Home Blog Page 418

KORMI Kabupaten Bogor Cari 40 Pemuda untuk Mendaki 7 Gunung Tertinggi Indonesia

0

Bogordaily.net – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor tengah menyiapkan program bertajuk “Seven Summit Indonesia” yang akan melibatkan para pemuda dari 40 kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor.

Adapun, kegiatan ini dirancang sebagai upaya membangun rasa cinta daerah sekaligus memperkenalkan Kabupaten Bogor ke tingkat nasional melalui kegiatan pendakian gunung di berbagai wilayah Indonesia.

Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar (Kang Akew) menjelaskan bahwa, nantinya setiap kecamatan akan diwakili oleh satu pemuda terpilih yang akan mengikuti pendakian ke tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia.

“Nah itu bagaimana caranya? Ini yang kita lakukan. Ketika kita seleksi 40 kecamatan, mereka akan ikut. Tentunya yang terpilih 40. Dan ketika mereka mendaki, juga akan mewakili kecamatannya masing-masing kan,” kata Kang Akew, Sabtu 27 Desember 2025.

Menurut Rike, dampak dari program tersebut akan sangat besar, terutama dalam memperkenalkan identitas Kabupaten Bogor di berbagai daerah.

“Dampaknya pasti luar biasa. Di luar, ketika melakukan pendakian, beberapa tempat. Dari mana? Dari Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Diketahui, tahapan seleksi direncanakan mulai dibuka pada Februari 2026 dengan waktu satu bulan untuk proses pendaftaran, seleksi, hingga pengumuman peserta.

“Sepertinya proses seleksi sudah mulai dari Februari kayaknya. Karena kan kita pendakiannya di bulan Juni,” tambah dia.

Program 7 Summit Indonesia juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang jatuh pada 3 Juni 2026.

Sebanyak 40 pendaki terpilih nantinya akan dibagi ke tujuh gunung dan melakukan perayaan HJB secara serentak di puncak masing-masing gunung pada tanggal tersebut.

“Ya misalnya ada 5 orang ke Sumatera, 5 orang ke Kalimantan, 5 orang ke Maluku, 5 orang ke Kartens, itu diatur-atur lah,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh pendaki ditargetkan sudah mencapai puncak gunung pada waktu yang telah ditentukan.

“Jadi rencana itu jam 08.00 WIB, itu semua udah summit di puncak masing-masing. Jadi kalau kita jam 8 pagi di kita, Kartens jam 10. Jam 10 pagi mereka sudah di puncak Cartenz Piramid, nanti 40 orang di atas puncak langsung live, kita di sini streaming sama Pak Bupati,” ungkap Kang Akew.

Selain itu, dirinya menegaskan bahwa kegiatan ini tidak dipungut biaya. Seluruh kebutuhan peserta akan difasilitasi oleh panitia, sementara peserta hanya diminta mempersiapkan kondisi fisik dan mental.

Sebagai informasi, tujuh puncak yang masuk dalam agenda 7 Summit Indonesia meliputi Puncak Kerinci di Pulau Sumatera, Puncak Semeru di Pulau Jawa, Puncak Bukit Raya di Pulau Kalimantan, Puncak Rinjani di Kepulauan Sunda Kecil, Puncak Binaiya di Kepulauan Maluku, Puncak Latimojong di Pulau Sulawesi, serta Puncak Cartenz di Pulau Papua.***

Albin

Teror Bom Sekolah di Depok Terungkap, Polisi Ungkap Motif Pelaku

0

Bogordaily.net – Teror bom sekolah di Depok akhirnya menemukan ujung benangnya. Bukan jaringan besar. Bukan pula ideologi. Polisi menyebut sumbernya justru sepele dan getir: asmara yang kandas.

