Home Blog Page 383

Relokasi Kantor Kas BRI HK Tower Resmi Beroperasi, Pelayanan Dipastikan Tak Terganggu

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) (BRI) Tbk terus melakukan penyesuaian jaringan layanan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah.

Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui relokasi Kantor Kas (KK) BRI Indrakarya ke lokasi baru yang lebih representatif di Gedung Hutama Karya (HK) Tower, Jakarta Timur.

Relokasi kantor kas yang sebelumnya beroperasi di The Hive Apartment, Jalan DI Panjaitan, Cipinang Cempedak, Jatinegara, secara resmi dipindahkan ke HK Tower, Jalan MT Haryono Kav 8, Lantai 2, Cawang Jatinegara, Jakarta Timur, pada 22 Desember 2025.

“Pindah lokasi dilakukan pada 22 Desember 2025 dan diresmikan 29 Desember 2025,” ujar Kepala BRI KK HK Tower, Bambang Edi Prayitno.

Pimpinan KC BRI Pancoran, Ainul Wardi menambahkan, pindah lokasi kantor ini merupakan bagian dari langkah strategis BRI dalam meningkatkan efisiensi pelayanan dan memusatkan operasional di kantor yang lebih representatif dan memudahkan nasabah.

Bagi nasabah yang biasa bertransaksi di tempat lama kami informasikan bahwa seluruh layanan kini dapat diakses melalui Gedung Hutama Karya Jalan MT Haryono Kav 8 Lantai 2, Cawang Jatinegara, Jakarta Timur.

Menurut Ainul, BRI tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik dan terus memperluas jangkauan layanan serta memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang belum terjangkau layanan perbankan secara maksimal.

“Untuk informasi lebih lanjut mengenai perpindahan ini, nasabah dapat menghubungi SABRINA di 08121214017 atau bri.co.id,” terangnya.

Seluruh aktivitas perbankan yang biasa dilakukan akan tetap sama, hanya saja berubah lokasi kantor saja. Layanan ya pun tidak ada yang berbeda, justru semakin lebih baik lagi.

“Pindahan ini tidak akan mengganggu layanan dan kenyamanan nasabah, mengingat seluruh layanan perbankan tetap dapat diakses dengan lancar melalui kantor cabang terdekat serta berbagai kanal digital BRI seperti BRImo, Internet Banking, dan ATM,” tutupnya.(*)

Nikmati Kelezatan Otentik dalam Promo “The Exclusive Eatery Deals” di Amaroossa Royal Bogor

0

Bogordaily.net – Amaroossa Royal Bogor dengan bangga menghadirkan promo Food and Beverage (F&B) terbaru Bernama “The Exclusive Eatery Deals”.

Promo yang berlangsung selama periode Januari hingga Maret 2026 ini dirancang khusus untuk memanjakan lidah para pecinta kuliner nusantara dan minuman segar dengan harga yang sangat terjangkau.

Penawaran Spesial dan Menu Variatif

Nasi Tutug Oncom (IDR 65.000 nett): Sajian nasi khas Jawa Barat yang diaduk dengan oncom bakar pilihan, disajikan lengkap dengan ayam goreng kremes, tempe, tahu, sambal goang yang menggugah selera, serta lalapan segar.

Mango Cream (IDR 35.000 nett): Minuman pencuci mulut yang memadukan kelembutan krim dengan kesegaran potongan buah mangga asli yang manis, memberikan sensasi dingin yang sempurna setelah menyantap hidangan utama.

Promo ini tersedia setiap hari bagi tamu yang menginap maupun tamu umum di restoran Kumalawangi Amaroossa Royal Bogor. Mengingat lokasinya yang strategis di pusat kota Bogor, promo ini menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin menikmati makan siang atau makan malam eksklusif dengan pemandangan kota yang indah.

Informasi & Reservasi

Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati makan siang terbaik di jantung Kota Bogor. Untuk informasi lebih lanjut atau pemesanan tempat, silakan hubungi:
Phone : 0251 8354555
Whatsapp : 08111757815
Instagram : @amaroossaroyal
Tiktok : @amaroossaroyal
Website : www.amaroossahotel.com

Tentang Amaroossa Royal Bogor

Terletak di jantung Kota Bogor, Amaroossa Royal Bogor adalah destinasi sempurna untuk beristirahat sambil mengeksplorasi berbagai daya tarik kota.

