Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 434

Pokja Bunda PAUD Kota Makassar Kunjungi KB-TK Bosowa Bina Insani Bogor, Catat 3 Tujuan Utamanya

0

Bogordaily.net – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini terus dilakukan oleh Pokja Bunda PAUD Kota Makassar. Salah satunya melalui kegiatan study tiru ke KB-TK Bosowa Bina Insani (SBBI) Bogor, yang digelar pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Rombongan yang berjumlah 23 orang tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina, S.Psi, M.Psi Psikolog. Mereka terdiri dari jajaran pengurus, penasehat, serta kepala sekolah dari lima PAUD Negeri di Makassar, yakni PAUD Negeri Rappocini, PAUD Negeri Manggala, PAUD Negeri Mariso, PAUD Negeri Tamalate, dan PAUD Negeri Biringkanaya.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh jajaran manajemen Bosowa Bina Insani. Hadir dalam penyambutan, Head of Bosowa School Eko Arianto, Sekretaris Yayasan Bosowa Bina Insani sekaligus Kepala Humas dan Kelembagaan Dedeh Soeria Atmadja, Deputy Director Finance Bosowa School Adi Adriyadi Lingga, Tim Akademik Bosowa School, Kepala KB-TK Bosowa Bina Insani Femi Balti bersama wakilnya, serta dokter UKS Bosowa Bina Insani, dr. Pertama Nevita.

Tiga Tujuan Utama Study Tiru

Dalam sambutannya, Titin Florentina menekankan bahwa kegiatan bertema “Belajar dari Praktik Baik: Mewujudkan PAUD Berkualitas yang Holistik dan Ramah Anak” ini memiliki tiga tujuan penting.

1. Menggali praktik terbaik pengelolaan PAUD yang selama ini dijalankan oleh KB-TK Bosowa Bina Insani. Sekolah tersebut dinilai konsisten menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini secara profesional dengan berlandaskan nilai-nilai karakter.

2. Meningkatkan kapasitas Pokja Bunda PAUD Kota Makassar dalam memahami dan mengimplementasikan konsep PAUD holistik integratif serta ramah anak, sehingga anak didik mampu berkembang secara optimal – baik dari aspek fisik, kognitif, sosial, maupun emosional.

3. Membangun jejaring kolaboratif antar-lembaga pendidikan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak mungkin diraih secara individual, melainkan harus melalui kerja sama, sinergi, serta berbagi praktik baik antarlembaga.

“Melalui kegiatan ini, besar harapan kami agar pengalaman yang kita dapatkan hari ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi mampu kita bawa pulang, kita refleksikan, dan kita implementasikan sesuai konteks dan kebutuhan kami di kota Makassar.

Dengan begitu, langkah kecil kita hari ini akan menjadi bagian dari gerakan besar dalam mewujudkan PAUD berkualitas yang holistik, integratif, dan ramah anak di seluruh Indonesia,” kata Titin Florentina.

Observasi Langsung Tanpa Rekayasa

Salah satu agenda utama adalah observasi langsung ke kelas-kelas belajar KB-TK Bosowa Bina Insani. Para peserta study tiru dapat melihat aktivitas belajar-mengajar secara nyata tanpa persiapan khusus dari guru.

“Kami sengaja tidak melakukan briefing kepada para guru terkait kunjungan Pokja Bunda PAUD Makassar hari ini, agar semuanya berlangsung apa adanya,” jelas Eko Arianto.

Langkah tersebut dinilai penting agar tamu dapat melihat gambaran riil bagaimana KB-TK Bosowa Bina Insani menjalankan pendidikan anak usia dini setiap harinya.***

 

80 Tahun Indonesia Merdeka, Wali Kota Bogor Dedie Rachim Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Aksi Nyata

0

Bogordaily.net – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum istimewa bagi masyarakat Kota Bogor.

Sejak pagi buta, suasana di Lapangan Sempur dan Tugu Kujang sudah dipenuhi warga yang ingin menyaksikan upacara dan rangkaian acara peringatan Hari Kemerdekaan, Minggu, 17 Agustus 2025.

