Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 410

Kemenkop Bersama Komdigi Perkuat Kolaborasi Sistem Informasi Koperasi Desa Merah Putih “Si Kopdes”

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkuat kolaborasi dalam rangka digitalisasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengatakan kolaborasi kerja sama ini dalam bentuk mengoptimalkan layanan microsite Sistem Informasi Kopdes Merah Putih atau Si Kopdes.

“Kami berkolaborasi untuk mewujudkan digitalisasi koperasi di Indonesia, terutama memperkuat ekosistem digital dalam pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih,” ucap Menkop Budi Arie usai rapat bersama jajaran Komdigi di kantor Kemenkop, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Menkop menjelaskan, kerja sama kedua lembaga nantinya akan mencakup lima isu strategis yaitu pertama konektivitas jaringan, kedua data center, dan ketiga aplikasi platform. Kemudian yang keempat Kemenkop dan Komdigi juga akan memperkuat pengelolaan komunikasi publik dalam operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih.

“Dan yang kelima adalah soal pelatihan literasi digital dan digital talent sumber daya manusia. Digital dalam pengelolaan koperasi di Indonesia. Pelatihan digital talent sumber daya manusia informasi terkait sosialisasinya akan termuat dalam microsite Si Kopdes. Nanti disosialisasikan, dilatih, agar proses update mandirinya berlangsung,” kata Menkop.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Komdigi Ismail mengatakan kesiapan pihaknya dalam menyiapkan infrastruktur digitalisasi Kopdes/Kel Merah Putih. Secara khusus, Ismail menyebut Komdigi akan fokus memperkuat infrastruktur pada daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).

“Kita ada program untuk daerah 3T yang memang tidak terlayani secara komersial, itu wilayahnya Komdigi,” kata Ismail.

Ismail menambahkan Komdigi akan melayani kebutuhan konektivitas Kopdes Merah Putih, khususnya bandwith di area-area tersebut. Ia pun memastikan Komdigi akan mengoptimalkan koneksi satelit untuk area remote di 27.800 titik akses internet seluruh Indonesia. ***

Peringati HUT RI, Anak “Texas” Bangun Kebersamaan Cegah Tawuran dan Kenakalan Remaja

0

Bogordaily.net – Lapangan Kampung Sirnagalih RT 04 Desa Harjasari Bogor Selatan pagi itu (23/8/2025) berubah ramai dengan kehadiran warga khususnya anak-anak muda yang bersemangat mengikuti kegiatan aneka perlombaan ala HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-80.

Aktivitas ini merupakan wujud dari rasa cinta tanah air dari generasi muda dalam mengekspresikan diri dan mensyukuri kemerdekaan bangsa dan negaranya.

Anak-anak muda Kampung Harjasari yang dikenal dengan nama Genk “Texas” dan selama ini dianggap “tukang tawuran” hari ini tampil kompak dalam kebersamaan menyelenggarakan dan meramaikan kegiatan tersebut.

Menurut Susi yang bertindak sebagai sebagai penanggung jawab kegiatan kegiatan menyatakan bahwa dengan adanya acara tujuh belasan kali ini adalah untuk memupuk rasa solidaritas, kekeluargaan dan empati sesama warga.

Dirinya menambahkan, kegiatan ini juga merupakan upaya menjaga keamanan, kebersihan dan ketertiban wilayah, selain itu partisipasi generasi muda menunjukkan bahwa mereka semakin kreatif dan mampu menjaga kekompakan serta menampilkan citra positif yang merubah kesan pemuda Kampung Sirnagalih khususnya RT 04 yang semakin kondusif.

“Dengan keaktifan mereka diharapkan akan terbangun rasa kebersamaan dalam mencegah tauran dan kenakalan remaja yang sering terjadi di lingkungan,” ungkap Susi dengan bangga.

