Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 397

Waspada Bogor Hujan, Cek Ramalan Cuaca Senin 1 September 2025

0

Bogordaily.net – Ramalan cuaca dari BMKG untuk Kota Bogor pagi hari ini, Senin 1 September 2025 diperkirakan hujan ringan sepanjang hari.

Kota Bogor yang dikenal dengan julukan Kota Hujan memang kerap kali mengalami perubahan cuaca yang cepat dan tak terduga.

Oleh karena itu, mengetahui kondisi cuaca secara akurat sangat penting agar aktivitas harian Anda tidak terganggu, baik saat berangkat kerja, sekolah, maupun beraktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Bogor dan sekitarnya. Hari ini Bogor diperkirakan berawan seharian.

Informasi ini mencakup prediksi suhu, kelembapan, potensi hujan, dan peringatan dini cuaca ekstrem jika ada.

Jadi, pastikan Anda menyimak ulasan lengkapnya agar bisa lebih waspada dan menyesuaikan rencana kegiatan Anda sepanjang hari ini.

Ramalan Cuaca Bogor Senin 1 September 2025

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21-30°C
Kelembapan: 56–95%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-31°C
Kelembapan: 53–93%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-33°C
Kelembapan: 49–93%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-33°C
Kelembapan: 49–92%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-32°C
Kelembapan: 50–91%

Tanah Sareal

Cuaca: Berawan
Suhu: 23–33°C
Kelembapan:50–92%

Walau cerah, untuk jaga-jaga apabila memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Senin 1 September 2025. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Sejarah DPR RI Pernah Dibubarkan dan Dibekukan

0

Bogordaily.net – Tuntutan membubarkan DPR tiba-tiba ramai lagi. Isu itu mencuat belakangan ini, seolah menjadi pelampiasan publik terhadap berbagai kebijakan dan kegaduhan politik.

Padahal, secara konstitusional, DPR tidak bisa dibubarkan.

Tidak oleh siapa pun, bahkan oleh presiden. UUD 1945 hasil amandemen ketiga sudah menegaskannya.

Pasal 7C berbunyi: “Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat.”

Tapi sejarah Indonesia membuktikan, hal yang dianggap mustahil itu, pernah benar-benar dilakukan.

Soekarno Membubarkan DPR 1960

Tanggal 5 Maret 1960, Presiden Soekarno mengeluarkan Penetapan Presiden No.3 Tahun 1960.

Isinya: membubarkan DPR hasil Pemilu 1955—parlemen paling demokratis kala itu.

Alasannya sederhana tapi politis. DPR menolak menyetujui APBN Rp44 miliar yang diajukan pemerintah.

Yang disahkan hanya Rp36 miliar. Soekarno marah. Lalu dengan dalih “jiwa UUD 45 dan Demokrasi Terpimpin”, DPR dibubarkan.

Sebagai gantinya, lahirlah DPR Gotong Royong (DPR-GR). Isinya 283 orang. Anggotanya bukan hasil pemilu, tapi ditunjuk langsung oleh Soekarno.

Di sana ada partai politik, ada juga militer. Yang menarik, kursi PKI melonjak. Sebaliknya, kursi partai-partai Islam menurun tajam.

Liga Demokrasi Melawan

Pembubaran DPR itu tentu menimbulkan perlawanan. Masyumi, PSI, Parkindo, Partai Katolik, NU, hingga tokoh-tokoh non-komunis mendirikan Liga Demokrasi. Bahkan Mohammad Hatta ikut mendukung.

Tapi Soekarno tidak bergeming. Liga Demokrasi dilarang. Partai-partai oposisi seperti Masyumi dan PSI juga dibubarkan.

Parlemen tinggal nama. Fungsi pengawasan hilang. DPR-GR hanya jadi stempel kebijakan pemerintah.

Baru setelah Soekarno jatuh tahun 1966-1967, DPR yang sejati kembali lahir.

Gus Dur Pun Pernah Coba

Empat dekade kemudian, Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur juga sempat mencoba. Bedanya, ia membekukan DPR dan MPR, bukan membubarkan.

Maklumat itu keluar 23 Juli 2001. Latar belakangnya: MPR pimpinan Amien Rais hendak menggelar Sidang Istimewa untuk melengserkan Gus Dur.

Namun langkah itu gagal. DPR dan MPR tetap berjalan. Sidang Istimewa tetap digelar. Gus Dur pun jatuh. Megawati langsung dilantik jadi Presiden ke-5 RI.