Tepat pukul 07.00 WIB, Lapangan Sempur menjadi saksi pengibaran Sang Saka Merah Putih. Upacara dipimpin langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dan diikuti oleh jajaran instansi pemerintah, Forkopimda, pelajar, hingga komunitas masyarakat.

Hening dan khidmat terasa saat pasukan pengibar bendera mengibarkan Merah Putih ke puncak tiang. Ribuan pasang mata tertuju pada momen sakral tersebut. Tepuk tangan warga pun pecah setelah bendera berhasil berkibar gagah di angkasa.

Dalam amanatnya, Wali Kota Bogor mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan hanya simbol, melainkan amanah yang harus diisi dengan kerja nyata.

“Kemerdekaan harus diisi dengan langkah-langkah nyata untuk menjadikan bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera,” ujar Dedie.

Dedie menambahkan, pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia. Kedua hal ini harus berjalan seiring agar Indonesia mampu menjadi bangsa maju, bersaing secara global, dan dihargai oleh bangsa-bangsa lain.

“Seluruh pihak harus ikut terus berkontribusi dalam pembangunan kota dan bangsa sesuai peran masing-masing, agar cita-cita Indonesia maju dapat terwujud,” jelasnya.

Sementara itu, warga Kota Bogor memadati Tugu Kujang untuk mengikuti doa bersama lintas agama dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari Festival Merah Putih (FM), yang rutin digelar setiap tahun untuk memperkuat semangat persatuan dan cinta tanah air.

Acara yang berlangsung pada Minggu, 17 Agustus 2025, ini dihadiri berbagai pejabat Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat yang sejak subuh hadir. Mereka berdiri berjejer sambil menyimak doa yang dipimpin para tokoh lintas agama.

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menyampaikan program-program pemerintah pusat dan daerah menjadi langkah konkret dalam menyiapkan generasi emas Indonesia pada 2045.

Langkah-langkah itu mencakup penyediaan makan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan masyarakat secara tepat sasaran, hingga pengembangan Koperasi Merah Putih, sehingga warga dapat berkontribusi langsung bagi pembangunan daerah.

Wali Kota berharap doa yang dipanjatkan para tokoh lintas agama memberikan keberkahan dan perlindungan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya Kota Bogor yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

“Doa ini menjadi pengingat bahwa persatuan dan kebersamaan adalah semangat utama dalam membangun kota dan bangsa,” ujarnya.

Sedangkan pada upacara penurunan bendera merah putih tingkat Kota Bogor berlangsung khidmat, Minggu (17/8) di Lapangan Sempur. Sejumlah masyarakat juga turut andil mengikuti rangkaian acara tersebut.

Upacara penurunan bendera merah putih dipimpin oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Dia pun turut mengapresiasi atas keterlibatan warga dalam momen sakral tersebut.

“Tadi saya melihat di belakang pasukan acara ada warga yang berkunjung ke Sempur ikut hormat juga. Itu yang membuat saya sedikit terharu,” kata Jenal.

Jenal memandang, upacara penurunan ataupun kenaikan bendera merah putih sama pentingnya. Bagi Jenal keduanya memiliki makna serupa, yakni menghargai perjuangan para pahlawan bangsa.

Bendera merah putih disebut Jenal mesti menjadi sebuah kebanggaan. Untuk itu dia meminta kepada seluruh warganya untuk tetap memasang bendera sepanjang bulan Agustus.

“Kalau penurunan ini lebih ke seremonialnya. Lebih acara budaya setiap tahunnya. Tetapi untuk bendera-bendera yang ada di rumah harus tetap terpasang,” jelas Jenal usai memimpin upacara.

Kalau bisa, Jenal menyarankan untuk mencuci bendera ketika terlihat kusam. Kemudian dipasang kembali, untuk dibiarkan berkibar. Langkah ini dipandang menjadi praktek kecintaan para warga kepada bangsa.