Seorang pria muda berinisial HRR, 23 tahun, ditangkap. Dialah otak di balik ancaman bom ke 10 sekolah swasta di Kota Depok, Jawa Barat. Di balik kegaduhan yang sempat membuat orang tua murid gelisah itu, ada kisah lamaran yang ditolak—dan rasa kecewa yang tak terkelola.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama, membeberkan motifnya dengan nada datar. HRR pernah berpacaran dengan perempuan berinisial K pada 2022. Hubungan itu berlanjut ke tahap lebih serius. Keluarga besar HRR bahkan sempat melamar. Ditolak.

“Motif dari tersangka melakukan penteroran ini karena merasa kecewa,” ujar Made, Jumat (26/12/2025). Sejak lamaran ditolak, hubungan putus. Dan sejak itu pula, HRR merasa tak lagi diindahkan.

Kekecewaan itu tidak berhenti di situ. Polisi menemukan pola teror berulang. Ancaman, pesan menakutkan, hingga mendatangi kampus tempat K berkuliah. Bahkan, order makanan fiktif dikirim ke rumah K dan keluarganya—tanpa pernah dipesan.

Puncaknya, teror bom sekolah di Depok dilakukan dengan cara yang lebih berbahaya: mengirim e-mail ancaman bom ke 10 sekolah, dengan mengatasnamakan K. Nama K dicatut. Kepanikan pun menyebar.

E-mail ancaman itu pertama kali dibaca pihak SMA Bina Nusantara Depok pada Selasa (23/12) pagi. Informasi kemudian bergulir cepat melalui forum kepala sekolah swasta se-Kota Depok. Ternyata bukan satu. Ada sembilan sekolah lain menerima e-mail serupa. Polisi bergerak.

Penyelidikan dilakukan. Termasuk memeriksa K, yang namanya dipakai tanpa izin. Dari sana, benang kusut terurai. HRR ditetapkan sebagai tersangka. Ia ditahan.

Kasus teror bom sekolah di Depok ini kini masuk meja hukum. HRR dijerat Pasal 45B juncto Pasal 29 UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE, dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara dan/atau denda Rp750 juta. Ia juga dikenakan Pasal 335 KUHP (ancaman 1 tahun) atau Pasal 336 ayat 2 KUHP dengan ancaman hingga 5 tahun penjara.

Sebuah pelajaran pahit. Bahwa kekecewaan pribadi, jika dibiarkan membusuk, bisa berubah menjadi ancaman publik. Dan sekolah—yang seharusnya menjadi ruang aman—nyaris menjadi korban dari cinta yang tak selesai.***

Video Viral Botol Teh Puncak 1 Menit 50 Detik Ramai di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya

0

Bogordaily.net – Video viral botol teh puncak kembali mengusik linimasa. Bukan karena isinya. Justru karena nyaris tak berisi apa-apa. Media sosial TikTok dan X mendadak riuh oleh sebuah video sederhana: gambar botol Teh Pucuk, musik pengiring, dan narasi misterius soal durasi 1 menit 50 detik.

Sederhana sekali. Terlalu sederhana untuk ukuran viral. Tapi justru di situlah letak keajaibannya.

Yang beredar di beranda bukanlah video utuh seperti yang dibayangkan banyak orang. Hanya potongan klip, bahkan kadang hanya foto botol minuman. Diputar berulang. Dihiasi lagu. Tanpa penjelasan. Tanpa cerita. Namun ditonton ratusan ribu kali.

Salah satu unggahan tercatat sudah diputar lebih dari 295 ribu kali dan disukai ribuan akun. Caption-nya singkat: “Ytta”. Tiga huruf. Tapi cukup untuk membuat orang berhenti menggulir layar.

Ytta, kata warganet, singkatan dari “yang tahu-tahu aja”. Sebuah kode sosial. Isyarat bahwa tidak semua orang perlu paham. Dan justru karena tidak paham, orang menjadi penasaran.

Di sinilah video viral botol teh puncak bekerja. Hashtag berjejer rapi: #botoltehpucuk, #viralvideo, #masukberanda, #4u. Algoritma pun tersenyum. Konten sederhana itu melesat, menembus beranda banyak orang.

