Home Blog Page 408

Percepat Pemulihan Pasca Bencana, BRI Dukung Pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebagai bagian dari Danantara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra. Kali ini, BRI dibawah koordinasi Danantara Indonesia dan dalam payung BUMN Peduli turut mendukung pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) yakni hunian layak sementara untuk memastikan keberlanjutan kehidupan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Dukungan BRI beserta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) lainnya pada pembangunan Huntara ini adalah dari sisi pembiayaan dan pemenuhan kebutuhan logistik.

Pembangunan Huntara dimulai pada 24 Desember 2025 dan menunjukkan percepatan signifikan. Sebanyak 600 unit akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah pada 8 Januari 2026 untuk selanjutnya diberikan kepada warga terdampak. Pembangunan akan dilanjutkan dengan target 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan guna memastikan ketersediaan hunian layak sementara bagi keluarga yang terdampak secara langsung. Seluruh Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, mencakup struktur yang aman, akses air bersih, fasilitas sanitasi, pasokan listrik, serta dukungan layanan kesehatan. Kawasan hunian juga dilengkapi fasilitas umum seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya untuk menunjang aktivitas sosial masyarakat.

Pada kunjungannya ke Aceh Tamiang (1/1/2026), Presiden RI Prabowo menegaskan bahwa tujuan negara adalah secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan masyarakat. “Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian, semua pihak telah bekerja dengan gemilang, dengan cepat,” tambah Presiden Prabowo.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan bahwa pencapaian pembangunan Huntara hingga awal tahun ini tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi lintas pihak, khususnya peran aktif BUMN dalam mendukung eksekusi di lapangan.

“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rosan menekankan bahwa Huntara bukan sekadar solusi jangka pendek, melainkan bagian dari tahapan pemulihan yang lebih besar. “Huntara ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kualitas dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama,” tambahnya.

Pembangunan tahap pertama Huntara merupakan hasil kolaborasi BUMN yang bergerak cepat di bawah koordinasi Danantara Indonesia dan program payung BUMN Peduli. PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyediakan lahan untuk pembangunan, sementara tujuh BUMN Karya terlibat dalam konstruksi ratusan unit Huntara dengan sistem percepatan dan modular—dipimpin oleh PT Hutama Karya (Persero) sebagai koordinator lapangan, bersama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT PP (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya (Persero).

Dukungan infrastruktur dasar turut diperkuat oleh PT PLN (Persero) yang memastikan ketersediaan listrik, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang menghadirkan konektivitas komunikasi di kawasan Huntara. Di sisi pembiayaan dan pemenuhan kebutuhan logistik, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) — melalui Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI turut mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemulihan dan memastikan proses pembangunan berjalan berkelanjutan.

Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, menyoroti disiplin eksekusi dan intensitas kerja BUMN dalam mengejar target waktu yang ketat. “Pembangunan Rumah Hunian Danantara dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas. BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, melakukan percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan agar target dapat tercapai sebelum awal tahun,” jelasnya.
Menurut Dony, koordinasi erat antara Danantara Indonesia dan BUMN pelaksana, pemerintah daerah, dan kementerian menjadi faktor utama dalam menjaga progres pembangunan tetap sesuai rencana. “Ini adalah contoh konkret bagaimana BUMN menjalankan peran strategisnya sebagai perpanjangan tangan negara, bukan hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada kepentingan sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa kontribusi BRI pada pembangunan Huntara ini merupakan bagian dari komitmen nyata BRI dalam mendukung pemulihan pascabencana. “Sebagai bagian dari Danantara, BRI turut memberikan dukungan nyata dalam program ini guna mempercepat pemulihan dan rehabilitasi masyarakat di wilayah terdampak bencana”, jelasnya.

Kawasan Huntara sendiri dilengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung, antara lain toilet, fasilitas sanitasi, serta fasilitas ibadah seperti mushola dan fasilitas pendukung lainnya guna menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat.

“Huntara memiliki fungsi penting sebagai tempat tinggal transisi yang aman, layak, dan manusiawi bagi masyarakat terdampak bencana. Melalui kontribusinya dalam pembangunan Huntara ini, BRI berharap dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal sambil menunggu proses pembangunan hunian permanen,” ujar Dhanny.

