Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 411

Mobil Truk Pengangkut Semen Putus Tali di Cibinong, Puluhan Sak Semen Terurai Ke Jalan

Bogordaily.net – Sebuah mobil truk pengangkut semen mengalami putus tali di Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Selasa 26 Agustus 2025.

Berdasarkan pantauan Bogordaily.net dilokasi terlihat, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, yang menyebabkan puluhan sak semen terurai ke jalan dan sempat menyebabkan sedikit kemacetan.

Supir Truk Pengangkut Semen, Nanang mengungkapkan bahwa, awalnya ia berkendara dari Ciawi menuju salah satu toko bangunan di wilayah Kecamatan Cibinong untuk mengantar ratusan sak semen.

“Ini saya dari Ciawi mau nganter semen ke toko bangunan di Cibinong. Total ada 220 semen mau saya anter,” kata Nanang kepada wartawan, Selasa 26 Agustus 2025.

Menurut dia, pada saat berkendara menuju toko bangunan, truk miliknya tiba tiba mengalami putus tali akibat tali tambang yang dinilai tak kuat menahan beban. Sehingga puluhan sak semen terjatuh ke jalan.

“Tiba tiba tadi pas belokan jalan mau ke arah Cibinong samping masjid tali penahan semen putus. Ada kali banyak sekitar 50 an semen itu pada jatuh ke jalan,” jelasnya.

Kemudian, dirinya telah meminta bantuan kepada pihak toko bangunan yang ia ingin tuju untuk dapat membantu mengangkut semen semen yang jatuh tersebut.

“Karena udah deket, tadi saya sempet hubungin ke toko bangunanya buat minta tolong biar cepet diangkut semen nya,” ujar Nanang.

Lebih lanjut, dirinya menyebut peristiwa itu sebagai musibah serta kelalaian, dan saat ini pihaknya tengah berupaya untuk mengangkut semen tersebut agar lalu lintas tak tersendat.

“Ya namanya musibah nggak ada yang tau, saya mah khawatir ajah ini gara2 semen pada jatoh, jalan jadi macet, ya semoga ajah cepat ini penangananya biar gak macet,”  ungkapnya.

(Albin Pandita)

Rakor TIMPORA Kota Bogor 2025, Kukuhkan Desa Binaan Imigrasi

0

Bogordaily.net – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kota Bogor, Selasa 26 Agustus 2025 di Hotel Royal Bogor.

Mengusung tema “Pengukuhan Desa Binaan Imigrasi serta Sinergitas dan Kolaborasi Membangun Wilayah Bogor yang Tertib dan Aman”.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat, perwakilan Forkopimda, serta instansi terkait yang tergabung dalam TIMPORA.

Sebanyak 43 peserta hadir, terdiri dari TNI, Polri, Kejaksaan, Pemda, Bea Cukai, Pengadilan Negeri, BIN, BP2MI, Kementerian Agama, dan Ditjen Imigrasi Jawa Barat.

Rakor bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pengawasan orang asing, mendeteksi potensi pelanggaran keimigrasian, serta mencegah tindak pidana seperti penyalahgunaan izin tinggal, perdagangan orang (TPPO), penyelundupan manusia (TPPM), hingga penyebaran paham radikal.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat menekankan pentingnya sinergi antarinstansi.

“Sinergitas antar instansi merupakan kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas dan ketertiban wilayah, khususnya dalam hal pengawasan orang asing,” ujarnya.

Momentum rakor juga ditandai dengan pengukuhan Kelurahan Tegallega, Kota Bogor, sebagai Desa Binaan Imigrasi 2025.

Program ini bertujuan meningkatkan edukasi masyarakat terkait keimigrasian, termasuk upaya pencegahan praktik TPPO dan TPPM.

Paparan TIMPORA menyoroti titik-titik rawan keberadaan orang asing di Kota Bogor, seperti sektor pendidikan, industri, hingga pemukiman.

Beberapa potensi kerawanan di antaranya konflik horizontal antara pengungsi dengan masyarakat, penyalahgunaan izin tinggal, serta tindak pidana lain.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Ritus Ramadhana, berharap hasil rapat ini memperkuat jaringan pengawasan.

“Kami berharap kegiatan ini bermanfaat bagi seluruh instansi peserta, sehingga pengawasan orang asing dan penegakan hukum dapat berjalan optimal,” tegasnya.