Mustahil, Tapi Pernah

Sejak amandemen UUD 1945, membubarkan DPR adalah hal mustahil. Konstitusi sudah memagarinya.

Tapi sejarah mencatat, dulu hal mustahil itu pernah terjadi. Dua kali bahkan. Satu berhasil, satu gagal.

Pertanyaan sekarang: apakah tuntutan membubarkan DPR hari ini sekadar suara kegerahan publik, atau tanda zaman yang sedang berulang?.***

DPD PAN Kota Bogor Gelar Khitanan Gratis, Rayakan HUT ke-27

0

Bogordaily.net – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bogor menggelar khitanan gratis untuk 27 anak yatim dan masyarakat umum, Minggu (31/8/2025). Acara sosial ini berlangsung di Gedung Serbaguna RW 05, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan.

Kegiatan khitanan gratis PAN Kota Bogor tersebut dihadiri langsung Ketua, Sekretaris, dan Aleg DPD PAN Kota Bogor beserta jajaran pengurus. Hadir pula Sekcam Bogor Selatan, Lurah Bondongan, para ketua RT/RW, serta warga sekitar yang ikut menyaksikan jalannya acara.

Ketua Panitia, Fajari Aria Sugiarto, mengatakan khitanan gratis ini merupakan bagian dari syukuran HUT PAN ke-27.

“Di HUT ke-27 PAN, khitanan gratis untuk anak yatim dan masyarakat umum diharapkan bisa menjadi inspirasi untuk terus melakukan hal baik bagi rakyat, sesuai slogan PAN ‘Bantu Rakyat’,” ujar Fajari yang juga menjabat Sekretaris DPD PAN Kota Bogor.

Selain khitanan, DPD PAN Kota Bogor juga menggelar pembagian paket pangan bagi masyarakat. Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di Kecamatan Tanah Sareal.

Ketua DPD PAN Kota Bogor, Bedjo Santoso, menegaskan kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur atas perjalanan PAN selama 27 tahun.

“Salah satu bentuk rasa syukur kami adalah mengadakan khitan gratis bagi 27 anak yatim dan masyarakat umum. Semoga bisa meringankan beban orang tua yang anaknya dikhitan hari ini,” kata Bedjo.

Dengan kegiatan ini, PAN Kota Bogor berharap dapat terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan semangat partai untuk selalu dekat dengan rakyat.***

Mako Brimob Cikeas Jadi Target Penyerangan, Polisi Tahan 4 Provokator

0

Bogordaily.net – Polisi berhasil mengamankan sebanyak 4 orang provokator yang hendak melakukan penyerangan di Mako Brimob Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Minggu 31 Agustus 2025.

Keempat pelaku penyerangan tersebut yakni M, AP, RS dan BS. Mereka memakai baju tahanan dihadirkan langsung di Mapolres Bogor, beserta beberapa barang bukti lainya seperti handphone dan bensin jenis pertalite.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan bahwa, penangkapan para pelaku tersebut berdasarkan informasi atau ajakan atau seruan aksi dari pamflet yang beredar di media sosial.

Adapun, dalam seruan tersebut isinya adalah provokasi terkait ajakan untuk melangsungkan aksi penyerangan ke markas dan Rusun Brimob yang ada di Cikeas

“Tadi malam dari personel satlat Brimob Cikeas sendiri melakukan kegiatan pengamanan Mako dan juga melakukan kegiatan patroli dari satlat Brimob Cikeas, berhasil mengamankan 17 orang terduga pelaku yang melakukan provokasi dan ajakan untuk menyerang Brimob Cikeas,” kata AKBP Wikha Ardilestanto, Minggu 31 Agustus 2025.

Bahkan, menurut Polisi, salah satu ajakannya adalah untuk menghilangkan nyawa anggota Brimob yang ada di Mako dan Rusun Cikeas.

Selain 4 pelaku, pihaknya juga berhasil mengamankan sebanyak 13 terduga pelaku lainya dan masih dilakukan pendalaman.

“Adapun setelah dilaksanakan penyelidikan dan pendalaman terhadap 17 orang, didapatkan hasil sementara bahwa ada empat orang sementara,” jelasnya.

Polisi menjelaskan, salah satu pelaku yakni M diduga berperan sebagai terduga provokator dan pembawa senjata tajam untuk melakukan penyerangan.