Dengan layanan terbaik, arsitektur bergaya kerajaan, dan lokasi strategis dekat Kebun Raya Bogor, kami menjamin pengalaman menginap yang memadukan keanggunan dan kenyamanan.

 

PAD Kota Bogor Masih Bocor, Komisi II DPRD Fokus Benahi Sektor Parkir

0

Bogordaily.net — Komisi II DPRD Kota Bogor mendorong penguatan reformasi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna meningkatkan kapasitas fiskal daerah dan menekan kebocoran penerimaan, khususnya pada sektor parkir yang dinilai masih menyimpan potensi besar namun belum tergarap optimal.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat kerja Komisi II DPRD Kota Bogor bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Bapperinda, Dinas Perhubungan, dan Perumda Trans Pakuan yang digelar pada Rabu 14 Januari 2026.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Rifky Alaydrus, menegaskan bahwa peningkatan PAD tidak cukup hanya mengandalkan tren pertumbuhan ekonomi, tetapi harus disertai dengan pembenahan sistem pemungutan dan pengawasan yang lebih kuat.

“PAD Kota Bogor masih memiliki ruang peningkatan yang besar. Kuncinya ada pada perbaikan sistem, penutupan kebocoran, dan keberanian melakukan reformasi di sektor-sektor strategis seperti parkir,” ujar Rifky.

Senada, Sekretaris Komisi II Benninu Argubie menyoroti pentingnya penataan ulang target PAD agar lebih mencerminkan kondisi ekonomi riil di lapangan.

“Target PAD harus disusun berbasis data aktual, bukan hanya mengacu pada capaian historis. Ini penting agar potensi yang ada benar-benar bisa dimaksimalkan,” kata Benninu.

Sementara itu, Anggota Komisi II Heri Cahyono menekankan perlunya penguatan koordinasi lintas perangkat daerah hingga ke tingkat kewilayahan. Menurutnya, optimalisasi PAD tidak akan efektif tanpa keterlibatan aktif seluruh elemen pemerintahan di lapangan.

“Kelurahan adalah titik terdekat dengan aktivitas ekonomi warga. Tanpa pengawasan sampai ke level itu, kebocoran akan terus terjadi, terutama di sektor parkir, pajak restoran, dan pajak hotel,” tegas Heri.

Komisi II juga merekomendasikan percepatan digitalisasi pemungutan PAD, penerapan sistem parkir non-tunai, serta peningkatan intensifikasi pelayanan kepada wajib pajak guna mendorong kepatuhan dan memperkuat kepercayaan publik.***

Walikota Bogor Lantik 12 Pejabat, DPRD Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

0

Bogordaily.net — Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy, menghadiri kegiatan pelantikan dan pengukuhan pejabat pimpinan tinggi pratama serta pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, sekaligus pengurus Dewan Pendidikan Kota Bogor periode 2025–2030. Kegiatan tersebut berlangsung di Sri Baduga Balai Kota Bogor, Kamis 15 Januari 2026.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 12 pejabat di lingkungan Pemkot Bogor resmi dilantik berdasarkan Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 800.1.3.3/Kep.13-BKPSDM/2026 tanggal 15 Januari 2026 tentang pengangkatan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.

Rusli Prihatevy menyampaikan apresiasinya atas pelantikan dan pengukuhan tersebut.

Menurutnya, proses ini merupakan bagian penting dalam penyempurnaan struktur birokrasi guna memperkuat pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pemerintahan daerah.

“Pelantikan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja organisasi perangkat daerah, sekaligus memastikan pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal dan profesional,” ujar Rusli.

Ia menegaskan, DPRD Kota Bogor mendukung penuh langkah-langkah strategis Pemkot Bogor ke depan, terutama dalam menuntaskan berbagai program prioritas dan memaksimalkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan adanya pengisian jabatan strategis tersebut, Rusli berharap roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kota Bogor dapat berjalan lebih efektif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.***

Daftar Kosmetik Berbahaya Terbaru 2025 Dirilis BPOM, Ada Ancaman Pidana 12 Tahun

0

Bogordaily.net – Kosmetik berbahaya terbaru kembali menjadi sorotan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis hasil pengawasan periode Oktober–Desember 2025. Dalam temuan terbarunya, BPOM menemukan 26 produk kosmetik yang terbukti mengandung bahan berbahaya dan/atau bahan yang dilarang beredar di Indonesia.