Jenal menjamin, meski momen 17 Agustus sudah berlalu, penaikan dan penurunan bendera di pusat kota akan terus berlanjut. Misalnya di Tugu Kujang dan di Lapangan Sempur.

“Saya harap langkah ini juga bisa dilakukan sampai ke tingkat RT atau kampung. Di rumah-rumah warga saya harap tetap terpasanglah (bendera) kalau bisa seterusnya, kalau kotor cuci,” kata Jenal.

Aktivis Bogor Hanif Kecam Keras Sri Mulyani Soal Guru Jadi Beban Negara

0

Bogordaily.net – Ketua Jaringan Pemuda Mahasiswa Indonesia (JPMI) DPW Bogor Raya, Hanif Abdullah mengecam perkataan Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, yang menyebut guru sebagai beban negara.

Hanif menegaskan bahwa, pernyataan Sri Mulyani telah melukai hati para guru yang sudah mengabdi dan mencerdaskan kehidupan anak bangsa Indonesia.

“‎Sebagai mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), saya mengecam keras pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani,” jelasnya, Rabu 20 Agustus 2025

Hanif yang lahir dari rahim seorang guru tersebut juga sangat merasa bahwa pernyataan Sri Mulyani bukan merupakan sikap sebagai seorang negarawan.

“Saya berbicara bukan hanya sebagai aktivis mahasiswa, tetapi juga sebagai anak seorang guru. Saya lahir dari rahim seorang ibu guru yang telah mengabdi lebih dari 20 tahun untuk mendidik anak bangsa,” tegasnya

Mantan Koordinator BEM Se-Bogor Raya itu juga menambahkan, pernyataan bahwa guru adalah beban negara jelas merupakan bentuk penghinaan terhadap pengorbanan mereka.

Bahkan, kata Hanif, meminta partisipasi masyarakat untuk menggaji guru dan dosen adalah gagasan yang cacat logika.

Pendidikan adalah public goods (barang publik) yang manfaatnya tidak bisa dibatasi hanya untuk kelompok tertentu.

“Jika gaji guru diserahkan pada masyarakat, maka akses pendidikan berkualitas akan menjadi eksklusif bagi kalangan kaya, sementara rakyat kecil semakin tersisih. ‎Hal ini bertentangan dengan prinsip keadilan sosial yang diamanatkan dalam Pancasila,” tutup Hanif

(Muhammad Irfan Ramadan)

Menteri LH Dorong TPPAS Lulut-Nambo Beroperasi Maksimal, Indocement Siap Tampung Bahan Bakar RDF

Bogordaily.net – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mendorong agar Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir (TPPAS) Lulut-Nambo untuk segera beroperasi secara maksimal dan mengoprasionalkan produksi RDF (Refuse Derived Fuel).

Hal tersebut ia sampaikan usai kunjungan ke Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir (TPPAS) Lulut-Nambo dan PT Indocement, Kabupaten Bogor pada Rabu 20 Agustus 2025.

“Lulut Nambo ini tentu diperlukan langkah² operasional yang cepat Pemerintah Provinsi karena memang ini pemerintahan baru, kita harapkan segera dilakukan langkah² percepatannya, diantaranya segera mengoperasionalkan teknologi RDF,” kata Hanif Faisol, Rabu 20 Agustus 2025.

Menurut Hanif, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk siap menampung bahan bakar RDF (Refuse Derived Fuel) yang dihasilkan dari pengolahan sampah di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Lulut Nambo.

“Karena disini ada 2 industri semen yang relatif cukup besar untuk menyerap RDF tersebut. Harapan saya dalam waktu yang tidak terlalu lama, bangunan yang sudah ada segera dioperasionalkan karena sangat sederhana tinggal ganti² mesin,” jelasnya.

Ia menjelaskan, PT Indocement memiliki kapasitas 1.700 ton lebih yang dinilai cukup besar untuk menampung produksi RDF dari Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Lulut Nambo.