“Kami sudah melakukan pengecekan terhadap handphone yang bersangkutan bahwa di dalam handphone bersangkutan ada pamflet sebaran sebaran ajakan untuk melakukan penyerangan ke Mako Satlat Brimob Cikeas,” ujar AKBP Wikha.

Sementara itu, terhadap yang bersangkutan akan dikenakan pasal 45A ayat 2 junto pasal 28 ayat 2 undang-undang Nomor 1 tahun 2024 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 yaitu undang-undang ITE.

Kemudian pasal 2 ayat 1 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 terkait undang-undang darurat dan atau pasal 160 KUHP dengan ancaman pidana maksimal kurungan penjara 10 tahun.

Sebelumnya diketahui, sekelompok orang hendak melakukan penyerangan di Mako Satlat Brimob Cikeas, Kabupaten Bogor pada Sabtu 30 Agustus 2025.***

Albin Pandita

Affan Kurniawan, Pemantik Solidaritas Sosial Driver Ojol

0

Bogordaily.net – Sore itu, siapa yang bisa membayangkan perjalanan terakhir seorang pejuang keluarga berakhir begitu tragis. Affan Kurniawan, seorang driver ojek online yang tengah mengantarkan pesanan makanan, tewas setelah tubuhnya terlindas mobil brimob di tengah hiruk-pikuk demonstrasi.

Almarhum bukan bagian dari massa yang turun ke jalan, bukan pula peserta aksi yang mengusung tuntutan politik. Affan seorang pekerja harian yang hidupnya bergantung pada orderan aplikasi. Namun takdir berkata lain, maut menjemputnya di tengah riuh teriakan dan asap gas air mata.

Kabar kepergiannya cepat menyebar. Tidak butuh waktu lama, ribuan driver ojol dari berbagai sudut Jakarta, bahkan kota-kota sekitarnya, datang mengiringi jenazah Affan menuju tempat peristirahatan terakhir.

Mereka yang sebelumnya tidak mengenalnya, tiba-tiba bersatu dalam satu ikatan emosional yang kuat: solidaritas profesi.

Fenomena ini menarik untuk dibaca dari kacamata sosiologi. Émile Durkheim, seorang bapak pendiri ilmu sosiologi, pernah menyebut tentang solidaritas mekanik bahwa ikatan sosial yang tumbuh karena kesamaan pengalaman, profesi, dan kondisi hidup.’

Pemantik Solidaritas Driver Ojol

Para driver ojol, meski berbeda latar belakang daerah dan pendidikan, memiliki kesamaan nasib seperti hidup dalam ketidakpastian, bergantung pada orderan harian, dan rentan oleh risiko jalanan. Dari situlah lahir rasa “sepenanggungan” yang membentuk ikatan emosional yang tak terucap.

Solidaritas ini juga menunjukkan bagaimana komunitas informal modern dapat menggantikan fungsi-fungsi tradisional masyarakat. Jika dulu solidaritas lahir dari ikatan keluarga atau kampung halaman, kini ia tumbuh dari ruang digital antara lain dari notifikasi order, grup WhatsApp komunitas ojol, hingga kabar duka yang viral di media sosial.

Tanpa komando formal, ribuan orang bergerak, menutup jalanan, mengawal peti jenazah seorang yang bahkan belum mereka kenal sehari sebelumnya.

Kisah Affan sekaligus menjadi potret betapa rapuhnya perlindungan terhadap pekerja sektor informal. Mereka bukan hanya menghadapi bahaya dari kecelakaan lalu lintas, tetapi juga berpotensi menjadi korban dari situasi sosial-politik yang tidak mereka ikuti.

Dalam hal ini, peristiwa meninggalnya Affan dapat dibaca sebagai biografi sosial tentang nasib kelas pekerja harian yang berada di persimpangan antara kebutuhan ekonomi dan risiko sosial.

Lambangkan Persaudaraan

Di balik duka, ada pelajaran berharga, kematian Affan telah memunculkan solidaritas yang jarang kita lihat di kota besar yang individualistik. Jakarta yang sering digambarkan sebagai ruang penuh persaingan, seakan berubah menjadi ruang duka kolektif. Ribuan jaket hijau melambangkan persaudaraan yang melampaui identitas personal.

Di titik inilah kita belajar bahwa tragedi bisa memantik kesadaran kolektif. Bahwa di tengah kerasnya hidup, manusia tetap membutuhkan rasa kebersamaan. Solidaritas para driver ojol pada Affan adalah pesan bahwa di balik layar kaca ponsel yang penuh notifikasi, masih ada kemanusiaan yang hidup dan berdenyut di jalan raya.