Sebelumnya, BRI Group telah melaksanakan 40 aksi tanggap darurat di berbagai wilayah Sumatera dengan dukungan 10 unit posko bencana. Bantuan yang disalurkan meliputi 6.500 paket makanan siap santap, 85.000 paket sembako, 950 paket survival kit, serta dukungan logistik berupa 600 unit hunian sementara (huntara), 10 tenda dan 1.680 unit kasur serta selimut.

Untuk mendukung aspek kesehatan dan sanitasi, BRI Group juga mendistribusikan 33 truk air bersih, 4.850 paket obat-obatan, dan 7.000 unit peralatan kebersihan, serta mengerahkan 5 unit perahu karet untuk menjangkau wilayah terdampak banjir. Secara keseluruhan, program ini telah menjangkau 100.250 jiwa penerima manfaat.

Di samping itu, sejumlah posko bencana yang didirikan BRI juga dilengkapi dengan layanan kesehatan dasar, dapur umum, distribusi logistik, serta program Trauma Healing Anak yang dilaksanakan secara rutin bekerja sama dengan mitra komunitas. Kehadiran posko ini diharapkan dapat menjadi pusat pemulihan terpadu bagi masyarakat, khususnya anak-anak, pada masa-masa krusial pascabencana.***

Wisata Air Masih Jadi Favorit, The Jungle Waterpark Bogor Panen Pengunjung saat Nataru

0

Bogordaily.net – Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 masih dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Salah satu destinasi wisata air di Kota Bogor, The Jungle Waterpark, mencatat lonjakan signifikan jumlah pengunjung sepanjang masa liburan akhir tahun.

Pengelola The Jungle Waterpark mencatat puncak kunjungan terjadi pada awal tahun 2026, dengan jumlah pengunjung menembus sekitar 5.000 orang dalam satu hari. Angka tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas wisata yang cukup solid di tengah kondisi musim hujan.

Jika dibandingkan dengan periode libur Nataru tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisatawan tahun ini mengalami kenaikan sekitar 10%. Lonjakan ini dinilai sejalan dengan tingginya minat masyarakat terhadap wisata keluarga yang mudah dijangkau dan memiliki fasilitas lengkap.

Berdasarkan pantauan bogordaily.net di lokasi, kepadatan pengunjung terlihat di sejumlah wahana favorit. Antrean panjang pun tak terhindarkan, terutama pada jam-jam puncak kunjungan.

Untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang kerap diguyur hujan, manajemen menghadirkan wahana kolam air hangat dengan suhu mencapai 38 derajat Celsius, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Selain itu, aspek keselamatan juga diperketat.

Petugas life guard disiagakan secara mobile di seluruh area wahana, sementara pemantauan cuaca dilakukan secara berkala guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung selama periode libur akhir tahun.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengelola dalam menjaga kualitas layanan sekaligus mempertahankan kepercayaan wisatawan di tengah tingginya arus kunjungan Nataru.***

Srikandi PLN UP3 Bogor Berbagi Kebahagiaan untuk Guru Pahlawan Bangsa dan Pelita Peradaban

0

Bogordaily.net – Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial dan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendidik, Srikandi PLN UP3 Bogor melaksanakan kegiatan berbagi kebahagiaan kepada para guru di lingkungan sekitar PLN UP3 Bogor.

Kegiatan ini menjadi wujud apresiasi PLN terhadap jasa guru yang telah berperan besar dalam membentuk karakter, pengetahuan, serta peradaban manusia.

Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga penerang jalan, pelita harapan bangsa, serta pilar utama dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas dan berakhlak mulia.

Melalui kegiatan ini, Srikandi PLN ingin menegaskan kembali bahwa keberhasilan masa depan bangsa tidak lepas dari pengorbanan dan dedikasi para guru.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada para guru.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para guru—pahlawan tanpa tanda jasa—yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan hatinya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui kegiatan berbagi kebahagiaan ini, kami berharap dapat menghadirkan semangat dan dukungan bagi para guru yang terus berjuang di dunia pendidikan,” ujar Gumelar.