“Katakanlah waktu 3-4 bulan sudah selesai yang ada dioperasionalkan dulu, ini sangat dekat hampir 4 kilo saja dan Indocement ini memiliki kapasitas lebih dari 1.700 ton berdiri, ini sudah sangat besar,” ungkap Hanif Faisol

Sebagai informasi, Indocement telah menjalin kerja sama dalam penyediaan RDF dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Berdasarkan kontrak yang telah disepakati, Indocement akan menerima pasokan RDF sebanyak 625 ton per hari dari TPST Bantargebang.

(Albin Pandita)

Bank Kota Bogor Kenalkan Gemar Menabung ke Siswa SDN Sempur Kaler

0

Bogordaily.net – Bank Kota Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kesadaran literasi keuangan di kalangan generasi muda. Baru-baru ini, Bank Kota Bogor hadir di SDN Sempur Kaler dengan menghadirkan layanan Mobil Kas Keliling sekaligus mengajak anak-anak untuk mengenal pentingnya menabung sejak usia dini.

Dalam kegiatan ini, para siswa tidak hanya diajak bermain dan belajar mengenai dunia keuangan, tetapi juga diperkenalkan pada konsep Gemar Menabung.

Tujuannya adalah menanamkan kebiasaan baik sejak kecil agar kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak dalam mengatur keuangan.

Tak hanya menyasar anak-anak, Bank Kota Bogor juga mengadakan sosialisasi kepada orang tua murid.

Hal ini dilakukan agar para orang tua dapat mendukung serta membiasakan anak-anak mereka untuk rajin menabung di rumah maupun di bank. Dukungan keluarga dianggap penting untuk menciptakan kebiasaan finansial yang sehat.

Dengan program seperti ini, Bank Kota Bogor berharap semakin banyak generasi muda Bogor yang tumbuh menjadi #PejuangCelengan, yaitu generasi yang sadar akan pentingnya mengelola uang sejak dini.

Kehadiran Mobil Kas Keliling di sekolah juga memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang bagaimana bank bekerja, sekaligus menumbuhkan minat mereka untuk mengenal dunia perbankan lebih dekat.

Kegiatan yang berlangsung di SDN Sempur Kaler ini menjadi bukti nyata bahwa literasi keuangan tidak hanya ditujukan bagi orang dewasa, tetapi juga perlu ditanamkan sejak dini.***

Bank Kota Bogor Gelar Rapat Koordinasi Supporting Unit, Perkuat Sinergi dan Tata Kelola

0

Bogordaily.net – Bank Kota Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas layanan perbankan. Hal ini diwujudkan melalui rapat koordinasi sekaligus evaluasi yang digelar bersama jajaran Supporting Unit.

Kegiatan tersebut melibatkan Direksi bersama Satuan Kerja Audit Internal (SKAI), Satuan Kerja Manajemen Risiko & Kepatuhan, Bagian Umum, serta Bagian Pelaporan-IT.

Seluruh unit yang hadir memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas operasional dan pengawasan internal, meski sering kali bekerja di balik layar.

Dalam forum ini, berbagai langkah strategis dibahas secara komprehensif. Tujuannya tidak hanya untuk memperkuat sinergi antar-unit, tetapi juga memastikan kepatuhan terhadap regulasi serta penerapan tata kelola yang baik.

Dengan begitu, Bank Kota Bogor dapat terus memberikan layanan perbankan yang transparan, andal, dan berintegritas.

Melalui koordinasi intensif ini, diharapkan seluruh Supporting Unit semakin solid dalam mendukung Business Unit.

Keberadaan mereka menjadi fondasi penting agar setiap layanan yang diberikan kepada nasabah berjalan dengan lancar, akurat, dan sesuai standar profesionalisme tinggi.