Masalahnya, makin banyak yang menonton, makin banyak pula yang bingung. Apa maksudnya? Mana video 1 menit 50 detik yang dimaksud? Mengapa yang muncul hanya botol dan musik?

Kolom komentar penuh tanda tanya. Banyak yang meminta penjelasan. Ada pula yang yakin, video aslinya sengaja disembunyikan. Narasi pun berkembang ke mana-mana.

Jika ditarik ke belakang, pola ini bukan hal baru. Sebelumnya, tren serupa pernah muncul dengan botol minuman merek lain. Golda, misalnya. Dari sana, cerita tentang “video berdurasi tertentu” mulai beredar. Lalu menempel pada botol Teh Pucuk.

Padahal, hingga kini, tak ada bukti kuat bahwa video asli berdurasi 1 menit 50 detik itu benar-benar ada. Tidak ada isi khusus. Tidak ada adegan tersembunyi. Yang ada hanyalah permainan rasa ingin tahu.

Maka video viral botol teh puncak lebih tepat dibaca sebagai cermin perilaku warganet hari ini. Sedikit petunjuk. Banyak spekulasi. Algoritma bekerja. Orang ikut menyebarkan, karena takut ketinggalan cerita yang sebenarnya belum tentu ada.

Fenomena ini, pada akhirnya, bukan soal botol teh. Bukan pula soal durasi video. Ini soal bagaimana sesuatu yang samar justru lebih mudah viral. Soal bagaimana keheningan bisa lebih berisik daripada penjelasan panjang.

Karena itu, warganet perlu tetap waras. Tidak semua yang viral menyimpan makna. Tidak semua yang ramai layak dipercaya. Kadang, yang terjadi hanyalah permainan iseng yang kebetulan bertemu algoritma.

Dan kita? Tinggal memilih. Mau ikut penasaran. Atau cukup tersenyum, lalu menggulir layar.***

Kenal Lebih Dekat Muflih Humam, Putra Asli Bogor Lulusan Mekkah!

0

Bogordaily.net – Mengenal lebih dekat  Muhammad Muflih Humam putra asli Kota Bogor lulusan Umm Al Quro University, Makkah Al Mukarramah.

Diketahui, Muhammad Muflih Humam yang lahir pada 11 Juli 1994 asal Kota Batu, Bogor, mempunyai riwayat pendidikan yakni RA Insan Taqwa Bogor, SMP IT Al Binaa IBS Bekasi, ⁠MA Negeri 2 Bogor, Al Imam Muhammad ibnu Saud Jakarta LIPIA Jakarta, dan Umm Al Quro University, Makkah Al Mukarramah

Dirinya menjelaskan motivasi awal mula masuk di Fakultas Dakwah Ushuluddin, Jurusan Aqidah Umm Al Quro University, Makkah Al Mukarramah. Muflih sebelumnya mengaku sempat ikut 3 kali tes ke Islamic University Madinah.

Kenal Lebih Dekat Muflih Humam, Putra Asli Bogor Lulusan Mekkah!

“Motivasi utamanya ingin dekat dengan tanah haram, sebetulnya dulu berharapnya bisa masuk ke islamic university madinah, tapi sudah 3x ikut tes (muqobalah) qoddarullah tidak diterima,” kata Muflih.

“Tetapi sesuatu yang tidak terpikirkan sebelumnya yaitu Umm Al Quro, justru Allah berikan, bisa diterima di Ummul Quro Makkah Al Mukarromah,” tambahnya.

Muflih tak menyangka, setelah menunggu selama 4 tahun dirinya bisa diterima di Universitas Ummul Quro Makkah.

“Sejujurnya ini memang jawaban dan rezeki dari Allah ta’ala, karena saya daftar ummul quro di tahun 2013, hanya sekedar apply saja ke website mereka, dan berkas saya dibantu dibawakan oleh salah satu syaikh dari Mekkah,” ucap dia.

“Alhamdulillah setelah menunggu 4 tahun, awal 2017 saya diterima di Universitas Ummul Quro Makkah, padahal seperti sebelumnya, harapan saya ingin diterima di Nadinah, tetapi Allah berikan sesuatu yang lebih baik bagi saya, bisa menempuh pendidikan di Ummul Quro Makkah,” sambungnya.