Kegiatan yang turut mengundang lurah dan staf serta Babinsa dan Babinkamtibmas ini, meski tidak sempat menghadiri kegiatan tapi tidak mengurangi kemeriahan acara tersebut yang mampu mempersatukan seluruh warga dari mulai anak-anak, remaja hingga orang tua tampak antusias, guyub dan kompak mengikuti kegiatan peringatan Hari kemerdekaan di kampung Harjasari tersebut. ***

Jalur Sementara Roda Dua di Jalan Batutulis Kota Bogor Resmi Dibuka

0

Bogordaily.net – Jalur sementara bagi roda dua di jalan Saleh Danasasmita, Batutulis sudah mulai boleh digunakan bagi warga, pada Selasa 26 Agustus 2025.

Pembukaan ini dimajukan lebih awal dari rencana sebelumnya yang akan dibuka pada Rabu 27 Agustus 2025, pukul 00.00 WIB.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, mengingatkan para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati saat melintas di jalur ini. Pasalnya, lebar jalan hanya sekitar 2,5 meter dengan kondisi tanah yang masih relatif labil.

“lintasan roda dua di Batutulis sudah bisa dioperasionalkan. Namun saya mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, karena lebar jalan rata-rata sekitar 2,5 meter dan kondisi tanah masih labil,” ujar Dedie.

Dedie menyebut, lintasan ini diharapkan menjadi solusi sementara untuk mendukung kelancaran mobilitas warga, sembari menunggu penyelesaian pembangunan infrastruktur permanen.

Dedie menegaskan bahwa pekerjaan penguatan tebing dengan bronjong dan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di area Istana Batutulis terus dilakukan oleh pihak terkait. Langkah ini penting untuk memastikan aspek keselamatan pengguna jalan benar-benar terpenuhi.

“Pekerjaan penguatan tebing dan TPT tetap berjalan. Semua dilakukan agar aspek keselamatan dapat benar-benar terjamin,” jelasnya.

Dengan dibukanya lintasan roda dua sementara ini, arus lalu lintas di kawasan Batutulis diharapkan menjadi lebih lancar, sekaligus memudahkan mobilitas warga sekitar hingga infrastruktur permanen selesai dibangun. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Perkuat Ekonomi di Level Grassroot, BRI Salurkan Pembiayaan Kepada UMKM Senilai Rp1.137,84 Triliun

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus membuktikan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Hery Gunardi bahwa keberpihakan BRI diwujudkan melalui berbagai program strategis yang tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga memberdayakan pelaku UMKM agar mampu terus tumbuh sehat dan berkelanjutan.

“Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI tumbuh 6,0% secara year on year menjadi Rp1.416,6 triliun. Dari total kredit yang disalurkan tersebut, segmen UMKM mengambil porsi 80,32% atau setara Rp1.137,84 triliun. Hal tersebut merupakan wujud keberpihakan pada penguatan ekonomi dari level grassroot”, jelas Hery Gunardi.

Di samping itu, pada Semester I tahun 2025, BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp83,88 triliun kepada 1,8 juta debitur, termasuk UMKM yang menjadi pemasok program Makan Bergizi Gratis pemerintah.

“BRI juga aktif menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp13,35 triliun kepada 97.878 masyarakat berpenghasilan rendah, serta mendukung program strategis nasional seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) melalui pendampingan, pembiayaan, dan solusi digital seperti Qlola by BRI,” ujarnya.

Dari sisi inklusi keuangan, Hery melanjutkan bahwa hadirnya jaringan AgenBRILink sebanyak 1,2 juta agen juga mampu menjangkau lebih dari 67 ribu desa, dengan volume transaksi mencapai Rp843 triliun pada paruh pertama tahun ini. AgenBRILink kini berevolusi menjadi lifestyle micro provider, yang tidak hanya memfasilitasi transaksi, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi lokal.

Selain itu, program Desa BRILiaN dan KlasterkuHidupku juga terus berkembang, dengan 4.625 desa binaan dan 41.217 klaster usaha produktif yang dibentuk. Melalui platform LinkUMKM, BRI telah menghubungkan lebih dari 12,9 juta pelaku usaha dengan pasar dan mitra bisnis, sementara 54 Rumah BUMN yang dikelola BRI telah menyelenggarakan lebih dari 16 ribu pelatihan untuk meningkatkan kapasitas UMKM.

