Akta Badan Hukum Koperasi dari Kementerian Hukum RI yang dibiayai oleh APBD senilai Rp3,5juta kepada empat koperasi di Kota Bogor.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkukmdagin) Kota Bogor di Paseban Punta, Balai Kota Bogor.

Dedie Rachim menyampaikan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam membangun kesejahteraan bersama, sehingga membutuhkan komitmen, kolaborasi, dan kesungguhan dari seluruh anggotanya.

Ia menegaskan bahwa fasilitasi pembiayaan pembuatan akta badan hukum koperasi melalui APBD senilai Rp3,5 juta merupakan bentuk dukungan awal pemerintah agar koperasi dapat segera beroperasi secara legal dan profesional.

“Memang jumlahnya tidak besar, tetapi ini adalah bentuk perhatian pemerintah. Kalau tidak disia-siakan, Rp3,5 juta ini bisa menjadi modal awal untuk membangun koperasi yang kuat,” tegas Dedie Rachim.

Dedie Rachim menuturkan bahwa keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kedisiplinan anggota dalam menjalankan kewajiban, seperti simpanan pokok dan simpanan wajib.

“Kalau memang tidak punya komitmen maka koperasinya tidak akan manjur, karena harus ada yang namanya simpanan pokok dan iuran wajib. Kalau rajin, insyaallah dari perputarannya bisa dikembalikan dalam bentuk keuntungan,” kata Dedie Rachim.***

Muhammad Irfan Ramadan

Menkop: Piazza Firenze Garut Jadi Bukti Koperasi Bisa Maju dan Moderen

0

Bogordaily.net – Di usianya yang baru genap satu tahun, Piazza Firenze Garut yang digagas desainer Poppy Dharsono telah mampu menjadi sentra UMKM kulit premium bergaya Italia di Sukaregang, Garut.

Bahkan, keberadaan Piazza Firenze mampu mengangkat kembali kejayaan kulit Garut bisa setara Firenze, Italia, menjadi pusat kerajinan kulit internasional dengan tenant kulit, kuliner, dan oleh-oleh, dilengkapi workshop, pelatihan, serta daya tarik wisata baru dengan arsitektur megah bernuansa Italia. 

Kesuksesan tersebut juga tidak lepas dari eksistensi dari Koperasi Kulit Artisan Indonesia dalam memberikan pendampingan dan pembinaan bagi para perajin kulit di Garut dalam meningkatkan kualitas produk dan perluasan pasar.

“Keberadaan dan peran Koperasi Kulit Artisan Indonesia ini dalam membangun dan mengembangkan Piazza Firenze, membuktikan bahwa para perajin kulit Garut bisa maju, moderen, dan kekinian dengan berkoperasi,” papar Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, pada acara perayaan HUT ke-1 Piazza Firenze Garut di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis malam (15/1).

Di acara yang dihadiri pendiri Piazza Firenze Poppy Dharsono, Hariyadi Sukamdani (Spinindo Group), Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, dan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina, Menkop menyebutkan, selain mampu bergaya moderen, aneka produk kulit yang ada di Piazza Firenze Garut sudah menyamai dan setara dengan standar produk kulit dunia.

“Ini merupakan hasil dari pembinaan dan pendampingan oleh koperasi, serta tentunya dukungan penuh dari Pemkab Garut,” kata Menkop.

Lebih dari itu, lanjut Menkop, keberadaan Piazza Firenze sudah mampu menjadi simbol kebanggaan masyarakat Jabar, khususnya Garut. “Buktinya, Piazza Firenze sudah menjadi tempat tujuan favorit para wisatawan saat berkunjung ke Garut,” ungkap Menkop.

Bagi Menkop, kesuksesan koperasi di Garut dalam mengembangkan produk unggulan daerahnya ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk juga dapat mengembangkan produk unggulan khas daerahnya masing-masing.

“Ini juga membuktikan bahwa koperasi bisa masuk ke segala sektor, terutama sektor produksi dan industri, termasuk industri penyamakan kulit,” jelas Menkop.