Ia mengaku, mendapat banyak pengalaman hidup dan juga beberapa keberkahan selama menuntut ilmu di kota Makkah.

“⁠Masyaallah luar biasa, bisa tinggal di tanah haram makkah al mukarromah kurang lebih 6 tahun, banyak sekali pelajaran hidup yg di dapat, belajar tentang agama islam, dan dipraktekkan langsung disana. Ditambah bisa tinggal disana adalah salah satu nikmat yang besar yang allah berikan kepada saya, yang dimana disana untuk pahala kebaikan dikali lipatkan 100 ribu kali lipat,” ujarnya.

Kemudian, dirinya berpesan dengan diterimanya di Umm Al Quro University, Makkah Al Mukarramah menjadi teladan bagi banyak orang.

“Semoga Allah mengampuni segala dosa dan kekhilafan saya selama disana dan semoga allah menerima amal baik saya selama disana, dan pesan saya untuk diri sendiri adalah, banyak bersyukur dan ini adalah amanah untuk berdakwah,” kata Muflih.

“Karena selama disana Allah berikan banyak nikmat dan kemudahan, jadi ketika pulang, harus membawa dampak positif dan bermanfaat bagi sekitar,” tambah dia.

Lebih lanjut, Ia berharap, masyarakat Bogor dapat diberikan keberkahan dan juga kepada para Mahasiswa di Bogor dapat diberikan kemudahan untuk menggapai cita citanya.

“Harapan saya untuk masyarakat bogor , semoga Allah selalu menjaga masyarakat Bogor di dalam kebaikan nya, dan semoga adik adik semangat terus dalam belajarnya dan menggapai cita citanya, berikan kebermanfaatan untuk kota kita tercinta ini,” ungkapnya.***

Albin

Dihadiri Gus Miftah, Pemkab Bogor Gelar Doa Bersama dan Refleksi Akhir Tahun di Masjid Nurul Wathon Pakansari

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melaksanakan doa bersama akhir tahun di Masjid Nurul Wathon, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, pada Jumat 26 Desember 2025.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri langsung Bupati Bogor Rudy Susmanto beserta jajaran sekaligus penceramah Gus Miftah.

Gus Miftah turut memberikan tausiah keagamaan kepada ribuan jamaah yang hadir di Masjid Nurul Wathon Pakansari.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa, kegiatan doa bersama itu dilakukan sebagai momentum refleksi akhir tahun.

“Alhamdulillah kita tadi melaksanakan doa bersama, sekaligus inilah momentum refleksi akhir tahun,” kata Rudy Susmanto kepada wartawan.

Momentum ini, kata Rudy, menjadi ajang kebersamaan antara Pemerintah dan masyarakat untuk menutup tahun 2025 dengan menyampaikan doa dan harapan.

“Tetapi tentunya ini menjadi sebuah momentum bahwa menutup akhir tahun 2025, kita bersama-sama dengan seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Selain itu, kata Rudy, Masjid Nurul Wathon yang hari ini baru saja dibuka untuk masyarakat dan masih dalam tahap pembangunan itu.

Nantinya, akan terus diperbaiki sarana dan prasarananya, untuk memberikan kenyamanan beribadah terhadap masyarakat Kabupaten Bogor.

“Tadi kami sampaikan bahwa kita tidak melakukan peresmian masjid, karena ini merupakan tahapan pembangunan pusat layanan haji dan umroh,” ungkap Rudy.

(Albin Pandita)

Wakili Jabar, Dedie Rachim Lepas Paskibra SMPN 8 ke Kejuaraan Nasional

0

Bogordaily.net – Sebanyak 16 Paskibra SMPN 8 Kota Bogor bertolak menuju kejuaraan tingkat nasional untuk mewakili Jawa Barat dalam lomba baris-berbaris pada 27 Desember mendatang.