“Kami ingin memastikan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas melalui dukungan menyeluruh, mulai dari akses modal, pendampingan, hingga digitalisasi. Melalui strategi yang terintegrasi ini, BRI optimistis dapat terus menjadi mitra utama UMKM di seluruh Indonesia, memperluas inklusi keuangan, dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan”, pungkas Hery. ***

Aset Desa Bakal Dioptimalkan Guna Mendukung Kelancaran Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menekankan pentingnya kesiapan aset desa dalam mendukung percepatan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

Sehingga inventarisasi aset desa yang idle yang siap difungsikan untuk menjalankan bisnis Kopdes/Kel Merah Putih kini menjadi perhatian utama dari Satuan Tugas (Satgas) Nasional Percepatan Pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) yang sekaligus menjabat sebagai Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Kopdes/Kel Merah Putih Ferry Juliantono, menekankan bahwa tanpa dukungan aset fisik, kegiatan bisnis koperasi tidak dapat berjalan maksimal.

Aset-aset seperti balai desa, eks bangunan SD Inpres, maupun aset yang sebelumnya dikelola PT Pos Indonesia namun kini tidak digunakan, dapat dioptimalkan pemanfaatannya.

“Jadi jumlahnya berapa dan letaknya di mana aset ini perlu diinventarisasi agar nantinya bisa digunakan oleh Koperasi Desa yang pada periode Agustus September ini sudah masuk tahap operasionalisasi,” ujar Wamenkop Ferry Juliantono saat memimpin Rapat Koordinasi Inventarisasi Aset Kopdes/ Kel Merah Putih di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (26/08).

Hadir dalam rapat tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono, Deputi Bidang Digitalisasi dan Kelembagaan Kemenkop Henra Saragih, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop Panel Barus, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari, Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Kemenkop Koko Haryono, serta jajaran Kementerian/Lembaga terkait lainnya.

Aset-aset ini akan diupayakan untuk dapat digunakan oleh Kopdes/ Kel Merah Putih dalam mendukung kegiatan usahanya. Ke depan data terkait aset milik pemerintah baik pusat ataupun daerah diyakini akan terus bertambah sejalan dengan proses pendataan dan inventarisasi yang kini masih terus dilakukan oleh lintas Kementerian dan Lembaga.

“Jadi ini bentuk dukungan percepatan operasionalisasi, di mana masing-masing kementerian menyerahkan data asetnya yang nanti akan kami padukan di dalam microsite,” ujarnya.

Dengan target 15 ribu koperasi berjalan pada Agustus 2025 ini, Wamenkop Ferry menegaskan kembali bahwa penguatan basis aset fisik menjadi syarat utama percepatan koperasi. Diharapkan agar inventarisasi aset dapat dilakukan percepatan oleh Kementerian/ Lembaga yang termasuk dalam Satgas bisa segera diselesaikan secara detail.

“Kalau kita tidak didukung keberadaan aset fisiknya, kegiatan operasional Kopdes tidak bisa dimulai. Karena itu, penguatan kelembagaan dan infrastruktur harus dipastikan tersedia,” katanya.

Sementara itu Direktur Fasilitasi Perencanaan, Keuangan dan Aset Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahri menyebutkan bahwa masih banyak desa dan pemerintah daerah yang belum melaporkan aset mereka.

Dari total lebih dari 75.266 desa, baru sekitar 21 persen atau 16.059 desa yang menyampaikan laporan inventarisasi aset. Artinya, masih ada 59.207 desa yang belum melaporkan. Kendala utama dari inventarisasi aset yang belum maksimal karena belum adanya pemisahan data yang jelas antara aset tanah dan bangunan yang digunakan maupun yang idle.

“Sebagai upaya mempercepat pendataan aset, Kemendagri akan menerbitkan Surat Edaran (SE) bagi kepala daerah termasuk kepala desa/ lurah untuk segera melaporkan aset-aset idle yang dimilikinya untuk selanjutnya dapat disinkronisasi guna mendukung percepatan operasional koperasi,” kata Bahri. ***

Indonesia Resmi Menjabat Ketua BIMP-EAGA 2025–2028

0

Bogordaily.net – Indonesia resmi memegang kursi keketuaan Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philippines – East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) untuk periode 2025–2028.