Dari total temuan tersebut, BPOM mencatat 15 produk merupakan kosmetik tanpa izin edar (TIE), 10 produk diproduksi melalui skema kontrak produksi, serta 1 produk merupakan kosmetik impor. Temuan ini menjadi bagian dari pengawasan rutin BPOM yang dilakukan secara berkelanjutan dari hulu hingga ke hilir.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan, lembaganya tidak hanya berhenti pada penarikan produk dari peredaran. BPOM juga melakukan penelusuran menyeluruh terhadap rantai produksi dan distribusi.

“BPOM juga melakukan penelusuran lanjutan terhadap rantai produksi dan distribusi. Apabila ditemukan unsur pidana, kasusnya akan ditindaklanjuti oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPOM melalui proses pro-justitia,” ujar Taruna dalam keterangan resminya, Kamis (16/1/2025).

BPOM mengungkapkan, kosmetik berbahaya terbaru yang ditemukan mengandung sejumlah bahan aktif berisiko tinggi, seperti asam retinoat, mometason furoat, hidrokinon, deksametason, merkuri, hingga klindamisin. Paparan bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak serius, mulai dari iritasi dan kerusakan kulit, gangguan hormon, kerusakan ginjal, hingga risiko pada janin bagi ibu hamil.

Sebagai tindak lanjut, BPOM telah menjatuhkan sanksi administratif terhadap para pelanggar. Sanksi tersebut meliputi pencabutan izin edar, pencabutan sertifikat Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB), hingga penghentian sementara kegiatan produksi dan distribusi.

“BPOM tidak akan memberi ruang bagi pelaku usaha yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan kosmetik berbahaya. Jika ditemukan unsur pidana, akan ditindaklanjuti melalui proses hukum,” tegas Taruna.

Di sisi lain, BPOM mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kosmetik berbahaya terbaru yang beredar di pasaran. Konsumen diminta selalu melakukan pengecekan kemasan, label, nomor izin edar, serta masa kedaluwarsa sebelum menggunakan produk kosmetik.

Adapun peredaran kosmetik yang mengandung bahan berbahaya merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Pelanggaran ini dapat dikenakan sanksi pidana penjara maksimal 12 tahun atau denda hingga Rp5 miliar.

Berikut daftar 26 produk kosmetik berbahaya temuan BPOM pada Triwulan IV 2025, antara lain Daviena Skincare Intensive Night Cream with AHA, sejumlah varian DRW Skincare dan ERME, Gold Robelline Night Cream, hingga ZN Ziyan Glow Skincare Night Acne, yang masing-masing terbukti mengandung bahan berbahaya seperti asam retinoat, hidrokinon, mometason furoat, deksametason, dan merkuri.***

Sempat Kabur, Polisi Tangkap Pria Pencuri Emas di Pasar Cibinong

0

Bogordaily.net – Polisi berhasil menangkap seorang pria yang melakukan pencurian emas di salah satu toko emas di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor

Kapolsek Cibinong, AKP Johny Handoko menjelaskan bahwa, peristiwa itu terjadi pada Rabu 14 Januari 2026 sekitar pukul 15.30 WIB.

Awalnya, pelaku datang dan ingin membeli kalung dan gelang emas dengan alasan untuk ibunya yang berukuran 5 gram.

Kemudian, setelah pelapor mengambilkan barang yang diminta oleh pelaku, pelaku menunjuk 2 buah gelang yang berukuran kurleb 5 gram.

“Pelapor mengambilkan gelang tersebut, kemudian saksi kembali mengambilkan gelang yang diminta oleh pelaku tetapi sebelum mengambil gelang,” kata AKP Jhony Handoko, Kamis 15 Januari 2026.

Selanjutnya, pelapor menyimpan kalung yang sebelumnya pelapor pegang, setelah itu pelapor mengambilkan gelang yang diminta oleh pelaku dan pelaku meminta 2 buah gelang dengan alasan untuk disandingkan.

