Tuesday, 7 April 2026
Home Blog Page 419

PLN UID Jabar Nyalakan Harapan di Hari Kemerdekaan, 365 Keluarga Prasejahtera Nikmati Sambungan Listrik Gratis

0

Bogordaily.net – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia menjadi momen istimewa bagi ratusan keluarga prasejahtera di Jawa Barat. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat melalui program Light Up The Dream (LUTD) Kemerdekaan berhasil menyambungkan listrik gratis bagi 365 rumah tangga kurang mampu.

Bantuan ini berasal dari donasi sukarela pegawai PLN, sebagai wujud nyata kepedulian dan semangat gotong royong di momen kemerdekaan.

PLN memberikan sambungan listrik gratis kepada keluarga yang sebelumnya hanya menyalur listrik dari tetangga atau menggunakan penerangan seadanya. Program ini tidak sekadar menghadirkan energi, tetapi juga menyalakan harapan baru bagi penerima manfaat. Listrik membuka akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Anak-anak bisa belajar lebih baik, rumah lebih sehat dan layak, bahkan usaha kecil pun bisa berkembang. Seperti yang dirasakan Yanti, seorang ibu tunggal di Bandung dengan tiga anak.

“Alhamdulillah, keinginan kami sekeluarga terpenuhi. Sekarang rumah kami terang benderang. Anak-anak tidak lagi belajar dengan lampu seadanya, dan saya berpeluang buka usaha lain seperti menjual jus serta gorengan untuk menambah pendapatan. Terima kasih PLN dan semua pegawai yang peduli,” ujar Yanti dengan haru.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian nyata insan PLN bagi masyarakat.
“Listrik menghadirkan kesempatan baru. Dengan kepedulian dan gotong royong pegawai PLN se-Jawa Barat, kami ingin memastikan masyarakat kurang mampu juga bisa merasakan manfaat listrik untuk pendidikan, kesehatan, dan peningkatan ekonomi keluarga,” jelas Sugeng.

Program LUTD Kemerdekaan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, dengan penerima manfaat terbanyak berada di Jawa Barat. Hingga Agustus 2025, tercatat 1.541 keluarga prasejahtera di Jawa Barat telah tersambung listrik secara gratis melalui program LUTD.

Dengan inisiatif ini, PLN UID Jabar tidak hanya meningkatkan rasio elektrifikasi di Jawa Barat, tetapi juga menghadirkan energi yang mampu menggerakkan kualitas hidup masyarakat ke arah lebih baik. Listrik kini bukan sekadar penerang, melainkan cahaya harapan yang membuka jalan menuju masa depan lebih cerah bagi keluarga prasejahtera. ***

SI Kota Bogor Gelar Sekolah Koperasi, Mantapkan Gerakan Ekonomi Umat

0

Bogordaily.net – Pimpinan Cabang Syarikat Islam (SI) Kota Bogor menggelar kegiatan Orientasi Kepengurusan dan Sekolah Koperasi di Gedung Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Sabtu (23/8).

Acara berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, dihadiri jajaran pengurus, kader, dan peserta yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.

Kegiatan dibuka secara khidmat, dengan pembacaan kalam ilahi, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Syarikat Islam.

Dalam sambutannya, Ketua PC SI Kota Bogor, Subhan Murtadla, S.Ag., ME, menegaskan pentingnya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatan berbasis koperasi.

“Gerakan ekonomi umat tidak boleh berhenti hanya sebagai wacana, tetapi harus diwujudkan melalui program nyata dan penguatan kelembagaan koperasi,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Bogor sekaligus Ketua Dewan Cabang SI Kota Bogor, Dr. Drs. H. Dedie A. Rachim, MA, menekankan peran strategis koperasi dalam pembangunan ekonomi lokal.

“Koperasi adalah instrumen pemberdayaan yang mampu mendorong kemandirian masyarakat. Dengan manajemen modern, koperasi bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, SI Kota Bogor juga memberikan Piagam Anggota Kehormatan kepada tokoh yang dinilai berjasa dalam pengembangan gerakan Syarikat Islam.