Affan mungkin hanya satu nama di antara ribuan driver ojol di negeri ini. Tetapi kisahnya mengingatkan kita bahwa setiap pengendara yang melintas di jalanan membawa cerita hidup, perjuangan, dan keluarga yang menanti di rumah.

Di saat tragedi datang, kisah itu bisa menjelma menjadi simbol persaudaraan yang lebih besar dari sekedar profesi yakni solidaritas manusia. Selamat Jalan Affan Kurniawan.

Oleh : Agus Jatmika (Sosiolog, Pemerhati Masalah Sosial)

Lebih Hemat daripada Utang Medis, Inilah Pentingnya Bayar Iuran BPJS Tepat Waktu

0

Bogordaily.net – Membayar iuran BPJS Kesehatan bukan sekadar rutinitas bulanan, tetapi menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlangsungan sistem kesehatan nasional yang inklusif.

Pesan ini ditegaskan oleh Albert Abednego, dalam sebuah ajakan kepada masyarakat Kota Bogor agar semakin disiplin dan sadar membayar iuran tepat waktu.

Menurut dAlbert, kepatuhan peserta dalam membayar iuran merupakan kunci agar seluruh lapisan masyarakat, baik orang tua, pemuda, ibu rumah tangga, hingga lansia dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang adil dan merata.

“Saya sudah melihat banyak kebaikan yang dilakukan dengan program BPJS Kesehatan ini, namun memang belum sempurna. Namun ketidaksempurnaan tersebut memerlukan andil dari peran serta masyarakat taat membayar kepesertaan dan tunggakan serta fasilitas kesehatan yang terus berbenah melakukan pelayanan dengan efektif dan efisien. Jangan sampai program baik ini kolaps yang nantinya masyarakat juga yang akan dirugikan. Bersama dengan Jamkeswatch RS BSH berkolaborasi bersama untuk mendorong warga untuk melakukan kebaikan dimulai dari diri sendiri,” ungkap Albert Abednego.

Albert menekankan, bayar iuran tepat waktu bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga bentuk solidaritas sosial. Iuran yang terkumpul dari jutaan peserta akan membantu anggota lain yang sedang membutuhkan perawatan medis, mulai dari pengobatan ringan hingga penyakit kronis.

Di Kota Bogor sendiri, keberlanjutan layanan kesehatan sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat. Dengan iuran lancar, rumah sakit, puskesmas, hingga klinik pratama bisa memberikan layanan lebih baik, stabil, dan berkesinambungan.

Manfaat yang Langsung Dirasakan Peserta

1. Akses Medis Tanpa Beban Biaya Besar

Peserta aktif bisa berobat di fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan tanpa khawatir biaya membengkak.

2. Perlindungan untuk Keluarga

Satu kartu BPJS bisa melindungi seluruh anggota keluarga. Dengan disiplin membayar, orang tua, anak, hingga pasangan terlindungi dari risiko finansial akibat sakit mendadak.

3. Kepastian Perencanaan Kesehatan

Iuran rutin membuat keluarga tenang dalam menghadapi pemeriksaan, kontrol kesehatan, hingga tindakan medis.

4. Hemat dan Terhindar dari Utang Medis

Biaya iuran jauh lebih ringan dibandingkan biaya rawat inap yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Dampak Sosial dan Keadilan Kesehatan

Selain manfaat individu, taat membayar BPJS juga menjaga keadilan sosial. Sistem ini memastikan orang kaya maupun miskin sama-sama memiliki hak kesehatan yang sama.

Semangat gotong royong masyarakat Bogor pun tercermin di sini di mana yang sehat membantu yang sakit, dan yang mampu membantu yang kurang mampu.

Dana iuran yang stabil juga membantu fasilitas kesehatan daerah memperbaiki sarana, merekrut tenaga medis kompeten, hingga meningkatkan layanan preventif seperti vaksinasi dan edukasi kesehatan masyarakat.

Meski manfaatnya besar, masih ada tantangan di lapangan. Misalnya, keluhan ribet mendaftar, persepsi “saya sehat kenapa harus bayar?”, atau menunggak hingga berbulan-bulan. dr. Albert mengingatkan agar masyarakat mengubah pola pikir ini.