“Setelah pelapor menunjukan 2 gelang tersebut, pelaku langsung merampas gelang tersebut dan pergi melarikan diri ke arah motor milik pelaku, lalu pelapor langsung meneriaki pelaku,” jelasnya.

Akhirnya warga yang mendengar teriakan tersebut langsung mengejar pelaku serta warga berhasil mengamankan pelaku.

Sementara itu, pelaku berikut barang bukti diamankan oleh anggota polsek dan dibawa ke Polsek Cibinong, untuk diproses beserta 2 (dua) buah gelang emas kurang lbh 9,61 gram.***

Albin

Akun Instagram Yulianti Wijaya Diserbu, Disebut Roby Tremonti di Tengah Viral Buku Broken Strings

0

Bogordaily.net – Akun Instagram Yulianti Wijaya tiba-tiba ikut terseret ke pusaran cerita yang sedang panas. Bukan karena unggahan sendiri, melainkan karena disebut-sebut oleh aktor Roby Tremonti di tengah viralnya buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans.

Nama Roby Tremonti kembali jadi buah bibir. Aktor 45 tahun itu disorot publik setelah Broken Strings beredar luas di media sosial. Buku tersebut memuat kisah seorang perempuan muda dengan luka masa lalu—tentang trauma, child grooming, dan relasi yang beracun. Di dalamnya ada sosok pria bernama Bobby, mantan kekasih tokoh utama perempuan yang tak lain adalah Aurelie sendiri.

Netizen bergerak cepat. Sosok Bobby langsung disangkutpautkan dengan Roby Tremonti. Alasannya sederhana: Roby memang pernah menjalin hubungan dengan Aurelie Moeremans di dunia nyata. Dugaan pun berkembang, spekulasi mengalir tanpa henti.

Roby akhirnya angkat suara. Ia membantah tuduhan tersebut. Ia mengaku terganggu. Drama yang menurutnya tak kunjung reda itu membuatnya memilih muncul ke publik. Dari situlah muncul satu nama baru yang justru menambah tanda tanya: Yulianti Wijaya.

Dalam sebuah unggahan Instagram Story yang kemudian dikutip akun TikTok @leylemager2, Roby menulis kalimat yang memantik rasa penasaran. “Mau denger cerita tentang artis berdarah Jawa Belgia bernama Yulianti Wijaya gak versi saya?” tulisnya. Kalimat itu pendek. Tapi efeknya panjang.

Sejak saat itu, Akun Instagram Yulianti Wijaya langsung dicari. Warganet bertanya-tanya: siapa dia sebenarnya? Apakah ia tokoh nyata? Atau hanya simbol dalam cerita versi Roby? Roby sendiri menambahkan ancaman halus—jika drama ini tak selesai-selesai, ia akan mulai bercerita.

Masalahnya, sosok Yulianti Wijaya belum jelas. Roby hanya menyebut satu hal: artis berdarah Belgia dan Jawa. Deskripsi itu mengingatkan publik pada Aurelie Moeremans, yang juga memiliki garis keturunan serupa. Kemiripan itulah yang membuat spekulasi kian liar.

Namun hingga kini, Akun Instagram Yulianti Wijaya belum ditemukan. Tidak ada verifikasi. Tidak ada jejak digital yang bisa dipastikan milik sosok tersebut. Nama itu masih menggantung—antara nyata dan narasi.

Di tengah hiruk-pikuk itu, satu hal menjadi jelas: cerita Broken Strings tak berhenti di halaman buku. Ia merembet ke media sosial, ke unggahan Instagram, ke TikTok, bahkan ke pencarian tentang Akun Instagram Yulianti Wijaya yang sampai hari ini masih menjadi misteri. Seperti senar gitar yang putus—bunyi nyaringnya belum juga hilang.***

Malari: Gerakan Anti Penjajahan

0

Penjajahan harus di hapuskan dari muka bumi karena tidak sesuai dengan Peri Kemanusiaan dan Peri Keadilan. Tetapi kalimat tersebut memakan dirinya sendiri. Orde Baru tidak bergeming. Maka MALARI jawabannya. Malapetaka 15 Januari 1974. Demo pemuda mahasiswa anti modal asing saat PM Jepang Tanaka tiba di Jakarta. Demo menentang Rezim Soeharto yang lebih mengutamakan pertumbuhan ekonomi yang menguntungkan segelintir elite dari pada pemerataan keadilan sosial rakyat Indonesia. Gerakan yang dimotori aktivis demokrasi Hariman Siregar, Gurmilang Kartasasmita, Judilherry justam, Salim Hutajulu(Alm), dan banyak lagi lainnya mempunyai fokus issue yg jelas yaitu Anti Penjajahan. Gerakan ini pada akhirnya berdampak luas, menimbulkan korban harta dan jiwa serta berakhir dengan dipenjarakan para aktivis nya.