Keberangkatan mereka dilepas oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, di Balai Kota Bogor.

Dedie Rachim mengingatkan bahwa setiap peserta yang mengikuti kejuaraan dari Kota Bogor harus memiliki mental pemenang, disiplin, dan sportif.
Untuk itu, ia meminta agar para peserta berjuang secara optimal dan kembali dengan membawa gelar juara.

“Kita harus yakin bahwa anak-anak Bogor, pelajar Bogor, sejajar dengan anak-anak dari daerah lain yang juga memiliki prestasi untuk terus berkembang dan maju. Untuk itu, kalian harus percaya diri dan yakin untuk pulang membawa juara,” ujarnya.

Secara prestasi, Dedie Rachim menyebut bahwa SMPN 8 telah banyak menorehkan prestasi. Oleh karena itu, para peserta juga diingatkan untuk berprestasi dengan tetap menjunjung sportivitas yang tinggi.

“Prestasi SMPN 8 ini harus terus dijaga dan dilanjutkan. Saya minta kalian juara, kompak, dan sportif. Jadikan perlombaan ini juga sebagai ajang silaturahmi serta saling menimba ilmu, dan Bogor harus bisa unggul,” ucapnya.

Kepala Sekolah SMPN 8 Kota Bogor, Neti Aniyati, menyampaikan terima kasih atas apresiasi dari Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim yang melepas langsung para peserta.

“Seperti yang disampaikan Pak Wali, kembalilah dengan membawa juara dan memberikan yang terbaik bagi Jawa Barat, Bogor, dan juga untuk anak-anak itu sendiri, sehingga mereka dapat terbentuk karakter kekompakan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam proses menjadi juara,” ujarnya.

Pelatih Paskibra, Anwari Agam, mengatakan bahwa sebelum lolos mewakili Jawa Barat, para peserta terlebih dahulu menjalani proses panjang selama satu tahun penuh untuk mencapai peringkat pertama sehingga dapat mengikuti kejuaraan tingkat nasional.

“Selama satu tahun penuh kami mengikuti berbagai kejuaraan untuk mengumpulkan poin. Dari poin-poin tersebut kemudian dilakukan pemeringkatan, dan SMPN 8 berhasil meraih peringkat pertama, sehingga dapat mengikuti lomba baris-berbaris tingkat nasional di Jakarta,” jelasnya

Sesuai permintaan Wali Kota Bogor, ia yakin bahwa Paskibra SMPN 8 Kota Bogor mampu meraih Juara I sekaligus juara umum.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Tingkat Partisipasi Olahraga Meningkat, KORMI Kabupaten Bogor Bakal Rutin Gelar Event dan Festival di Tahun 2026

0

Bogordaily.net – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor bakal rutin menggelar event dan festival pada tahun 2026 mendatang.

Hal tersebut dilakukan berdasarkan angka partisipasi masyarakat olahraga, khususnya aktivitas olahraga masyarakat di Kabupaten Bogor saat ini bisa terbilang tinggi.

Diketahui, dari 6 bulan kebelakang dari Januari hingga Juni 2025, berdasarkan data dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), mencapai 59 ribu lebih masyarakat atau setara dengan -3,9 persen dari 6 juta jiwa masyarakat Kabupaten Bogor.

Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar atau Kang Akew menjelaskan bahwa, tingkat partisipasi masyarakat olahraga di beberapa tahun kebelakang, terus meningkat.

Menurutnya, dari jumlah 59 ribu tersebut, jika digabung ke bulan Juli hingga Desember 2025 yang terdata KORMI atau yang tidak terdata berarti bisa mencapai 200 ribu masyarakat aktif berolahraga.

“KORMI punya peran penting membantu menyukseskan program Bupati Bogor. Jadi, kami akan all out dalam menjalankan program sesuai tugas pokok dan fungsi kami untuk mengajak masyarakat aktif berolahraga,” ujar Kang Akew kepada wartawan, Jum’at 26 Desember 2025.