Memasuki sesi inti, Sekolah Koperasi menghadirkan narasumber tokoh SI;

  • Dr. H. Bedjo Santoso, Wakil Ketua Dewan Cabang dengan materi; Manajemen Koperasi Modern & Kepemimpinan Berbasis Nilai.
  • Dr. H. Rino Indira Gusniawan, Wakil Ketua Dewan Cabang SI/Dirut PDAM Tirtapakuan Kota Bogor, dengan materi Strategi Pemasaran Produk & Layanan Koperasi di Era Digital.
  • Ir. Muzakir Abdullah, Ketua Dewan Pakar SI, materi Koperasi sebagai Gerakan Ekonomi Umat & Pilar Kedaulatan Ekonomi.
  • Dr. Haris Maraden, Wakil Ketua Pakar SI/Direktur Oprasional PD Pasar Pakuanjaya Kota Bogor, membawakan materi; Inovasi Program Ekonomi Koperasi & Studi Kasus Koperasi Sukses.

Pada sesi Orientasi Kepengurusan, jajaran PC SI Kota Bogor memaparkan arah kebijakan organisasi dan konsolidasi struktur kepengurusan untuk memperkuat peran SI di tingkat daerah.

Sebagai penutup, peserta merumuskan Rangkuman Materi Inti Sekolah Koperasi, meliputi:
1. Penguatan manajemen koperasi profesional.
2. Pemasaran dan branding koperasi di era digital.
3. Pengembangan program ekonomi inovatif berbasis potensi lokal.
4. Penguatan gerakan ekonomi umat menuju kedaulatan ekonomi nasional.

Kegiatan ditutup pada pukul 15.00 WIB dengan optimisme bahwa Syarikat Islam Kota Bogor siap menjadi motor penggerak ekonomi umat yang berkelanjutan melalui pendidikan, kaderisasi, dan penguatan koperasi. ***

Bupati Bogor Serahkan 442 Sepeda untuk Anak-Anak Desa Malasari

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto menggelar kegiatan rangkaian kegiatan fun bike di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, pada Sabtu (23/8/25).

Agenda yang dikemas dalam Bupati Bogor Cup Tour Malasari Halimun Salak 2025 ini meliputi Road Bike, Mountain Bike, Fun Bike, serta lomba konten video dan fotografi. Bazar UMKM Lokal sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat, serta layanan kesehatan untuk masyarakat.

Kegiatan Road Bike dimulai dari Stadion Pakansari dan finis di Desa Malasari, sedangkan Fun Bike berlangsung meriah di Lapangan Citalahab. Acara juga semakin semarak dengan awarding peserta Road Bike, undian door prize, hiburan rakyat, serta pelayanan masyarakat dan tour.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyerahkan 442 unit sepeda kepada masyarakat Desa Malasari. Menurutnya, kehadiran sepeda akan memberikan manfaat besar, khususnya bagi anak-anak sekolah.

“Alhamdulillah hari ini kita bagikan 442 sepeda. Sebelumnya, masyarakat Malasari sulit menikmati sepeda karena kondisi jalan rusak. Sekarang jalannya sudah kita perbaiki sehingga anak-anak bisa berangkat sekolah dengan sepeda. Ini bukti nyata perhatian pemerintah,” ungkap Rudy Susmanto.

Selain itu, Pemkab Bogor juga menyiapkan bus jemputan sekolah khusus untuk anak-anak Desa Malasari yang akan mulai beroperasi pada September mendatang.

“Ini bentuk perhatian pemerintah agar anak-anak kita tetap bisa melanjutkan pendidikan dengan baik,” tambahnya.

Bupati Bogor menyampaikan,
bahwa event-event seperti ini kami laksanakan di Malasari agar tercipta pemicu pertumbuhan ekonomi. Desa Malasari punya sejuta potensi, berada di kawasan perkebunan teh peninggalan era kolonial Belanda, serta keindahan alam Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Momentum ini harus kita manfaatkan,” jelas Bupati Bogor.