Terkait pengolahan limbah dari penyamakan kulit di Garut yang masih menjadi masalah di masyarakat, Menkop mengungkapkan bahwa pihaknya akan memberikan bantuan teknis dalam pengelolaan limbah di industri penyamakan kulit.

“Bahkan, selain akan membantu pengadaan mesin pengolahan limbah, kita juga mendorong koperasi memodernisasi mesin penyamakan kulit. Tentunya, dengan perkuatan pembiayaan dana bergulir dari LPDB Koperasi,” kata Menkop.

Sementara itu, pendiri dan pimpinan Piazza Firenze Garut, Poppy Dharsono, berharap produk kulit khas Garut bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jadi, meski kesulitan dalam menjalani proses ekspor, Poppy menyebut pasar dalam negeri yanh begitu besar bisa menjadi fokus dalam pengembangan pasar produk kulit.

“Oleh karena itu, Koperasi Kulit Artisan Indonesia terus memberikan pendampingan dan pelatihan bagi para perajin atau artisan di Garut, sehingga mampu meningkatkan kualitas produknya,” kata Poppy.

Meski begitu, Poppy memastikan bahwa dengan semakin meningkatnya kualitas produk kulit Garut, namun dengan harga yang tetap terjangkau.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina mengungkapkan bahwa Piazza Firenze sudah menjadi ikon kebanggaan Kabupaten Garut dan menjadi etalase produk kulit berkualitas khas Garut.

“Meski baru berusia satu tahun, Piazza Firenze sudah mampu berjalan dengan baik,” kata Putri.

Menurut Putri, Piazza Firenze sudah menjadi destinasi favorit bagi para wisatawan, khususnya dari Jakarta, untuk berbelanja aneka produk kulit. “Maka, saya berharap agar produk-produk kulitnya dikemas lebih premium dengan kualitas premium pula,” ucap Putri.

Putri menegaskan bahwa industri kulit bisa menjadi supporting system bagi pengembangan sektor pariwisata di Garut.***

Hanif Faisol Nurofik Larang Penggunaan Insenerator Mini untuk Penanganan Sampah

Bogordaily.net – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/C), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan larangan penggunaan insinerator mini dalam penanganan sampah.

Menurut Hanif Faisol, penggunaan insinerator mini justru menimbulkan emisi berbahaya yang dampaknya jauh lebih buruk dibandingkan penumpukan sampah itu sendiri.

Ia menekankan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup tidak membenarkan penggunaan insinerator mini dengan alasan apa pun.

“Mohon dicamkan kepada kita semua, Menteri Lingkungan Hidup tidak membenarkan digunakannya insinerator-insinerator mini, apa pun alasannya. Emisi yang dihasilkan lebih berbahaya daripada sampah itu sendiri. Lebih baik sampahnya menumpuk daripada menjadi emisi,” tegas Hanif saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Bandung pada Jumat 16 Januari 2026.

Hanif menjelaskan, emisi hasil pembakaran insinerator bersifat persisten dan berbahaya bagi kesehatan. Emisi tersebut tidak dapat ditangkal dengan masker biasa.

“Kalau sudah jadi emisi, tidak ada yang bisa kita lakukan. Masker biasa tidak akan sanggup menahannya. Masker yang bisa menahan itu hanya masker N95. Selain itu, kita tidak akan bisa menahan,” ujarnya.

Ia mengatakan, zat berbahaya dari pembakaran tersebut dapat bertahan hingga 20 tahun dan berisiko langsung menyebabkan kanker serta gangguan paru-paru.

“Itu sifatnya persisten, waktu hilangnya bisa 20 tahun sejak dibakar. Dampaknya langsung ke kanker dan paru-paru,” ucapnya.

Hanif menilai penumpukan sampah masih dapat ditangani dengan pengelolaan yang tepat, khususnya dalam mengendalikan lindi atau cairan sampah.

“Kalau menumpuk, kita masih bisa menangani lindinya. Tapi kalau sudah menjadi udara, kita hanya bisa berdoa semoga Tuhan memperpanjang umur kita,” katanya.