Gerakan anti penjajahan mahasiswa/pemuda di negeri ini setidaknya sudah mengakar sejak jaman penjajahan Belanda mulai Gerakan Kebangkitan Nasional Boedi Oetomo 1908 dan Sumpah Pemuda 1928 sampai terjadi nya Revolusi Pemuda 1944-1946(Ben Anderson). Meskipun sebelumnya juga banyak gerakan melawan penjajah, seperti Fatahillah (1448-1570) yang mengusir portugis dari sunda kelapa Jakarta 1527, Sultan Agung (1593-1645), Perang Diponegoro 1825-1830 , Perang Padri 1803 – 1838, Perang Atjeh 1873 – 1904, dan banyak lagi perang / gerakan anti penjajahan lain nya.

Setelah zaman revolusi kemerdekaan 1945, issue Gerakan anti penjajahan baru muncul kembali saat Peristiwa Malari 1974. Bahwa setelah Malari memang masih berlangsung aksi seperti Gerakan Mahasiswa 1978 dengan issue Anti Rezim Soeharto / Anti Militerisme yang melahirkan tokoh Sukmadji Indro Tjahyono dengan Perlawanan nya ” Indonesia di bawah Sepatu Lars”, Rizal Ramli(Alm.), Heri Akhmadi dan lainnya. Selanjutnya Gerakan Mahasiswa 80 an hingga 90 an yang melahirkan Revormasi. Gerakan Reformasi 98, adalah berbeda dengan Malari. Meskipun gerakan revormasi 1998 juga memakan korban mahasiswa pemuda dan akhirnya dengan berbagai tekanan Rejim Orba jatuh dengan mundur nya Soeharto, namun gerakan tersebut tidak memunculkan issue Anti Penjajahan dan tidak menimbulkan efek Malapetaka laksana Malari. Gerakan Mahasiswa pemuda 98 lebih fokus untuk menuntut Rejim Soeharto mundur. Begitu juga sebelumnya di jaman orla, Rejim Soekarno di jatuhkan bukan hanya dengan Demo Angkatan 66, tetapi merupakan konspirasi banyak pihak, sipil, Tentara, Jenderal Soeharto dan Asing. Meski sangat banyak korban harta jiwa rakyat tak berdosa lebih dari Malari tetapi isue nya fokus Anti Komunis (PKI) dan menggulingkan Rezim Soekarno.

Kemudian juga Aksi ditahun 2000 an termasuk Aksi 212 tahun 2016 yg melibatkan “jutaan” rakyat berlangsung damai dan hanya fokus utk menghukum seorang penista agama, meski diduga gerakan tersebut untuk menggulingkan presiden Jokowi. Dan walaupun saat ini dominasi asing makin bercokol tetapi Aksi 212 (maupun reuni 212), berbeda isue dan dampak, sehingga tidak bisa dibandingkan dengan gerakan Malari. Bahwa memang tidak menutup kemungkinan Gerakan 212 menjadi gerakan fenomenal apabila para tokoh gerakannya seperti Habib Rizieq, KH. Bachtiar Nasir, AA. Gym dan lainnya, saat itu “menggelorakan hasrat yang lebih besar” menuju issue Gerakan Anti Penjajahan / Gerakan Anti Neo Imperialisme / Anti Neo Kolonialisme. Namun apapun itu gerakan 212 tersebut telah berhasil membangkitkan solidaritas ummat Islam yang luar biasa, dan tentu saja takdir gerakan nya telah berkata lain.