Lebih lanjut, dirinya optimis angka tersebut akan terus bertambah melalui festival-festival yang akan digelar KORMI, INORGA, dan seluruh komunitas-komunitas olahraga masyarakat yang ada di Kabupaten Bogor.

Selain itu, melalui festival-festival yang digelar KORMI dan seluruh INORGA anggota KORMI, tentunya menghadirkan aura positif, khususnya dalam mengajak peran masyarakat meluangkan waktu untuk selalu berolahraga.***

Albin

Ribuan Masyarakat Bogor Antusias Ikuti Sholat Jum’at Perdana di Masjid Nurul Wathon Pakansari 

0

Bogordaily.net – Ribuan masyarakat antusias mengikuti pelaksanaan Sholat Jum’at perdana di Masjid Nurul Wathon, yang terletak di Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Jum’at 26 Desember 2025.

Berdasarkan pantauan Bogordaily.net dilokasi, terlihat ribuan masyarakat dari berbagai wilayah mengikuti pelaksanaan Sholat Jum’at secara khidmat dan tertib. 

Beberapa diantaranya, bahkan ada yang melakukan swafoto di berbagai halaman Masjid.

Salah satu warga asal Sukahati, Cibinong, Ujih (48) menyampaikan antusiasnya mengikuti pelaksanaan Sholat Jum’at perdana di Masjid Nurul Wathon Pakansari.

“Justru saya exited tadi saya baru liat di jam setengah 11 di ig hari ini mau ada pembukaan jumatan. Jadi saya langsung bergegas kesini ajak teman saya yang orang Pakansari,” kata Ujih kepada wartawan. 

Ia mengetahui pelaksanaan Sholat Jum’at perdana tersebut dari media sosial. Dirinya mengaku bangga atas dibangunya Masjid Nurul Wathon.

“Luar biasa, bangga ya kita punya masjid yg memang megah dan mewah di Kabupaten Bogor. Iya justru sangat merespons positif ya berarti kita ga harus saat kita mau berangkat ataupun jemaah Kabupaten Bogor mau berangkat ga jauh gitu kumpulnya,” jelasnya.

Kemudian, warga menilai area masjid tersebut disebut lebih luas serta terjangkau karena terletak di pusat keramaian.

“Bahkan yang sebelumnya kan di Pemda, untuk parkirnya itu aga krodit tapi kalo disini kan sangat luas lebih presentatif kalo menurut saya,” katanya.

Selain itu, dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk terus memperbaiki sarana dan prasarana masjid, agar nantinya dapat memberikan kenyamanan, terhadap masyarakat saat beribadah.

“Saya pikir takmirnya harus bagus, untuk masjid kemudian perawatanya juga harus bagus dan masjid yang penting kondisinya stabil,” ungkap Ujih

“Saya rasa ini sudah ditangani oleh orang yang kompeten di bidangnya Insya Allah,” tambahnya.

Sebelumnya diketahui, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak seluruh masyarakat untuk memakmurkan Masjid Nurul Wathon yang merupakan masjid ummat sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial. 

“Alhamdulillah, Masjid Raya Nurul Wathon sudah selesai dibangun dan siap dimanfaatkan masyarakat. Besok akan dilaksanakan doa bersama, salat Maghrib hingga Isya, serta salat Subuh berjamaah dan kegiatan bersih masjid sebagai bagian dari kegiatan refleksi akhir tahun dan persiapan menyambut tahun baru,” ujar Rudy Susmanto.

Menurut Rudy, kegiatan doa bersama dalam rangka refleksi akhir tahuh ini diprediksi akan dihadiri ribuan jamaah dan menjadi momentum kebersamaan seluruh warga, tanpa membedakan latar belakang. 

Selain sebagai refleksi akhir tahun, kegiatan ini juga diharapkan mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat religius serta sosial di Kabupaten Bogor.