Lebih lanjut, Hanif menyebutkan bahwa sumber sampah terbesar kedua berasal dari rumah tangga. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah untuk memperbanyak fasilitas Tempat Pengolahan Sampah dengan konsep TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

“Rumah tangga mau tidak mau, suka tidak suka, Pak Wali Kota wajib memperbanyak fasilitas penanganan sampah TPS 3R. Reduce, Reuse, Recycle harus dilakukan di tempat sampah,”jelasnya.

Hanif juga mendorong pembangunan fasilitas RDF (Refuse Derived Fuel) sebagai solusi di sisi tengah pengelolaan sampah. Meski prosesnya dinilai lebih kompleks, RDF disebut sebagai metode yang paling ramah lingkungan.

“RDF ini memang agak ribet, tapi paling ramah lingkungan,” pungkasnya.***

RSUD Bakti Pajajaran Cibinong Hadirkan Layanan Akupunktur Medis untuk Pasien Rawat Inap

0

Bogordaily.net – RSUD Bakti Pajajaran Cibinong menghadirkan layanan akupunktur medis sebagai terapi komplementer guna membantu meningkatkan kenyamanan serta mendukung proses pemulihan pasien rawat inap. Layanan ini menjadi bagian dari pendekatan pelayanan kesehatan yang terintegrasi, dengan memadukan terapi medis modern dan metode terapi komplementer yang aman.

Akupunktur medis dilakukan oleh dokter yang berpengalaman dan diberikan kepada pasien berdasarkan indikasi medis serta persetujuan dari dokter penanggung jawab pasien. Terapi ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemulihan sekaligus meningkatkan kualitas perawatan selama pasien menjalani perawatan di rumah sakit.

Sejumlah manfaat yang dapat diperoleh dari terapi akupunktur antara lain membantu mengurangi nyeri pasca tindakan medis, memberikan efek relaksasi yang dapat meningkatkan kualitas tidur, serta membantu mengurangi keluhan seperti mual, pusing, dan rasa tidak nyaman selama masa perawatan. Selain itu, akupunktur juga dapat mendukung pemulihan fungsi tubuh secara lebih optimal.

Layanan akupunktur medis ini tersedia bagi pasien rawat inap di RSUD Bakti Pajajaran Cibinong melalui Instalasi Pelayanan Kesehatan Tradisional (Yankestrad). Untuk mendapatkan layanan ini, pasien atau keluarga dapat berkonsultasi dengan tenaga medis terkait selama masa perawatan.

Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan akupunktur medis dapat menghubungi Instalasi Yankestrad RSUD Bakti Pajajaran Cibinong melalui nomor 0811 86 2508. Dengan layanan ini, RSUD Bakti Pajajaran terus berupaya menghadirkan terapi yang aman, berbasis medis, serta terintegrasi demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.***

Terungkap Usia Istri Kak Seto Saat Menikah, Kisah Lama Deviana Mulyadi Ramai Dibahas

0

Bogordaily.net – Usia istri Kak Seto mendadak menjadi topik yang berisik di linimasa. Bukan karena prestasi, bukan pula karena karya.

Kali ini karena polemik lama yang menyeret nama Seto Mulyadi—yang lebih dikenal publik sebagai Kak Seto—terkait isu child grooming yang dialami Aurelie Moeremans.

Publik menyorot peran Kak Seto di masa lalu. Ia dituding tidak cukup membantu Aurelie ketika kasus itu terjadi bertahun-tahun silam.

Tuduhan itu segera dibantah. Kak Seto menyatakan Komnas Perlindungan Anak telah bekerja semaksimal mungkin. Tetapi, seperti api yang disiram bensin, bantahan justru membuat rasa ingin tahu publik kian menyala.

Dari isu kelembagaan, sorotan bergeser ke wilayah yang lebih personal: kisah cintanya. Netizen mulai “menguliti” jejak lama Kak Seto. Dan di situlah Usia istri Kak Seto kembali muncul ke permukaan.