Kepemimpinan ini ditandai melalui pelaksanaan The 12th BIMP-EAGA Micro, Small & Medium Enterprises Development Working Group (MSMED WG) yang berlangsung di Bali, pada 25–26 Agustus 2025.

Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) selaku tuan rumah penyelengaraan The 12th BIMP-EAGA MSMED WG, yang diwakili oleh Deputi Bidang Usaha Menengah, Bagus Rachman, menyampaikan apresiasi kepada Brunei Darussalam atas kepemimpinannya dalam tiga tahun terakhir. Ia sekaligus menegaskan kesiapan Indonesia untuk membawa semangat kolaborasi baru bagi penguatan UMKM di kawasan sub-regional Asia Tenggara.

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian di Indonesia. Mereka telah membuktikan daya saing melalui fleksibilitas, kreativitas, dan ketahanan di masa krisis. Namun, masih banyak tantangan yang harus diatasi bersama,” kata Bagus Rachman saat membuka pertemuan.

Bagus menjelaskan, BIMP-EAGA merupakan inisiatif kerja sama sub-regional yang berfokus pada percepatan pembangunan sosial-ekonomi di wilayah terpencil dan kurang berkembang di keempat negara anggotanya. Kerja sama ini mencakup peningkatan konektivitas, perdagangan, investasi, pariwisata, serta sektor strategis lainnya.

Sebagai ketua baru, kata Bagus, Indonesia menekankan sejumlah program prioritas yang sejalan dengan agenda nasional, antara lain penguatan ekosistem digital, fasilitasi legalitas dan sertifikasi produk. Selain itu peningkatan akses pembiayaan, perluasan pasar domestik dan internasional, serta pengembangan kemitraan usaha berbasis klaster melalui Program Holding UMKM.

Khusus di sektor perkebunan, Indonesia menyoroti penguatan rantai pasok kakao sebagai salah satu komoditas unggulan yang berpotensi memperkuat kerja sama regional.

“Kami memiliki sekitar 30,1 juta UMKM yang berperan besar dalam menyerap tenaga kerja, menghasilkan pendapatan, dan mendorong inovasi lokal. BIMP-EAGA menjadi platform penting untuk berbagi pengalaman, menyelaraskan kebijakan, serta merumuskan strategi bersama agar UMKM mampu bersaing di pasar regional maupun global,” kata Bagus Rachman.

Selain pertemuan resmi, delegasi dari Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina juga mengunjungi salah satu usaha pengolahan kakao berskala menengah di Bali.

“Kunjungan ini bertujuan memperkuat potensi kemitraan rantai pasok antar-UMKM di kawasan, sekaligus menunjukkan peluang ekspor kakao Indonesia yang selama ini telah masuk ke pasar negara tetangga,” kata Bagus.

Pertemuan ini turut menghadirkan 10 UMKM lokal yang menampilkan produk unggulan mereka, sebagai wujud nyata kontribusi pelaku usaha kecil menengah dalam mendukung ekonomi berkelanjutan. Diharapkan forum ini menghasilkan diskusi konstruktif, pertukaran gagasan yang bermanfaat, serta langkah konkret bagi penguatan UMKM di kawasan BIMP-EAGA. ***

Kondisi Terkini Vidi Aldiano, Netizen Ramai Doakan Kesembuhan Sang Penyanyi

0

Bogordaily.net – Kabar mengenai kondisi kesehatan Vidi Aldiano kembali menjadi perhatian publik. Penyanyi berusia 35 tahun itu diketahui masih berjuang melawan kanker ginjal stadium 3 yang dideritanya sejak 2019.

Kekhawatiran netizen semakin besar setelah penampilan Vidi di panggung ulang tahun salah satu stasiun televisi, Jumat 22 Agustus 2025, beredar luas di media sosial. Dalam rekaman video, terlihat Vidi turun dari panggung dengan dituntun oleh Deddy Corbuzier.

“Bisa jalan? Sehat? Kok jalannya pelan-pelan,” ujar Deddy.

Dengan senyum, Vidi mencoba meyakinkan penonton. “Bisa, bisa. Aku tuh nggak sesakit itu tau,” jawabnya.