Kini, pendaftaran dan pembayaran bisa dilakukan mudah lewat aplikasi BPJS Mobile, ATM, minimarket, hingga e-wallet. Sedangkan bagi yang menunggak, kepesertaan masih bisa diaktifkan kembali setelah melunasi tunggakan.

Ajakan Kolaborasi dari Bogor

Melalui kolaborasi dengan Jamkeswatch RS BSH, Albert mengajak warga Bogor untuk saling mengingatkan, baik di forum RT, pengajian, posyandu, hingga media sosial, agar disiplin membayar iuran BPJS.

“Bayar iuran BPJS bukan hanya kewajiban, tapi bentuk kebaikan untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas. Mari kita mulai dari diri sendiri,” tegas Albert.

Semarak HUT RI ke-80, Kelurahan Loji Resmikan Koperasi Merah Putih

0

Bogordaily.net – Suasana penuh semangat terlihat di Lapangan samping Masjid Al-Muslihien, RW 004, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Minggu 31 Agustus 2025.

Warga tumpah ruah mengikuti rangkaian acara yang digelar Kelurahan Loji berkolaborasi dengan LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KMP) Loji serta di bantu oleh para ketua RT dan RW.

Kegiatan ini menghadirkan senam sehat bersama, bazar UMKM, serta sekaligus menjadi momentum peresmian Koperasi Merah Putih Kelurahan Loji.

Lurah Loji, Enditya Luhur Raharja, menyampaikan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan HUT RI ke-80.

“Dengan teman-teman LPM dan KMP Loji, kita membuat kegiatan senam sehat dan bazar UMKM. Tujuannya untuk mensosialisasikan serta mengajak warga agar bergabung dalam Koperasi Merah Putih,” jelasnya.

Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Loji, Muhamad Ridwan, menambahkan bahwa kehadiran koperasi ini diharapkan bisa menjadi wadah pengembangan ekonomi warga.

“Alhamdulillah, hari ini kita mengundang seluruh lapisan warga untuk hadir, senam bersama, sekaligus mengundang UMKM dari tiap RW. Maksud kita memperkenalkan bahwa di Loji kini sudah berdiri Koperasi Merah Putih,” ujarnya.

Ridwan menjelaskan, koperasi akan fokus merekrut anggota selama bulan pertama, kemudian mulai mengembangkan usaha di triwulan kedua.

“Anggota baru saat pembukaan ada 40 orang. Tapi tadi saat launching, Alhamdulillah jumlahnya langsung bertambah. Ke depan kita ingin bergerak di berbagai bidang usaha niaga yang bisa menyediakan sembako dengan harga yang terjangkau oleh warga khususnya anggota. Memberikan bantuan kepada UMKM dalam mempasilitasinya mempromosikan produknya, membantu permodalan melalui pinjaman yang ringan dan mejalin kerjasama dengan pihak tertentu seperti KADIN, IWAPI untuk kemajuan KKMP,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Loji, Abduloh, menyambut baik semangat kebersamaan warga dalam acara ini.

Ia berharap keberadaan koperasi mampu memperkuat solidaritas masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian warga Loji.

(Ibnu Galansa)

FORKABI Sub Ranting Cilebut Timur Gelar Pelantikan Pengurus Periode 2025-2030

Bogordaily.net – Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) Sub Ranting Portal Cilebut Timur menggelar pelantikan pengurus periode 2025-203 pada Minggu 31 Agustus 2025.

Ketua Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) Sub Ranting Portal Cilebut Timur Abdul Sunaryo mengatakan bahwa, dirinya menyambut baik kegiatan pelantikan yang dilaksanakan pada hari ini.

“Alhamdulillah hari ini acara pelantikan ranting portal yang dibentuk oleh ketua Dprt bapak Otoy dan ketua DPC bu Sonia, hari ini hari yang sangat sakral untuk ormas Forkabi dimana saya akan sumpah hari ini menjadi ketua Ranting Cilebut Timur,” kata Abdul Sunaryo kepada wartawan, Minggu 31 Agustus 2025.

Kemudian, dirinya juga turut menyampaikan apresiasi atas dukungan dari berbagai pihak seperti jajaran DPD, DPC, Kodim hingga Binmas untuk mensukseskan acara pelantikan.

“Alhamdulillah semua anggota dari DPC, DPD dan pengurus dari Kodim dan Binmas nya juga hadir agar acara diberi kesuksesan,” jelasnya.