Lebih lanjut, kata Rudy, Masjid Nurul Wathon diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus pusat aktivitas sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kegiatan doa bersama ini menjadi simbol kebersamaan, sekaligus pondasi keberhasilan dan harapan bagi seluruh warga Bogor di tahun mendatang,” tuturnya.***

Albin

Dedie Rachim Soroti Ketatnya Persaingan Kerja di Wisuda ke-81 UIKA

0

Bogordaily.net – Sebanyak 616 wisudawan dan wisudawati mengikuti Wisuda ke-81 Program Sarjana, Magister, dan Doktor Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Puri Begawan, Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor, Rabu (24/12/2025).

Wisuda tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan UIKA Bogor untuk melangkah ke fase berikutnya dalam kehidupan profesional dan pengabdian kepada masyarakat.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi, sekaligus mengingatkan tantangan besar yang akan dihadapi di dunia kerja.

“Alhamdulillah pada pagi hari ini saudara-saudari semua mencapai titik yang membahagiakan, sebuah titik di mana insyaallah para wisudawan dan wisudawati akan melangkah ke satu tahap yang lebih berat, yaitu dunia kerja,” ujar Dedie Rachim.

Ia menyampaikan bahwa persaingan di dunia kerja semakin ketat, mengingat jumlah lulusan perguruan tinggi yang terus meningkat setiap tahunnya, khususnya di Jawa Barat.

“Di Jawa Barat ada 184 perguruan tinggi, yang setiap perguruan tinggi paling tidak dalam satu tahun melaksanakan wisuda 1.000 orang. Artinya dalam tahun 2025 saja ada hampir 200.000 sarjana baru yang dihasilkan oleh perguruan tinggi di Jawa Barat yang akan bersaing di tingkat dunia kerja yang tidak mudah,” ucapnya.

Ia mendorong para lulusan untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan tidak terpaku pada pilihan pekerjaan tertentu.

“Tidak semua sarjana harus menjadi pegawai, tidak semua sarjana harus menjadi PNS,” katanya.

Ia juga menyinggung tantangan kekurangan tenaga pendidik di Kota Bogor dan peluang bagi para lulusan sarjana untuk berkontribusi di bidang pendidikan.

“Kami di Kota Bogor sedang mengalami satu titik di mana akan terjadi defisit guru karena kurangnya pendaftar guru baru. Kekosongan ini tentu harus dilakukan langkah-langkah teknis oleh Pemkot Bogor dengan harapan ke depan para lulusan sarjana bisa didorong untuk menjadi guru pembantu atau guru pendamping,” jelasnya.

Dedie Rachim berharap keberadaan perguruan tinggi di Kota Bogor, termasuk UIKA, dapat terus berkontribusi dalam pembangunan daerah menuju visi jangka panjang Kota Bogor.

“Mudah-mudahan Kota Bogor dengan semakin banyaknya sarjana yang dihasilkan oleh perguruan tinggi di Kota Bogor dapat memberikan kontribusi pada pembangunan Kota Bogor ke depan. Kota Bogor berkeinginan di tahun 2045 menjadi kota science creative maju berkelanjutan,” pungkasnya.***

Kesehatan Mental Kian Menjadi Perhatian Serius di Tengah Tekanan Kehidupan Modern

0

ISU kesehatan mental kini semakin mendapat perhatian serius di tengah masyarakat, termasuk di wilayah Bogor dan sekitarnya. Tekanan kehidupan modern, mulai dari tuntutan pekerjaan, pendidikan, hingga pengaruh teknologi digital, dinilai turut berdampak pada kondisi kesehatan mental warga di berbagai kelompok usia.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembahasan mengenai kesehatan mental semakin terbuka di ruang publik. Di Kota dan Kabupaten Bogor, isu ini kerap mencuat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik dan psikologis. Kesehatan mental kini dipahami sebagai faktor penting yang memengaruhi produktivitas, keharmonisan keluarga, serta kualitas hidup masyarakat.

Namun, meningkatnya kesadaran tersebut belum sepenuhnya diiringi dengan pemahaman yang merata dan akses layanan kesehatan mental yang mudah dijangkau. Sebagian masyarakat masih belum mengetahui tempat layanan konseling atau ragu untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan mental yang tersedia.