Hakekat Malari adalah Gerakan Anti Penjajahan. Saat orde baru dominasi ekonomi politik asing makin menguat terutama Jepang dan Kapitalis Barat. Dominasi Kapital Asing adalah Penjajahan dalam bentuk baru yg ternyata berdampak lebih kompleks runyam bagi kesengsaraan nasib Rakyat Indonesia. Saat ini setelah Orde Revormasi negeri kita ternyata semakin dicengkeram oleh Dosa Kapital. Perusahaan Asing baik Jepang, China, Eropa, Amerika Zionis dan banyak lagi lainnya makin merajalela menguasai aset hajat hidup orang banyak mulai dari hulu sampai ke hilir. Mulai Multi National Corporation (MNC) yg besar, sedang, sampai kecil. Mulai bisnis tambang minyak, emas, mobil, air, online, satelit informasi, kontraktor, rumah sakit, pharmasi, dokter, lawyer, sampai ke dagangan rakyat kecil. Misal nya saja seperti Freeport, Exxon, Fox, CNN,Toyota, Mitsubishi, Sony, Samsung, Shiomi, Vivo, Wuling, Alibaba, google, Ford, BMW, de beers, microsoft, Aqua, McD, Starbuck, KFC, Uber Grab, laundry 5 asec, carefour, sampai ke retail macam Circle K, dan banyak macam lainnya.

Kemudian warisan Utang negara kita lebih dari Rp. 9000 Triliun pada era kekuasaan Jokowi dan pada masa pemerintahan Prabowo Subianto menuju lebih 9600 T pada awal 2026. Dan akan terus bertambah, karena kita berhutang lagi hanya untuk membayar Bunga Utang yg itu pun makin membengkak bahkan bisa tidak terbayar. Belum lagi tekanan tinggi nya nilai kurs dollar dan suku bunga dunia. Problematikanya juga adalah Utang yang selalu digunakan sebagai Rente Korupsi. Utang inilah senjata para pemilik Kapital yg sengaja terus di jejalkan agar bisa menjadi rentenir bagi negeri kita. Kapital ini pemiliknya mayoritas kaum “kapitalis barat-yahudi zionis”, seperti The FED, IMF, ADB, World Bank, dan banyak lembaga keuangan termasuk “kapitalis timur” yang didominasi OBOR China dan Jepang. Bahkan lembaga PBB pun notabene dalam cengkeraman oligarki para bankir vampir penghisap darah anti kemanusiaan. Homo homini lupus, segelintir manusia borjuis yang menjadi srigala bagi manusia manusia proletar tertindas. Merekalah sejati nya Penjajah Dunia yang tidak berperikemanusiaan. Kapital tidak lain adalah imperialis gaya baru yang lebih kejam.

Bahkan munculnya Populisme di dunia saat kemenangan Donald Trump di Amerika serikat tidak luput dari Capital Effect yg notabene adalah konspirasi para pemilik modal dalam menciptakan dasamuka kapital berupa wajah baru penjajahan dengan teknik rasa rupa berbeda namun tetap satu tujuan yaitu Kapital. Dan dengan Demokrasi Kapital Amoral maka Tatanan Dunia Baru akan berada dibawah Kekuasaan Penjajah yang lebih keji dari penjajah manapun yang pernah ada di muka bumi ini. Jika dianggap munculnya Populisme merupakan Antitesa dari Kapitalisme Global maka Sintesa nya adalah Imperialis Zionis Devilis. Terbukti saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump memporakporandakan tatanan dunia dengan menjadikan Yerussalem sebagai Ibukota “Imperialis Zionis Izrahell Devilis”. Tatanan yang bermula dari Penghapusan Palestina – Al Quds. Tatanan Imperialis Kolonialis mendunia yang menancapkan kekejaman zaman. Sebuah Tatanan baru New World Order yg melampaui batas batas Perikemanusiaan dan Perikeadilan. Sebuah tatanan ultra ekstrem yg sangat mengerikan. Sebuah tatanan yg melampaui ramalan Zaman Edan nya Ronggowarsito. Sebuah Perang dashyat. Perang Kapital menuju Tatanan Penjajahan Zaman Anti Kemanusiaan. Dari sinilah munculnya konflik dunia dan dari sini pulalah akan muncul perdamaian dunia.