Adapun, untuk jumlah anggota FORKABI Sub Ranting Portal Cilebut Timur saat ini ada sekitar 70 anggota. Nantinya, para anggota tersebut akan membantu kegiatan-kegiatan masyarakat khususnya di wilayah Cilebut Timur.

“Untuk Anggota ada sekitar 70an. Kegiatanya untuk membantu masyarakat bersih bersih masjid, santunan anak yatim, bantu pesantren dan macam macam kebutuhan masyarakat,” ujar Abdul Sunaryo.

Selain itu, dirinya berharap kedepan jajaran anggota FORKABI Sub Ranting Portal Cilebut Timur akan terus kompak dan solid.

“Alhamdulillah ada dukungan dan bantuan dari kelurahan dan kita koordinasi terus dengan pihak desa. Untuk Forkabi selalu jaya kebersamaanya harus ada, kompak dan juga solid,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

Forum Ormas Islam Kabupaten Bogor Serukan Umat Jaga Persatuan dan Kondusifitas Bangsa

Bogordaily.net – Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam di Kabupaten Bogor menyuarakan seruan penting kepada umat Islam untuk terus menjaga persatuan dan kondusifitas bangsa.

Seruan ini muncul di tengah menguatnya dinamika sosial politik nasional yang dikhawatirkan dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Dalam pernyataannya, Forum Ormas Islam se-Kabupaten Bogor menegaskan bahwa hak menyampaikan pendapat memang dijamin konstitusi.

Namun, penyampaian aspirasi tersebut harus dilakukan dengan cara damai, santun, serta tetap mengutamakan kepentingan bangsa yang lebih besar.

Forum Ormas Islam Kabupaten Bogor juga menekankan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mereka berjanji akan terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat maupun pemerintah, demi terciptanya suasana bangsa yang aman, damai, dan harmonis.

Menurut Forum Ormas Islam, upaya merawat persatuan tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah atau aparat keamanan.

Seluruh elemen bangsa, khususnya ormas keagamaan, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta menjaga kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memecah belah.

Ajakan Forum Ormas Islam ini ditujukan secara khusus kepada umat Islam di Kabupaten Bogor dan Indonesia pada umumnya. Mereka berharap agar setiap perbedaan pandangan politik maupun sosial tidak dijadikan alasan untuk memperuncing perpecahan.***

 

Parto Patrio Bikin Heboh Usai Diduga Sentil Eko Patrio, Mulutmu Harimaumu

0

Bogordaily.net – Usai menuai gelombang kritik dari publik karena dianggap tidak memiliki empati di tengah situasi sosial yang sedang memanas, Eko Patrio akhirnya muncul dan menyampaikan permintaan maaf melalui sebuah video.

Politisi sekaligus komedian itu mengaku menyesal dan meminta masyarakat untuk tidak lagi memperbesar polemik.

Namun, isu ini belum juga mereda. Justru, publik kembali heboh setelah Parto “Patrio”, rekan satu grup Eko semasa di dunia hiburan, diduga ikut menyinggung polemik tersebut lewat unggahan di media sosial.

Dalam unggahan itu, Parto menuliskan kalimat bernada sindiran:

“Mulutmu harimaumu, jarimu juga harimaumu, tetanggaku hari mau mudik.”

Unggahan itu sontak memantik spekulasi publik. Banyak warganet menilai kalimat tersebut adalah sindiran halus Parto kepada Eko Patrio yang kini duduk di kursi DPR.

Publik Langsung Berspekulasi

Kolom komentar di akun Parto langsung dipenuhi dengan tanggapan beragam. Sebagian netizen mendukung sikap Parto yang dianggap berani menyampaikan kritik, meski dengan gaya jenaka.

Sebagian lainnya justru menilai, pernyataan itu terlalu kabur dan bisa menimbulkan kesalahpahaman.

“Kayaknya ini buat Eko deh, pas banget timing-nya,” tulis seorang pengguna Instagram.

“Ya ampun, ini sindiran apa jokes receh? Bisa-bisa makin panas,” imbuh netizen lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, Parto belum memberikan klarifikasi mengenai maksud unggahannya. Pihak manajemen maupun keluarganya juga tidak memberikan pernyataan resmi.

Sementara itu, nama Eko Patrio dan Parto kembali menjadi trending di media sosial. Perdebatan publik semakin meluas, tak hanya membahas soal kontroversi turnamen golf DPR yang menyeret nama Eko, tetapi juga soal hubungan personal antara sesama anggota grup lawak legendaris Patrio.***