Untuk memperkuat sektor ekonomi masyarakat, Pemkab Bogor juga menjajaki kolaborasi dengan PT Sumi Asih dalam penataan kawasan perkebunan teh agar dapat berkembang menjadi destinasi wisata dunia yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi lokal.

Bupati Bogor kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan yang merata.

“Sesuai dengan tagline Kuta Udaya Wangsa, pusat kebangkitan bangsa. Saat kami bicara membangun Kabupaten Bogor, maka dari Malasari untuk Kabupaten Bogor, dari Kabupaten Bogor untuk bangsa Indonesia. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung. Mari bersama membangun Bogor yang lebih maju, adil, aman, dan sejahtera,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Air Minum Perumda Tirta Kahuripan, Tedi Kurniawan yang juga sebagai Penanggung Jawab Tour Malasari 2025 mengatakan, sangat bangga dengan terobosan Bupati Bogor yang menjadikan event Tour Malasari sebagai kalender nasional dan akan menjadi agenda rutin tiap tahun.

Tedi optimis, semua program kedepan yang akan dilakukan Pemkab Bogor di Malasari akan berjalan dengan baik.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak seperti Forkopimda, ISSI Jabar; jajaran direksi, manager dan karyawan Perumda Tirta Kahuripan serta para pengurus ISSI Kabupaten Bogor dan masyarakat Malasari yang turut andil dalam mensukseskan pelaksanaan Tour Malasari 2025.

“Alhamdulilah Perumda Tirta Kahuripan dan ISSI Kabupaten Bogor jadi bagian sejarah dan bisa menjalankan amanah dari Bupati Bogor dalam melaksanakan Tour Malasari yang akan menjadi agenda nasional tahunan,” pungkas Tedi Kurniawan. ***

Dosen dan Mahasiswa UPNVJ Pasang Eco-Filter di Indramayu, Bantu Jaga Kualitas Air Kolam Ikan

0

Bogordaily,net – Desa Pabean Udik di Kecamatan Indramayu dikenal sebagai wilayah pesisir dengan potensi budidaya ikan, terutama ikan nila. Namun, dalam praktiknya, banyak kolam warga yang belum memiliki sistem penyaringan air. Air cepat kotor akibat kotoran ikan dan sisa pakan, sehingga kolam harus sering dikuras. Selain boros air dan tenaga, kondisi ini juga kurang baik bagi kesehatan ikan dan lingkungan. Karena otu Dosen dan Mahasiswa UPNVJ hadir di sana.

Menanggapi situasi tersebut, dosen dan mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas
Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta hadir melalui kegiatan Pengabdian Kepada
Masyarakat (Abdimas 2025) untuk mendampingi warga dengan memasang sistem penyaringan air sederhana, yaitu BioFilter, di salah satu kolam ikan nila milik warga di kawasan Taman Cumi-Cumi, Desa Pabean Udik.

Warga setempat menyambut baik kegiatan ini. Mereka menunjukkan ketertarikan dan partisipasi aktif, mulai dari pemasangan hingga pemahaman cara kerja dan perawatan filter. Banyak warga yang merasa terbantu karena selama ini kolam mereka sering mengalami air keruh, namun belum memiliki cara penanganan yang efektif dan mudah dijangkau.

Kegiatan ini juga membuka ruang dialog antara warga dan tim UPNVJ untuk saling berbagi pengetahuan seputar filterisasi air dan media yang digunakan.
EcoFilter yang diterapkan merupakan sistem penyaringan air kolam berbasis bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan dan ramah lingkungan. Dalam sistem ini, digunakan tiga media utama, yaitu:

– Biofoam: menyaring kotoran kasar seperti sisa pakan dan lumpur sekaligus menjadi
tempat hidup bakteri baik untuk proses biologis.

– Momogi (keramik berpori): menjadi tempat berkembangnya bakteri pengurai senyawa
berbahaya seperti amonia.

– Cangkang oyster (kerang tiram): berfungsi untuk menjaga kestabilan pH air serta
memberikan tambahan mineral alami bagi ekosistem kolam.