Bank Kota Bogor menegaskan, keberhasilan lembaga perbankan bukan hanya ditentukan oleh unit bisnis, tetapi juga oleh peran besar unit pendukung yang memastikan semua proses berjalan sesuai aturan dan penuh tanggung jawab.***

Sinopsis Menjelang Magrib 2: Wanita yang Dirantai, Teror Baru di Era 1920-an

0

Bogordaily.net – Film horor Indonesia kembali kedatangan sekuel yang dinantikan. Setelah tiga tahun berlalu, Menjelang Magrib kini resmi memiliki musim kedua bertajuk “Menjelang Magrib 2: Wanita yang Dirantai”, yang akan tayang perdana di bioskop pada 4 September 2025.

Film ini masih digarap oleh sutradara sekaligus penulis naskah Helfi Kardit. Berbeda dengan kisah di musim pertama yang berkutat pada penelitian mahasiswa psikologi, sekuel ini menghadirkan cerita baru dengan latar era kolonial Hindia Belanda pada tahun 1920-an.

Sinopsis

Kisah Menjelang Magrib 2: Wanita yang Dirantai berpusat pada Giandra, seorang dokter muda lulusan STOVIA, sekolah kedokteran pribumi di masa penjajahan Belanda.

Ia membaca berita di koran Javasche Courant tentang seorang gadis bernama Layla yang dipasung di Desa Karuhun, sebuah desa terpencil di kaki gunung.

Layla dikenal sering berteriak histeris menjelang waktu magrib. Warga desa percaya bahwa gangguan itu terkait hal mistis, sehingga mereka memilih memasungnya dan mempercayakan penyembuhan pada seorang dukun.

Bagi Giandra yang berpegang pada ilmu kedokteran modern, cara itu sangat bertentangan dengan prinsip yang ia pelajari.

Perjalanannya menuju Desa Karuhun tidak mudah. Ia harus menempuh perjalanan panjang hingga naik pedati yang ditarik kerbau.

Setibanya di sana, Giandra bertemu dengan Rikke, seorang jurnalis keturunan Belanda-pribumi yang juga tertarik pada kasus Layla.

Rikke kemudian memberi tiga kata kunci yang menjadi gambaran besar persoalan di desa tersebut Kultur, Mistik, Tahayul.

Dari sinilah Giandra dihadapkan pada pertarungan antara ilmu pengetahuan modern dan kepercayaan masyarakat yang diwariskan turun-temurun.

Lebih jauh, teaser film mengisyaratkan adanya rahasia kelam di desa Karuhun: sebuah lubang misterius yang diyakini dihuni oleh iblis. Misteri inilah yang akan menjadi inti teror dalam film.

Pemeran Utama

Film ini dibintangi oleh deretan aktor dan aktris populer, di antaranya Aditya Zoni, Ajeng Fauziah, Muthia Datau, Aurelia Lourdes, Aisha Kastolan, Ageng Kiwi, Shania Sree, Ratu Dewi Imasy, hingga Fendi Pradana.

Dengan latar sejarah yang kental, nuansa horor tradisional, dan pertentangan antara ilmu medis modern dengan praktik mistis, Menjelang Magrib 2: Wanita yang Dirantai siap menghadirkan teror baru yang berbeda dari film pendahulunya.

Bagi pecinta horor Tanah Air, tanggal 4 September 2025 jadi momen penting untuk menyaksikan bagaimana nasib Layla dan misteri iblis di Desa Karuhun.***

Menteri LH Prihatin TPPAS Lulut-Nambo Tak Kelola Sampah 2.500 Ton Per Hari Selama Satu Dekade

Bogordaily.net – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan peninjauan ke Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir (TPPAS) Lulut-Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, pada Rabu 20 Agustus 2025.

Dalam kesempatan itu, Menteri Hanif mengaku prihatin karena sudah 10 tahun lebih, TPPAS Lulut Nambo yang dimiliki Pemprov Jawa Barat tidak juga beroperasi maksimal, yaitu mengelola 2.500 ton sampah perhari.

“Dengan Lulut Nambo tentu pemerintah Kementerian Lingkungan hidup sangat prihatin dengan tidak operasionalnya Lulut Nambo ini hampir selama 10 tahun lebih,” kata Menteri Hanif Faisol kepada wartawan, Rabu 20 Agustus 2025.