Fakta yang lama tersimpan itu kembali diungkit. Kak Seto diketahui menikahi Deviana Mulyadi ketika sang perempuan masih berusia 18 tahun.

Sementara Kak Seto saat itu berada di rentang usia 36 hingga 37 tahun. Selisih usia yang cukup jauh. Di masa lalu mungkin dianggap biasa. Di era sekarang, menjadi bahan debat panjang.

Lalu siapa sebenarnya Deviana Mulyadi?

Deviana adalah istri Kak Seto yang dinikahi pada 10 Januari 1988. Pernikahan itu kini telah berjalan lebih dari tiga dekade.

Awal pertemuan mereka pun tidak datang dari ruang romantik, melainkan ruang edukasi. Pertengahan 1980-an, Deviana masih duduk di bangku SMA. Ia menjadi peserta sebuah program radio yang dipandu Kak Seto.

Dalam banyak cerita, Deviana memandang Kak Seto sebagai guru, pendidik, figur panutan. Bukan sosok yang sejak awal dibayangkan sebagai pasangan hidup.

Namun waktu punya caranya sendiri. Komunikasi berlanjut. Aktivitas sosial dan edukasi anak mempertemukan mereka lebih sering.

Kedekatan itu akhirnya bermuara pada pernikahan. Saat itulah Usia istri Kak Seto menjadi titik yang kini dipersoalkan publik.

Di luar sorotan warganet, Deviana bukan sosok sembarangan. Ia memiliki latar belakang sebagai psikolog. Ia juga aktif mendukung kegiatan sosial dan edukasi anak. Meski begitu, Deviana memilih berada di balik layar. Jarang tampil di depan kamera. Lebih sering mendampingi, bukan menonjolkan diri.

Dalam kehidupan rumah tangga, pasangan ini dikaruniai empat orang anak. Selama bertahun-tahun, keluarga mereka dikenal relatif harmonis dan jauh dari kontroversi.

Hingga nama Aurelie Moeremans kembali disebut. Hingga isu child grooming kembali dibuka. Hingga Usia istri Kak Seto kembali menjadi tajuk perbincangan.

Kak Seto sendiri belum memberi tanggapan lanjutan soal ramainya kembali kisah pernikahannya. Publik kini menunggu.

Apakah ini akan berhenti sebagai riuh media sosial, atau berubah menjadi diskusi yang lebih panjang tentang etika, batas usia, dan relasi kuasa di masa lalu.

Yang jelas, satu hal sudah terjadi: kisah lama kembali hidup. Dan sekali lagi, ia datang bukan sebagai nostalgia, melainkan sebagai pertanyaan.***

Nikmati Promo Kentang Sunfish di Redbox Frozen Food, Cocok untuk Stok di Rumah

0

Bogordaily.net – Redbox Frozen Food menghadirkan potongan harga menarik produk kentang sunfish 1kg.

Karyawan Redbox Frozen Food, Dila, mengatakan promo ini menjadi momen yang tepat bagi pelanggan untuk menikmati kentang dengan harga lebih hemat.

“Banyak pelanggan yang menantikan promo ini. Kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bisa membeli produk frozen berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Dila, Jumat 16 Januari 2026.

Untuk harga promo produk kentang sunfish 1kg dari harga Rp. 29.000 menjadi Rp. 24.000.

“Promo ini berlaku untuk pembelian langsung di Redbox Frozen Food,” ujar Dila.

Redbox Frozen Food dikenal sebagai salah satu toko pilihan masyarakat Bogor yang menyediakan berbagai produk makanan dan minuman beku dari beragam merek terpercaya.

Toko ini berlokasi di Jalan Syayani, Kampung Masjid RT 03/07, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Bagi pelanggan yang ingin memesan secara online, Redbox Frozen Food juga melayani pemesanan melalui WhatsApp di nomor 0858-6000-4436.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati berbagai promo menarik serta sosis pedas siap santap dengan harga hemat, hanya di Redbox Frozen Food!
Untuk informasi terbaru, kunjungi akun Instagram resmi mereka di @redboxfrozenfood.***