Dalam kegiatan ini, Srikandi PLN memberikan paket bantuan sebagai bentuk kepedulian, sekaligus mempererat silaturahmi antara PLN dan masyarakat sekitar, khususnya para tenaga pendidik.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyambut baik kegiatan yang digagas oleh Srikandi PLN UP3 Bogor ini.

“Guru memiliki peran yang sangat mulia dalam membentuk peradaban dan masa depan bangsa. PLN sangat mengapresiasi dedikasi para guru, dan melalui kegiatan sosial seperti ini kami ingin menunjukkan bahwa PLN hadir tidak hanya sebagai penyedia energi listrik, tetapi juga sebagai mitra yang peduli terhadap dunia pendidikan dan masyarakat,” ungkap Sugeng.

Melalui kegiatan ini, Srikandi PLN UP3 Bogor berharap semangat kepedulian dan penghargaan terhadap para guru dapat terus tumbuh, serta menjadi pemantik bagi lebih banyak pihak untuk menebarkan kebaikan dan mendukung dunia pendidikan di Indonesia.***

Manajemen PLN UP3 Bogor Pastikan Petugas Siaga 24 Jam di Gereja Wilayah Kota Bogor Selama Perayaan Natal

0

Bogordaily.net – Dalam rangka menjaga keandalan pasokan listrik selama perayaan Natal, Manajemen PLN UP3 Bogor memastikan seluruh petugas siaga di gereja-gereja wilayah Kota Bogor berada dalam kondisi sehat, siap, dan siaga 24 jam. Upaya ini dilakukan untuk memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah Natal dengan aman, nyaman, dan khidmat.

Dipimpin langsung oleh Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, jajaran manajemen melakukan kunjungan ke sejumlah gereja untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan di lapangan. Pada kesempatan tersebut, manajemen juga memberikan buah tangan dan dukungan moril kepada petugas siaga sebagai bentuk perhatian agar petugas selalu prima dalam menjalankan tugas pengamanan pasokan listrik.

“Petugas siaga adalah garda terdepan dalam menjaga keandalan listrik selama perayaan Natal. Kami pastikan kondisi mereka sehat, siap, dan didukung penuh. Dengan adanya petugas yang bersiaga 24 jam, kami berharap seluruh kegiatan ibadah Natal di Kota Bogor dapat berjalan tanpa kendala kelistrikan,” ujar Gumelar.

Selain memastikan kondisi petugas, manajemen juga melakukan pengecekan langsung terhadap titik-titik kritikal penyulang, peralatan pendukung, armada mobile service, serta kesiapan sistem backup untuk mengantisipasi potensi gangguan yang tidak diinginkan.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif yang dilakukan manajemen PLN UP3 Bogor.

“Inisiasi manajemen yang turun langsung memastikan kesiapsiagaan petugas merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam menjaga keandalan listrik pada momen penting keagamaan. Kami berharap seluruh petugas selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Sugeng.

PLN UP3 Bogor juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya listrik serta menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile apabila menemukan indikasi gangguan di lingkungan sekitar.

Dengan kesiapsiagaan petugas di lapangan, PLN UP3 Bogor menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan listrik yang andal, aman, dan berkualitas demi mendukung kelancaran perayaan Natal di Kota Bogor.***

PLN UP3 Bogor Sapa Pengguna Kendaraan Listrik di SPKLU, Pastikan Keandalan Listrik Saat Nataru

0

Bogordaily.net — Menyambut momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jajaran manajemen PLN UP3 Bogor melakukan kunjungan langsung ke Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk menyapa para pengguna kendaraan listrik (EV) yang tengah melakukan pengisian daya.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam memastikan keandalan pasokan listrik dan kesiapsiagaan petugas selama masa siaga Nataru.

Manajemen melakukan pengecekan kesiapan peralatan, ketersediaan pasokan listrik, serta fasilitas pelayanan pelanggan di SPKLU. Petugas juga disiagakan selama 24 jam untuk memastikan seluruh kebutuhan pengisian daya pelanggan dapat terpenuhi dengan aman, nyaman, dan tanpa gangguan.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar menyampaikan bahwa pelayanan maksimal kepada pelanggan, termasuk pengguna EV, menjadi prioritas PLN pada periode libur panjang ini.