Meski begitu, banyak yang menyoroti perubahan fisik pelantun Nuansa Bening tersebut. Tubuhnya terlihat jauh lebih kurus, bahkan ada netizen yang menduga dirinya memakai wig.

“Kelihatan turun banget berat badannya. Semoga panjang umur dan sehat kembali ya, Vid,” tulis seorang netizen.

“Pake wig ya? Cepat sembuh ya,” imbuh lainnya.

“Banyak pejuang kanker yang sembuh, dan aku yakin Vidi salah satunya. Mentalnya harus dijaga,” komentar warganet lain memberi semangat.

Hidup dengan Satu Ginjal

Sejak operasi pengangkatan ginjal kiri pada 2019, Vidi menjalani hidup dengan satu ginjal. Namun perjuangannya tidak berhenti sampai di situ.

Pada Juni lalu, ia mengumumkan kabar kurang menyenangkan: hasil pemeriksaan medis menunjukkan pertumbuhan sel kanker yang semakin cepat.

Dokter kemudian mengganti obat kemoterapi ke jenis baru dengan efek samping lebih kuat. Salah satunya, membuat berat badan Vidi turun drastis hingga 10 kilogram sepanjang 2025.

Meski begitu, Vidi bertekad tetap menjaga kondisi tubuhnya. Ia rutin berolahraga agar tetap bugar dan tidak menyerah pada keadaan.

Dukungan dari orang-orang terdekat menjadi kekuatan utama Vidi. Ayahnya, Harry Kiss, mengungkapkan bahwa keluarga berusaha menjaga mental sang penyanyi agar tetap optimis.

Menurut Harry, Vidi kini menjalani kemoterapi rutin setiap dua minggu sekali.

“Kami berusaha selalu ada di sampingnya agar mentalnya tetap kuat,” ujarnya.

Publik pun ramai mendoakan kesembuhan Vidi Aldiano. Banyak yang berharap perjuangannya melawan kanker berakhir dengan kemenangan dan ia bisa kembali tampil sehat seperti sediakala.***

Mobil Truk Pengangkut Semen Putus Tali di Cibinong, Puluhan Sak Semen Terurai Ke Jalan

Bogordaily.net – Sebuah mobil truk pengangkut semen mengalami putus tali di Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Selasa 26 Agustus 2025.

Berdasarkan pantauan Bogordaily.net dilokasi terlihat, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, yang menyebabkan puluhan sak semen terurai ke jalan dan sempat menyebabkan sedikit kemacetan.

Supir Truk Pengangkut Semen, Nanang mengungkapkan bahwa, awalnya ia berkendara dari Ciawi menuju salah satu toko bangunan di wilayah Kecamatan Cibinong untuk mengantar ratusan sak semen.

“Ini saya dari Ciawi mau nganter semen ke toko bangunan di Cibinong. Total ada 220 semen mau saya anter,” kata Nanang kepada wartawan, Selasa 26 Agustus 2025.

Menurut dia, pada saat berkendara menuju toko bangunan, truk miliknya tiba tiba mengalami putus tali akibat tali tambang yang dinilai tak kuat menahan beban. Sehingga puluhan sak semen terjatuh ke jalan.

“Tiba tiba tadi pas belokan jalan mau ke arah Cibinong samping masjid tali penahan semen putus. Ada kali banyak sekitar 50 an semen itu pada jatuh ke jalan,” jelasnya.

Kemudian, dirinya telah meminta bantuan kepada pihak toko bangunan yang ia ingin tuju untuk dapat membantu mengangkut semen semen yang jatuh tersebut.

“Karena udah deket, tadi saya sempet hubungin ke toko bangunanya buat minta tolong biar cepet diangkut semen nya,” ujar Nanang.

Lebih lanjut, dirinya menyebut peristiwa itu sebagai musibah serta kelalaian, dan saat ini pihaknya tengah berupaya untuk mengangkut semen tersebut agar lalu lintas tak tersendat.

“Ya namanya musibah nggak ada yang tau, saya mah khawatir ajah ini gara2 semen pada jatoh, jalan jadi macet, ya semoga ajah cepat ini penangananya biar gak macet,”  ungkapnya.