Lalu bagaimanakah bentuk Gerakan Perlawanan Anti Penjajahan kita saat ini.
Setidak nya gerakan “kata kata Kebenaran” adalah bentuk perlawanan kita dalam menentang segala bentuk penjajahan. Kebenaran akan meruntuhkan sistem Demokrasi Kapital Amoral menuju Sistem Demokrasi yang Beradab dan berkeadilan sosial. Dan dari gerakan kata kata Kebenaran dan Kebaikan dengan nurani yang tulus inilah nantinya akan menuju Revolusi Gerakan Anti Penjajahan mengembalikan Era Kemanusiaan yang Adil dan Beradab berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Akhirnya, hanya Tuhan Maha Kuasa yang dapat mengalahkan jiwa jiwa iblis. Hanya Yang Kuasa sebagai pemberi petunjuk bagi para insan dalam rangka Perdamaian Alam Semesta. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.***

Ditulis Oleh: Moh. Syafiq Khan
(Aktivis INDEMO (Indonesian Democracy Monitor), dan Ketua Presidium Forum Alumni Universitas Mataram /FAUM Indonesia.

Libur Isra Miraj, RSUD Bakti Pajajaran Cibinong Reschedule Layanan Poliklinik Reguler 

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bakti Pajajaran Cibinong menginformasikan reschedule jadwal pelayanan Poliklinik Reguler sehubungan dengan libur Isra Miraj Jum’at 16 Januari 2026.

Adapun, untuk seluruh pasien Poliklinik Reguler yang telah memiliki surat kontrol dengan jadwal 16 Januari 2026, agar melakukan perubahan jadwal (reschedule).

Untuk periode reschedule mulai tanggal 13 hingga 15 Januari 2026, melalui admin surat kontrol, sesuai jam pelayanan di RSUD Bakti Pajajaran Cibinong.

Pasien dihimbau untuk segera menghubungi atau datang langsung ke admin surkon guna melakukan penyesuaian jadwal Poliklinik.

Jajaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bakti Pajajaran menyampaikan terima kasih dan menyampaikan permohonan maafnya kepada para pasien.

Sementara itu, jadwal layanan termasuk jadwal dokter di Poliklinik RSUD Bakti Pajajaran, beroperasi mulai hari Senin hingga Jum’at, pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi langsung nomor pelayanan di 0218753487 atau 08111191987.***

Albin 

Cuan Awal Tahun, Pemegang Saham BBRI Terima Dividen Interim Rp20,6 Triliun Pada 15 Januari

0

Bogordaily.net – Kado awal tahun berupa pembayaran dividen dibagikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kepada para pemegang saham pada Kamis, 15 Januari 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu (17/12), BBRI telah menetapkan dividen interim tunai untuk Tahun Buku 2025 sekurang-kurangnya Rp20,6 triliun atau setara dengan Rp137 per saham, dan akan dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 2 Januari 2026 (recording date).

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa pembayaran dividen ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham yang didasarkan pada kinerja keuangan perseroan yang solid, didukung oleh pertumbuhan pembiayaan UMKM serta pengelolaan risiko yang terjaga secara konsisten.

Berdasarkan struktur kepemilikan saham, dari total dividen interim tersebut, BRI akan menyetorkan dividen kepada Negara Republik Indonesia sebesar Rp11 triliun.

Sementara itu, sisanya akan dibagikan secara proporsional kepada seluruh pemegang saham publik yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada recording date.

Adapun, pembagian dividen ini mengacu pada kinerja keuangan BRI per 30 September 2025 di mana secara konsolidasian laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar Rp41,23 triliun.

Pembagian dividen interim ini telah memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Perseroan Terbatas, Peraturan OJK terkait keterbukaan informasi, serta Anggaran Dasar Perseroan yang telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.

“Melalui pembayaran dividen interim ini menjadi bukti nyata kinerja solid BRI serta fundamental bisnis yang kuat, sejalan dengan strategi pertumbuhan berkelanjutan Perseroan dalam mendukung perekonomian nasional, khususnya melalui penguatan pembiayaan UMKM dan transformasi berkelanjutan BRI ke depan. Selain itu sebagai bank milik negara, pembagian dividen interim ini juga menjadi wujud kontribusi nyata BRI dalam mendukung pembangunan nasional,” tutup Dhanny.