“Periode Natal dan Tahun Baru merupakan masa puncak mobilitas masyarakat. Karena itu, kami memastikan SPKLU dalam kondisi andal, aman, dan siap digunakan kapan saja. Petugas kami siaga untuk memberikan bantuan bila diperlukan sehingga pelanggan dapat berkendara dengan tenang,” ujar Gumelar.

Hal senada juga disampaikan General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo yang menegaskan bahwa penguatan infrastruktur kendaraan listrik juga menjadi bagian dari dukungan PLN terhadap ekosistem green mobility di Indonesia.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan SPKLU yang andal, terutama di jalur-jalur strategis. Momentum Natal dan Tahun Baru ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa infrastruktur EV di Jawa Barat sudah siap mendukung masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik dalam perjalanan jarak jauh,” jelas Sugeng.

Salah satu pengguna mobil listrik, Hermawan yang ditemui di SPKLU PLN mengaku merasa sangat terbantu dengan keberadaan SPKLU yang andal dan mudah dijangkau.

“Saya sering bepergian keluar kota, termasuk saat libur Nataru. Dengan adanya SPKLU yang standby seperti ini, perjalanan jadi lebih tenang. Pengisiannya mudah, petugasnya juga ramah dan siap membantu,” ungkapnya.

PLN berharap keberadaan SPKLU yang tersebar di berbagai titik strategis dapat memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna kendaraan listrik, sekaligus mendorong percepatan transisi energi bersih.

Melalui kesiapsiagaan Nataru, PLN terus memastikan pasokan listrik aman, andal, dan pelayanan tetap prima bagi seluruh pelanggan.

PLN UP3 Bogor Gelar Apel Siaga Nataru 2026 dan Doa Bersama untuk Korban Banjir & Longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

0

Bogordaily.net – Dalam rangka memastikan keandalan pasokan listrik selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2026), PLN UP3 Bogor menggelar Apel Siaga Nataru 2026 yang diikuti oleh seluruh unsur kesiapsiagaan, mulai dari pegawai PLN, petugas Pelayanan Teknik (Yantek), hingga para mitra kerja/vendor KHS.

Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan doa bersama untuk para korban musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, menyampaikan bahwa apel siaga ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh personel, peralatan, serta sistem kelistrikan berada dalam kondisi siap menghadapi meningkatnya kebutuhan listrik selama periode Nataru.

“Apel siaga ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di wilayah Bogor. Seluruh personel telah kami siapkan, mulai dari tim teknik hingga para mitra KHS. Kami juga turut memanjatkan doa untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Semoga mereka diberi kekuatan dan keselamatan,” ujar Gumelar.

PLN UP3 Bogor saat ini memiliki kemampuan daya salur sebesar 1.950 MW, jauh di atas beban puncak wilayah Bogor yang sebesear 570 MW. Dengan demikian, PLN Bogor memiliki cadangan daya yang memadai dalam menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, turut menyampaikan apresiasi atas kesiapan PLN UP3 Bogor dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama periode libur akhir tahun ini.

“Kami mengapresiasi seluruh jajaran PLN UP3 Bogor yang telah mempersiapkan personel dan peralatan secara optimal. Cadangan daya yang tersedia sangat mencukupi, dan kami berkomitmen memberikan layanan terbaik agar masyarakat dapat menikmati momen Natal dan Tahun Baru tanpa gangguan listrik. Semoga seluruh proses pelayanan dan pengamanan berjalan lancar serta seluruh petugas diberikan keselamatan dalam bertugas,” ungkap Sugeng.