(Albin Pandita)

Rakor TIMPORA Kota Bogor 2025, Kukuhkan Desa Binaan Imigrasi

0

Bogordaily.net – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kota Bogor, Selasa 26 Agustus 2025 di Hotel Royal Bogor.

Mengusung tema “Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi serta Sinergitas dan Kolaborasi Membangun Wilayah Bogor yang Tertib dan Aman”.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat, perwakilan Forkopimda, serta instansi terkait yang tergabung dalam TIMPORA.

Sebanyak 43 peserta hadir, terdiri dari TNI, Polri, Kejaksaan, Pemda, Bea Cukai, Pengadilan Negeri, BIN, BP2MI, Kementerian Agama, dan Ditjen Imigrasi Jawa Barat.

Rakor bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pengawasan orang asing, mendeteksi potensi pelanggaran keimigrasian, serta mencegah tindak pidana seperti penyalahgunaan izin tinggal, perdagangan orang (TPPO), penyelundupan manusia (TPPM), hingga penyebaran paham radikal.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat menekankan pentingnya sinergi antarinstansi.

“Sinergitas antar instansi merupakan kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas dan ketertiban wilayah, khususnya dalam hal pengawasan orang asing,” ujarnya.

Momentum rakor juga ditandai dengan pengukuhan Kelurahan Tegallega, Kota Bogor, sebagai Desa Binaan Imigrasi 2025.

Program ini bertujuan meningkatkan edukasi masyarakat terkait keimigrasian, termasuk upaya pencegahan praktik TPPO dan TPPM.

Paparan TIMPORA menyoroti titik-titik rawan keberadaan orang asing di Kota Bogor, seperti sektor pendidikan, industri, hingga pemukiman.

Beberapa potensi kerawanan di antaranya konflik horizontal antara pengungsi dengan masyarakat, penyalahgunaan izin tinggal, serta tindak pidana lain.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Ritus Ramadhana, berharap hasil rapat ini memperkuat jaringan pengawasan.

“Kami berharap kegiatan ini bermanfaat bagi seluruh instansi peserta, sehingga pengawasan orang asing dan penegakan hukum dapat berjalan optimal,” tegasnya.

Dengan terlaksananya Rakor TIMPORA 2025, diharapkan Kota Bogor semakin kondusif, aman, dan tertib dalam menghadapi dinamika pergerakan orang asing.

(Ibnu Galansa)

Langkah DLH Tata Permasalahan Sampah di Kabupaten Bogor, Kelola TPS Hingga RDF

Bogordaily.net – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus menata permasalahan sampah yang menumpuk di wilayah Kabupaten Bogor.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Teuku Mulya menjelaskan bahwa, pihaknya bakal mengelola berbagai Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sejumlah wilayah khususnya melalui proses recycle atau pemilahan sampah kembali.

“TPS kita akan kedepan role model sampah ini akan kita selesaikan di hulu nya melalui proses pemilahan,” kata Teuku kepada wartawan, Selasa 26 Agustus 2025.

Menurut dia, beberapa sampah baik organik maupun anorganik nantinya akan dipilah terlebih dahulu, untuk dijadikan sebagai barang siap pakai maupun bahan bakar untuk masyarakat.

“Jadi semuanya bisa memilah dan semuanya bisa berbenah dari mulai organik sudah pasti, anorganik dipilah lagi, kalo plastik dan lain sebagainya jadi bahan baju dan sebagainya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, beberapa sampah berbahan plastik yang sulit didaur ulang pun nantinya akan dilakukan proses pemilahan melalui Refuse Derived Fuel (RDF).

“Yang paling parah itu seperti plastik plastik atau pampers dan itu ternyata kalo prosesnya tepat itu bisa jadi rdf atau bahan bakar untuk pabrik semen,” ujar Teuku.

Lebih lanjut, Ia menambahkan, permasalahan sampah tersebut dapat ditangani dengan baik, dengan adanya kerjasama dari tingkat Rt, Rw desa hingga Kecamatan.

“Jadi sebenernya selesai sampah itu dalam satu tata kelola yang baik tetapi mindsetnya dulu diubah mulai dari level keluarga rtrw desa kecamatan dan sebagainya, kira2 itu roadmap kita,” ungkapnya.

(Albin Pandita)