Ketiga media ini dipasang bersama pompa air celup yang membantu mengalirkan dan menyaring air secara terus-menerus, sehingga kolam tetap bersih tanpa harus dikuras terlalu sering.

Setelah EcoFilter dipasang, diharapkan kondisi air kolam ikan nila akan terus menjadi jauh lebih bersih dan jernih. Frekuensi pengurasan air berkurang, kualitas air membaik, dan pertumbuhan ikan pun menjadi lebih optimal. Selain dampak teknis, kegiatan ini juga membawa manfaat edukatif: warga jadi lebih memahami pentingnya filterisasi air dan merasa lebih percaya diri untuk mengelola kolam secara mandiri ke depannya.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik UPNVJ berupaya menunjukkan bahwa teknologi
sederhana pun bisa memberikan dampak besar jika diterapkan tepat sasaran. EcoFilter bukanlah teknologi baru, namun kehadirannya dalam kegiatan pengabdian ini menjadi bentuk nyata dari semangat kolaborasi kampus dengan masyarakat.

UPNVJ berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk mendorong masyarakat dalam mengelola lingkungan dan budidaya ikan secara lebih efisien, sehat, dan berkelanjutan.***

UPN Veteran Jakarta Gencarkan Inovasi Pembelajaran Lewat Program STEM di SD Negeri 3 Pabean Udik Indramayu

0

 

Bogordaily.net – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar di daerah pesisir. Tim UPN Veteran Jakarta sukses melaksanakan Pengabdian Masyarakat yang menyasar guru dan siswa SD Negeri 3 Pabean Udik, Kabupaten Indramayu.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru dan minat belajar siswa melalui pendekatan pembelajaran inovatif berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Program ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan bagi guru, pendistribusian modul STEM, serta demonstrasi langsung alat peraga edukatif yang interaktif.

Guru-guru dilatih menggunakan pendekatan STEM untuk menyusun kegiatan belajar yang lebih menarik, sementara siswa diberikan pengalaman belajar melalui eksperimen seperti volcano eruption, mobil panel surya, dan generator listrik sederhana.

Tujuan Diadakannya Program

Tujuan utama dari program ini adalah menjawab permasalahan rendahnya motivasi belajar siswa dan minimnya inovasi dalam pembelajaran di SDN 3 Pabean Udik, dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan aplikatif.

Pendekatan STEM dianggap penting untuk diperkenalkan sejak dini, karena mampu membentuk kemampuan berpikir kritis, keterampilan pemecahan masalah, serta kreativitas siswa.

Terlebih di wilayah seperti Desa Pabean Udik, yang menghadapi tantangan pendidikan serius, termasuk angka putus sekolah yang tinggi dan minimnya dukungan belajar di rumah. Dengan metode STEM, siswa diajak untuk belajar melalui praktik langsung dan observasi, bukan sekadar hafalan.

Di sisi lain, guru-guru yang sebelumnya masih mengandalkan metode konvensional, kini didorong untuk menciptakan kegiatan belajar yang lebih kolaboratif dan kontekstual, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

Sosialisasi dan pelatihan metode STEM yang dilakukan di SDN 3 Pabean Udik disambut dengan sangat antusias. Para guru terlibat aktif dalam sesi diskusi dan praktik penggunaan modul. Sementara siswa terlihat sangat bersemangat ketika mengikuti demonstrasi alat peraga.

Kepala SDN 3 Pabean Udik, Ibu Ayu Rahayu, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini, “Program ini sangat bermanfaat, guru-guru jadi punya bekal baru dalam menyampaikan materi. Anak-anak pun sangat senang karena belajarnya jadi menyenangkan dan penuh eksperimen.”

Bu Nurul, salah satu guru menyampaikan, “Awalnya kami belum terbiasa dengan pendekatan seperti ini, tapi setelah melihat langsung, kami jadi lebih semangat untuk mencoba metode baru di kelas.”

Kemudian Anin, salah satu siswa kelas 5 turut berkomentar, “Seru banget lihat gunungnya meletus! Aku jadi pengen tahu cara kerjanya.”