Melalui apel siaga ini, PLN UP3 Bogor menegaskan kesiapannya dalam memberikan pelayanan prima serta menjamin keandalan sistem kelistrikan selama Natal & Tahun Baru 2026 berlangsung, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak banjir & tanah longsor yang sedang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Siaga Keandalan Listrik PLN UP3 Bogor untuk Mendukung Sidang Promosi Doktor Wakil Menteri Pertanian RI di IPB

0

Bogordaily.net – PLN UP3 Bogor memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sidang terbuka promosi doktor Wakil Menteri Pertanian RI Bapak Sudaryono, B.Eng.,M.M.,MBA yang digelar di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Untuk memastikan kelancaran kegiatan akademik tersebut, PLN UP3 Bogor melakukan penambahan Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 250 kVA guna menjaga keandalan pasokan listrik selama acara berlangsung.

Dengan dukungan pengamanan sistem kelistrikan tersebut, acara yang turut dihadiri oleh Direktur Utama PLN, Bapak Darmawan Prasodjo, berjalan khidmat, lancar, dan tanpa kendala kelistrikan.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memastikan keandalan listrik pada berbagai kegiatan strategis, termasuk kegiatan akademik.

“Kami merasa bangga dapat berkontribusi dalam mendukung kelancaran sidang doktoral ini. Penambahan UPS 200 kVA merupakan langkah teknis untuk memastikan keandalan pasokan listrik, sehingga seluruh proses acara dapat berjalan tanpa gangguan. Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Maman atas pencapaian akademik yang luar biasa ini,” ujar Gumelar.

Selain memastikan kesiapan sistem kelistrikan, PLN UP3 Bogor juga menyiagakan petugas di lapangan serta melakukan pemantauan beban secara berkala untuk meminimalkan potensi gangguan.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo yang turut hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi atas kinerja jajaran PLN UP3 Bogor.

“Dukungan PLN terhadap kegiatan akademik seperti ini mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan listrik yang andal bagi seluruh aktivitas masyarakat. Kami berharap keandalan layanan kelistrikan dapat terus mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing,” ungkap Sugeng.

Melalui langkah ini, PLN UP3 Bogor kembali menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan listrik yang prima, aman, dan andal bagi seluruh pelanggan, termasuk pada kegiatan akademik maupun kegiatan masyarakat lainnya.

PLN juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile sebagai sarana utama dalam mendapatkan berbagai layanan kelistrikan secara mudah, cepat, dan terintegrasi.

Jadwal One Way Puncak Bogor 2,3, 4 Januari 2026 Apakah Diterapkan? Simak Skema Lalu Lintas Terbarunya

Bogordaily.net – Memasuki awal tahun 2026, kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, kembali menjadi primadona bagi warga Jabodetabek yang ingin menutup rangkaian libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Lonjakan kendaraan diprediksi masih terjadi pada 2, 3, hingga 4 Januari 2026, sehingga pemahaman terhadap skema lalu lintas terbaru menjadi kunci agar perjalanan liburan tidak berakhir dengan macet horor berjam-jam di Simpang Gadog.

Lalu, bagaimana aturan ganjil genap Puncak dan sistem one way pada awal Januari 2026? Berikut panduan lengkapnya.

Ganjil Genap Puncak Resmi Ditiadakan

Kabar baik bagi wisatawan. Sistem ganjil genap di jalur Puncak dipastikan ditiadakan sejak 20 Desember 2025 dan masih berlaku hingga 2 Januari 2026.

Kebijakan ini ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Polres Bogor, sebagai bagian dari penanganan arus lalu lintas selama Operasi Lilin Natal dan Tahun Baru.

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Rizky Guntama, menegaskan bahwa peniadaan ganjil genap dilakukan demi memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas utama. Kami ingin memberikan kemudahan bagi wisatawan maupun warga lokal agar perjalanan ibadah dan wisata berjalan lancar tanpa terhalang sekat aturan pelat nomor,” ujar Rizky saat ditemui di Pospol Hoegeng, Simpang Gadog.

Dengan demikian, kendaraan berpelat ganjil maupun genap bebas melintas menuju Puncak pada 2 Januari 2026.

Menariknya, meski Operasi Lilin secara resmi berakhir pada 2 Januari, pihak kepolisian membuka kemungkinan perpanjangan peniadaan ganjil genap hingga Minggu, 4 Januari 2026.

Keputusan tersebut bersifat situasional, tergantung pada tingkat kepadatan kendaraan yang masuk dari arah Ciawi dan Tol Jagorawi.