Adapun, Menteri Hanif meminta TPPAS Lulut Nambo untuk segera beroperasi secara maksimal. Sehingga dapat mengelola permasalahan sampah untuk 4 wilayah Kota/Kabupaten dengan baik.

“Padahal lulut Nambo diproyeksikan mampu menangani penanganan sampah di 4 kabupaten/kota lingkup sekitar Lulut Nambo ini,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) untuk melakukan langkah percepatan pengelolaan sampah, salah satunya dengan mengoprasionalkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif.

“Lulut Nambo ini tentu diperlukan langkah² operasional yang cepat Pemerintah Provinsi karena memang ini pemerintahan baru, kita harapkan segera dilakukan langkah² percepatannya, diantaranya segera mengoperasionalkan teknologi RDF,” ujar Hanif.

(Albin Pandita)

Bank Kota Bogor Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Aneka Lomba Seru

0

Bogordaily.net – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, keluarga besar Bank Kota Bogor menggelar serangkaian lomba yang penuh semangat dan kebersamaan.

Acara yang berlangsung meriah ini menghadirkan berbagai jenis lomba mulai dari memancing, tiup balon, hingga permainan seru lainnya yang melibatkan seluruh peserta.

Tawa, semangat, dan keceriaan begitu terasa di setiap momen perlombaan, menciptakan suasana penuh keakraban di antara keluarga besar Bank Kota Bogor.

Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan persatuan.

Bagi peserta maupun panitia, setiap detik dalam kegiatan ini menjadi momen berharga yang menambah kedekatan antar sesama.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, Bank Kota Bogor ingin menunjukkan bahwa kemerdekaan bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan juga merayakan persatuan, kebahagiaan, dan kebersamaan.

Acara ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan panitia yang telah berperan aktif menyukseskan perayaan ini. Semangat kebersamaan diharapkan terus terjaga hingga acara serupa di tahun-tahun mendatang.***

Bukan Donat Lagi! Pinkan Mambo Kini Jual Menu Pisang Air Mata Seharga Rp200 Ribu

0

Bogordaily.net – Nama Pinkan Mambo kembali jadi bahan perbincangan hangat di dunia maya. Setelah sebelumnya ramai karena menjual donat seharga Rp200 ribu, kini mantan personel Ratu itu meluncurkan menu baru bertajuk Pisang Air Mata Mambon yang lagi-lagi membuat heboh netizen.

Lewat sebuah video yang diunggah di media sosial, Pinkan memamerkan produk kuliner barunya. Bukan pisang goreng biasa, melainkan pisang item dengan campuran madu dan disajikan dalam box berisi enam buah. Harga yang ditawarkan pun bikin melongo: Rp200 ribu per kotak.

Tak hanya itu, Pinkan Mambo juga memberi promo khusus dalam rangka HUT ke-80 RI. Selama tiga hari, menu Pisang Air Mata Mambo dijual dengan harga Rp150 ribu per kotak.

Pinkan mengklaim ada teknik khusus dalam mengolah pisang menjadi adonan sehingga menghasilkan cita rasa yang unik, berbeda dari gorengan biasa.

Inovasi kuliner Pinkan Mambo ini langsung viral di TikTok dan menuai beragam reaksi. Sebagian netizen menilai ide Pinkan kreatif dan out of the box karena berani menghadirkan produk berbeda.

Namun, tidak sedikit pula yang menganggap harga Rp200 ribu terlalu tinggi untuk sekadar pisang goreng.

“Masa pisang gosong dijual 200K, siapa yang mau beli,” kata netizen di komentar fyp TikTok.

“Kalau artis yang jual mah bebas ya, tapi salut sih idenya unik,” komentar lainnya.

“Mungkin mahal karena ada value ‘Pinkan Mambo’-nya, bukan cuma pisangnya,” ujar warganet lain yang mencoba membela.