 

Pasha Ungu Klarifikasi Video Joget DPR, Ekspresi Gembira Usai Pidato Prabowo

0

Bogordaily.net – Suasana Sidang Tahunan MPR 2025 yang biasanya berlangsung penuh formalitas mendadak menjadi sorotan publik. Bukan karena isi pidato Presiden Prabowo Subianto semata, melainkan beredarnya video joget anggota DPR.

Fenomena ini terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial. Salah satu figur yang kemudian memberikan klarifikasi adalah Sigit Purnomo Said, atau yang lebih dikenal sebagai Pasha Ungu, anggota Komisi VIII DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Pasha menegaskan bahwa apa yang terlihat di video viral tersebut bukan bentuk kelalaian tugas anggota dewan, melainkan ekspresi kegembiraan yang spontan.

“Sebenarnya saya nggak tahu ya, maksudnya spontanitas kawan-kawan gitulah karena memang sebenarnya yang terjadi itu adalah kegembiraan teman-teman terkait dengan pidato kenegaraan Bapak Prabowo,” kata Pasha.

Puas Akan Capaian Presiden Prabowo

Menurutnya, banyak anggota DPR merasa puas dengan capaian Presiden Prabowo Subianto dalam 10 bulan terakhir. Hal itulah yang kemudian menciptakan suasana riang hingga berujung pada aksi berjoget di ruang sidang

Pasha menjelaskan bahwa sejumlah program yang digagas pemerintah saat ini mendapat penerimaan positif di kalangan legislatif.

“Pak Prabowo Subianto dalam membawa nakhoda pembangunan di Republik Indonesia, khususnya dalam kurun 10 bulan terakhir ini, on track gitu, baik itu soal swasembada, baik itu soal penegakan hukum, baik itu soal kesejahteraan masyarakat, baik itu soal makanan bergizi dan lain sebagainya, inilah jadi kegembiraan kawan-kawan,” ungkapnya.

Menurut Pasha, ekspresi bahagia para anggota dewan tersebut adalah wujud apresiasi terhadap keberhasilan pemerintah.
Meski begitu, video para anggota DPR yang berjoget di ruang sidang tahunan menuai beragam respons.

Ada yang menilai hal itu wajar sebagai ekspresi spontan, namun ada pula yang mengkritik bahwa perilaku tersebut tidak sesuai dengan etika formal acara kenegaraan.

Sejumlah komentar warganet menilai aksi itu “tidak elok”, terlebih mengingat sidang tahunan MPR merupakan forum resmi negara yang sakral. Namun, sebagian lainnya justru melihat sisi manusiawi dari para pejabat yang mengekspresikan kegembiraan.

Menanggapi kritik, Pasha menegaskan bahwa tidak ada niat dari para legislator untuk meremehkan tugas mereka.

Ia menekankan peran DPR RI tetaplah utama, yakni memperjuangkan aspirasi masyarakat serta mengawasi jalannya pemerintahan.***

Menkes Budi Pastikan Balita di Sukabumi Meninggal Bukan Karena Cacingan

0

Bogordaily.net – Kasus meninggalnya Raya, balita asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyita perhatian publik. Pasalnya, tim medis sempat menemukan lebih dari satu kilogram cacing gelang di dalam tubuhnya.

Temuan itu memicu anggapan bahwa sang balita meninggal akibat cacingan parah. Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kematian Raya bukan disebabkan oleh cacingan.

“Yang bersangkutan meninggal bukan karena cacingan, melainkan karena infeksi,” ujar Budi.

Menurut Menkes, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi Raya mengarah pada infeksi berat yang menjalar ke seluruh tubuh atau dikenal dengan istilah sepsis.

“Infeksi bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya meningitis atau tuberkulosis (TBC), karena almarhumah sudah menderita batuk berdahak selama tiga bulan tanpa henti,” jelas Budi.

Kondisi itu, lanjutnya, menyebabkan daya tahan tubuh melemah sehingga bakteri mudah menyebar ke organ vital. Inilah yang kemudian membuat penanganan medis menjadi lebih sulit.

“Jadi penyebab kematiannya adalah sepsis atau infeksi yang menjalar ke seluruh tubuh,” tegasnya.

Kasus ini menurut Budi menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk lebih peduli pada deteksi dini penyakit. Ia mengingatkan agar layanan cek kesehatan gratis yang telah disiapkan pemerintah benar-benar dimanfaatkan.

“Kalau ketahuan lebih dini, seharusnya tidak perlu sampai meninggal. Presiden Prabowo ingin agar 280 juta masyarakat bisa mendapatkan layanan cek kesehatan gratis, termasuk untuk penyakit infeksi, TBC, maupun cacingan,” kata Budi.

Menkes menambahkan, pemerintah sudah memastikan obat cacing tersedia di seluruh puskesmas dengan harga murah namun tetap efektif. Hal itu harus diiringi dengan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri secara berkala.

Terkait dugaan kurang optimalnya pelayanan kesehatan di Kabupaten Sukabumi, Kemenkes akan segera melakukan evaluasi. Budi menekankan pentingnya peran puskesmas sebagai garda terdepan dalam mendeteksi penyakit menular maupun kasus cacingan di wilayahnya.

“Kalau ada kasus cacingan, puskesmas harus segera membagikan tablet anti cacing. Kalau ada TBC, harus langsung dilakukan deteksi dan pengobatan. Kami berharap masyarakat juga sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan gratis ini,” pungkasnya.***

Pakar Hukum Soroti OTT KPK Terhadap Wamenaker, Ironis Usai Pidato Antikorupsi Presiden

0

Bogordaily.net – Ahli hukum pidana khusus korupsi dan pencucian uang, Yenti Garnasih, memberikan tanggapan terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, bersama sejumlah orang lainnya.

“Kita saat ini menunggu penjelasan resmi KPK mengenai OTT terhadap Wamenaker Immanuel Ebenezer beserta pihak lain yang ikut diamankan, termasuk barang bukti yang sudah disita,” ujar Yenti, Sabtu 23 Agustus 2025.

Menurut Yenti, penangkapan ini terasa sangat kontras karena hanya berselang beberapa hari setelah Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam pidato 17 Agustus 2025 untuk memberantas praktik korupsi di tanah air.

“Baru saja Presiden menyatakan akan membongkar habis praktik korupsi, tapi ternyata ada pejabat yang malah ditangkap. Ini sangat ironis,” ucapnya.

Ia menjelaskan, langkah OTT oleh KPK tidak mungkin dilakukan tanpa proses penyelidikan mendalam.

“Biasanya, OTT sudah diawali dengan penyadapan dan pengumpulan data cukup lama. Kita hanya tinggal menunggu perkembangan status hukumnya,” jelas Yenti.

Lebih jauh, ia menilai kejadian ini menjadi alarm bahwa praktik korupsi masih merajalela dan perlu evaluasi serius.

“Kenapa masih banyak pejabat yang berani melakukan korupsi? Artinya, hukuman yang ada belum menimbulkan efek jera,” katanya.

Yenti menyinggung beberapa hal yang membuat pemberantasan korupsi kurang efektif, antara lain ringannya hukuman, pemberian remisi, hingga tetap adanya hak politik bagi terpidana.

“Faktor-faktor inilah yang menjadi akar persoalan, sehingga upaya penjeraan bisa dikatakan gagal. Semua celah itu harus segera ditutup,” tegasnya.

Ia menekankan, selain penindakan, upaya pencegahan juga harus diperkuat agar kasus serupa tidak terus berulang.

“Yang terpenting, setiap penanganan kasus korupsi harus memberi efek jera, baik bagi pelaku maupun calon pelaku lainnya. Pencegahan dan penindakan harus berjalan beriringan,” pungkas Yenti.

(Ibnu Galansa)

Prabowo Resmi Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Ditangkap KPK

0

Bogordaily.net – Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengambil langkah tegas setelah Immanuel Ebenezer, atau yang akrab disapa Noel, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Melalui keputusan resmi yang diteken pada Jumat malam, 22 Agustus 2025, Noel diberhentikan dari jabatannya sebagai pejabat publik.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, tidak lama setelah KPK mengumumkan status tersangka Noel.

“Kami berharap ini jadi pembelajaran bagi kita semuanya, terutama bagi seluruh anggota kabinet Merah Putih,” kata Prasetyo Hadi.

Menurut Prasetyo, langkah Presiden merupakan bentuk konsistensi pemerintahan dalam menjaga integritas dan komitmen terhadap pemberantasan korupsi.

Sebelumnya, KPK secara resmi mengumumkan penetapan Noel sebagai tersangka pada Jumat sore, 22 Agustus 2025.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menjelaskan bahwa Noel diduga menerima uang sebesar Rp 3 miliar dan sebuah motor gede merek Ducati. Gratifikasi tersebut berkaitan dengan dugaan pemerasan dalam proses sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Uang itu diterima pada akhir tahun lalu, atau sekitar dua bulan setelah Noel menjabat,” ungkap Setyo.

Fakta ini mengejutkan publik karena Noel dikenal sebagai aktivis yang cukup vokal sebelum masuk ke lingkaran kekuasaan.

KPK kini masih terus mendalami aliran dana Rp 3 miliar yang diterima Noel. Tidak menutup kemungkinan, penyidik akan mengembangkan penyelidikan untuk menelusuri apakah ada pihak lain yang terlibat.***

AMKB Siap Gerakkan Massa Jika Pelaku Vandalisme Balaikota Tak Segera Ditangkap

0

Bogordaily.net – Aliansi Masyarakat Kota Bogor (AMKB) yang terdiri dari 27 kelompok, mulai dari organisasi masyarakat hingga elemen komunitas warga, mengecam keras aksi vandalisme yang terjadi di Gedung Balaikota Bogor pada Kamis 21 Agustus 2025.

Gedung Balaikota yang merupakan cagar budaya dan aset sejarah Kota Bogor didapati menjadi sasaran aksi perusakan saat unjuk rasa yang berlangsung sehari sebelumnya.

AMKB menilai tindakan tersebut sebagai perilaku tidak terpuji dan bentuk pelecehan terhadap warisan sejarah yang dilindungi oleh undang-undang.

Perwakilan AMKB, Saepul menyampaikan harapannya agar aparat kepolisian segera menindaklanjuti kasus tersebut.

“Kami berharap kepada Kapolresta Bogor Kota untuk segera menangkap para pelaku. Hal ini agar menjadi peringatan dan kami minta segera dilakukan prosedur hukum terhadap pelaku vandalisme tersebut,” tegas Saepul, Jumat 22 Agustus 2025.

Dalam kesempatan yang sama, Umar Dani dari AMKB membacakan pernyataan sikap resmi, yang berisi:

1. Menyikapi aksi unjuk rasa kemarin yang mengakibatkan tindakan vandalisme pada objek cagar budaya yang dilindungi undang-undang.

2. Meminta aparat penegak hukum agar segera menangkap pelaku vandalisme sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku.

3. Akan mengawal proses penegakan hukum ini selama 3×24 jam.

4. Jika tuntutan tidak segera dilaksanakan, AMKB akan menggerakkan massa secara besar-besaran untuk mencari dan memastikan pelaku diproses.

AMKB juga menegaskan bahwa aksi unjuk rasa merupakan hak setiap warga negara, namun harus dilaksanakan dengan etika dan tidak merusak fasilitas publik, terlebih gedung yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

“Unjuk rasa adalah hak yang dijamin, tetapi tidak dibenarkan jika dilakukan dengan cara merusak. Balaikota adalah simbol pemerintahan sekaligus cagar budaya yang wajib kita jaga bersama,” ujar Umar Dani.

AMKB menambahkan, untuk saat ini penyampaian aspirasi diwakili oleh sejumlah perwakilan kelompok agar tidak mengganggu aktivitas Polresta Bogor.

Selanjutnya, mereka memastikan akan membuat laporan resmi agar aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus tersebut.

Aliansi menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga para pelaku ditangkap dan diproses hukum, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Bogor untuk ikut menjaga aset cagar budaya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan kota.*

(Ibnu Galansa)