One Way Tetap Jadi Andalan Polisi

Meski ganjil genap ditiadakan, bukan berarti jalur Puncak sepenuhnya bebas hambatan.

Rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) tetap menjadi andalan Satlantas Polres Bogor untuk mengurai kepadatan, terutama saat volume kendaraan melonjak drastis.

Berbeda dengan ganjil genap yang berbasis tanggal, penerapan one way dilakukan secara fleksibel dan melihat kondisi lapangan secara real time.

Berdasarkan pola pengaturan lalu lintas selama libur panjang akhir 2025 hingga awal 2026, berikut jadwal one way Puncak yang perlu diantisipasi:

One Way Arah Atas (Menuju Puncak)

  • Pukul 07.30 – 10.00 WIB
  • Prioritas kendaraan dari Jakarta, Tol Jagorawi, dan Ciawi menuju kawasan Puncak

One Way Arah Bawah (Menuju Jakarta)

  • Pukul 12.30 – 15.30 WIB
  • Diberlakukan untuk mengurai arus balik wisatawan dari Puncak, Cipanas, dan Cianjur

Normal Dua Arah

Biasanya kembali normal setelah pukul 16.00 WIB, tergantung situasi lalu lintas

Pengendara diimbau tidak memaksakan perjalanan saat one way berlangsung karena penutupan total bisa berlangsung cukup lama.

Rekomendasi Jalur Alternatif Hindari Simpang Gadog

Bagi wisatawan yang ingin tetap bergerak meski one way diberlakukan, tersedia sejumlah jalur alternatif yang bisa dipertimbangkan, khususnya untuk mobil kecil dan sepeda motor.

Jalur Sukabumi (Ciawi – Caringin)

Cocok bagi pengendara yang ingin menuju Cisarua bagian bawah dengan memutar dari arah selatan.

Jalur Sentul – Babakan Madang

Rute ini tembus ke Pasir Angin dan Megamendung, sering dipilih untuk menghindari kepadatan utama di Simpang Gadog.

Jalur Jonggol

Sangat direkomendasikan bagi wisatawan dari Bekasi dan Jakarta Timur yang ingin langsung menuju Puncak atas, Cipanas, atau Cianjur tanpa melewati Kota Bogor.***

Sambut 2026, Bupati Bogor Tegaskan Pelayanan Publik dan Sinergi Jadi Prioritas

Bogordaily.net – Memasuki Tahun 2026, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan serangkaian harapan dan komitmen besar bagi masa depan Kabupaten Bogor.

Ia menegaskan bahwa pergantian tahun bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun Bogor yang lebih maju dan berdaya saing.

Menurut Rudy, tantangan pembangunan ke depan menuntut kekompakan seluruh elemen. Pemerintah dan masyarakat, kata dia, harus berjalan seiring sebagai satu kesatuan yang saling mendukung demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan merata hingga ke pelosok wilayah Kabupaten Bogor.

Ia menilai sinergi yang solid antara pemerintah dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan stabilitas sosial, pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan kualitas hidup warga.

Pelayanan Publik Jadi Prioritas Utama

Dalam menyongsong 2026, Bupati Bogor menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan berkeadilan disebut menjadi fokus utama agar kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Pemerintah daerah, lanjut Rudy, harus hadir lebih dekat dengan warga, tidak hanya dalam program pembangunan fisik, tetapi juga dalam mendengarkan aspirasi dan keluhan masyarakat.

“Di Tahun 2026 ini, kami berharap masyarakat Kabupaten Bogor semakin kompak dan solid. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Bogor yang lebih baik,” ujar Bupati Bogor.

Ia menekankan bahwa pelayanan publik bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.

ASN Diminta Profesional dan Humanis

Bupati Bogor juga menaruh perhatian besar pada kinerja aparatur sipil negara (ASN). Ia meminta seluruh jajaran pemerintahan daerah untuk bekerja secara profesional, humanis, dan melayani dengan sepenuh hati.

Menurutnya, kualitas pelayanan pemerintah sangat ditentukan oleh integritas dan dedikasi para ASN di lapangan.

Oleh karena itu, ia mendorong budaya kerja yang berorientasi pada solusi, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan empati.