Tekanan kehidupan modern yang serba cepat menjadi salah satu pemicu utama munculnya stres berkepanjangan, kecemasan, hingga depresi. Aktivitas kerja yang padat, kemacetan, tuntutan ekonomi, serta persaingan pendidikan membuat banyak warga, khususnya usia produktif dan pelajar, mengalami kelelahan mental. Kondisi ini sering kali tidak tampak secara kasat mata, namun berpengaruh besar terhadap aktivitas sehari-hari.

Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., menjelaskan bahwa gangguan kesehatan mental umumnya muncul akibat tekanan yang berlangsung terus-menerus tanpa diimbangi waktu pemulihan yang cukup.

“Kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh kemampuan individu dalam mengelola stres. Jika tekanan hidup tidak dikelola dengan baik dan tidak ada dukungan sosial, risiko gangguan mental akan meningkat,” ujarnya.

Data nasional juga mencerminkan kondisi tersebut. Hasil Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) mencatat sekitar 34,9 persen remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Kondisi ini turut dirasakan di daerah, termasuk Bogor, yang memiliki jumlah pelajar dan mahasiswa cukup besar.

Fenomena kelelahan mental atau burnout juga mulai dirasakan di lingkungan pendidikan dan dunia kerja di wilayah Bogor. Pelajar menghadapi tekanan akademik, sementara pekerja dibebani target dan tuntutan produktivitas. Dampaknya terlihat pada menurunnya konsentrasi, motivasi, hingga performa kerja.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa gangguan kesehatan mental bukan hanya masalah individu, melainkan persoalan kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan terpadu. Pemerintah mendorong penguatan layanan kesehatan mental di puskesmas, rumah sakit, sekolah, dan lingkungan kerja, termasuk melalui edukasi dan upaya pencegahan.

Di tingkat global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut gangguan kesehatan mental sebagai salah satu penyebab utama disabilitas di dunia. Depresi dan gangguan kecemasan menjadi kondisi yang paling banyak dialami masyarakat modern.

Meski demikian, stigma masih menjadi tantangan besar di masyarakat. Banyak warga yang enggan mencari bantuan karena khawatir mendapat label negatif. Padahal, mencari bantuan profesional dinilai sebagai langkah penting untuk menjaga kesehatan mental.

Pakar kesehatan masyarakat menilai peran keluarga dan komunitas lokal di Bogor sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang suportif. Komunikasi terbuka, dukungan emosional, serta kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal dapat menjadi langkah awal menjaga kesehatan mental warga.

Faktor Penyebab Meningkatnya Masalah Kesehatan Mental

Beberapa faktor yang memicu meningkatnya gangguan kesehatan mental di masyarakat, khususnya di wilayah Bogor, antara lain:

1. Tekanan pekerjaan dan pendidikan
Beban kerja tinggi, target akademik, serta persaingan prestasi.

2. Masalah ekonomi dan biaya hidup
Kebutuhan hidup yang meningkat memicu kecemasan dan stres.

3. Pengaruh media sosial dan teknologi
Tekanan sosial dan perbandingan hidup di ruang digital.

4. Kurangnya keseimbangan hidup
Minimnya waktu istirahat, rekreasi, dan interaksi sosial.

5. Stigma terhadap kesehatan mental
Masih adanya anggapan negatif terhadap individu yang mengalami gangguan mental.

Penutup

Meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental menjadi pengingat bahwa kesejahteraan psikologis merupakan bagian penting dari kualitas hidup masyarakat Bogor. Dengan meningkatkan literasi kesehatan mental, memperluas akses layanan, serta memperkuat peran keluarga dan komunitas, diharapkan warga dapat lebih tangguh menghadapi tekanan kehidupan modern. Kesehatan mental kini bukan lagi isu pribadi, melainkan tanggung jawab bersama demi terciptanya masyarakat yang sehat dan produktif.***

Ditulis oleh: Mahasiswi Semester 5 Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Institut Umul Quro Al Islami (IUQI) Indri Hofadoaesuh Putri.