Dengan terlaksananya Rakor TIMPORA 2025, diharapkan Kota Bogor semakin kondusif, aman, dan tertib dalam menghadapi dinamika pergerakan orang asing.

(Ibnu Galansa)

Langkah DLH Tata Permasalahan Sampah di Kabupaten Bogor, Kelola TPS Hingga RDF

Bogordaily.net – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus menata permasalahan sampah yang menumpuk di wilayah Kabupaten Bogor.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Teuku Mulya menjelaskan bahwa, pihaknya bakal mengelola berbagai Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sejumlah wilayah khususnya melalui proses recycle atau pemilahan sampah kembali.

“TPS kita akan kedepan role model sampah ini akan kita selesaikan di hulu nya melalui proses pemilahan,” kata Teuku kepada wartawan, Selasa 26 Agustus 2025.

Menurut dia, beberapa sampah baik organik maupun anorganik nantinya akan dipilah terlebih dahulu, untuk dijadikan sebagai barang siap pakai maupun bahan bakar untuk masyarakat.

“Jadi semuanya bisa memilah dan semuanya bisa berbenah dari mulai organik sudah pasti, anorganik dipilah lagi, kalo plastik dan lain sebagainya jadi bahan baju dan sebagainya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, beberapa sampah berbahan plastik yang sulit didaur ulang pun nantinya akan dilakukan proses pemilahan melalui Refuse Derived Fuel (RDF).

“Yang paling parah itu seperti plastik plastik atau pampers dan itu ternyata kalo prosesnya tepat itu bisa jadi rdf atau bahan bakar untuk pabrik semen,” ujar Teuku.

Lebih lanjut, Ia menambahkan, permasalahan sampah tersebut dapat ditangani dengan baik, dengan adanya kerjasama dari tingkat Rt, Rw desa hingga Kecamatan.

“Jadi sebenernya selesai sampah itu dalam satu tata kelola yang baik tetapi mindsetnya dulu diubah mulai dari level keluarga rtrw desa kecamatan dan sebagainya, kira2 itu roadmap kita,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

Perkuat Kerjasama Dengan Asobsi, RSUD Bakti Pajajaran Dukung Penerapan Bank Sampah 

Bogordaily.net – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bakti Pajajaran Cibinong memperkuat kerjasama dalam bidang pengelolaan sampah dan lingkungan hidup.

Hal tersebut dilakukan usai menerima kunjungan Ketua Asobsi (Asosiasi Bank Sampah Indonesia) di Aula Cendrawasih RSUD Bakti Pajajaran beberapa waktu lalu.

Direktur RSUD Bakti Pajajaran dr Yukie Meistisia menjelaskan bahwa, kunjungan ini dilakukan dalam rangka membahas pentingnya penerapan bank sampah.

Tentunya sebagai upaya konkret dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Program bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengurangan volume sampah yang dibuang ke lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi, sosial, dan edukatif,” ujar dr Yukie, Selasa 26 Agustus 2025.

Selain menghadirkan program bank sampah, baru baru ini dalam rangka memperkuat upaya pengendalian Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Bogor, RSUD Bakti Pajajaran Cibinong juga menghadirkan aplikasi digital terbarunya yaitu TB Care.

Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan pasien dalam mengakses jadwal kontrol,z memantau efek samping obat.

Serta melihat perkembangan pengobatan secara transparan dan mandiri.

“Aplikasi TB Care merupakan bentuk transformasi digital dalam pelayanan kesehatan, khususnya bagi penderita TBC,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

Sri Mulyani Digeruduk Mahasiswa UI, Pilih Bungkam saat Didesak soal Pajak dan Transfer Daerah

0

Bogordaily.net – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjadi sorotan usai digeruduk sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) di Depok, Senin 25 Agustus 2025.

Insiden itu terjadi setelah dirinya selesai mengisi kuliah umum di Balai Purnomo Prawiro, Fisip UI.

Dalam sebuah video yang beredar, tampak beberapa mahasiswa mencoba menghadang dan melontarkan sejumlah pertanyaan yang langsung diarahkan kepada Sri Mulyani.

Mereka menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan bukan sekadar suara pribadi, melainkan titipan dari keluarga dan orang tua mereka yang merasa terbebani oleh pajak.

“Tolong dijawab, kami cuma tiga pertanyaan, Bu. Ini titipan dari orang tua kami, keluarga kami, ayah-ibu kami yang dipajaki negara,” ujar salah satu mahasiswa dengan suara lantang.

Pertanyaan yang diajukan mahasiswa tersebut menyoroti berbagai kebijakan pemerintah, salah satunya terkait pemotongan dana transfer ke daerah.

Mereka menilai kebijakan itu berdampak pada naiknya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di berbagai wilayah.

“Terkait pemotongan transfer ke daerah seperti apa? Di daerah akhirnya PBB dinaikkan,” tambah mahasiswa lain yang ikut mendesak jawaban.

Namun, Sri Mulyani memilih bungkam. Ia hanya terlihat berjalan meninggalkan lokasi tanpa menanggapi pertanyaan yang dilontarkan mahasiswa.

Keputusan bungkam itu lantas menimbulkan reaksi beragam, baik di kalangan mahasiswa maupun publik di media sosial.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak mahasiswa terkait tuntutan detail yang mereka sampaikan, maupun klarifikasi dari pihak Kementerian Keuangan atas situasi tersebut.***

Wamenkop: BUMN dan Swasta Siap Menambah Kegiatan Usaha Kopdes Merah Putih

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) sekaligus Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih Ferry Juliantono menyatakan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga swasta khususnya produsen pangan menyatakan dukungannya dalam pengoperasian Kopdes/Kel Merah Putih melalui penambahan kegiatan usaha dengan menyuplai produk-produk unggulannya.

Adanya jaminan pasokan komoditas atau produk dari BUMN dan swasta tersebut diharapkan kegiatan operasional dari Kopdes/Kel Merah Putih dapat terus berlanjut dan akses masyarakat terhadap komoditas utama dapat lebih mudah dan harga lebih terjangkau.

Keterlibatan BUMN dan swasta terutama para produsen di sektor pangan akan semakin menyempurnakan ekosistem bisnis Kopdes/ Kel Merah Putih.

“Harapan Pak Presiden yaitu barang-barang (produk dasar) bisa dijual ke masyarakat melalui Koperasi dengan harga yang lebih terjangkau, oleh sebab itu peluang ini bisa diisi oleh BUMN atau swasta melalui gerai-gerai yang ada di Kopdes Merah Putih,” kata Wamenkop Ferry Juliantono saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Operasionalisasi dan Pengembangan Gerai Sembako Kopdes/ Kel Merah Putih bersama para Produsen Pangan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (26/8).

Hadir dalam rapat, Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono, Deputi Bidang Digitalisasi dan Kelembagaan Kementerian Koperasi (Kemenkop) Henra Saragih, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari, Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Kemenkop Koko Haryono. Turut serta pula jajaran Kementerian/Lembaga dan pimpinan dari perusahaan swasta atau asosiasi terkait lainnya.

Ribuan Gerai Koperasi Mulai Aktif

Hingga 25 Agustus 2025 terdapat 7.905 gerai koperasi aktif dari 6.337 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang sudah memiliki minimal satu unit usaha/ gerai yang siap disinergikan dengan BUMN atau swasta dalam hal penyediaan/ pengadaan produk atau komoditas pangan untuk diperjualbelikan melalui Kopdes/ Kel Merah Putih. Secara nasional pada Agustus – September 2025 sebanyak 15.000 – 25.000 unit Kopdes/ Kel Merah Putih sudah dapat beroperasi.

Dalam arahannya, Wamenkop Ferry menegaskan bahwa gerai usaha dari Kopdes/Kel Merah Putih tidak hanya menjadi tempat jual beli sembako saja, melainkan dapat berfungsi sebagai kantor pusat layanan publik di desa.

Salah satu target prioritas dari Kopdes/Kel Merah Putih yaitu dapat menjadi pusat penyaluran program pemerintah ataupun barang-barang yang disubsidi oleh negara seperti gas LPG 3 Kg, Pupuk Bersubdisi, Beras untuk masyarakat miskin dan lainnya hingga penyaluran bantuan sosial lainnya. Beberapa komoditi seperti benih, produk ayam olahan,teh, singkong, dan gula juga dapat menambah kegiatan usaha Kopdes/Kel Merah Putih.

“Fungsi Kopdes ini bisa menjadi ganda yaitu menjual barang, menyalurkan program pemerintah pusat, sekaligus berperan sebagai gudang dengan fasilitas dryer, cold storage, dan titik serah barang subsidi. Bahkan termasuk menampung hasil produksi pertanian dan kerajinan makanan lokal,” jelasnya.

Wamenkop kembali menegaskan bahwa ekosistem Kopdes/ Kel Merah Putih sangat terbuka bagi seluruh pihak baik BUMN atau Swasta untuk melakukan kemitraan atau kerjasama secara business to business (BtoB).

Keterlibatan BUMN

Terkait dengan keterlibatan BUMN sebagai produsen produk-produk yang disubsidi, Kopdes/ Kel Merah Putih diharapkan dapat menjadi agen atau sub distributor sehingga dapat memberikan nilai tambah yang lebih bagi masyarakat maupun UMKM yang ada di desa.

“Kita tidak ingin Kopdes ini justru menciptakan persaingan dengan warung UMKM. Justru posisinya bisa menjadi agen sub distributor, sehingga membantu memperkuat jaringan distribusi,” katanya.

Dengan keterlibatan BUMN, swasta, dan asosiasi petani dan stakeholder lainnya, Wamenkop Ferry optimistis keberadaan Kopdes/Kel Merah Putih ini akan memperpendek rantai pasok dan menekan biaya logistik. Rantai distribusi yang lebih sederhana diharapkan mampu menghadirkan barang subsidi tepat sasaran, sesuai harga ketentuan, dan tersedia sesuai kebutuhan masyarakat desa.

Sehingga Wamenkop Ferry mengapresiasi komitmen dari BUMN, swasta, asosiasi dan stakeholder lainnya dalam upaya memaksimalkan proses operasi dari Kopdes/ Kel Merah Putih.

“Kolaborasi ini sangat penting. Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi bapak-ibu semua untuk berpartisipasi membangun ekosistem Kopdes Merah Putih yang lebih baik,” ujarnya.

Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono mendukung penguatan model bisnis dari Kopdes/ Kel Merah Putih. Menurutnya, pemangkasan rantai pasok akan membuat harga kebutuhan pokok lebih stabil di tingkat desa.

“Kopdes ini harus mampu menjadi distributor level akhir di desa agar masyarakat tertarik, dan barang tersedia tepat waktu dengan harga sesuai ketentuan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Tunov Mondro Atmojo menekankan pentingnya peran Kopdes/ Kel Merah Putih sebagai offtaker.

Dia berharap Kopdes dapat menjadi badan usaha yang langsung dapat menyerap hasil panen cabai dari para petani yang mayoritas merupakan anggota dari koperasi sehingga ada jaminan harga yang menguntungkan.***

Wamenkop: BUMN dan Swasta Siap Menambah Kegiatan Usaha Kopdes Merah Putih

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) sekaligus Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih Ferry Juliantono menyatakan bahwa, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga swasta khususnya produsen pangan menyatakan dukungannya dalam pengoperasian Kopdes/Kel Merah Putih melalui penambahan kegiatan usaha dengan menyuplai produk-produk unggulannya.

Adanya jaminan pasokan komoditas atau produk dari BUMN dan swasta tersebut diharapkan kegiatan operasional dari Kopdes/Kel Merah Putih dapat terus berlanjut dan akses masyarakat terhadap komoditas utama dapat lebih mudah dan harga lebih terjangkau.

Keterlibatan BUMN dan swasta terutama para produsen di sektor pangan akan semakin menyempurnakan ekosistem bisnis Kopdes/ Kel Merah Putih.

“Harapan Pak Presiden yaitu barang-barang (produk dasar) bisa dijual ke masyarakat melalui Koperasi dengan harga yang lebih terjangkau, oleh sebab itu peluang ini bisa diisi oleh BUMN atau swasta melalui gerai-gerai yang ada di Kopdes Merah Putih,” kata Wamenkop Ferry Juliantono saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Operasionalisasi dan Pengembangan Gerai Sembako Kopdes/ Kel Merah Putih bersama para Produsen Pangan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa 26 Agustus 2025.

Hadir dalam rapat, Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono, Deputi Bidang Digitalisasi dan Kelembagaan Kementerian Koperasi (Kemenkop) Henra Saragih, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari, Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Kemenkop Koko Haryono.

Turut serta pula jajaran Kementerian/Lembaga dan pimpinan dari perusahaan swasta atau asosiasi terkait lainnya.

Hingga 25 Agustus 2025 terdapat 7.905 gerai koperasi aktif dari 6.337 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang sudah memiliki minimal satu unit usaha/ gerai yang siap disinergikan dengan BUMN atau swasta dalam hal penyediaan/ pengadaan produk atau komoditas pangan untuk diperjualbelikan melalui Kopdes/ Kel Merah Putih.

Secara nasional pada Agustus – September 2025 sebanyak 15.000 – 25.000 unit Kopdes/ Kel Merah Putih sudah dapat beroperasi.

Dalam arahannya, Wamenkop Ferry menegaskan bahwa gerai usaha dari Kopdes/Kel Merah Putih tidak hanya menjadi tempat jual beli sembako saja, melainkan dapat berfungsi sebagai kantor pusat layanan publik di desa.

Salah satu target prioritas dari Kopdes/Kel Merah Putih yaitu dapat menjadi pusat penyaluran program pemerintah ataupun barang-barang yang disubsidi oleh negara seperti gas LPG 3 Kg, Pupuk Bersubdisi, Beras untuk masyarakat miskin dan lainnya hingga penyaluran bantuan sosial lainnya.

Beberapa komoditi seperti benih, produk ayam olahan,teh, singkong, dan gula juga dapat menambah kegiatan usaha Kopdes/Kel Merah Putih.

“Fungsi Kopdes ini bisa menjadi ganda yaitu menjual barang, menyalurkan program pemerintah pusat, sekaligus berperan sebagai gudang dengan fasilitas dryer, cold storage, dan titik serah barang subsidi. Bahkan termasuk menampung hasil produksi pertanian dan kerajinan makanan lokal,” jelasnya.

Wamenkop kembali menegaskan bahwa ekosistem Kopdes/ Kel Merah Putih sangat terbuka bagi seluruh pihak baik BUMN atau Swasta untuk melakukan kemitraan atau kerjasama secara business to business (BtoB).

Terkait dengan keterlibatan BUMN sebagai produsen produk-produk yang disubsidi, Kopdes/ Kel Merah Putih diharapkan dapat menjadi agen atau sub distributor sehingga dapat memberikan nilai tambah yang lebih bagi masyarakat maupun UMKM yang ada di desa.

“Kita tidak ingin Kopdes ini justru menciptakan persaingan dengan warung UMKM. Justru posisinya bisa menjadi agen sub distributor, sehingga membantu memperkuat jaringan distribusi,” katanya.

Dengan keterlibatan BUMN, swasta, dan asosiasi petani dan stakeholder lainnya, Wamenkop Ferry optimistis keberadaan Kopdes/Kel Merah Putih ini akan memperpendek rantai pasok dan menekan biaya logistik.

Rantai distribusi yang lebih sederhana diharapkan mampu menghadirkan barang subsidi tepat sasaran, sesuai harga ketentuan, dan tersedia sesuai kebutuhan masyarakat desa.

Sehingga Wamenkop Ferry mengapresiasi komitmen dari BUMN, swasta, asosiasi dan stakeholder lainnya dalam upaya memaksimalkan proses operasi dari Kopdes/ Kel Merah Putih.

“Kolaborasi ini sangat penting. Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi bapak-ibu semua untuk berpartisipasi membangun ekosistem Kopdes Merah Putih yang lebih baik,” ujarnya.

Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono mendukung penguatan model bisnis dari Kopdes/ Kel Merah Putih. Menurutnya, pemangkasan rantai pasok akan membuat harga kebutuhan pokok lebih stabil di tingkat desa.

“Kopdes ini harus mampu menjadi distributor level akhir di desa agar masyarakat tertarik, dan barang tersedia tepat waktu dengan harga sesuai ketentuan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Tunov Mondro Atmojo menekankan pentingnya peran Kopdes/ Kel Merah Putih sebagai offtaker.
Dia berharap, Kopdes dapat menjadi badan usaha yang langsung dapat menyerap hasil panen cabai dari para petani yang mayoritas merupakan anggota dari koperasi sehingga ada jaminan harga yang menguntungkan. ***

Lurah Pasirjaya Gelar Sosialisasi Penanganan Stunting dan ODF

0

Bogordaily.net – Lurah Pasirjaya, R. Giri Maya Yudistira, S.Kom, menggelar sosialisasi penanganan serta pencegahan stunting dan Open Defecation Free (ODF)/Buang Air Besar Sembarangan (BABS) pada Selasa 26 Agustus 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Ketua RT, Ketua RW, Ketua LPM, Ketua TP PKK, dan Ketua Posyandu se-Kelurahan Pasirjaya.

Dalam pemaparannya, Lurah Pasirjaya menekankan pentingnya peran bersama masyarakat dalam menekan angka stunting dan mempercepat pencapaian target bebas ODF.

Upaya yang dilakukan kelurahan sejauh ini dinilai telah menunjukkan hasil signifikan.

Data mencatat, pada Desember 2023 jumlah kasus stunting di Pasirjaya mencapai 58 anak dan terdapat 1.410 rumah yang belum memiliki septictank.

Namun hingga Agustus 2025, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 38 anak penderita stunting dan 715 rumah yang belum memiliki septictank.

“Capaian ini merupakan hasil kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah kelurahan, kader posyandu, PKK, hingga masyarakat. Kami berharap dukungan ini terus berlanjut agar target penurunan stunting dan eliminasi ODF bisa segera tercapai,” ujar Giri Maya Yudistira.(Ibnu Galansa)

Ratusan Karyawan Kehilangan Pekerjaan, Perusahaan E-Commerce Besar Gelar PHK Bertahap

0

Bogordaily.net – Kabar mengejutkan datang dari salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia Tokopedia. Dalam dua bulan terakhir, ratusan karyawan dilaporkan menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) secara bertahap.

Berdasarkan informasi yang diterima, setidaknya 420 karyawan terdampak hingga Agustus 2025 ini. Gelombang pertama PHK terjadi pada Juli lalu dengan jumlah sekitar 180 orang. Kemudian, pada Agustus jumlahnya meningkat signifikan hingga 240 orang.

PHK ini tidak hanya menimpa satu bidang, melainkan mencakup berbagai divisi penting. Mulai dari teknologi informasi (IT), customer care, hingga tim fulfillment dan gudang ikut terdampak kebijakan efisiensi tersebut.

Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran, mengingat divisi-divisi tersebut merupakan tulang punggung operasional sebuah perusahaan e-commerce.

Sejumlah pihak menduga langkah PHK ini berkaitan dengan upaya perusahaan dalam melakukan efisiensi biaya operasional di tengah ketatnya persaingan industri digital.

Namun, hingga saat ini pihak perusahaan terkait belum memberikan tanggapan resmi soal alasan di balik keputusan tersebut.

Laporan mengenai pemangkasan tenaga kerja di sektor teknologi belakangan ini memang semakin sering terdengar.

Kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, serta pergeseran tren belanja online, kerap disebut menjadi faktor yang mendorong perusahaan-perusahaan digital melakukan langkah penghematan besar-besaran.

Kini, publik menantikan klarifikasi resmi dari perusahaan terkait. Sementara itu, kabar ini tentu menambah daftar panjang gelombang PHK di industri digital yang masih terus berlangsung hingga tahun 2025.***

Hanum Mega Dikabarkan Menikah Lagi, Unggahan Foto Bikin Publik Heboh

0

Bogordaily.net – Jagat media sosial kembali digegerkan dengan kabar terbaru dari selebgram populer Hanum Mega. Perempuan yang dikenal aktif membagikan aktivitas sehari-hari itu dikabarkan telah menikah lagi dengan pria pilihannya.

Kabar ini bermula dari unggahan terbaru Hanum Mega di akun media sosial pribadinya. Dalam postingan tersebut, tampak sebuah foto yang memperlihatkan dirinya bersama seorang pria. Foto itu terlihat mirip dengan potret resmi yang biasanya digunakan sebagai syarat administrasi pernikahan.

Menariknya, Hanum Mega juga menuliskan kalimat bernuansa doa pada unggahan itu. Ia menuliskan, “Bismillahirrahmanirrahim, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,” yang semakin memicu spekulasi publik bahwa dirinya memang baru saja melangsungkan akad nikah.

Meski begitu, hingga saat ini Hanum Mega belum memberikan keterangan resmi terkait kabar pernikahan tersebut. Netizen pun ramai memenuhi kolom komentar unggahannya, ada yang mengucapkan selamat, namun tak sedikit pula yang penasaran dengan kebenaran kabar ini.

Hanum Mega sendiri dikenal sebagai salah satu selebgram yang kerap mencuri perhatian publik dengan konten dan kehidupan pribadinya. Tak heran, isu pernikahan keduanya ini langsung jadi sorotan dan perbincangan hangat di dunia maya.***