Tak hanya internal pemerintahan, Rudy Susmanto juga berharap sinergi yang telah terjalin antara Pemerintah Kabupaten Bogor, TNI-Polri, DPRD, serta seluruh pemangku kepentingan dapat semakin diperkuat di Tahun 2026.

Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, serta kelancaran pembangunan di Kabupaten Bogor.

Dengan kerja sama yang solid, berbagai tantangan sosial, ekonomi, maupun keamanan diyakini dapat dihadapi secara lebih efektif dan terkoordinasi.

Bupati Bogor optimistis, dengan kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, Kabupaten Bogor akan terus tumbuh menjadi daerah yang semakin aman, nyaman, dan sejahtera.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Tahun 2026 sebagai tahun penuh harapan baru, semangat baru, dan kerja nyata untuk kemajuan bersama.

“Semoga di Tahun 2026 Kabupaten Bogor semakin maju, aman, dan nyaman. Mari kita wujudkan Kabupaten Bogor yang lebih istimewa dan gemilang,” pungkasnya.

 

Tarif Listrik Stabil di Januari hingga Maret 2026, Berlaku untuk Pelanggan Subsidi dan Non-Subsidi

0

Bogordaily.net – Kabar positif datang bagi masyarakat Indonesia di awal tahun 2026. Pemerintah memastikan tarif listrik tidak mengalami kenaikan sepanjang triwulan pertama 2026, yakni periode Januari hingga Maret.

Kebijakan ini menjadi angin segar di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian serta tekanan biaya hidup yang dirasakan sebagian besar rumah tangga.

Dengan keputusan tersebut, pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Tak hanya rumah tangga, kepastian tarif ini juga memberikan rasa aman bagi pelaku usaha, khususnya sektor bisnis dan industri, agar tetap dapat menjalankan aktivitas produktif tanpa tambahan beban biaya operasional.

Berlaku untuk 13 Golongan Pelanggan Non-Subsidi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa tarif listrik periode Januari–Maret 2026 tidak mengalami perubahan.

Kebijakan ini berlaku bagi 13 golongan pelanggan non-subsidi, mulai dari rumah tangga, bisnis, industri, hingga instansi pemerintah.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional dan kepentingan masyarakat luas.

“Berdasarkan perhitungan parameter makro, tarif listrik sebenarnya berpotensi mengalami penyesuaian. Namun, pemerintah memutuskan untuk menahannya guna menjaga momentum pemulihan ekonomi,” ujar Tri.

Sempat Berpotensi Naik, Pemerintah Pilih Menahan Tarif

Penetapan tarif listrik sendiri mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024, yang mengatur evaluasi dan penyesuaian tarif setiap tiga bulan sekali. Penyesuaian tersebut didasarkan pada sejumlah indikator ekonomi makro, antara lain:

  • Nilai tukar rupiah
  • Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP)
  • Tingkat inflasi nasional
  • Harga Batubara Acuan (HBA)

Meski perhitungan formula tersebut menunjukkan adanya peluang kenaikan tarif, pemerintah memilih pendekatan keberpihakan sosial dengan menahan tarif agar tidak menambah beban masyarakat.

Langkah ini dinilai strategis untuk meredam potensi lonjakan inflasi serta menjaga stabilitas konsumsi domestik di awal tahun.

Pelanggan Bersubsidi Juga Aman

Tak hanya pelanggan non-subsidi, pemerintah juga memastikan tarif listrik untuk 24 golongan pelanggan bersubsidi tetap tidak berubah.

Subsidi listrik akan terus disalurkan kepada kelompok masyarakat rentan agar tetap memiliki akses energi yang terjangkau.

Kebijakan ini dipandang krusial dalam menjaga keseimbangan sosial sekaligus mendukung aktivitas ekonomi skala kecil yang bergantung pada biaya listrik yang stabil.

Pemerintah berharap kebijakan penahanan tarif listrik ini dapat memperkuat optimisme ekonomi di awal 2026 serta memberi ruang bagi masyarakat dan dunia usaha untuk beradaptasi dengan dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi terkait kebijakan energi melalui kanal Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero).